Ninja and Ice Queen Arendelle.
Disclaimer : Naruto dan Frozen bukan milik saya.
Summary : Naruto sedang melakukan eksperimen dengan jurus miliknya, tapi itu malah membuat dirinya terlempar ke dimensi lain dan membuat tubuhnya menjadi kecil kembali dan dia bertemu seseorang yang mirip masa kecilnya. sebuah Cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.
Warning!! Sebuah cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.
Rate : T semi M
Shiraki
beberapa Bulan kemudian kehidupan mereka menjadi sangat baik, sudah dua tahun semenjak hari insiden penobatan Elsa yang kacau itu.
Elsa kini sedang mengurusi beberapa hubungan politik dan perdagangan di istana, tapi ia seperti gelisah akan suatu hal hingga membuat pekerjaannya sedikit berantakan.
"Hah~ apa yang menganggu ku akhir-akhir ini." ucap Elsa sambil memegang kepalanya, tiba-tiba ia mendengar sebuah suara yang menarik perhatiannya.
"Kemana Naruto di saat seperti ini!?" tanya Elsa yang tidak melihat keberadaan Naruto sedari pagi, Anna kini sedang melakukan piknik kecil dengan Olaf meninggalkan dirinya.
"Lebih baik aku mencari Naruto." gumam Elsa yang langsung bangkit dari duduknya, Elsa keluar ruangan untuk mencari Naruto yang mungkin masih di istana, ia mencari Naruto untuk menemani dirinya.
Naruto kini sedang berada di samping kastil dengan posisi bersila, tapi bisa diliat kelopak mata Naruto berubah berwarna oranye dan beberapa burung yang bertengger ditubuhnya.
Sepertinya Naruto sedang melakukan pertapaan dengan mengumpulkan energi alam, tapi terlihat wajah Naruto yang kadang mengernyitkan dahinya seolah ada sesuatu yang terjadi.
Elsa yang kini sudah berada disamping kastil melihat Naruto yang duduk membelakanginya, Elsa langsung mencoba untuk berjalan dengan pelan dan mengendap-endap.
"Mencoba untuk menyergap seorang Shinobi? itu hal yang konyol, Elsa." tiba-tiba Naruto bersuara tepat Elsa yang berdiri dibelakangnya, burung-burung yang bertengger di badan Naruto langsung terbang menjauh.
Naruto membalikan badannya dengan mode Sage yang masih menyala, Elsa yang melihat mata Naruto yang seharusnya berwarna biru Sapphire malah berwarna emas dengan sebuah garis vertikal berwarna hitam hanya bisa kagum.
"Naruto? apa itu yang dimaksud mode Sage milikmu?" tanya Elsa sambil berjalan dan langsung duduk didepan Naruto tanpa peduli bahwa gaun miliknya akan kotor karena tanah, Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.
"Ya, cukup aneh bukan?"
"Tidak, hanya saja aku lebih suka warna mata milikmu yang biru Sapphire, itu terlihat indah."
"..."
Naruto yang mendengar ucapan polos yang keluar dengan mulus dari bibir kecil ranum itu hanya terdiam, lalu ia menutup matanya dan membuat warna matanya kembali normal.
'Ingin rasanya aku menculik Elsa.' batin Naruto cukup absurd.
"Naruto? hei kau kenapa?" tanya Elsa kepada Naruto yang terlihat melamun.
"Ah? hanya memikirkan sesuatu, bagaimana dengan tugasmu?" tanya Naruto kepada Elsa, yang ditanya langsung gelagapan membuat Naruto menyipitkan matanya.
"A-ah i-itu...," bukannya menjawab Elsa malah terlihat bergumam.
"Kau kabur?" Naruto yang sepertinya sudah tau dari gerak-gerik Elsa hanya menatap Ratu berambut putih itu.
"Jangan terlalu peka! Naruto bego!" jawab Elsa dengan kesal.
'Mudah sekali ditebak.' batin Naruto dengan seringai kecil.
Naruto lalu melihat ke arah laut di samping Arandelle itu, ia bisa melihat bahwa tempat itu sangat indah dengan tebing yang menjulang tinggi.
Naruto lalu teringat sesuatu, ia melihat kearah Elsa yang hanya memandang dirinya gugup. Naruto tertawa kecil yang membuat Elsa semakin gugup campur kesal.
"Elsa, kita sudah lama tidak melatih kekuatanmu bukan? bagaimana jika kita lakukan sekarang? nanti akan kubantu tugasmu." kata Naruto mengusulkan melatih kekuatan Es Elsa yang sudah lama tidak berlatih, Elsa yang mendengar itu sedikit terkejut karena ia merasa bahwa dirinya sudah bisa mengendalikan kekuatannya.
"Kenapa? aku sudah bisa mengendalikan kekuatan ini, Naruto." balas Elsa yang langsung mendekat ke arah Naruto.
"Benarkah?"
"Ten-"
Sring!
Belum selesai Elsa menyelesaikan ucapannya, ia sudah diteleportasikan oleh Naruto di laut, sedangkan sangat pelaku yang juga ikut berteleport hanya tersenyum membiarkan Elsa jatuh ke air.
Byuurrr!!!
Stap! Clekk! Clekk!
Elsa tercebur tanpa bisa berbuat apa-apa, sedangkan Naruto malah berdiri dengan santai diatas air tanpa harus basah karena ia sudah mengompres Chakra miliknya.
"Kau memang bisa Elsa, tapi kau tidak memiliki reflek yang bagus." kata Naruto dengan santai berjalan, Elsa sendiri sudah naik ke permukaan dan menciptakan Es untuk tempatnya berpijak.
"Uhh! akan kubalas nanti!" kata Elsa kesal.
"Silakan, sekarang mari kita kering-!!" ucapan Naruto terhenti, entah kenapa tapi Naruto hanya mematung dengan wajah yang memerah.
"Huh?" Elsa yang mendengar ucapan Naruto terhenti hanya bisa bingung, sebelum ia mengalihkan pandangannya ke arah Naruto yang sedang membuang muka tapi bisa Elsa liat bahwa wajah Naruto memerah.
Elsa hanya diam dan melihat bahwa penampilannya ini sungguh berbeda dari dirinya yang biasa, rambut yang selalu ia kepang hingga terlihat rapi kini menjadi terurai sampai ke punggungnya, ia melihat gaun yang basah hingga menempel ke kulitnya menunjukkan betapa bagusnya lekuk tubuhnya.
Elsa yang masih melihat tubuhnya, ia merasakan sebuah baju atau jaket diatas kepalanya, ia melihat bahwa itu adalah jaket Naruto masih tidak melihat kearahnya. Entah kenapa Elsa ingin menjahili Naruto.
"Terima kasih, Naruto-kun."
Deg!!
'Apa-apann dengan damage ini?! sial dia membalasku!' batin Naruto dengan wajah yang sudah memerah.
"Le-lebih baik kita ma-masuk segera! kau akan terkena demam nanti!" kata Naruto gugup.
"Tapi aku tidak bisa berjalan, tadi posisi kakiku salah. Jadi bisa kau gendong aku?" balas Elsa yang sepertinya masih ingin menjahili Naruto.
"Uhhh!!! baiklah!" kata Naruto yang langsung jongkok di depan Elsa, tapi Naruto tidak merasakan bahwa Elsa naik di gendongannya.
"Jangan dibelakang, aku mau didepan." kata Elsa yang membuat Naruto membatu seketika.
"..."
Naruto yang tadi menjahili Elsa kini terkena karma, ia tidak bisa berkutik saat wanita berambut putih panjang itu mengoda dirinya balik. Tapi itu malah membuat mereka tampak serasi.
Setelah beberapa kejutan tak terduga itu, mereka kini sedang dalam sebuah ruangan yang dihadiri oleh beberapa orang yang terlihat penting, dari pakaiannya mereka terlihat seperti golongan kerajaan atau bangsawan.
"... Jadi bagaimana keputusan anda yang mulia? apa anda setuju dengan penawaran kami?" ucap orang dihadapan Elsa, sedangkan yang diajak bicara sedang berpikir keras. Naruto yang melihat Elsa masih bingung langsung membisikkan sesuatu di telinganya.
"Kurasa bukan pilihan buruk, aku tidak mendeteksi kebohongan darinya." bisik Naruto pelan di telinga Elsa, sedangkan sang bangsawan hanya melihat mereka dengan pandangan bertanya tentang hubungan Ratu dan pria pirang di sampingnya itu. 'Apalagi aku merasa kenal dengan model pakaiannya.' batin Naruto saat melihat penampilan orang itu.
"Kau yakin?"
"Ya, lagipula Arrandelle butuh rekan di masa depan nanti."
"Uhhm Baiklah, aku menyetujuinya." ucap Elsa yang langsung memberikan stampel kerajaan tanda bahwa ia mau berbisnis kepada orang itu.
"Terima kasih, Ratu." kata orang itu dengan nada gembira, pasalnya Arrandelle beberapa tahun yang lalu sangat lah tertutup dan ia mendapatkan kabar bahwa ada kejadian yang menimpa kerajaan itu, tapi sekarang kerajaan itu kembali terbuka. "Ahh ini adalah sebuah hadiah untuk untuk anda, semoga anda menyukainya." lanjut bangsawan itu dengan menyerahkan sebuah kotak, tapi Elsa bisa mencium bau manis didalamnya. Setelah memberikan kotak itu, bangsawan itu pamit meninggalkan mereka berdua.
Naruto yang melihat kotak itu, sedikit heran dengan baunya, demikian Elsa juga penasaran dan langsung ingin membukanya. Sebelum Elsa membukanya ia dikejutkan dengan Anna yang tiba-tiba masuk keruangan, ditangan Anna juga terlihat sebuah kue pai? yang sudah sedikit dimakan.
"Hei Elsa! apa kau tidak ingin mencoba Pai ini?" teriak Anna dengan menawarkan Pai itu, Kristoff, Olaf dan Sven mengikuti dari belakang.
"Darimana kau dapatkan itu? Anna?" tanya Elsa yang langsung berdiri dan berjalan ke arah Anna, Naruto sendiri masih penasaran dengan kotak itu. Ia memutuskan untuk membukanya karena sepertinya ia sudah yakin apa yang didalamnya. Tapi Anna dan Elsa terlihat berbicara tentang sesuatu yang cukup penting, tapi karena Naruto yang terlalu sibuk dengan isi kotak itu hingga tidak mendengar percakapan kedua saudari itu
"Kau yakin sudah semuanya?"
"Tentu, ini salah satu makanan nanti malam. Mereka para staf dapur menyuruhku untuk menguji rasanya." ucap Anna dengan nada serius.
Elsa yang kini ikut memakan kue Pai bersama Anna melihat kearah Naruto.
"Baiklah, sepertinya Naruto tidak curiga dan juga Pai ini enak." ucap Elsa dengan senyum kecil, lalu ia melihat Naruto yang masih sibuk dengan kotak itu.
"Naruto apa kau mau?" tanya Elsa pada Naruto, bukannya menjawab Naruto malah melontarkan pertanyaan lainnya.
"Elsa! bisa aku tau orang itu dari mana? atau negara mana?"
"Kenapa?"
"Sudah jawab saja."
"Ehhmm kalo tidak salah, dia datang dari timur."
"Pantas saja, hah sekarang semuanya jelas." ucap Naruto dengan santai.
Elsa yang mendengar itu mengernyitkan dahinya bingung, lalu ia berjalan ke arah Naruto diikuti oleh yang lainnya, kue Pai yang dibawah Anna terlihat sudah habis tidak menyisakan untuk Naruto.
"Kalian masih mau makan sesuatu yang manis?" tanya Naruto kepada semua yang diruangan itu, ia mengangkat kotak itu yang berisi sesuatu yang tidak asing bagi Naruto.
Semuanya yang melihat isi kotak itu langsung bingung, tapi kebingungan mereka berhenti saat Naruto mengambil isinya. Naruto langsung memakannya dengan ekpresi yang terlihat bepikir.
"Hmm, kurasa ini terlalu manis."
"Naruto? apa yang kau makan itu? itu terlihat cantik!"
"Ahh? ini?" ucap Naruto mengangkat Dango yang sudah sisa 1 bola, Elsa yang melihat itu langsung menganggukan kepalanya. "Ini adalah Dango, cemilan di tempat ku dulu atau dunia ku." lanjut Naruto langsung memakannya dengan santai.
Naruto menyodorkan kotak itu, mereka mengambil masing-masing satu untuk dirinya sendiri. Naruto melihat itu hanya tersenyum kecil.
"Naruto ini sangat enak dan Manis!!" ucap Anna dengan ceria, bahkan Anna sudah menghabiskan 4 tusuk Dango.
"Lumayan." kali ini Kristoff yang berkomentar, meskipun ia bilang begitu ia sudah mengambil yang kedua.
"Ahh bola-bola yang manis." ucap Olaf dengan khasnya.
"Uhhm, aku semakin ingin melihat duniamu, Naruto." ucap Elsa dengan ekpresi senang, Elsa sepertinya juga menyukai Dango itu sama seperti Anna. Bahkan Elsa sudah menghabiskan 3 tusuk.
"Jika memang bisa, aku akan membawa kalian ke tempatku." ucap Naruto dengan senyuman kecil.
"Itu antara tidak dan iya bukan? Naruto?" ucap Kurama di pikiran Naruto.
"Entahlah,"
Malam Hari.
Naruto dan yang lainnya masih bangun, mereka sedang memainkan permainan malam rutin mereka sebelum tidur. Tapi terlihat Naruto sedang duduk di jendela dengan keadaan sendu.
Elsa yang melihat itu langsung melihat ke arah semua orang dan memberikan kode, mereka yang berada di ruangan seketika mengangguk sebagai jawaban.
Mereka semua keluar meninggalkan Naruto dan Elsa, Naruto yang merasa bahwa ruangan menjadi sepi langsung menoleh kearah dalam dan melihat hanya Elsa yang berada diruangan.
"Nee, Naruto. Apa kau tau sekarang tanggal berapa?" tanya Elsa kepada Naruto, yang ditanya hanya memiringkan kepalanya sebelum menjawab pertanyaan itu.
"10 Oktober?"
"Berarti kau tau sekarang hari apa?"
"Errrr... Selasa?"
"..."
"Hehe becanda, sekarang adalah hari ulang tahunku, memangnya kenapa?" ucap Naruto yang takut, bagaimana tidak saat Elsa tiba-tiba mengeluarkan Es miliknya. Apalagi tatapannya mirip seperti ibunya saat marah, sungguh Naruto penasaran kenapa semua wanita menjadi menyeramkan saat marah.
"Lalu kenapa kau tidak bilang? kita bisa merayakannya." ucap Elsa yang wajahnya datar.
"Aku tidak bisa, lagipula aku juga tidak peduli tentang itu." ucap Naruto dengan nada santai, meskipun ada nada yang kurang mengenakan.
"Hah~ terserlah aku tidak mengerti jalan pikiranmu. Tapi aku hanya ingin bilang...," ucap Elsa menggantung perkataannya, tiba-tiba pintu terbuka dan terdapat Anna, Kristoff, Sven dan Olaf yang membawa makanan dan juga kue ditangan mereka.
"Tanjoubi Omedettou!! Naruto-kun!!/Naruto!!/jabrik!!" ucap Elsa bersamaan dengan mereka, Naruto yang mendengar itu terkejut tapi terlihat bahwa ia sedang tersenyum kecil, pasalnya hanya beberapa orang yang mengucapkan ulang tahun untuknya, itu membuat Naruto sedikit terharu tapi Naruto lebih memilih untuk tersenyum.
"Terima kasih, semuanyaa." balas Naruto dengan senyuman lebar.
Anna langsung menyerahkan kue yang dia pegang kepada kakaknya, Elsa langsung mengambil kue itu dan mengarahkannya pada Naruto.
"Bagaimana jika meniup lilin sekarang." tanya Elsa dengan menyodorkan kue itu.
"Baiklah," ucap Naruto yang langsung mencoba meniup lilinnya, hanya butuh satu hembusan nafas untuk memadamkan apinya.
"Kau tidak suka pesta bukan? jadi anggap saja ini perayaan kecil." ucap Elsa yang langsung menciptakan sebuah meja Es diruangan itu tak lupa ia juga membuat kursi.
Elsa menaruh kue di meja Es ciptaannya, lalu ia kembali menuju tempat Naruto untuk menariknya agar bisa duduk bersama mereka. Tapi Elsa tidak dikejutkan dengan Naruto yang menarik tangannya dan membuatnya terkurung dalam pelukan pirang itu.
"Terima kasih." ucap Naruto pelan ditelinga Elsa, Anna dan Kristoff lebih memilih menghiraukan mereka dan menata makanan yang mereka bawa ke meja.
Elsa lebih memilih diam tanpa menjawabnya, lalu Naruto melepaskan pelukannya dan membuat ia terbebas dari pelukan pria itu. Tapi sepertinya tidak berhenti disana Naruto langsung memegang kepalanya lembut.
Cup!
Sebuah ciuman Naruto daratkan di kening Elsa, sepertinya Naruto menumpahkan perasaannya itu. Elsa sendiri tidak menolak melainkan mengenggam tangan Naruto dengan erat.
"Kau harus bertanggung jawab atas ini, Naruto." ucap Elsa dengan wajah yang memerah malu, Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum singkat.
"Pasti." jawab Naruto yakin.
"Janji?"
"Tentu, My Queen." ucap Naruto mencium tangan Elsa yang sedang berada digenggamannya, mereka bertahan dalam posisi itu selama beberapa saat.
"Hoi!! maaf jika menganggu kalian, tapi pesta akan dimulai lo." ucap Kristoff membuat Elsa dan Naruto memisahkan diri, Anna yang melihat kelakuan kakaknya itu hanya terkikik geli.
Naruto dan Elsa langsung berjalan menuju ke arah Kristoff, Anna, Olaf dan Sven, Naruto duduk di sebelah Kristoff dan Elsa duduk di sebelah Anna. Tapi melihat wajah keduanya yang masih merah membuat Kristoff dan Anna saling pandang hingga akhirnya mengangguk secara bersamaan.
"Naruto, nanti malam jangan lakukan hal aneh." ucap Kristoff dengan nada terkesan acuh. Elsa dan Naruto yang sempat meminum minuman di meja langsung menguburkannya keluar.
"Benar! nanti jangan meminta 'hadiah' mu pada Elsa ditengah malam." lanjut Anna malah membuat Naruto dan Elsa memerah.
Naruto dan Elsa yang di goda semakin malu dan kesal, hingga akhirnya Naruto berniat menyerang balik mereka.
"Ahh? Kristoff kau ingat saat aku akan melemparkanmu ke jurang dulu? entah kenapa aku ingin melakukannya sekarang." ucap Naruto kepada Kristoff yang kini berkeringat dingin, Anna yang melihat perlawanan Naruto langsung melirik kearah Elsa.
"Ahh bicara tentang masa lalu, aku ingat ada seorang perempuan yang ingin menikah dengan laki-laki yang baru ditemuinya, lalu ternyata laki-laki itu tidak mencintai perempuan itu sama sekali." ucap Elsa dengan mencubit dagunya. Anna yang mendengar itu juga langsung berkeringat dingin.
Akhirnya malam itu mereka habiskan dengan menyerang satu sama lain, tapi kebahagiaan tampak lekat diwajah mereka. Tertawa dengan keras seolah-olah tidak ada hal lain.
Malam semakin larut dan terlihat kondisi ruangan yang kacau, dimana semua berantakan dengan berbagai barang di lantai.
Elsa menyelimuti Anna dan Kristoff yang tertidur, ia juga menyelimuti Olaf dan Sven. Lalu ia melihat Naruto yang bersandar dengan tatapan terkesan santai, tiba-tiba Naruto mengalihkan pandangannya pada Elsa dan membuat gerakan seolah memanggilnya.
"Apa kau tak lelah?" tanya Elsa yang berjongkok di depan Naruto, lalu tanpa peringatan Naruto menarik tubuh kecil itu dan menaruhnya dipelukannya.
"Ya ini melelahkan, jadi disini saja bersamaku." ucap Naruto merengkuh tubuh kecil Elsa, sang Ratu yang mendengar itu hanya terkikik geli sebelum akhirnya ia menyenderkan tubuhnya ke dada Naruto yang bidang itu.
"Aku selalu bersamamu, bukannya itu janji kita?" ucap Elsa dengan nada menyakinkan.
"Ya aku tau, tapi entah kenapa aku merasakan bahwa kau akan meninggalkanku." ucap Naruto yang menyembunyikan wajahnya pada leher putih Elsa.
"Tenanglah, aku akan tetap bersamamu." ucap Elsa mengelus surai pirang Naruto, mereka tetap dalam posisi seperti itu hingga rasa kantuk menyerang mereka.
Elsa yang merasa bahwa kesadarannya perlahan mulai hilang langsung menyamankan posisinya, Naruto yang merasakan itu hanya tersenyum tipis.
"Selamat malam, Elsa. Mimpi indah." ucap Naruto lembut di telinga Elsa, tapi sepertinya Elsa tidak mendengarkan itu karena ia sudah menyelam ke alam mimpi terlebih dahulu.
Naruto mencium rambut putih itu pelan, lalu ia melihat ke arah luar jendela dengan senyuman kecil.
"Hehe, ini ulang tahun terbaik yang pernah kualami." ucap Naruto dengan sebuah tawa kecil, tak lama kemudian Naruto ikut menyusul Elsa ke alam mimpi.
Sebuah angin dengan daun musim gugur terbang dan masuk kedalam, tapi itu seperti angin tornado kecil terbukti dengan daun yang tidak pernah jatuh. Lalu angin atau tornado itu keluar dengan meninggalkan sebuah daun musim gugur didepan Naruto dan Elsa yang sedang tertidur.
TBC :v
Author note : Yoo bagaimana kabar kalian? apa ada yang ikut turun ke jalan? jika iya kuharap kalian baik-baik saja.
Disini sebenarnya sudah masuk arc Frozen dua, tapi karena saya mengingat bahwa MC kita sedang berulang tahun jadi saya membuat ini sebagai chapter, anggap saja untuk menghormati Naruto yang lahir 10 Oktober hari ini. hehe.
Bagi yang liat Frozen dua, harusnya tau bukan angin itu?
Oke See you next time~
Shiraki Out.
Adiue
