Author : Wpamls
Cast : Yesung x Ryeowook (Super Junior) and more
Genre : Friendship, Romance
Rate : T (Semi-M)
Warning : Yaoi, Typo(s), tidak sesuai EYD, alur yang lambat
Disclamer : cast bukan milik siapapun, cerita ini fiksi. Enjoy!
Chapter : 17
-wpamls-
Ryeowook meringkuk, disisi tempat tidur dengan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Memikirkan apa yang baru saja terjadi. Mencerna dan menerka seluruh cerita yang mungkin terjadi.
Ryeowook POV
Nae.. yeojachin… park jinyeon?
Aku berani bersumpah aku tak salah liat. Tapi apa yang terjadi.. yesung hyung, dengan mantannya masih berhubungan? Atau apakah yesung hyung lupa belum mengganti nama di kontaknya? Tapi walau begitu bukankah agak aneh yesung hyung menjawab panggilannya di waktu sepagi ini?
Aku … aku tak bisa berpikir positif saat ini.
Dia meninggalkanku setelah menerima sebaris pesan dari mantannya? Disaat kami sedang bercinta? Hahaha
kekasih mana yang masih bisa berpikir positif diposisiku saat ini.
Ini sudah ketiga kalinya …. dalam satu hari
Aku mengalami penolakan dari yesung hyung…
Bahkan di hari spesial kami berdua, dia…. bisa-bisanya melakukan itu padaku..
Aku benci dia. Aku benci bagaimana ia bisa membuatku merasa di nirwana lalu dengan mudah pula membuatku merasa seperti sampah yang dibuang. Aku benci yesung hyung.. aku benci diriku yang cengeng, aku benci park jiyeon yang mengambil perhatian kekasihku. Aku benci semua yang ada disekitarku saat ini!
Author POV
Ryeowook hanya bisa menangis, menangis dan menangis. Sesenggukan, Hingga napasnya tercekat karena menangis dengan sangat, hingga kehabisan napas yang membuatnya semakin merasa sesak. Sesak karena menangis dan sesak karena hatinya yang menjerit meminta penjelasan yesung hyung.
Ryeowook menunggu. Menunggu yesung kembali dan menjelaskan semua padanya. Dia menjaga agar matanya terus terbuka, karena percuma, bahkan jika ia ingin tertidur sekalipun, pikirannya jauh mengelana dengan kemungkinan-kemungkinan buruk yang ia bayangkan.
Dilain sisi yesung sedang berbicara dengan park jiyeon
.
.
"apa yang ingin kau bicarakan? Kau tau ini jam berapa? Apa kau berada di luar korea?" yesung berujar sarkas, walau ia kesal, ia berusaha tidak memaki orang disebrang sana.
"oppa, kalau kau kesal sekarang maka itulah perasaanku saat ini. harusnya aku yang bertanya padamu. Permainan gila apa yang sedang oppa lakukan saat ini?"
"jiyeon, aku tak mengerti yang kau bicarakan.. tolong cepat pada intinya saja."
"jadi oppa juga tidak tau menau soal pertunangan ini?"
"Mwo? Pertunangan?"
"oemmamu pasti sudah ingin mendapatkan cucu.. kau tau, aku baru saja pulang kerumah setelah malam tadi aku berpesta ditempat salah satu temanku, dan tiba-tiba aku menemukan surat undangan dari keluarga KIM yang mana dari eommamu, menyatakan mengundang aku dan keluarga untuk makan malam bersama membahas masalah pertunangan.."
Crapp. rasanya saat itu juga yesung ingin terjun dari apartemennya
"kau bilang kau sudah punya kekasih kan oppa? Dan lagi kukira kita sudah bersepakat untuk tak saling berhubungan lagi setelah kencan palsu itu? Tapi apa ini? kenapa kau tidak memberitahuku soal pertunangan dan segala sandiwara lainnya?!"
"…. Jinyeon… pertama-tama kukatakan satu hal.. aku tak tau menahu tentang pertunangan ini. kedua, aku memang sudah tak ingin ada hubungan apapun denganmu, dan ketiga….
Yesung menarik napas dalam dan menhembuskannya sebelum emosi mengambil alih dirinya
Motherf*cker! Aku belum ingin menikah!"
"hey! kau tak perlu memaki ku oppa.. kau pikir aku masih menginginkanmu? Maaf tapi seorang park jiyeon tidak akan lagi mengemis cinta seseorang yang telah memiliki kekasih. Lalu aku harus bagaimana? Orang tuaku bertanya-tanya apakah hubunganku denganmu sudah seserius itu sedangkan aku saja telah putus lama denganmu."
"kau.. kau tidak perlu menghadiri undangan itu.. sampaikan juga permohonan maafku pada orang tuamu karena membuat kekacauan ini.. aku sendiri yang akan bilang pada eommaku jika hubungan kita sudah berakhir sejak lama…"
"kau benar-benar tidak perlu bantuanku lagi? sejujurnya aku tidak merasa keberatan jika memang kau memerlukan bantukanku untuk bersandiwara oppa, jangan salah paham… aku hanya merasa, setelah kupikir lebih jauh, aku memang wanita brengsek yang perlu meminta maaf padamu. Aku benar-benar tidak ada niatan bersamamu kembali, aku bersumpah, aku hanya merasa kau sedang dalam masalah yang berat hingga perlu melibatkanku, seseorang yang pasti sangat kau benci.."
"sejak kapan park jiyeon jadi lebih dewasa seperti ini? haha aniya, aku tak apa, ini masalahku.. terimakasih atas tawarannya."
"hmm tak apa jika oppa masih belum bisa percaya dengan kata-kataku, tapi aku bersungguh-sungguh.. saat kau butuh bantuanku, kau bisa dengan segera menghubungiku oppa."
"aku percaya padamu.. terimakasih jinyeon-ah. Aku tau kau sebenarnya gadis yang baik. Aku berharap jika aku bisapun aku ingin terus menjagamu, tapi maaf hatiku benar-benar sudah berpaling."
"hahaha kenapa kau jadi melankolis begini oppa, ani.. jangan bersamaku, kau berhak mendapatkan yang lebih baik. Dan ada satu hal lagi yang perlu ku klarifikasi. Aku benar-benar tidak selingkuh untuk kedua kalinya oppa, hanya saja kau benar, sama sepertimu, aku sudah tidak mencintaimu seperti dulu awal kita bertemu."
"hmm baiklah, sepertinya aku harus mulai membereskan masalahku, terimakasih atas informasi dan support yang telah kau berikan, itu sangat membantu."
"ne, bye oppa."
"ne.."
Saat itu juga yesung segera kembali ke apartemennya untuk bersiap-siap dan bergegas ke rumah orang tuanya yang berlokasi di gangnam. Dia harus menjelaskan segala keadaan sebenarnya sebelum semakin rumit dan melibatkan banyak orang.
-wpamls-
10.23
Matahari telah bersinar.. memasuki setiap celah termasuk kamar milik namja manis bernama kim ryeowook.
Ia masih bergelung dalam selimut setelah kehabisan energi untuk menangis dan terjaga menunggu kekasihnya.
Ryeowook POV
"Eunghh jam berapa ini?"
Ia menggeliat, melihat matahari telah beranjak naik, ia yakin sudah lebih dari pukul 7 saat ini.
Termenung khas orang bangun tidur. Ia mengecek sekeliling. Berserakan pakaiannya. Ia teringat malam sebelum kepergian yesung. Dan yesung hyung tak kembali. Ia coba mengecek handphone berharap ada kabar dari kekasihnya. Tapi nihil. Tak ada satupun pesan dari kekasihnya itu.
Tak ingin larut lagi dalam kesedihan, ryeowook beranjak mandi menenangkan diri. Berpikir se-positif yang ia bisa. Memegang kepercayaannya pada yesung hyung, sebisa yang ia lakukan.
.
.
Author POV
Setelah sarapan, membersihkan rumah, menonton tayangan TV, hingga sore telah tiba.. ryeowook masih berharap ada pesan masuk dari kekasihnya. Ia menunggu. Duduk termenung di kursi sofa dengan tv yang menyala. Beberapa kali ia ingin mengirim pesan terlebih dahulu namun ego masih mengendalikan dirinya. Akhirnya ia putuskan untuk keluar mencari udara segar. mungkin berenang juga bisa menjadi pilihan yang bagus.
Dia pergi ke lantai 1 setelah siap dengan segala perlengkapannya. Kolam renang terdiri dari dua bagian, indoor dan outdoor. Kali ini ryeowook memilih kolam outdoor. Kolam yang dapat dilihat dari tempat-tempat di lantai 1, seperti area gym dan beberapa dari area resto. alasannya? Tidak ada alasan khusus, ia hanya sedang ingin saja.
Jangan bayangkan ryeowook yang hanya mengenakan celana renang, tidak. Tidak mungkin, sekujur tubuhnya penuh dengan kissmarks, kali ini dia memilih pakaian renang tertutup diseluruh tubuhnya. Ia focus, benar-benar berenang. Sesekali beristirahat ditepi karena kelelahan. Olahraga memang hal yang bagus untuk mengalihkan pikiran. Saat sedang menepi dan beristirahat tiba-tiba ada seseorang memanggil dirinya
"ryeowook?"
"oh hai donghae.."
-wpamls-
11.18
Rumah orang tua yesung
Yesung tiba sekitar pukul 6 pagi. Setelah seharian beraktivitas dan menahan kantuk, akhirnya dengan selamat ia sampai. Orang tua yesung, terutama ibunya sangat kaget dengan kedatangan yang tiba-tiba ini, namun ia senang akhirnya anak sulungnya datang setelah sekian lama. Dengan tujuan yang jelas yesung ingin membicarakan satu hal penting, namun ia sadar kondisinya sedang tak tepat dan akhirnya ia memilih tidur dan membicarakan hal tersebut setelahnya.
Tok tok tok
"jongwoon.. kau sudah bagun? Eomma boleh masuk?"
Yesung POV
"ne umma, masuk saja.."
aku duduk di tepi ranjang
"akhirnya kau kemari juga, eomma sudah lama merindukanmu anak nakal!"ucap eomma sembari memeluk ku
"hmm.. aku juga merindukan eomma.."
"bagaimana kuliahmu? Baik baik saja? Sudah selesai semua ujian?"
"ne.. kau tak perlu khawatir untuk masalah akademik eomma, inilah alasan dibalik kepalaku yang besar wkwkwk"
"hahaha kau ini bisa saja.. "
"eomma… sebenarnya, selain karena aku merindukan eomma, alasan kedatanganku adalah karena kartu undangan makan malam yang eomma kirimkan pada jiyeon.."
"ah… kau sudah mengetahui itu.."
"eomma sebelumnya aku mau meminta maaf, aku akan mengatakan yang sejujurnya.. "
Yesung menggenggam tangan eomma nya dan dengan seserius mungkin ia mengatakan seluruh yang mengganjal dipikiran dan hatinya.
"aku membohongi eomma… aku sudah lama putus dari jiyeon, aku berpura-pura masih berpacaran dengannya karena aku tak ingin dijodohkan dengan anak kolega appa.. aku juga masih belum siap untuk menikah, tapi aku tak ingin menyakiti perasaan eomma.. maka dari itu aku melakukan hal ini .. tapi aku juga salah karena telah membohongi ummaku sendiri, orang yang sangat mencintaiku... aku tau aku salah, tapi aku benar-benar tak berpikir panjang waktu itu, aku kebingungan.. aku minta maaf eomma… dan maka dari itu, aku mohon, mulai sekarang jangan sangkutpautkan jiyeon dengan diriku lagi.. karena aku dan dia memang tak ada hubungan apa-apa lagi."
"…"
"mianhae eomma.."
"kalian benar-benar sudah berpisah?"
"nde.. eomma.." yesung mulai khawatir dan bersiap dengan segala kemungkinan terburuk yang akan eommanya lakukan
"Dengan alasan apa?"
"ini agak rumit.. tapi awalnya ini semua karena jiyeon selingkuh, aku tak menyalahkan jiyeon sepenuhnya karena memang, setelahnya hatiku sendiri telah berpaling untuk orang lain.. aku berusaha menyelamatkan hubungan kami, tapi ternyata aku benar-benar tak bisa, jiyeon-pun sama, dia sudah tak mencintaiku lagi."
"kau dicampakkan?"
"ani eomma.. keunde... baiklah, jika eomma mau menganggapnya seperti itu aku tak masalah. Tapi yang jelas aku benar-benar tak bisa bersama jiyeon lagi."
"kenapa tak jujur pada eomma? Kenapa tak bilang dari awal kalau kalian telah putus karena perselingkuhan yang dilakukan jiyeon?"
"aku takut eomma tak percaya, karena aku tau bagaimana eomma begitu menyukai jiyeon.."
"oh anakku kim jongwoon! Tentu saja eomma lebih mempercayaimu, kau anakku, anak yang sangat eomma banggakan, yang selalu memprioritaskan keluarga diatas segalanya, mana mungkin eomma tak percaya padamu.. jika memang dia bukan gadis yang baik, maka eomma tentu tak akan memaksamu untuk terus dengannya.. dan lagi, eomma memang menginginkan cucu darimu dengan segera, tapi bukan berarti eomma memaksamu untuk bersanding dengan orang yang tidak tepat."
Yesung sejujurnya agak sedikit kaget, dia berkespektasi bahwa pembicaraannya dengan eomma akan mengalami berbagai kesulitan, tapi nyatanya… eommanya dengan mudah memahami yesung.
"…. Hmm gomawo eomma…"
"kau bilang tadi kau telah berpaling pada orang lain? Apakah ia kekasih barumu?"
Deng
Yesung kebingungan… haruskah ia membahas topic ini sekarang dengan eommanya? Apakah ini timing yang tepat? Atau perlukah ia menyimpannya terlebih dahulu? Yesung benar-benar bingung harus menjawab apa…
-wpamls-
Author POV
"hahahaha kau selalu saja, ceroboh sekali hahaha.." tawa ryeowook tak bisa dihentikan sama sekali
"na jinjja ya! Aku benar-benar merasa ada yang aneh.. aku berpikir awalnya itu daging, tapi mengapa setelah kugigit dia tidak terpotong.. ternyata tutup botol minyak wijen, lee donghae …. Ia benar-benar sesuatu." Ucap shindong hyung semakin menambah gelak tawa ryeowook karena ekspresinya yang lucu
"hahaha yak hyung, kau tau aku tidak jago memasak, salahmu sendiri memintaku memasak saat itu..ah keumanhaee hahaha"
Donghae ikut tertawa karena cerita lama shindong hyung dengan dirinya, tapi hal yang lebih membuatnya bahagia adalah melihat tawa ryeowook yang lepas.. dia tak keberatan sama sekali jika shindong membuka semua kebodohannya, demi bisai terus melihat tawa itu, tawa milik ryeowook.
Ah mian, belum kujelaskan.
Setelah bertemu di kolam renang, ryeowook merasa ia perlu teman untuk menyegarkan pikirannya, dan saat itu, donghae tidak menolak saat ryeowook memintanya untuk menemani berjalan-jalan. Memang cukup aneh bagi donghae, setelah mereka berdiam dan mendiamkan satu sama lain, kini mereka mulai membangun pertemanan kembali. Tapi tak masalah, ini lebih baik daripada terus terusan menghindar dan merasa canggung setiap bertemu.
Setelah makan dan berjalan-jalan sebentar, mereka berakhir disebuah studio musik milik teman donghae, yaitu shidong hyung yang mana merupakan sahabat lee donghae dan juga sunbae mereka. Saat itu donghae ingin berkonsultasi dan meminta saran akan music yang sedang ia kerjakan, dan ryeowook sama sekali tak keberatan untuk andil dan menemani donghae. Shindong tipe orang yang sangat asik, ia seorang mood maker, tak salah donghae mengajak ryeowook kemari. Mereka dengan cepat menjadi akrab dan lihat sekarang, bersendau gurau layaknya teman lama.
"eh kau tau hyung, ryeowook jago memasak.. kau tanya dia saja kalau tak percaya.."
"lalu? Kenapa kau tiba-tiba berbicara out of topic? Kalau kau ingin dimasakkan oleh ryeowook bilang sendiri.. jangan membawa-bawa aku.."
Sial hyungnya satu itu memang paling bisa membaca situasi dan maksud donghae
"yak! Ini masih topic yang sama.. kau tadi membahas masakanku kan, sekarang aku membahas masakannya ryeowook.. ah dasar kau hyung!" ucap donghae kesal karena malu
"haha aku tidak sejago itu lee donghae, tapi kalau kalian memang mau mencoba, aku bisa memasakkan dinner hari ini.. itupun kalau kalian mau."
"WUAAH JINJA?! Aku mauu!" ucap donghae antusias.
"benarkah? Emm.. bagaimana ya? Aku sangat mau, tapi masih banyak deadline. Sepertinya waktu lain kali kalau kau berkenan ryeowook-ah"
"oke hyung, mungkin kapan-kapan aku akan kemari lagi membawakan sesuatu.. berbincang denganmu benar-benar memperbaiki moodku hahahaha. Eh tapi tak apa kan jika aku kesini lagi?"
"tentu saja! kau tidak tau betapa bosannya aku jika hanya bersama lee donghae, kau jauh lebih mengasikkan kim ryeowook"
"AH HYONGGG!"
Hahahaha…
Gelak tawa terdengar lagi mengisi ruangan itu.
.
.
*Jalan menuju apartemen ryeowook*
"kau benar-benar serius akan memasakkan untukku? Diapartemenmu?"
"tentu saja. Kita sudah berbelanja seperti ini, lalu apa untungnya aku bercanda, Wae?"
"sss.. terasa aneh sebenarnya.." jujur donghae. Menghindari tatapan mata ryeowook dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"hahaha.. kalau kau berubah pikiran atau tak nyaman aku juga tak masalah."
"mana mungkin aku tak ingin!"
"kalau begitu ayo."
"Apa pacarmu membolehkan kau melakukan ini?"
"tidak usah kau pikirkan.. ini hidupku, bukan hidupnya."
Donghae merasakan perubahan mood ryeowook saat membahas yesung, akhirnya dia memilih diam
21.00
*Dapur ryeowook*
"wuaahh, kau benar-benar jago memasak ya? Aku jadi berniat berinvestasi padamu ntuk membuka resto ataupun café."
"tidak usah terlalu berlebihan.. makan yang banyak, kau tamu spesialku malam ini."
"aku tidak berlebihan. Terimakasih ryeowook."
"aku hanya memasakkan makanan, bukan hal besar, jadi berhenti mengucapkan terimakasih."
"aku berterimakasih bukan karena makanannya.. tapi… karena kau sudah mau menjalin pertemanan kita lagi, terimakasih.."
"…. Samasama.. terimakasih juga karena masih bersikap sama padaku lee donghae.." senyum tulus ryeowook terpatri
Mereka berdua sama sama tersenyum, lega akhirnya bisa berdamai dengan perasaanmu sendiri.
Hening sesaat..
"kau sekarang benar-benar seorang composer ya? Aku menyukai lagu yang tadi kau bawakan di studio shindong hyung."
"dari dulu saat sekolah menengah, aku memang senang menulis lagu, tapi sepertinya baru akhir-akhir ini lagu yang kuciptakan lebih berkualitas dari sebelum sebelumnya haha, mungkin karena sekarang aku telah menemukan objek inspirasi untuk laguku.."
"ahh.. begitu.."
"kau tak penasaran?"
"dengan?"
"objek inspirasiku?"
Entah mengapa pipi ryeowook terasa memanas. Iya tidak tau mengapa, anggap ia terlalu percaya diri, tapi entahlah, ryeowook merasa yang sedang dibicarakan donghae adalah dirinya, dirinya yang telah menjadi inspirasi lee donghae.
Donghae menyadari itu..
"kenapa pipimu memerah? kau benar-benar tidak berubah yaa hahaha benar-benar menggemaskaaan"
"eh, sudahlaah.. kau sudah selesai makannya? Akan kubereskan."
"akan aku bantu."
Ryeowook segera mengambil piring2 dimeja dan ia letakkan ke tempat cuci. Donghae yang membawa sebagian piring juga ikut menghampiri
"bukankah seharusnya aku yang mencuci piring? Kau sudah belanja, dan memasak.. setidaknya biarkan aku menjadi manusia! kemarikan biar aku yang mencuci.."
"isshh tidak usah, aku sudah bilang kan kau tamu spesialku hari ini, jadi kau tunggu saja di sofa sana."
"aeyyy aku benar-benar merasa seperti parasit kalau seperti ini.."
"kalau begitu sebagai gantinya kau nyanyikan saja lagu buatanmu tadi, aku ingin mendengarnya lagi."
"aku akan mencuci piring dan menyanyikannya untukmu kalau kau mau! Sudah kemarinkan"
"tidak perlu- lee donghae- yak!"
Mereka berdua malah berebut siapa yang akan mencuci piring, bermain busa sabun cuci hingga menciprat cipratkan air ke wajah satu sama lain.
"arrso arrasoo!… kau saja yang mencuci… aissh bajuku jadi basah gara-gara kau!" dumel ryeowook tapi masih saja tertawa di akhir kalimatnya
"nah begitu dari tadi kan enak.."
Donghae menang, ia berpindah untuk mencuci piring dan mulai bernyanyi. Ryeowook bersandar pada counter bawah dapur, menyilangkan tangan dan kakinya sembari memperhatikan donghae yang dengan serius menyanyikan lagu.
Lagu yang diberi judul one more chance
(Don't go away like the rain
Again today, I'm drenched
And in the wet traces, I'm looking for you
Will I be able to erase?
If only I could do this once more
Just one more chance so I could see you
Where am I going? When will this end?
Feels like I'm on an unknown path
If only I could see you just once more
I would never let go of that hand)
Benar-benar lagu yang sarat akan kesedihan, liriknya seperti mengiris hatimu langsung.
Lagi-lagi, ryeowook merasa seluruh lirik lagu itu ditujukan padanya. Siapapun tolong katakan pada ryeowook bahwa lagu ini bukan untuknya, bukan karena dirinya yang dengan tiba-tiba pergi meninggalkan donghae untuk orang lain, bukan karena dirinya yang berkata ingin memberikan kesempatan namun ia sendiri yang merebut harapan donghae.
Sedikit banyak ryeowook merasa bersalah, walau sedikit pikirannya mengatakan untuk tidak terlalu percaya diri akan perasaannya. Itu hanya sebuah lagu, ya sebuah lagu.. ryeowook meyakinkan diri.
Tiba-tiba terdengar suara pintu depan terbuka
Ryeowook menduga itu yesung.
"eh ryeowook, sepertinya ada yang datang.. nugu?" ucap donghae penasaran, ia belum selesai mencuci piring, masih tersisa beberapa untuk dibilas dengan air
"entahlah, mungkin yesung hyung atau mungkin kyuhyun."
"eh?! Tidak apa aku ada disini?" ujar donghae tampak terburu-buru menyelesaikan tugasnya
"tenanglah.."
.
Sesaat kemudian terdengar panggilan, dan benar, itu suara yesung yang sedang mencari kekasihnya
"ryeowook…ryeowook, kau dimana?"
"kau tidak menghampiri yesung hyung?"
"tidak, biarkan saja.."
"kalian sedang bertengkar ya?"
"bukan seperti itu.… kami…kami bukan bertengkar.."
donghae telah selesai membilas semua piring, kali ini mereka saling berhadapan
"kau sengaja ingin membuat yesung cemburu dengan kehadiranku?!" donghae mulai merasa curiga dan… sedikit terkhianati..
"aku bahkan tak tau dia akan datang ke apartemenku donghae! Dia pergi meninggalkanku tanpa meninggalkan kabar sama sekali.. jika kau berpikir seperti itu, aku minta maaf, tapi aku benar-benar tak ada niatan seperti yang kau katakan tadi."
"sungguh?"
"bukankah kau sendiri yang mau mencoba masakkanku? Aku bahkan tak memaksa jika kau tak ingin datang karena tak nyaman.."
"maaf karena meragukanmu.."
"ryeowook?" suara yesung yang telah sampai pada pintu dapur
"oh.. hyung.."ucap ryeowook malas
Donghae hanya menatap bingung bergantian pada yesung dan ryeowook
Yesung menatap tak suka dengan pandangan didepannya saat ini. tatapannya menuntut penjelasan pada ryeowook, tapi ryeowook sama sekali tak mengindahkannya. Dia cuek, masa bodoh dengan segala yang ada di kepala besar itu
Benar-benar hening, suasana disekitar mereka sedingin kutub utara
"chaa!" donghae memecah gunung es diantara mereka
"Kurasa sudah terlalu malam.. aku pulang dulu, terimakasih atas semuanya ryeowook."
"eh? Kau tak jadi makan dessert buatanku? Bukankah tadi kau bilang merindukan cupcake ku?"
"aemmm…. ituu " donghae melirik yesung lalu dengan cepat kembali pada ryeowook, menyampaikan pada ryeowook ini bukan saat tepat saat kekasihmu memberikan tatapan seperti itu padaku..
Ryeowook mengerti, tapi ia tak mau ambil pusing
"baiklah.. donghae, maaf membuatmu tidak nyaman.. terimakasih juga sudah menemaniku hari ini, aku menikmatinya"
"oo-oh.. sama sama... aku juga senang…terimakasih kembali dan ryeowook, kau tak perlu mengantar, aku bisa sendiri. bye-bye."
Yesung kesal. Seolah-olah ia invisible dimata ryeowook. keberadaanya dianggap menganggu dan ryeowook lebih memilih bersama donghae ketimbang dirinya. Lalu apa-apain tadi, menikmati hari bersama donghae? Apa yang sedang terjadi sebenarnya
Donghae pamit, sekedar menganggukkan kepala ke yesung dan setelahnya bergegas menuju pintu untuk segera keluar.
..
.
"apa yang kau lakukan.."
"aku? sedang berdiri … hyung tak lihat?"
"ryeowook. aku tak sedang bercanda.."
"lalu hyung kira aku sedang bercanda?" ucap ryeowook datar dan tak peduli
"….. apa yang kalian lakukan.."
"maksudmu aku dan donghae? Kurasa itu bukan urusanmu." Ryeowook berjalan menghindari yesung, yesung menarik lengan ryeowook mencegah ia pergi
"bagaimana itu bisa itu bukan urusanku? Kau.. berdua bersama donghae, kau tak memberi kabar apapun padaku, dan apa tadi kau bilang? Kau menikmati hari ini dengan donghae? Apa yang kau lakukan sebenarnya?!"
"harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu hyung!" ryeowook memaksa melepaskan cengkraman yesung dilengannya
"kau pergi seharian, tanpa memberiku kabar sama sekali. Apa kau berpikir bagaimana perasaanku? Kau bilang hanya mengangkat telpon tapi hingga siang telah datangpun kau sama sekali tak ada kabar.."
"aku pergi bukan bermain-main seperti yang kau lakukan, kau tak tau apa yang kualami seharian ini!"
"aku bermain-main?! Benar aku bermain-main! aku bersenang-senang seharian dengan donghae karena tak ada dirimu yang harusnya berada disampingku! Menenangkanku saat semua pikiran burukku tentangmu menguasai diriku!"
"kau kenapa sih?! Baik aku memang salah karena tak memberimu kabar, tapi kau tidak pernah mempersalahkan ini sebelumnya kan.. Dan kenapa harus bersama donghae? Kau seperti haus belaian seorang kekasih dan kedapatan berselingkuh!"
"selingkuh? Kalau memang aku selingkuh apa salahnya? Aku juga tidak tau apakah diluar sana kau berselingkuh dan bermain-main dibelakangku atau tidak"
"RYEOWOOK!"
"pergi.. aku sedang tidak ingin melihatmu hyung.." ryeowook menunduk lemah, menahan agar air matanya tidak keluar, tidak, ia tidak boleh telihat lemah kali ini
"kau tidak masuk akal, kau tau itu!?"
"pergi."
..
..
Kali ini ryeowook menganggakat kepalanya, menatap yesung
"aku bilang pergi"
"…baik...Aku pergi."
Yesung pergi tanpa banyak berkata. Ia marah. Sangat. Seseorang yang ia sayangi, yang paling mengerti dirinya berubah sejauh ini. meragukan perasaannya, bertindak semaunya, dan menolak kehadirannya.
Ia marah, tapi memilih diam, menahan segala emosinya. pergi sebelum ia mengeluarkan kata-kata yang nantinya malah menyakiti ryeowook. oh! ryeowook kau tak tau seberapa banyak pengorbanan yesung padamu. Mungkin kalau didepannya bukan ryeowook, yesung tak ragu untuk mengeluarkan semua caci maki dan kata-kata umpatan.
Setelah kepergian yesung, ryeowook merosot. Merundungi apa yang baru saja ia lakukan. Meringkuk, menyembunyikan wajahnya diantara lututnya.
Bukan ini yang seharusnya ia lakukan. Seharusnya dia berbicara baik-baik dan menanyakan hal-hal yang mengganggu pikirannya…. tapi apa daya. Ia sudah terlalu dikuasai emosi.
-wpamls-
"what the fuck!"
Yesung masuk apartemen, masih berpakaian lengkap langsung menuju kamar mandi dan mengguyuri dirinya dibawah shower dingin.
Dia lelah seharian bersama keluarganya membahas hal yang paling sensitive, berharap setelahnya akan mendapatkan kenyamanan dari kekasihnya namun apa? Malah pertengkaran yang terjadi. Donghae.. selalu saja pria itu. ARGHHH! Yesung memukul dinding kamar mandi dengan keras.
Dia sadar ia salah, tapi pikirannya penuh membuatnya tak sempat mengecek hp.. dia ingat dia meninggalkan ryeowook disaat saat intens mereka, tapi dia punya alasan kuat untuk itu, alasan yang belum bisa ia ceritakan pada kekasihnya. Dia marah saat mengetahui ryeowook dengan entengnnya membawa donghae, mengajak makan malam di apartemen ryeowook, dia juga yakin mereka menghabiskan seharian ini bersama, tapi mengapa? Bukankah ryeowook tau yesung tak suka? Mengapa ryeowook melakukan hal yang jelas-jelas ia tau bahwa kekasihnya membenci donghae.
Ryeowook selalu menjadi yang paling pengertian, selalu memahami hatinya. Kali ini ryeowook… yesung sudah tau lagi. apa yang membuat kekasihnya itu berubah sejauh ini
1 jam berlalu..
Yesung baru keluar dari sesi meditasinya. Dibalut dengan handuk dibawah pinggang dan dirambutnya yang basah. Ia pergi mengecek hpnya, tak ada pesan dari orang yang paling ia harapkan. Ia bimbang, apa yang harus ia lakukan saat ini. mengakui kesalahannya dan memohon kata maaf, tapi jujur egonya mengatakan ryeowooklah yang harusnya menjelaskan lebih dulu perihal membawa namja lain ke apartemennya. Yesung ingin menghampiri ryeowook dan menanyakan segalanya, tapi sekali lagi ryeowooklah yang menyuruhnya enyah.. egonya tersakiti akan hal itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk bergegas pergi tidur mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Barangkali keduanya akan lebih baik dihari esok.
Baru saja akan beranjak ke kamar tidur, suara bel pintu apartemennya berbunyi.
Yesung tersenyum kecil, iya yakin itu pasti namja mungil favoritnya, kim ryeowook. setidaknya kekasihnya sudah lebih dingin sehingga mau menemuinya lebih dulu
Tanpa mengecek intercom, yesung langsung membuka pintu apartemennya lebar-lebar
"yes- YACCHK"
"oH- jiyeon?! Ji.. JIYEON.,.. ah-aa" yesung segera menyembunyikan tubuhnya dibalik pintu "yak! Kau kenapa malam malam kemari?!"
"aku hanya ingin mengembalikan semua barang ini! menunjukkan pada box coklat besar yang ada di lantai
"apa itu?"
"semua pemberian oppa. aku tidak mau menyimpannya lagi, aku tak sanggup membuangnya juga, jadi aku kembalikan saja."
"auhh kenapa kau repot repot mengantarnya sendiri, kau kan bisa menyuruh kurir … dan lagi …. dijam se malam ini?"
"itu karena aku ingin sekaligus mengucapkan salam perpisahan.."
"ya! Kita memang sudah tak ada hubungan, tapi bukan berarti tak akan bertemu lagi kan? Kau ini aneh-aneh saja park jiyeon"
"ani. Aku akan pindah ke LA untuk mengejar pendidikan disana, dan ya.. kemungkinan akan sangat lama aku meninggalkan korea.. aku hanya ingin melihat oppa sebelum aku berangkat, meminta maaf dengan tulus, dan menyelesaikan semua dengan baik secara langsung.."
Yesung mulai paham.
"masuklah. Kita bicara di dalam."
Setelah memakai pakaian, yesung menemui jiyeon di ruang tamu dengan 2 cangkir teh hangat untuk mereka berdua.
Mereka banyak mengobrol. Mulai dari kecanggungan hingga menjadi pembicaraan layaknya saudara jauh yang lama tak bertemu. Mebicarakan yang telah berlalu hingga tujuan hidup masing-masing di kemudian hari. Mereka benar-benar berbaikan, lebih baik dari yang mereka harapkan.
00.51
"hoaaamm.. tak kusangka akan selama ini.. haah rasanya melegakan setelah apa yang telah kita alami beberapa bulan yang lalu, benarkan oppa?"
"hmm bagaimanapun kita pernah saling menghabiskan banyak waktu bersama, kau hati-hati disana nanti, aku akan tetap menjadi oppa mu saat kau membutuhkanku."
"yoksi! Aku benar-benar beruntung bisa mengenalmu oppa! Haha.. ah- kurasa sudah waktunya aku pulang, benar-benar minta maaf sudah mengganggumu selarut ini."
Mereka berdiri dan menuju pintu keluar bersama
"oh iya, untuk barang-barangmu, mian… oppa sudah buang saat itu.. kau tau, emosi oppa kadang benar-benar tidak terkontrol.. jinjja mianhae."
"anniyaa, lagipula aku tak menginginkannya kembali , kalau aku bisa buang barang pemberianmu aku sudah buang dari lama, aku hanya merasa bersalah saja jika aku membuang pemberian dari orang seperti oppa.."
Mereka telah sampai di ambang pintu. Jiyeon sudah siap untuk pergi
"kau pulang sendirian? Perlu oppa antar?"
"kau masih saja sama baiknya padaku oppa" jiyeon tersenyum manis, "hahaha, tidak perlu khawatir, aku bersama supir."
"ah syukurlah, kabari oppa jika kau sudah sampai rumah."
"ndeee, baiklah aku pulang dulu oppa, bye bye."
Belum ada dua langkah, jiyeon berbalik menatap yesung dengan tatapan tak terbaca
"ada apa? Apa ada yang tertinggal?" ucap yesung bingung
"sss, kau tau oppa… aku tak tau kau begitu seksi hanya dengan handuk sepinggang dan rambut basah sehabis mandi… dan abs di perutmu tadi.. hah.. membuatku semakin sadar kau benar-benar seorang pria sexy."
wajah yesung merah karena malu.. bingung harus menanggapi pujian/godaan jiyeon seperti apa
dengan tiba-tiba jiyeon mengecup pipi yesung, memberikan salam perpisahan yang tidak biasa.
"hahahaha kau lucu sekali oppa! aku benar-benar pergi sekarang, bye oppa.. jangan terlalu merindukankuu.. hahahaha" jiyeon pun pergi menuju lift setelah sebelumnya memberikan kedipan genit pada yesung, benar-benar menggoda oppanya dalam artian lain.
Mata yesung terus memperhatikan jiyeon, menemani kepergiannya hingga sadar bahwa ada sesesok namja tak jauh dari lift sedang memperhatikan yesung.. namja itu bukan lain adalah ryeowook.
Mereka saling pandang selama beberapa saat, hingga akhirnya ryeowook memutus kontak terlebih dahulu dan bergegas pergi memasuki lift kembali, lift yang sama yang dinaiki jiyeon
"ryeowook!"
Yesung berlari mengejar ryeowook, tersadar akan situasi mereka. Ryeowooknya pasti salah paham atas dirinya dan jiyeon. Ah! Sial! Kenapa timingnya benar-benar tidak pas!
"chakan! Chakan!"
Pintu lift yang tadinya akan tertutup terbuka kembali karena jiyeon menekan tombol lift.
"wa.. wae oppa?"tanya jiyeon bingung
Yesung tak menghiraukan jiyeon, saat ini pandangannya hanya tertuju pada ryeowook, namja yang sedang mengalihkan pandangan darinya.
"ryeowook.. kita harus bicara."
"…" jiyeon kebingungan dengan situasi saat ini. tapi ia memilih bungkam
"ryeowook…."
"…"
"ryeowook, kau salah pa-"
Kali ini ryeowook menatap tegas tepat pada kedua mata yesung.
"ah mian, aku tak sedang ingin bicara denganmu. Jadi bisakah kau menyingkir dari lift dan membiarkan aku pergi?... Yesung shi?"tatap meremehkan, dan tidak peduli dari ryeowook benar-benar menyakiti harga diri yesung
"ani…. Kita. Harus. Bicara. Sekarang."
Dengan itu yesung mengenggam tangan ryeowook dan menariknya keluar lift. Menyisakan jiyeon yang kebingungan tanpa penjelasan sama sekali
"lepas! Lepaskan aku!"
Yesung tetap menarik ryeowook, hingga mereka berada jauh dari lift yang telah menutup.
"aku bilang lepaskan!" ryeowook terus meronta-ronta, ia benar-benar tak mau disentuh barang sedikitpun oleh yesung saat ini.
Yesung terus berjalan menyeret ryeowook, menulikan telinganya.
"KIM JONGWOON!"
"…"
Yesung berhenti. Berbalik menatap ryeowook, ryeowook tak gentar sedikitpun dengan tatapan yang diberikan yesung, ia sudah benar-benar muak dengan kekasihnya saat ini.
"lepaskan tanganku."
Yesung menghela napas.. ia agak mengalah. Sekali lagi meredam emosinya demi namja mungil didepannya.
"tidak sampai kau berjanji untuk mendengarkanku."
"aku rasa tak ada yang perlu kudengar lagi.. aku sudah lihat semuanya jelas dengan mata kepalaku sendiri.."
"hanya karena jiyeon datang berkunjung ke apartemenku lalu kau berpikir hal-hal aneh? Kau bahkan melakukan hal yang sama dalam 24 jam ini bersama donghae! Dan saat aku menanyakan baik-baik padamu kau malah mengusirku? Ada apa denganmu kim ryeowook!?"
"berkunjung? Selarut ini? jauh-jauh dari seoul? Dengan kecupan di pipimu? Kau pikir aku sebodoh itu yesung-shi? Aku benar-benar muak dengan semua kebohonganmu!"
"mwo?! Berbohong?! Aku tak pernah berbohong padamu! Jiyeon hanya berkunjung dan mengucapkan salam perpisahan, tak lebih"
"berkunjung ke kamarmu lalu bercinta semalaman? Itu yang kau maksud berkunjung? Hanya Memakai handuk sepinggang dan menunjukkan tubuhmu pada mantanmu itu yang kau sebut berkunjung? Kalau itu yang kau maksud jangan pernah sekali-kali menyamakan dirimu denganku! Kau benar-benar menjijikkan!"
"KIM RYEOWOOK!" kali ini yesung kehilangan kesabarannya, dia melepas genggaman tangan ryeowook dan beralih mencekram pada kedua bahu ryeowook. mendorong keras tubuh itu ke dinding hingga menciptakan ringisan dari pemiliknya
"arrgh.. appo.. lepaskan aku!"
"Kau sudah kelewatan batas, kau tau?! Aku selalu bersabar menghadapimu tapi apa? Kau benar-benar keterlaluan… aku tau aku salah saat meninggalkanmu di malam anniv kita dan juga tak memberimu kabar, tapi aku punya alasan untuk itu.. bukankah kau bisa menghubungiku terlebih dahulu? Apa aku sering bertindak seperti ini? apa aku sesering itu mengabaikanmu tanpa alasan? Tidak! Seharusnya kau memahami kondisiku!"yesung terengah-engah.. ia berusaha tidak terlalu meluapkan emosinya saat ini "lalu apa? Aku malah menemukan kekasihku bersama orang lain di apartemennya dan seolah-olah aku diabaikan? Saat aku berusaha berpikir positif dan meminta penjelasan aku malah diusir oleh kekasihku sendiri… kau pikir seberapa banyak aku telah menahan diriku sendiri demi dirimu ryeowook!"
"kenapa harus aku yang selalu memahamimu! Kau juga tak memahami kondisiku saat itu kan? Seberapa banyak hal-hal buruk dipikiranku yang berusaha kuhilangkan karena aku percaya padamu kan? Kau tak akan paham bagaimana sakitnya! Saat aku berharap kau ada disampingku untuk menenangkanku kau malah tak ada dimanapun, bahkan tak perduli apapun dimalam spesial kita, selalu harus aku yang mengerti dirimu! salahkah aku juga ingin bahagia? Salahkah aku ingin melupakan sakit hatiku karena dirimu? hah!"
"lalu itu menjadikan alasanmu pergi bersama donghae menjadi benar? Berkencan dengan orang yang paling kekasihmu benci dan bersenang-senang bersama donghae selagi aku pergi? Sebegitu rendahnya kah kau kim ryeowook?"
"apa kau bilang.. re…rendah?! Bajingan kau! Benar aku rendah! aku tak seperti kekasihmu park jiyeon yang kau gilai hingga menjadikanku sebagai pelampiasan semata! Kekasihmu yang berselingkuh berkali-kali dan masih kau maafkan dan kau puja! Aku memang bodoh percaya padamu.. sudah seharusnya sedari awal aku bersama donghae dibanding dirimu!
Yesung hampir menghujamkan tinjunya ke dinding samping kepala ryeowook jika ia tak ingat orang didepannya ini adalah ryeowook, his one and only.
"…"
"lepaskan aku!"
"ryeowook…., tak bisakah kita selesaikan ini baik-baik?.. aku benar-benar lelah.." yesung melepaskan cengkramannya pada bahu ryeowook, ia melemah.. benar-benar stress, yang dia tau saat ini mengalah satu-satunya jalan terbaik.
"akupun begitu.." ryeowook menunduk sebentar, lalu menatap kembali pada yesung "kita berakhir disini hyung.. hubungan kita, cukup sampai disini."
Ryeowook bergegas pergi dari kukungan tubuh yesung, namun tak semudah yang dibayangkan. Yesung dengan spontan menarik ryeowook dalam pelukannya.. diikuti rontaan dari tubuh yang dipeluk itu.
"aku tak mau."
"kita putus."
"Tak bisa, Tak akan pernah, aku tak akan melepasmu semudah itu."
ryeowook meronta, terus meronta sekuat tenaganya, memukul dada yesung, benar-benar keras hingga tak ayal membuat merintih.. tapi yesung tetap tak memberikan tanda akan melepaskan pelukannya itu.
"aku benci kau hyung.. aku benar-benar membencimu.."
"…"
"lepaskan aku, aku tak mau dipeluk oleh orang sepertimu.."
"…"
"aku tak mau menjalin hubungan dengan penghianat sepertimu, kan benar-benar… kau benar-benar brengsek!"
"dengarkan aku.. dengarkan penjelasanku dulu.. setelahnya jika kau memang mau masih ingin hubungan ini berakhir maka lakukanlaah.. tapi kumohon dengarkan aku.. kumohon baby"
"apalagi alasan yang akan kau katakan? nae yeojachin park jiyeon… Kau kira aku tak melihat pesan mu saat itu? hm? Jelaskan padaku hyung.. jelaskan padaku, JELASKAN PADAKU AGAR AKU MENGERTI!"
deg
Yesung kaget, tidak menyangka ryeowook membaca pesannya
"wae? kau kaget aku mengetahui kebusukanmu? Hah! Cepat menyingkir dariku!"
yesung sekarang paham kenapa ryeowook semarah ini.. kekasihnya sudah jauh salah sangka dengan dirinya.
"dengar, kau salah paham.. memang benar malam itu jiyeon yang menghubungiku, tapi ini bukan seperti yang kau pikirkan ryeowook."
ryeowook benar-benar sudah lepas kendali sepenuhnya
"memang apa yang aku pikirkan? Dan kau tau hyung…" ryeowook menjeda.. berusaha menjaga suaranya agar tidak terdengar menyedihkan "Jae Rim hyung melihatmu kencan dengan jiyeon, baru saja dia bahkan mengirimkan gambar kalian sedang berpelukkan di namsan tower.. seperti actor dan aktris film romansa.. lalu apalagi yang perlu aku dengar darimu hyung? KATAKAN ALASAN APALAGI YANG AKAN KAU BERIKAN!"
"AKU BERSUMPAH SEMUA ITU HANYA SALAH PAHAM!" yesung berteriak didepan muka ryeowook. yesung sudah tak sanggup menahan lebih lagi.
Benar-benar marah dengan dirinya, dengan kondisi dan situasi saat ini.
Ryeowook sudah tak bisa membendung air matanya, ia menangis. Lelah dengan semuanya.
"aku bersumpah semua hanya salah paham.. kali ini biarkan aku menjelaskan padamu.. aku mohon.. aku mohon ryeowook"
hikss.. hikss..
"oh god! Maafkan aku, maafkan aku berteriak padamu… hey baby" yesung menaikkan dagu ryeowook berharap kekasihnya mau melihat dirinya tapi tidak, ryeowook benar-benar tak mau disentuh barang sedikit saja oleh yesung
Demi apapun semarah-marahnya yesung, air mata ryeowook merupakan kelemahan terbesarnya.
"baby.. kita bicara di apartemenku, okey? Maafkan aku… kumohon berhentilah menangis.. aku yang salah, mian, kumohon jangan menangis lagii.."
.
.
.
Yesung menuntun ryeowook menuju sofa, masih memeluk kekasihnya berharap tangisan ryeowook segera reda.. nyatanya pria mungil itu semakin sesenggukkan akibat luapan emosinya sendiri.. ryeowook sudah tak mampu membendung lebih banyak lagi, satu hari ini yang ia lakukan hanyalah menangisi yesung.
Yesung berlutut. Mengenggam tangan ryeowook.
"ryeowook dengarkan aku hingga aku selesai, jangan jeda dan tanyakan apapun.. akan aku jelaskan semua, okey? Jadi berhentilah menangis untuk kesalahpaham ini."
"…"
"dengar.. aku dan jiyeon benar-benar tak ada hubungan lebih seperti yang kau bayangkan. Malam itu aku memang menerima telpon dari dia, tapi ini tentang eomma ku.. got it? Dan yang dikatakan Jae Rim, hah aku tak tau dia tau dari mana, tapi aku memang berkencan dengan jiyeon…. Hah bagaimana menjelaskannya,… hal itu memang kencan tapi itu kencan palsu, aku berkencan dengan jiyeon hanya untuk mengelabuhi eommaku…aku bersumpah itu hanya terjadi 1x dan tak ada perasaan yang terlibat sedikitpun!"
Tangisan ryeowook mulai mereda,tapi masih terlihat kesulitan bernapas akibat menangis terlalu lama, kini ia lebih memperhatikan setiap ucapan yang keluar dari mulut yesung
"tunggu, aku belum selesai. Kau pasti bertanya-tanya apa hubungan semua ini? jiyeon, kencan palsu, eommaku… sesungguhnya aku … hah aku sebenarnya tidak mau membahas ini dulu denganmu, berhubung kita sudah seperti ini, mau tak mau harus kukatakan padamu.."
Yesung menarik napas panjang dan menatap manik ryeowook dengan resah
"eomma, ingin aku segera menikah… kau tau, aku tak bisa melakukannya, karena bagaimanapun yang kuinginkan mendampingi hidupku hanyalah dirimu ryeowook.. eommaku bertanya bagaimana hubunganku dengan yeojachinguku, apakah sudah menemukan calon istri?, apakah sudah terpikir tanggal pernikahan dan hal-hal lainnya, eomma mengatakan akan menikahkanku dengan anak teman appa jika nyatanya aku sudah tak bersama jiyeon. Aku tak memiliki pilihan lain selain berpura-pura aku masih menjalin hubungan dengan jiyeon.. akan lebih rumit jika pada akhirnya aku dikenalkan oleh anak teman appaku bukan? Itulah alasan dibalik kencan palsuku.. dan untuk kemarin, aku pergi meninggalkanmu karena ternyata eomma mengirim surat undangan makan malam bersama keluarga jiyeon untuk membahas pernikahan kami, kau tau betapa pusingnya aku saat itu? Rasanya kepalaku benar-benar akan meledak. Aku bingung bagaimana menjelaskan semua kepada eommaku, bagaimana aku harus mengatakan hal ini padamu, bagaimana meminta maaf pada orang tua jiyeon, dan bagaimana bagimana lainnya bersarang dalam otakku."
Ryeowook masih mendengarkan, diam tak mau menginterupsi sedikitpun
"Malam itu aku ke rumah orang tuaku di seoul, menjelaskan bahwa aku berbohong, aku tak bisa menikah saat ini, dan tak mungkin menikah dalam jangka dekat ini. aku sudah siap dengan segala pertanyaan dan intimidasi dari eommaku… tapi untungnya eomma tak banyak bertanya, ia mengerti saat itu aku benar-benar kacau, benar-benar tak mampu menuruti keinginannya. Tapi eomma tetap berharap aku bisa segera menikah, ia masih ingin agar aku mencoba berkenalan dengan anak teman appa, ia bertanya apakah aku memiliki seseorang yang kucintai.. aku menjawab iya, tapi aku tak bisa bicara lebih banyak, masih tak bisa mengatakan bahwa itu dirimu ryeowook.. kalau kau mau anggap aku pengecut aku terima, tapi aku takut pernyataanku saat itu akan menyakiti eomma, aku tak ingin terjadi hal buruk pada eommaku… aku … aku masih belum siap… aku tau aku benar-benar payah… aku minta maaf"
Ryeowook menatap nanar pada yesung, sedikit bagian hatinya lega, tapi entah mengapa bagian lain dari hatinya malah lebih berat, melihat yesung seperti ini membuatnya lebih merasa sakit
"ryeowook, aku berani bersumpah atas seluruh hidupku, bahwa aku tak ada niatan bahkan terbesit sekalipun untuk meninggalkanmu, untuk menduakanmu. Untuk apa aku melakukan hal hina itu jika ada kau yang sudah sangatlah sempurna untukku?"
Yesung mengelap sisa air mata di pipi ryeowook
"maaf karena menutupi ini semua darimu, aku hanya belum sanggup mengambil keputusan diantara semua ini.. aku benar-benar bingung.. sungguh ryeowook, aku mencintaimu tapi aku juga belum sanggup mengatakan pada keluargaku, belum sanggup dengan segala resiko yang akan terjadi, mian, jeongmal mianhae.."
"…"
Sesungguhnya ryeowook mempercayai kata-kata kekasihnya itu, ia dapat melihat ketulusan dan depresi dari mata yesung hyung, hanya saja ia masih berjaga-jaga tak mau merasa sakit hati jika pada akhirnya semua hanya kebohongan belaka.
"aku sudah selesai.."
"kau … kau bersungguh-sungguh dengan yang kau katakan, hyung?"
"kau ingin aku menelpon jiyeon sekarang? Untuk menvalidasi semua perkataanku?"
"lalu kenapa nama kontak jiyeon …. Kau menulisnya nae yeojachin.."
"ahh.. itu.. saat kencan palsu aku mengubahnya agar eomma tak curiga dan aku lupa mengganti namanya lagi karena kami tak pernah berkomunikasi lagi setelah kencan palsu itu, kalau kau mau, kau bisa mengecek hpku.. tak ada apapun antara aku dan dia" yesung membuka chatnya dengan jiyeon lalu menyerahkan pada ryeowook
"ciuman dipipimu? Lalu kenapa .. kenapa dipintu tadi ia mengatakan melihatmu hanya mengenakan handuk …"
"jiyeon dan aku, kami berbaikan… maksudnya kami sepakat melupakan hal-hal lalu dan menjalin hubungan yang baru layaknya kakak adik. Saat jiyeon mampir tadi, aku kira itu dirimu, saat itu aku baru selesai mandi dan tidak berpikir ada orang lain selain dirimu yang datang ke apartemenku semalam ini, ditambah pula kita sedang dalam suasana tak baik tadi.. kukira kau akan datang untuk menjelaskan sesuatu padaku.. makanya dengan terburu-buru aku membuka pintu.. lalu untuk ciumannya, aku benar-benar tak paham… tapi yang jelas dia hanya berusaha mengatakan selamat tinggal karena ia akan pergi ke luar negeri untuk waktu yang lama."
"…"
"kau masih tak percaya padaku?"
"…"
"baby.."
"…"
"aku bersungguh-sungguh, tanyakan apapun aku bisa menjelaskannya"
"ini cukup sulit untuk dipercaya…"
"kau bisa bertanya pada leeteuk atau heechul jika memang semua kata-kataku masih belum menyakinkanmu"
"leeteuk dan heechul hyung? wae?"
"sesungguhnya mereka tau sedari awal masalah ini dan mereka pula tempatku bercerita akan masalahku."
"…"
Yesung mengambil hp nya dan mencoba melakukan panggilan
"akan ku telpon mereka jika kau memang be-"
"aku percaya. Ini sudah larut hyung, tak perlu kau libatkan mereka"
"kau benar percaya? Aku bisa lakukan apapun untuk membuktikan ucapanku, baby.."
"aku percaya hyung,.."
"benarkah?"
Ryeowook mengangguk lemah sembari memejamkan mata. Ia sudah paham kondisi yesung, dan itu malah lebih mengiris hati ryeowook mengetahui kekasih hatinya semenderita itu.
"ah syukurlaah…"yesung bernapas lega
"tapi aku ingin kita tetap berpisah…."
Yesung tersentak, kaget dengan perkataan ryeowook barusan
Hening menerpa
2 detik
.
.
5 detik
.
.
10 detik
.
.
"M-..mwo? W-wa-waee? Bukankah kau bilang kau percaya? Ryeowook, Aku bersumpah aku-"
Ryeowook menyela cepat sebelum yesung menyelesaikan kalimatnya "bukankah tadi kau bilang asal aku mendengarkan alasanmu lalu terserahku pada akhirnya tetap ingin putus denganmu atau tidak? Aku memutuskan untuk tetap berpisah denganmu."
"baby-"
"kau pernah bilang kau akan menuruti segala keinginanku kan hyung? kali ini aku benar-benar minta berpisah.."
"kim ryeowook…. apa yang salah? Apa yang salah dariku.."
"tak ada hyung. tapi sedari awal memang hubungan ini salah, bukan?"
"…"
"…"
"…"
"kita berdua,.. sama sama tidak tau ujung dari hubungan ini. satu masalah muncul seperti ini, kita tak tau ada berapa banyak lagi yang akan timbul dari hubungan kita… kurasa memang sudah waktunya untuk kita berhenti bermain-main dan mulai menata masa depan.."
Yesung tak percaya dengan apa yang ia dengar.. ini terlalu mendadak untukknya
"aku tak pernah bermain-main denganmu!"
"..dan itu tidak merubah keputusanku, hyung.."
"kim ryeowook!"
"mianhae…"
"kau pasti bercanda…"
"ani.. setelah mendengarmu tadi aku sadar.. semakin lama kita akan terus semakin tersakiti.. kau dan aku, orang-orang disekitar kita.. keluargamu, keluargaku…"
"…"
"aku harap kau bisa menerima dan menghargai keputusanku. Dan.. seperti yang kau katakan padaku dan kyuhyun dulu, semoga persahabatan kita tak terpengaruh dengan putusan hubungan ini, hyung…"
"ryeowo-"
"mian hyung keputusanku benar-benar bulat… kumohon hargai jika kau benar-benar mencintaiku."
Ryeowook melepaskan genggaman lemah tangan yesung dari tangannya.
"…"
"aku pergi."
Ryeowook pergi begitu saja meninggalkan yesung yang bersimpuh di lantai.
Sebelum benar-benar hilang dibalik pintu, ryeowook berkata…
"ah, jangan lupa berkemas hyung, jam 1 siang nanti kita akan berangkat ke jepang untuk liburan."
Bruk
Suara debaman pintu. Tak sekeras suara gemuruh hati yesung yang benar-benar hancur.
Dilain sisi, ryeowook sama menderitanya dengan yesung.
Ryeowook sadar betul seberapa besar cinta yesung padanya, dan seberapa besar beban yang kekasihnya rasakan selama ini. karenanya ia melakukan itu, memutuskan lebih dulu. Mengetahui seberapa besar pengorbanan yesung dan cinta untuknya, ryeowook tau, yesung akan semakin tersiksa bila ia tak memutuskan hubungan cinta mereka.. karena ryeowook tau, yesung tak akan pernah sanggup memutuskan dirinya, dan juga disatu sisi yesung tak dapat meninggalkan keluarganya.. ryeowook paham jelas akan hal itu. Maka dari itu ia sendiri yang harus memutuskan hubungan ini, walau perih.. tapi ini demi yesung hyung.. setidaknya saat ini itu yang ia pikirkan.
Jika dilihat dari sisi yesung ataupun ryeowook, tak ada yang lebih baik, akan takdir yang bermain dengan hati mereka.
