A/N: Ngeroast dibilang Baper, kemarin ngejelasin sesuatu dengan tulisan panjang lebar, dikatain Baper. Dahlah, nggak ngerti lagi gw sama reader sekarang, konyol banget woakwoakwoak.
...
..
.
Chapter 9
Beberapa bulan berlalu, Jiraiya mulai menjadi guru pembimbing bagi ketiga murid dari Amegakure, ketiganya di didik oleh Jiraiya bersama dengan salah satu murid specialnya, Minato Namikaze, perkembangan mereka cukup pesat saat dilatih oleh Jiraiya.
Terlebih, Minato sudah mampu menguasai Hiraishin yang diciptakan oleh Hokage kedua, dia menggabungkannya dengan Rasengan dan menjadi serangan mematikan bagi dirinya. Sementara itu, ketiga murid Jiraiya mulai berkembang sama seperti Minato, Konan sendiri menciptakan sebuah teknik yang hanya bisa digunakan oleh dirinya sendiri, dia juga bisa membuat tubuhnya berubah menjadi kertas yang sangat banyak.
Lalu untuk Yahiko, dia di ajarkan beberapa teknik ninja serta beberapa jutsu elemen. Jiraiya mengajari Yahiko beberapa teknik Taijutsu.
Sementara itu, Nagato berada di bawah bimbingan Naruto bersama dengan Kushina dan Mikoto, ketiganya menjadi satu kelompok dengan Naruto sebagai guru pembiming. Ini adalah kali kedua dia memimpin sebuah Tim, walaupun usia antara mereka terpaut dua tahun.
Kejadian demi kejadian telah mereka lewati, di awali dengan Nagato yang kehilangan kendali saat mencoba untuk mengendalikan kedua matanya, sampai pada pemanggilan Gedo Mazo. Naruto beruntung karena Nagato dan dirinya berlatih cukup jauh dari desa, karena berbahaya bagi desa Konoha jika Gedo Nazo berada di dalam tempat itu.
"Aku peringatkan, jangan memanggil makhluk itu jika kau tidak sangat terdesak sama sekali. Aku juga menyarankan untuk jangan membagi kekuatanmu menjadi beberapa bagian, kau memang punya Chakra melimpah karena gen Uzumaki yang ada dalam dirimu, tapi kau juga harus mengatur Chakra yang akan kau keluarkan saat bertarung dengan seseorang."
Nagato mengangguk, dia mulai mengerti kenapa Naruto langsung melumpuhkan makhluk besar yang dipanggil olehnya, Naruto juga bercerita jika mahkluk itu adalah cangkang dari Bijuu Ekor sepuluh.
Sejauh ini, hanya dia yang diberitahu oleh Naruto tentang hal tersebut, tapi Nagato curiga jika Kushina juga diberitahu oleh Naruto perihal patung Gedo.
"Apa Kushina tahu?"
"Dia pasti tahu, Bijuu di dalam tubuhnya pasti bereaksi terhadap patung besar itu," jelas Naruto. Dia pun beranjak dari tempat duduknya di atas batu besar. "Sejauh ini, apa kau sudah mengerti?"
"Tentu, aku mengerti sensei."
Pelatihan tersebut dibubarkan oleh Naruto, keduanya berjalan pulang kembali ke dalam desa karena hari yang sudah sore. Naruto berpikir saat melangkahkan kakinya ke desa, dia baru ingat akan Bijuu yang berada di dalam tubuh Kushina. Dia pun berpamitan pada Nagato untuk pergi menemui Kushina, bocah itu mengangguk mengerti saat Naruto pergi, dia langsung pulang ke rumahnya yang ada dikediaman Jiraiya.
Naruto terus melangkahkan kakinya ke sebuah rumah yang dekat dengan tempat dimana para Uchiha tinggal, Kushina dan Naruto sendiri sudah tinggal bersama semenjak Naruto menyelesaikan misi di Amegakure, Naruto langsung memasuki rumahnya dia melihat Kushina yang sedang memasak makan malam untuknya dan Mikoto yang saat ini berada di rumah kedua orang tuanya.
"Kushina, kau sudah selesai dengan masakanmu?"
Kushina terkejut, dia langsung menatap Naruto. "Ada apa memangnya? Aku hanya tinggal membereskan peralatan masak saja."
"Ikut aku!"
"Ehh, kemana?" Naruto tak menjawabnya, dia menarik Kushina ke ruang tengah dan menyuruhnya duduk bersila di atas lantai, Naruto menyuruhnya untuk berkonsentrasi dengan cara menghirup napas lalu mengeluarkannya.
Sementara Naruto memegang kepala merah Kushina, dia mengeluarkan napasnya dan mencoba untuk memasuki alam bawah sadar gadis itu.
...
...
Alam bawah sadar Kushina.
Alam bawah sadar milik gadis itu sama seperti miliknya dulu, tempat itu layaknya tempat pembuangan. Naruto sendiri berhasil masuk ke dalam, tanpa Kushina tentunya, dia terus berjalan mengikuti lorong tersebut.
Sampai pada akhirnya dia merasakan chakra kuat nan kelam di ujung ruangan tersebut.
[Jadi ada apa sehingga seorang Uchiha masuk ke dalam alam bawah sadar Hostku?] Sosok Rubah besar berwarna orange berada di dalam sebuah jeruji besi yang sangat besar, Naruto menatapnya menggunakan kedua mata hitamnya. Sama persis dengan segelnya dulu. [Atau yang bisa kupanggil Uzumaki Naruto.]
Senyuman senang terlihat di wajah Naruto saat itu juga, dia mendengar sebuah nama yang sudah lama tak dia dengar sampai sekarang, dan nama itu di ucapkan oleh seekor Bijuu paling kuat di dunia.
"Kurama! Lama tak bertemu kaaan!"
Kurama menyeringai menampilkan gigi-gigi tajamnya. [Lama tak bertemu, kau semakin bodoh saja bocah.] Dia tertawa setelah melihat wajah cemberut Naruto. [Kau makin kesini, makin berubah ya, aku tak menyangka jika akan kembali ke Zaman dimana aku masih menjadi berada diperut Ibumu.]
"Aku sendiri tak menyangka jika saat ini Ibuku menjadi calon Istriku di masa delan nanti." Naruto tertawa kecil mengingat dirinya yang resmi bertunangan dengan Kushina dan Mikoto. "Dia cantik sih."
[Heh, kau dengan pemikiran kotormu itu. Aku tak menyangka jika Host ketigaku bakalan seperti ini.] Naruto tersenyum miring menanggapinya. [Setidaknya, kau bisa mengubah masa lalu setelah Dewa Kematian memberikan kesempatan untukmu.]
Naruto mengangguk. "Ngomong-ngomong, bagaimana bisa kau kemari? Maksudku, bagaimana bisa kau mengingatku?"
Kurama menghela napas panjang, dia mulai menceritakan bagaimana dirinya berakhir di tempat ini kembali. Dia mulai menceritakan jika jiwanya dari masa depan masuk ke dalam tubuhnya melalui Kushina saat Mito menyegelnya. Dia terus mengingat akan perkataan dari Dewa kematian akan Naruto yang kembali ke masa lalu.
Jadi Kurama menunggu hingga dirinya bertemu dengan Naruto.
Dan saat ini mereka bertemu setelah sekian lama.
"Ah, iya aku minta satu hal padamu."
[Katakan!]
Naruto berjalan mendekati kertas segel, dia langsung melepas kertas tersebut. Tak ada kejadian apapun setelah Naruto melepaskan kertas tersebut. "Jika Kushina sudah membuka kunci ini, bantulah dia bertarung."
[Oh, tentu saja, kita dulu adalah partner dan sekarang masih tetap partner walaupun berbeda tubuh.] Kurama menyeringai, dia memberikan sebuah kepalan tangannya di sela-sela jeruji besi yang mengurung dirinya. [Ibumu akan aku jaga Naruto.]
"Heh, sayang sekali, gadis ini adalah tunanganku sekarang, bukan lagi Ibuku."
Keduanya pun tertawa keras sebelum pada akhirnya Naruto menghilang dari hadapan Kurama, pemuda itu menghilang saat mereka melakukan salam yang pernah di ajarkan oleh Bee.
[Aku akan menepati janjiku padamu, Naruto]
...
...
Naruto membuka kedua matanya, dia menarik kembali tangannya dari kepala merah Kushina. Dia juga merasakan sosok Mikoto yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Kalian sedang apa?"
Naruto berdiri tepat di hadapan Kushina. "Aku berbicara dengan Bijuu yang berada di dalam tubuh Kushina, dia nanti akan bangun sebentar lagi." Naruto tersenyum menatap gadis berambut merah panjang itu, dia pun duduk di kursi makan. "Oh ya Mikoto, apa pertemuannya berjalan lancar?"
"Para tetua Uchiha kolot sekali." Jawaban itu membuat Naruto tertawa. "Jadilah Hokage, lalu pindahkan kompleks Uchiha ke dekat kantor Hokage."
"Untuk?"
"Kami kan Polisi Konoha, jika kita berada di dekat Kantor Hokage, maka kita bisa mengawasi jalanan Konoha dari kejahatan yang ada."
"Konflik dan politik di dunia ini rumit, maka dari itu aku agak malas untuk menjadi kepala klan ataupun Hokage, tapi karena Ayah Kagami memintaku, maka aku turuti untuk menjadi kepala Klan. Lagipula kau bisa menjadi Kepala Klan jika mau."
Mikoto mengangkat sebelah alisnya mendengar ide yang di utarakan oleh tunangannya itu. Sementara itu, Kushina mulai membuka kedua matanya, dia mengerjapkan kedua matanya beberapa kali. Dia dari tadi bermeditasi dan tak menemukan apapun di dalam alam bawah sadarnya. Gadis itu langsung bangkit dan berjalan ke arah Naruto.
"Apa yang kau lakukan tadi?"
Naruto menoleh, untung dia masih belum menyentuh makan malamnya. "Aku hanya masuk ke alam bawah sadarmu dan mencoba untuk berbicara dengan Kyuubi."
"Lalu?"
"Berhasil." Naruto tersenyum. "Selamat makan!" Kushina dan Mikoto hanya menatap datar Naruto, pemuda itu makan dengan sangat lahap.
"Yang penting dia suka masakanku."
...
..
...
Keesokan harinya, Naruto diminta oleh Kagami untuk datang ke kantor Hokage sebagai calon kepala Klan Uchiha. Dia bersama Kagami datang ke kantor Hokage karena undangan rapat yang di adakan oleh para tetua serta beberapa warga sipil.
"Rapat dibuka!"
Di tengah sudah duduk Hiruzen sebagai Hokage serta ketiga temannya yang menjadi rekan setimnya dulu, bersama dengan Kagami, mereka pernah melakukan misi pada saat perang dunia Ninja kedua peca. Nidaime berkorban untuk memberikan waktu bagi rekan-rekannya kabur dan kembali ke Konoha.
Kagami ingat saat Hiruzen di berikan mandat oleh Tobirama untuk menjadi Kage selanjutnya setelah dia tewas waktu itu.
Hiruzen mengambil sebuah kertas. "Pertama, aku memberikan ucapan selamat pada Uchiha Naruto yang bisa membantai ratusan Ninja dari Iwa, Kumo dan Ame serta membunuh Hanzo si Salamander." Danzo yang mendengarnya langsung menatap tajam Hiruzen. "Kedua, dia juga berhasil memojokkan dua orang dengan level Kage, tetapi sayangnya dia masih kewalahan akibat serangan bertubi-tubi dari Raikage ketiga."
Hiruzen menjeda beberapa detik informasi yang didapatnya. "Lalu, berhasil menyelamatkan tiga orang anak yatim piatu dan membuatnya menjadi Ninja Konoha, karena ketiga anak tersebut adalah murid Jiraiya. Untuk itu, aku selaku Hokage ketiga memberikan jabatan Jounin Spesial pada Naruto Uchiha, dan selamat untukmu yang akan menjadi calon Hokage keempat bersama Orochimaru serta calon kepala Klan Uchiha yang baru."
Naruto yang berdiri dibelakang Kagami pun terkejut, secepat ini dia akan menjadi Hokage? Lalu menjadi kepala Klan?
"Tunggu Hiruzen, apa kau tak berpikir dua kali untuk memberikan jabatan seorang Hokage pada bocah itu, aku melihat dia yang masih sangat muda dan minim pengalaman," ujar Danzo berpendapat, ada perasaan tak suka jika seorang Uchiha memimpin Konoha, terlebih lagi dia adalah seorang yang baru saja datang dari pengembaraan yang jauh.
"Catatan misinya juga bagus, terlebih hampir semua misi yang dijalani olehnya ada rank B serta A, ada juga beberapa Rank S." Hiruzen kembali memberikan penjelasan tentang misi yang dijalani Naruto bersama ketiga Sannin lainnya. "Dia paling sering mengerjakan misi itu bersama Orochimaru, calon lain yang akan menjadi Hokage keempat."
"Aku masih meragukan keloyalan dia Hiruzen, terlebih lagi dia baru saja datang beberapa bulan lalu. Kita tak tahu apa yang ada dipikirannya saat ini, apakah dia akan menghancurkan Konoha dari dalam atau menguasai Konoha."
Naruto langsung buka suara saat Danzo mulai tak mempercayai dirinya. "Maafkan saya, tapi anda tak bisa langsung memberikan pendapat sebelum melihat beberapa informasi tentang misi dan saya, anda juga tak bisa menaruh kecurigaan pada Klan Uchiha hanya karena Klan kami dulu punya seorang Nuke-nin pertama di dunia, tidak semua orang di Klan kami jahat seperti yang anda pikirkan."
"..."
"Atau karena aliansi anda dengan Hanzo berakhir karena kematian Ninja dari Ame tersebut?"
Danzo memandang tak suka Naruto, dia benar-benar dibuat diam membisu akan hal tersebut. "Apa itu benar?" Hiruzen bertanya pada pria disampingnya itu. "Apakah kau beraliansi dengan Hanzo untuk menguasai Amegakure?"
"Ini demi kebaikan desa."
"Kebaikan kau bilang?! Tak ada kebaikan di dunia yang sedang dilanda kekacauan."
Perkataan terakhir Hiruzen membuat semua orang yang hadir pun diam membisu. "Danzo aku sudah bilang jika kau dan shinobimu sudah kusuruh untuk membubarkannya, kan?"
"Aku sudah membubarkan organisasi itu Hiruzen."
"Aku tak bisa mempercayaimu."
Rapat pun dilanjut dengan agenda pembacaan tentang beberapa renovasi rumah warga yang akan dilaksanakan sebentar lagi.
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto.
...
TBC
...
..
