Shiroyukki Present
...
...
Naruto ©Masashi Kishimoto
HighSchool DxD ©Ichie Ishibumi
Dan, Beberapa character yang ada di dalam Fanfiksi ini milik para Author di Jepang. Saya hanya meminjam dan menggunakan tanpa ada niatan menjadikan ladang pencarian.
...
...
Summary :
Dia yang tak mempunyai apa-apa yang hanya ingin melindungi teman-temannya dari bahaya dengan mengorbankan dirinya sendiri, Bangkit dengan kekuatan yang sangat hebat hingga akhirnya dia yang dulu hilang di telan oleh kekuatannya sendiri
...
...
#StayAtHome
...
...
Chapter 7 : Lost and Forget Everythink...!
Eksistensi itu bernama Mostima untuk orang-orang yang ia anggap namun dunia memanggilnya dengan sebutan Ancient Monolith Earth Guardian Dragon, Bahamuth. Seekor naga kuno yang menganggap dunia ini sebagai pekarangan mainnya atas tugas sang 'Ayah' bersama dengan Leviathan yang menjaga Lautan dan juga Ziz yang menjaga langit. Mereka bertiga hidup damai bersama sebagai Teman, Saudara dan juga Keluarga sebelum masing-masing dari mereka menghilang sesaat setelah Adam turun dari taman Firdaus.
Leviathan menenggelamkan diri ke dalam samudra hingga para iblis mengambil gelarnya lalu Ziz keberadaannya tidak diketahui karena luasnya langit, meninggalkan Bahamuth sendirian bersama dengan dua orang manusia Adam dan juga Eve. Sebagai penjaga dataran ini, Bahamuth berperan sebagai Guru bagi adam dan mengajarkannya semua yang harus dilakukan untuk terus hidup dan karenanya Bahamuth tidak merasa kesepian. Namun ribuan tahun sudah terlewati sampai dirinya bertemu seseorang tepatnya seorang iblis.
Seorang iblis berambut merah dengan wajah yang sangat cantik dan juga sifatnya yang sangat aktif membuat Bahamuth menaruh perhatian pada gadis itu. Mereka menjadi seorang teman sampai akhirnya sang gadis akan kembali menuju ke dunia bawah meninggalkannya dalam kesendirian untuk kedua kalinya. Namun, suatu ketika Bahamuth kembali bertemu dengan iblis tersebut dan untuk kesekian kalinya ia mengatakan tidak ingin sendirian lagi hingga ia mengubah dirinya menjadi sesuatu bongkahan logam dengan kehendaknya sendiri.
Bahamuth itu terlahir dari bongkahan logam yang ada sejak awal penciptaan semesta dan karena 'Kemampuan' yang ia miliki, ia dapat merubah bentuknya menjadi bentuk awalnya. Iblis perempuan itu sangat senang dan meminta sang kakak membuat sebuah pedang sebagai hadiah ulang tahunnya.
Seratus tahun berlalu, Great War terjadi dan membuat iblis perempuan itu turun bersama dengan sahabatnya dan mendapati julukan The Black Fire of Gremory saat membabat habis musuhnya namun sayangnya, Pihak malaikat membawa seorang pendeta suci untuk ikut bertempur.
Pedang yang memiliki nama White Lotus membuat dirinya sangat kuat karena memanfaatkan energi yang ada di sekitarnya sebagai sumber energi. Pertarungan antar The Black Fire of Gremory melawan pendeta itu terjadi selama lima tahun tanpa henti hingga akhirnya keduanya tumbang karena kelelahan.
Seratus tahun kemudian, Perang berakhir dengan kerugian yang dialami tiga belah pihak. Namun tiga Fraksi mendapati The Black Fire of Gremory dan juga sang Pendeta menghilang hingga tersebar rumor jika keduanya memutuskan untuk menikah dan mempunyai seorang anak.
"Aku pulang, Naruto-sama."
...
...
Di suatu pagi, Naruto sedang berada di dalam ruangan khusus miliknya. Pada awalnya Naruto tidak ingin membuat Armor [Warhead] namun kemudian ia terpikirkan sesuatu, Jika saja kekuatannya kembali dapat membuat tubuhnya meledak karena mendapatkan energi itu secara tiba-tiba. Sekarang segel yang dibuat para Maou sudah hilang dari dirinya dan karenanya seluruh tubuhnya merasakan sakit tiap kali ia menggunakan sihirnya.
Waktu menunjukkan pukul 4.00 pagi, disampingnya ada sebuah sofa panjang yang digunakan seorang gadis berambut biru sedang tertidur. Sebenarnya yang semalam pulang ke rumah dan tidur bersama dengan Momo adalah Naruto yang ia buat menggunakan Sacred Gear yang ia miliki.
Prismal Polar Night, Sacred Gear yang dapat memanipulasi kegelapan sesuai kehendak pemiliknya. Sebuah Sacred Gear yang berada di kelas Ultimate tepat berada di bawah kelas Longinus.
Semalam adalah malam yang sangat dingin dan untuk beberapa manusia dengan berita akan adanya badai yang terjadi di tepi pantai Kuoh yang berjalan menuju ke pusat kota namun bagi beberapa orang yang akrab dengan dunia supranatural, Semalam adalah malam yang sangat menakutkan dengan ledakan energi yang sangat gelap. Dan setelahnya, Energi hilang entah kemana bagaikan tidak pernah ada.
Naruto tersenyum hambar dan dengan cekatan kedua tangannya mencoba memasukan input data yang terus menerus ia coba dan perbaiki berkali-kali. Armor itu berwarna hitam dengan beberapa garis berwarna putih bercorak tribal dan pada bagian dada armor itu terdapat empat buah penyangga yang menjaga armor itu tetap berdiri. Dengan sebuah tombol pemuda itu mulai memasuki Record Interface.
"Baiklah, Ayo mulai percobaan langsung pada subjek. Pada 25 September, Pukul 04.17, Percobaan pertama pada subjek di jalankan."
Peralatan itu mulai terbang dengan sendirinya saat merasakan pergolakan energi dari Naruto. Sedikit demi sedikit, Armor itu muali, membentuk sosok penuh dari perlengkapan seorang Heavy Armor dari pasukan Crusader.
"Baik, Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah aku, bisa menggunakan sihir seperti biasa setelah semua kekuatan yang ku miliki kembali." Ujarnya dan kemudian mengangkat tangan kanannya ke depan. Perlahan namun pasti sebuah lingkaran sihir mulai terbentuk dari ketiadaan. Pemuda itu menyalurkan semua energi yang ia miliki dan sekali melihat ke arah monitor yang menunjukkan grafis dan juga angka 79% dan terus naik namun kemudian...
BOOM...
Ledakan yang sangat besar terjadi membuat Naruto terpental keluar dari armornya. Ruangan itu menjadi berantakan dan beberapa percikan listrik terlihat di beberapa bagian kabel yang terbakar. Di monitor itu terlihat beberapa grafik dan beberapa Note's Error bercampur dengan beberapa tab Caution dan juga Danger hingga Naruto menghela nafasnya saat melihat angka 84% pada monitor itu.
Teringat akan sesuatu, Naruto menolehkan kepalanya dan tersenyum saat melihat Mostima masih tertidur.
'Aku tidak tau jika perwujudan dari Bahamuth bisa tertidur selelap itu bahkan dengan ledakan yang sangat besar seperti ini.' Pikirnya. Dengan senyuman masam, Pemuda itu bangkit dari tempatnya dan mulai berjalan menuju monitor untuk kedua kalinya.
"Menurut data yang masuk, Aku hanya bisa mengeluarkan 82% dari potensi yang ku miliki dan setelah dikali 10 maka aku hanya bisa mengeluarkan kekuatanku sebanyak 8,2% saja. Apakah cukup untuk membunuh Kokabiel dengan 8.2% yang dapat di tahan armor ini?" Wajahnya sedikit murung, mengingat jika semalam dirinya sangat marah saat mengetahui kalau Kokabiel sedang bersembunyi di Kuoh. Dirinya tidak bisa mengendalikan hawa membunuhnya sampai-sampai Mostima kembali ketangannya terlebih ia sudah menerima masa lalunya.
"Hufft... Bekerja lebih keras dari sebelumnya!"
...
...
"Tidak mungkin, Cerberus? Kau bercanda?"
Malam hari adalah waktu dimana setiap makhluk supranatural beraktifitas dan sekarang dapat dilihat di Kuoh Akademi sebuah Kekkai sedang membungkus akademi tersebut. Akademi yang menjadi basis aktifitas dari dua keluarga iblis, Gremory dan juga Sitri.
Pertarungan kelompok Gremory melawan salah satu dari beberapa Jendral malaikat jatuh, Kokabiel. Di luar Kekkai terdapat beberapa orang yang sedang memfokuskan mana mereka untuk menjaga agar tekanan energi itu tidak bocor dan membuat manusia menjadi khawatir.
Pertarungan itu berjalan dengan tidak seimbang. Seorang Jendral malaikat jatuh melawan iblis naif yang tidak pernah melihat luasnya dunia dan karena perbedaan kekuatan juga pengalaman membuat para iblis itu kewalahan belum lagi dengan adanya bantuan dari Cerberus.
Bunyi dentingan besi saling beradu dan juga percikan api melayang kesana kemari. Sihir terbang meluncur menuju target dan setelahnya terdengar suara ledakan.
Boost... Boost...Boost...
"Buchou!" Teriakan Issei menggema di dalam Kekkai tersebut saat belikan hijau pada gaunlet miliknya bersinar terang. Itu adalah salah satu dari sekian kemampuan yang dimiliki oleh Boosted Gear yang dapat menggandakan kemampuan pemilik dalam interval 10 detik.
"Ise."
"Issei-kun"
Rias dan Akeno bersamaan dan terbang merendah mendekati Issei, tidak tinggal diam Issei melakukan lompatan tinggi dan bersalto di udara untuk melakukan proses Transfer kepada Rias dan Akeno.
"Boosted Gear, Gift"
[Transfer]
Suara mekanik menggema saat Issei menyentuh Rias dan juga Akeno membuat sebuah ledakan energi dari tubuh kedua gadis itu berkat kekuatan yang Issei transfer pada mereka.
"Akeno, Ayo kita habisk mereka!"
"Hai, Buchou."
Dari tangan kedua gadis itu tercipta sebuah lingkaran sihir yang terbilang cukup besar. Kedua lingkaran sihir itu menyatu dan kemudian sebuah petir berwarna mereka pekat menghantam dan memudahkan 2 Cerberus di tanpa tersisa.
"Kyaaa..."
Semua orang terkejut dan langsung menoleh ke asal teriakan tersebut. Mereka semua membelalakan matanya saat mendapati seekor Cerberus melompat dengan mulut terbuka ke arah Asia yang hanya bisa pasrah dan menutup matanya.
Craaash...
Namun gadis itu tidak mendapati rasa sakit dan hanya mendengar suara daging tertusuk benda tajam. Asia membuka matanya dan mendapati Cerberus tersebut tertusuk puluhan pedang yang muncul dari tanah dan merasakan seseorang ada di sampingnya.
"Kiba-san."
Semua orang bersyukur atas datangnya Kiba sebelum suara tawa seseorang membuat fokus mereka bubar.
"Bwahahaha... Menarik! Sungguh menarik! Kalian sanggup menghabisi peliharaanku. Kalau begitu, Apa kalian siap menerima ini?" Tanya Kokabiel saat ia membuat sebuah tombak cahaya seukuran tiang listrik. Tanpa aba-aba, Kokabiel melemparkan serangan tersebut ke arah kelompok Gremory dan membuat salah seorang dari mereka berteriak.
"BAHAYA!"
BOOOOM..!
Nafas mereka semua tercekat karena serangan beberapa saat yang lalu.
"Matilah Kita." Mendengar suara dingin Koneko semua orang mengalihkan pandangannya menuju ke langit. Disana terdapat 10 tombak cahaya yang mengarah kepada mereka semua, Tombak cahaya dengan ukuran sebesar mobil sedan dengan kepadatan yang sangat tinggi.
Tanpa aba-aba, Kokabiel melemparkan tombak cahaya itu membuat semua kelompok Rias tidak sempat menghindarinya. Mereka semua hanya pasrah menanti ajal menjemput dengan memejamkan mata mereka semata-mata mengurangi rasa sakit yang akan segera mereka rasakan.
[Black Orchid : Frist Form : Dimension Breaker]
Suara mekanik yang lantang terdengar menggelegar di dalam Kekkai tersebut. Mendengarnya, Kelompok Rias mencoba untuk membuka matanya namun mereka semua terdiam saat melihat 10 tombak tersebut masuk ke dalam sesuatu yang terlihat seperti genangan air.
"Kalian tidak apa-apa, kan?"
...
...
Matahari sudah terbenam meninggalkan manusia di dalam kegelapan dan pada suatu kamar hotel seorang pemuda sedang berbaring di sebuah kasur. Pemuda itu adalah Naruto, Selama seharian ia bersembunyi di dalam markasnya mencoba untuk menyelesaikan [Warhead] dan hasilnya sudah lumayan.
'Setelah apa yang sudah ku kerjakan, Armor itu hanya bisa membantu mengeluarkan kekuatanku sebanyak 30%. Aku tidak tau apakah aku bisa menggunakannya untuk membunuh Kokabiel namun apapun yang terjadi aku harus menyelesaikannya! Dengan bantuan 5 Sacred Gear warisan teman-temanku dan tentunya Mostima yang sudah kembali kepadaku, Aku akan mengakhirinya!' Wajahnya mengeras saat bayang-bayang seseorang memasuki penglihatannya. Seseorang yang gagal untuk ia lindungi.
"Aku tidak akan membiarkan keluargaku tewas untuk kedua kalinya! Tidak untuk saat ini dan tidak untuk esok hari."
Matanya terpejam dan sedikit demi sedikit terlelap bersama dengan Mostima yang ada di sampingnya. Namun beberapa saat kemudian, Sebuah gelombang energi menyapu kulitnya sampai membuat Mostima bangkit dari tidurnya.
"Naruto-sama, Energi sebesar ini setara dengan para Jendral di masa Great War dulu dan energi ini berasal dari Kuoh Akademi." Ucap Mostima dan Naruto hanya menganggukkan kepalanya. Energi ini juga dapat ia rasakan, Energi busuk dari semua mahluk terbusuk! Makhluk yang menjadi target balas dendamnya.
"Ya, Kau benar. Persiapkan dirimu, Mostima! Kita akan habis-habiskan bertempur malam ini."
"Perintah anda adalah Titah bagi hamba, Naruto-sama."
Tanpa di duga sebuah lingkaran sihir terbuka menampilkan seseorang yang sedang membawa sebuah koperasi besar. Orang itu sedang menatap Naruto dengan wajah khawatir dan kemudian Naruto tersenyum melihatnya.
"Sieg, Tugasmu hari ini sudah selesai. Kembalilah ke Kyoto dan katakan pada para Servant dan juga ANBU kalau malam ini aku akan mulai menjalankan Operasi Overflow. Aku harap kau selamat sampai ke Kyoto." Ucap Naruto dan hanya di tanggapi anggunkan kepala dari pemuda berambut coklat itu. Naruto mulai mengeluarkan sebuah lingkaran sihir yang memuntahkan kotak hitam berisi 3 buah katana yang sengaja ia siapkan, Katana yang sama yang ia gunakan untuk membabat Raiser Phenex pada malam resepsi pertunangannya dengan Rias.
Katana pertama memiliki sarung berwarna biru dengan balutan sutra berwarna biru pada bagian gagangnya. Katana yang dibuat dari sebuah batu yang ia dapati jauh di kedalaman hutan Jawa yang menyerap banyak sekali energi spiritual di daerah tersebut. Katana yang mampu menahan semua jenis serangan sihir sampai level tertinggi. The Absolute Defends of Victory Fortress, Greed.
Katana kedua memiliki sarung berwarna hitam dengan aura hitam yang membungkusnya. Katana yang terbuat dari kristal yang ia temukan di kedalaman Tartarus saat pergi ke istana Hades hanya untuk mencari roh seseorang. Katana itu di tempat seorang Blacksmith di kesatuan Servant, Sebuah katana yang dapat memutus sirkuit sihir dari semua makhluk supranatural bahkan dewa sekalipun. Katana itu di beri nama The Sucking life, Helsing.
Lalu yang terakhir Katana berwarna putih pada semua bagiannya, mulai dari sarung sampai ke sutra pembungkus pada gagangnya. Katana yang selalu mengingatkannya pada orang yang paling ia cintai dalam hidupnya, Katana Seirena. Katana yang dapat membelah prinsip kehidupan pada makhluk hidup yang menjadi target tuannya. Katana yang di berkati seorang dewi yang menjadi sahabatnya, Dewi Ereshkigal sang penjaga Mekkai.
Menatap ketiga katana itu dan kemudian mengambil sebuah alat yang menyerupai sebuah Earphone Bluetooth berwarna hitam. Menatap alat itu untuk sementara dan kemudian ia memakainya di telinga kanan.
"Raphael, Activated Overflow Project."
[Activated Overflow Project, Start!]
[2%...34%...78%...100%]
[Overflow Project Completed]
[Eleminate 3 Faction and All Alliances]
[May the God with You, Master]
Pemuda itu tersenyum puas dalam hatinya. Project yang ia rencakan sejak ia masih bersama dengan Yasaka, Project yang memiliki Misi untuk memusnahkan semua anggota Fraksi injil dan semata-mata hanya untuk kepentingan Fraksi Shinto dengan mengorbankan apapun yang ia miliki. Dan untuk Raphael, Dia adalah sebuah kecerdasan buatan yang ia rancang dalam waktu semalaman.
Artificial Intelegence atau yang biasa disebut [AI], Sebuah kecerdasan buatan yang terkadang di masukan kedalam system suatu robot ataupun aplikasi untuk mencapai sebuah tujuan dengan analisa keadaan sekitar. Di dalam game, [AI] terkadang digunakan untuk mengobrol karakter yang tidak bisa di gunakan oleh seorang player atau biasa di panggil NPC ataupun MOB.
Begitupula untuk Raphael yang sebenarnya adalah sebuah program komputer yang Naruto ciptakan untuk suatu 'Tujuan'. Namun [AI] yang terpasang pada Raphael adalah [AI] tingkat lanjut dengan kemampuan untuk menganalisa data lebih cepat dari biasanya dan terus belajar dan berkembang bagaikan otak manusia. SELF LEARNING ARTIFICIAL INTELLIGENCE [SAI].
Beberapa saat kemudian, Beberapa benda seperti sebuah Drone terbang di hadapan Naruto dan mulai mengeluarkan sebuah cahaya yang membentuk Armor [Warhead]. Dan beberapa bagian logam membungkus ketiga katana miliknya yang melayang dan kemudian terpasang di bagian punggungnya.
"Saa~ Ayo kita pergi Mostima!"
...
...
"Kalian tidak apa-apa, kan?"
Semua orang terdiam saat seseorang yang dibalut armor berjalan di antara mereka semua. Armor pada bagian kepalanya tidak ada dan menampakkan wajah seorang pemuda berambut kuning dengan wajah yang sangat datar di ikuti seorang gadis berambut biru tua di belakangnya. Gadis itu sangat cantik dan mengenakan sebuah dress berwarna putih dan membiarkan rambutnya terurai dengan senjata sebuah tongkat yang berbentuk seperti kunci dan juga gembok pada bagian ujungnya.
[Black Orchid : Frist Form : Dimension Reflec]
Di belakang Kokabiel terbentuk sebuah gelombang dan mengeluarkan sepuluh tombak cahaya yang ia lancarkan sebelumnya. Tak ingin terkena senjata makan tuan, Kobabiel terbang dengan sayap yang tersisa dan membuat tombak-tombak itu hancur berkeping-keping.
"Bwahahahahaha... Lihat siapa disana? The Worst Queen! Seorang pecundang yang meninggalkan rekan setimnya dan pergi menyelamatkan dirinya sendiri. Oii Gremory, Kau memiliki budak yang sangat unik disini." Ucap Kokabiel. Walaupun Jendral itu menatap Naruto dengan waspada, Ia masih bisa tertawa lepas dalam pertempuran yang ia lakukan.
"Mostima, Sembuhkan semua orang..." Mendengar itu Mostima hanya menganggukkan kepalanya dan pergi menuju kelompok Gremory yang sudah di tinggalkan Kiba karena merasakan aura suci yang sangat kuat dari arah lapangan olahraga. "... Kau! Membunuh teman-temanku, Membunuh Tuanku, dan sekarang kau menyakiti keluarga baru ku. Aku, Namikaze Naruto! Bersumpah akan membunuhmu walaupun harus mengorbankan nyawa ini!"
"Tunggu, Apa Naruto baru saja mengatakan kalau ia adalah keturunan Namikaze?"
Naruto melesat dengan ketiga katana miliknya yang sudah siap membabat habis Kokabiel. Kokabiel, seorang Jendral malaikat jatuh akan merasa malu jika harus lari dari pertempuran dan memilih mundur, Maka dari itu dirinya juga melesat dengan kecepatan yang sama dengan Naruto.
Trank...
Serangan katana Naruto tertahan kuku tajam milik Kokabiel namun Jendral itu harus sadar saat dua katana mulai menyerangnya dan bermaksud menebas kepalanya dan membelah habis tubuhnya.
"Cih..." Pria itu sedikit mendecih saat merasakan rasa perih pada bagian lehernya dan juga pada bagian bahunya. Dengan sedikit menahan rasa sakitnya, Kokabiel mencoba untuk membuat lingkaran sihir penyembuh namun tetap saja ia tidak bisa menyembuhkan luka yang ia terima malah luka pada bahunya mulai membusuk.
"Biar aku tebak, Pedang yang ada di mulutmu dapat memutuskan sirkuit sihir dan tidak dapat disembuhkan dengan cara apapun dan kemudian yang ada di tangan kananmu dapat membelah prinsip kehidupan suatu makhluk hidup, kan?"
"Hmm... Mungkin iya, tapi tidak ada gunanya kan? Menanyakan musuh kartu AS yang ia miliki adalah tindakan konyol di medan perang." Ujarnya lalu Naruto mulai meluncur di ikuti Kokabiel yang menyerang ke arahnya.
Pertempuran yang sengit di udara tidak dapat dihindari, Naruto dengan ketiga katana miliknya yang sudah dilapisi [Demonic Power] dan Kokabiel dengan pengalaman yang ia miliki mulai membuat sebuah pedang dari cahaya.
Swush... Trank...
Naruto mencoba untuk menebas kepala Kokabiel dengan katana Seirena namun Kokabiel masih busa menghindarinya dengan menangkap pergelangan tangan Naruto. Tak mau ambil pusing, Naruto menggerakkan tangan kirinya dan Kokabiel masih bisa menangkapnya juga.
Buagh... Swush... Jleb...
Kokabiel yang berhasil mengunci pergerakan Naruto menendang dada pemuda itu dan membuatnya terpental namun dengan momentum yang berhasil Naruto dapat ia mencoba menusuk Kokabiel dengan katana yang ada di mulutnya. Keduanya sama-sama menderita rasa sakit, dengan Naruto yang terpental jauh dan Kokabiel yang tidak bisa menyembuhkan lengan kirinya akibat katana Helsing.
"Ini adalah pertempuran ketiga bagi kita berdua tapi aku merasa ada yang janggal. Kau memakai baju zirah itu dan kau juga tidak pernah terlihat mengeluarkan sihir yang kau kuasai. Itu artinya kau melemah, kan? Menarik... Sungguh! Sangat menarik! Aku akan mulai bersungguh-sungguh dari sekarang!"
Swush... Buagh... Blarr..
Dengan kecepatan yang tidak dapat diikuti kelompok Gremory, Kokabiel menerjang maju ke arah Naruto dan memukul wajahnya. Tanpa bisa menghindar, Naruto terpental ke arah belakang hingga bangunan sekolah tua mengehentikannya. Di wajah pemuda itu terdapat luka bakar karena tinju Kokabiel terbalut element cahaya yang merupakan salah satu kelemahan iblis. Tak sampai disana, Kokabiel berhasil membuat Naruto terkejut saat Kokabiel sudah ada di hadapannya dan mencekiknya.
"Lemah! Apa ini bocah yang berhasil membuatku cacat dan di tertawakan anak buah ku? Memalukan... Cuih." Naruto hanya menatap datar Kokabiel yang baru saja meludahi wajahnya dan kemudian Pria itu melemparkan ke atas hingga Narutopun merasa terkejut karenanya.
"Ugh..." Tanpa banyak basa-basi, Kokabiel langsung melesat ke arah Naruto dan menendang perut pemuda itu sampai Naruto memuntahkan air liurnya.
Blaaarrr...
"Ugh.. Uhuuk.." Naruto terjatuh dan kemudian menelungkupkan tubuhnya memuntahkan semua isi perutnya yang bercampur dengan darah.
"Naruto-sama!"
...
...
Sementara itu terjadi pertempuran di sebuah lapangan olahraga. Tepatnya di arah keempat pedang Excalibur yang sedang disatukan, Kiba bertarung dengan seorang Exorcist penuh dengan rasa benci saat tiap kali matanya menatap seseorang di tengah-tengah pertarungannya.
"BALBA! Aku akan membunuhmu! Aku akan membunuhmu!" Wajah pemuda itu mengeras tiap kali Freed menghalanginya menuju Balba.
"Sialan! Kau hanya menganggu saja!" Kiba melesat ke arah Freed dan menebas pedangnya dari atas kebawah membuat Freed melompat mundur namun...
[Sword of Brith : Sword Field]
Jleb... Jleb... Jleb...
Puluhan bahkan ratusan pedang muncul dari tanah dan membuat Freed tertusuk pedang-pedang tersebut. Sword of Brith adalah Sebuah Sacred Gear yang dapat membuat pedang apapun jenisnya atas kehendak sang pemilik hampir seperti Sacred Gear milik Naruto.
Swush...
Sebuah tombak cahaya terbang menuju ke arahnya setelah Kokabiel menjentikkan jarinya namun tiba-tiba suara seseorang memasuki pendengarannya. Suara yang membuat tombak cahaya itu lenyap masuk kedalam gelombang distorsi yang tiba-tiba muncul.
[Black Orchid : Frist Form : Dimension Breaker]
"Ku serahkan sisanya padamu, Kiba!" Naruto sudah berdiri dari kawah tersebut dengan Mostima yang membantunya berdiri. Melihat bantuan temannya itu, Kiba hanya tersenyum namun senyuman itu menghilang saat saat Balba melemparkan sebuah Kristal berwarna biru tepat di hadapan Kiba.
"Kau lihat? Kristal itu adalah hasil dari teman-temanmu. Aku berterima kasih pada kalian karena kau dan teman-temanmu yang kekurangan element suci dapat aku kristalkan dan menjadi pencapaianku yang terhebat! Terima kasih padamu, Bahan Mentah!"
Deg
"Ba Bahan mentah? Selama ini kau hanya menganggap kamu bahan mentah? Setelah apa yang kami lakukan untuk kalian? Kami yang percaya kepada kalian semua dan semata-mata hanya untuk tuhan dan kau! Bajingan sialan, pengorbanan kami kau sebut BAHAN MENTAH?"
Marah? Ya, Pasti! Siapa yang tidak marah jika teman-temannya tewas hanya karena seseorang yang mengejar ketenaran?
Kecewa? Tentu saja, Kecewa pada kehidupan dan juga kecewa pada diri sendiri itulah apa yang sedang Kiba rasakan saat ini.
Apakah kata-kata yang keluar dari mulut pastur tua itu hanyalah omong kosong belaka? Setelah mereka mempercayakan semua yang mereka punya hanya untuk mendekatkan diri pada sang pencipta dengan iming-iming bahwa kau memiliki energi suci? Sakit? Tentu saja! Bayangkan semua kepercayaan dan juga keyakinan yang telah kau berikan pada seseorang dikhianati oleh orang tersebut demi ambisi nya semata.
"Kenapa?" Tanya Kiba seraya berjalan dengan langkah goyah dan mengambil kristal tersebut lalu mendekapnya dengan erat.
"Kenapa?... Kenapa?... Kenapa? Semua pengorbanan kami, Tekat kuat, dan juga Usaha yang kami lakukan... hanya karena kami percaya pada Tuhan kau anggap sebagai bahan mentah? Apa maksudmu, Hah?" Balba tercekat saat melihat wajah Kiba yang sedang dalam amukannya. Hingga semua orang terdiam bahkan Mostima tersenyum melihat hal tersebut, Saat kristal yang di genggam Kiba mengeluarkan cahaya dan membebaskan Roh-roh suci perwujudan teman-temannya.
"Dunia itu sangat kejam tak terkecuali untuk manusia yang di katakan makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna. Dengan emosi dan juga energi yang berkecamuk di dalam Kekkai ini dan juga Hati pemuda itu yang goyah berhasil membebaskan roh-roh tersebut dari Kristal."
"Sudahlah Mostima, Kita juga memiliki musuh yang merepotkan disini." Mendengar ucapan Naruto, Mostima mengalihkan perhatiannya pada Kokabiel yang berdiri tegak namun luka-luka yang di terima malaikat jatuh itu terlihat mulai memburuk luka-luka yang mulai membusuk dan juga darah yang tidak pernah berhenti keluar.
"Sejujurnya aku tidak pantas untuk hidup. Teman-temanku masih memiliki banyak cita-cita yang belum mereka gapai, Seharusnya aku saja yang tewas malam itu tapi kenapa? Kenapa mereka mengorbankan nyawa mereka demi aku yang tidak memiliki tujuan hidup." Seketika Kiba tersentak saat sebuah lengan mungil menarik pinggiran bajunya, Dia baru menyadari di sekelilingnya terdapat roh dari teman-temannya.
[Jangan Takut]
[Jangan Gentar]
[Sekalipun tuhan telah tiada!]
[Dan tidak membimbing Hamba nya]
[Tapi hati kita tetap...]
"... Satu." Setelah itu, Semua roh tersebut menjadi cahaya terang dan mulai berterbangan ke segala arah namun dengan satu tujuan yaitu bergabung dan menyatu dengan tubuh Kiba.
"Balba, Teman-temanku tidak ingin aku menuntut balas namun, Aku tetap membunuhmu untuk membersihkan bumi ini dari orang-orang kotor sepertimu."
[SWORD OF BRITH : SWORD OF BETRAYER]
Teriakan Kiba sangat menggema saat pemuda itu menganggakat pedangnya keatas dan mendapati ledakan aura suci dan juga iblis yang berpadu menjadi sebuah pedang baru. Pedang yang menjadi saksi pengkhianatan terhadap anal-anak yang masih suci hanya karena mengejar impian semata.
"Knight Gremory, Aku akan membantumu untuk membasmi kejahatan ini." Kiba menolehkan kepalanya kesamping saat mendapati seorang gadis berambut biru sedang memancarkan pedangnya yang merupakan salah satu dari 7 pecahan Excalibur.
[Atas nama Basilus, Petrus, Dinosilius, dan perawan Maria]
[Dengarkanlah Suara ku]
[Atas nama Santo dan Santa suci aku membebaskanmu dari belenggu]
[Durandal]
Tiba-tiba dari samping gadis itu tercipta sebuah lingkaran sihir dan dari situ muncul sebuah pedang berwarna biru dengan lapisan emas di gagangnya yang gundar terbelenggu beberapa rantai.
Durandal, Pedang suci yang setara dengan 7 Excalibur yang disatukan dan ketajamannya. Menandingi Excalibur yang disatukan dan ketajamannya menandingi semua pedang yang ada di muka bumi ini namun semua tergantung pada pengguna yang. Bisa atau tidaknya mengeluarkan potensi tersebut hanya penggunanya saja yang harus mencari sela dari pedangnya.
Bagaikan membaik telapak tangan kini keadaan berubah terbalik, Kelompok Gremory yang di awal penuh dengan semangat kini tidak berdaya di hadapan Kokabiel yang sudah mengeluarkan semua kekuatan yang ia miliki. Walaupun Jendral tersebut hanya memiliki beberapa pasang sayap namun tetap saja itu tidak membuat Kokabiel melemah. Hanya Naruto, Rias Dan Mostima saja yang masih sadarkan diri dengan Naruto yang sedang berada di genggaman tangan Kokabiel. Zirah miliknya sudah tidak berbentuk hanya menyisakan bagian untuk melindungi lengan kanannya dan juga kaki kiri.
"Kau masih saja lemah! Sekarang aku akan membunuh Tuan mu dan memulai Great War jilid II." Setelahnya Kokabiel membuat sebuah tombak yang dan melemparkan tombak itu ke ARAH Rias yang terduduk di tanah.
Jleb...
Serangan tombak dari Kokabiel mengenai Naruto yang dengan paksa melepaskan dirinya dari cengkraman Kokabiel. Lehernya sangat sakit seperti terbakar dan kemudian di bagian dadanya terdapat sebuah tombak cahaya yang bersarang menembus tubuhnya hanya untuk melindungi seseorang. Di belakangnya gadis bersurai merah menutup mulut dengan kedua tangannya karena tidak kuasa melihat seseorang yang merupakan sepupunya mengorbankan diri.
"Cih... Mengorbankan diri hanya untuk seorang gadis? Drama picisan apa ini?"
"..." Diam hanya itu yang terjadi, Naruto hanya diam tidak menanggapi ocehan Kokabiel. Namun di tengah-tengah diamnya, ia tersenyum.
"Oii Gagak Tua Bangka! Apa kau siap untuk ronde kedua?"
[Black Orchid : Time Alter : Break the Limit]
Mostima yang sedari tadi hanya diam tersenyum bahagia mengetahui masternya mengucapkan tehnik yang merupakan salah satu dari Kemapuannya sebagai Bahamuth. Dirinya adalah Bahamuth, Salah satu dari tiga eksistensi tertua dalam sejarah manusia dan bagaimana dirinya tidak berperan aktif dalam pertarungan ini? Itu, adalah perintah dari masternya untuk menahan diri dan juga amarahnya dan itu berbuah manis saat ia melihat tuannya tersenyum senang.
Time Alter, Salah satu dari sekian banyak kemampuan yang dimiliki oleh Mostima. Kemapuan yang dapat meregenerasi target tertentu untuk kembali ke kondisi semula dalam kasus ini, Target adalah Naruto sendiri.
"Saa~ Ayo kita mulai, Kokabiel!"
Swush... Trank... Trank...
Naruto melesat ke arah Kokabiel dengan Black Orchid yang ada di tangan kanannya, Seirena yang ada di kirinya dan juga Greed yang ia letakkan di mulutnya. Kokabiel yang panik melesatkan ratusan tombak cahaya menuju Naruto dan Naruto yang melihat itu hanya tertawa dalam hatinya. Puluhan tombak cahaya itu dapat ia tangis hanya menggunakan Greed yang dengan mudah mementalkan semua sihir yang di lontarkan Kokabiel.
[Black Orchid : Dimension Cutter]
Naruto dengan segera menebas udara kosong di depannya namun tiba-tiba tangan kanan dan juga sayap yang dimiliki Kokabiel terpotong.
"Ugh... Jadi begitu, Tebasan itu berada di dimensi lain lalu kau memunculkannya saat berada di lintasan yang sama dengan tubuhku."
"Seperti yang diharapkan dari Jendral Malaikat Jatuh. Itu memang benar, Tebasanku berada di dimensi lain namun aku memindahkan vektor tebasan itu ke dimensi ini hingga akhirnya aku bisa membelah tubuhmu. Asal kau tau, perpindahan vektor dimensi lebih cepat dibandingkan percepatan cahaya." Ucap Naruto yang sedang memutar pedang Black Orchid.
"Itu terlalu Overpower!"
"Sudahlah, Tidak usah banyak basa basi dan untuk yang tadi anggap saja sebagai hadiah perpisahan dariku." Ucap Naruto namun ada satu hal yang tidak ia sangka. Lonjakan energi yang sangat besar tepat berasal dari luar Kekkai dan disana terbentuk sebuah tombak cahaya yang sangat besar mengarah pada seorang gadis berambut silver yang sedang fokus mempertahankan Kekkai tersebut.
"Hahahahaha... Kau hanya punya dua pilihan, Namikaze! Membiarkan kekasihmu tewas atau membunuhku dan membiarkan semua dosa yang kau perbuat di masa lalu mengalir! Sekarang apa pilihanmu?" Tawa Kokabiel menggema di hadapan Naruto namun pemuda itu tetap diam dan memilih mengangkat Seirena sampai Katana itu mengeluarkan pedar berwarna putih.
[Seirena : Take Everythink...]
Swush... Jleb...
Semua orang di sana terkejut bahkan untuk Mostima yang sedang berada di dalam wujud Katana Black Orchid. Naruto, Pemuda yang mencoba untuk mengakhiri penderitaannya sedang berdiri hanya untuk melindungi seorang gadis dengan punggung yang tertancap sebuah tombak raksasa.
"Sudah ku bilang! Mengorbankan diri demi seorang gadis adalah tindakan paling bodoh dalam perang!"
Semua orang disana terkejut sampai-sampai kehilangan fokus pada Kekkai yang mereka jaga.
"Tolong siapapun yang bisa menggunakan Healing Magic, Kumohon sembuhkan Naruto-kun!" Ucap Momo namun semuanya hanya diam! Kelompok Sona tidak memiliki seseorang yang dapat menggunakan Healing Magic dan Asia yang memiliki Sacred Gear Twilight Healing sedang dalam keadaan pingsan.
"Uugh... Itu tidak akan berguna. Aku harus menyelesaikan semua ini! Sekarang atau tidak sama sekali." Naruto berusaha bangkit, dengan luka menganga di dadanya dan juga darah yang mengalir dari mulutnya.
"Black Orchid-sama! Kumohon, Sembuhkan Naruto-kun! Bukankah kau adalah partnernya? Kumohon padamu." Ucapan Momo membuat semua orang disana menangis menghiraukan Kokabiel yang berjalan tertatih menjauhi medan pertempurannya.
"Maafkan aku, Hanakai-dono. Kemampuanku untuk melakukan regenrasi secara menyeluruh hanya bisa ku gunakan sebulan sekali." Bilah tajam pada Katana hitam itu sedikit mengeluarkan cahaya dan suara Mostima yang sedang bersedihpun dapat mereka dengar Menghiraukan Naruto yang mulai bangkit dan mengejar Kokabiel.
"Naruto! Cukup! Kau sudah mencapai batas mu.."
"Mati disinipun aku tidak apa, Teman-temanku! Aku tidak terlalu perduli dengan itu semua. Aku bahagia bisa bersama dengan kalian dan mengisi lembaran baru bersama denganmu, Mo-chan. Mo-chan, Ku harap kau bisa selalu bahagia tanpa adanya aku disisimu dan teman-teman, Seperti kataku dulu..." Ucapan Naruto terhenti saat ia mengeluarkan semua energi yang ia miliki membuat sebuah ledakan yang mendorong semua orang kebelakang.
"... Aku akan melindungi cerita ini. Cerita kebersamaan kita!"
Swush... Krak... Krak... Krak...
Tekanan energi yang Naruto keluarkan adalah kekuatan miliknya dulu. Ia sudah tidak perduli lagi dengan tubuhnya, Ia sudah tidak memiliki apapun bahkan kartu AS milik Mostima sudah ia gunakan. Pemuda itu berlari dengan wajah penuh dengan darah yang keluar dari lubang hidungnya, pelupuk mata dan juga telinganya.
'Aku pernah melewati puluhan pertarungan hidup dan mati! Itu bukanlah mimpi ataupun khayalan semata. Sebuah bencana yang terlahir karena kematian seseorang yang amat berharga bagiku. Maka dari itu, Aku akan mengakhiri segalanya malam ini.' Kedua pupil pemuda itu seketika berubah menjadi putih kebiruan berlambangkan bunga es di ikuti hawa dingin di sepanjang jalur lintasannya.
"Aurora : Realese Area!" Seketika Naruto menancapkan Katana miliknya dan hawa dingin menyebar membuat sebuah area yang terlihat seperti dataran Tundra. Membuat Kokabiel berhenti bergerak dengan kaki yang membeku dan Kokabiel juga tidak dapat mengeluarkan sihir yang ia miliki untuk pergi dari daerah tersebut.
Dihadapan Kokabiel, Naruto mulai menggengam kedua katana miliknya dengan erat mengabaikan rasa sakit yang ia terima dari pelepasan paksa energi yang ia gunakan.
Slash... Crash... Zrash...
Tebasan demi tebasan Naruto lakukan dengan target Kokabiel yang hanya diam di tempat. Uap putih keluar dari mulut Naruto dan pandangannya hanya berfokus pada Kokabiel dengan gerakan yang semakin lama semakin cepat. Kanan, kiri, depan, belakang, Naruto terus bergulir menyerang Kokabiel memberikan rasa sakit pada tubuhnya sat prinsip kehidupan terputus dari tubuh malaikat jatuh tersebut.
"Prismal Polar Night : Thousand Dragon Drive" Ujar Naruto sesaat setelah mengayunkan Katana miliknya dan dari tebasan itu keluar ribuan ular naga yang terbuat dari unsur kegelapan menyerang ke arah depan. Bunyi dentuman-dentuman saat naga-naga itu menghantam tanah dan beberapa menggigit Kokabiel.
Slash... Crash... Zrash...
Tebasan demi tebasan Naruto lakukan dengan target Kokabiel yang hanya diam di tempat. Uap putih keluar dari mulut Naruto dan pandangannya hanya berfokus pada Kokabiel dengan gerakan yang semakin lama semakin cepat. Kanan, kiri, depan, belakang, Naruto terus bergulir menyerang Kokabiel memberikan rasa sakit pada tubuhnya sat prinsip kehidupan terputus dari tubuh malaikat jatuh tersebut.
"Ugh." Pemuda itu memuntahkan darah dari mulutnya dan matanya mulai berubah menjadi sebuah cakram yang terlihat seperti sebuah matahari.
"Starlight : Eterni.. Ugh." Naruto seketika berhenti dari tekniknya saat seluruh tubuhnya mulai bergetar tak kuasa. Pegangan pada kedua katana miliknya melemah hingga akhirnya Kokabiel memanfaatkan kesempatan tersebut.
Jleb...
"Jika aku mati, Aku akan membawamu bersamaku!" Naruto terdiam sebelum ia menancapkan Katana Seirena ke dada Kokabiel dan juga Katana Black Orchid mulai mengeluarkan rune-rune sihir yang berputar pada bilahnya.
"Kena kau!"
[Black Orchid : Dimensional Dive]
DUARRRRRR...
"NARUTOOOOOOOO!" Teriakan Momo menggelegar bagaikan gemuruh di langit. Ledakan yang sangat besar sampai-sampai membuat semua orang terpental dan bangunan Kuoh akademi juga runtuh ledakan yang meninggalkan sebuah kawah berserta sebuah katana bersama dengan dua buah Evil Peace di dasar kawah tersebut.
Semua orang menangis dan sebagai jawaban bagi semua orang hujan turun di langit Kuoh namun tak jauh dari mereka beberapa orang dengan jubah hitam sedang menatap kejadian tersebut dengan senyum senang di wajah mereka. Identitas dari orang-orang itu tidak dapat diketahui karena tudung jubah yang panjang menutupi sebagian wajah mereka hanya menyisakan bagian mulut yang tersenyum bahagia.
"Mulai detik ini, Overflow Project resmi di mulai! "
...
...
TuBerCulosis
...
...
Yo yi yo... Wangsaff, Apa kabar kalian semua?
Chapter ini adalah chapter penutupan untuk Arc pertama. Mari kita rangkum semua hal yang terjadi dari chapter pertama sampai chapter ke-7 ini.
Pertama, Semua ini adalah Rencana Naruto bersama dengan Yasaka. Pada awalnya, Ibu dan anak ini tidak ingin anggota Naruto tewas namun karena skenario yang mereka susun sedikit meleset karena informasi yang kurang akurat membuat semua anggota Naruto gugur dalam perang.
Kedua, Overflow Project. Ini adalah Project untuk membasmi semua anggota tiga fraksi berserta dengan aliansinya. Kenapa project ini bertujuan membasmi ketiga fraksi? Akan ku beri sedikit Clue. Semua itu berhubungan dengan Kurama, Klan Namikaze dan juga kematian seseorang yang Naruto cintai di kehidupan sebelumnya.
Ketiga, Tentang empat katana milik Naruto. Kenapa pada chapter awal sampai chapter ke-6, Naruto belum mengeluarkan potensi penuh dari keempat senjata miliknya? Yah, sebut saja kalau ia tidak ingin rencana yang ia susun menjadi hancur. Jika saja ia menggunakan kemampuan Katana Seirena pada Raiser apa yang akan dilakukan anggota Klan Phenex saat ahli warisnya tidak bisa disembuhkan? Ku harap kalian mengerti.
Keempat, Kenapa Naruto nggak jadi OP di awal pertarungan? Terlebih semua segel yang ada di badan si MC sudah lepas? Yah, Jika kalian membaca penjelasanku maka kalian akan tau kalau Naruto hanya takut jika ia tewas karena tubuhnya tidak kuasa menahan kekuatannya sendiri.
Kelima dan yang terakhir, Kenapa Mostima serasa nggak guna? Itu semua rencana Naruto belum lagi Naruto belum sepenuhnya menguasai kemampuan yang ada di Katana Black Orchid dan untuk menggunakan emosi negatif sebagai sumber kekuatan, sebut saja itu skill pasif dari Katana-Nya.
Dan sekali lagi, Saya meminta maaf pada kalian semua karena melenceng dari kewajiban untuk kedua kalinya tehe~ :V
Sekian dari saya,
Salam, Gabriela Anastasya A.K.A SetsunaZ1
