Warning:Jika membosankan berhentilah membaca agar kalian tidak merasa kecewa dengan chapter ini.

Setidaknya aku sudah memberi peringatan pada kalian ok, selamat membaca.

Disclaimer:Naruto dan High School DxD bukan punya saya, saya hanya meminjam/menggunakan karakter dari dua seri tersebut, keduanya milik pengarang masing-masing.

NarutoMasashi Kishimoto.

High School DDIchiei Ishibumi.

"Bicara" Human

'Batin' Human

Jutsu/Sihir

"Bicara"Monster

'Batin'Monster

Chapter 17:Tragedi di Akademi Kuoh

Jam 20:15 PM.

Trang!

Trang!

Di sebuah hutan tidak jauh dari lokasi sebuah desa, terlihat dua orang sedang bertarung dengan senjata pedang dan tombak, seseorang yang menggunakan pedang terlihat memiliki mata merah dengan tiga tanda koma disebelah kanannya, sedangkan mata kirinya berwarna ungu berpola seperti riak air dengan enam tanda koma yang mengitari dua lapis lingkaran riaknya. Sedangkan seseorang yang menggunakan tombak terlihat memiliki satu ekor hewan dan memiliki kepala berbentuk seperti kepala harimau namun bertanduk seperti banteng dengan mata kuning vertikal.

Trang!

Keduanya melompat mundur mengambil jarak aman satu sama lain, terlihat seseorang yang berkepala harimau menatap tajam lawannya yang memiliki mata aneh tersebut, dia terlihat sangat waspada terhadap lawannya saat ini karena dia bisa merasakan sebuah tekanan kekuatan gelap dari mata aneh lawannya itu.

"Sebaiknya kau menyerah dan kembalikan energi yang kau curi dari para penduduk desa itu, atau aku akan membunuhmu disini, iblis." ucap orang yang memiliki mata aneh tersebut, seseorang tersebut tidak lain adalah Uchiha Sasuke yang sedang berusaha untuk menyelamatkan para penduduk desa dari kematian dadakan yang mewabah didesa yang dia dan Kaguya singgahi beberapa hari ini, setelah melakukan penyelidikan selama beberapa hari, dalang dari perbuatan yang menyebabkan energi kehidupan para warga desa itu mengalami penurunan akhirnya diketahui dan mereka adalah iblis dan dia sudah menghabisi semua iblis yang terlibat dalam kejahatan itu kecuali satu, yaitu ketuanya yang saat ini sedang dia lawan.

"Kau ingin aku mengembalikan energi murni yang telah aku kumpulkan pada mereka? bodoh, mana mungkin aku melakukannya, aku sudah berbulan-bulan menunggu hasil panen ini yang akan aku gunakan untuk menambah kekuatanku." ucap iblis berkepala harimau itu sambil memegang kristal yang dia kenakan sebagai kalung, Sasuke menatap datar iblis itu dengan Sharingannya yang berputar pelan.

"Kalau begitu, aku akan membunuhmu dan mengambil paksa energi itu." ucap Sasuke datar, iblis itu tertawa mendengar ucapan Sasuke barusan.

"Hahaha! kau ingin membunuhku? dalam mimpimu manusia!" teriak iblis itu sambil berlari menerjang Sasuke dengan kecepatan tinggi, Sasuke yang melihat itu hanya diam, perlahan Sharingannya berubah menjadi Eternal Mangekyou Sharingan dan saat iblis itu sudah didepan Sasuke, Sasuke menggunakan salah satu kemampuan matanya itu.

Amaterasu!

Kobaran api hitam muncul disekitar Sasuke dan iblis itu terkena api hitam tersebut membuat iblis itu berteriak kepanasan.

"Aarrrggg! api apa ini?!" teriak iblis itu yang tubuhnya terbakar oleh api hitam Amaterasu milik Sasuke, Sasuke lalu berjalan mendekati iblis itu dan mengambil kristal yang dipakai dalam bentuk kalung oleh iblis itu.

"Aku ambil ini kembali." ucap Sasuke datar, lalu dia berbalik untuk meninggalkan tempat itu tanpa mematikan api hitam miliknya, karena dia sudah memberi waktu khusus untuk api hitam miliknya agar padam saat waktu khusus itu telah dilewati.

'Dengan ini, urusan disini selesai...'

Skip

Jam 20:36 PM.

"Aku tidak menyangka malaikat jatuh itu akan melakukan serangan terhadap Akademi Kuoh."

"Heh, dia sudah merencanakan itu sejak lama, kau tidak perlu terkejut, Naruto."

Saat ini terlihat Naruto dan Vali sedang berdiri diatas sebuah gedung tinggi yang cukup jauh dari Akademi Kuoh, beberapa menit yang lalu Azazel meminta mereka untuk mengurus Kokabiel yang melakukan serangan terhadap Akademi Kuoh karena Azazel tidak bisa ikut campur langsung terhadap masalah yang terjadi dikota tersebut karena kota Kuoh adalah wilayah iblis jadi karena itulah Azazel menyuruh mereka berdua, meski sebenarnya Vali lah yang disuruh oleh Azazel tapi karena kebetulan saat itu ada Naruto dilokasi Vali berada maka secara otomatis Naruto pasti akan bertindak jika serangan itu akan membahayakan kota Kuoh dan teman-temannya yang tidak lain adalah Issei, Matsuda, dan Motohama.

Naruto sendiri sudah pasti akan bertindak jika ada sesuatu seperti serangan Kokabiel terlepas dari semua hal yang dia khawatirkan, karena pada dasarnya dia akan selalu menolong siapapun jika memang dibutuhkan tanpa peduli siapa atau apa mahluk yang dia tolong itu. Namun jika seseorang itu bisa mengatasi masalah mereka sendiri dia tidak perlu ikut campur karena dia juga punya masalah tersendiri yang harus dia pikirkan, tindakan sekecil apapun yang terlihat tidak berarti mungkin saja menjadi sebuah masalah besar dikemudian harinya, karena itulah saat ini dia dan Vali hanya mengamati apa yang terjadi didalam penghalang yang dibuat oleh anggota OSIS Akademi Kuoh itu.

"Jadi siapa yang akan bertindak lebih dulu?" tanya Naruto, Vali diam sambil menatap kedalam penghalang buatan para iblis muda itu dengan ekspresi datar.

"Kau saja yang urus Kokabiel, aku tidak tertarik untuk melawannya." ucap Vali, Naruto terdiam mendengar ucapan Vali.

"Kalau begitu, kau yang bawa Kokabiel kepada Azazel, Vali." ucap Naruto, Vali hanya diam saja saat mendengar ucapan Naruto.

Disisi lain terlihat kelompok Rias sedang kesulitan untuk melawan Cerberus yang dikatakan sebagai hewan penjaga gerbang neraka itu, sampai seseorang datang membantu mereka, dia adalah seorang gadis berambut biru dengan satu helai poni rambutnya berwarna hijau, dia merupakan salah satu dari dua utusan gereja yang diutus untuk merebut kembali pecahan pedang suci Excalibur yang dicuri oleh Kokabiel dan rekannya.

"Aku datang untuk membantu." ucap gadis utusan gereja tersebut, Issei yang melihat itu terlihat terkejut dengan kedatangan gadis itu.

"Xenovia!" ucap Issei terkejut, bukan cuma Issei saja yang terkejut tapi seluruh anggota klub penelitian ilmu gaib juga terkejut minus sang knight yang belum datang.

"Kyaaa!" Issei dibuat terkejut kembali saat mendengar suara teriakan dari arah belakangnya.

"Asia!" teriak Issei khawatir, tapi dia terkejut saat melihat Cerberus yang ingin menerkam Asia tertusuk oleh pedang-pedang besar yang keluar dari dalam tanah dan didepan Asia, Issei bisa melihat seorang pemuda berambut pirang yang sangat dia kenali.

"Maaf aku terlambat." ucap pemuda pirang itu yang tidak lain adalah satu-satunya knight dalam kelompok iblis Rias Gremory, Kiba Yuuto itulah namanya.

"Kau terlambat Ikemen!" teriak Issei dengan nada kesal namun senang disaat yang bersamaan.

Disisi lain Rias yang terbang bersama Akeno terlihat tersenyum melihat kedatangan knight miliknya itu.

"Yuuto, syukurlah kau kembali." ucap Rias senang.

Semua yang ada disana mengalihkan pandangan mereka saat sebuah cahaya terang menarik perhatian mereka, cahaya itu berasal dari lokasi seorang pria tua yang sudah selesai melakukan ritual penggabungan 4 pecahan Excalibur menjadi satu pedang tunggal berukuran besar.

"Akhirnya, proses penggabungan pecahan Excalibur ini selesai." ucap pria tua itu yang tidak lain adalah dalang dari proyek eksperimen pedang suci yang menyebabkan Kiba Yuuto memiliki dendam kepada pedang suci Excalibur, dia bernama Balba Galilei.

Pedang Excalibur yang sudah memiliki 4 kekuatan dari Excalibur asli itu terlihat diberikan kepada Freed Sellzan oleh Balba, lalu Freed terlihat mengambil pedang itu dengan cara yang aneh seperti orang gila.

"Aku dengar itu adalah keinginan terbesar dari orang itu," ucap Kokabiel yang juga melihat kearah lokasi Balba, lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Rias.

"Bagaimana Rias Gremory, apa kau tidak ingin memanggil kakakmu itu? atau mungkin Serafall?" tanya Kokabiel dengan seringai meremehkan, Rias menatap tajam Kokabiel dan berkata.

"Onii-sama ataupun Leviathan-sama tidak akan datang kesini Kokabiel, akulah yang akan melawanmu!" teriak Rias sambil menyerang Kokabiel dengan sihir penghancur miliknya, sebenarnya Rias sadar dia tidak akan bisa mengalahkan Kokabiel, tapi jika kakaknya sampai datang kesini maka Great War kedua mungkin saja akan meletus dan itu sangat buruk untuk ketiga fraksi, terutama bagi manusia yang tidak tahu apa-apa tentang mahluk supranatural karena saat ini mereka tengah bertarung didunia manusia.

"Heh, jangan bercanda Rias Gremory." ucap Kokabiel meremehkan dan menepis serangan Rias dengan tangan kirinya, lalu dia melemparkan sebuah tombak cahaya kearah Rias.

"Buchou!" teriak Akeno terbang ke depan Rias dan membuat lingkaran sihir pertahanan, namun sayang serangan Kokabiel lebih kuat dari sihir pertahanan miliknya.

"Buchou! Akeno-san!" Issei berteriak sambil berlari untuk menangkap Akeno, karena Akeno lah yang terjatuh akibat serangan Kokabiel barusan.

Kokabiel hanya menunjukkan wajah merendahkan saat dia melihat Issei menangkap Akeno yang dia tahu adalah anak dari salah satu petinggi malaikat jatuh.

Kokabiel kemudian melihat kearah lain saat mendengar teriakan seseorang, dia kemudian menciptakan tombak cahaya dan melemparkannya kearah pemuda knight Gremory itu yang berlari kearah Balba, ledakan terjadi saat tombak cahaya miliknya menyentuh tanah.

"Heh, dia menghindarinya kah, menyedihkan." ucap Kokabiel saat melihat lawannya itu berhasil menghindar meski masih terkena efek ledakan dari serangan miliknya barusan. Kokabiel kemudian melihat kearah Freed dan berkata.

"Freed,"

"Siap boss!" Freed merespon panggilan Kokabiel dengan ekspresi aneh miliknya.

"Kuberi kalian waktu," ucap Kokabiel menjeda ucapannya sambil melihat kearah lawan-lawannya itu.

"Kalahkan Freed sebelum kita mulai perang yang sesungguhnya, Rias Gremory." ucap Kokabiel melanjutkan ucapannya sambil menatap Rias dengan seringaian meremehkan.

Rias yang mendengar itu mengeraskan wajahnya dan menatap tajam Kokabiel.

"Knight milikku sudah cukup untuk mengalahkan pendeta sesat itu Kokabiel, kau tidak perlu memberi kami waktu!" ucap Rias keras, Kokabiel tertawa mendengar perkataan Rias.

"Hahaha! Untuk ukuran adik dari seorang raja iblis kau sombong juga, Rias Gremory." ucap Kokabiel dengan ekspresi merendahkan.

Selagi Kokabiel berbicara, Akeno terbang kearahnya dan melancarkan serangan petir kuning cukup kuat namun Kokabiel menahan serangan itu dengan lima pasang sayap miliknya.

Issei terlihat bingung harus melakukan apa pada situasi saat ini, Buchounya tadi bilang bahwa dia harus fokus untuk menjadi pendukung untuk anggota kelompoknya dengan memberikan kekuatannya kepada anggota yang lain terutama Rias dan Akeno, Issei mengepalkan tangan kanannya kuat, kemudian dia teringat dengan kejadian saat Naruto dihukum berlari mengelilingi lapangan sepak bola.

'Kenapa aku selemah ini?' batin Issei dengan nada kecewa pada dirinya sendiri yang begitu lemah, Issei kemudian mengalihkan pandangannya kearah Kiba saat dia merasakan sebuah sensasi hangat dan menenangkan.

"Apa itu?" ucap Issei bingung saat dia melihat beberapa energi yang kemudian berubah menjadi berwujud manusia disekitar Kiba.

"Knight itu sudah berhasil."Issei terkejut saat mendengar suara Ddraig dari kepalanya.

"Apa maksudmu, Ddraig?" tanya Issei bingung, Ddraig sedikit menghela nafas saat mendengar pertanyaan Issei.

"Knight itu sudah berhasil membangunkan kekuatan terlarang miliknya."ucap Ddraig, Issei terdiam, kekuatan terlarang? maksudnya Balance Breaker?

"Balance Breaker kah." ucap Issei sambil menatap Kiba.

Kembali ketempat Naruto dan Vali, terlihat Naruto sudah bersiap untuk pergi ke Akademi Kuoh saat melihat sepertinya anggota Rias sudah dia pastikan tidak akan bisa mengalahkan Kokabiel, meski disana sudah ada utusan gereja yang membantu mereka.

"Sepertinya aku akan mengamati situasinya dari dekat, Vali." ucap Naruto menatap Vali.

"Heh, silakan saja, aku juga ingin melihat lagi kemampuanmu itu, Naruto." ucap Vali menyeringai, Naruto hanya menghela nafas mendengar ucapan Vali itu.

"Terserah apa katamu, Vali." ucap Naruto, lalu dia melompat ke gedung lain dan mendekati Akademi Kuoh, tentunya dia menekan chakra miliknya hingga titik terendah agar Kokabiel tidak merasakan kehadirannya, Vali hanya menatap kepergian Naruto dengan wajah datar, lalu dia mendongak menatap langit saat dia merasakan kehadiran seseorang.

"Ophis." ucap Vali saat dia melihat seorang gadis berambut hitam bertubuh loli dengan pakaian gotik tengah melayang sambil menatap kearah Akademi Kuoh, lebih tepatnya kearah Naruto yang saat ini sudah masuk kedalam penghalang yang melindungi Akademi tersebut.

Ophis tidak merespon suara Vali, karena dia hanya fokus untuk melihat Naruto yang sekarang sudah masuk kedalam gedung utama Akademi Kuoh.

"Sepertinya kau tertarik untuk melihat pertarungan Naruto ya, Ophis." ucap Vali yang kembali menatap kearah Akademi Kuoh.

"Vali, bisakah kau mencari tahu tentang Uzumaki Naruto lebih dalam lagi?" Vali mendongak menatap Ophis dengan ekspresi sedikit terkejut, apa dia tidak salah dengar? Ophis baru saja meminta tolong padanya untuk mencari tahu tentang seseorang dan orang itu adalah Naruto? apa dia sedang bermimpi saat ini? atau karena Ophis memang sudah mulai berubah?

"Tidak biasanya kau tertarik dengan kehidupan seseorang, Ophis." ucap Vali, kenapa Ophis ingin mencari informasi mengenai Naruto? padahal naga betina itu tidak pernah peduli dengan sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan seseorang, tapi kenapa sekarang naga betina itu ingin mencari tahu informasi tentang seseorang, terlebih lagi itu adalah Naruto yang dia sendiri tidak tahu apapun mengenai latar belakang pemuda pirang berkekuatan unik itu, Vali menghela nafas lalu dia kembali bicara karena Ophis tidak menanggapi ucapannya barusan.

"Aku tidak yakin dengan keinginanmu itu Ophis, Naruto itu masih sebuah misteri bagiku." ucap Vali. Ya, mungkin dia sudah merasa dekat dengan Naruto namun kenyataannya Naruto itu masih menjadi sebuah misteri baginya, Naruto itu seorang manusia yang tidak memiliki Sacred Gear ditubuhnya, namun dia memiliki kekuatan yang unik yang bahkan Azazel saja tidak tahu kekuatan apa itu, lalu bagaimana dengan dirinya yang bahkan jauh lebih muda daripada Azazel? tentu saja dia akan dengan jelas mengatakan dia tidak tahu apapun mengenai kekuatan unik milik Naruto itu, mungkin Kuroka tahu sesuatu yang tidak banyak mahluk supranatural lain ketahui karena gadis kucing itu suka mencari sesuatu yang dia sendiri tidak tahu apa yang dicari oleh gadis itu.

"Begitu ya." ucap Ophis datar, dia memang tidak terlalu yakin dengan keinginannya itu, keinginan untuk mencari tahu tentang Naruto itu baru muncul beberapa hari terakhir ini, entah kenapa dia ingin sekali mengetahui segalanya tentang pemuda pirang itu.

Vali terdiam, dia tidak yakin Ophis itu mulai berubah atau memang hanya sekedar ingin tahu saja. Apapun itu, itu cukup mengejutkan untuknya saat ini.

'Pada akhirnya, mahluk apapun itu masih bisa berubah, kah?'

Skip

Jam 21:15 PM.

Naruto menatap keluar jendela dari gedung Akademi Kuoh, dia tidak yakin dengan apa yang dia dengar barusan dari Kokabiel, Tuhan sudah mati? Hei Tuhan yang mereka anggap telah mati itu masih hidup dan mengawasi semua mahluk ciptaannya tahu! dia tidak tahu kenapa Kokabiel begitu percaya akan matinya Tuhan? dia sendiri sudah pernah bertemu dengan Tuhan dulu... hah~ entahlah apapun itu sepertinya Tuhan ingin menguji kepercayaan dari seluruh mahluk ciptaannya, mungkin.

Naruto menghela nafas, lalu dia mulai berjalan semakin dekat dengan jendela, dia saat ini sedang mengamati situasi yang cukup buruk untuk kelompok Rias, dimana saat ini hanya tersisa Rias, Akeno, Issei, dan Xenovia yang masih tersadar sedangkan yang lainnya sudah pada pingsan beberapa saat yang lalu dan dari kelompok Sona juga sudah ada yang terjatuh karena kehabisan energi sihir mereka sehingga penghalang yang menyelimuti Akademi Kuoh itu mulai melemah.

Naruto menatap Kokabiel yang tertawa saat melihat lawannya sudah kelelahan, dia yakin sekali malaikat jatuh itu akan segera melakukan serangan penghabisan dengan satu serangan kuat, saat itulah mungkin dia harus bergerak, bukannya mau bertindak sebagai pahlawan atau apapun, dia dari tadi hanya diam karena dia ingin melihat sejauh mana Issei berkembang, menurutnya perkembangan Issei sudah cukup pesat mengingat Sacred Gear itu akan memberikan kekuatan berdasarkan keinginan kuat dari pemiliknya. Yah mungkin Issei sudah berkembang tapi tubuhnya masih belum kuat untuk menahan tekanan kekuatan yang diberikan oleh Sacred Gear miliknya, karena Issei baru memulai kehidupan supranaturalnya itu.

'Sepertinya aku harus bergerak sekarang.' batin Naruto saat dia melihat Kokabiel sudah menyiapkan tombak cahaya yang cukup besar.

Disisi lain, Rias, Akeno, Issei, dan Xenovia terlihat bersimpuh disatu tempat dengan berbagai ekspresi, mulai dari sedih, takut, menyesal dan yang paling jelas terlihat adalah ekspresi sedih dan menyesal saat melihat tombak cahaya yang tengah diciptakan oleh lawannya, dimana ukuran dari tombak itu cukup untuk menghabisi mereka dalam sekali serang.

"Maafkan aku, semuanya... aku tidak bisa menjadi ketua yang dapat diandalkan..." ucap Rias dengan nada menyesal.

"Apa maksudmu, Rias? kau sudah menjadi pemimpin yang sangat baik terhadap keluargamu, aku tidak akan menyesali apapun jika aku mati disini." ucap Akeno dengan nada sedih saat melihat teman dekatnya itu terlihat menyalahkan dirinya atas kejadian malam ini.

Xenovia terdiam dengan perasaan yang campur aduk, dia juga mengingat temannya yang juga diutus sama seperti dirinya untuk merebut kembali Excalibur yang dicuri, dia cukup senang karena temannya itu tidak harus ikut mati bersamanya.

'Irina, mungkin ini adalah sebuah perpisahan... maafkan aku Irina, terima kasih sudah menjadi temanku.. Sayonara.' batin Xenovia saat dia melihat Kokabiel sudah siap untuk melemparkan tombak cahayanya kearah mereka.

Issei terlihat menundukkan kepalanya, dia saat ini sudah tidak bisa melakukan apapun, padahal dia tadi sudah bergaya dan merasa bisa mengalahkan Kokabiel setelah Buchounya mengatakan dia boleh menghisap Oppainya, dia benar-benar menyedihkan, dia mengangkat wajahnya dan melihat kearah Buchounya, lalu Akeno, Xenovia kemudian kearah lain dimana disana terbaring dua tubuh gadis pirang dan putih dan terakhir kearah satu-satunya knight dalam kelompoknya.

'Semuanya, maafkan aku yang tidak berguna ini,' batin Issei sedih dan menyesal, karena dia tidak bisa melindungi teman-temannya saat ini, dibandingkan saat dia melawan Riser, saat ini lawannya sama sekali tidak memiliki kelemahan terhadap sesuatu yang suci, justru kekuatan dari lawannya saat inilah yang merupakan kelemahan untuk dirinya dan kelompoknya, apa yang dia pikirkan sedari tadi? dia hanya memikirkan tentang menjadi Raja Harem dan dikelilingi oleh gadis-gadis cantik dengan Oppai yang besar, rasanya dia sudah terlalu terobsesi dengan itu sampai dalam pertempuran hidup dan mati pun dia masih memikirkan hal itu.

Issei kembali menatap kedepan kearah Kokabiel, dia melihat malaikat jatuh itu sudah mengambil ancang-ancang untuk melemparkan tombak cahaya miliknya, sepertinya ini adalah akhir dari seorang Hyoudou Issei yang tidak berguna...

'Maafkan aku, Buchou, Akeno-san, Koneko-chan, Asia, Kiba, lalu Xenovia, kaa-san, Tou-san... semuanya... maaf.' Issei menutup matanya saat Kokabiel melemparkan tombak cahaya miliknya kearah mereka. Rias, Akeno, dan Xenovia juga melakukan hal yang sama saat mereka melihat Kokabiel sudah melemparkan tombak cahayanya.

'Sayonara... minna...'

Tombak cahaya Kokabiel melesat dengan cepat kearah tiga iblis dan satu orang manusia yang menjadi lawannya yang masih tersisa, Kokabiel terlihat menyeringai karena dia pikir setelah ini perang yang sesungguhnya akan terjadi dan dia benar-benar sudah tidak sabar untuk itu, hingga pikiran tentang perang membuat dia lengah dan tidak menyadari bahwa seseorang telah berada diatasnya dengan sebuah bola energi padat yang berputar sangat cepat.

Rasengan!

Duuaar!

Duuaar!

Kokabiel yang terkejut hanya mampu berteriak kesakitan karena seseorang telah menyerangnya tanpa dia sadari, disisi lain tombak cahaya miliknya telah ditahan oleh seseorang dan meledak sebelum mendekati lokasi adik dari raja iblis Lucifer itu, dia tidak menyangka akan ada serangan dadakan yang datang kepadanya, padahal dia tidak merasakan kehadiran seseorang sebelumnya selain dari kelompok iblis Gremory dan Sitri itu.

Rias, Akeno, Issei, dan Xenovia membuka mata mereka saat mereka mendengar dua buah suara ledakan didepan mereka dan mereka tidak merasakan sakit sama sekali, saat mereka membuka mata hal pertama yang mereka lihat adalah seseorang berpakaian seperti cosplay tengah berdiri didepan mereka, sepertinya orang itu telah menahan tombak cahaya milik Kokabiel.

"Huh~ apa kalian begitu putus asa sampai kalian tidak ingin mencoba untuk menghindari serangan barusan?" mereka terdiam saat mendengar seseorang itu berbicara dan Issei terkejut saat dia mendengar suara yang dia kenali dari orang yang menolong mereka itu, itu adalah suara milik teman pirang nya itu, yang tidak lain adalah Naruto.

Naruto yang berdiri membelakangi Issei perlahan menoleh kebelakang dan menatap mereka.

"Yo Issei, sepertinya kau cukup buruk ya." ucap Naruto sambil tersenyum melihat ekspresi terkejut dari Issei, Rias dan Akeno, sedangkan Xenovia, dia terlihat penasaran dengan dirinya.

"Na-Naruto! kau! bagaimana..." ucapan Issei terhenti karena Naruto sudah memotongnya.

"Nanti akan aku jelaskan Issei, pertama-tama kalian beristirahat saja dan biarkan aku yang mengurus sisanya." ucap Naruto tersenyum, kemudian dia melihat kearah Kokabiel yang sudah bangkit dan terbang beberapa meter dari permukaan, Bunshin yang dia ciptakan untuk menyerang Kokabiel sudah menghilang karena dia hanya memberi bunshin nya itu sedikit chakra yang hanya cukup untuk membuat satu Rasengan dan memberikan tanda segel hiraishin pada Kokabiel.

Kokabiel menatap tajam seseorang yang berdiri didepan kelompok iblis Gremory yang menjadi lawannya tadi, dia merasakan orang itu adalah manusia namun kekuatan yang terpancar dari orang itu cukup besar dan dia baru pertama kali ini merasakan aura dari energi milik orang itu, dia tidak tahu energi apa itu yang jelas dia merasakan ancaman dari orang itu.

"Siapa kau? berani sekali kau mengganggu rencanaku!" teriak Kokabiel kesal, dia juga meningkatkan tekanan energi sihir miliknya untuk mengintimidasi orang itu meski sepertinya orang itu tidak terpengaruh dengan itu.

"Namaku Uzumaki Naruto, dan aku akan membuatmu merasakan ketakutan dari keinginanmu sendiri, Kokabiel." ucap Naruto datar.

"Heh, jangan bercanda kau manusia! memangnya kau bisa apa melawanku hah?!" ucap Kokabiel meremehkan, Naruto tersenyum misterius.

"Jangan pernah meremehkan lawan yang tidak kau ketahui kekuatannya, atau kau akan menyesalinya." ucap Naruto, lalu dia menghilang disertai kilatan kuning dan muncul diatas Kokabiel sambil mengayunkan sebuah kunai secara vertikal dari atas, Kokabiel yang merasakan bahaya dari atasnya dengan cepat memutar tubuhnya dan menahan serangan dari lawannya dengan pedang cahaya yang dia ciptakan.

Naruto kembali menghilang dan muncul dibelakang Kokabiel dan melakukan serangan yang sama.

"Heh, kau mungkin memiliki kecepatan, tapi kau tidak mungkin bisa mengalahkanku dengan benda kecil seperti itu." ucap Kokabiel meremehkan, Naruto tidak merespon perkataan Kokabiel, dia terus menghilang dan muncul di sekitar Kokabiel sambil sesekali menyabetkan kunainya, dia melakukan itu untuk mencari titik lemah dari Kokabiel sampai pada akhirnya dia menemukan titik lemah dari Kokabiel, yaitu dibagian punggungnya dimana disana bunshin nya sudah memberinya tanda segel Hiraishin, titik lemahnya itu ada pada bagian sayap tengahnya yang sepertinya patah karena Kokabiel sempat menggerakkannya untuk menahan Rasengan dari bunshin nya tadi, jika dia menyerang dibagian sayapnya dia akan lebih mudah untuk mengalahkan Kokabiel nanti, karena Kokabiel tidak akan dapat terbang tanpa sayapnya.

Naruto menghilang dan muncul diatas tanah dan berdiri menatap Kokabiel, Naruto mengambil shuriken dari segel penyimpanan yang dia letakkan di pergelangan tangan kirinya seperti milik Sasuke. Saat Naruto sudah mengambil shuriken, dia melemparkan shuriken itu kepada Kokabiel sambil membuat segel tangan, Kokabiel menatap remeh serangan Naruto namun dia dibuat terkejut saat shuriken itu sudah dekat dengannya benda kecil itu berubah menjadi banyak dan menghujani dirinya dari bawah, Kokabiel membungkus dirinya dengan sayapnya dan saat itulah Naruto membuat sebuah Rasengan cukup besar dan dia menghilang dan muncul dibelakang Kokabiel.

"Kau tahu, jika dibandingkan dengan Hakuryuukou kau masih terlalu lemah darinya, Kokabiel." ucap Naruto sambil menghantamkan Rasengan miliknya ke punggung Kokabiel, Kokabiel mengeraskan wajahnya, dia terjebak, dari bawah shuriken itu masih belum habis dan lawannya menggunakan dirinya sebagai perisai agar tidak terkena serangan benda yang lawannya lemparkan tadi, dan lawannya sekarang juga mengarahkan serangan yang terlihat mematikan.

Rasengan!

Rasengan Naruto menghantam telak punggung Kokabiel dan dia mendorong Rasengannya dengan kuat dan membuat Kokabiel beserta dirinya melesat kebawah dengan cepat dan menghantam tanah dengan kuat menciptakan ledakan besar.

Duaaar!

Naruto terlihat benar-benar ingin menyelesaikan pertarungan itu dengan cepat karena dia tidak ingin berlama-lama dan membuang-buang waktu dengan mahluk seperti Kokabiel, dia bukanlah orang bodoh yang bermain-main dengan sebuah pertarungan seperti halnya Kokabiel, Kokabiel dari tadi hanya main-main dan hal itu membuatnya lupa bahwa diatas langit masih ada langit.

Naruto melompat menjauhi ledakan hasil dari jutsu miliknya dan dia bersiap dengan serangan berikutnya, beberapa saat kemudian Kokabiel keluar dari dalam kawah ciptaan jutsu Naruto itu dengan keadaan yang cukup buruk, beberapa sayapnya patah dan dia terlalu sakit untuk menggunakan sisa sayapnya untuk terbang, jadi dia terpaksa harus bertarung diatas tanah yang sepertinya cukup merugikan baginya, lawannya dapat bergerak bebas diatas tanah sedangkan dirinya tidak memiliki cukup pengalaman bertarung diatas tanah, karena dari dulu dia selalu bertarung diudara.

"Sialan! siapa kau sebenarnya? tidak mungkin manusia memiliki kekuatan seperti itu tanpa Sacred Gear!" ucap Kokabiel menatap tajam Naruto yang hanya diam dengan wajah datar.

"Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu itu, yang jelas aku akan menghajarmu dan membawamu kepada Azazel." ucap Naruto, Kokabiel terdiam dengan wajah terkejut.

'Azazel sialan! kau selalu saja mengganggu rencanaku!' teriak Kokabiel dalam hatinya kesal.

Naruto menghilang lagi dan muncul didepan Kokabiel sambil menyiapkan pukulan berlapis chakra, Kokabiel yang melihat itu tanpa sadar mengambil langkah mundur sedikit karena terkejut.

Duagh!

Syuut!

Blaaarr!

Naruto memukul Kokabiel sangat keras dan kuat hingga Kokabiel terlempar kearah gedung Akademi dan membuat gedung Akademi tersebut berlubang dengan cukup besar, Naruto kemudian mendongak kearah langit saat dia merasakan Vali mendekati lokasi nya saat ini.

Sebuah lonjakan kekuatan Naruto rasakan dari arah Kokabiel, Naruto menyipitkan matanya saat Kokabiel keluar dari bekas dinding bangunan Akademi tersebut yang hancur, saat Kokabiel keluar Naruto bisa melihat Kokabiel sedang menunduk dan aura hitam keunguan menguar dari tubuhnya.

'Bukankah itu aura milik Ophis?' batin Naruto terkejut, kenapa Kokabiel bisa memiliki kekuatan Ophis? apa Ophis yang memberinya kekuatan itu? sepertinya ini akan berakhir cukup buruk, mengingat Vali juga sedang kesini dan para iblis yang menjaga penghalang itu pasti sudah tidak dapat mempertahankan penghalang itu.

Blaaarr!

Kokabiel meledakkan energi naga dari dalam tubuhnya dan menghancurkan gedung Akademi Kuoh dibelakangnya, Naruto mendengar Kokabiel menggeram layaknya seekor hewan buas sesaat setelah dia melepaskan aura naga yang cukup besar dari tubuhnya.

Kokabiel menghilang dan muncul didepan Naruto dengan sebuah tombak cahaya yang siap ditusukkan kearah dada Naruto, Naruto tidak tinggal diam dia menghilang dengan Hiraishin dan muncul dibelakang Kokabiel sambil mengarahkan sebuah Rasengan, Kokabiel langsung berbalik dan menahan Rasengan Naruto dengan tombak cahaya miliknya.

Ledakan terjadi ditempat keduanya, terlihat Naruto melompat mundur mengambil jarak aman dari Kokabiel karena Kokabiel sepertinya kehilangan kendali saat melepaskan kekuatan naga milik Ophis itu.

Dari langit terlihat Vali yang sudah memasuki Balance Breaker bersiap untuk melesat kebawah kearah Akademi Kuoh, karena dia diberitahu oleh Ophis bahwa Kokabiel memiliki setengah kekuatan miliknya yang dicuri oleh seseorang dulu, karena itulah saat ini dia langsung datang untuk membantu Naruto melawan Kokabiel agar cepat selesai dan tidak membuat seluruh kota menjadi hancur karena kekuatan Ophis yang dimiliki oleh Kokabiel itu.

Vali melesat cepat kearah Akademi Kuoh hingga hanya telihat seperti cahaya putih yang jatuh kebawah, penghalang yang dibuat anggota OSIS itu hancur dengan begitu mudahnya, Vali kemudian langsung melancarkan serangan kearah Kokabiel dan membuat Kokabiel membentur tanah cukup keras.

Naruto terdiam melihat kedatangan Vali, ini gawat, jika tempat mereka tidak terlindung oleh sebuah penghalang maka keberadaan mereka bisa diketahui oleh banyak manusia dikota ini.

"Vali, kenapa kau kesini? bukankah kau tidak ingin melawan Kokabiel saat ini?" tanya Naruto heran, Vali menoleh menatap Naruto.

"Ophis memberitahuku bahwa Kokabiel memiliki setengah dari kekuatannya yang dicuri dulu, jadi terpaksa aku harus ikut mengurus Kokabiel agar tidak menjadi masalah besar nanti." ucap Vali, Naruto terlihat terkejut mendengar perkataan Vali.

'Kekuatan Ophis yang dicuri?' batin Naruto terkejut, dia menatap Kokabiel yang kembali mengumbar aura naga milik Ophis itu dengan intensitas yang semakin besar, dia pikir Kokabiel mendapatkan kekuatan itu karena Ophis yang memberinya kekuatan itu, tapi ternyata Kokabiel sepertinya memiliki hubungan dengan seseorang yang mencuri kekuatan Ophis itu.

Vali yang sedang melayang sehabis memukul Kokabiel menoleh kearah Naruto dan berkata.

"Naruto, apa kau bisa membuat penghalang?" tanya Vali.

"Bisa, tapi penghalang ciptaanku dapat dilihat oleh siapa pun." ucap Naruto sambil menatap Vali dengan wajah serius.

"Itu sudah cukup, asalkan kerusakannya bisa diperkecil." ucap Vali.

"Izinkan kami ikut membantu." dua suara perempuan terdengar oleh indra pendengaran Naruto dan Vali, mereka menoleh kearah sumber suara tersebut, disana Rias, Akeno, Issei, Xenovia dan Sona beserta sisa anggotanya yang masih tersadar berjalan kearah mereka.

"Naruto, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi Ddraig bilang situasinya tambah buruk." ucap Issei yang menunjukkan wajah serius yang jarang dia perlihatkan.

"Aku akan menahan gerakan Kokabiel, sepertinya dia akan bangkit lagi meski tadi aku sudah membagi cukup banyak energi miliknya." ucap Vali yang langsung melesat ketempat dimana Kokabiel berada.

Naruto menatap Vali sejenak lalu dia menatap kearah Rias dan Sona yang menatap dirinya dengan wajah serius sekaligus penasaran.

"Pertanyaannya nanti saja, pertama-tama kita buat penghalang dulu." ucap Naruto serius, Rias dan Sona mengangguk karena mereka tidak punya pilihan lain.

"Jadi kita akan membuat penghalang seperti milik anggota OSIS tadi, Naruto-san?" tanya Rias, Naruto menatap Rias dan menggeleng hal itu membuat Rias dan yang lainnya kebingungan.

"Lalu..." ucapan Rias langsung dipotong oleh Naruto, hal itu membuat Rias langsung terdiam dan memilih untuk mendengarkan perkataan Naruto.

"Kita tidak akan membuat penghalang seperti itu, akan aku jelaskan secara singkat agar tidak memakan banyak waktu," ucap Naruto menjeda perkataannya, semua diam menunggu kelanjutan dari perkataan Naruto, Naruto menatap satu persatu iblis dan satu manusia disana.

"Aku yakin kekuatan kalian belum kembali sepenuhnya, jadi dengarkan... Aku akan membuat penghalang yang sangat kuat, tugas kalian hanya menyembunyikan penghalang buatanku itu dengan sihir kalian, karena penghalang buatanku bisa dilihat oleh manusia biasa. Apakah jelas?" ucap Naruto menjelaskan dan memastikan apakah semuanya memahami dengan jelas perkataannya, semuanya mengangguk mengerti mendengar ucapan Naruto lalu Naruto mulai membuat empat kage bunshin dan menyuruh para bunshin nya itu pergi menuju ke empat titik tertentu disudut area Akademi Kuoh.

Kemampuan Naruto itu membuat mereka yang ada disana terkejut tapi mereka menahan rasa penasaran mereka karena saat ini situasinya sangat serius.

"Baiklah, kalian bagi kelompok kalian menjadi empat dan ikuti bunshinku itu, setelah penghalang sudah diciptakan, segeralah gunakan sihir kalian untuk menyembunyikannya, itu tidak akan memakan terlalu banyak energi kalian." ucap Naruto serius, semua mengangguk mengerti, lalu mereka mulai membagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing dipimpin oleh Rias, Sona, Akeno, dan Tsubaki, setelah itu mereka pergi mengikuti kemana kembaran Naruto itu berlari.

Sepeninggalan mereka, Naruto mengalihkan pandangannya kearah Vali yang terlihat kelebihan muatan karena membagi tombak cahaya ungu raksasa milik Kokabiel, dia melihat Vali terlihat kesulitan, wajar saja Kokabiel saat ini energinya setara dengan setengah energi milik Ophis, namun tentu saja Kokabiel memiliki batasan tertentu tidak seperti Ophis yang dia yakini kekuatannya yang dicuri itu akan kembali dengan sendirinya, hanya membutuhkan waktu saja untuk Ophis kembali seperti semula.

Naruto sedikit mendongak saat penghalang warna merah menyelubungi seluruh area Akademi Kuoh, penghalang itu adalah penghalang yang sama seperti yang dibuat oleh Obito dan 4 Hokage terdahulu, dimana kekuatan dari penghalang itu sanggup menahan 4 ledakan Bijudama raksasa dulu.

Naruto kembali mengalihkan pandangannya kearah Vali yang terlihat terbang keatas dan melakukan gerakan yang sama seperti dulu saat Vali melawan dirinya.

"Itu kekuatan yang memaksaku menggunakan chakra Kurama saat itu." gumam Naruto serius, Half Dimension, kemampuan milik Vali yang mampu membuat ruang menyusut kedalam dan menekan target hingga mampu melenyapkannya jika tidak mampu menahan efek distorsi dari kemampuan itu, dia dulu bisa selamat karena dia menggunakan chakra Kurama untuk menahan distorsi ruang yang terjadi akibat kemampuan Vali itu, yah meski mode awal saja yang dia gunakan dulu.

"Vali, butuh bantuan?" tanya Naruto, saat melihat Kokabiel berhasil lepas dari kemampuan Vali itu, Vali menoleh kearah Naruto dan berkata.

"Sejujurnya aku bisa mengatasi Kokabiel sendirian, tapi karena aku ingin cepat menyelesaikan ini, ayo lakukan Naruto." ucap Vali, Naruto tersenyum mendengar perkataan Vali, dari awal Vali memang tidak tertarik untuk bertarung entah karena apa, biasanya Vali dengan senang hati akan bertarung untuk memuaskan hasrat maniak bertarungnya itu, apapun itu setidaknya masalah ini akan lebih cepat selesai jika dilakukan berdua bukan?

"Setidaknya kau mengerti dengan situasi saat ini, Vali." ucap Naruto, lalu Naruto membuat beberapa bunshin, dia harus menggunakan sedikit kemampuannya karena dia khawatir musuhnya sedang mengamati pertempurannya dengan Kokabiel, mengingat Kokabiel mendapatkan kekuatan milik Ophis yang dicuri oleh seseorang yang misterius itu, jadi wajar jika orang misterius itu sedang mengamati pertarungannya saat ini, dia hanya berharap Sara dan Ophis baik-baik saja saat ini.

Kokabiel terlihat membentangkan kelima pasang sayap malaikat jatuh miliknya yang beberapa diantaranya patah dan sayap-sayap itu perlahan menyatu membentuk sepasang sayap besar yang kemudian diselimuti oleh energi naga milik Ophis, Kokabiel berteriak keras dan ledakan energi naga bertambah intensitasnya membuat tanah pijakan nya ambruk sedalam setengah meter, sisik-sisik naga perlahan muncul di sekitar wajah Kokabiel, mata yang awalnya merah itu berubah seperti mata seekor naga berwana ungu.

Naruto dan Vali yang melihat itu segera melesat menuju ke tempat Kokabiel dengan cepat bermaksud menggagalkan tranformasi Kokabiel yang sepertinya akan berubah menyerupai seekor naga.

Naruto membuat Rasengan dikedua tangannya sedangkan beberapa bunshin miliknya membuat variasi lain dari Rasengan, yaitu Rasenringu. Rasenringu diketahui memiliki daya rusak lebih besar dari Rasengan karena Rasenringu menggunakan chakra negatif sebagai unsur tambahannya, sedangkan Rasengan hanya menggunakan chakra murni miliknya yang tidak terkontaminasi dengan Chakra negatif. Bisa dibilang Rasenringu adalah Bijudama versi setengah sempurna karena hanya menggunakan chakra negatif saja tanpa dicampur dengan chakra positif.

Naruto berlari dengan cepat dan dia bersiap untuk menghantamkan Rasengan ditangan kanannya kearah dada Kokabiel saat jarak sudah cukup dekat.

Rasengan!

Dhuaaar!

Rasengan Naruto ditahan oleh sayap besar Kokabiel, merasa serangan pertama gagal, Naruto kembali menyerang Kokabiel dengan Rasengan ditangan kirinya, ledakan kembali terjadi akibat jutsu miliknya, Naruto kemudian melompat mundur karena bunshin nya sudah siap untuk membombardir Kokabiel dengan Rasenringu, ledakan besar terjadi dilokasi Kokabiel berada, debu tebal membumbung tinggi menutupi lokasi Kokabiel berada dan para bunshin Naruto menghilang setelah melakukan serangan pada Kokabiel, Vali yang kalah cepat dari Naruto terpaksa menghentikan laju terbangnya dan menatap lokasi Kokabiel yang tertutupi debu dengan waspada karena dia masih merasakan tekanan kekuatan milik Kokabiel.

Saat debu menghilang, terlihat Kokabiel berdiri dengan sayap besar miliknya yang menutupi seluruh tubuhnya, dia juga terlihat baik-baik saja tidak mengalami luka sedikitpun akibat serangan milik Naruto dan para bunshin nya tadi.

Kokabiel perlahan membuka sayap besarnya yang melindungi tubuhnya, kemudian dia menarik nafas panjang dan melepaskan sebuah tembakan laser ungu kearah Naruto dari mulutnya, Naruto yang melihat itu menghindar kesamping hingga serangan Kokabiel itu melesat jauh dan menabrak penghalang ciptaan para bunshin miliknya menyebabkan ledakan besar disana.

Kokabiel kemudian terbang rendah keluar dari kawah hasil ledakan serangan Naruto dan bunshin nya tadi, dia kemudian mendarat di tanah disamping garis lurus tanah hasil serangan miliknya.

Kokabiel terlihat menatap Naruto layaknya hewan buas yang menemukan mangsa, dia kemudian membuat sebuah tombak cahaya ungu lalu dia menghilang dan muncul dalam sekejap didepan Naruto, Naruto yang terkejut dengan peningkatan kecepatan Kokabiel yang begitu pesat tidak sempat untuk menahan serangan Kokabiel, dimana Kokabiel menusukkan tombak cahayanya ke perutnya, namun bukannya tertusuk Naruto justru malah terlempar dengan kuat hingga dia menabrak puing-puing gedung Akademi dan menyebabkan efek ledakan yang lumayan besar disana.

Vali yang melihat itu tidak tinggal diam, sepertinya dia mulai tertarik untuk melawan Kokabiel karena Kokabiel mampu memberikan serangan kepada seseorang yang dia anggap Rival keduanya itu. Vali terbang menuju Kokabiel dengan kecepatan tinggi, kemudian dia menyiapkan sihir kuat miliknya, Vali melepaskan energi putih yang mengarah pada Kokabiel namun serangan itu ditangkis oleh Kokabiel dengan sayapnya, Kokabiel membuka sayapnya lebar, lalu dari sayapnya melesat puluhan bulu-bulu hitam yang diselimuti energi ungu kearah Vali, Vali yang melihat itu terbang menghindari serangan Kokabiel tersebut, saat serangan Kokabiel berhenti, terlihat sayap milik Vali membuang energi ungu karena batas tampung dari energi lawannya yang dia serap sudah mencapai batas.

Divine Dividing, Sacred Gear miliknya akan selalu membagi kekuatan lawannya yang sudah dia sentuh setiap 10 detik dan menjadikannya miliknya, kemampuan itu membuat dia sangat cocok jika dipasangkan dengan Boosted Gear, karena Boosted Gear memiliki kemampuan untuk menggandakan kekuatan penggunaannya setiap 10 detik. Jika Sekiryuutei dan Hakuryuukou dipasangkan maka mereka akan menjadi pasangan duet yang sangat mematikan, namun jika mereka bertarung satu sama lain maka mereka mampu untuk bertarung selama-lamanya, setidaknya sampai salah satu dari pengguna kekuatan mereka mencapai batas.

Cukup jauh di arah timur dari lokasi Akademi Kuoh, terlihat tiga sosok sedang mengamati pertarungan didalam penghalang yang menyelimuti area Akademi tersebut, mereka adalah tiga Otsutsuki yang ingin mengambil sesuatu didalam tubuh Naruto.

"Sebentar lagi, kita akan memenangkan perang saudara ini... Otsutsuki..." ucap sosok yang memiliki mata ketiga di dahinya sambil menyeringai menatap lokasi Naruto terlempar.

Kembali didalam pertarungan, kini Kokabiel mulai terlihat memiliki garis-garis ungu diseluruh tubuhnya, Vali yang melihat itu terbang sedikit keatas karena dia merasakan bahaya dari Kokabiel saat ini.

'Sepertinya dia akan melepaskan serangan kuat lagi.' batin Vali serius sambil mengingat serangan laser Kokabiel tadi.

Kokabiel mengangkat tangan kanannya ke udara, lalu sebuah lingkaran sihir malaikat jatuh super besar berwarna ungu tercipta diatas langit didalam penghalang buatan para bunshin Naruto, Vali menatap kearah langit saat merasakan bahaya dari atas, disana, Vali melihat sebuah ujung tombak raksasa berwarna ungu muncul dari dalam lingkaran sihir milik Kokabiel itu.

'Terlalu besar, batas tampung Divine Dividing saat ini belum mampu membagi setengah energi serangan itu.' batin Vali mengeraskan wajahnya.

"Vali menghindar, jangan mencoba untuk membaginya, kau belum mampu membagi serangan sebesar itu."ucap Albion menyuruh Vali menghindari serangan Kokabiel itu.

"Aku tahu itu, Albion." ucap Vali dengan nada sedikit kesal, Kokabiel berteriak keras sambil menggerakkan tangan kanannya kebawah, dan seakan menuruti perintah tuannya, ujung tombak raksasa itu semakin keluar dari dalam lingkaran sihir itu dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Vali.

Rasenshuriken!

Dhuuaaaar!

Sebuah piringan chakra berwarna jingga yang berukuran cukup besar melesat dan menghantam tombak raksasa milik Kokabiel menyebabkan ledakan yang sangat besar diudara.

Kini dibekas puing-puing gedung Akademi dibelakang Kokabiel berdiri Naruto yang seperti habis melemparkan sesuatu, dia juga terlihat baik-baik saja seakan serangan Kokabiel sebelumnya tidak melukainya.

"Itu tadi cukup berbahaya." gumam Naruto sambil menegakkan tubuhnya, lalu dia menatap Kokabiel dengan sangat serius.

'Garis-garis itu, terlihat seperti semacam segel kutukan.' batin Naruto serius, dia melihat tubuh Kokabiel yang sekarang dipenuhi oleh garis ungu diseluruh tubuhnya, pakaian Kokabiel sudah hancur dan digantikan oleh sisik naga yang berwarna ungu gelap.

Diluar penghalang, kini dilokasi Sona berada terlihat wajah beberapa iblis muda disana sedang menampilkan ekspresi terkejut saat sebuah ledakan yang sangat besar terjadi didalam penghalang itu, Sona yang sedang menggunakan sihirnya untuk menyembunyikan penghalang buatan bunshin Naruto terlihat berkeringat dengan wajah serius.

'Apa yang terjadi didalam sana?' batin Sona serius, lalu dia menoleh kearah bunshin Naruto yang sedang memasang ekspresi serius sambil mempertahankan penghalang merah buatannya itu.

'Siapa kau sebenarnya, Uzumaki Naruto?' batin Sona sambil menatap bunshin Naruto dengan wajah penasaran yang serius.

Disisi lain, ditempat Rias juga tidak jauh berbeda dengan kelompok Sona tadi, mereka terkejut saat mendengar dan melihat sebuah ledakan besar didalam penghalang diarea Kuoh Akademi itu, Rias terlihat menelan ludahnya dengan keringat yang bercucuran diwajahnya, dia sudah kelelahan dari tadi tapi dia terus memaksakan dirinya untuk membantu meski Issei tadi sudah menyuruhnya untuk beristirahat dulu, Rias mengeraskan wajahnya, lalu dia mengingat apa yang dia lihat didalam penghalang itu.

'Kalau saja tidak ada mereka, mungkin kami semua sudah mati saat ini.' batin Rias, lalu dia melirik kearah bunshin Naruto.

'Siapa dia sebenarnya? kenapa Onii-sama tidak pernah mengatakan apapun tentang dia?' Rias mengingat kejadian saat diatap gedung Akademi saat itu, dimana dia sempat mendengar sedikit pembicaraan kakaknya itu dengan pemuda itu.

'Uzumaki, Uchiha dan Otsutsuki.' kira-kira kata seperti itulah yang dibicarakan kakaknya dan pemuda pirang itu pada saat itu, sebelum dirinya membuka pintu menuju keatap saat itu dan membuat pembicaraan kakaknya itu terhenti saat itu juga.

Rias menghela nafas berusaha menenangkan dirinya, dia harus berkonsentrasi saat ini, dia bisa menanyakannya nanti pada kakaknya atau pada pemuda pirang misterius itu, Rias kembali fokus kedepan menatap ke dalam penghalang merah itu.

'Banyak hal yang tidak aku ketahui, Onii-sama harus menjawab semua pertanyaanku nanti.'

Kembali didalam penghalang, kini terlihat Kokabiel terbang diatas Vali sambil mengarahkan kedua telapak tangannya kebawah, lebih tepatnya kearah Vali dan Naruto, didepan Kokabiel muncul lingkaran sihir ungu berlambang ular yang saling menggigit ekornya.

Naruto mengeraskan wajahnya melihat lingkaran sihir milik Ophis itu, sepertinya Kokabiel akan menggunakan serangan kuat lainnya, dia harus mengantisipasinya sebelum terlambat.

Kage Bunshin no Jutsu!

Naruto menciptakan satu bunshin yang dia suruh untuk membuat Rasenringu, dia ingin tahu apakah Rasengan dan Rasenringu bisa beresonansi, kedua jutsu itu memiliki dasar yang sama meski Rasenringu dicampur dengan chakra negatif.

Naruto membuat Rasengan menggunakan kedua tangannya sedangkan bunshin nya membuat Rasenringu sama seperti Naruto, lalu kedua jutsu itu mereka dekatkan satu sama lain, bermaksud untuk menggabungkan kedua jutsu itu.

Rasengan dan Rasenringu itu saling menarik satu sama lain, lalu secara perlahan warnanya berubah menjadi ungu gelap dan ukurannya membesar hingga membentuk tornado chakra berwarna ungu kehitaman dengan dikelilingi cincin-cincin chakra yang berwarna hitam melingkari tornado chakra itu, Naruto dan bunshin nya berdiri didalam tornado chakra hasil gabungan jutsu mereka.

Vali melihat apa yang dilakukan oleh Naruto itu dengan serius dan juga tertarik, lalu dia menatap kearah Kokabiel sambil membuat lingkaran sihir.

Sebuah energi ungu padat membentuk kepala naga tercipta didepan lingkaran sihir yang Kokabiel buat, lalu Kokabiel menembakkan energi padat itu kearah Vali, sedangkan Vali juga menyerang dengan sihir iblis miliknya, benturan antara kedua serangan itu menciptakan ledakan dan asap yang menutupi pemandangan antara keduanya, namun sebuah cahaya laser melesat kearah Vali dengan kecepatan tinggi dari atas tempat Kokabiel melayang tadi, Vali yang melihat itu membagi serangan itu dengan kemampuan Sacred Gear miliknya dan menghindari sisa serangan yang tidak sempat terbagi karena kecepatannya yang sangat cepat.

Ledakan kembali terjadi dan membuat lubang yang cukup dalam ditanah dibawah Vali karena efek serangan kuat Kokabiel barusan.

Bunshin Naruto keluar dari dalam putaran jutsu gabungan mereka dan berlari kearah depan sambil membuat Rasenshuriken.

Rasenshuriken!

Bunshin Naruto melemparkan Rasenshuriken itu kearah Kokabiel, namun Kokabiel membuat tombak cahaya dan melemparkannya kearah serangan bunshin Naruto itu, kedua serangan itu berbenturan dan meledak diudara, tidak sampai disitu, Naruto yang asli menghilang dengan hiraishin dan muncul diatas Kokabiel sambil menyerang dengan jutsu gabungan Rasengan dan Rasenringu yang dia buat tadi.

Taikyoku Rasenringu!

Kokabiel berbalik dan menahan serangan Naruto dengan dua pedang cahaya ungu yang dibuat menyilang didepan dadanya, Naruto yang melihat itu mendorong serangan miliknya lebih kuat lagi hingga kedua pedang Kokabiel itu retak, namun sebelum hancur Kokabiel menggunakan sayap besarnya sebagai pengganti untuk menahan serangan Naruto itu.

Vali yang melihat itu tidak menyia-nyiakan nya, dia membuat sebuah bola putih padat dikedua tangannya dan menyatukan kedua energi itu menjadi satu, lalu tanpa menunggu serangan Naruto selesai Vali menembakkan laser putih kearah Kokabiel dari bawah.

Kokabiel yang sedang menahan serangan kuat dari Naruto tidak memiliki kesempatan untuk menghindar ataupun menahan serangan Vali itu dan serangan Vali mengenai punggungnya, Kokabiel berteriak kesakitan dan bersamaan dengan itu jutsu Naruto berhasil merusak sayap besar Kokabiel hingga jutsu Naruto menghantam dada Kokabiel dengan keras.

Naruto mendorong jutsu nya lebih kuat lagi hingga jutsu miliknya dan serangan milik Vali berbenturan saat tubuh Kokabiel berlubang karena menerima dua serangan kuat dari atas dan bawah.

Naruto terus mendorong jutsu nya hingga serangan Vali juga ikut terkikis oleh jutsu miliknya, saat Naruto merasakan jutsu nya akan segera berakhir dia mendorong jutsu nya itu dengan sangat kuat hingga dia menembus tubuh Kokabiel dan serangan Vali juga menghilang pada saat itu karena telah dihantam jutsu Naruto itu.

Naruto mendarat di tanah dengan sempurna sedangkan Kokabiel jatuh ke dalam garis lurus kawah hasil serangannya sendiri sebelumnya.

Vali memandang tubuh Kokabiel dari atas, lalu dia menurunkan ketinggiannya untuk melihat tubuh Kokabiel lebih jelas lagi.

Naruto berjalan kearah pinggir kawah panjang hasil serangan laser pertama Kokabiel tadi, lalu dia menatap tubuh Kokabiel dengan wajah serius.

'Tubuhnya beregenerasi?' batin Naruto saat melihat tubuh Kokabiel yang berlubang mulai menutup disaat aura ungu menyelimuti tubuhnya.

"Sepertinya dia benar-benar memiliki setengah energi milik Ophis." ucap Naruto, Vali yang mendengar ucapan Naruto mendarat di tanah yang bersebrangan dengan Naruto.

"Ya, tidak diragukan lagi, lagi pula Ophis sendiri yang memberitahuku tadi." ucap Vali yang juga menatap tubuh Kokabiel.

"Apa itu masih banyak?" tanya Naruto melihat aura ungu itu terus meregenerasi tubuh Kokabiel meski cukup lambat regenerasi nya.

"Aku tidak tahu, yang aku tahu setengah kekuatan Ophis itu setara dengan kekuatan penuh Albion dan Sekiryuutei dalam keadaan normal mereka." ucap Vali serius.

'Setara kekuatan penuh Ddraig dan Albion dalam keadaan normal?' batin Naruto serius, dia tahu Ophis itu sangat kuat tapi dia tidak menyangka setengah kekuatannya saja sudah setara dengan kekuatan penuh Ddraig dan Albion dalam keadaan normal mereka, keadaan normal yang dimaksud Vali itu adalah saat kedua naga yang menjadi rival abadi itu masih memiliki tubuh fisik mereka dulu.

Naruto menghela nafas saat memikirkan itu.

'Untungnya Kokabiel masih belum menyatu secara sempurna dengan kekuatan Ophis itu, kalau sampai itu terjadi, masalah ini akan lebih serius lagi.' batin Naruto, lalu Naruto melompat turun menghampiri tubuh Kokabiel dan membuat Rasengan dengan chakra Shukaku bermaksud untuk menyegel kekuatan Ophis dengan kekuatan Shukaku itu.

"Rasengan." gumam Naruto pelan, lalu dia menghantamkan Rasengan yang dia buat dengan chakra Shukaku itu ke tubuh Kokabiel, ledakan sedang pun terjadi akibat benturan jutsu Naruto itu dengan tubuh Kokabiel.

Asap lumayan tebal menutupi tubuh Naruto dan Kokabiel, saat asap sudah menghilang kini di tubuh Kokabiel sudah tidak ada garis-garis ungu efek kekuatan Ophis itu, termasuk sisik-sisik naga yang memenuhi tubuhnya, lalu tanda hitam dari segel Shukaku terlihat memenuhi tubuh Kokabiel.

"Hah~ dengan ini Kokabiel tidak akan bisa bergerak untuk sementara." gumam Naruto sambil menghela nafas.

"Apa yang kau lakukan itu, Naruto?" tanya Vali penasaran dengan apa yang dilakukan Naruto hingga tubuh Kokabiel tidak ada lagi garis ungu dan sisiknya tapi sekarang malah berganti jadi dipenuhi oleh corak hitam diseluruh tubuhnya.

"Aku hanya menyegel pergerakan Kokabiel sementara dan juga menekan energi milik Ophis itu agar memasuki tubuhnya lebih dalam lagi biar kekuatan Ophis itu tidak disadari oleh siapapun selain kita, Vali." ucap Naruto menjelaskan, Vali terdiam mendengar penjelasan Naruto.

"Lebih baik kau segera bawa dia kepada Azazel, Vali. Untuk masalah ini kita perlu membicarakannya dengan para pemimpin ketiga fraksi nanti saat pertemuan ketiga fraksi berlangsung." ucap Naruto serius, Vali hanya diam, lalu Vali turun ke dalam kawah dimana Naruto dan Kokabiel berada saat ini dan Vali mengambil tubuh Kokabiel.

"Baiklah, aku juga akan membawa pendeta sesat itu untuk menjawab beberapa pertanyaanku." ucap Vali terbang menuju kearah tubuh Freed Sellzan yang pingsan tidak jauh dari lokasi terahir knight keluarga Gremory itu berada sebelum dipindahkan oleh kelompoknya tadi.

Naruto melompat dan mendarat dipinggir kawah tempat tadi dia berdiri, lalu dia membuat segel tangan untuk menghilangkan para bunshin nya, bersamaan dengan itu penghalang merah buatan para bunshinnya itu menghilang secara perlahan hingga akhirnya hilang sepenuhnya.

'Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang sangat berbahaya setelah ini.' batin Naruto sambil menatap langit malam dengan bulan purnama disana.

Dilokasi ketiga Otsutsuki tadi kini terlihat mereka menatap kearah Naruto dengan wajah serius.

"Dia akan terus semakin kuat jika kita tidak segera bertindak, Master." ucap Kuroshiki tanpa melihat Masternya.

"Iya Master, kita harus segera bertindak sebelum pembawa pohon suci itu semakin kuat nanti." ucap Ginshiki, sang Master terlihat menatap kearah Naruto dengan seringaian misterius.

"Kita tidak perlu bertindak," ucap sang Master menyeringai.

"Kenapa, Master?" tanya Ginshiki heran.

"Jika dia semakin kuat, kita bisa memanfaatkan dia untuk membunuh mereka," ucap sang Master menyeringai sambil menatap kearah Naruto yang saat ini sedang berbicara dengan kelompok iblis penghuni Akademi Kuoh itu jauh disana.

"Otsutsuki Momoshiki dan juga 'dia'..." ucap sang Master, Kuroshiki dan Ginshiki terdiam mendengar perkataan Master mereka.

"Momoshiki dan 'dia' kah?" ucap Kuroshiki pelan.

"Jadi begitu ya, Master memang licik." ucap Ginshiki, namun ekspresi diwajahnya menunjukkan kesenangan saat memikirkan tentang maksud Masternya itu.

"Kita pergi, Kuroshiki, Ginshiki."

"Ha'i, Master." ucap Kuroshiki dan Ginshiki bersamaan, lalu mereka bertiga pergi dari sana melewati ruang yang terbuka dibelakang mereka.

'Tunggu saja saatnya tiba... Otsutsuki...'

To Be Continue