Warning:Jika membosankan berhentilah membaca agar kalian tidak merasa kecewa dengan chapter ini.
Setidaknya aku sudah memberi peringatan pada kalian ok, selamat membaca.
Disclaimer:Naruto dan High School DxD bukan punya saya, saya hanya meminjam/menggunakan karakter dari dua seri tersebut, keduanya milik pengarang masing-masing.
Naruto milikMasashi Kishimoto.
High School DxD milikIchiei Ishibumi.
"Bicara" Human
'Batin' Human
Jutsu/Sihir
"Bicara"Monster
'Batin'Monster
Chapter 18:Kenyataan
Jam sekolah telah selesai, kini semua murid di salah satu sekolah ternama di kota Kuoh berjalan keluar dari area sekolah bermaksud untuk pulang, meski tidak semua murid pulang karena terkadang murid-murid lebih memilih pergi kesuatu tempat bersama teman-teman mereka atau pacar mereka bagi yang memilikinya, namun itu tidak terjadi pada beberapa orang atau lebih tepatnya iblis dan seorang pemuda manusia, kini terlihat beberapa muda-mudi sedang berkumpul di dalam sebuah ruangan bergaya Eropa, mereka semua adalah iblis-iblis dan satu manusia yang terlibat dalam tragedi supranatural semalam di Akademi Kuoh.
"Jadi... Siapa kau sebenarnya, Naruto-san?" tanya seorang gadis berambut merah darah, dia terlihat duduk sambil menatap seorang pemuda berambut pirang dengan wajah serius.
"Hah~ Baiklah akan aku beritahu secara singkat." dengan helaan nafas pasrah, pemuda pirang yang dipanggil Naruto-san tersebut merespon pertanyaan gadis itu.
Setelah pertarungan melawan Kokabiel semalam, Naruto ditanyai banyak hal setelah pertarungan itu, namun dia bilang pada para iblis muda itu bahwa dia akan menjawab pertanyaan mereka besoknya setelah pulang sekolah, atau hari ini dan saat ini juga.
Saat ini, Naruto dan para iblis penghuni Akademi Kuoh sedang berada di ruang klub milik Rias yaitu digedung lama Akademi, saat ini diruangan itu semua iblis disana sedang menatap Naruto menunggu jawaban dari pemuda pirang itu atas pertanyaan yang dilontarkan oleh iblis betina berambut merah darah itu, selaku ketua dari klub penelitian ilmu gaib.
Naruto menatap satu persatu iblis yang ada disana sampai tatapannya berhenti di Sona yang sedang memasang ekspresi datar yang serius, Naruto kemudian mengalihkan tatapannya kembali kearah Rias sebagai pihak yang bertanya padanya.
"Aku adalah seorang Shinobi, atau yang kalian kenal sebagai Ninja dizaman sekarang ini." ucap Naruto, semua yang ada disana menatap Naruto dengan wajah bingung dan penasaran.
"Ninja? aku pikir mereka sudah tidak ada sekarang." Naruto mengalihkan tatapannya kearah Sona yang barusan berbicara.
"Ninja itu ada, hanya saja kalian tidak akan bisa menemukan Ninja yang asli dengan mudah." ucap Naruto sambil menatap Sona yang juga menatap dirinya dengan wajah datar.
"Ninja yang asli? apakah Naruto-san Ninja asli?" tanya Rias penasaran, Naruto mengalihkan pandangannya pada Rias.
"Ya, aku Ninja asli." ucap Naruto sambil menatap Rias, semua terdiam mendengar ucapan Naruto itu, lalu Issei yang sedari tadi diam mendengarkan akhirnya angkat bicara karena dia penasaran akan sesuatu.
"Naruto, semalam Ddraig mengatakan padaku bahwa kau berteman dengannya, apa itu benar?" tanya Issei penasaran, semua yang mendengar itu terdiam dan ada beberapa yang terkejut seperti Rias, Asia, dan Saji saat mendengar ucapan Issei tersebut.
"Bisa dibilang begitu, sebenarnya aku yang meminta Ddraig untuk membantumu menjadi kuat, hanya saja Ddraig tidak bisa membantumu menguasai kekuatannya karena benda yang disebut Sacred Gear itu membutuhkan keinginan yang kuat dari pemiliknya, dan juga tubuhmu belum cukup kuat untuk menguasai kekuatan Ddraig." ucap Naruto memberitahu sebuah rahasia kecilnya kepada Issei sambil menatap serius pemuda berambut coklat itu. Issei terkejut mendengar ucapan dari teman pirangnya itu, dia tidak menyangka bahwa tanpa sepengetahuannya teman pirangnya itu telah membantunya bertambah kuat secara tidak langsung melalui perantara partnernya itu.
"Kenapa kau tidak memberitahuku, Ddraig?" tanya Issei dengan nada kesal pada tangan kirinya, dimana disana cahaya hijau berbentuk lingkaran muncul dan berkedip saat ada suara yang terdengar dari sana.
"Hah~ bukan maksudku untuk merahasiakannya, hanya saja itu adalah permintaan Naruto agar aku tidak mengatakan apapun padamu, Partner."ucap Ddraig sambil menghela nafas, Issei terdiam lalu dia menatap Naruto dengan tatapan meminta penjelasan, Naruto yang ditatap seperti itu menghela nafas dan menjawab.
"Huh~ kau tahu Issei, terkadang kau tidak perlu tahu sesuatu yang tidak terlalu penting seperti itu, selain dari itu aku memiliki alasan tersendiri kenapa aku meminta Ddraig agar tidak memberitahumu," ucap Naruto menjeda ucapannya sambil menatap Issei dan semua yang ada disana dengan wajah serius.
"Sebelum kalian bertanya banyak hal, aku ingin memberitahu kalian sesuatu yang selama ini kalian tidak ketahui," ucap Naruto serius sambil menatap satu persatu iblis yang ada disana, semua terdiam mendengar ucapan Naruto, Sona menatap Naruto dengan wajah serius begitu juga dengan Rias dan semua budak mereka kecuali Asia, Issei, Ruruko, dan Saji yang kebingungan dengan ucapan Naruto itu.
"Apa itu, Uzumaki-kun? sepertinya itu sesuatu yang sangat serius." ucap Sona menatap Naruto dengan wajah serius, Naruto menatap kearah Sona dengan wajah serius.
"Tanpa sepengetahuan mahluk-mahluk supranatural seperti kalian, dunia ini sedang berjalan kearah kehancuran secara perlahan." ucap Naruto serius, semua terdiam dengan ekspresi terkejut.
"Apa maksudmu, Naruto-san?" tanya Rias tidak mengerti dengan apa yang Naruto katakan barusan.
"Iya benar, apa maksudmu Naruto? dunia ini berjalan menuju kehancuran? tapi aku rasa tidak ada yang terjadi selama ini kecuali semalam." ucap Issei bingung sambil menatap Naruto, Naruto menatap Issei sambil menghela nafas.
"Kau ataupun kalian semua tidak akan bisa merasakannya saat ini, tapi dengarkan aku, sejak pertarungan dengan Kokabiel semalam, sebenarnya tanpa kalian ketahui seseorang telah terlibat dengan penyerangan yang dilakukan Kokabiel itu, itulah kenapa situasinya tambah berbahaya semalam." ucap Naruto memberitahu kenyataan yang terjadi semalam kenapa kekuatan Kokabiel meningkat pesat saat pertarungan itu, semua terdiam, lalu Rias teringat dengan ledakan besar yang terjadi saat pertarungan semalam.
Sona juga terdiam mendengar perkataan Naruto itu, dia kemudian mendorong bagian tengah kacamatanya keatas dengan jari telunjuknya dan angkat bicara.
"Lalu siapa seseorang itu, Uzumaki-kun?" Naruto mengalihkan tatapannya kearah Sona.
"Aku tidak tahu siapa dia, tapi aku yakin orang itu pasti sedang merencanakan sesuatu yang berbahaya." ucap Naruto serius.
"Um.. ano.." Naruto mengalihkan tatapannya kearah Asia yang seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Naruto pada gadis pirang yang dia ketahui bernama Asia Argento tersebut.
"Etto.. apa dunia ini akan hancur?" tanya Asia dengan suara sangat pelan tapi Naruto masih dapat mendengarnya, Issei terkejut melihat Asia cukup berani untuk berbicara dengan seseorang mengenai hal seperti itu, Issei menepuk punggung Asia yang duduk disampingnya.
"Asia, dunia ini tidak akan hancur atau apapun, jadi kau tidak perlu khawatir." ucap Issei menenangkan gadis pirang itu yang terlihat gugup dan juga takut.
"Untuk saat ini mungkin tidak, tapi aku tidak tahu dimasa depan nanti." ucap Naruto, kemudian dia mengalihkan pandangannya kearah Rias dan Sona.
"Ketiga fraksi akan melakukan konferensi di Akademi ini tiga hari lagi." ucap Naruto memberitahu pada mereka apa yang Azazel katakan semalam setelah pertarungan dengan Kokabiel selesai.
Rias dan Sona menatap Naruto dengan ekspresi terkejut.
"Bagaimana kau tahu itu, Naruto-san? aku tidak mendengar apapun dari Onii-sama." ucap Rias terkejut sambil menatap Naruto.
"Aku sudah bilang tadi bahwa tanpa sepengetahuan kalian dunia ini sedang berjalan menuju kehancuran, dan para petinggi ketiga fraksi mengetahui itu meski masih dirahasiakan, aku diundang dalam pertemuan itu, semua akan dibahas disana tiga hari lagi." ucap Naruto menjelaskan, lalu Naruto berdiri dari duduknya.
"Sampai saat itu tiba, tahan dulu semua pertanyaan kalian, karena kalian juga akan hadir disana untuk memberikan laporan kejadian semalam pada para pemimpin ketiga fraksi, dan pada saat itu tidak akan ada lagi rahasia yang akan tersimpan, jadi kalian akan mengetahui semuanya." ucap Naruto sambil menatap semua yang ada disana dengan wajah serius sampai tatapannya berhenti di Sona.
"Untuk saat ini sampai pertemuan itu berlangsung, aku akan pergi ke suatu tempat, jadi aku harap kau mengerti, Kaichou." Sona yang mendengar ucapan Naruto membenarkan letak kacamatanya lalu angkat bicara.
"Aku mengerti, kau mau bilang aku tidak harus menghukummu karena bolos bukan, Uzumaki-kun." ucap Sona datar, Naruto tersenyum mendengar perkataan gadis ketua OSIS tersebut.
"Seperti yang diharapkan dari mu, Kaichou. Kalau begitu aku permisi." ucap Naruto sambil berbalik untuk pergi, setelah beberapa langkah berjalan Naruto melakukan Shunshin dan pergi ke suatu tempat.
Semua yang ada diruangan itu terdiam melihat cara pergi Naruto yang tidak biasa.
"Ninja kah?" gumam Rias dengan wajah yang menunjukkan ketertarikan.
"Aku tidak menyangka ada manusia yang sangat kuat seperti dia," ucap Sona sambil berdiri.
"Ya, aku juga tidak menyangkanya, Sona." ucap Rias tersenyum menanggapi ucapan sahabat masa kecilnya itu.
"Karena sudah tidak ada yang akan dibicarakan lagi, aku akan kembali dan mengurus beberapa hal jadi aku permisi, Rias." ucap Sona sambil berjalan kearah pintu diikuti oleh semua budaknya, tapi setelah Sona berjalan beberapa langkah dia berbalik dan menatap Rias dengan wajah serius.
"Rias, jika di Akademi ini akan dilakukan pertemuan ketiga pemimpin fraksi, kita harus mempersiapkan semunya." ucap Sona serius, Rias terdiam sejenak lalu dia menghela nafas.
"Ya kau benar, Sona. Aku nanti akan mencoba menanyakan kebenaran tentang pertemuan itu pada Onii-sama." ucap Rias, Sona mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, aku permisi." ucap Sona sambil berbalik dan pergi bersama para budaknya.
Skip
Jam 18:34 PM.
Disisi barat kota Kuoh, kini terlihat dua sosok manusia satu pria dan satu wanita sedang berjalan memasuki kawasan Kota tersebut, terlihat penampilan mereka seperti pakaian orang pedesaan, yang pria terlihat berambut hitam sebahu dan memiliki poni yang menutupi mata kirinya, sedangkan sang wanita berambut putih panjang selutut dan memiliki mata lavender.
Mereka berdua adalah Uchiha Sasuke dan Otsutsuki Kaguya yang sedang mencari atau lebih tepatnya mendatangi kota dimana reinkarnasi Ashura berada, yang tidak lain adalah Uzumaki Naruto.
"Aku bisa merasakan chakranya dengan sangat jelas tertinggal dikota ini." ucap Sasuke sambil memandang kearah tengah kota karena saat ini mereka berdua berada di perbukitan kota Kuoh sehingga pemandangan kota tersebut dapat terlihat cukup jelas oleh mereka.
"Sepertinya dia sedang keluar dari kota ini." ucap Sasuke saat dia merasakan chakra Naruto bergerak menjauhi kota kearah selatan.
"Apa kita akan menyusulnya, Indra?" tanya Kaguya tanpa melihat Sasuke karena dia sedang melihat kearah hutan di bagian selatan kota, dia merasakan chakra yang tidak asing baginya selain dari chakra reinkarnasi cucunya itu diarah sana.
"Tidak, lebih baik kita mengawasi pergerakan musuh dari balik bayangan sampai kita menemukan waktu yang tepat untuk menemuinya, Kaguya." ucap Sasuke, lalu Sasuke mengaktifkan Sharingannya dan menatap kearah timur.
"Sepertinya mereka sudah pernah berada dikota ini." ucap Sasuke serius sambil menatap jauh kearah sisi timur kota Kuoh.
"Otsutsuki Shishiki." ucap Kaguya pelan saat dia merasakan sisa-sisa chakra seseorang yang dia kenal jauh disisi timur kota, Sasuke menoleh menatap Kaguya.
"Saat kita sudah menemukan waktu yang tepat, kita beritahukan padanya tentang kutukan itu." ucap Sasuke yang sudah menonaktifkan Sharingannya dan menatap kedepan.
"Ayo kita pergi ke tempat lain terlebih dahulu, aku merasakan ada sesuatu yang akan terjadi disana." ucap Sasuke berbalik dan mulai melangkah pergi diikuti Kaguya dibelakangnya.
'Perasaanku tidak enak, semoga tidak ada hal buruk yang akan terjadi disana.'
Skip
Terlihat Naruto sedang berjalan didalam sebuah hutan cukup jauh dari kota Kuoh, dia tidak sendirian melainkan ditemani oleh Vali, setelah pembicaraan diruang klub milik Rias sore tadi, dia pergi menemui Azazel namun bukan Azazel yang dia temukan di tempat biasa Azazel memancing itu, tapi Vali lah yang ada disana sambil menatap langit, karena dia tidak bertemu dengan Azazel jadi dia memutuskan untuk berbicara dengan Vali dan setelah pembicaraan yang cukup panjang dengan Vali, Vali mengajak dirinya ke suatu tempat dan disinilah dia sekarang, didalam hutan sedang berjalan bersama Vali ke tempat yang dikatakan oleh Vali tadi.
"Jadi, apa yang ada di tempat itu, Vali?" tanya Naruto melirik kearah Vali yang berjalan disampingnya.
"Aku tidak tahu pasti apa itu, tapi itu terlihat seperti sebuah patung." ucap Vali dengan nada suara seperti antara tidak peduli dan bingung, Naruto menaikkan sebelah alisnya mendengar nada suara Vali yang tidak biasa itu.
"Patung?" gumam Naruto dengan nada bingung.
"Ya, sebentar lagi kita akan sampai di tempat itu." ucap Vali sambil menunjuk kedepan, lebih tepatnya kearah sebuah goa cukup jauh didepan sana, Naruto menatap goa yang ditunjuk Vali tersebut, dia bisa merasakan tekanan chakra yang setara dengan seorang Shinobi tingkat Genin keatas dari dalam goa itu atau mungkin jaraknya masih terlalu jauh darinya sehingga tekanan chakra itu jadi terasa kecil?
'Chakra ini seperti tidak asing bagiku... tapi milik siapa?' batin Naruto mencoba mengingat tekanan chakra yang dia rasakan saat ini itu milik siapa.
Beberapa menit kemudian mereka sampai didepan goa itu, dan sekarang Naruto dapat dengan jelas merasakan tekanan chakra yang cukup besar dan kuat dari dalam goa itu dan chakra itu terasa tidak asing baginya tapi dia tidak tahu itu milik siapa.
"Sebenarnya goa ini ditemukan oleh Kuroka beberapa hari yang lalu, aku tidak sengaja menemukan Kuroka masuk kedalam goa ini saat itu." Naruto menoleh menatap Vali yang barusan berbicara.
"Kuroka?" tanya Naruto sedikit heran, kenapa gadis kucing itu bisa menemukan goa di tengah hutan seperti ini? terlebih lagi didalam goa ini ada sesuatu seperti patung kata Vali.
'Kenapa perasaanku mengatakan aku harus masuk kedalam goa ini?' batin Naruto sambil kembali menatap kearah pintu masuk goa tersebut.
"Ya, Kuroka terkadang mencari sesuatu yang aku tidak tahu apa itu, dan kebetulan saat Kuroka masuk kedalam goa ini, aku melihatnya karena aku sedang terbang di sekitar sini karena Albion mengatakan dia merasakan aura aneh disekitar sini." ucap Vali menjelaskan, Naruto terdiam mendengar penjelasan Vali, Kuroka mencari sesuatu di tempat seperti ini? apa yang dicari oleh gadis kucing itu?
"Sepertinya kita harus masuk sekarang, aku merasakan sesuatu yang tidak asing bagiku didalam goa ini, tapi aku tidak ingat itu milik siapa." ucap Naruto sambil melangkah memasuki goa itu diikuti oleh Vali dibelakangnya.
"Gelap." ucap Naruto saat memasuki goa itu.
"Benar juga, kau adalah manusia jadi kau tidak bisa melihat dalam kegelapan." ucap Vali saat dia mendengar ucapan Naruto barusan.
"Kau benar aku memang manusia, tapi aku cukup terbiasa melihat dalam kegelapan seperti ini tanpa penerangan." ucap Naruto, ya, memang keadaan di goa itu sangat gelap tapi dia masih bisa melihat dalam kegelapan itu meski tidak terlalu jelas.
"Heh, begitu kah? seperti yang diharapkan untuk orang kuat sepertimu." ucap Vali, Naruto tidak menanggapi ucapan Vali itu, dia mengkonsentrasikan chakra Kurama ke matanya hingga mata birunya itu berubah menjadi merah dengan pupil hitam vertikal, itu adalah mata Kurama dan dengan mata itu dia jadi bisa melihat dengan sangat jelas didalam kegelapan karena Bijuu dapat melihat dalam kegelapan paling pekat sekalipun.
Mereka terus berjalan semakin kedalam sampai mentok diujung goa itu, dan saat Naruto melihat apa yang ada didepannya dia hanya dapat mematung melihat objek berbentuk patung manusia dengan mata yang ditutupi oleh kain putih? dan dalam posisi bermeditasi.
"I-Ini..." gumam Naruto terkejut, Vali yang mendengar nada terkejut dari Naruto menaikkan sebelah alisnya.
"Apa kau tahu patung apa itu, Naruto?" tanya Vali heran, sebenarnya dia cukup penasaran dengan penemuan Kuroka itu tapi dia tidak terlalu tahu mengenai sejarah dunia ini jika dibandingkan dengan Kuroka, Vali menatap Naruto saat pemuda pirang yang dia anggap rival keduanya itu berjalan mendekati patung itu.
"Ini... tidak salah lagi..." Vali berjalan mendekati Naruto saat dia mendengar Naruto berbicara lagi.
"Ini adalah cangkang Juubi, Gedo Mazo." ucap Naruto terkejut, dia tidak percaya patung yang merupakan cangkang Juubi itu ada didalam goa ini, dia yakin sekali bahwa patung itu ikut tersegel bersama Kaguya karena patung itu ada didalam tubuh tidak sempurna Kaguya saat para Bijuu keluar dari tubuh Kaguya dulu, tapi kenapa patung itu ada di goa ini? apa karena Kaguya sudah bebas dari segel Rikudou Chibaku Tensei saat itu? atau ada yang memanggil patung itu dan menyimpannya di goa ini? tapi siapa yang memanggil patung itu dizaman modern saat ini? tidak ada pengguna Rinnegan dizaman ini, atau mungkin musuh misterius itu? banyak hal yang tidak dia ketahui, apapun yang menjadi penyebab patung itu ada disana, dia tidak boleh membiarkan patung itu terus disana atau musuhnya akan membangkitkan Juubi kembali dan dunia ini akan kacau lagi seperti perang dulu, terlebih lagi semua Bijuu sedang tertidur didalam dirinya saat ini, jika musuhnya memang ingin membangkitkan Juubi kembali maka dia akan diincar oleh mereka dan jika dia tertangkap maka sudah dipastikan dunia ini akan kembali berada dalam kehancuran lagi.
"Vali, kita harus memindahkan patung ini ke tempat lain yang tidak diketahui oleh siapa pun," ucap Naruto serius sambil menatap Vali.
"Sebenarnya itu patung apa? kenapa kita harus memindahkannya?" tanya Vali, Naruto menatap Vali serius, lalu dia kembali menatap patung itu lagi.
"Patung ini adalah cangkang dari mahluk yang pernah meneror bumi dimasa lalu." ucap Naruto serius, Vali terdiam mendengar ucapan Naruto itu.
"Mahluk yang pernah meneror bumi? aku tidak pernah mendengar itu sebelumnya, apa dia sangat kuat sampai bisa meneror bumi?" ucap Vali penasaran dan dia sedikit tertarik untuk mengetahui kekuatan mahluk yang dibicarakan oleh Naruto itu.
"Ya dia sangat kuat, saking kuatnya satu serangan dari mahluk itu dapat melenyapkan negara bernama Jepang ini dengan sangat mudahnya, itupun kekuatannya belum sempurna." ucap Naruto serius, Vali yang mendengar itu terdiam, satu serangan saja dapat menghancurkan Jepang dengan mudah? apa mahluk itu setara dengan Ophis dan Great Red?
"Belum sempurna?" tanya Vali penasaran, jika mahluk itu belum sempurna dan sudah bisa melenyapkan negara Jepang dengan sekali serang maka sudah dipastikan mahluk itu setara dengan Ophis ataupun Great Red.
"Ya, dulu dia tidak sampai dibangkitkan dengan sempurna oleh orang jahat pada masa itu, aku sendiri tidak tahu kekuatannya ketika sudah sempurna akan seperti apa." ucap Naruto serius sambil sedikit mengingat masa lalu.
"Kenapa kau tahu sampai sebanyak itu, Naruto? siapa kau sebenarnya?" tanya Vali penasaran, dari ucapan Naruto itu, dia bisa menyimpulkan bahwa entah bagaimana pemuda pirang yang dia anggap sebagai rival keduanya itu berhubungan dengan sesuatu dari masa yang dia tidak tahu pernah ada, apapun itu sepertinya dia perlu mengungkap rahasia pemuda bernama lengkap Uzumaki Naruto itu cepat atau lambat, karena dia penasaran dengan latar belakang pemuda itu dan lagi Ophis menyuruh dia mencari informasi mengenai pemuda itu lebih dalam lagi.
'Entah kenapa aku justru ikut penasaran dengan asal usul Naruto sekarang? apa karena permintaan Ophis semalam? atau karena memang aku sendiri juga mulai berubah?' batin Vali sedikit bingung dengan dirinya sendiri saat ini.
Naruto yang mendengar pertanyaan Vali terdiam, lalu dia menatap Vali dengan serius.
"Bisa dibilang aku ini bagian dari masa lalu dunia ini," ucap Naruto serius.
"Masa lalu dunia ini? apa maksudmu?" Naruto menghela nafas pasrah, sepertinya hari ini dia benar-benar direpotkan dengan rahasianya sendiri, huft~
"Baiklah, akan aku ceritakan padamu, Vali." Vali terdiam menunggu Naruto melanjutkan ucapannya.
"Aku berasal dari beberapa ribu tahun dimasa lalu, aku tidak tahu apa yang terjadi tapi saat perang selesai saat itu, aku tiba-tiba saja merasa ngantuk dan pada saat itu aku tertidur, aku tidak tahu aku sudah tidur berapa lama tapi saat aku bangun, aku bangun dimasa ini lebih tepatnya sekitar satu tahun yang lalu didalam hutan di Kyoto." ucap Naruto menceritakan secara singkat tentang dirinya yang berasal dari masa lalu.
Vali yang mendengar itu terdiam, sekarang jadi masuk akal kenapa bahkan Azazel saja tidak tahu tentang kekuatan yang dimiliki oleh Naruto, itu karena Azazel baru ada dibumi sekitar seribu tahun yang lalu menurut perkataan Azazel sendiri padanya dulu, dan pada dua ribu tahun sebelumnya juga hanya ada iblis kuno didunia ini belum ada iblis seperti yang sekarang ini, bahkan malaikat saja belum ada yang turun ke bumi dan berhubungan dengan manusia secara langsung kecuali manusia yang terpilih untuk melihat eksistensi mahluk supranatural saja saat itu.
'Sepertinya aku harus mempelajari sejarah dunia ini dari Kuroka untuk memahami lebih lanjut tentang dunia yang aku tinggali ini.' batin Vali serius, sepertinya memang benar, dia mulai berubah saat ini.
Naruto yang melihat Vali terdiam hanya menghela nafas.
"Pokoknya kita harus memindahkan ini ke tempat lain yang aman, Vali." ucap Naruto serius sambil menatap patung itu, Vali yang mendengar ucapan Naruto terdiam, lalu dia mengambil sesuatu dari saku celananya, itu adalah sebuah cincin emas dengan ukiran rumit disekeliling cincin itu.
"Mungkin kau bisa gunakan ini, Naruto." ucap Vali sambil menyerahkan cincin itu pada Naruto, Naruto menatap cincin yang diserahkan oleh Vali itu dengan mata ruby miliknya, dia mengerutkan keningnya bingung, kenapa Vali memberinya cincin?
"Itu adalah cincin ruang buatan ilmuwan bawahannya Azazel, aku mengambil itu untuk menyimpan sesuatu sebelumnya tapi sudah tidak aku gunakan lagi, kau bisa menggunakannya untuk menyimpan patung itu didalam cincin itu." ucap Vali menjelaskan saat melihat wajah Naruto yang kebingungan, dia tidak mempertanyakan perubahan mata Naruto itu karena itu tidak terlalu penting baginya, yah meski dia cukup penasaran juga sih dengan perubahan itu karena baru kali ini dia melihat manusia dapat merubah matanya seperti mata hewan seperti itu terlebih lagi dia juga bisa merasakan semacam kekuatan dari mata itu meski dia juga tidak tahu kekuatan apa itu.
Naruto yang mengerti setelah mendengar penjelasan dari Vali mengangguk, tapi kemudian dia kembali bingung lalu dia menatap Vali sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Vali yang melihat gelagat Naruto menaikkan sebelah alisnya heran.
"Bagaimana cara menggunakan benda ini?" tanya Naruto bingung, Vali yang mendengar itu menghela nafas, dia pikir pemuda yang menarik perhatian seorang dewi naga seperti Ophis itu benar-benar mengerti, huh~
"Kau hanya perlu mengalirkan energi sihirmu pada cincin itu, maka cincin itu akan menghisap apapun yang kau inginkan, tapi itu hanya bisa menyimpan dua benda saja kalau ukurannya sebesar patung itu." ucap Vali menjelaskan cara menggunakan cincin ruang penyimpanan itu pada Naruto.
Naruto mengangguk-angguk kan kepalanya mengerti tapi kemudian dia kembali bingung.
'Aku kan tidak punya energi sihir, apa chakra bisa digunakan? aku coba saja siapa tahu bisa.' batin Naruto, lalu dia mengalirkan chakranya pada cincin itu sambil berharap chakranya bisa digunakan untuk mengaktifkan kemampuan cincin itu.
Cincin yang dialiri oleh chakra Naruto itu perlahan bercahaya redup dan dari cincin itu muncul distorsi ruang kecil, Naruto yang melihat itu terdiam sebentar sampai Vali angkat bicara.
"Arahkan pusaran dimensi itu pada patung itu." Naruto yang mendengar ucapan Vali mengangguk, lalu dia mengarahkan distorsi ruang dari cincin itu kearah Gedo Mazo.
"Ucapkan 'Simpan' maka patung itu akan dihisap oleh cincin itu." ucap Vali, Naruto kembali mengangguk.
"Simpan." ucap Naruto dan pusaran dimensi dari cincin itu membesar dan menghisap Gedo Mazo kedalam cincin itu, dalam sekejap patung itu menghilang dari hadapan mereka berdua, Naruto menghela nafas lega, ternyata chakra bisa digunakan terhadap artefak sihir itu, apa itu artinya chakra dan sihir itu tidak ada bedanya? entahlah yang jelas keduanya sama-sama energi yang berasal dari tubuh mahluk hidup.
Naruto tersenyum kecil setelah itu, lalu dia menatap cincin emas dengan ukiran rumit itu.
"Harus aku kemanakan cincin ini." gumam Naruto sambil mengamati cincin emas itu yang sedang dia pegang ditelapak tangan kanannya.
"Kau pakai saja cincin itu agar tidak hilang, jika hilang dan ditemukan oleh musuh itu bisa berbahaya nanti, Naruto." ucap Vali menyarankan agar Naruto memakai cincin ruang itu, Naruto menatap Vali sejenak lalu dia kembali menatap cincin di tangannya itu.
"Baiklah akan aku pakai ini, sepertinya ini pas di jariku." ucap Naruto sambil memasang cincin itu di jari manis tangan kirinya, lalu dia menatap Vali dan terdiam, Vali juga menatap dirinya dengan pandangan aneh, Naruto melihat kearah cincin itu lagi, lalu kearah Vali, begitu seterusnya sampai...
"Eerr... Vali, kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Naruto heran, Vali menggelengkan kepalanya lalu dia berbalik.
"Lebih baik kita pergi dari sini sebelum ada yang datang." ucap Vali berjalan mendahului Naruto, Naruto hanya menatap punggung Vali dengan ekspresi bingung.
'Ada apa dengannya?' batin Naruto heran, lalu dia menatap cincin tempat penyimpanan Gedo Mazo itu, lalu kearah Vali lagi.
'Apa ada yang aneh dengan aku memakai cincin ini? lalu kenapa dia menyuruhku memakainya kalau begitu?' batin Naruto tidak mengerti dengan ekspresi aneh diwajah Vali tadi, ah sudahlah lebih baik dia segera pergi dari goa ini dan pulang kerumahnya terus tidur atau mandi dulu? ah terserah lah.
Skip
Keesokan harinya.
Kriiiing!
Gubrak!
"Ittai! jam sialan! lagi asik-asik bermimpi mau ciuman dengan Hinata malah diganggu!" teriak kesal seorang pemuda berambut pirang yang terjatuh dari tempat tidurnya karena suara nyaring jam alarmnya, dia perlahan bangkit dan mengambil jam alarmnya itu dan mematikannya, alih-alih dia meletakkan jamnya kembali di meja kecil samping tempat tidurnya dia malah membuang jam alarmnya itu ketempat sampah dipinggir jalan dengan cara melemparkannya keluar jendela kamarnya itu.
"Aku usir kau, jangan kembali lagi kesini!" teriak pemuda tersebut yang tidak lain adalah Naruto dengan wajah kesal.
"Sialan, padahal sedikit lagi aku ciuman dengan Hinata, gara-gara jam sialan itu aku tidak jadi berciuman dengan Hinata, huh~" ucap Naruto kesal, dia kemudian menghela nafas untuk menenangkan dirinya dari rasa kesalnya pada jam alarm yang hanya melakukan tugasnya itu setiap paginya, sungguh jam alarm yang malang...
Naruto berjalan menuju kearah sungai tempat biasa Azazel memancing, dia tidak masuk sekolah hari ini seperti yang dia katakan pada gadis iblis berkacamata itu, dia ada urusan penting karena itulah dia tidak masuk sekolah, saat sampai dilokasi Azazel memancing, dia melihat Azazel sedang bersama Sirzechs sedang membicarakan sesuatu, dia berjalan menghampiri mereka.
"Yo, Azazel, Sirzech, sedang membicarakan apa kalian?" sapa Naruto sekaligus menanyakan apa yang sedang kedua pemimpin fraksi malaikat jatuh dan iblis itu bicarakan.
"Yo, tumben kau kesini pagi ini, Naruto?"
"Pagi, Naruto. Kami hanya melakukan pembicaraan kecil saja." balas Azazel dan Sirzechs bersamaan, Naruto hanya menghela nafas mendengar itu dan dia mendudukkan dirinya disalah satu tempat duduk disana, lalu dia menatap kearah Azazel yang bertanya tadi.
"Sebenarnya aku datang kesini kemarin, tapi kau tidak ada disini dan malah Vali yang aku temukan disini." ucap Naruto dengan nada sedikit lesu, Azazel menaikkan sebelah alisnya heran.
"Untuk apa kau mencariku, Naruto?" tanya Azazel dengan alis terangkat sebelah.
Naruto menatap Azazel serius, lalu dia juga menatap Sirzechs dan angkat bicara.
"Ini mengenai pertemuan yang akan kalian adakan itu, Azazel, Sirzechs," ucap Naruto serius, Azazel menatap Naruto dengan wajah serius begitu juga dengan Sirzechs.
"Memangnya ada apa dengan itu, Naruto?" tanya Sirzechs bingung namun wajahnya menujukkan ekspresi yang sangat serius.
"Saat penyerangan Kokabiel, ada hal yang belum aku beritahu padamu, Azazel," ucap Naruto, Azazel terdiam mendengar ucapan Naruto itu.
"Apa itu?" tanya Azazel dan dibalas anggukkan oleh Sirzechs pertanda pertanyaan Azazel itu sudah mewakili apa yang ingin dia katakan.
"Saat penyerangan itu, Kokabiel mendapatkan kekuatan milik Ophis, namun aku sudah menekan dan menyegel kekuatan itu semakin dalam ke tubuh Kokabiel setelah Kokabiel berhasil dikalahkan saat itu." Azazel dan Sirzechs terkejut mendengar ucapan Naruto itu.
"Kekuatan milik Ophis? bagaimana bisa?" ucap Azazel terkejut.
"Apa Ouroboros yang memberikan kekuatan pada Kokabiel?" tanya Sirzechs, Naruto menggeleng menjawab pertanyaan Sirzechs itu, lalu dia menatap kearah langit biru cerah tanpa awan dengan ekspresi serius.
"Kokabiel sepertinya memiliki hubungan dengan musuh yang akan membuat dunia ini kacau." ucap Naruto, lalu dia mengalihkan pandangannya kearah Azazel yang terkejut.
"Apa maksudmu, Naruto?" tanya Azazel dengan wajah serius.
"Sepertinya aku harus menceritakannya pada kalian." ucap Naruto serius, Azazel dan Sirzechs terdiam saat mendengar ucapan Naruto barusan.
"Sebelumnya aku mau bilang pada kalian, aku ini masih anggota Khaos Brigade," terkejut, itulah yang dirasakan oleh Azazel dan Sirzechs saat ini saat mereka mendengar ucapan Naruto itu, mereka tidak menyangka bahwa pemuda pirang itu adalah anggota Khaos Brigade, organisasi misterius yang sangat berbahaya itu, Azazel dan Sirzechs lalu berdiri dan menatap Naruto dengan waspada, Naruto yang melihat mereka waspada hanya menghela nafas.
"Kau? itu artinya kau memata-matai kami selama ini, Naruto?" ucap Azazel menatap tajam kearah Naruto, begitu juga dengan Sirzechs.
"Tenang dulu, Azazel, Sirzechs. Aku memang masih anggota Khaos Brigade, tapi aku sama sekali tidak punya hubungan apapun dengan mereka kecuali dengan Ophis." ucap Naruto berusaha menjelaskan pada mereka agar menurunkan kewaspadaan mereka padanya.
"Kau memiliki hubungan dengan Ophis?" tanya Azazel yang sudah menurunkan kewaspadaan nya meski tidak sepenuhnya.
"Ya, aku juga memiliki hubungan dengan Great Red." ucap Naruto, dan perkataan Naruto itu membuat Azazel dan Sirzechs kembali terkejut, bahkan mereka lebih terkejut lagi saat mendengar pengakuan dari Naruto itu, tentang dirinya yang memiliki hubungan dengan naga penjaga celah dimensi itu, naga yang dijuluki DxD itu dikatakan sebagai naga terkuat kedua didunia ini setelah mahluk terkutuk yang disegel oleh Tuhan dengan segel 666 jauh di ujung dunia.
"Ba-Bagaimana kau bisa memiliki hubungan dengan Great Red, Naruto?!" tanya Azazel dengan wajah terkejut, bahkan tubuhnya sedikit bergetar saat mengetahui informasi itu dari Naruto.
'Ini akan merepotkan, huh~' batin Naruto sambil menghela nafas pasrah.
"Itu akan aku ceritakan lain kali Azazel, karena saat ini bukan itu yang ingin aku bahas." ucap Naruto serius, Azazel menghela nafas, dia tidak percaya dengan informasi mengejutkan itu dari Naruto, tapi jika informasi itu datang dari Naruto sendiri maka mau tidak mau dia harus mempercayainya karena pemuda pirang itu memiliki banyak sekali rahasia yang mungkin saja sulit untuk dipercayai begitu saja.
Sirzechs menatap Naruto dengan wajah serius.
"Lalu apa yang ingin kau bahas, Naruto?" tanya Sirzechs serius.
"Ini ada hubungannya kenapa aku memberitahu kalian tentang hubunganku dengan Ophis," ucap Naruto menatap kearah Sirzechs dan Azazel bergantian, Azazel dan Sirzechs sudah kembali duduk sambil berusaha menenangkan diri dari keterkejutan mereka saat mengetahui kebenaran mengejutkan dari Naruto tentang hubungannya dengan Khaos Brigade, Ophis, bahkan Great Red, berikutnya mahluk apa lagi yang akan memiliki hubungan dengan pemuda pirang misterius itu, apa pemuda pirang itu mau mengatakan bahwa dia pernah bertemu Tuhan? itu tidak mungkin kan karena Tuhan sudah tidak ada.
Azazel menghela nafas, lalu dia menatap Naruto dengan wajah serius.
"Memang apa hubungannya yang ingin kau bahas itu dengan Ophis, Naruto?" tanya Azazel serius.
"Dulu, setengah kekuatan milik Ophis dicuri oleh seseorang,"
"Apa dicuri? oleh siapa?" ucap Azazel terkejut.
"Iya benar, oleh siapa, Naruto?" tanya Sirzechs yang juga terkejut dengan informasi itu.
"Musuh yang aku katakan tadi, dan musuh itu juga yang memberikan setengah kekuatan milik Ophis itu kepada Kokabiel, itulah yang ingin aku beritahu pada kalian." ucap Naruto serius, Azazel terdiam mendengar ucapan Naruto itu.
"Lalu apa hubungannya dengan pertemuan ketiga fraksi yang akan kami adakan itu? kau tadi ingin membahas itu bukan?" tanya Sirzechs serius sekaligus heran, kenapa yang dibahas malah berubah dari yang ingin dibahas diawal tadi?
Naruto menghela nafas sejenak, lalu dia menatap kearah sungai.
"Ya, itulah kenapa aku memberitahu kalian informasi itu,"
"Maksudmu?" ucap Sirzechs bingung mendengar ucapan Naruto itu.
"Sepertinya akan ada serangan dari musuh yang kau katakan itu, begitu kan maksudmu, Naruto?" ucap Azazel sambil memasang pose berpikir dengan tangan mengelus jenggotnya.
"Aku tidak yakin dengan itu, tapi kita harus siap mengantisipasinya jika memang akan ada serangan dari musuh itu, Azazel, Sirzechs." ucap Naruto serius sambil menatap Azazel dan Sirzechs secara bergantian.
"Jadi begitu ya." ucap Sirzechs dengan wajah berpikir.
"Apa kita perlu mengirim pesan kepada fraksi malaikat tentang informasi ini?" ucap Sirzechs setelah selesai berpikir.
"Aku rasa itu harus kita lakukan, mengingat fraksi malaikat tidak mendapatkan informasi yang cukup selain dari informasi yang aku sampaikan di surat waktu itu." ucap Azazel serius setelah dia mendengar ucapan Sirzechs tadi.
"Kau benar, Azazel." ucap Sirzechs membenarkan perkataan Azazel yang masuk akal, bagaimana pun mereka akan membentuk aliansi antara ketiga fraksi, jadi saling berbagi informasi adalah awal yang bagus untuk dapat saling mempercayai satu sama lain.
"Untuk masalah itu serahkan saja padaku, aku akan mengurusnya nanti." ucap Azazel serius, Sirzechs mengangguk pertanda menyetujui ucapan Azazel itu, lagi pula jika fraksi iblis yang mengirim pesan kepada gereja bisa gawat nanti, karena pihak gereja itu memusuhi iblis, sedangkan kalau fraksi malaikat jatuh masih bisa mengajak pihak gereja bicara karena fraksi Azazel itu memiliki kenalan pendeta atau biarawati di beberapa gereja, terutama gereja dikota Tokyo, Azazel memiliki satu kenalan yang dapat dipercaya oleh pihak gereja disana sebagai perantara antara dirinya dan pihak gereja dan surga.
"Lalu, apa ada lagi yang ingin kau bicarakan, Naruto?" tanya Azazel sambil menatap Naruto dengan wajah serius.
Naruto terdiam, lalu dia menatap kearah Azazel dan bicara.
"Tidak ada lagi untuk saat ini, tapi mungkin saja Vali mendapatkan informasi yang tidak aku ketahui, coba kau tanyakan padanya nanti, Azazel." ucap Naruto sambil menatap Azazel, Azazel terdiam mendengar ucapan Naruto itu.
"Baiklah, nanti akan aku tanyakan padanya." ucap Azazel, Sirzechs sedikit penasaran dengan siapa orang bernama Vali itu.
"Siapa itu Vali, Azazel?" tanya Sirzechs sedikit penasaran, karena dia seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya di suatu tempat, tapi dia lupa dimana.
"Vali itu adalah anak didik ku, pemegang Sacred Gear Divine Dividing." jawab Azazel santai.
"Hakuryuukou? ternyata kau punya hubungan seperti itu dengan pemegang Divine Dividing itu, Azazel." ucap Sirzechs sedikit terkejut.
"Ya, bukankah itu sama dengan fraksimu, Sirzechs?" ucap Azazel, Sirzechs terdiam sambil mengingat budak pion adiknya itu.
"Ya begitulah."
Mereka terus berbicara disana, meski pembicaraan mereka tidak lagi membahas sesuatu yang serius, hingga siang hari Sirzechs memutuskan untuk kembali ke dunia bawah karena ada perkerjaan yang harus dia selesaikan, sedangkan Naruto masih ada disana selama beberapa menit setelah kepergian Sirzechs tadi.
"Nee, Azazel."
"Ada apa Naruto?" tanya Azazel sambil menarik pancing nya karena ada ikan yang memakan umpannya.
"Bisakah kau memberitahuku semua yang kau ketahui mengenai Sacred Gear, Azazel?" tanya Naruto dengan wajah serius, Azazel terdiam mendengar ucapan Naruto itu, lalu...
"Hooh, apa kau tertarik untuk mempelajari Sacred Gear? kalau begitu kau meminta pada orang yang tepat Naruto, karena aku ini cukup tahu banyak informasi mengenai Sacred Gear yang ada didunia ini." ucap Azazel dengan nada bangga saat mengatakan dia cukup tahu banyak mengenai Sacred Gear didunia ini.
Naruto hanya menatap bosan Azazel yang sedang membanggakan dirinya itu, lalu dia kembali bicara.
"Aku sebenarnya tidak tertarik dengan Sacred Gear, hanya saja aku harus memiliki pengetahuan mengenai kekuatan Sacred Gear itu, mungkin saja aku akan bertarung dengan pengguna Sacred Gear yang kuat dimasa depan nanti." ucap Naruto sambil mengangkat bahunya pertanda dia tidak tahu tentang masa depan, setidaknya jika dia mengetahui informasi mengenai Sacred Gear, dia bisa mengatasinya lebih mudah dari pada jika dia tidak tahu apa-apa tentang Sacred Gear itu, benar tidak?
"Hahaha, kau tidak perlu menyangkalnya Naruto, akui saja kalau kau tertarik pada Sacred Gear," ucap Azazel sambil tertawa, dengan tawa yang cukup menyebalkan bagi orang yang mendengarnya.
"Yosh! kalau kau memang ingin tahu tentang Sacred Gear, maka aku sebagai peneliti Sacred Gear akan memberitahumu semua yang aku tahu, dan kau pasti akan tertarik dengan Sacred Gear setelah aku memberitahumu nanti." Naruto hanya menatap bosan Azazel yang telihat sedang membanggakan dirinya lagi.
'Apanya yang peneliti? dia saja hanya memancing disini sepanjang hari.' batin Naruto dengan keringat jatuh dibelakang kepalanya.
Skip
Jam 20:47 PM.
Malamnya, Naruto keluar dari rumahnya dengan memakai pakaian lamanya yaitu versi pakaian dari Mode Rikudou miliknya, dia malam ini bermaksud mencari informasi tentang musuhnya atau hanya membasmi iblis liar yang berkeliaran di kota, namun saat dia baru berjalan sepuluh meter dari rumahnya, dia merasakan tekanan chakra yang tidak asing baginya dari arah barat kota Kuoh.
'Sasuke?' batin Naruto serius, dia memang sudah menduga bahwa tidak lama lagi dia akan bertemu dengan sahabatnya itu setelah dia melihat sosok Susano'o milik sahabatnya itu sebelumnya, lalu Naruto tanpa menunggu lama lagi dia berlari ke dalam sebuah gang kecil untuk menghindari diketahui orang yang masih berada diluar rumah dan melompat keatap rumah penduduk dan melesat kearah barat kota Kuoh.
'Sepertinya Sasuke sedang bertarung.' batin Naruto semakin mempercepat larinya.
Di sebuah hutan yang sudah hancur, terlihat Sasuke sedang bertarung dengan dua orang bertanduk yang memiliki mata Byakugan, sedangkan Kaguya terlihat bertarung dengan seorang pria dengan mata Rinnegan yang membawa sebuah pancing yang terbuat dari chakra berwarna merah.
Kaguya memang sudah melemah karena dia hanya memiliki seperempat dari kekuatannya, tapi dia masih lebih kuat dari pada raja naga sekalipun, hanya saja kemampuannya menjadi terbatas, karena yang bisa dia gunakan saat ini hanya kemampuan Byakugan dan tulang yang dapat membuat targetnya mengalami pembusukan saat tertusuk tulang tersebut.
"Tidak aku sangka Hime-sama menjadi sekuat ini, padahal Anda dulu tidak pernah ingin menggunakan chakra." ucap pria dengan mata Rinnegan tersebut.
Kaguya menatap pria tersebut dengan wajah serius.
"Urashiki, kenapa kau ada di bumi?" tanya Kaguya penasaran dengan kedatangan orang yang dia kenal itu.
"Bisa dibilang aku hanya ingin mencari sedikit hiburan seperti itu, Hime-sama." ucap Urashiki sambil menoleh kearah pertarungan kedua rekannya itu.
Kaguya tanpa perlu menoleh sudah dapat melihat semuanya dalam radius 360 derajat, dia juga bisa melihat pertarungan Sasuke yang terlihat kesulitan menghadapi rekan Urashiki yang memiliki tubuh besar.
"Momoshiki dan Kinshiki." ucap Kaguya yang melihat kedua rekan Urashiki dengan Byakugan miliknya.
Urashiki menoleh menatap Kaguya dengan wajah yang terlihat tersenyum.
"Pada akhirnya semua akan berakhir dalam peperangan dimana pun Anda berada, Hime-sama," ucap Urashiki yang mengaktifkan Rinnegan berwarna biru miliknya, terlihat ruang dibelakangnya mulai terbuka seperti halnya Kaguya dulu.
"Karena itu adalah kutukan klan Otsutsuki. Oh dan satu lagi Hime-sama, anggota Akar dan Daun yang mengejar Anda telah tiba lebih dulu dari kami, berhati-hatilah, Hime-sama." ucap Urashiki sebelum pergi melewati ruang yang terbuka tersebut.
Kaguya terdiam saat mendengar ucapan Urashiki yang merupakan alasan kenapa dia pergi dari tempat asalnya itu, tapi perkataan Urashiki yang terakhir membuatnya terkejut.
'Bumi dalam bahaya.' batin Kaguya serius, lalu dia menoleh kearah Sasuke dan terbang menghampiri nya.
Momoshiki yang melihat bahwa Urashiki mundur hanya bisa berdecak kesal.
'Urashiki sialan, sudah aku duga dia pasti akan melakukan itu.' batin Momoshiki kesal.
"Kinshiki, kita mundur karena aku merasakan chakra kuat sedang mendekat ke tempat ini." ucap Momoshiki yang dipatuhi oleh Kinshiki dan mereka berdua pun pergi dengan cara yang serupa dengan Urashiki namun berbeda disaat yang bersamaan.
"Sepertinya mereka merasakan chakranya." ucap Sasuke sambil mendudukkan dirinya diatas tanah bekas terkena kapak chakra milik Kinshiki tadi.
"Ashura kah?" ucap Kaguya sambil melihat kearah timur dari hutan tempat dirinya berada saat ini, disana dia melihat seorang pemuda berambut pirang dengan pakaian yang dulu bercahaya seingatnya kini tengah mendekat dengan cepat kearah tempat mereka berada saat ini.
Kaguya menonaktifkan Byakugan miliknya setelah Sasuke berdiri dan menoleh kearah datangnya seseorang yang sedang mereka cari tersebut.
Naruto melesat dengan kecepatan tinggi hingga dia sampai ketempat Sasuke berada, dan saat dia sampai dia menatap sahabat sekaligus rivalnya itu dengan ekspresi heran, dan waspada terhadap Kaguya yang terlihat berdiri disamping Sasuke.
"Naruto, sepertinya kau tidak berubah sejak terakhir kali aku melihatmu." ucap Sasuke yang terlihat memperhatikan penampilan Naruto yang tidak berubah sejak Naruto dikuburkan dulu setelah dipastikan Naruto tidak akan bangun lagi.
"Kau salah jika mengatakan aku tidak berubah saat ini, Sasuke." ucap Naruto sambil memperhatikan penampilan Sasuke.
"Sepertinya kau sempat mengalami kedewasaan ya, Sasuke." ucap Naruto sambil tersenyum.
Sasuke hanya tersenyum kecil menanggapi ucapan sahabat pirang nya itu.
"Ya, begitulah." ucap Sasuke sambil memperhatikan kewaspadaan Naruto terhadap Kaguya meski tidak begitu terlihat.
"Naruto, dia bukanlah Kaguya yang dulu." ucap Sasuke sambil menatap Naruto.
Naruto terdiam mendengar perkataan Sasuke, tapi dia harus memastikannya terlebih dahulu, karena dia sebelumnya pernah melihat Zetsu sehingga dia berasumsi bahwa Kaguya juga berhasil bebas dari segel Rikudou Chibaku Tensei itu.
Naruto kemudian menggunakan sedikit chakra Kurama untuk mendeteksi emosi negatif dari Kaguya namun dia tidak merasakan emosi negatif sama sekali dari Kaguya.
Sasuke memperhatikan apa yang Naruto lakukan dalam diam, dia mengerti Naruto masih belum percaya dengan Kaguya maka dari itulah Naruto menggunakan kekuatan Kyuubi untuk memastikannya.
"Bagaimana? dia berbeda dengan yang dulu bukan?" tanya Sasuke sedikit tersenyum.
Naruto menghela nafas saat mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
"Memang benar aku tidak bisa merasakan emosi negatif dari Kaguya, tapi bagaimana kau bisa begitu percaya bahwa dia berbeda, Sasuke?" tanya Naruto penasaran sekaligus heran, bukankah Sasuke tidak bisa merasakan niat jahat seseorang seperti halnya dia setelah menguasai chakra Kurama? lalu kenapa Sasuke bisa yakin dan percaya kepada orang yang pernah menjadi musuh mereka dulu? entahlah mungkin Sasuke bisa menjelaskan mengenai hal itu nanti.
"Apa kau masih ingat dengan cerita Zetsu Hitam dulu, Naruto?" tanya Sasuke sambil menatap Naruto dengan wajah serius.
Naruto terdiam sebentar saat melihat wajah serius Sasuke lalu menjawab setelah itu.
"Ya, aku masih ingat itu." jawab Naruto dengan nada serius saat dia sedikit mengingat cerita Zetsu pada saat dia dan Sasuke melawan Kaguya dulu.
"Zetsu mengatakan Kaguya tidaklah seperti saat itu dimasa lalu," ucap Sasuke menjeda ucapan nya untuk melihat reaksi Naruto.
"Zetsu mengatakan, Kaguya itu sama seperti wanita biasa sebelum kejadian yang menyakiti hatinya itu terjadi, yang membuat Kaguya memutuskan untuk memakan buah dari pohon suci." ucap Sasuke menyelesaikan ucapannya.
Naruto terdiam mendengar perkataan Sasuke, lalu dia melihat Kaguya yang penampilannya berbeda dengan yang dulu saat Perang Dunia Shinobi ke 4.
"Memang terlihat jauh berbeda dengan yang dulu kalau aku perhatikan." ucap Naruto yang kembali melihat kearah sahabatnya itu.
"Ashura," ucap Kaguya yang berjalan kearah Naruto secara perlahan.
Naruto hanya diam saat wanita itu memanggilnya dengan nama salah satu anak dari Rikudou Sennin itu.
Saat Kaguya sudah berada didekat nya, Kaguya perlahan mengangkat kedua tangannya dan menangkup kedua pipinya dengan lembut, Naruto juga bisa melihat wanita itu menangis seperti dulu saat dia dan Sasuke baru pertama kali bertemu dan melawan nya.
"Sepertinya Kaguya masih menganggap kita sebagai anaknya, meski dia memanggil kita dengan nama cucunya." ucap Sasuke yang melihat Naruto terkejut dengan apa yang Kaguya lakukan, meski dia tahu Naruto tidak terkejut karena itu, melainkan air mata kesedihan seorang ibu itulah yang membuat Naruto terkejut saat ini.
Naruto yang mendengar perkataan Sasuke sedikit mengingat masa lalu saat Zetsu mengatakan bahwa Kaguya melihat sosok kedua anaknya didalam dirinya dan Sasuke dulu.
'Seorang ibu tidak mungkin akan setega itu pada anaknya, kecuali...' batin Naruto dengan nada sedikit perihatin saat melihat ekspresi Kaguya saat ini.
'Hatinya telah tersakiti.' lanjut Naruto dengan nada sedih.
Sasuke terlihat hanya diam memperhatikan interaksi antara sahabatnya dan Kaguya, saat pertama kali Kaguya bebas dia juga seperti itu terhadap dirinya, pada saat itu dia dikira Hamura oleh Kaguya sebelum akhirnya Kaguya memanggilnya dengan nama cucunya itu, meski dia beberapa kali memanggilnya dengan namanya tapi Kaguya sepertinya lebih suka memanggilnya dengan nama cucunya itu dari pada namanya sendiri.
Sasuke memejamkan matanya sejenak, lalu dia menatap Naruto dan Kaguya saat dia mengingat perkataan Kaguya sebelumnya.
'Setelah ini banyak yang harus dibicarakan, tentang perang segitiga ini dan juga...' batin Sasuke sambil mengingat perkataan Kaguya beberapa hari yang lalu.
-Flashback-
Beberapa hari yang lalu.
Terlihat Sasuke dan Kaguya sedang mencoba mengobati seorang gadis kecil didalam sebuah rumah penduduk dimana mereka menetap, terlihat aura hitam terus keluar dari tubuh gadis kecil itu, orang tua gadis itu terlihat menatap anak mereka dengan ekspresi cemas tanpa menyadari bahwa mereka juga mengalami hal yang sama seperti anak mereka, mungkin karena anak kecil memiliki energi yang lebih kecil dari pada orang dewasa jadi saat ini mereka masih telihat baik-baik saja sedangkan anak mereka terlihat sangat lemas sekali dan seperti akan segera mati tidak lama lagi.
"Tuan, bagaimana keadaan anak kami? apa dia bisa diselamatkan?" tanya ibu anak itu dengan wajah cemas.
"Energi kehidupan anak kalian sudah hampir habis, jika tidak ditransfer energi, anak kalian akan mati satu jam lagi." ucap Sasuke serius.
"Tuan, tolong selamatkan anak kami, kami akan lakukan apapun untuk kesembuhan anak kami satu-satunya itu, Tuan." ucap ayah anak itu sambil berlutut memohon kepada Sasuke yang sedang duduk dipinggir kasur tempat gadis kecil itu terbaring, Sasuke menoleh menatap pria yang menjadi ayah dari gadis kecil itu dengan wajah serius.
"Baiklah, aku akan mencari cara untuk menyembuhkan penyakit anak kalian ini." ucap Sasuke sambil menatap pria itu.
"Terima kasih Tuan, kami akan melakukan apapun untuk Tuan sebagai bayaran untuk kesembuhan anak kami." ucap kedua orang tua gadis kecil itu yang saat ini sama-sama berlutut menghadap kearah Sasuke.
Sasuke lalu berdiri dari duduknya dan menyuruh kedua orang itu bangun dari posisi mereka.
"Tidak perlu, anggap saja sebagai balas budi karena mengizinkanku dan kakakku menginap disini." ucap Sasuke sambil tersenyum kecil, dia bukanlah dirinya yang dulu yang dingin dan tidak peduli pada siapa pun, dia telah mengalami banyak hal dan dia telah disadarkan oleh kenyataan tentang dirinya yang dulu setelah dia terlibat dalam perang besar itu, dan dia juga sudah bukan lagi anak kecil yang berambisi untuk membunuh kakaknya sendiri, dia telah sadar bahwa apa yang dia lakukan dulu itu salah.
"Tapi..."
"Aku tidak menerima bantahan." ucap Sasuke memotong apapun yang ingin dilontarkan oleh ayah gadis kecil itu.
"Baiklah, Terima kasih, Tuan." Sasuke mengangguk kecil, lalu dia berbalik menatap Kaguya yang sedang mentransfer chakranya pada gadis itu untuk mempertahankan nyawa gadis kecil itu.
"Kaguya, aku akan pergi mencari sesuatu, kau jaga anak itu." ucap Sasuke serius.
"Baiklah, Indra." setelah mendapat jawaban dari Kaguya Sasuke berjalan keluar dari rumah itu.
'Waktunya memburu para iblis itu.' batin Sasuke, berjalan meninggalkan rumah itu dan pergi kearah utara dari desa itu.
Singkat cerita Sasuke sudah menghabisi seluruh iblis yang menjadi dalang yang membuat energi kehidupan para penduduk desa itu keluar dari tubuh mereka.
Setelah menghabisi seluruh iblis itu, Sasuke kembali kerumah tadi dan menyembuhkan gadis kecil itu dengan memberikan suatu energi yang berasal dari kristal yang dia bawa, lalu setelah menyembuhkan gadis itu Sasuke menyembuhkan orang tua gadis itu dan seluruh penduduk desa itu sampai semunya kembali sehat, dia juga menyimpan kristal yang berisi sisa energi kehidupan milik para penduduk desa itu yang telah meninggal.
Dan setelah itu Sasuke dan Kaguya pergi meninggalkan desa itu dan dia dianggap sebagai pahlawan oleh penduduk desa itu, saat Sasuke dan Kaguya sudah keluar dari desa itu, Kaguya mengatakan sesuatu.
"Indra, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu." ucap Kaguya dengan wajah serius, Sasuke menoleh menatap Kaguya yang berjalan disampingnya.
"Apa itu?"
"Ini tentang klan Otsutsuki," ucap Kaguya, Sasuke terdiam dengan alis terangkat.
"Otsutsuki? ada apa dengan klanmu itu, Kaguya?" tanya Sasuke menatap Kaguya dengan wajah serius, apapun yang ingin Kaguya katakan pasti itu sesuatu yang sangat serius dilihat dari wajahnya saja siapa pun sudah dapat menebaknya.
"Ini tentang kutukan Otsutsuki," Sasuke terdiam dengan wajah serius.
"Kutukan Otsutsuki?" gumam Sasuke setelah beberapa saat terdiam, meski dia menunjukkan ekspresi wajah serius saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa dia tidak mengerti maksud dari perkataan Kaguya itu.
"Ya, Otsutsuki itu dikutuk untuk selalu haus akan kekuatan dan dominasi atas segalanya," Sasuke terdiam, klan Otsutsuki dikutuk? oleh siapa?
"Kami selalu berperang di tempat asal kami jauh dari bumi, kutukan itu terus membuat kehancuran pada dunia dimana kami berada, sudah lebih dari ribuan dunia hancur karena kutukan Otsutsuki itu," Sasuke sekali lagi terdiam, dia tidak percaya bahwa klan Otsutsuki memiliki kutukan seperti itu, terlebih lagi sudah menghancurkan ribuan dunia karena kutukan yang mengikuti setiap anggota Otsutsuki itu, dia sendiri secara pribadi memang tidak tahu apapun mengenai klan Otsutsuki, jika kutukan Sharingan milik klan Uchiha itu berasal dari klan Otsutsuki maka itu akan masuk akal kenapa setiap klan Uchiha yang membangkitkan Sharingan bahkan sampai Mangekyou Sharingan selalu terjerumus kedalam kegelapan dan haus akan kekuatan, sama seperti dirinya dulu yang hanya hidup untuk mencari kekuatan untuk membunuh Itachi.
"Indra, tolong hapuskan kutukan Otsutsuki itu dari dunia ini, aku tidak mau melihat dunia sekali lagi hancur oleh kutukan yang mengikuti setiap anggota klan Otsutsuki." ucap Kaguya dengan wajah serius, namun jika diperhatikan lagi terdapat rasa bersalah dan putus asa yang sangat besar dari iris lavender miliknya.
Sasuke terdiam, jika itu benar maka tidak ada alasan baginya untuk diam, dia harus segera menemukan Naruto dan memberitahunya tentang informasi yang disampaikan oleh Kaguya barusan.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita temui Naruto dan beritahu padanya." ucap Sasuke sambil menatap Kaguya dengan wajah serius, lalu dia kembali menghadap kedepan untuk melanjutkan perjalanan mereka.
"Tunggu Indra, masih ada yang ingin aku katakan padamu," Sasuke kembali menoleh kearah Kaguya dan terdiam menunggu apa yang ingin Kaguya katakan padanya.
"Sebelum aku datang ke bumi, klan Otsutsuki utama terpecah jadi tiga kelompok, kelompok pertama disebut Inti, kelompok kedua, Akar, dan kelompok ketiga, Daun. Ketiganya mewakili pohon suci, kelompok Inti mewakili buah dari pohon suci yang berarti kekuatan, kelompok kedua mewakili akar pohon suci yang berarti rasa haus, dan kelompok ketiga mewakili daun pohon suci yang berarti menguasai atau dominasi." ucap Kaguya serius, Sasuke terdiam, dia benar-benar mendapatkan banyak sekali pengetahuan tentang klan Otsutsuki dalam waktu singkat dari Kaguya, jujur saja meski dia seorang jenius sekali pun otaknya akan blank jika informasi yang didapat itu seperti itu.
"Sebelum aku pergi membawa kabur salah satu dari tiga pohon suci yang ada di tempat asal klan Otsutsuki, aku dengar ketiga kelompok pecahan klan Otsutsuki utama itu berseteru dan berperang satu sama lain, dan ada juga yang mengejarku dari ketiga kelompok itu, karena aku membawa satu pohon suci dengan kekuatan terbesar yang ada disana." ucap Kaguya serius, Duaaar! seperti itulah rasanya saat ini yang Sasuke rasakan, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang Kaguya katakan, jika ada tiga kelompok yang mengejar Kaguya, itu artinya bumi ini akan dilanda perang segitiga antara ketiga kelompok Otsutsuki itu dan jika itu benar-benar terjadi bukankah perangnya justru akan menjadi lebih besar lagi? mengingat bumi dipenuhi oleh mahluk hidup...
Sasuke terdiam dengan semua informasi yang membuatnya syok itu, dalam sejarah hidup seorang Uchiha Sasuke, baru kali ini otaknya benar-benar dipaksa menerima kenyataan mengerikan yang akan menimpa bumi jika ketiga kelompok Otsutsuki itu benar-benar tiba di bumi, belum lagi dengan sisi jahat Kaguya yang berkeliaran bersama Zetsu entah dimana, dan belum lagi dengan mahluk yang ada dibumi ini, mulai dari para dewa, manusia, iblis, malaikat dan mahluk-mahluk lainnya yang berada di dimensi yang terhubung dengan bumi, bisa dibayangkan bencana yang akan terjadi itu akan seperti apa? satu kata untuk menggambarkannya, mengerikan.
Kaguya yang melihat Sasuke terdiam juga ikut terdiam, dia tahu, dia mengerti dengan keadaan mental reinkarnasi cucunya itu saat ini, manusia, tidak, mahluk apapun yang memiliki akal pasti akan syok saat menerima informasi seperti itu, terlebih lagi itu adalah informasi yang merupakan kenyataan mengerikan tentang klan Otsutsuki yang tidak pernah diketahui oleh siapa pun selain dari anggota klan Otsutsuki yang berasal dari tempat asal mereka yang sangat jauh dari bumi.
"Indra, lebih baik kau istirahat dulu, besok baru kita lanjutkan perjalanannya untuk menemui Ashura." ucap Kaguya, Sasuke yang mendengar perkataan Kaguya hanya menurutinya saja tanpa mengatakan apapun.
-Flashback End-
"Oi! Sasuke! bangun woi jangan tidur!" terlihat Naruto sedang berdiri didepan Sasuke sambil berteriak untuk menyadarkan Sasuke dari dunia mimpinya, Sasuke yang telah sadar dari lamunannya mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Hah?" ucap Sasuke yang baru sadar dari lamunannya.
"Hah apanya!? kau dari tadi aku panggil tidak dengar apa?!" teriak Naruto kesal sambil menatap Sasuke yang malah menggaruk kepalanya seperti Kakashi.
"Sepertinya aku tertidur sebentar."
"Tertidur apanya?! kau sedang membuka mata begitu kau bilang tertidur?!" teriak Naruto dengan wajah yang sudah memerah karena saking kesalnya pada sahabatnya itu, ingin rasanya dia memberikan hadiah berupa Rasengan ke wajah tampan sahabatnya itu biar tidak datar lagi.
"Orang jenius biasa tertidur dengan mata terbuka, Dobe." ucap Sasuke santai berusaha menjaga harga diri Uchiha miliknya yang terjatuh gara-gara melamun.
"Teme! kau mau berkelahi denganku hah!? dari dulu sampai sekarang sifat menyebalkanmu itu tidak pernah berubah!"
"Kau juga masih sama saja berisik, Dobe."
"Geeerrr! akan aku hajar kau!"
Dan reuni itupun berakhir dengan happy Ending :v
To BeContinue
