CHAPTER 17 : SASUKE'S WEDDING!

( ONIGASHIMA )

Setelah 2 bulan pertarungannya melawan Sasuke, Kaido sudah kembali sehat dan sudah kembali beraktivitas seperti biasanya. Kekalahannnya melawan Sasuke membuatnya menyadari bahwa ada orang yang lebih kuat daripadanya dan daripada Yonkou yang lain. Orang kuat tidak harus menjadi Yonkou dan Uchiha Sasuke telah membuktikannya.

Kaido menyuruh seluruh anak buahnya untuk bekerja dan membangun kembali Onigashima. Karena pertarungan dahsyatnya dengan Sasuke, Onigashima sudah hancur lebur dan tidak ada yang tersisa dan beberapa prajuritnya pun ada yang mati akibat serangan mematikan monster yang dikeluarkan oleh Sasuke. Mengingat monster itu, Kaido sedikit merinding karena dia ingat betul betapa kecilnya dia dihadapan monster itu. Bukan masalah ukuran dan tinggi tubuh tetapi kekuatan. Kaido tidak menyangka dia bisa disentil seperti itu oleh monster yang dia ingat betul namanya. Juubi.

Setelah kekalahannya melawan Sasuke dia langsung menelepon Doflamingo dan menyuruhnya untuk memperbesar bisnisnya dan memperbanyak produksi buah setan Smile. Kaido berencana untuk memperbanyak prajuritnya dan mencoba kembali melawan Sasuke jika persiapannya sudah siap. Tapia da sesuatu yang menganggu Kaido yaitu perkataan Sasuke yang mengatakan kalau akan ada seseorang yang mengusirnya dari Wano Kuni dan mengalahkannya. Monkey,D,Luffy.

Kaido beberapa kali mendengar tentang Luffy terutama di peperangan besar Marineford. Dia adalah cucu dari Garp dan anak dari Dragon dan adik dari Sasuke. Kaido sebenarnya tidak peduli dengan silsilah keluarga Luffy tetapi jika Sasuke mengatakan bahwa Luffy akan mengalahkannya maka setidaknya Kaido harus sedikit lebih berhati-hati. Sasuke tidak mungkin asal berbicara seperti itu.

"KAIDO-SAN!"

Kaido melirik ke sampingnya dan melihat Queen sedang berlari-lari seperti orang gila dan membawa sebuah koran di tangannya. Kaido tahu pasti ada yang tidak beres dengan koran itu.

"Ada berita apa?" Tanya Kaido dengan serius.

"I-Itu.. Sepertinya ini berita yang sangat buruk Kaido-San!" Ucap Queen yang berkeringat dingin.

"Bacakan saja." Ucap Kaido.

Queen menganggukan kepalanya dan mulai membuka koran itu. Tubuhnya bergetar dan dia menelan ludahnya dan siap untuk membacakan berita itu kepada Kaido.

"Disini tertulis Big Mom membuat suatu gebrakan besar yang akan membuat dunia takluk dihadapannya. Bajak Laut Big Mom secara tidak terduga mendapatkan aliansi yang sangat kuat." Ucap Queen.

"Siapa yang menjadi aliansi nenek tua itu?" Tanya Kaido.

"I-Itu.. Disini tertulis bahwa Big Mom telah menikahkan anak nomor 18 nya yaitu Charlotte Galette dengan Uchiha Sasuke.." Ucap Queen sambil menatap Kaido dengan ketakutan.

"HHHAAAAAAAAAHHHHH!?" Terik Kaido yang sangat terkejut dengan berita yang ia dengar.

Kaido benar-benar tidak menyangka bahwa Sasuke akan menikahi salah satu dari anak perempuan nenek tua itu. Kaido pun tidak menyangka bahwa Sasuke merupakan pria yang ternyata gampang di hasut oleh wanita. Jika tahu begini, mungkin Kaido akan menyuruh Yamato untuk menikahi Sasuke meskipun Yamato menganggap dirinya sebagai pria.

"NENEK TUA SIALAN ITU! BAGAIMANA BISA DIA BERMAIN CURANG SEPERTI ITU!?" Teriak Kaido yang makin emosi karena merasa kalah cerdas dengan teman lamannya itu yaitu Big Mon.

"Ka-Kaido-San.. Apa yang akan kita lakukan? Jika Sasuke benar-benar menikahi putrinya maka dia akan menjadi bajak laut Big Mom dan Big Mom sudah pasti tidak terkalahkan." Ucap Queen yang makin berkeringat dingin.

"Aku tidak menyangka pria sehebat seperti Uchiha Sasuke menyerahkan dirinya dan menjadi anggota bajak laut Big Mom demi menikahi seorang wanita." Ucap King yang juga terkejut.

"Ini tidak bisa dibiarkan." Ucap Jack yang berkeringat jatuh.

Tubuh Kaido mulai bergetar dan dia menggertakan giginya. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan sangat keras dan dia mulai mengerang karena saking kesalnya.

"TIDAK AKAN AKU BIARKAN!" Teriak Kaido. "OOIIII KALIAN SEMUA! SIAPKAN KAPAL DAN KITA SEGERA MENUJU KE TEMPAT NENEK TUA ITU DAN HANCURKAN PERNIKAHANNYA!" Lanjut Kaido yang langsung membanting botol Sakenya dan bangkit beridir.

"Ka-Kaido-San tapi anda belum pulih serratus persen!" Ucap King.

"Tidak masalah! Aku akan pulih saat di perjalanan! SIAPKAN KAPAL SEKARANG JUGA! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN NENEK TUA ITU MENDAPATKAN SASUKE!" Teriak Kaido dengan sangat keras dan membuat daerah sekitarnya menjadi retak.

"BAIK!"

( CALM BELT RUSAKAINA ISLAND )

"Hancock sudah berapa kali ku bilang untuk tidak sering mengunjungi Luffy! Dia harus focus latihan!" Ucap Rayleigh yang memelototi Hancock.

Hancock yang mendengar itu pun ikut emosi dan menarik hidung Rayleigh dengan sangat keras yang membuat Rayleigh sedikit kesakitan. "KENAPA AKU HARUS MENDENGARKAN PERKATAANMU RAYLEIGH!?" Teriak Hancock kepada Rayleigh.

"Shihihihi kalian berdua memang menarik." Ucap Luffy yang tertawa melihat pertengkaran Rayleigh dan Hancock. Rayleigh selalu memarahi Hancock ketiak Hancock berkunjung dan Hancock pun selalu tidak terima saat Rayleigh memarahinya. Alhasil mereka berdua pun selalu bertengkar jika bertemu.

"Lu-Luffy.. Aku membawakan daging yang banyak untukmu." Ucap Hancock yang merona dan memainkan jari telunjuknya.

"DAGGIIINGGGGG!? HANCOCK KAU BENAR-BENAR WANITA BAIK!" Ucap Luffy yang langsung berlari dan memakan daging yang di bawa Hancock.

Hancock yang mendengar perkataan Luffy barusan wajahnya langsung memerah dan ia memegang wajahnya dengan kedua tangannya. Jantungnya berdetak dengan sangat kencang dan dia mulai membayangkan seseuatu. 'Luffy bilang bahwa aku wanita baik? Apa itu berarti dia akan menikahiku dan menjadikanku istrinya?' Pikir Hancock.

Rayeligh yang melihat Hancock sedang melamun sambil tersenyum-senyum sendiri hanya berkeringat jatuh dan membiarkannya. Hancock sedang-sedang bersenang-senang didalam pikirannya jadi Rayleigh tidak mau mengganggunya karena jika mengganggunya maka mungkin Hancock akan lebih murka.

"HEBIHIME-SAMA!"

Tiba-tiba mereka melihat ada orang yang berlari-lari dan membawa sebuah koran. Orang itu adalah Nenek Nyon. Lamunan Hancock langsung buyar ketika mendengar Nenek Nyob berteriak dan wajahnya langsung berubah.

"Kenapa kau kemari?" Tanya Hancock dengan dingin dan datar.

'Wanita ini memang mempunyai hati sedingin es.' Pikir Nenek Nyon sambil menatap Hancock. "Hebihime-Sama aku membawa berita penting dan nampaknya Luffy harus mendengari berita ini juga. Ini mengenai Sasuke." Ucap Nenek Nyon dengan serius.

"Kenapa si perjaka itu?" Tanya Hancock yang juga penasaran.

"Kenapa dengan Sasuke-Kun? Apa dia bertarung lagi dengan Kaido?" Tanya Rayleigh yang tersenyum. Rayeligh sudah mendengar berita kemenangan Sasuke atas Kaido dan Rayleigh berpikir tidak ada lagi yang bisa membuatnya terkejut. Sasuke memanglah sangat kuat. Rayeligh mungkin akan terkejut jika Sasuke berhasil menemukan Raftel tapi jika ada berita Sasuke mengalahkan Yonkou yang lain, dia tidak akan terkejut.

"Kenapa Sasuke? Apa lagi yang dia perbuat? Kenapa setiap berita yang aku dengar pasti tentang Sasuke sih?" Tanya Luffy yang sedikit iri dengan kakaknya karena Luffy sadar bahwa ia sudah tertinggal jauh dari Sasuke.

"Sasuke akan menikah!" Ucap Nenek Nyon.

Semua orang yang berada disana menatap Nyon dengan datar. Beberapa detik kemudian mereka mengedipkan mata mereka sekali. Lalu mereke mengedipkan mata mereka berkali-kali. Mulut mereka perlahan terbuka dengan sangat lebar hingga dagu mereka menyentuh tanah.

….

"""EEEEEEEHHHHHHHHHHHHHH!?"""

Luffy, Rayleigh dan Hancock langsung terjungkal kebelakang karena saking terkejutnya. Mereka tidak pernah menyangka bahkan bermimpi bahwa Sasuke akan menikah secepat ini. Bagi Luffy yang tidak mengerti pernikahan dia pun ikut terkejut karena yang ia dengar dari Rayleigh jika seseorang menikah maka mereka akan mempunyai anak dan Luffy kini berpikir bahwa Sasuke akan mempunyai anak dan Sasuke akan menjadi seorang ayah.

"O-oi! Apa Sasuke akan menikah dengan Nico Robin?" Tanya Rayleigh yang berkeringat dingin.

"Bu-bukan!" Ucap Nenek Nyon yang menggelengkan kepalanya.

Luffy, Rayleigh dan Hancock pun kembali terkejut karena mereka mengira Sasuke telah bertemu Robin dan menikahinya tetapi bukan.

"Pria itu ternyata pria yang brengsek!" Ucap Hancock. 'Apa yang kau pikirkan Sasuke!?' Pikir Hancock sambil mengerang kesal.

"Ter-ternyata dia seorang bajingan.." Gumam Rayleigh berkeringat jatuh.

"JANGAN MENGHINA SASUKE KONOYARO! Dia pasti punya alasan sendiri.. Lalu siapa yang akan dinikahinya?" Tanya Luffy kepada Nenek Nyon.

"Disini tertulis bahwa Big Mom akan menikahi putrinya Charlotte Galette dengan Uchiha Sasuke dan tertulis juga Uchiha Sasuke sedang dalam perjalanan menuju Whole Cake Island tempat dimana Big Mom tinggal dan mereka akan menikah." Ucap Nyon dan menatap Luffy dengan serius.

Rayleigh yang mendengar itu langsung menghela nafas dan sedikit bersyukur. Rayleigh adalah seorang bajak laut legenda yang sudah lama berlayar dilautan dan dia mengetahui karakter setiap musuhnya termaksud Big Mom.

"YONKOU BIG MOM!?" Teriak Hancock yang terkejut.

"SASUKE AKAN MENIKAHI ANAK YONKOU!?" Teriak Luffy yang wajahnya sudah tidak karuan.

"Tenang saja Luffy-Kun. Nampaknya Sasuke sebentar lagi akan bertarung dengan Big Mom." Ucap Rayleigh dengan tersenyum.

"Ehhh? Kenapa?" Tanya Luffy yang kebingungan.

"Bisa dibilang Big Mom sering memaksa anaknya untuk menikah dengan orang yang hebat untuk memperkuat bajak lautnya dengan kata lain ini adalah pernikahan sepihak. Apa kau pikir Sasuke akan menyetujuinya dan menjadi anak buah Big Mom?" Tanya Rayleigh sambil tersenyum.

Luffy, Hancock, dan Nyon langsung berpikir dan menyetujui perkataan Rayleigh. Sasuke sudah berhasil mengalahkan Yonkou Kaido dan membuatnya mempunyai kedudukan yang setara dengan para Yonkou. Jika benar ini pernikahan sepihak sudah pasti Sasuke akan menolaknya.

"Shihihii kau benar. Sasuke bukan tipe orang yang mau menjadi bawahan seseorang." Ucap Luffy sambil tertawa.

"Kukira dia benar-benar akan menikah." Gumam Hancock yang juga menghela nafas karena tidak tahu kenapa dia tidak rela Sasuke menikah dengan orang asing.

"Yossh Luffy-Kun kita lanjutkan latihan kita." Ucap Rayeligh sambil bangkit berdiri.

"YOSSSHH!"

( GRANDLINE : BALTIGO )

Dragon, Robin dan Sabo kini sedang menyantap makan siang mereka. Seperti biasanya mereka sedang mendiskusikan seseuatu yang penting. Bagi Robin, kehidupannya di Baltigo sedikit membosankan karena ia sudah biasa hidup dengan Luffy dan kawan-kawan yang sangat heboh dan konyol sedangkan disini orang-orangnya kaku dan terlalu serius. Tapi bukan berarti Robin tidak betah karena disini dia menemukan hal-hal baru dan dia melatih kekuatan buah setannya sehingga saat reuni nanti dia sudah menjadi wanita yang kuat yang mampu melindungi Luffy.

"Jadi apa yang kau dapatkan dari Poneglyph itu?" Tanya Dragon kepada Robin.

"Tidak banyak Dragon-San. Poneglyph yang aku baca barusan hampir sama dengan Poneglyph yang berada di Arabasta. Pone itu menjelaskan tentang salah satu senjata kuno Pluton." Ucap Robin.

"Sebenarnya aku masih penasaran dengan senjata kuno itu. Pemerintah dunia bilang bahwa monster yang dikeluarkan Sasuke saat melawan Kaido lebih berbahaya di banding dengan senjata kuno. Apa senjata kuno seperti Pluton dan lainnya itu memiliki kekuatan yang hampir sama mengerikannya dengan monster Sasuke itu Dragon-San?" Tanya Sabo kepada Dragon.

"Suatu saat kita pasti akan mengetahuinya." Ucap Dragon sambil tersenyum.

"Sebenarnya aku penasarang dengan lambang kipas Sasuke itu." Gumam Robin.

"Aku juga. Saat kecil, dia bahkan tidak pernah memberitahuku tentang keluarganya dan tempat tinggalnya. Nampaknya kau orang pertama yang mengetahuinya Robin." Ucap Sabo sambil tersenyum.

"Fufufu aku mendaptkan informasi itu dengan penuh perjuangan Sabo. Berbicara dengan Sasuke tidak semudah yang kau pikirkan. Harusnya kau tahu itu mengingat kau adalah adiknya." Ucap Robin sambil tersenyum.

"Haaaaaaaaahh.. Aku baru tau ada orang seperti Sasuke. Biasanya orang yang pendiam dan dingin adalah orang jahat tapi tidak dengan Sasuke." Ucap Sabo sambil menghela nafas lalu tersenyum.

"Apa dia memang tidak banyak bicara?" Tanya Dragon yang mencoba masuk dalam pembicaraan ini.

"Begitulah. 3 tahun berlayar dengannya aku jarang sekali mendengar atau melihatnya banyak bicara. Jika ingin berbicara pasti aku yang memulai duluan. Dia biasanya hanya diam dan memandang lautan saja." Ucap Robin.

"Setidaknya kau bisa berbicara dengannya dengan santai. Saat kecil dulu yang dia selalu mengabaikan kami jika kami berbicara dengannya dan satu-satunya cara supaya kami bisa berbicara dengannya hanya saat latihan atau saat kami dalam bahaya." Ucap Sabo.

"Hehehe nampaknya Sasuke ini orang yang tidak bisa bersosial dengan baik." Ucap Dragon sambil tertawa kecil.

"Benar. Aku khawatir dia kesepian karena dia sedang berlayar sendiri sekarang." Ucap Robin.

"DRAGON-SAN!"

Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang prajurit revolusioner datang sambil membawa koran. Dapat dilihat dari ekspresinya, bahwa pria itu nampaknya membawa berita yang buruk. Dragon mengehela nafasnya dan mencoba untuk berbicara.

"Jadi berita apa lagi sekarang?" Tanya Dragon.

"I-Ini tentang Uchiha Sasuke." Ucap Prajurit itu dan pandanganya tertuju pada Robin. Beberapa pasukan revolusioner tahu bahwa Robin mempunyai hubungan yang special dengan Sasuke.

"Apa lagi yang dia perbuat sekarang? Kenapa tahun ini dipenuhi oleh berita tentang Sasuke?" Tanya Sabo yang juga penasaran dengan berita kali ini.

"I-Itu.. Mmmmhh.. Bagaimana yaaahh..?" Ucap Prajurit itu sambil menggaruk-garuk kepala belakangnya.

"Katakan saja. Kami sudah siap mendengarnya, Lagipula ini bukan berita kematian Sasuke kan?" Tanya Robin yang sebenarnya agak cemas dengan berita kali ini.

"Ten-Tentu saja bukan. Siapa juga yang bisa membunuh Akuma no Me." Ucap Prajurit tersebut.

"Lalu apa? Jangan bertele-tele." Ucap Dragon yang mulai kesal karena dari tadi prajurit itu tidak memberit tahu beritanya.

"Ba-baiklah! Disini tertulis bahwa Big Mom akan menikahkan putrinya yang ke-18 yaitu Charlotte Galette dengan Uchiha Sasuke dan Uchiha Sasuke sedang dalam perjalanan menuju Whole Cake Island dan akan segera menikahi Charlotte Galette." Ucap Prajurit tersebut.

Dragon dan Sabo langsung membelalakan mata mereka dan tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya bagi Dragon dia tidak peduli dengan pernikahan Sasuke tetapi dia lebih khawatir karena jika ini benar, maka bajak laut Big Mom akan menjadi sangat kuat dan tidak terkalahkan.

Sabo kini sedang berpikir dan sedang menduga-duga apa yang sebenarnya sedang dipikirkan oleh Sasuke. 'Bagaimana bisa Sasuke langsung mengiyahkan pernikahan itu dan langsung menuju ke tempat Big Mom? Dan yang terpenting….' Pikir Sabo sambi melirik kea rah Robin.

Mata Robin langsung membulat dan kini hatinya merasa sakit. Dari awal Robin memang tidak pernah mengerti dengan jalan pikir Sasuke tetapi dia tidak pernah menyangka bahwa Sasuke ternyata bisa jatuh hati kepada wanita lain. Robin berpikir bahwa Sasuke menyukai dirinya karena kedekatannya dengan Sasuke yang sudah lebih dari seorang teman. Perlahan Robin mengingat semua kenangannya dengan Sasuke. Dia ingat saat Sasuke memeluknya, menyuapinya saat ia sedang sakit, merawatnya saat ia sedang sakit dan juga saat Sasuke menyelamatkannya dari Tenryuubito, menggendongnya ke rumah Rayleigh dan yang paling Robin ingat adalah saat Robin menyatakan cintanya kepada Sasuke dan setelah itu ia tertidur dalam pelukan Sasuke. Air mata Robin perlahan menetes dan hatinya benar-benar merasa sakit. Seperti sesuatu yang sedang menusuk hatinya.

"Ro-Robin.." Ucap Sabo yang berusaha memegang pundak Robin.

Sebelum Sabo memegang pundaknya, Robin langsung berdiri dan langsung melankahkan kaki dan keluar dari ruangan tersebut. Robin berlari menuju ruangannya dan ia langsung membaringkan diri di kasurnya.

"Hikssss…Hikssss.." Robin menutup kedua matanya dengan lengan kirinya dan ia mulai menangis.

"Sakit sekali… Kenapa sakit sekali?" Gumam Robin yang merasakan hatinya yang sangat terluka mendengar Sasuke akan menikah.

"Aku sama sekali tidak berniat untuk mengkhianatimu. Aku saat itu hanya bingung karena perkataan Akainu dan seharusnya kau mengerti itu.." Gumam Robin di sela-sela tangisannya.

"Kenapa kau tega? Kenapa kau tidak mencariku?" Lanjut Robin yang air matanya semakin deras mengalir.

"Kenapa kau membenciku Sasuke-Kun.. Maafkan aku karena telah mengkhianatimu dan kembalilah padaku. Kumohon." Gumam Robin.

-X-

( MOBY DICK )

"APA KAU BILANG!?" Ucap Marco yang terkejut dengan perkataan Perospero.

"Benar. Kau harus menikahi Galette Sasuke-San dan juga Mama ingin berbicara denganmu." Ucap Perospero yang memandang Sasuke yang masih membaca isi amplop tersebut.

Mata Sasuke melebar karena ia pun terkejut dengan pernikahan ini. Tentu saja sangat tidak masuk akal bagi Sasuke karena dia akan menikahi orang yang bahkan dia tidak kenal dan tidak pernah bertemu sebelumnya. Sasuke menenangkan dirinya dan ia memasukan kembali kertas itu ke dalam amplop tersebut. Sasuke memandang Perospero dengan datar dan membuat Perospero menelan ludahnya karena ketakutan.

"Perospero kah?" Tanya Sasuke dengan datar.

"A-Ah! Benar! Aku Perospero." Ucap Perospero yang sedikit terbata-bata.

"Boleh aku lihat foto dari Galette ini?" Tanya Sasuke dengan datar yang membuat seluruh bajak laut Shirohige terkejut dan membuat Perospero menyeringai.

"OI SASUKE! APA KAU SERIUS!?" Tanya Marco kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar Marco teriak langsung mengarahkan pandangannya pada Marco dan seluruh bajak laut Shirohige dan Sasuke menganggukan kepalanya seolah memberi tanda bahwa dia akan baik-baik saja. Marco dan kawan-kawan pun mengerti maksud Sasuke dan mencoba mempercayai Sasuke.

"INI! INI FOTONYA! DIA CANTIK BUKAN!?" Ucap Perospero yang memperlihatkan foto Galette kepada Sasuke.

Sasuke memperhatikan foto itu dan melihat seorang wanita yang cukup cantik dan memiliki wajah yang pucat, rambut sebahu berwarna merah muda dan ikal ujungnya. Dia memiliki mata yang kuning dan bulu mata yang sagat tebal. 'Wajahnya seperti seorang psikopat.' Gumam Sasuke didalam hatinya.

"CANTIK BUKAN PERORIN!?" Ucap Perospero yang semakin percaya diri saat melihat Sasuke yang diam saja. Perospero yakin bahwa wajah Galette akan menaklukan Sasuke.

"Memangnya berapa banyak anak yang Big Mom miliki dan kenapa harus dia?" Tanya Sasuke yang mencoba mengulik informasi tentang Big Mom.

"Big Mom mempunyai 39 putri dan 46 putra dan jika di total maka seluruh anaknya berjumlah 85 dari 43 suami yang berbeda. Galette merupakan putri ke 18 dan anak ke 42 dan yang paling cocok dengan perawakan dan sifatmu yaitu Galette." Ucap Perospero sambil menjilat lolipopnya.

"E-empat puluh tiga suami?" Ucap Sasuke yang sedikit terkejut. Dia mungkin sering berjumpa dengan pria mesum brengsek yang mempunyai banyak istri tetapi tidak sampai menyentuh angka empat puluh tiga dan lagi ini adalah seorang wanita. 'Ternyata ada juga wanita bajingan.' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil berkeringat jatuh.

"Betul. Mama adalah seorang wanita yang hebat maka dari itu dia bisa menikahi 43 pria." Ucap Perospero yang tersenyum bangga.

Sasuke dan para bajak laut Shirohige hanya berkeringat jatuh mendengar ucapan Perospero. 'Jika menikahi 43 orang itu kau sebut hebat menjadi lemah selamanya pun aku tidak keberatan.' Gumam Sasuke dalam hatinya.

"Lalu kenapa harus aku? Dari sekian banyak pria yang ada didunia ini kenapa harus aku? Jika kau mengatakan karena aku hebat, masih banyak orang hebat di luar sana." Ucap Sasuke kepada Perospero.

"Hmm? Kalau itu aku tidak yakin tapi semenjak peperangan Marineford mama sudah ingin menikahkanmu dengan Galette. Sepertinya mama menganggap kau orang yang berkarisma dan layak untuk menjadi menantunya." Ucap Perospero.

"Haaaaaaaaahhh.. Nampaknya aku tidak akan bisa lolos dari semua ini jika aku tidak menemui Big Mom langsung. Baiklah dimana kalian tinggal? Aku akan kesana." Ucap Sasuke kepada Perospero.

"BENARKAH!? TERIMA KASIH SASUKE-SAN! Ikut kami! Kami akan mengantarmu ke tempat mama." Ucap Perospero kepada Sasuke.

"Aku punya kapal sendiri. Aku akan berlayar menggunakan kapalku dan mengikuti kalian." Ucap Sasuke. Sasuke langsung membalikan tubuhnya dan menatap Marco dan kawan-kawan.

"Terima kasih atas jamuan kalian. Aku akan pergi sekarang." Ucap Sasuke kepada para bajak laut Shirohige.

"Sepertinya kau akan terlibat masalah besar lagi yoi." Ucap Marco yang tersenyum sambil memijit keningnya.

"Kau ingin kamu menemanimu?" Tanya Jozu kepada Sasuke.

"Tidak. Terima kasih. Ini urusanku dan tidak ada hubungannya dengan kalian semua." Ucap Sasuke sambil tersenyum dan membalikan tubuhnya lalu dia meloncat ke kapalnya. Perospero yang melihat Sasuke sudah meloncat ke kapalnya pun menyeringai dan Perospero pun kembali ke kapalnya.

"JAGA DIRIMU SASUKE!" Teriak Marco kepada Sasuke.

"JANGAN BERTINDAK YANG ANEH-ANEH!" Teriak Jozu kepada Sasuke.

"JIKA KAU INGIN MENIKAHINYA UNDANG KAMI SEMUA!" Teriak Vista yang menggoda Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu semua hanya tersenyum dan melambaikan tangannya tanda perpisahan. Dia lalu memotong tali yang mengikat kapalnya dengan Moby Dick dan kini kapal Sasuke mengambil tali dan ia lemparkan tali itu kapal yang dinaiki Perospero. Perospero pun langsung menangkap tali itu.

"Ikatkan tali itu ke kapalmu." Ucap Sasuke yang langsung mengikatkan tali yang ia pegang ke tiang kapalnya.

"Baik Sasuke-San! Yarodomo! Ikatan tali ini ke tiang kapal!" Ucap Perospero kepada para prajuritnya dan seluruh prajuritnya pun langsung mengikatkan tali tersebut ke tiang kapalnya. Kini kedua kapal itu sudah terikat satu sama lain dan sudah bersiap berlayar.

"Yossh kalau begitu jalan!" Ucap Perospero dan kedua kapal itu pun bergerak dan berlayar. Perospero yang sedikit penasaran dengan Sasuke langsung melompat ke kapal Sasuke dan mencoba berbicara dengan Sasuke.

"Sasuke-San sekali lagi terima kasih telah mau ikut dengan kami." Ucap Perospero kepada Sasuke.

"Hn. Kau mau kopi?" Ucap Sasuke yang berjalan menuju dapur untuk membuat kopi.

"Boleh. Terima kasih." Ucap Perospero yang tersenyum.

Sasuke pun langsung masuk ke dapur kapalnya dan menyeduh dua kopi. Sekitar 10 menit Sasuke memasak air panas untuk menyeduh kopi dan Sasuke kini membawa dua gelas kopi dan satu gelasnya ia berikan kepada Perospero yang duduk di depannya.

"Terima kasih Sasuke-San. Ku kira kau adalah orang yang sombong ternyata tidak." Ucap Perospero yang menerima gelas yang diberikan oleh Sasuke.

"Apa yang perlu aku sombongkan?" Ucap Sasuke yang langsung duduk di depan Perospero.

"Kau berhasil mengalahkan tiga admiral dan juga Taka no Me lalu kau mengacak-ngacak Onigahsima dan membuat Kaido beserta anak buahnya babak belur. Jika aku jadi kau aku pasti sudah menjadi raja bajak laut." Ucap Perospero sambil menyeruput kopinya.

"Hn menjadi raja bajak laut tidak semudah yang kau bayangkan. Berhasil mengalahkan Kaido bukan berarti aku bisa langsung menjadi raja bajak laut. Masih banyak misteri yang harus dipecahkan." Ucap Sasuke kepada Perospero.

"Semua misteri itu berada di Poneglyph dan satu-satunya orang yang bisa membacanya hanyalah Nico Robin. Orang yang pernah berlayar bersamamu." Ucap Perospero kepada Sasuke.

"Kau salah." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"Hmmm? Apa maksudmu?" Tanya Perospero yang kebingungan.

"Orang yang bisa membaca Poneglyph bukan hanya Nico Robin." Ucap Sasuke.

Perospero yang mendengar itu langsung terkejut karena dia baru mendengar bahwa ada orang lain yang bisa membaca Poneglyph. Yang dia tahu hanyalah Nico Robin yang bisa membaca Poneglyph mengingat Ohara sudah dihancurkan.

"Si-Siapa orang itu?" Tanya Perospero kepada Sasuke.

"Aku." Ucap Sasuke dengan singkat dan datar.

Perospero membulatkan matanya dan mulutnya menganga lebar. Sangat masuk akal bagi Perospero jika Sasuke bisa membaca Poneglyph mengingat dia pernah berlayar bersama Robin dan mungkin saja Nico Robin mengajarinya. Bagi Perospero dan bajak laut Big Mom ini merupakan keuntungan yang besar. Jika Sasuke berada di pihak mereka pasti Big Mom akan menjadi raja bajak laut karena kekuatan Sasuke yang besar dan Sasuke bisa membaca Poneglyph.

"Be-benarkah? BENARKAH KAU BISA MEMBACA PONEGLYPH!?" Teriak Perospero kepada Sasuke.

"Pelankan suaramu." Ucap Sasuke dengan datar dan membuat Perospero sedikit tidak enak kepada Sasuke.

"Ma-Maaf. Aku hanya terkejut." Ucap Perospero sambil menundukan kepalanya.

"Lagipula banyak sekali Poneglyph yang harus aku temukan dan teliti jika aku ingin menjadi raja bajak laut. Meskipun aku sudah membaca semuanya, bukan berarti aku bisa langsung menuju Raftel." Ucap Sasuke.

"Untuk itu aku tidak tahu. Aku bukan seorang peneliti atau pun sejarawan yang aku ingin hanyalah melihat mama menjadi raja bajak laut." Ucap Perospero.

"Banyak yang ingin menjadi raja bajak laut tetapi rata-rata dari mereka gagal." Ucap Sasuke kepada Perospero sambil tersenyum.

"Hehehehehe nampaknya kau orang yang mengetahui banyak hal di dunia ini perorin. Jika kau berada di pihak mama, maka mama bisa menjadi raja bajak laut dan juga sebuah kebanggan bagi kami Big Mom Kaizokudan bisa memiliki pria tertampan di dunia sebagai anggota kami." Ucap Perospero.

"Hn kita liha saja nanti apakah negosiasinya berjalan lancer atau tidak." Ucap Sasuke.

"Hmmm? Negosiasi apa yang kau maksud?" Ucap Perospero yang mulai kebingungan dan mulai curiga.

"Apa kalian berpikir dapat menikahkan begitu saja? Apa kalian tidak berpikir kemungkinan terburuk dan juga aku yakin kalian pasti mempunyai rencana jika aku menolak pernikahan ini. Jadi jika kalian ingin aku menikahi Galette maka kalian harus memenuhi syarat yang aku berikan." Ucap Sasuke kepada Perospero.

"S-s-syarat apa yang ingin kau ajukan perorin?" Ucap Perospero yang mulai ketakutan.

"Aku akan memberitahu itu jika sudah bertemu dengan Big Mom." Ucap Sasuke sambil menyeringai.

Sasuke langsung bangkit berdiri dan meninggalkan Perospero yang masih kebingungan lalu masuk menuju kamarnya. Sasuke merebahkan dirinya ke kasur dan ia memandangi atap kamarnya yang berwarna coklat itu. Sasuke banyak mengalami kejadian aneh di dunia ini yang ia tidak pernah hadapi di dunia Shinobi. Sebagai contoh dia baru pertama kali dijodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenali. Sasuke hanya tersenyum dan tidak terlalu memikirkan pernikahannya dan dia sudah bersiap melawan Big Mom. Sasuke sudah bisa menebak karakteristik orang seperti Big Mom yang rakus akan kekuatan dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sebuah kekuatan yang besar. Sasuke mengerti semua perasaan itu. Perasaan ingin menjadi terkuat dan merasa bisa merubah segalanya. Tapi itu dulu dan kini dia sudah menjadi orang yang baru dan berhati baik.

Tapi ada satu hal yang membuat Sasuke tidak terbiasa menjadi orang baik yaitu dikelilingi oleh orang banyak yang konyol dan aneh. Semenjak dia datang ke dunia ini dia sudah di sambut oleh Luffy, Ace dan Sabo yang mempunyai sifat yang unik. Lalu dia bertemu dengan Garp yang kalau ia perhatikan seperti Jiraiya hanya saja Garp bukan seorang yang mesum. Setelah itu dia bertemu Robin dan sebenarnya Sasuke tidak mengklasifikasikan Robin sebagai orang yang aneh hanya saja dia tidak terbiasa dengan sifat Robin yang terlalu berani dan selalu menempel dengannya. Sasuke pun mengerti bahwa Robin sebetulnya merupakan wanita malang yang membutuhkan kasih sayang dari orang lain dan Robin mendapatkan itu semua dari Sasuke.

Tidak hanya Robin, dia pun bertemu dengan seekor atau seorang duyung raksasa yang ternyata menyukainya. Sasuke tidak mengerti bagaimana bisa seekor duyung memiliki perasaan terhadap manusia?

Tapi Sasuke menyukai petualangannya di dunia ini. Dunia ini memanglah unik dan menarik dan penuh dengan misteri. Awalnya Sasuke ingin pulang ke dunia Shinobi secepatnya tetapi seiring berjalannya waktu dia ingin tetap berada disini untuk sementara waktu dan melihat perjalanan Luffy untuk menjadi raja bajak laut dan menemukan One Piece karena Sasuke pun penasaran dengan One Piece.

Sasuke pun perlahan memiringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. Sasuke mencoba untuk tidur karena ia tahu perjalanan ke Whole Cake Island masih lama dan dia pun tidak terlalu tertarik untuk berbicara banyak dengan Perospero.

-X-

Tujuh jam perjalanan pun sudah berlalu dan hampir seluruh kru bajak laut Big Mom pun tertidur termaksud Perospero. Perospero tertidur di kapal Sasuke karena ia harus tetap di kapal Sasuke dan memastikan Sasuke tidak akan kabur. Sasuke yang sudah cukup lama tertidur pun perlahan membuka matanya. Dia bangkit duduk dan meregangkan tubuhnya lalu berdiri dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi dan mandi untuk membersihkan tubuhnya karena siang tadi dia sudah bertempur dengan bajak laut Kurohige dan membuat tubuhnya kotor. 15 menit berlalu Sasuke pun sudah menyelesaikan mandinya dan kini ia mengenakan pakian yang cukup santai yaitu sweater hitam panjang berkerah tinggi yang dampai menutupi lehernya dan celana panjang hitam serta mengenakan sepatu boot biasa.

Sasuke mengambil parfumnya dan menyemprotkannya ke bajunya. Sasuke mengenakan parfum dengan tujuan untuk membuat Galette terpukau tetapi memang ini sudah menjadi kebiasaanya dan hal ini pun sudah ia lakukan saat masih berlayar dengan Robin. Sasuke lalu mengambil mantelnya dan mengenakannya karena cuaca yang sangat dingin di Whole Cake Island dan salju-salju pun terlihat turun dari langit. Sasuke langung membuka pintu dan keluar menuju teras kapal dan melihat Perospero yang tertidur di kursi. Sasuke langsung berjalan mendekati Perospero dan membangunkannya.

"Perospero." Ucap Sasuke dengan sedikit keras supaya Perospero bangun.

Perlahan mata Perospero pun terbuka dan ia langsung menguap dengan lebar. Dia mengucek-ngucek matanya dan melihat Sasuke yang sudah terlihat rapih dan mengenakan topi bundar duduk di depannya.

"Hoooaaammmm.. Sepertinya kau sudah siap menikahi Galette." Ucap Perospero yang menyeringai.

"Berapa lama lagi kita sampai?" Tanya Sasuke kepada Perospero.

"Sekitar 20 menit lagi kita sampai. Setelanmu cukup bagus dan kau memang terlihat sangat tampan. Galette sangat beruntung bisa menikahimu." Ucap Perospero dengan tersnyum.

Sasuke yang mendengar itu hanya terdiam dan tidak mau menjawab ucapan Perospero itu. Sasuke memang tidak ada niatan untuk menikahi Galette tetapi dia juga tidak berniat untuk bertarung dengan Perospero karena jika ia mengatakan tidak akan menikahi Galette, maka seluruh bajak laut Big Mom akan terus mengejarnya dan terus mengganggunya. Bukan Sasuke tidak bisa mengalahkannya hanya saja itu sangat merepotkan. Sasuke berniat untuk berbicara langsung dengan Big Mom dan menyelesaikan permasalahan ini dengan baik-baik tetapi jika memang harus terpaksa bertarung maka Sasuke akan meladeninya.

"Lalu seperti apa itu Whole Cake Island? Apa Whole Cake Island merupakan negeri seseorang yang kalian rebut seperti halnya yang Kaido lakukan dengan Wano Kuni?" Tanya Sasuke kepada Perospero.

"Jangan samakan mama dengan binatang buas itu. Whole Cake Island merupakan pulau pribadi mama dan semua orang yang tinggal disana adalah anak-anak mama dan aliansinya. Tidak ada orang asing yang tinggal di Whole Cake Island selain keluarga mama." Ucap Perospero sambil tersenyum.

"Hn sepertinya dia lebih baik daripada Kaido." Ucap Sasuke sambil terenyum.

"Tentu saja perorin. Mama jauh lebih terhormat daripada siluman naga itu dan keluarga kami pun jauh lebih kuat dari daripada anak buahnya Kaido. Bajak Laut Big Mom terkenal karena kekuatan keluarganya." Ucap Perospero dengan bangga.

"Kekuatan keluarga?" Tanya Sasuke yang tidak mengerti dengan maksud Perospero.

"Benar. Tidak seperti bajak laut lain yang merekrut orang lain sebagai anggotnya, semua anggota bajak laut mama adalah keluarganya dan anak-anaknya. Kami sangat kompak dan menyayangi satu sama lain dan itulah yang membuat kami kuat." Ucap Perospero.

"Kalau tidak salah kau bilang bahwa kau anak tertua dari Big Mom kan? Apa kau berarti orang terkuat setelah Big Mom?" Tanya Sasuke kepada Perospero.

"Hehehe aku memang anak tertua tapi bukan berarti aku yang paling kuat. Orang terkuat setelah Big Mom adalah putra keduanya atau adiku yaitu Chartlotte Katakuri." Ucap Perospero.

"Charlotte Katakuri?" Gumam Sasuke.

"Betul. Katakuri adalah orang paling kuat di antara kami anak-anaknya mama. Katakuri adalah orang dengan pengguna kenbonshoku haki terkuat. Dengan kenbonshoku hakinya dia bahkan bisa melihat masa depan." Ucap Perospero sambil menyeringai.

"Hn. Nampaknya akan sangat merepotkan jika melawanya." Ucap Sasuke sambil tersenyum. 'Sepertinya itu adalah tahap lanjut dari kenbonshoku no haki. Aku harus mempelajarinya karena kekuatan ini akan sangat berguna suatu saat nanti.' Pikir Sasuke.

"Tentu saja! Sudah kubilang Katakuri adalah orang yang sangat hebat dan berwibawa." Ucap Perospero sambil tersenyum. "Kalau dipikir-pikir daritadi aku hanya membicarakan tentang keluargaku. Kenapa kau tidak membicarakan tentang dirimu dan masa lalumu? Lagipula kau calon anggota keluarga kami jadi aku harus mengetahui seluk belukmu." Ucap Perospero kepada Sasuke.

"Semua hal tentang diriku sudah tertulis di berbagai koran dan aku yakin kau sudah membacanya." Ucap Sasuke kepada Perospero.

"Memang benar tapi aku masih penasaran dengan satu hal." Ucap Perospero.

"Apa?" Ucap Sasuke.

"Buah iblis apa yang kau makan?" Tanya Perospero kepada Sasuke.

"Aku tidak memakan buah iblis apapun. Kekuatanku alami berasal dari tubuhku." Ucap Sasuke dengan singkat dan tidak berniat untuk menjelaskan semuanya kepada Perospero.

"Hahahaha sepertinya kau memang orang yang unik Uchiha Sasuke dan sepertinya kita sudah percakapan kita ini karena kita sudah sampai di Whole Cake Island." Ucap Perospero yang bangkit berdiri dan mengarahkan pandangannya ke sebuah pulau yang berada didepannya.

Sasuke yang mendengar itu pun menengok ke sebalah kanan dan melihat sebuah pulau yang besar dan Sasuke melihat seperti banyak gedung yang berbentuk kue. Sasuke sedikit menyipitkan matanya dan mulai menduga-duga apa kekuatan Big Mom.

'Sepertinya Big Mom ini mempunyai kekuatan yang unik. Apa dia mempunyai kekuatan untuk menciptakan kue?' Pikir Sasuke.

"Nampaknya kau sangat terkejut dengan bentuk pulau ini. Mama sangat menyukai makanan manis dan juga kue jadi kami memenuhi pulau ini dengan manisan dan kue. Jika kau sudah masuk, pasti kau menyukai pulau ini." Ucap Perospero sambil tersenyum.

"Aku tidak terlalu suka makanan manis." Ucap Sasuke dengan datar dan membuat Perospero kembali berkeringat dingin.

Kapal Sasuke dan Big Mom pun akhirnya menepi dan mereka memarkirkan kapal mereka di sisi pulau Whole Cake Island. Sasuke langsung melompat turun dari kapalnya dan kini ia sudah menginjakan kakinya di pulau Whole Cake Island. Dia melihat sekelilingnya dan sedikit terkejut.

"LA LA LA LA LA LA!"

Sasuke melihat banyak pohon dan bunga-bunga yang memiliki mata dan mulut dan mereka sedang menatap Sasuke sambil bernyanyi. Terlihat ekspresi bunga dan pohon itu sangat ceria sekali saat melihat Sasuke.

"SELAMAT DATANG UCHIHA SASUKE!"

Pohon-pohon dan bunga-bunga itu memberikan ucapan selamat datang kepada Sasuke dengan senyuman yang membuat Sasuke sedikit merinding. Sasuke tidak pernah melihat bunga dan pohon bernyanyi sebelumnya. Saat di dunia Shinobi dia hanya pernah melihat pohon yang sangat besar dan pohon itu membahayakan seluruh umat manusia.

Sasuke mencoba mendekati bunga itu dan berjongkok dihadapan bunga itu. Ia menatap bunga itu dengan heran dan dia mengerahkan tangannya ke bunga tersebut dan mencoba menyentuhnya.

"Kenapa kau tahu namaku?" Tany Sasuke kepada bunga tersebut.

"Tentu saja. Mama sudah memberitahu kami tentang kedatanganmu dan menyuruh kami untuk menyamnbutmu." Ucap bunga tersebut sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu sedikit merinding dan mulau berpikir yang aneh-aneh. "Kau anaknya Big Mom?" Tanya Sasuke kepada bunga itu karena ia mendengar bunga itu menyebut Big Mom sebagai ibunya.

"Benar. Kami semua anaknya Big Mom." Ucap Bunga tersebut.

Sasuke langsung berkeringat jatuh dan tidak menyangka bahwa bunga ini anaknya Big Mom. 'D-dia bahkan bisa melahirkan setangkai bunga dan pohon.' Gumam Sasuke didalam hatinya.

Perospero dan anak buahnya pun sudah turun dari kapal dan mendekati Sasuke. Perospero tersenyum melihat interaksi antar Sasuke dengan bunga itu.

"Ini adalah salah satu kekuatan Big Mom. Dia bisa membuat benda mati menjadi hidup." Ucap Perospero.

Sasuke yang mendengar hal itu pun langsung bangkit berdiri dan menatap Perospero dan seluruh anak buahnya dengan datar.

"Lalu apa yang harus aku lakukan disini?" Tanya Sasuke kepada Perospero.

"Kami sedang menunggu tim penjemput yang akan datang menjemputmu jadi tunggu sebentar Sasuke-San. Mereka tidak akan lama." Ucap Perospero sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya dan menunggu tim yang dikatakan Perospero akan menjemputnya. Sambil menunggu Sasuke mencoba kembali bertanya tentang pernikahanya kepada Perospero.

"Jadi bagaimana susunan acaranya? Tidak mungkin kan aku langsung menikah begitu saja?" Tanya Sasuke kepada Perospero.

"Betul. Pertama kau akan diperkenalkan dulu dengan Galette dan mamah memberimu waktu jika kau ingin mengenal Galette dengan lebih dekat selama dua hari. Selama dua hari itu kau belum bisa bertemu dengan mama karena ia sedang sibuk bernegosiasi dengan Germa 66 untuk membangun aliansi. Kau mempunyai waktu bebas selama dua hari disini dan kau bebas melakukan apapun dengan Galette." Ucap Perospero sembari menyeringai kepada Sasuke.

"Jangan menyeringai dihadapanku. Menjijikan." Ucap Sasuke dengan datar dan memandang Perospero dengan datar juga. Sasuke tahu apa maksud seringaian Perospero itu.

"E-E-Ehem! Ba-Baik! Lalu di hari ketiga kau akan bertemu dengan mama untuk membicarakan sesuatu yang penting. Dan di hari keempat dan kelima kami akan mempersiapkan semuanya dari kue pernikahan sampai busana yang akan kau gunakan dan di hari keenam pesta pernikahanpun akan di gelar." Ucap Perospero menjelaskan semuanya kepada Sasuke.

'Nampaknya aku baru bisa pergi dari pulau ini di hari ke-3.' Gumam Sasuke dalam hatinya. Tiba-tiba Sasuke mendengar banyak suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya. Sasuke membalikan tubuhnya dan melihat banyak orang yang berjalan mendekatinya. Sasuke memperhatikan satu-satu dari mereka dan seperti dugaan Sasuke banyak dari mereka yang aneh. Terlihat orang-orang itu menatap Sasuke dengan tersenyum dan nampaknya mereka sangat bahagia dengan kedatangan Sasuke.

"YOOO SMOOTHIE AKU BERHASIL MENGAJAK SASUKE-SAN KEMARI!" Teriak Perospero kepada Smoothie.

Sasuke langsung mengarahkan padangannya kepada seorang wanita yang berukuran besar seperti raksasa. Smoothie pun memandang Sasuke dan seketika wajahnya memerah dan saat melihat wajah Sasuke.

'Si-Sialan kau Galette! Kau sangat beruntung!' Gumam Smoothie di dalam hatinya yang iri karena memang wajah Sasuke sangat tampan dan sempurna untuk seorang wanita yang berada disana pun wajahnya mereka saat melihat wajah Sasuke karena mereka terpukau dengan ketampanan Sasuke.

"A-Ah. Kau melakukan tugasmu dengan sangat baik." Ucap Smoothie kepada Perospero.

"Ohhh jadi ini orang yang berhasil mengalahkan Kaido dan anak buahnya sendirian? Suatu kehormatan bisa bertemu denganmu Akuma no Me. Namaku Charlotte Cracker. Komandan divis 4 bajak laut Big Mom." Ucap Cracker sambil membungkuk kepada Sasuke.

Sasuke yang melihat ini mulai merasa tidak enak karena mungkin mereka akan kecewa saat hari ketiga. Sasuke sedikit tersenyum kepada Cracker. "Hn. Senang bertemu denganmu juga." Ucap Sasuke.

"Baiklah kalau begitu, ikut kami Sasuke-San. Kami akan mengantarmu ke ruangan Galette." Ucap Perospero kepada Sasuke.

( RUANGAN PERTEMUAN GALETTE DAN SASUKE )

"Galette kini hanya memakai dress terusan pendek berwaran merah dan kini dia sedang duduk di depan kaca dan memperhatikan dirinya sendiri. Terlihat dari ekspresinya bahwa dia kini gugup dan menanti kedatangan Sasuke. Dia tidak sendiri disitu ada Brule, Pudding dan Katakuri yang membantunya merias wajahnya.

"Pu-Pudding apa aku terlihat buruk?" Tanya Galette kepada Pudding.

"Kau adalah wanita yang cantik Ne-Chan jangan berbicara seperti itu. Perbaiki saja raut wajahmu dan cobalah untuk tersenyum manis." Ucap Pudding kepada kakaknya itu.

"Se-seperti ini?" Ucap Galette sambil mencoba tersenyum.

Katakuri, Brule dan Pudding berkeringat jatuh saat melihat senyuman Galette. "Ne-Chan aku bilang tersenyum bukan menyeringai. Jika Sasuke-San melihatmu seperti ini maka dia mungkin ketakutan." Ucap Pudding.

"A-Aku tidak biasa tersenyum. Cih kenapa susah sekali!?" Ucap Galette yang kebingungan karena waktunya sudah mepet.

"Bersikaplah seperti biasa saja. Maksudku bersikaplah layaknya seorang wanita biasa." Ucap Katakuri dengan santai.

"Memangnya apa yang dilakukan wanita pada umumnya?" Tanya Galette kepada Katakuri.

"Seharusnya kau yang lebih tahu. Aku ini seorang pria." Ucap Katakuri.

"Hmmm? Biasanya wanita itu memasak, mencuci baju dan membuat pria merasa nyaman." Ucap Brule.

"Hmmm ide bagus Ne-Chan! Galette Ne-Chan mungkin saat Sasuke tiba kau bisa mencuci semua pakian kotor Sasuke dan memijitnya karena mungkin dia merasa lelah karena perjalanan panjangnya." Ucap Pudding kepada Galette.

"Me-memijit?" Gumam Galette yang wajahnya langsung merona karena membayangkan hal-hal aneh.

"Ne-Chan apa kau yakin bisa menikah dengan Sasuke-San?" Ucap Pudding yang ragu bahwa kakaknya akan mampu menikahi Sasuke. Dilihat dari reaksinya, Pudding melihat Galette merasa gerogi.

"Sebentar lagi dia akan datang. Berisaplah." Ucap Katakuri yang langsung berdiri dan menghadap ke pintu.

Puding, Galette dan Brule pun langsung berdiri dan menhadap ke pintu. Pudding berkeringat dingin, Brule menelan ludah dan tubuh Galette bergetar. Mereka semua sedang menunggu kedatangan sang mempelai pria.

"Ne-Chan, Sasuke-San bukan pria biasa dan dia sangat kuat. Dia berhasil mengalahkan Kaido dan seluruh anak buahnya sendirian dan dia merupakan bajak laut dengan bounty tertinggi bahkan bountynya lebih tinggi dari pada mama. Kuatkan dirimu." Bisik Pudding kepada Galette.

"U-u-uhm!" Galette mengangguk dengan cepat dan mencoba menenangkan dirinya tetapi hasilnya nihil. Tubuhnya terus bergetar karena gerogi.

TOK! TOK! TOK!

Terdengar suara ketukan pintu dan membuat Galette, Pudding, Brule dan Katakuri menelan ludah. Katakuri mungkin seorang yang kuat dan tidak takut apapun tetapi orang yang datang kali ini adalah orang yang mempunyai kekuatan yang setara dengan ibunya yaitu Big Mom dan bahkan dia tidak bisa menggunakan kenbonshoku hakinya dan melihat masa depan karena ia pun gugup.

"Ma-Masuk.." Ucap Galette.

CLACK!

Pintu pun terbuka dan nampak Perospero, Cracker dan seorang pemuda yang memakai sweater hitam berkerah tinggi dan memakai topi. Pudding, Brule dan Galette memfokuskan pandangannya ke sosok itu dan wajah mereka langsung merona. Mereka pernah melihat Sasuke di foto buronannya dan mereka akui Sasuke memang tampan tetapi saat mereka melihat langsung wajah Sasuke ternyata Sasuke lebih tampan dan mungkin pria tertampan yang pernah mereka temui seumur hidup.

"Ne-Ne-Chan.. Kau sungguh beruntung." Gumam Pudding yang masih memandang Sasuke.

"Wo-Wow! Tampan sekali!" Gumam Brule yang matanya kini sudah terfokus ke wajah Sasuke.

"GLUP!" Galette menelan ludahnya dan wajahnya sudah benar-benar merah. Dia benar-benar tidak menyangka akan menikahi pria setampan Sasuke.

Sasuke yang melihat itu pun hanya menghela nafas dan berjalan mendekati Galette.

"Charlotte Galette kah?"

CHAPTER 17 END

ARIGATOU GOZAIMASU!