Disclaimer: [Masashi Kishimoto]— Etc!
Warning: Children's Prohibited to continued! Slight Crossover Goblin Slayer! Sword Maiden Milf!
Ia seorang gadis buta, bukan sejak lahir tetapi akibat kecelakaan. Ia tak hanya kehilangan penglihatan setelah kecelakaan tersebut, namun juga keluarga, mereka semua tewas meninggalkan ia seorang diri di dunia.
Setelah kecelakaan ia mengalami koma selama sebulan, pada saat bangun pun hanya kegelapan yang bisa ia lihat. Tanpa ada siapapun di dunia ini, ia berniat bunuh diri untuk mengakhirinya, namun ia gagal saat seorang pemuda mencegah ketika ia ingin terjun dari lantai tertinggi rumah sakit.
"Biarkan aku mati! Semua keluargaku ada di dunia sana, menungguku..." Ia terisak memohon agar pemuda itu melepaskan pelukannya.
"Hei tenanglah, Ojou-chan! Kau selamat dari kecelakaan itu sebab kau masih memiliki jalan yang panjang. Hidup ini bukan untuk melihat, jadi orang buta pun harus tetap hidup," Meskipun suara itu dengan lembut menasehatinya, tetap saja keinginan untuk mati masih begitu kuat di pikirannya.
"Terus untuk apa aku hidup? Aku juga tak memiliki siapa-siapa di dunia ini,"
"Dunia masih memiliki manusia, bukan hanya keluargamu tempat bergantung di dunia ini."
"Mana ada manusia yang peduli pada orang lain yang bukan kerabatnya..." Ia masih terisak dengan suara serak, namun usapan dari pemuda yang menolongnya mampu membuat ia tenang secara perlahan.
"Tak perlu mencari orang lain yang peduli padamu, karena ada aku di sini!" Nada lembut dari sang pemuda pun membuat ia luluh, ia pun membalas pelukannya dan menangis sepuas mungkin.
Kira-kira selama tiga puluh menit dalam pelukan pemuda tersebut, hatinya mulai tenang. "Bisakah aku bergantung padamu?" Ia bertanya untuk memastikan.
"Tentu saja! Mulai sekarang aku akan merawatmu,"
"Hn." Ia hanya mengangguk pelan dengan lega. Setidaknya ia bisa bertahan untuk mencari tujuan hidup, banyak cara bisa ia lakukan nanti untuk mengakhiri hidupnya.
"Kalau begitu, siapa namamu, nona?"
"A-aku tak ingat," Ia ingin melupakan kehidupannya yang lalu, jadi ia ingin menggunakan nama baru untuk melupakan keluarganya.
"Jika begitu, aku panggil dirimu, Otome." Pemuda itu berujar, dan tak ada tanggapan dari sang gadis, secara tak langsung ia setuju dengan nama barunya.
Kejadian itu terjadi kira-kira 7 tahun silam, saat ini Otome duduk mengenang masa-masa itu, tentu ia hanya ingin mengingat pertemuannya dengan penyelamat nya. Pemuda itu memperkenalkan diri sebagai Naruto kepadanya.
Memang Otome belum pernah melihat wajah dari sang pemuda, tapi tentu ia mengenal suara lembutnya yang khas. Naruto juga sosok yang penyayang, sampai saat ini ia masih menepati janjinya kala itu, merawatnya sepenuh hati bagaikan seorang ratu.
Belakangan Otome mengetahui Naruto seumuran dengannya, yang lebih mengejutkan nya lagi, Naruto juga merupakan seorang yatim piatu. Tumbuh dewasa di lingkungan keras hingga menjadikan dirinya sesosok pemimpin mafia terbesar negeri ini.
Namun apapun fakta yang mengejutkan tentang pemuda tersebut, tak mengubah perasaan Otome kepadanya. Bagi Otome, Naruto merupakan sosok penyelamat dan semangat hidupnya.
Ketika Otome tengah berpikir, sebuah suara derap kaki terdengar mendekat ke arahnya, pendengarannya lebih sensitif semenjak ia hidup tanpa penglihatan. Suara derap kaki itu sangat senyap, sebab itu Otome bisa langsung menebak siapa yang datang.
Otome saat ini tengah duduk di bawah pohon rimbun di sebuah taman, Naruto mengatakan ia secara khusus membeli lahan ini untuk Otome menghabiskan waktu. Pemuda itu juga banyak mengajarkan hal baru pada Otome, salah satunya bernyanyi, siapa sangka ketua mafia yang terkenal garang itu sangat mahir bernyanyi.
Sejak dua tahun yang lalu Otome memulai kariernya sebagai penyanyi, walaupun itu hanya sebuah rekaman suara tanpa video dan sebagainya, tapi sampai saat ini telah banyak yang mengenal suaranya di dunia musik internasional.
—Dan semua itu berkat Naruto, sang pangerannya.
Naruto melangkah pelan sambil tersenyum menatap sosok cantik yang duduk di bawah pohon rindang. Pakaian yang dikenakan Otome cukup tipis, karena ia menyukai pakaian berbahan sutra.
—Dan berkat apa yang diajarkan para maid yang melayani Otome, 'pakaian ini pasti akan disukai oleh, tuan', dan tentu saja hanya alasan tersebut Otome hanya memiliki pakaian tipis berbahan sutra untuk kesehariannya.
"Naruto-kun, akhirnya kamu datang!"
"Aduh... Otome bisakah kamu pura-pura tidak menyadari kedatanganku agar aku bisa mengejutkanmu?" Nada Naruto seperti anak kecil yang ngambek, jika para anak buahnya mendengar nada Naruto, mereka pasti akan muntah darah karena shock; sosok kejam seperti Naruto sebenarnya takluk oleh Otome.
"Hihihi... Diantara yang datang ke sini hanya kau yang berjalan secara mengendap-endap Naruto. Jadi cobalah datang seperti seorang pencuri, pasti aku akan terkejut!"
"Aah, itu..." Naruto menepuk jidatnya, ia tak menyangka belum menyadari hal kecil tersebut.
"Bagaimana kabarmu, sayang?" Naruto tiba-tiba memeluk Otome dengan lembut, memberikan kenyamanan pada istrinya. Belum banyak yang mengetahui sebenarnya mereka telah menikah, sebagian bawahan Naruto hanya mengetahui ia telah menikah namun belum pernah bertemu dengan istrinya.
Para mafia menganggap bahwa Naruto memiliki istri yang sangat cantik, hingga menyembunyikan dari orang-orang seperti mereka.
—Memang mereka tak salah, pada dasarnya Otome merupakan sosok wanita yang akan menimbulkan perang jika terungkap ke dunia.
Naruto memperlakukan Otome layaknya ratu, jadi semua perawatan yang diberikan Naruto mampu mengubah sosok yang di saat remajanya cantik menjadi bidadari ketika ia dewasa. Pernikahan mereka telah berlangsung tiga tahun lebih, mereka menikah di usia 22 tahun.
—Namun sampai saat ini mereka belum dianugerahi keturunan. Menurut dokter pribadi Naruto, istrinya mengalami trauma untuk berkeluarga, psikisnya yang tertekan memperngaruhi organ reproduksi nya.
"Aku baik-baik saja, suamiku." Meskipun terdengar bahagia, ada setitik kesedihan pada nada Otome, tentu ia merasa bersalah karena belum bisa memberikan keturunan pada Naruto. "Maafkan aku yang masih belum bisa memberimu keturunan, suami!"
"Tidak, ini juga bukan salahmu sayang! Meskipun belum, kamu tidak menyerah bukan?"
Otome terkikik saat payudaranya di remas oleh Naruto, tapi ia hanya diam sembari membenamkan wajah di bahu kekar suaminya. "Bagaimana jika kau menikah lagi, suami. Agar kamu secepatnya bisa mendapatkan anak!"
"Di dunia ini aku belum menemukan wanita yang secantik dirimu, istriku." Ini bukanlah pertama kali Otome menyarankan Naruto untuk menikah lagi, dan bukan pertama kali juga Otome mendapatkan penolakan.
"Gombal terus, suami." Otome dulu pernah bertanya pada Naruto, 'Apa yang mendorongmu untuk menolongku?'
Pemuda itu hanya menjawab, 'Kamu gadis paling cantik dan indah yang pernah kutemui, sayangkan jika ku biarkan kamu pergi.'
Meskipun terdengar ngasal, Otome tertawa saat mendengarnya. Ia kemudian menggigit pelan kuping Naruto, dan terkikik geli saat pemuda itu mengaduh dengan nada kesal.
Melihat ada yang nyaranin Sword Maiden dari Goblin Slayer, ide ini pun terlintas. Gimana menurutmu kawan? (Lu yang ngasih saran)
Untuk part ini masih perkenalan timeline, yang selanjutnya baru ena-ena.
Kemudian cari satu female lagi, biar di jadiin istri kedua Naruto!
Peran si female yang baru, nanti NTR-in Otome.
Wait a moment for next chapter!
