Gelap

.

.

.


KOKOTiME mempersembahkan:

"Hidden Storyboard"

"Gelap" - ditulis oleh Haruko3349

Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.

Genre: General, Friendship

Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 10 - Prompt: Gelap (Words count: 477).


.

.

Mentari seolah tergelincir masuk ke dalam lautan. Menarik binar rembulan yang telah menanti giliran. Bagai katrol bulat pada poros bendala. Pesona dirgantara saling sokong mengisi kegelapan, walau tirai kabut telah menutup para bintang yang seakan binasa tertelan jauh ke dalam.

Di atas permukaan terapung, para akar masih setia mengintai sekelompok anak-anak dengan nyali setinggi langit dalam kebisuan. Seorang pria tengah baya berpakaian pantai, sedang mengekor di belakang sebagai penjaga, dengan topeng merah yang setia menutupi setengah wajahnya di bawah bayangan topi kain krem di puncak kepala. Mata menyusuri setiap jengkal hutan misterius dengan dedaunan lebar sebagai penyambut perjalanan.

"Huaaa ... Tolong, BoBoiBoy! Akar ini hidup Lagi!"

Gopal yang sudah berkali-kali menantikan bantuan teman-temannya tetap tak membuahkan hasil.

"Dey! Tolonglah kawan kau niii ..."

Akar aneh itu terus saja melilit dan makin mengerat saat tangan gempalnya menyelusup berusaha melonggarkan.

Gopal masih lebih baik dipeluk erat oleh ammanya di rumah dan disuguhi kari ayam spesial. Walau untuk mendapatkannya pun Gopal harus kena sabetan rotan kekuasaan sang appa karena merasa terabaikan.

Gopal memang seorang durjana, tapi dia tak ingin mati muda dengan cara tak elit seperti ini. Meskipun pembayaran hutangnya pada Tok Aba akan digantikan. Tapi dia masih belum menjadi orang kaya dan terkenal.

"Wey, tunggu aku, BoBoiBoy!"

Langkah remaja bertopi Dino itu makin jauh dari pandangan. Gopal mulai panik, tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Embusan angin terasa dingin, meraba permukaan kulit. Percikan air garam yang terbawa sampai indera penciuman, sangat memanjakan malam ini. Namun, situasi ini bukan untuknya bersantai sambil makan coklat.

Tubuh gempalnya masih menggigil walau tertutup jaket hijau kesayangan. Rasa takut di dalam diri semakin memuncak. Walaupun begitu, cahaya hijau di jam kuasanya tak kunjung penuh. Dengan seluruh kekuatan anak dari Pak Cik Kumar, Gopal terus menarik dengan tangan dan kedua kakinya agar akar-akar itu berhenti memeluknya.

"Dey, nanti saja kau peluk lagi, dah gelap aku nak tidur ... huhuhuuu ..." ujarnya, sesekali memukul-mukul akar pohon yang melilit tubuh, walau tahu itu adalah hal paling konyol yang pernah ia perbuat.

Sedikit-sedikit tapi pasti—akan kegagalannya—jaringan pohon, satu per satu mulai terputus. Lilitan pada tubuhnya kini makin melemas. Sampai suara keras patahan itu membuat tubuh gempalnya mendarat di atas permukaan tanah.

Gopal tersenyum bangkit dari posisinya. Tanpa melepaskan akar tanaman yang memeluk lemas tubuhnya.

"Ceh, ini kawan? Aku masih suka pelukan Amma dari pada kalian, pohon durjana!"

Gopal memandang sinis akar pohon yang menggeliat masuk ke dalam tanah. Seiring batang yang mulai bergoyang-goyang, menciptakan dersik yang tidak wajar.

Gopal segera berlari menjejaki jalan lurus yang telah dilalui BoBoiBoy dan kawan-kawannya. Saat sinar jingga mulai tampak bersama kepulan asap tipis yang membubung tinggi ke angkasa. Kakinya kembali terjerat, akar pohon itu kembali mempermainkannya lagi dan lagi. Saat tubuhnya kembali beringsut di permukaan tanah.

"Huaaa ... BoBoiBoy...!"

Teriakan lantang kembali terdengar. Bersama suara BoBoiBoy yang kini menyusul memanggil namanya dengan tombak merah dan topi hitam menutupi wajah.

.

.

.

FIN

.

.

.


Pojok KOKOTiME

.

Heya kembali bersama Haruko. Terima kasih atas review-nya, dan yang telah membaca cerita Haruko sampai akhir.

Kali ini Haruko kembali dengan sesuatu yang ringan dan dengan sedikit garam di laut saja. Haruko harap kalian dapat menikmati cerita ini. Haruko harap cerita ini dapat menghibur walau prompt-nya "gelap".

Ingat, tetap jaga kesehatan, yaa.

.

Salam hangat,

Haruko3349

10 Oktober 2020