Kakashi tidak langsung kembali ke rumah Yamato setelah pembantaian paling brutal yang pernah dia saksikan seumur hidupnya. Dia butuh waktu untuk memikirkan situasinya saat ini. Meski ada beberapa ketakutan yang mengalir melalui pembuluh darahnya, dia tidak memikirkannya, masa depan Konoha dan Naruto ada di tangannya. Jelas sudah Uzumaki Naruto adalah ancaman desa. Dia bukan anak ingusan yang naif akan masa depan, tapi Naruto tahu apa yang dilakukannya dan dia punya kekuatan itu untuk mewujudkannya. Jutsu yang tidak masuk akal dan Kyuubi, dua kekuatan besar di tempat yang salah. Kakashi bisa tahu Naruto tidak menyukai Konoha. Anak itu tidak segan mengekspresikan ketidaksukaan pada penduduk desa yang melemparkan semua masalahnya pada anak itu. Kebencian lahir dari kebencian lain, sesederhana itulah apa yang Kakashi lihat. Apakah Naruto bahkan lebih buruk dari Itachi? Dia tidak yakin, belum. Dia tergoda untuk menghubungi Sandaime dan segera melaporkan temuannya.

Tapi jika itu dilakukan apakah semua akan lebih baik? Desa akan melihat Naruto ancaman dan tentu Kyuubi akan dikeluarkan paksa dari Naruto jika diketahui Jinchūriki berkhianat. Tidak! Justru desa akan hancur dan jauh lebih buruk dari serangan Kyuubi serta genosida Uchiha. Naruto menggunakan jutsu yang membuat semua kunai tiba-tiba berhenti di udara dan mengirim mereka terbang kembali seolah-olah itu bukan apa-apa. Lalu bagaimana orang-orang itu dilukai tanpa ada kontak fisik. Selama jutsu yang Naruto pakai tidak diketahui, maka melawannya hanya akan membunuh ninja Konoha tanpa alasan. Namun… Kakashi berhenti sejenak saat itu, mengedipkan matanya hitamnya.

Namun Naruto melakukan semua ini hanya untuk melindungi Teuchi dan Ayame. Bukan untuk keegoisan, mungkin sedikit untuk bersenang-senang, atau uang? Tapi Naruto mengatakannya sendiri jika dia akan melukai siapapun yang berani mengusik orang-orang yang dianggapnya berharga. Dia juga mulai menganggap Shiba dan Yukino sebagai teman dekat…. Tapi tidak, Kakashi belum layak di mata Naruto. itu membuatnya merinding.

Itu dia! Jika Kakashi bisa membuat Naruto melihat Konoha sebagai sesuatu yang berharga… bukannya tidak mungkin Naruto akan melindunginya dan dengan kekuatan seperti itu, Naruto mungkin tidak terkalahkan? Minato juga sama. Dia melindungi Kushina, Timnya dan Desa…. Sesuatu yang berharga. Masih ada kesempatan, masih ada cara sebelum mimpi buruk menuju kehancuran Konoha di masa depan. Tapi Kakashi juga sadar, perlu jalan panjang untuk meyakinkan Naruto jika Konoha adalah rumahnya, bukan ancaman. Meski sulit setelah semua penderitaan bocah itu sebagai Jinchūriki.

Ada juga kemampuan aneh Naruto yang perlu dipertimbangkan nya. Itu sangat menarik, sesuatu yang belum pernah dia lihat sebelumnya, dan itu memicu keingintahuannya untuk melihat seberapa jauh Naruto bisa pergi dengan semua itu.

Kakashi mengintip di balik jendela ke tempat tidur dimana Naruto tidur tampak cukup damai terlepas dari apa yang telah dia lakukan sebelumnya. Naruto tidur seperti anak-anak umumnya, tidak ada yang terlihat seperti bocah yang baru saja membunuh lusinan orang.

Matanya tertutup dan Kakashi membayangkan ketika dia masih di Anbu. Ketika Itachi belum menjadi gila dan masih seperti bocah di matanya. Bocah kuat yang tanpa ragu membunuh musuh, tapi tetap sosok kakak untuk adiknya Sasuke. Dulu Kakashi tidak menyadarinya, dia berpikir jika Itachi hanya butuh waktu dari semua beban yang ditanggungnya. kelalaiannya melepaskan Itachi dari pandangan dan berakhir sebagai anak yang membunuh semua anggota klannya.

Kini di depanya ada Naruto yang bisa jadi seperti Itachi. Tapi Kakashi berjanji tidak akan ada lagi Itachi kedua dalam sejarah Konoha.

.

Naruto tidak takut Kakashi melapor pada Hokage sejak dia sedikit menunjukkan kemampuannya di depan Jounin elit. Esoknya Kurama menceramahi bahwa tindakan bodohnya akan menggiringnya ke jurang masalah lain. Itu sendiri dia tahu, bisa jadi Kakashi akan melaporkannya ke Konoha dan desa akan mengambil tindakan karena menganggap dia ancaman. Naruto percaya diri bisa melawan Konoha, tapi dengan tubuh bocah sembilan tahun dia ragu bisa mengeluarkan semua kemampuannya. Bahkan jika Kurama ikut membantu, tidak banyak yang berubah. Bagian ini Naruto akui ceroboh. Tapi dia tidak membohongi diri menikmati raut ketakutan dari Hatake Kakashi.

Tapi rupanya hingga satu bulan sejak malam itu. Semua tetap berjalan normal. Di hari pertama mereka mendapat misi, Kakashi muncul terlambat seperti sebelumnya dan dengan wajah tanpa bersalah mengantar mereka ke divisi misi ninja. Seolah kejadian kemarin tidak pernah terjadi.

Naruto mengawasinya dan Jounin bertindak semua baik-baik saja.

Baiklah jika itu yang kamu inginkan Kakashi.

Misi peringkat D adalah hal wajar bagi genin baru. Bahkan mendapat misi peringkat C yang cukup umum dan istimewa adalah misi peringkat B. anak-anak lulusan baru akan selalu bersemangat dan berpikir jika mereka akan menjalankan misi keren-keren, tapi begitu realita menghajar dan misi yang nyaris tidak membahayakan nyawa seperti mencari kucing atau memotong rumput, anak-anak akan mengeluh dan mengeluh. Inuzuka Shiba dan Odawara Yukino contohnya. Seminggu pertama tim Kakashi mendapat empat buah misi peringkat D. mencari anak kucing, memotong rumput, membantu perbaikan rumah bahkan menemani nenek kaya raya berbelanja. Pekerjaan aneh-aneh yang di luar logika ninja, tapi tetaplah pekerjaan yang harus diselesaikan. Minggu-minggu awal kedua rekannya mengeluh, Kakashi tidak ambil pusing dan Naruto melakukannya dengan tenang.

Suatu sore, untuk kesekian kalinya tim Kakashi mendapat misi, kali ini mengajak dua belas anjing milik keluarga Daimyo yang berkunjung untuk berjalan-jalan keliling desa. Untungnya Yukino mengenal baik pemilik anjing, misi mereka berakhir dengan catatan baik plus uang bayaran lebih banyak dari yang sudah dijanjikan.

"Kalau besok-besok kita dapat misi dari Daimyo," bisik Shiba ke Naruto. "Aku jamin kita auto kaya tanpa perlu menjadi Jounin."

"Kamu menjadi ninja karena ingin cepat kaya?" tanya Naruto.

"Dunia berputar tanpa uang bukan?"

Semakin banyak waktu bersama timnya, Naruto mulai menikmatinya. Shiba memang tipe berisik, dan kadang membuat beberapa keputusan yang mengakibatkan misi lebih lama berlangsung. Tapi Dia tidak sebodoh tampangnya, beberapa pembicaraan kedua laki-laki berlangsung seru. Ayah Shiba ditugaskan sebagai pengawas bagian terluar negara, sehingga anak itu punya banyak cerita yang menarik minat Naruto. Anak itu juga tidak naif, dia akan berpikir logis di beberapa kesempatan. Yukino di sisi lain mungkin tidak menonjol, tapi kesukaannya pada sastra membuat Naruto menaruh nilai lebih pada wanita itu. Mereka sering bertukar bacaan, kadang mereka berjalan berdua pergi ke toko buku lalu mampir ke warung dango dan asyik membahas beberapa buku.

Kakashi membuat hari-hari misi peringkat D tidak begitu membosankan. Di luar tampilannya yang kurang meyakinkan, dia serius melatih murid-muridnya. Dia memastikan ketiganya siap jika mendapat misi yang lebih menantang. Kakashi melatih indra penciuman Shiba dan menerima permintaan anak itu tentang beberapa gerak Taijutsu dasar, Jounin juga memberi tips tentang Kenjutsu dan membantu kontrol cakra petir Shiba. Kasus Yukino, Kakashi mengajarkan beberapa teknik spesialis Genjutsu, meski bukan terbaik, itu cukup untuk ukuran genin selain itu sama dengan Shiba, Kakashi melatih kontrol ninjutsu Yukino untuk lebih baik ke depannya.

Naruto mungkin sedikit berbeda, dibanding memantapkan jutsu seperti yang dilakukan pada Shiba dan Yukino, Kakashi justru meminta Naruto menguasai beberapa teknik Futon selain Daitoppa. Jounin memberikan beberapa gulungan jutsu dan terkejut diantaranya ada yang level B. dengan kedipan kecil, Kakashi yakin Naruto bisa melakukannya dengan baik.

Pertandingan lonceng tampaknya adalah permainan daripada sesi latihan. Naruto tentu saja hanya melakukan yang kira-kira bisa dilakukan anak sembilan tahun dengan sedikit peningkatan. Pengalaman memberinya alarm jika terlalu menonjol bisa menarik perhatian yang tidak diinginkan, meski Naruto sendiri tidak yakin kalau sudah menahan diri dengan cukup baik. Tanpa misi yang melibatkan pertempuran sesungguhnya, juga tidak memastikan apakah semua jutsu yang dipakai selama menjadi Naruto sembilan tahun, cukup. pastinya kekuatan Bijuu bukan solusi, karena di mata manusia biasa, pelatihan kontrol cakra bijuu membutuhkan waktu bertahun-tahun. Dirinya memang bisa memakai beberapa kekuatan yang diberikan dunia Limbo, tapi setelah kasus Kakashi Naruto harus lebih hati-hati.

Secara bertahap tim Kakashi mulai mendapat misi level C. meski hanya sekedar mengejar pencuri atau mengurus hewan liar di hutan yang belum membahayakan nyawa, itu jauh lebih menantang daripada level D. dalam kasus ini, kerja sama tim sering diuji. Naruto bersyukur, tidak perlu repot-repot menggunakan tipuan untuk kedua rekannya. Selain hubungan di balik pekerjaan yang baik, keduanya terbukti bisa bekerja sama. Shiba yang awalnya paling banyak skeptis dengan beberapa ide yang dilontarkan Naruto mulai menerimanya, bahkan di banyak kesempatan Shiba tidak mempermasalahkan strategi Naruto. Yukino masih punya sisi takut mengambil keputusan, tapi dia juga semakin baik. Ketika dipasangkan dengan Naruto membuat kolaborasi berkat hubungan Katon dan Futon, gadis itu nyaris tidak mengecewakannya.

Hampir dua bulan misi mereka hanya berada di sekitar Konoha dan paling jauh adalah ibukota negara api. Kali ini dia mendapat misi peringkat C lain berupa pengawalan, yaitu menjaga rombongan pedagang kain sutra yang akan membawa muatannya di sebuah kota di dekat jembatan Kannabi. Naruto melirik ke arah Kakashi ketika Hokage memberitahukan detail misi, Jounin elit memang pantas dijuluki ninja andalan Konoha. Masa lalu tidak menggetarkanya sama sekali.

.

Kannabi adalah nama sakral yang tidak akan pernah lepas dari kehidupannya. Sebagai ninja dan pernah hidup di bawah bayang-bayang Ne, emosi bisa melahirkan beberapa masalah. Ini bukan misi pertama dia kembali ke Kannabi sejak hari itu. Sebagai Anbu dia sudah lima kali Kakashi hitung mengambil misi ke sana, tapi berapa kalipun nama Kannabi tetap memberi guncangan.

"Meski benar ini hanya misi kelas C, tapi ada hal lain yang ingin kamu lakukan untukku Kakashi," Sandaime menarik laci dan mengeluarkan gulungan yang terikat rapi sebuah tali emas. "Ini adalah bagian terakhir dari perjanjian Konoha dan Iwa. Sudah hampir dua tahun aku dan Onoki menjalin mitra semacam ini, meski belum menemukan titik terang sebagai hubungan yang solid. Aku yakin di masa depan, bahkan jika bukan aku Hokagenya, Iwa dan Konoha akan menjadi sekutu yang kuat."

Semua negara ninja di luar sana adalah musuh. Bahkan jika Suna sudah menjalin kerja sama, bukan berarti Konoha menurunkan kewaspadaan. Kumo dan Iwa adalah negara paling kecil yang mungkin bisa menawarkan kerja sama. Apalagi setelah sejarah terjadi di antaranya. Kakashi memang tahu Sandaime sudah menjalin sambungan dengan Iwa, tapi itu misi milik Shikaku dan timnya. Selama dua tahun berlalu gulungan itu adalah hasil kerja keras semua orang.

"Sebagai itikad kita benar-benar ingin menunjukkan niat baik, kali ini tim yang dikirim bukan tim Jounin khusus, tapi genin muda yang baru terbentuk. Onoki juga akan mengirim tim genin muda saat kamu mengantarkan gulungan ini ke sana."

Kakashi menerima gulungan itu memandangnya sejenak. Ada dua kelemahan dalam misi khusus ini.

"Apa Anda percaya Tsuchikage-sama juga menunjukkan itikad yang sama seperti Hokage-sama?"

"Ya. Aku percaya hubungan dua tahun yang berlangsung baik ini akan berbuah manis. Aku yakin Onoki sendiri lelah dengan segala buntut masalah ini."

"Lalu di tim ini ada Naruto, anak Minato, yang dianggap penjahat di Iwa. Meski dia memakai nama Uzumaki, rambut pirang nya akan menarik perhatian dan saya yakin shinobi mereka tidak bodoh untuk menarik kesimpulan semacam itu… Sandaime-sama Anda sengaja mengirim tim ini untuk misi ini bukan?

Sandaime tertawa kecil, "Kamu terlalu paranoid Kakashi. Tapi aku akui ingin menarik perhatian dengan tim yang dikirim Onoki, dia pasti mengirim tim genin terbaik seperti aku mengirimmu. Apakah dia tahu atau tidak, ini adalah ujian terakhir bagi kedua belah pihak. Jika dendam masa lalu bisa dilupakan, maka hubungan keduanya bisa berlanjut dengan damai."

.

Naruto dan Yukino mengapit karavan di sisi kanan dan kiri. Shiba ada di depan sedangkan Kakashi mengawasi dari belakang. Misi itu membuat semangat kedua rekannya yang lain, tapi segera menjadi loyo di hari kelima. Setelah mencapai kilometer demi kilometer, di hari keempat, rombongan di serang bandit.

Kejadian terjadi di pertengahan dari ketika rombongan memutuskan untuk istirahat. Shiba bertugas mengamati lingkungan sekitar. Kakashi telah memutuskan untuk menyerahkan sebagian tugas misi ini kepada ketiga muridnya dan dia sendiri hanya turun tangan ketika kondisi di luar kendali. Shiba mendapat tugas jaga pertama karena dia yang paling terampil dalam melacak sesuatu. Yukino bermain bersama anak-anak dan berkat dia juga berasal dari lingkungan Daimyo, anak-anak cepat akrab dengannya. Naruto sebenarnya kebagian tugas seperti Yukino, tapi kepribadian yang kurang bersahabat dan raut emosi yang cukup dingin membuat orang-orang tampaknya menghindarinya. Tapi ada beberapa orang-orang tua yang mau mengobrol dengan Naruto, itu hanya karena dia membaca buku. Kakashi tidak ada di sekitar, tapi Naruto bisa merasakan dia ada di sekitar sini.

Meski bukan tugasnya Naruto tetap memantau lingkungan.

Tiba-tiba saja gerobak berisi barang-barang berharga diledakkan. Segera Shiba, Yukino dan Naruto berkumpul melindungi keluarga pejabat dengan tingkat kewaspadaan tinggi. Kakashi juga muncul tak selang berapa lama. Kakashi menggunakan Suiton untuk meredakan kobaran api.

Bahkan seakan ledakan barusan hanyalah pembukaan suatu pertunjukan, serangan kunai dari depan dalam jumlah banyak menuju ke arah mereka. Naruto maju dan menggunakan Daitoppa untuk menghalau semua kunai yang beterbangan. Angin menyibakkan rerumputan dan seorang laki-laki muda kurang lebih berusia dua puluh tahun memasang ekspresi ketakutan begitu persembunyiannya terbongkar. Kakashi langsung maju dan membunuh bandit di tempat seketika.

Naruto tidak kaget dengan gerakan cepat Hatake, dia memang terkenal karena itu Sharingan no Kakashi. Tapi melakukan aksi pembunuhan langsung di depan muridnya. Entah dia harus memujinya atau tidak. Di sisi lain Shiba bergulat dengan laki-laki lain yang menggunakan kunai, dia berpikir dengan mengalihkan perhatian Kakashi dia bisa menyerang anak-anak. Sungguh kekeliruan besar. Shiba sudah lebih baik dalam kontrol Raiton. Dia langsung mengaktifkan mengalirkan listrik ke tanto dan bandit menjerit merasakan sengatan jutsu miliknya. Yukino dan Naruto tetap melindungi rombongan, menghalau jika ada serangan kejutan lain.

"Naruto arah jam dua, seorang kabur."

Tanpa perlu diminta, Naruto menggunakan bunshin untuk meninggalkannya bersama Yukino sedangkan dirinya yang asli mengejar.

Naruto mengeluarkan cakra lebih banyak di kakinya mengejar bandit. Tidak sulit menemukannya, karena dia hanyalah sipil bersenjata tanpa kemampuan shinobi. Ketika dia menemukan target Naruto langsung menyerang dengan kunai dan meluka kaki si bandit. Naruto turun mendekat. Bandit itu begitu ketakutan mengayunkan senjatanya liar. Tapi kekuatan tidak kasat mata melemparkan pedang itu. Naruto tidak ragu menggunakan kekuatan Limbo, lagipula hanya dia dan si bandit yang ada disini.

"Apa kalian bekerja sendiri atau perintah orang lain?" tanya Naruto dingin.

"Biarkan aku pergi!" kini bandit itu sudah menyerah.

"Apa kalian bekerja sendiri atau perintah orang lain?" pertanyaan yang sama dan kali ini lebih dingin.

"Aku punya anak dan istri yang harus kuberi uang. Kami hanya orang miskin—"

Naruto tidak membutuhkan cerita menyedihkan bandit saat dia menggunakan Limbo lalu leher pria berputar diringi suara tulang patah dan tubuh terjatuh kehilangan nyawa.

Naruto tidak bergerak sama sekali sampai Kakashi muncul. Jounin itu tidak mengatakan apa-apa dan menyuruh Naruto kembali ke dua rekan lain. Sedangkan Jounin mengurus mayat bandit. Shiba pertama yang melihat kedatangannya, mengangguk memberi pengakuan. Yukino tidak mengatakan apapun tapi berusaha memberi senyuman paksa. Naruto tidak ragu membunuh, dia tidak memiliki emosi ketika menghilangkan nyawa. Baginya nyawa hanyalah wujud astral yang pergi begitu saja ketika wujud fisik manusia tidak mampu mempertahankannya.

Bahkan begitu menjadi makhluk Limbo, emosi sebagai manusia sudah lama hilang.

Tapi sejak merasuki bocah Naruto dan menikmati hidup di dunia ini. Perasaan manusianya seperti kembali.

Dan kadang dia tidak suka.