LOVE LIVE LONDON
...
..
.
CHANBAEK STORY
..
CAST
Byun Baekhyun / Brian
Park Chanyeol / Richard
..
.
.
"Sehun, nanti aku ikut mengantarmu sampai bandara ya? " Tiga hari terlewati begitu saja, nanti malam Sehun harus kembali ke Korea.
"Tidak hyung, itu terlalu larut. Belum lagi nanti kau harus pulang sendiri" Sehun yang tengah sibuk memasukkan bajunya ke koper menyahuti.
"Aku sudah dewasa Sehun, aku bahkan lebih tua darimu, aku bisa menjaga diri."
"Tetap saja aku khawatir"
"Tapi aku ingin ikut, mana tega melihat adik tersayangku pulang tanpa ada yang mengantar" Baekhyun masih berusaha merayu.
"Tidak hyung"
"Ayolah, aku akan baik-baik saja. Lagipula 10 tahun terakhir aku juga selalu sendiri" ujar Baekhyun memberikan puppy eyes-andalannya.
Dan Sehun selalu kalah jika sang kakak sudah mengeluarkan jurus itu. Si pria berkulit pucat nampak menghela nafas "Baiklah, tapi hanya jika kau mengajak salah satu temanmu ikut, aku tidak mau kau pulang sendiri dari bandara nanti"
"Itu merepotkan, aku bukan anak-anak yang harus ditemani kemana-mana"
"Yasudah kalau begitu tidak usah pergi"
Baekhyun mendengus "Aish! Baiklah" Setelah mengatakan itu, dengan langkah kesal dan wajah tertekuk Baekhyun berjalan keluar kearah kamar miliknya.
Sehun tersenyum simpul, sudah paham benar tabiat kakak semata wayangnya. Dia masih sama seperti dulu, sifat kekanakannya tidak berubah. Umur mereka hanya terpaut 3 tahun, sejak kecil Baekhyun memang sangat cengeng dan suka merajuk. Sering menangis karena hal-hal sepele. Sehun yang notabene seorang adik malah terlihat seperti kakaknya, selalu disamping Baekhyun untuk menenangkan dan menghibur jika ia bersedih.
Kalau boleh jujur sebenarnya saat kecil Sehun sadar jika kedua orangtua mereka lebih memanjakan Baekhyun daripada dirinya. Normalnya ia sebagai seorang adik akan merasa kesal dan cemburu, tapi Sehun tidak. Karena Baekhyun itu terlalu manis, kakaknya itu benar-benar polos dan Sehuntak bisa marah atau kesal padanya.
Setelah menimang beberapa nama teman yang akan ia mintai tolong menemaninya ke bandara, akhirnya pilihannya jatuh pada Chanyeol. Ia takkan mengajak Krystal atau Wendy, mana tega membawa teman gadisnya itu keluar di jam 11 malam. Dan, Vernon letak rumahnya cukup jauh, pasti akan sangat merepotkan. Jadi pilihan terbaik adalah Chanyeol, karena Baekhyun tidak memiliki kenalan lain lagi selain mereka berempat.
Baekhyun sudah memencet bel, mengetuk pintu dan beberapa kali memanggil nama Chanyeol. Tapi penghuni dari dalam sana tak kunjung keluar juga.
"Apa dia bekerja? Apa aku hubungi saja?" Sudah sedetik ini Baekhyun akan merogoh sakunya "bodoh, aku bahkan tak punya nomor telponnya" Baekhyun merutuki dirinya sendiri, kalau begitu tak ada cara lain selain menghampirinya ke Cafe.
Mereka berdua memang belum bertukar nomor ponsel, pikirnya untuk apa kalau bisa langsung mengahampiri. Tapi sepertinya disaat seperti ini dia sangat membutuhkannya.
Pria manis itu melangkahkan kakinya masuk dalam cafe. Melihat sekeliling mencari dimana gerangan Chanyeol berada.
Dapat, pria itu sedang mencatat pesanan pelanggan.
"Richard"
"Oh Baek, mau pesan apa?" Sapa Chanyeol saat menangkap siluet si manis tetangga sebelah.
"Tidak, aku datang bukan untuk memesan. Aku ingin bicara denganmu, bisa minta waktu sebentar?"
Berkedip-berkedip-berkedip
Chanyeol bahkan mencubit lengannya sendiri hanya untuk memastikan bahwa ini bukan mimpi di siang bolong. Sebuah keajaiban Baekhyun datang menemuinya hanya untuk membicarakan sesuatu.
"Tentu, tunggu sebentar. Aku akan memanggil temanku dulu untuk menggantikanku" Chanyeol langsung melesat pergi dari sana, memanggil Kai dengan begitu heboh.
"Kai! Ya! Kai dimana kau?" teriakannya menggema diseluruh penjuru ruang. Rekan kerjanya yang lain ikut mengalihkan atensi, penasaran dengan kegaduhan yang pria jangkung itu buat.
"Aku disini ada apa?" Kai yang baru keluar dari kamar mandi itu menyahut panik. "kenapa berteriak-teriak, ada apa?"
"Gantikan aku sebentar, aku harus segera menemui calon jodohku"
"Sial! Kukira ada kebakaran tadi!" Kai membuang nafas kasar, dan chanyeol hanya menyengir bodoh. Tanpa menunggu lama pria bertelinga peri itu kembali melesat menemui sang pujaan hati.
Setelah mendudukan diri dengan tenang, Chanyeol membuka pembicaraan "Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
"Sebenarnya ini lebih seperti permintaan. Begini, apa kau bisa temani aku ke bandara nanti malam?"
"Bandara? Kau mau pergi kemana?" Chanyeol memandang Baekhyun dengan alis berkerut.
"Bukan aku yang pergi, tapi Sehun"
"Pria albino itu pergi?" Chanyeol tak menyangka tapi tak menampik jika ia merasa senang. Mati-matian menahan senyumnya agar tidak mengembang. Tak ingin membuat Baekhyun menatapnya aneh. Walaupun pria itu kini menatapnya tak biasa karena baru mengatai Sehun dengan sebutan albino. Chanyeol segera berdeham. "Maksudku Sehun pergi? Kemana?"
"Dia akan kembali ke Korea, sebenarnya aku bisa mengantarnya sendiri. Tapi Sehun tak memperbolehkan, katanya terlalu larut. Jadi menyuruhku untuk mengajak seseorang turut serta agar aku tidak sendiri saat pulang nanti"
"Ah, jadi begitu"
"Jadi apa kau ada waktu nanti malam?"
"Tentu, aku akan menemanimu"
"Terimakasih" Baekhyun tersenyum mendengarnya
"Sebenarnya kau tak perlu jauh-jauh datang kemari hanya untuk mengatakannya"
"Ya, tapi mau bagaimana lagi, aku tak punya nomor ponselmu"
"Benar juga, kalau begitu berikan ponselmu" Baekhyun tanpa banyak tanya mengulurkan benda persegi panjang itu. Chanyeol mengambilnya segera, mengetikkan beberapa angka kemudian mendialnya.
"Sekarang kau bisa mengirimiku pesan dan menelponku kapanpun kau mau. Aku pasti akan selalu mengangkatnya selama 24 jam penuh" Chanyeol berujar sambil menunjukkan ponsel miliknya yang sedang berdering menampilkan nomor Baekhyun disana.
Baekhyun terkekeh mendengarnya "Memangnya kau layanan emergency? Atau customer service?"
"Aku bisa menjadi apapun untukmu" ucap Chanyeol sambil menampilkan senyuman manis, memunculkan single dimple dipipinya. Membuatnya berkali-kali lebih tampan. Dan itu sukses menjadikan jantung pria didepannya berdesir.
"Hyung mana temanmu?" Sehun dan Baekhyun sedang berdiri didepan gedung apartemen dengan sebuah Taxi yang telah terparkir dan koper yang sudah siap dalam bagasinya.
"Sebentar lagi" ujar Baekhyun sambil mengecek lagi ponselnya, Chanyeol bilang sedang dalam perjalanan dari Cafe.
Beberapa menit berlalu sampai sosok jangkung itu akhirnya muncul.
"Maaf membuat kalian menunggu" Suara berat itu putus-putus, masih tersengal habis melakukan maraton.
"Kau? Apa yang kau lakukan disini?" Sehun yang melihat siapa sosok itu langsung menatap dengan pandangan tajam.
"Tentu saja untuk mengantarmu pulang" Jawab Chanyeol menampilkan senyum lima jari.
"Mengantarku pulang?"
"Sehun, aku yang memintanya menemaniku" Baekhyun menjelaskan. Dan, wajah Sehun semakin keruh dibuatnya.
"Dari sekian banyak orang kenapa harus dia?" Kekhawatiran Sehun semakin meningkat mengetahui Chanyeol yang akan menemani hyungnya. Membuatnya tambah was-was takutnya kalau Chanyeol malah berbuat macam-macam nanti.
"Memangnya kenapa? Bukankah ini bagus, kami tinggal bersebelahan jadi dia bisa menemani dan mengantarku bahkan sampai depan pintu" Baekhyun mengerjapkan matanya, merasa aneh dengan reaksi Sehun yang terlihat tidak suka.
"Benar sekali, tenang saja aku pasti akan menjaganya dengan baik" ujar Chanyeol dengan senyum yang tak sedikitpun luntur.
"Ayo cepat kita berangkat, penerbanganmu kurang dari satu jam lagi" Baekhyun beralih menuju Taxi, membuka pintu belakangnya. Chanyeol dengan semangat mengekori pria manis itu. Sedikit lagi kakinya menginjak masuk dalam mobil tapi Sehun lebih dulu menariknya.
"Kau duduk didepan" Chanyeol mendengus, mau tak mau menuruti apa yang Sehun katakan. Tidak berminat untuk berdebat disaat seperti ini.
..
Chanyeol masih berdiri disana, melihat bagaimana dua manusia itu saling berpelukan. Tubuh Baekhyun yang mungil nampak begitu nyaman berada direngkuhan yang lebih tinggi.
"Sshht, Sudah jangan menangis kita akan bertemu lagi. Kenapa kau jadi cengeng begini hm?"
"Aku pasti akan sangat merindukanmu" Baekhyun mengangkat wajahnya yang memerah. "Aku hanya takut tak bisa bertemu lagi denganmu"
Tangan seputih susu itu mengelus surai perak Baekhyun. Kemudian beralih mengusap lelehan air mata yang mengaliri pipinya. "Bukankah kau akan menyusulku?" Baekhyun mengangguk, membuat helaian rambutnya ikut bergerak karenanya. "Lalu kenapa kita tak bisa bertemu lagi?"
"A-aku hanya takut jika ayah tiba-tiba berubah pikiran dan-" Baekhyun mencicit lirih dalam pelukan yang lebih muda.
"sst, Apa yang kau pikirkan? Itu semua tidak mungkin terjadi." Sehun beralih menatap manik kakaknya "Aku jamin ayah takkan berubah pikiran, aku akan menunggumu" Setelah kalimat itu Sehun kembali memeluk kakaknya dan memberikan kecupan bertubi dikepalanya.
"Ya! Berhenti menciumiku, sudah berapa kali kukatan jangan menciumku sembarangan!" Baekhyun berontak dari rengkuhan sang adik sambil menghindari ciuman dikepalanya.
Sehun hanya terkekeh, kemudian berbisik "Aku suka aromamu hyung, seperti Strawberry membuatku ingin menjilatnya"
"Yak! Dasar kurang ajar" Baekhyun menginjak kaki Sehun, membuat pria tampan itu mengaduh sakit. Suasana yang tadinya sedikit haru berubah jadi ricuh seketika. Rengkuhan Sehun otomatis terlepas "Akh, sial"
"Kau bilang apa tadi?" Kini Baekhyun beralih berjinjit mencoba menggapai kepala adiknya itu untuk dipukul "Akh, ampun ampun, aku hanya bercanda"
Aksi Baekhyun baru berhenti saat telinganya mendengar panggilan penerbanagan pesawat yang akan Sehun tumpangi. "Sepertinya aku harus pergi sekarang" Sehun mengambil kopernya sedang Baekhyun hanya mengangguk, "Hati-hati Sehun-a"
"Kau juga, jaga dirimu baik-baik"
Kini pandangan Sehun beralih pada Chanyeol yang telah lama terabaikan dibelakang sana. "Aku titip dia. Tolong menjaganya dengan baik jangan lakukan apapun yang dapat membuatnya sedih. Jangan menyakitinya" Ujarnya terakhir kali, sebelum benar-benar meninggalkan London.
Setelah kepergian Sehun, Chanyeol dan Baekhyun langsung pulang. Di dalam Taxi itu keadaan begitu hening karena Baekhyun jatuh tertidur, padahal sebentar lagi mereka sampai. Kepalanya bersandar di kaca mobil, membuatnya beberapa kali terantuk. Melihat itu Chanyeol berinisiatif menyandarkan kepala Baekhyun pada bahunya.
Pria jangkung itu memandangi wajah damai nan rupawan Baekhyun dengan tatapan nanar yang tak terbaca apa maksudnya. Tangannya terulur menyingkirkan beberapa anak rambut yang menutupi wajah cantik sang pujaan hati.
Chanyeol perlahan mendekatkan wajahnya pada telinga si mungil. Membisikkan entah apa disana. Selesai dengan kalimatnya kini ia beralih, pandangannya jatuh pada sesuatu diwajah Baekhyun. Jantungnya tiba-tiba berdebar cepat. Entah apa yang tengah ia pikirkan. Tapi yang jelas kini Chanyeol dengan lancang kembali mendekat, mengikis habis jarak bibirnya dengan yang lebih tipis. Merasakan bagaimana lembut dan manisnya lunak itu.
Setelah beberapa detik Chanyeol segera memutus tautan. Tak ingin hilang kendali dan berakhir melakukan lebih jauh dari ini. Ia begitu menyukai Baekhyun. Chanyeol ingin memilikinya seorang diri, tak ingin pria itu pergi. Tapi bayangan yang ia lihat dibandara tadi terus mengusiknya.
...
..
.
TBC
..
.
Apa kabar readers-nim sekalian? Maaf kalau ceritanya semakin gaje
Makasih buat yang masih membaca karya abal-abalku ini dan menyempatkan meninggalkan jejak
