STRONG FATHER
Disclaimer
Naruto : masashi kishimoto
Highschooldxd : ichie ishibumi
Dan karakter lain dari anime lain
Rate : M
Genre : family, humor, romance, fantasy
Pair : Naruto U x Harem
Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, geje, alur berantakan.
"Hello" : orang bicara
"Hello" : orang membatin
"Hello" : monster bicara
"Hello" : monster membatin
.
Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin bayak typo dan kata yang kurang dan kesalaha ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.
.
Chapter 9
.
Pagi hari di Underword dengan dihiasi oleh langit berwarna ungu, tidak seperti di dunia manusia. Kita hiraukan definisi pagi harinya, dapat dilihat disalah satu Mansion di Underword lebih tepatnya di Mansion Sitri di kamar Serafall.
Dapat dilihat di kamar Serafall banyak sekali tumpukan baju yang entah apa gunanya, hingga 15 menit berlalu Serafall sudah terlihat sangat rapih dengan pakaian biasanya (Serafall yang biasanya aja, dengan atasan hijau dan rok hitamnya. Maaf gak pandai buat penampilan). Sedang berdiri di depan cermin besar untuk memastikan penampilannya sudah oke apa belum.
Tak lama kemudian Serafall keluar dari kamarnya setelah memastikan penampilanya sudah oke langsung melangkah keluar Mansion. Tapi saat melewati ruang utama Serafall diberhentikan oleh Lady Sitri yang terheran-heran dengan putrinya yang terlihat begitu rapih dan cantik pikir Lady Sitri.
"Pagi sudah rapih dan cantik, mau ke mana sayang?" tanya Lady Sitri.
"Ano Okaa-sama, aku ada perkumpulan dengan para iblis wanita. Ya! Perkumpulan para iblis wanita Okaa-sama hehe," balas Serafall cengengesan memberi alasan.
"Oooo Cuma perkumpulan, ya sudah sana," kata Lady Sitri mengijinkan membuat Serafall bernafas lega entah karena apa.
"Jaa ne Okaa-sama, aku pergi dulu ya," pamit Serafall langsung melangkah keluar Mansion dengan tergesa-gesa membuat Lady Sitri curiga.
.
" Ada yang aneh dengan Sera," batin Lady Sitri mulai curiga.
.
.
#SKIP MANSION PHOENIX
.
Lain ucapan lain tujuan, ya itu yang dilakukan Serafall saat ini. Dan sekarang Serafall sudah berada di Mansion Phoenix, yap! Dengan alasan seperti hari-hari kemarinnya agar bisa diperbolehkan oleh penjaga gerbang untuk memasuki Mansion Phoenix.
Dan sekarang Serafall sudah berada di ruang utama Mansion Phoenix yang kebetulan juga ada Lady Phoenix disitu juga. Sontak Lady Phoenix langsung menatap Serafall curiga, hingga membuat Serafall kikuk dengan tatapan aneh Lady Phoenix.
"Ada keperluan dengan Ruval-kun atau hanya ingin melihat Naruto-kun?" tanya Lady Phoenix langsung membuat Serafall gelagapan gak jelas.
"Dengan Ruval bi hehe," kikuk Serafall membuat Lady Phoenix pura-pura mengangguk mengiyakan, padahal dalam pikiranya sudah tau kalau Serafall ke Mansionya hanya sekedar ingin mencari perhatian dari Naruto, pikir Lady Phoenix.
.
"MENMA CEPAT MANDI! ATAU NANTI TAKKAN TOU-SAN BUATKAN RAMEN UNTUKMU!" teriak Naruto dari salah satu kamar membuat Lady Phoenix dan Serafall menoleh kearah kamar asal suara.
"JANGAN! IYA TOU-SAN, AKU AKAN MANDI!" teriak Menma yang juga dari dalam kamar tersebut.
.
"Hihi mereka itu," cekikikan Lady Phoenix senang, karena sudah menjadi kebiasaan setiap pagi di Mansionya diisi oleh teriakan-teriakan Naruto dan Menma membuat Mansion jadi tambah ramai dan tidak sepi.
"Apa Naruto-kun dan anaknya selalu seperti itu bibi?" tanya Serafall tanpa sadar menambahkan embel-embel Kun pada Naruto, sehingga membuat Lady Phoenix mengangkat alisnya.
"Kun?" tanya Lady Phoenix memastikan lagi ucapan Serafall. Sontak Serafall langsung sadar dengan cepat menutup mulutnya karena keceplosan.
"Up! Naruto-san maksutnya bibi hehe," cengiran Serafall kikuk karena tertangkap basah menyebutkan Suflix-kun pada Naruto. Dan Lady Phoenix hanya ber-O-ria pura-pura percaya padahat tadi sangat jelas Serafall menyebutnya-kun pikir Lady Phoenix.
Dan tak lama kemudian Naruto keluar dari kamarnya, dengan dirinya dan Menma sudah rapih alias sudah mandi bersih dan berpakaian rapih. Kemudian langkah Naruto terhenti di ruang utama setelah melihat ada Serafall dan Lady Phoenix disitu yang tadinya niatnya ingin ke dapur mau membuatkan makanan kesukaan anaknya yaitu Ramen.
"Ah Sera, sedang apa kau disini? Pagi-pagi pula," tanya Naruto kepada Serafall yang sudah besemu merah malu di hadapan Naruto.
"A-aku A-aku sedang ber-berkunjung, Ya! Berkunjung Naruto-kun hehe," balas Serafall cengengesan gak jelas.
.
" Padahal tadi bilangnya ada perlu dengan Ruval, kenapa sekarang malah jadi berkunjung," batin Lady Phoenix menatap Serafall aneh.
.
"Ooo Cuma itu," balas Naruto ber-O-ria tanpa curiga dengan gelagat Serafall.
"TAU-SAN! Cepat buatkan ramen, aku lapar!" tiba-tiba Menma bersuara membuat Naruto menoleh ke arahnya.
"Hai hai Tou-san buatkan untuk jagoan Tou-san ini," balas Naruto lalu melangkah ke arah dapur meninggalkan Menma bersama Serafall dan Lady Phoenix.
.
"Sini Menma-kun, duduk sama nenek," kata Lady Phoenix setelah Naruto tidak ada dan dijawab anggukan Menma lalu melangkah mendekati Lady Phoenix dan duduk di sebelahnya. Sedangkan Serafall masih memperhatikan kepergian Naruto tadi yang melangkah ke arah dapur.
"Menma-kun hati-hati ya, nanti Tou-sanmu diambil sama Onee-san itu," kata Lady Phoenix sambil menunjuk Serafall. Sontak membuat Serafall terkejut dan Menma langsung berdiri menatap Serafall.
"TIDAK BOLEH! NANTI TOU-SAN TIDAK SAYANG LAGI DENGANKU! POKOKNYA TIDAK BOLEH!" bentak Menma tidak suka membuat Serafall diam mematung.
.
" Sabar Sera, demi ayahnya kau harus sabar," batin Serafall agak sedikit kecewa karena sepertinya rencana yang dipikirkannya akan sedikit susah.
.
Sedangkan Lady Phoenix malah cekikikan karena tidak menyangka reaksi Serafall seperti orang Kecewa. Dan tidak lama kemudian Naruto kembali ke ruang Utama sambil membawa semangkuk ramen yang asapnya masih mengepul menandakan masih panas. Sontak Menma langsung berlari mendekati ayahnya dengan kedua tangannya langsung membentang lebar sambil menatap Serafall seolah-olah melindungi ayahnya dari bahaya.
"Tou-san jangan dekat-dekat sama Onee-san itu, nanti Tou-san dibawa pergi sama Onee-san itu," kata Menma membuat Naruto mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti maksud ucapan Menma.
"Kamu ngomong apa si Menma, Tou-san tidak akan pergi ke mana-mana kok," kata Naruto bingung.
"Kata nenek, Onee-san itu mau mengambil Tou-san dariku," balas Menma membuat Naruto menghela nafas, lalu Naruto menoleh ke arah Lady Phoenix yang sedang cekikikan dan Serafall yang lagi diam mematung karena kecewa.
"Onee-san cantik itu baik kok Menma, tidak mungkin Tou-san diambil sama Onee-san yang cantik seperti itu, percaya sama Tou-san oke," kata Naruto membuat Menma menurunkan kewaspadaannya terhadap Serafall. Menma memang selalu langsung percaya bila ayahnya yang mengucapkanya.
.
" KYAAAA! Naruto-kun memujiku cantik," bati Serafall sangat senang dengan pujian Naruto. Yah walaupun Naruto memujinya tanpa sadar tapi Serafall sudah menganggapnya suatu pujian nyata.
.
Dan selanjutnya ruangan tersebut diisi dengan Menma yang memakan ramennya dengan lahap ditambah cekikikan Lady Phoenix yang senang dengan tingkah Menma, serta Serafall yang juga ikut cekikikan tidak nyangka anaknya Naruto bisa selucu itu, pikir Serafall. Dan Naruto hanya geleng-geleng kepala sudah terbiasa dengan tingkah Menma yang super duber bar-bar soal menyangkut makanan kesukaanya.
.
.
#Skip 2 Jam Kemudian
.
Kini Naruto berada di depan Mansion bersama Lady Phoenix memandang kepergian Menma yang diajak Serafall keperpustakaan Sitri yang katanya perpustakaan terbesar di Underword. Dan Naruto sempat heran tadi, bagaimana bujukan-bujukan yang dilancarkan oleh Serafall bisa membuat Menma antusias ingin ikut Serafall, sedangkan dari tadi Lady Phoenix terus cekikikan karena bujukan Serafall sangat absurd menurut Lady Phoenix.
"Oh ya Okaa-san. Otou-san dan Ruval dimana? Dari tadi aku tidak melihatnya," tanya Naruto kepada Lady Phoenix yang disebelahnya.
"Hmm, tapi pagi katanya mereka ada rapat penting apalah itu Okaa-san lupa," balas Lady Phoenix sambil mengingat rapat apa yang tadi pagi suaminya bilang. Dan Naruto hanya ber-O-ria saja.
"Sepertinya aku juga ijin keluar Okaa-san," kata Naruto membuat Lady Phoenix menoleh kearahnya.
"Ke mana?" tanya Lady Phoenix.
"Ada sesuatu yang ketinggalan ditempat latihan minggu lalu saat sparing dengan Ruval," jelas Naruto memberi alasan sambil tersenyum meyakinkan.
"Oh yasudah," kata Lady Phoenix membuat Naruto mengangguk senang.
.
SRING!
.
Lain perkataan lain tujuan, itu yang digambarkan oleh Naruto saat ini. Bukan muncul di tempat latihan melainkan di hutan yang saat jauh tapi masih di Underword dan lokasinya dekat sebuah tebing tinggi seperti gunung.
Kini langkah Naruto menuju suatu tempat yang tidah jauh dari dirinya muncul tadi. Langkahnya memang tenang tapi tidak dengan perasaan waspadanya disekelilingnya apa bila ada musuh terutama iblis lama yang sudah menjadi musuh dalam daftarnya.
"Ne Kurama, apa tidak ada rumus Hiraishin yang berbeda lagi?" tanya Naruto kepada patner di dalam tubuhnya.
"Entahlah Gaki, mungkin ada Cuma kita saja yang belum mengetahuinya," balas Kurama.
"Huh, ternyata susah juga ya, buat rumus pindah Dimensi. Gara-gara si Obito kampret aku jadi terlempar kedunia ini," kata Naruto kesal.
"Tapi ada untungnya juga kan Gaki, kau terlempar ke Dimensi ini, kau jadi memiliki keturunan. Yah walaupun 2 istri Nagamu dan istri iblismu membuatmu kecewa si," balas Kurama membuat Naruto memasang wajah datar.
"Jangan ingatkan lagi kurama, aku tidak ingin mendengar nama orang yang tidak menghargai kerja keras suaminya," kata Naruto cuek.
"Yah setidaknya anakmu dari wanita iblis tidak seperti anak dari 2 wanita Naga dan sebentar lagi kau akan mendapatkan penggantinya," balas Kurama membuat alis Naruto terangkat.
"Apa maksudmu kurama?" bingung Naruto.
"Kau tidak menyadarinya ya Gaki, wanita iblis tadi yang membawa anakmu itu memiliki perasaan terhadapmu," jelas kurama membuat Naruto melebarkan matanya.
"Ha! Itu tidak mungkin Kurama, dan aku tidak ada niatan untuk cari pengganti lagi," sangkal Naruto menolak kenyataan.
"Liat saja nanti Gaki, kau juga pernah mengatakan seperti itu sebelum menjadi suami wanita iblis itu," kata Kurama tenang. "Ya itung-itung untuk membangkitkan Clanmu apabila memang tidak ada jalan untuk kembali ke dunia asal kita," sambung Kurama membuat Naruto berfikir.
"Benar juga ya, ah kupikirkan nanti saja," kata Naruto membuat kurama menyerigai aneh.
"Berterima kasihlah padaku Gaki, berkat diriku kau bisa hidup abadi," kata Kurama membanggakan diri.
"Kau salah Kurama, Cuma hampir dan belum abadi. Aku masih bisa mati jika ada yang bisa membunuhku," kata Naruto membuat kurama mendesis.
"Cih! Sama saja Gaki," desis kurama.
Tiba-tiba langkah Naruto terhenti tepat di depan sebuah batu yang cukup besar di bawah tebing. Seketika Naruto melihat sekeliling, mengecek apabila ada hal yang mencurigakan. Setelah merasa aman Naruto menempelkan telapak tangan kanannya ke batu tersebut.
.
[FUINJUTSU : KAI!]
.
Tiba-tiba batu besar itu bergeser dan memperlihatkan sebuah tangga di bawah batu tersebut. Dan kemudian Naruto melangkah menuruni tangga tersebut dan seketika batu tersebut kembali menutupi lubang tangga di bawahnya setelah Naruto memasukinya.
.
DUK! DUK! DUK! DUK!
.
Suara langkah Naruto menuruni tangga tersebut, lama kelamaan langkahnya sampai di sebuah ruangan di dasar dan seketika ruangan tersebut langsung terang benderang.
Dapat dilihat di ruangan tersebut banyak sekali rak-rak buku berderetan serta banyaknya buku mengisi rak tersebut. Buku tersebut sudah dikategorikan banyak walau hanya setengah dari perpustakaan milik Pillar Sitri tapi takkan habis bila dibaca seharian.
Lalu langkah Naruto menuju ujung ruangan yang terdapat sebuah meja dan banyak tumpukan gulungan yang menempel di tembok dan di atas mejanya banyak sekali kertas hasil corat-coret sebuah rumus segel yang dibuat oleh Naruto.
"Sudah berapa tahun ya? Aku memenuhi ruangan ini dengan kertas coretan rumus gagal," desah Naruto setelah duduk dari kursinya.
"300 tahun lebih mungkin," balas Kurama dalam tubuh Naruto.
"Huh, jika umurku sudah setua itu mungkin anakku yang di sana sudah punya cucu ya," kata Naruto menghela nafas.
"Maksutmu anak dari wanita Yuhi itu? bukan lagi punya cucu tapi sudah punya cicit malahan," timpal Kurama membuat Naruto memasang wajah datar.
"Jangan ingatkan aku dengan wanita jalang itu kurama. Yang kupikirkan hanya anakku bukan dia, Aku malah berharap dia dan si brengsek Sarutobi itu disiksa di dalam neraka," ucap Naruto dingin menekankan kata dia dan si brengsek Sarutobi.
"Malahan sebelum masuk neraka, mereka sudah dibantai dan disiksa oleh keluargamu, terutama adikmu dan wanita Kenjutsu serta si Janda Uchiha yang paling over terhadapmu," tambah Kurama membuat Naruto sedih karena teringat dengan keluarganya terutama adiknya.
Tiba-tiba ada seseorang yang muncul di ruangan tersebut langsung membungkuk hormat di hadapan Naruto. Sontak Naruto kembali tenang langsung menatap orang tersebut yang perawakanya seperti anak kecil dengan rambut kuning serta Zirah besi menutupi semua tubuhnya kecuali kepalanya tapi umurnya bisa membuat orang-orang yang mendengarnya tidak percaya karena melebihi umur Naruto sendiri.
"Aduh Meliodas, jangan membungkuk seperti itu, aku merasa tidak enak karena kau jauh lebih tua dariku," kata Naruto risih dengan tingkah orang yang bernama Meliodas tersebut. Sontak Meliodas menegakkan tubuhnya.
"Tidak Naruto-san! Walaupun kau jauh lebih muda dariku, tapi kau orang yang paling kuhormati karena berkat dirimu istriku bisa terbebas dari segel kutukannya," sangkal Meliodas memberikan alasannya membuat Naruto kikuk.
"Hehe kau berlebihan Meliodas," balas Naruto cengengesan.
"Ano Naruto-san, ada laporan penting," ucap Meliodas membuat Naruto langsung terhenti dari cengengesanya dan langsung menatap serius Meliodas.
"Apa?" serius Naruto.
"Pasukan Old Satans sudah mulai bergerak, mereka sudah menginvasi Underword bagian selatan paling ujung," jelas Meliodas memberitau membuat Naruto menghela nafas.
"Huh, terus awasi Meliodas, suruh pasukanmu jangan bergerak dulu sebelum kuperintahkan," perintah Naruto dan langsung dijawab anggukan Meliodas, lalu Meliodas mundur satu langkah dan menghilang entah ke mana.
"Huh! Pantas saja Otou-san dan Ruval mendapat rapat dadakan, ternyata sebentar lagi perang ya," gumam Naruto menerawang langit-langit ruangan.
"Apa kau juga akan bertindak Gaki," kata Kurama.
"Mungkin, dan aku akan pastikan Ambisi si kakek Ubanan Sialan itu hancur tak tersisa," kata Naruto menekankan kata si Kakek Ubanan Sialan.
"Huh, dendam ya," kata Kurama.
"Sangat! Karena dirinya membuat keluargaku hancur seperti ini," balas Naruto dingin.
"Aku selalu mendukungmu Gaki, apapun tindakanmu itu," kata kurama menyetujui membuat Naruto mengangguk.
Lalu Naruto memulai kegiatannya yaitu membuat sebuah rumus segel Hiraishin entah apa itu dan selalu gagal-gagal tidak sesuai dengan keinginannya hingga lupa sudah banyak sekali kertas hasil coretannya yang menumpuk di ruangan tersebut.
.
.
#SKIP PERPUSTAKAAN SITRI
.
Di dalam ruangan besar di kediaman Sitri, diisi banyak buku yang berderetan tersusun rapi memenuhi ruangan tersebut. Liat kepojok ruangan, ada sebuah meja khusus untuk membaca, disana ada Menma yang sedang serius membaca sebuah buku ditemani oleh Serafall yang antusias memperhatikan Menma. Dan tak berselang lama nampaknya Menma akan selesai dengan acara membacanya.
"Huh, seandainya di Mansion nenek ada banyak buku, pasti aku tidak akan bosan di Mansion terus," kata Menma setelah menutup buku bacaannya sambil menghela nafas. Sontak di atas kepala Serafall langsung muncul lampu bercahaya.
"Menma-kun bisa tinggal disini kalau mau, agar bisa membaca buku-buku ini sepuasnya," kata Serafall sambil tersenyum.
"Tapi Onee-san, Tou-san tidak mungkin mengijinkanku," ucap Menma, "Huh, padahal buku-buku disini banyak yang menarik membuatku tak bosan membacanya," sambung Menma kecewa.
"Ada kok caranya agar diijinkan oleh Tou-sanmu, Menma-kun," kata Serafall langsung membuat Menma menoleh ke arahnya ingin tau.
"Sungguh! Bagaimana caranya Onee-san?" kata Menma berharap.
"Gampang kok Menma-kun, caranya jika Menma-kun mau menganggap Onee-san itu Kaa-san," balas Serafall tersenyum tapi Menma malah bingung tidak tau maksud ucapan Serafall. Sontak Serafall yang tau kebingungan Menma kembali bersuara. "Caranya Menma-kun harus memanggil Onee-san mulai sekarang adalah Kaa-san," sambung Serafall dan akhirnya Menma mengangguk mengerti. "Jadi, bisa Menma-kun panggil Onee-san, Kaa-san mulai sekarang,"
"Hai Kaa-san," balas Menma membuat Serafall senang bukan main dalam hatinya.
.
" Yes! Satu langkah berhasil," batin Serafall sangat-sangat senang.
.
.
#SKIP TEMPAT LAIN
.
Di ruangan yang cukup luas dengan banyak iblis tertua yang berkumpul di ruangan tersebut karena suatu hal penting menurut mereka. Dan sepertinya apa yang mereka bahas sudah mencapai keputusan terakhir.
"KEPUTUSAN SELESAI! Masing-masing Pillar harus mengikutsertakan pasukannya dalam perang, kita hancurkan Rizevim serta antek-anteknya sebelum kekacauannya mendekat kesini," kata Tertua (paling tua dan dihormati intinya lah) memberikan keputusan terakhir dan dijawab semua tertua pihak Pillar dengan anggukan lalu membubarkan diri masing-masing keluar dari ruangan tersebut.
"Huh, rapat ini membuatku lelah saja," kata Lord Phoenix yang sedang berjalan dikaridor bersama Lord Sitri (Henri di Mairisimashita! Iruma-kun vers rambut hitam dan tanpa 2 tanduk rambutnya) dan Lord Gremory yaitu Zeoticus.
"Kau benar sekali Nix," timpal Zeoticus. (Panggilan Nix kuambil dari kata terakhir Phoenix dan orangnya kayak Fuse dari Tensei Shitara Slime Detta ken dengan rambut kuning)
"Oh ya Nix, aku dengar rumor kalau kau memiliki seorang cucu ya, apa itu benar?" kata Henri membuat Zeoticus langsung menatap Lord Phoenix penasaran.
"Apa benar Nix? Setauku Ruval belum menikah," bingung Zeoticus membuat Lord Phoenix menghela nafas.
"Huh, memang aku memiliki seorang cucu, tapi dari anak angkatku," balas Lord Phoenix membuat Henri dan Zeoticus mengangkat sebelah alisnya.
"Anak angkat? Sejak kapan?" tanya Henri dan Zeoticus bersamaan.
"Itu sejak 2 bulan yang lalu, Oh ya hen, kenapa anakmu sering ke Mansionku?" jawab dan tanya Lord Phoenix kepada Henri.
"Ah masa, yang kutau Sera ijin untuk berkumpul dengan teman-temanya," balas Henri tidak percaya.
"Ah paling cuma alasan anakmu itu, karena hampir setiap hari dia datang ke Mansionku. Tapi kupikir-pikir sepertinya anakmu tertarik dengan anak angkatku," kata Lord Phoenix membuat Henri langsung memasang wajah datar dan membenarkan kacamatanya.
"Jika itu benar, kulihat dulu potensi anak angkatmu itu, kalau kecerdasan dan kekuatan bisa melebihiku, itu tidak masalah bagiku," kata Henri membuat Lord Phoenix dan Zeoticus geleng-geleng kepala.
"Kau itu ya hen, masih saja memegang pringsip kuno seperti itu," kata Zeoticus yang tidak habis pikir dengan Pillar Sitri yang masih memegang teguh pringsip kuno menurutnya.
"Asal kau tau, dengan Pringsip inilah agar kehormatan Pillar Sitri tidak runtuh," balas Henri.
"Huh, aku yakin kau akan terkejut setelah mengetahui kelebihan anak angkatku," kata Lord Phoenix tenang.
"Kita liat saja nanti," balas Hendri datar.
Lalu mereka bertiga melanjutkan langkahnya ke ruangan utama tanpa ada percakapan. Dan di ruang utama sudah ditunggu oleh anak-anak mereka kecuali Lord Sitri karena anaknya tidak ikut dalam rapat para iblis muda yang berada disisi ruangan berbeda dengan para tertua Pillar. Dan semuanya langsung berteleport dengan lingkaran teleport mereka masing-masing ke Mansion mereka masing-masing.
.
" Akan kupikirkan ini setelah perang," batin Lord Sitri lalu ikut menciptakan lingkaran teleport menuju Mansionya.
.
.
#SKIP KEMBALI KETEMPAT NARUTO
.
Sudah berjam-jam Naruto di dalam ruangan rahasia, kini Naruto sudah keluar tapi masih berdiri di depan batu besar pintu masuk tadi.
.
DUARRR!
.
Tiba-tiba ada suara ledakkan yang lumayan jauh dari lokasi tempat Naruto berada. Sontak Naruto langsung waspada apabila ledakkannya adalah sebuah pertempuran. Itu berarti kemungkinan besar akan sampai ke tempat Naruto berada, pikirnya.
"Kau merasakanya juga Kurama?" tanya Naruto sambil menerawang jauh lokasi ledakkan.
"Hm, aku merasakan ada 2 iblis yang lagi dikepung bayak iblis," balas Kurama membuat Naruto langsung melompat menuju lokasi ledakkan.
.
WUSH! TAP! WUSH! TAP! WUSH! TAP!
.
Lompatan-lompatan Naruto di atas batang pohon begitu cepat dan terus menuju ke arah suara ledakkan, dan lompatannya semakin lama semakin mendekat.
.
TAP!
.
Naruto mendarat di atas batang pohon dan langsung menggeratkan gigi-giginya sangat benci. Mata Naruto melihat seorang wanita berambut putih perak (Grayfia Lucifuge) dan seorang remaja tanggung berambut merah (Opera dari Mairimashita! Iruma-kun) sedang dikepung banyak pasukan iblis. Bukan itu yang membuat Naruto benci, melainkan yang mengepung adalah pasukan Old Satans yang sudah masuk daftar musuh yang harus dibinasakan oleh Naruto.
.
"Mau kemana kau pemberontak," kata salah satu pasukan Old Satans kepada Grayfia dan Opera yang sudah tersimpuh mengenaskan dengan baju milik Grayfia sudah robek sana-sini dan si Opera sudah babak belur dengan Sayup-sayup menahan agar tidak pingsan.
"JANGAN MENDEKAT!" bentak Grayfia merasa tatapan prajurit Old Satans yang mendekat begitu aneh dan menjijikkan, karena terus menatap dadanya yang hanya ditutupi dengan tangannya.
"Sayang sekali ya kalau harus dibunuh sekarang, setidaknya nikmati dulu tubuhnya baru dibunuh," kata sang pasukan Old Satans yang mendekat dengan wajah mesum terus mendekat. Sontak Grayfia langsung mundur dan langsung terpojok karena langkah mundurnya terhalang oleh pohon di belakangnya membuat semua pasukan Old Satans tambah menyerigai mesum dan terus mendekat.
.
#Gtayfia Pov On
.
" Beginikah nasibku, aku akan dilecehkan dan dibunuh oleh iblis-iblis brengsek ini. Ya ampun, seharusnya aku merencanakan ini dari awal-awal jika tau nasibku akan seperti ini," batinku sudah pasrah, tapi aku masih berharap agar semua ini tidak terjadi walau hanya kemungkinan kecil. " Kumohon siapapun selamatkan aku, aku ingin hidup tenang dan bahagia, kumohon siapapun itu," batinku berharap dan kumulai menutup mataku berharap kejadian yang akan menimpa diriku cepat berlalu agar aku tidak merasa sakit.
.
#Grayfia Pov Off
.
SRING!
SLAS!
.
Grayfia masih menutup matanya, tapi setelah beberapa menit Grayfia tidak merasakan apa-apa yang menyentuhnya. Dengan perlahan Grayfia mulai membuka matanya dan langsung melebarkan matanya terkejut sedangkan Opera sudah pingsan karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit dan lelahnya yang ia terima tadi. Kini dipandangan Grayfia ada seseorang yang memunggunginya dengan rambut kuning jabrik sedang menatap dingin pasukan Old Satans serta pasukan Old Satans yang tadi mendekatinya sudah tergeletak dengan kepala yang sudah terputus, dan semua pasukan Old Satans sedang melebarkan mata terkejut dan takut menatap Pria di hadapan Grayfia.
.
"MO-MONSTER RUBAH GILA!"
.
Kejut semua pasukan Old Satans setelah tau siapa yang memenggal kepala pasukan Old Satan yang mendekatinya, yaitu Naruto si Monster Rubah gila yang sangat dikenali oleh semua pasukan Old Satans setelah pembantaian gila-gilaan di markas pasukan Old Satans untuk menyelamatkan anaknya. Sontak semua pasukan Old Satans mulai terbang mundur untuk kabur karena takut dengan Naruto.
"Woy! Woy! Woy! Memangnya akan kubiarkan kalian pergi begitu saja apa," kata Naruto lalu bersiap-siap melompat sambil menggenggam kunai cabang tiganya yang tadi untuk memotong kepala salah satu pasukan Old Satans.
.
SRING! SLAS! SRING! SLAS! SRING! SLAS! 50 X
.
Seperkian detik Naruto membantai pasukan Old Satans tanpa sisa. Sontak Grayfia yang melihat pembantaian tersebut terkejut dan mulai takut dengan sosok Naruto yang membantai seperti predator yang lapar sedang memburu mangsanya. Dalam pikiran Grayfia takut apabila sosok Naruto akan membunuhnya juga dan Grayfia mulai menutup matanya kembali ketika melihat Naruto melangkah mendekatinya setelah habis membantai dengan wajah sedikit noda darah di pipinya terlihat menyeramkan bagi Grayfia.
"Kau tidak apa-apa nona?" bukan rasa sakit yang diterima Grayfia melainkan pertanyaan tulus Naruto membuat Grayfia membuka mata kembali.
" Tampanya," batin Grayfia ketika melihat wajah Naruto yang tersenyum dengan tatapan khawatir, bukan seperti yang dibayangkan oleh Grayfia. Membuat Grafiya terlena dengan tatapan Naruto dan sudah tidak memperdulikan tubuhnya yang bagian dadanya tidak tertutup apapun sehingga terlihat sangat jelas 2 gunung kembarnya yang mengantung bebas.
"Hey Nona! Apa kau mendengar suaraku?" kata Naruto kembali dan sekarang Grayfia sadar dari lamunannya tapi belum sadar bahwa dadanya belum ditutupi sehingga membuat Naruto memalingkan wajahnya ke lain tempat agar tidak melihat 2 buah dada yang terlihat jelas tadi. Grayfia yang tau maksud gerakan wajah Naruto langsung melihat ke bawah dan wajahnya langsung merah.
.
"KYAAAAAAAAA!"
.
Teriak Grayfia langsung menutupi dadanya dengan tangannya dan langsung menatap Naruto yang masih memalingkan wajah merahnya.
"Kau melihatnya?" tanya Grayfia menatap tajam Naruto.
"Ti-tidak, aku tidak melihatnya, Cuma sedikit tadi," balas Naruto kikuk dan masih memalingkan wajahnya.
.
PLAK!
"DASAR MESUM!"
.
Seketika Grayfia langsung menampar Naruto dan Naruto langsung terjungkal dengan bekas tangan yang membekas di pipinya sangat merah.
"Aduh Nona, beginikah ucapan terima kasihnya," ucap Naruto sambil mengelus pipinya yang sakit bekas tamparan. Sontak Grayfia langsung mengingat bahwa dirinya memang ditolong oleh Naruto.
"Maafkan aku, maafkan aku," ucap Grafiya membungkuk tapi dadanya sudah ditutupi dengan tangannya.
"Huh baiklah," ucap Naruto menghela Nafas.
Tiba-tiba Grafiya merasa pusing dan langsung ambruk alias pingsan, sontak Naruto langsung menangkapnya agar tidak membentur permukan. Tapi anehnya Naruto merasakan sensasi kenyal dan lembut di genggaman tangan kirinya, dengan perlahan Naruto melirik ke ujung genggaman tangan Naruto sontak tangan satunya langsung menutup hidungnya agar tidak keluar darah.
"Hahahaha wajahmu lucu sekali Gaki!" tawa Kurama melihat reaksi wajah aneh Naruto.
"DIAMLAH BOLA BULU! AKU NORMAL ASAL KAU TAU!" kesal Naruto menyahuti ejekan Kurama.
"APA KAU BILANG KUNING TAI!" kesal Kurama tidak terima ejekan Naruto. Tapi Naruto menghiraukan teriakan Kurama langsung melangkah mendekati Opera sambil menutup hidungnya dan memandang sisi lain tempat.
.
" SIAL! DASAR KEBERUNTUNGAN SIALAN!
.
Batin Naruto merutuki keberuntunganya sambil terus melangkah mendekati Opera yang pingsan di bawah pohon.
"Ya ampun, nanti aku harus bilang apa ya sama Otou-san dan Okaa-san," gumam Naruto setelah dekat dengan Opera.
.
SRING!
.
Tiba-tiba Naruto menghilang sambil menggendong Grayfia di bagian depan dan menenteng Opera di bagian samping langsung muncul di ruang utama Mansion dan untungnya di ruang utama terlihat sepi tidak ada siapa pun. Sontak Naruto langsung melangkah ke kamarnya, tapi langkahnya terhenti pas didepan pintu kamar karena tiba-tiba Lady Phoenix muncul dari halaman belakang.
"Naruto-kun, kamu membawa siapa? Dan kenapa mereka bisa seperti itu?" tanya Lady Phoenix yang terkejut melihat Naruto membawa Grayfia yang pakaiannya sudah tidak lengkap dan Opera yang babak belur dan semuanya dalam kondisi pingsan.
"Maaf Okaa-san, nanti akan kujelaskan," balas Naruto membuat Lady Phoenix mengangguk mengerti lalu ikut Naruto masuk kamar. Setelah sudah di dalam kamar Naruto langsung membaringkan mereka berdua di atas kasur miliknya.
"Biar ini Okaa-san yang mengurusnya Naruto-kun, kamu bersihkan saja badanmu," ucap Lady Phoenix ketika melihat wajah Naruto yang memerah dan dipalingkan ke arah lain saat mau menyelimuti Grayfia. Sontak Naruto mengangguk langsung melangkah ke kamar mandi. "Hihi Naruto-kun ternyata mesum juga ya," goda Lady Phoenix membuat Naruto langsung melangkah cepat masuk kamar mandi dengan wajah merahnya membuat Lady Phoenix terus cekikikan karena momen langka bisa menggoda Naruto sampai bisa mengeluarkan reaksi malunya.
Setelah di dalam kamar mandi, Naruto langsung melucuti semua pakaianya dan langsung berendam di bak untuk menjernihkan pikirannya.
.
" Aku tidak mesum, tadi itu tidak sengaja. Aku tidak mesum, tadi itu tidak sengaja,"
.
batinnya terus terbayang dada milik Grafiya yang nampak begitu lembut dan masih kencang pikir Naruto. Sontak Naruto langsung menanamkan kepalanya ke air bak dan hanya menyisakan bagian mata ke atas saja.
.
"HAHAHAHAHAHA"
"DIAM RUBAH KAMPRET"
.
Dan selanjutnya Naruto terus diejek oleh kurama hingga membuat Naruto kesal tak tahan. Dan jadilah pertengkaran konyol Naruto dan kurama yang saling melempar ejekan di kamar mandi tersebut.
.
.
.
END
.
.
.
Yo kembali lagi dengan ffn ini hahaha
.
Oh ya tadi aku sempet baca review yang katanya ada yang bingung dengan karakternya seperti apa? Oke sedikit kiberi gambaran.
#Mitologi Olympias semuanya dari karakter Danmachi biar lebih gampang
•Hestia tetep tapi ver lebih tinggi dan pakaianya bayangin sesuka kalian.
•Aphrodite yaitu freya dari Danmachi juga ver lebih tinggi dan pakaiannya bayangin sendiri-sendiri aja soalnya diriku bingung.
•Hephaestus yaitu Gazel Dwargo dari anime Tensei Shitara Slime detta ken.
Yang lainya sama tidak berubah (soalnya males njelasin satu-satu)
.
#Mitologi Nordik
•Thor yaitu Tsutsugami dari anime Guilty Grown
.
Yang lainya bayangin sesuka kalian saja hehehe
.
List Istri dan anak Naruto.
#Yang sudah dan pernah menjadi istri
1. Katarea Leviathan (DXD)
· Olive : anak pertama (Ganti Fubuki dar One Punch Man ver rambut kuning tapi lebih panjang dan terlihat lebih muda)
· Menma : anak kedua (Jellal dari Fairy Tail ver rambut coklat tampa tato)
2. Serafall Leviathan (DXD)
· Naruko : anak pertama (Naruko dari fem Naruto tampa kumis kucingnya)
· Rin : anak kedua (Rin Tosaka dari Fate stay night)
3. Grafiya Lucifuge (DXD)
· Vivi : anak pertama (Vivi dari One piece ver rambut putih perak)
· Gray : anak kedua (Gray dari Fairy Tail ver rambut kuning)
· Mirajane : anak ketiga kembaran Gray (Mirajane dari Fairy Tail)
4. Yasaka (DXD)
· Minato : anak pertama (Naruto shipudden ver rambut seperti Minato tampa kumis kucing dan warnanya rambutnya kuning kemerahan)
· Kunou : anak kedua (DXD)
#Yang belum menjadi istri
5. Fraya (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)
· Sting : anak pertama (Sting Fairy Tail ver 10 tahunan)
Yang lainya menyusul taksnya.
.
.
.
Mau bagus atau gaknya, udak kutentuin dan takkan berubah.
.
Yup masih butuh saran wujud manusia Draig dan albion karena belum nemu yang cocok.
.
.
Terima kasih.
.
.
Next
