CHAPTER 18 : SASUKE AND GALETTE

"Charlotte Galette kah?" Ucap Sasuke sambil memandang Galette dengan datar. Sasuke memperhatikan Galette dari ujung kaki sampai ujung kepalanya dan dapat ia lihat bahwa Galette seperti ketakutan.

Katakuri disisi lain menatap Sasuke dengan tajam karena sebenarnya Katakuri pun penasaran dengan sosok Uchiha Sasuke. Katakuri memang setuju dengan keputusan Big Mom saat akan menikahkan Galette dengan Sasuke karena Katakuri pikir Sasuke orang yang cukup hebat tetapi tidak sehebat Big Mom. Tapi setelah dia mendengar bahwa Sasuke mengalahkan Kaido maka Katakuri pun menjadi was-was karena jika Sasuke menolak pernikahan ini maka dia dan Big Mom beserta seluruh keluarganya harus melawan Sasuke dan pasti akan menimbulkan korban jiwa. Katakuri menggunakan Kenbonshoku hakinya untuk melihat masa depan tetapi sejauh pandangannya tidak ada yang mencurigakan. Katakuri tahu setelah ini Galette akan mengatakan senang bertemu denganmu.

"Be-benar. Senang bertemu denganmu Sasuke-San." Ucap Galette yang sedikit gerogi.

"Yooo Galette sepertinya kau gerogi dihadapan Sasuke-San tapi jangan khawatir Sasuke-San adalah pria yang baik perorin." Ucap Perospero yang ikut masuk ke ruangan dan berdiri di sebelah Sasuke.

"Jadi mereka semua adalah adik-adikmu Perospero?" Tanya Sasuke kepada Perospero dan ia memerhatikan satu-persatu orang yang berada di ruangan tersebut. Dia mengarahkan pandanganya kepada Pudding lalu Brule dan yang terakhir Katakuri. Saat menatap Katakuri, Sasuke merasakan bahwa Katakuri merupakan seorang yang kuat dan tidak bisa diremehkan. Katakuri pun menatapnya dengan datar dan menganggukan kepalanya kepada Sasuke.

"Benar sekali perorin dan pria jangkung itu adalah Katakuri lalu wanita yang berambut oranye itu bernama Pudding dan yang itu adalah Brule." Ucap Perospero sambil memperkenalkan seluruh adik-adiknya kepada Sasuke.

"Hn. Aku mendengar banyak tentang kalian." Ucap Sasuke dan ia berjalan mendekati sofa besar yang berada di sampingnya dan ia duduk di sofa tersebut.

Pudding sedikit berjinjit dan ia dekatkan mulutnya ke telinga Galette dan berbisk kepada Galette. "Ne-Chan duduklah disebelah Sasuke-San."

Galette yang mendengar itu pun memberanikan dirinya dan mulai berjalan mendekati Sasuke. Dia berjalan layaknya seorang model dengan tujuan menarik perhatian Sasuke dan dia kini sudah duduk disebelah Sasuke. Galette menyandarkan punggungnya dan menyilangkan kakinya dan dia menggeserkan tubuhnya untuk mendekati Sasuke.

Perospero, Katakuri Pudding dan Brule pun berjalan ke sofa tersebut dan mereka berempat duduk di sofa depan Sasuke dan Galette. Perospero sangat bahagia dengan pemandangan ini karena ia melihat salah satu adiknya akan menikahi pria tertampan dan terkuat di dunia.

"Selamat datang di Whole Cake Island Uchiha Sasuke-San." Ucap Pudding sambil sedikit merunduk dan menunjukan hormat kepada Sasuke.

"Hn. Pudding kah?" Ucap Sasuke sambil menatap Pudding.

"Betul aku Charlotte Pudding. Terima kasih karena telah menerima undangan mama." Ucap Pudding yang tersenyum kepada Sasuke.

"Kau ingin sesuatu? Teh hangat atau kopi atau apapun itu?" Tanya Perospero kepada Sasuke.

"Teh hangat saja cukup." Ucap Sasuke dengan datar.

"Baik. OII! Kalian buatkan teh hangat untuk tamu special kita!" Ucap Perospero kepada seorang prajurit yang berdiri di depan pintu.

"Biar aku saja Ni-Chan!" Ucap Galette yang langsung bangkit berdiri dan membuat Perospero, Pudding dan Brule sedikit tersentak.

"Ke-kenapa?" Ucap Perospero yang kebingungan.

"A-Aku calon istrinya. Sudah kewajibanku untuk memenuhi segala kebutuhannya." Ucap Galette yang langsung berjalan keluar ruangan dan menuju dapur untuk membuatkan Sasuke teh.

Perospero dan Pudding tersenyum saat melihat tingkah laku Galette yang tiba-tiba melunak. Mereka tidak menyangka wanita sesombong Galette bisa tersipu dan merona dihadapan Uchiha Sasuke.

"Dia benar-benar berusaha keras perorin." Ucap Perospero sambil tersenyum.

"Uhm! Dia bahkan membaca semua buku tentang bagaimana menjadi istri yang baik sebelum bertemu denganmu Sasuke-San." Ucap Pudding yang tersenyum kearah Sasuke.

"Hehehe Galette Ne-Chan akan menjadi istri yang baik." Ucap Brule sambil sedikit tertawa.

Sasuke yang mendengar ini hanya berkeringat jatuh dan makin merasa tidak enak. Berbeda dengan kasusnya dengan Kaido, Sasuke disambut dengan ramah disini dan ia tidak melihat ada suatu kelompok tertentu yang tertindas disini. Sasuke melihat mereka seperti layaknya keluarga besar biasa yang akrab dan menyayangi satu sama lain. Jamuannya pun sangat mewah dan mereka benar-benar memperlakukan Sasuke layaknya seorang raja. Kini Sasuke sedang berpikir bagaimana caranya ia bisa kelaur dari pulau ini dan bernegosiasi dengan Big Mom secara damai.

"Aku turut berduka cita atas kematian Hiken no Ace." Ucap Katakuri tiba-tiba dan menatap Sasuke.

"Kau kenal dengan Ace?" Tanya Sasuke kepada Katakuri.

"Tidak. Aku hanya membaca berita tentangmu di Marineford dan diberita tersebut bilang bahwa kau kakak dari Hiken no Ace." Ucap Katakuri.

"Souka. Terima kasih." Ucap Sasuke yang sedikit tersenyum kepada Katakuri.

Galette pun kembali masuk ruangan dan membawa secangkir teh hangat di tangannya. Dia membawa cangkir itu dengan sangat hati-hati dan meletakan cangkir itu di meja di depan Sasuke.

"Terima kasih." Ucap Sasuke kepada Galette.

"Uhm." Ucap Galette sambil menanggukan kepalanya dan tersenyum kepada Sasuke. Galette lalu kembali duduk disebelah Sasuke dan mulai berani mendekatkan dirinya dengan Sasuke.

"Jadi darimana kau berasal dan apa tujuanmu? Aku ingin mengenal lebih dalam calon adik iparku." Tanya Katakuri kepada Sasuke.

"East Blue dan aku tidak punya tujuan khusus untuk dicapai." Ucap Sasuke sambil menyeruput the hangat buatan Galette.

"Dengan kekuatan yang kau punya, mungkin kau diperhitungkan oleh pemerintah dunia menjadi salah satu kandidat raja bajak laut. Apa kau tidak tertarik menjadi raja bajak laut?" Tanya Katakuri.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan meletakan cangkirnya dimeja. "Aku bahkan bukan seorang bajak laut." Ucap Sasuke.

"E-Eh? Kau bukan bajak laut lalu kenapa kau melawan angkatan laut dan pemerintah dunia?" Tanya Galette kepada Sasuke.

"Mereka yang mengangguku. Aku bukan tipe orang yang akan menyerang duluan jika tidak di ganggu dan lagi mereka sendiri yang melabeli ku sebagai bajak laut. Aku tidak pernah bilang bahwa aku seorang bajak laut dan bahkan aku tidak mempunyai kru." Ucap Sasuke.

"Lalu kenapa kau bertarung melawan Kaido?" Tanya Katakuri.

"Itu…" Sasuke berhenti karena ia pun baru menyadari bahwa dia tidak mempunyai alasan khusus saat bertarung melawan Kaido. Sasuke hanya ingin mengetes kekuatan Kaido dan tidak ada maksud lain terlepas dari ia mengetahui kebenaran tentang Wano Kuni. "Aku penduduk asli Wano dan saat kecil aku dibawa kabur dari Wano oleh seseorang karena suatu kejadian. Orang yang membawa kabur sudah mati dan sebelum kematiannya dia mengatakan padaku bahwa aku harus menjadi lebih kuat untuk mengalahkan Kaido." Ucap Sasuke yang berbohong.

"Lalu kau sudah mengalahkan Kaido kenapa kau tidak mengusirnya dari Wano dan membebaskan Wano?" Tanya Katakuri.

"Aku bukan orang yang ditakdirkan untuk melakukan itu semua. Wano akan diselamatkan oleh seseorang dan itu bukan aku." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"Ehh? Siapa orang itu?" Tanya Perospero yang juga penasaran dengan orang yang dimaksud Sasuke.

"Monkey,D,Luffy. Suatu saat kalian pasti bertemu dengannya." Ucap Sasuke.

"Cucu dari Monkey,D,Garp kah? Dia hanyalah seorang rookie biasa dan tidak mungkin dia bisa mengalahkan Kaido dan menyelamatkan Wano Kuni." Ucap Katakuri.

"Kita lihat saja nanti." Sasuke tersenyum dan melepas topinya dan ia letakan topinya di meja. "Jadi, apakah Big Mom sedang sibuk?" Tanya Sasuke.

"Ah. Mama sedang bernegosiasi dengan Germa 66 untuk membentuk aliansi. Germa 66 terkenal dengan teknologinya dan jika mama beraliansi dengan mereka, maka mama akan mendapatkan kekuatan yang sangat besar." Ucap Perospero kepada Sasuke.

"Begitukah? Lalu untuk apa kekuatan besar itu?" Tanya Sasuke.

"Tentu saja untuk menjadi raja bajak laut dan ditambah kau dapat membaca Poneglyph dan itu akan sangat memudahkan mama untuk menjadi raja bajak laut." Ucap Perospero.

Galette, Katakuri, Pudding dan Brule terkejut saat mendengar Sasuke bisa membaca Poneglyph. Mereka tidak menyangka bahwa ada orang lain yang dapat membaca tulisan kuno itu selain Nico Robin dan para sarjana Ohara.

"Ka-Kau bisa membaca Poneglyph?" Tanya Galette kepada Sasuke.

"Bagaimana bisa?" Gumam Pudding sambil menatap Sasuke.

"Apa kau pernah tinggal di Ohara?" Brule pun ikut bertanya karena ia pun penasaran.

Katakuri hanya menatap Sasuke dengan datar tapi didalam hatinya pun ia menunggu jawaban dan penjelasan dari Sasuke. 'Orang yang sangat kuat dan mampu membaca Poneglyph. Pria ini mempunyai kemampuan untuk menjadi raja bajak laut. Lalu kenapa dia menyetujui pernikahan ini? Apa yang pria ini rencanakan?' Gumam Katakuri didalam hatinya.

"Aku mempelajarinya dari seseorang dan juga aku penasaran dengan sejarah dunia ini." Ucap Sasuke. "Sebenarnya aku ingin berjalan-jalan di pulau ini. Aku ingin melihat keseluruhan dari pulau ini tapi mengingat hari sudah malam dan udara yang sangat dingin aku berjalan-jalan besok dan aku ingin beristirahat. Dimana kamarku?" Tanya Sasuke kepada Perospero.

"Kau akan tidur di kamar Galette perorin." Ucap Peropsero sambil menyeringai.

Galette dan Sasuke pun menelan ludah mereka bersamaan. Bagi Galette ini merupakan keuntungan besar karena dia bisa seruangan dengan Sasuke dan kesempatan baginya untuk mengenal Sasuke lebih dekat tapi bagi Sasuke ini sedikit berlebihan. Sasuke tentu merasa tidak nyaman bila harus tidur dan berada satu ruangan dengan Galette karena ia pun tidak mengenal Galette. Tapi Sasuke mencoba melawan itu semua dan mengikuti cara main mereka.

"Baik. Jadi dimana kamarmu?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"E-e-ehh itu tidak jauh dari ruangan ini." Ucap Galette dengan gerogi.

"Kalau begitu antar aku." Sasuke bangkit berdiri dan mengarahkan tangannya pada Galette.

Galette yang melihat Sasuke memberikan tangannya langsung meraih tangan Sasuke dan berdiri.

"Baiklah kalau begitu selamat malam kalian berdua dan selamat bersenang-senang Perorin." Ucap Peropsero sambil menyeringai mesum kepada Sasuke.

"Sudah kubilang jangan menyeringai seperti itu dihadapanku." Ucap Sasuke kepada Perospero.

"Baik-baik aku hanya bercanda perorin." Perospero pun hanya tersenyum.

Galette dan Sasuke perlahan meninggalkan ruangan itu dan mereka kini sedang menuju ke kamar Galette. Galette berjalan sedikit di depan Sasuke karena ia yang tahu dimana kamarnya dan menuntun Sasuke untuk sampai di kamarnya. Mereka berdua melewati lorong yang gelap dan di antara mereka tidak ada yang berbicara satupun. Galette terlalu gerogi dan bingung untuk membuka topik pembicaraan sedangkan Sasuke hanya memperhatikan setiap pintu yang ia lewati dan Sasuke pun tidak terlalu tertarik berbicara pada Galette. 10 Menit berjalan kini mereka melihat pintu yang cukup besar yang Sasuke yakini adalah kamar Galette.

"Jadi ini kamarmu?" Tanya Sasuke.

"Benar. Ini kamarku. K-kau mau masuk?" Galette berjalan mendekati pintu tersebut dan memegang gagang pintu itu.

"Tentu." Ucap Sasuke.

"Baik."

CLACK!

Galette membuka pintu kamarnya dan ia pun masuk kekamarnya di ikuti oleh Sasuke. Sasuke melihat ada sebuah cermin yang cukup besar dan ranjang yang cukup besar yang sepertinya cukup untuk 2 orang.

'Wangi sekali!' Gumam Sasuke didalam hatinya karena ia mencium pewangi ruangan yang sangat wangi di kamar Galette. Sasuke kembali memperhatikan seisi ruangan tersebut dan melihat bahwa kamar Galette sangat rapih dan bersih. Seluruh barang disana tersusun dan tertata secara rapid an teratur. Tipikal kamar dari seorang wanita yang bernuansa pink dan mempunyai aura yang tenang.

"Kau memiliki kamar yang bagus." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada Galette.

"Terima kasih Sasuke-San." Balas Galette yang juga tersenyum kepada Sasuke.

Sasuke melepaskan jaketnya dan menaruhnya di gantungan baju di sebelah cermin lalu dia berjalan mendekati ranjang besar itu dan duduk di kasur itu. Sasuke mengarahkan padanganya kepada Galette dan melihat Galette berdiri di depan pintu dan tidak bergerak sama sekali seperti patung. Sasuke pun menghela nafas dan tersenyum kepada Galette.

"Kau takut padaku?" Tanya Sasuke sambil tersenyum.

"Ehmm itu.. Aku tidak tahu. Kau adalah orang dengan bounty tertinggi dan mampu mengalahkan seorang Yonkou wajar saja aku takut padamu. Kau mempunyai kekuatan yang sama besarnya dengan mama." Ucap Galette sambil merundukan kepalanya. "Tapi yang membuatku terdiam seperti ini adalah karena setiap kali aku melihatmu, jantungku berdetak dengan lebih cepat." Lanjut Galette sambil memegang dadanya.

"Jadi kau mau berdiri disitu semalaman?" Tanya Sasuke sambil melepas sepatunya dan membaringkan dirinya di kasur itu.

"Sepertinya begitu. Aku takut kau membunuhku saat aku tidur nanti." Ucap Galette yang masih menundukan kepalanya.

"Kenapa kau berpikir aku akan membunuhmu?" Tanya Sasuke yang juga bingung dengan pernyataan Galette.

"Ti-tidak tahu. Pikiranku benar-benar kacau." Ucap Galette sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tenang saja aku tidak akan membunuhmu atau melakukan hal-hal buruk padamu. Jadi jangan canggung lagipula ini kamarmu dan ini rumahmu. Jika kau merasa keberatan aku tidur seranjang denganmu aku akan tidur dibawah." Ucap Sasuke yang langsung duduk dan berniat untuk tidur di lantai.

"TIDAK! JANGAN! KAU HARUS TIDUR BERSAMAKU!" Galette langsung berteriak dan berlari mendekati Sasuke untuk mengehentikan Sasuke.

"Kau tidak perlu berteriak seperti itu." Ucap Sasuke sambil berkeringat jatuh melihat Galette yang terengah-engah yang kini berdiri dihadapannya.

"Maaf.." Ucap Galette dengan pelan.

Sasuke pun kembali menyandarkan punggungnya dikepala ranjang tersebut dan meluruskan kakinya. Ia menggeser tubuhnya ke samping untuk memberi ruan yang cukup kepada Galette jika Galette ingin berbaring.

"Jika kau lelah kau boleh tidur duluan." Ucap Sasuke kepada Galette.

Galette yang mendengar itu pun mengangguk dan melepas mantel bulunya dan ia gantungkan di sebelah jaket Sasuke. Lalu ia kembali berjalan menuju ranjangnya dan berbaring disebelah Sasuke. Sasuke yang melihat Galette sudah berbaring menarik selimut yang berada di kakinya dan tubuh mereka berdua kini sudah terbungkus oleh selimut. Galette hanya menaruh kedua tangannya di atas perutnya dan mengarahkan pandangannya ke langit-langit kamarnya sedangkan Sasuke melihat ada sebuah buku di meja dan ia mengambil buku dan buku itu adalah buku yang bertuliskan tentang secuil sejarah di dunia ini.

"Ini buku milikmu?" Tanya Sasuke sambil membuka buku tersebut.

"Benar. Sebelum tidur biasanya aku membaca buku terlebih dahulu." Jawab Galette.

"Jadi kenapa kau mau menikahiku?" Tanya Sasuke kepada Galette sambil membaca buku yang ia pegang.

"Mama menyuruhku untuk menikahimu." Jawab Galette yang masih menatap atap kamarnya.

"Jadi kau menikahiku hanya karena ibumu menyuruhmu?" Tanya Sasuke tanpa melepaskan pandangannya dari buku yang ia baca.

"Bu-bukan begitu! A-aku juga sebenarnya mencintaimu. Tapi factor utama dari pernikahan ini adalah mama. Jika mama tidak menyuruhku mungkin pernikahan ini tidak akan terjadi." Ucap Galette yang memeringkan tubuhnya dan menatap Sasuke.

"Begitukah? Lalu bagaimana jika kau gagal menikahiku?" Tanya Sasuke sambil tersenyum.

"A-a-apa maksudmu?" Tanya Galette yang membelalakan matanya karena terkejut. Dia takut bahwa Sasuke akan menolak pernikahan ini.

"Aku hanya bertanya saja. Jika pernikahan ini berhasil tentu saja ibu mu akan senang tapi aku penasaran jika pernikahan ini gagal. Anggap saja ada pengacau yang membuat pernikahan kita gagal apa yang akan dilakukan Big Mom?" Tanya Sasuke.

"Mungkin mama akan marah padaku dan mengusirku." Ucap Galette dengan sedih.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung memandang Galette. 'Sepertinya aku benar-benar harus menyiapkan rencana yang sangat bagus. Jika aku langsung menolak pernikahan ini mungkin wanita ini akan dibunuh oleh Big Mom karena mengingat ekspektasi keluarganya sangat besar terhadap pernikahan ini.' Gumam Sasuke di dalam hatinya. Sasuke sebenarnya ingin langsung menolak pernikahan ini dan berbicara dengan Big Mom saat bertemu nanti dan jika Big Mom menolak penolakannya Sasuke berniat untuk bertarung dengan seluruh penduduk pulau ini jika diperlukan tetapi saat mendengar pernyataan Galette barusan, Sasuke berpikir dua kali karena mungkin Big Mom akan melampiaskan semua kegagalan itu kepada Galette.

"Kenapa kau berpikir begitu?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"Lola. Dia adalah salah satu adikku dan merupakan anak perempuan dari mama. Mama ingin menikahkan Lola dengan Loki dan tentu saja itu adalah pernikahan politik yang dirancang oleh mama untuk memperkuat bajak lautnya. Loki adalah seorang pangeran dari Elbaf dan ini akan menjadi keuntungan besar bagi kami semua tetapi Lola tidak menyetujui pernikahan itu dan melarikan diri sehingga mama sangat membencinya sekarang dan ingin membunuh Lola. Aku takut jika pernikahan ini gagal maka aku akan bernasib sama seperti Lola dan kemungkinan terburuknya aku akan dibunuh." Ucap Galette sambil ketakutan.

Galette tentu mengehtahui sifat ibunya yang sangat senang dengan pernikahan mengingat Big Mom mempunyai banyak suami dan banyak sekali anak. Bagi Galette pernikahan ini adalah segalanya dan mungkin jika pernikahan ini berhasil Galette akan menjadi anak kesayangan dari Big Mom tetapi jika ia gagal maka resikonya pun akan sangat besar untuk ditanggung dan lagi Galette pun perlahan mulai terpesona dengan Sasuke dan mulai mencintai Sasuke. Galette sangat menyukai sifat Sasuke yang pendiam namun hangat dan sifatnya yang maskulin dan keren ditambah lagi Sasuke adalah orang yang kuat.

"Sepertinya pernikahan ini tidak semudah yang aku bayangkan." Ucap Sasuke yang menutup bukunya dan ia letakan kembali dimeja. Sasuke langsung mengarahkan pandangannya pada Galette yang terbaring disebelahnya. "Kau takut?" Tanya Sasuke.

"Uhm. Aku takut dengan kau, aku takut dengan mama dan aku takut jika pernikahan ini gagal juga aku takut kau akan berubah pikiran setelah melihatku dan menolak pernikahan ini. Aku akan melakukan apapun untuk keberhasilan pernikahan ini." Ucap Galette.

"Kau tidak perlu melakukan apapun. Lakukanlah yang harus kau lakukan saja dan sisanya serahkan padaku." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Galette yang mendengar itu pun tersenyum dan merasa tenang. Galette memang seorang wanita yang telah mengahbiskan seluruh hidupnya di pulau ini dan ia terlahir sebagai anak dari Yonkou. Mungkin ini sebuah keuntungan besar karena tidak ada satu pun orang yang berani melukainya karena dia anak dari salah satu kaisar di dunia ini. Tapi beban yang ia tanggung pun sangat besar karena ia harus menuruti semua perintah ibunya dan jika ia mengecewakan ibunya itu maka hidupnya akan hancur. Galette memang selalu meremehkan bajak laut lain terutama bajak laut pemula yang ia pikir sangat lemah tetapi pengecualian untuk Uchiha Sasuke. Sasuke telah menunjukan kepada dunia bahwa ia bukanlah bajak laut sembarangan dan mempunyai kekuatan yang setara dengan para Yonkou dan hal inilah yang membuat Galette sedikit gerogi dihadapan Sasuke.

"Aku telah berusaha sekuat tenaga untuk bisa menjadi istri yang baik. Aku membaca semua buku yang membantuku untuk menjadi istri yang baik dan kuharap aku tidak mengeceakanmu Sasuke-San." Ucap Galette sambil tersenyum.

"Hn. Sejauh ini kau tidak mengecewakanku sama sekali. Tidurlah. Kau mungkin lelah karena telah menyiapkan semua ini." Sasuke tersenyum kembali mengambil buku tentang yang berada disampingnya yang tadi sudah ia baca.

"Kau tidak tidur?" Tanya Galette kepada Sasuke.

"Tidak. Selama perjalanan kesini aku sudah tidur terlalu lama dan buku ini sangat menarik untuk dibaca." Ucap Sasuke sambil membaca buku yang ada ditangannya.

"Ka-kau tidak berniat untuk melakukannya saat aku tidur kan?" Tanya Galette yang mukanya kembali memerah karena membayangkan hal yang mesum.

"Melakukan apa?" Tanya Sasuke dengan datar.

"E-e-ehmm itu.. Kau tau.. Saat pria dan wanita… Membuka pakian mereka… Tidur bersama…" Ucap Galette yang tidak jelas karena ia pun bingung untuk memilih diksi yang tepat untuk hal ini.

"Seks?" Tanya Sasuke dengan datar dan matanya masih terarah pada buku yang ia baca.

"EEEHHH!? Vulgar sekali kau!" Teriak Galette yang langung terduduk karena terkejut dengan perkataan vulgar Sasuke.

"Aku hanya menafsirkan pikiran kau dengan kata-kata dan kata itu lah yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang ada dipikiranmu sekarang." Ucap Sasuke.

"I-i-itu.. Aku…. LUPAKAN! Jangan berbuat yang tidak-tidak kepadaku!" Ucap Galette dengan wajah meronanya menatap Sasuke dengan garang.

"Jadi kau tidak mau?" Tanya Sasuke dengan datar.

Galette yang mendengar pertanyaan Sasuke tersebut langung terkejut. Kalau dipikir-pikir jika ia tidak melakukannya, maka ia tidak akan pernah bisa menjadi istri Sasuke. Sebenarnya Galette ingin melakukannya hanya saja ia gengsi untuk meminta dan kini ia dihadapkan oleh pertanyaan sulit dari Sasuke. Jika ia menjawab tidak maka pernikahannya mungkin akan gagal tetapi akan sangat memalukan jika ia menjawab iyah.

"Sudah. Jangan dipikirkan. Aku hanya menggodamu." Ucap Sasuke sambil tersenyum kecil.

"Ngomong-ngomong sepertinya kau menyukai buku itu." Ucap Galette yang mengalihkan topik pembicaraan.

"Hn. Aku tidak terlalu tahu banyak tentang pemerintahan dunia ini jadi aku ingin mencari informasi yang terkait dengan pemerintahan dunia." Ucap Sasuke.

"Mereka hanyalah sekumpulan orang bodoh yang diberikan kekuasaan dan mereka bertindak sesuka mereka dan memperbudak orang lain." Ucap Galette.

"Apa lagi yang kau tahu?" Tanya Sasuke yang melirik Galette.

"Tidak banyak. Aku tahu bahwa markas mereka di Marijois dan mereka dipimpin oleh 5 orang yang disebut gorosei. Dunia ini dibentuk oleh 20 kerajaan yang bersatu menjadi pemerintahan dunia dan keluarga dari 20 kerajaan itu lah yang disebut tenryuubito." Ucap Galette.

"20 kerajaan? Apa saja?" Tanya Sasuke yang mulai tertarik dengan pembicaraan ini.

"Aku tidak tahu untuk itu. Mereka tidak pernah memberitahu itu secara detail. Banyak sekali yang diutupi oleh pemerintah dunia. Kau berada di perang besar Marineford kan saat itu? Apa kau tidak mendengar perkataan terakhir Shirohige?" Tanya Galette kepada Sasuke.

"Tidak. Aku tidak berada disana saat kematian Shirohige. Aku kabur saat itu karena ada urusan lain." Ucap Sasuke.

"Shirohige berkata jika ada seseorang yang menemukan One Piece maka akan terjadi perang besar yang akan meruntuhkan pemerintah dunia dan angkatan laut." Ucap Galette.

"One Piece kah? Sebenarnya apa itu One Piece?" Gumam Sasuke.

"Aku pun tidak tahu tapi mengingat banyak orang yang menjadi bajak laut untuk menemukan One Piece pastinya One Piece merupakan sesuatu yang sangat berbahaya. Satu-satunya orang yang pernah melihat One Piece hanyalah Roger dan anggotanya karena mereka lah yang pernah sampai di Raftel." Ucap Galette.

"Sesuatu yang bisa menghancurkan pemerintah dunia… Menarik." Gumam Sasuke sambil tersenyum. "Baiklah kalau begitu. Tidurlah. Kau nampak letih." Ucap Sasuke yang menyimpan bukunya dan membaringkan tubuhnya.

"Hmm.. Selamat malam Sasuke-San." Ucap Galette yang mulai memejamkan matanya.

"Selamat malam Galette." Ucap Sasuke pun yang memejamkan matanya.

Disisi lain, Perospero, Katakuri dan Smoothie sedang berada di ruangan rapat dan sedang berkumpul bersama para anggota elite bajak laut Big Mom lainya seperti Daifuku, Oven dan Mont Dor dan mereka sedang menerima telepon dari kapten mereka Big Mom.

"Jadi bagaimana Perospero?" Tanya Big Mom melalui denden mushi.

"Semuanya berjalan lancar perorin. Uchiha Sasuke telah jatuh hati kepada Galette." Ucap Perorin sembari menyeringai. "Tapi mama aku punya informasi penting tentang Uchiha Sasuke." Lanjut Perospero.

"Apa itu?" Tanya Big Mom.

"Sasuke bisa membaca Poneglyph." Ucap Perospero dengan serius.

"EEEHHHH!? BAGAIMANA BISA!?" Big Mom tersentak saat ia mendengar informasi itu tetapi ia langsung menyeringai. "Tidak masalah. Lagipula masih ada satu orang lagi yang bisa membaca Poneglyph. Yang kita butuhkan dari Uchiha Sasuke adalah kekuatannya dan nampaknya aku tahu dari mana sumber kekuatannya." Ucap Big Mom yang terus menyeringai.

"Kalau begitu kapan kita akan melakukannya mama?" Tanya Smoothie.

"Aku akan kembali besok. Sepertinya Germa tidak terlalu sulit untuk diajak bernegosiasi dan mereka ternyata sekumpulan orang bodoh yang langsung percaya denganku." Ucap Big Mom sambil tertawa sedikit. "Kalian semua dengarkan aku. Besok aku akan berbicara dengan Sasuke di ruanganku dan kalian semua harus hadir. Bawa Sasuke dan Galette dihadapanku dan aku akan mencoba mengalihkan perhatian Sasuke lalu setalah itu dari belakang tim pemanah akan memanah Sasuke dengan panah beracun dan membuat Sasuke tidak sadarkan diri setalah itu kita cungkil matanya dan aku akan mendapatkan kekuatan Sasuke." Lanjut Big Mom.

"Mama apa kita harus memberi tahu Galette?" Tanya Katakuri.

"Hmm? Memangnya kenapa Galette harus tahu?" Tanya Big Mom kepada Katakuri.

"Aku melihat bahwa Galette sepertinya mencintai Sasuke. Dia pasti sedih jika melihat Sasuke akan dihabisi seperti ini dan lagi dia benar-benar berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi Sasuke." Ucap Katakuri.

Katakuri mungkin terlihat seperti orang yang kejam dan berhati dingin tetapi sebenarnya dia mempunyai hati yang hangat dan sangat menyayangi seluruh keluarganya termaksud Galette. Galette adalah adiknya dan ia tidak tega jika melihat Galette sedih.

"Mamama jangan khawatir Katakuri. Alasan utamaku tidak memberitahu ini semua kepada Galette karena aku sudah yakin bahwa Galette pasti akan langsung jatuh hati pada Uchiha Sasuke dan jika dia tahu tentang ini semua maka kemungkinan besar Galette akan memberitahu ini semua kepada Sasuke. Mungkin Galette akan sedih tetapi kesedihan itu tidak akan bertahan lama dan seiring berjalannya waktu Galette pasti akan melupakannya." Ucap Big Mom sambil tertawa.

"Apa ini semua tidak terburu-buru mama? Aku pikir lebih baik jika kita menunggu sampai pesta pernikahan Galette dan Sasuke dimulai dan barulah kita menyerang Sasuke saat ia akan mencium Galette di pernikahannya nanti dan lagi Uchiha Sasuke bukan orang sembarangan aku hanya takut jika ini semua tidak berjalan sesuai rencana." Ucap Smoothie dengan serius.

"Mamama tidak perlu khawatir Smoothie aku sudah merencanakan ini dengan matang dan tidak mungkin rencana ini akan gagal dan lagi aku sudah tidak sabar mendapatkan kekuatan dari Sasuke." Ucap Big Mom sambil menyeringai.

"Baiklah kalau begitu kami akan mengikuti perintahmu mama." Ucap Daifuku sambil tersenyum.

"Uchiha Sasuke mungkin bisa mengalahkan Kadio tetapi dia tidak mungkin mengalahkan Big Mom Kaizokudan." Ucap Oven sambil tersenyum.

"Mama adalah bajak laut terkuat didunia ini dan tidak ada yang bisa mengalahkannya." Ucap Mont Dor sambil menyeringai.

"Mamama nampaknya kalian semua sudah mengerti kalau begitu aku sudahi dulu percakapan ini dan aku akan segera pulang." Ucap Big Mom yang langsung menutup denden mushinya.

Tanpa disadari oleh mereka dibalik pintu ruangan tersebut ternyata ada seseorang yang telah mendengar semua percakapan mereka dan orang tersebut hanya tersenyum. 'Naruto.. Sepertinya aku mulai sadar dan paham kenapa kau sangat suka jurus kage bunshin. Ternyata jurus ini memang sangat berguna untuk mencari informasi.' Dan orang itu adalah Uchiha Sasuke.

-X-

Pagi sudah tiba dan perlahan matahari pun terbit dan menyinari seluruh pulau Whole Cake. Waktu menunjukan pukul 7 pagi dan salju pun masih tetap turun. Suhu menyentuh angka 0 derajat celcius yang membuat semua orang yang keluar rumah harus memakai mantel yang sangat tebal karena jika tidak mereka mungkin akan mati kedinginan.

Sasuke perlahan membuka matanya dan melihat sinar matahari yang terang masuk melalui jendela. Sasuke bangkit duduk dari tidurnya dan melakukan peregangan sedikit. Dia menengok kesebelah kiri dan menemukan bahwa Galette sudah tidak ada disebelahnya. Sasuke berusaha untuk bangkit berdiri dan keluar dari kamarnya untuk mengambil segelas air tapi sebelum ia melakukan itu semua pintu kamar seketika terbuka dan nampak Galette yang sudah membawa baki yang diatasnya terdapat 2 piring yang berisikan makanan dan 2 cangkir dan 2 gelas.

"Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu." Ucap Galette sambil tersenyum.

"Hn. Terima kasih." Ucap Sasuke yang juga tersenyum sambil mengangguk.

Sasuke langsung melangkahkan kakinya menuju meja yang berada di depan ranjangnya dan duduk didepan meja tersebut dan Galette pun meletakan baki itu dimeja dan duduk didepan Sasuke. Sasuke melihat ada 2 cangkir yang berisikan teh panas dan 2 gelas air putih lalu disebelahnya ada 2 buah sandwich.

"Kau membuat semua ini?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"U-Uhm.. Aku sudah belajar memasak sejak 1 bulan yang lalu jadi kuharap rasanya enak." Ucap Galette kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan langsung meminum air putih untuk membantu metabolisme tubuhnya. Lalu dia pun mengambil sandwich buatan Galette dan memakanya. Galette terus memperhatikan wajah Sasuke karena ia takut Sasuke akan langsung memuntahkannya setalah ia memakannya tapi Galette terkejut saat melihat Sasuke tersenyum.

"Kau membuatnya dengan sangat baik." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada Galette.

"Be-benarkah? Terima kasih kalau begitu! Sepertinya usahaku tidak sia-sia!" Ucap Galette merona sambil memegang kedua pipinya dengan kedua tangannya.

"Makanlah. Aku merasa tidak enak jika makan sendirian." Ucap Sasuke kepada Galette.

"Baiklah. Selamat makan Sasuke-San." Ucap Galette tersenyum dan langsung mengambil sandwich dan mengunyah.

"Ngomong-ngomong aku ingin berjalan-jalan di pulau ini apa kau bisa mengantarku?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"Tentu! Aku akan menunjukan setiap sisi pulau ini kepadamu. Pulau ini sangatlah unik dan setiap sisi pulau ini dipenuhi oleh kue dan manisan. Aku sendiri disini menjabat sebagai menteri mentega." Ucap Galette sambil tersenyum kepada Sasuke.

"Menteri menteri mentega?" Tanya Sasuke yang kebingungan.

"Uhm! Aku mengurus semua mentega yang ada dipulau ini. Mama sangat menyukai kue dan manisan dan salah satu bahan dasar untuk membuat kue yaitu mentega dan aku yang mengurus mentega itu karena kau memakan buah iblis bata-bata no mi. Singkatnya aku manusia mentega." Ucap Galette yang tetap tersenyum.

"Mentega kah? Kau mempunyai kekuatan yang menarik. Lalu apa semua orang disini mempunyai kekuatan yang berhubugan dengan manisan?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"Kurang lebih begitu. Katakuri Ni-San memakan buah setan mocha-mochi no mi dan dia bisa memanipulasi mochi sedangkan Perospero Ni-San memakan buah pero-pero no mi dan dia bisa memanipulasi permen. Lalu ada Smoothie Ne-San yang mampu memeras lawannya sehingga membuat lawannya dehidrasi lalu Daifuku Ni-San yang memakan hoya-hoya no dan bisa memanggil jin dari tubuhnya dan masih banyak lagi. Mereka semua adalah keluargaku dan mereka semua petarung yang sangat hebat dan memiliki kekuatan yang sangat unik." Jelas Galette kepada Sasuke.

"Tentu saja. Kalian semua memang keluarga yang hebat." Ucap Sasuke yang sudah menghabiskan sandwichnya dan meminum teh hangat buatan Galette.

"Kau sendiri bagaimana? Buah iblis apa yang kau makan?" Tanya Galette kepada Sasuke.

"Aku tidak memakan buah iblis apapun. Kekuatanku berasal dari mataku ini. Itulah kenapa aku disebut akuma no me." Ucap Sasuke.

"Wow! Memang mata kirimu itu sedikit menyeramkan. Memangnya kekuatan apa saja yang bisa dikeluarkan matamu itu?" Tanya Galette yang penasaran.

"Hmm.. Mata ini bisa menghempaskan orang, menarik orang, mencabut jiwa dan nyawa orang, menyerap kekuatan buah iblis dan memanggil seekor monster." Ucap Sasuke.

"Mengambil jiwa? Artinya kau mempunyai yang hampir sama dengan mama! Ucap Galette yang terkejut dan membelalakan matanya.

"Hmm?" Sasuke memiringkan kepalanya sedikit dan menunggu penjelasan lebih lanjut dari Galette.

"Mama memiliki kemampuan untuk mengambil jiwa seseorang dan bisa memberikan jiwa atau nyawa itu kepada benda mati dan membuat benda itu hidup. Mungkin kau sudah melihat banyak pohon dan bunga yang hidup di pulau ini dan itu karena kekuatan mama. Tidak hanya pohon dan bunga cangkir, awan dan banyak benda mati lainnya hidup di pulau ini karena mama memberikan jiwa kepada mereka." Ucap Galette.

"Begitukah? Kekuatanya sangat menyeramkan. Pantas saja dia seorang Yonkou." Ucap Sasuke.

"Ah begitulah. Kami sangat beruntung mempunyai seorang ibu seperti mama yang sangat kuat dan menyayangi kami semua. Yang perlu kami lakukan hanyalah menuruti semua perintahnya dan kami akan bahagia." Ucap Galette.

Sasuke menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada Galette. Seperti yang ia perkirakan bahwa pernikahan ini tidak akan berjalan lancar karena dari pembicaraan yang ia dengar tadi malam, bahwa Big Mom akan mencoba membunuhnya dan mengambil kekuatan dan Galette tidak tahu tentang rencana ini. Sasuke mencoba bersikap baik kepada Galette untuk terkahir kalinya.

"Jadi apa yang inging kau lakukan sekarang?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"Emm itu.. Kau bilang ingin berkeliling kota ini kan?" Tanya Galette sambil tersenyum.

"Ah. Kalau begitu aku mandi dulu dan setelah itu kita pergi berkeliling kota. Pakailah pakaian yang tertutup. Bajumu terlalu terbuka untuk udara sedingin ini." Ucap Sasuke sambil melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

Galette disisi lain hanya merona dan wajahnya kembali memerah. 'Dia perhatian sekali KIYAAAA!' Gumam Galette dalam hatinya.

-X-

Sasuke kini memakai kemeja ungu dan celana panjang hitam dan sepato boot. Dia memakai mantel bulu yang panjang karena salju yang turun cukup lebat dan udara sangat dingin di Whole Cake Islan. Galette pun mengenakan sweater merah muda panjang dan celana merah panjang dan juga mengenakan mantel bulu yang sering ia gunakan. Mereka berdua kini sedang berjalan-jalan di tengah kota dan melihat pemandangan disekitarnya.

"Galette-San selamat atas pernikahan anda!

"Galette Ne-Chan sangat cantik!"

"Pengantin prianya pun sangat tampan!"

"Anda beruntung sekali Galette Ne-Chan!"

Orang-orang yang berada disekeliling kota pun memusatkan perhatian mereka kepada Galette dan Sasuke yang sedang berjalan bersama dan memuji serta menyelamati mereka atas pernikahannya. Galette pun selama perjalanan terus merona dan berusaha untuk bersikap biasa dan hanya membalas orang-orang tersebut dengan senyuman. Disisi lain Sasuke sedang menunggu kedatangan Big Mom dan ingin cepat-cepat pergi dari pulau ini. Sasuke sudah tahu semua rencana Big Mom dan ia pun sudah menyusun renananya sendiri.

"Nah ini pabrik mentegaku." Ucap Galette kepada Sasuke.

Sasuke melihat sebuah bangunan yang sangat besar dan dibangunan tersebut ada papan bertuliskan Galette. Sasuke pun tersenyum kecil dan sedikit melirik kearah Galette yang berada disebelahnya.

"Boleh aku masuk?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"Tentu saja." Jawab Galette dengan tersenyum.

Galette membuka pintu pabrik tersebut dan terlihat banyak orang disana yang sedang memproduksi mentega.

"Jadi kau adalah bos dari pabrik ini?" Tanya Sasuke kepada Galette.

"Bisa dibilang begitu. Aku lah yang bertanggung jawab atas produksi mentega diseluruh pulau ini. Mama sangat percaya padaku untuk mengurus hal ini dan aku pasti melakukan yang terbaik untuk mama." Ucap Galette sambil tersenyum dan memandang orang-orang yang bekerja disana.

"Namapkanya kalian sudah sangat akrab." Sasuke dan Galette langsung membalikan tubuh mereka dan melihat Cracker yang tersenyum.

"CRACKER NI-SAN!?" Galette terkejut dengan kedatangan kakaknya itu. Sebenarnya Galette sedikit kecewa dengan kedatangan Cracker karena ia ingin menghabiskan waktunya dengan Sasuke hari ini.

'Sepertinya sudah saatnya.' Gumam Sasuke sambil dalam hati sambil memejamkan matany dan tersenyum.

"Yoo maaf mengganggu Galette hahaha jadi bagaimana malam pertama kalian?" Tanya Cracker sambil menyeringai.

"EEEEHH!? A-Aku tidak melakukan apa-apa! Lagipula Sasuke-San sudah lelah karena perjalanan panjang dan aku pun sudah lelah jadi kami langsung tertidur kemarin malam." Ucap Galette yang memalingkan wajahnya.

"Jadi kenapa kau mengikuti kami?" Tanya Sasuke kepada Cracker.

"Galette dan Sasuke-San ada kabar gembira untuk kalian berdua. Mama sudah kembali dan nampaknya pernikahan kalian akan dipercepat dan mama ingin menemui kalian berdua sekarang." Ucap Cracker.

"EEHHH!? Mama sudah pulang!?" Galette pun makin terkejut karena kepulangan Big Mom yang tiba-tiba. "Kenapa cepat sekali?" Gumam Galette dengan sangat pelan karena ia ingin berduaan dengan Sasuke hari ini.

"Jangan kecewa seperti itu Galette lagipula kita hanya akan berdiskusi dengan mama hari ini saja dan setelah kau menikah nanti kami janji tidak akan mengganggumu lagi." Ucap Cracker yang tersenyum kepada Galette.

"Baiklah kalau begitu. Ayo." Ucap Sasuke yang berjalan dan mendekati Cracker.

"Ayo Galette. Sasuke-San sudah pergi." Ucap Cracker yang membalikan tubuhnya dan mengikuti Sasuke keluar dari ruangan tersebut. Galette yang masih cemberut akibat waktunya berduaanya diganggu terpaksa mengikuti calon suaminya dan kakaknya itu untuk mememui Big Mom.

-X-

Hampir semua petinggi bajak laut Big Mom kini sudah berkumpul diruangan rapat dan bersiap menunggu kedatangan Sasuke dan Galette. Perospero, Katakuri, Oven, Smoothie, Daifuku, Oven, Mont Dor, Pudding, Brule dan lainnya pun sudah bersiap untuk melaksankan rencana Big Mom. Big Mom dan seluruh anaknya pun menunggu kedatang Sasuke sambil menyeringai karena mereka sudah tidak sabar mengabisi Sasuke dan jika mereka berhasil maka dunia pun akan kembali heboh dan bajak laut Big Mom mungkin akan makin ditakuti karena berhasil membunuh Sasuke.

"Jadi kalian mengerti kan apa yang harus kalian lakukan?" Tanya Big Mom kepada anak-anaknya sambil menyeringai.

"Tentu mama. Rencana ini sangat mudah untuk dilakukan!" Ucap Perospero pun yang juga menyeringai.

"Hahahah aku tidak menyangka pria sehebat Uchiha Sasuke akan mati ditangan kita!" Ucap Pudding yang menunjukan sifat aslinya.

"Hahaha lagipula mama adalah bajak laut terkuat didunia dan tidak mungkin ada orang berhasil mengalahkannya." Ucap Oven yang tersenyum.

"Tapi sayang pria setampan dia harus mati." Ucap Smoothie sambil meminum wine.

"Pria tampan ada dimana-mana dan tidak hanya Uchiha Sasuke saja Smoothie Ne-Chan." Ucap Daifuku kepada kaka perempuannya itu.

"Ni-Chan kenapa kau memasang wajah seperti itu?" Tanya Brule kepada Katakuri yang terlihat tegang.

"Kenapa Katakuri? Apa kau melihat sesuatu?" Tanya Big Mom kepada Katakuri karena ikut penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan oleh anak terkuatnya itu.

Memang dari semua orang yang berkumpul disana Katakuri terlihat tegang dan bersiaga. Katakuri terus memakai kenbonshoku hakinya untuk melihat masa depan dan ia melihat tidak ada masalah dan rencana akan berjalan sesuai dengan rencana tapi Katakuri merasa ada yang janggal dan hatinya merasa tidak tenang.

"Tidak mama nampaknya semuanya akan berjalan dengan lancar." Ucap Katakuri dengan sangat serius.

"Lalu kenapa kau memasang raut wajah seperti itu? Apa kau takut?" Tanya Perospero.

"Tidak. Aku melihat bahwa rencana ini akan berjalan lancar tapi.." Ucap Katakuri sambil merundukan kepalanya.

"Tapi?" Big Mom pun mulai serius karena ia tahu bahwa Katakuri bisa melihat masa depan. Jika Katakuri melihat sesuatu yang merepotkan dimasa depan maka Big Mom harus segera mengantisipasinya sebelum terlambat mengingat orang yang akan dibunuh adalah orang yang sanggup mengalahkan Kaido.

"Tapi aku merasakan akan ada seseuatu yang buruk menimpa kita hari ini. Sangat buruk." Ucap Katakuri dengan sangat serius.

Semua orang yang mendengar perkataan Katakuri pun sedikit merinding dengan perkataan Katakuri barusan. Jika Katakuri mengatakan hal tersebut maka mereka tahu bahwa aka nada musibah yang menimpa mereka tapi yang membuat mereka bingung adalah Katakuri bilang bahwa rencana ini akan berjalan dengan lancar. Lalu apa hal buruk yang dimaksudkan Katakuri?

"Mamama tenang saja. Aku akan membereskan semuanya dan jika ada hal buruk yang menimpa kita, kita akan hadapi bersama bukan begitu anak-anaku?" Tanya Big Mom kepada semua anaknya.

""TENTU SAJA MAMA!"" Seluruh anak Big Mom pun menjawab dengan bersamaan. Mereka semua kembali tersenyum dan menunggu kedatangan Sasuke dan Galette.

Sekitar 9 menit mereka menunggu akhirnya mereka medengar suara langkah kaki dari luar yang mereka duga adalah Sasuke dan Galette. Mereka semua kembali ke posisi mereka masing-masing dan mulai tersenyum karena tidak sabar melihat Sasuke. Langkah demi langkah mereka dengar dan suara langkah itu makin lama makin mendekat.

CLACK!

Pintu ruanganpun terbuka dan telihat Sasuke, Galette dan Cracker. Cracker tersenyum kepada Big Mom dan Big Mom pun membalas senyuman Cracker dengan seringaian.

Sasuke yang memperhatikan interaksi antar Cracker dan Big Mom itu hanya sweatdrop. 'Jelas sekali kalian merencenakan sesuatu.' Gumam Sasuke didalam hatinya.

Big Mom langsung mengarahkan pandangannya kepada Sasuke dan menyeringai. Big Mom memperhatikan Sasuke dari ujung kaki sampai ujung rambutnya dan yang menarik perhatiannya adalah mata kiri Sasuke yang unik. Memang Big Mom sangat suka mengkoleksi barang langka dan unik dan kini targetnya adalah Sasuke.

"Mama aku sudah membawa Sasuke-San dan Galette kesini." Ucap Cracker sambil tersenyum.

"Mama senang melihatmu sudah kembali." Ucap Galette sambil tersenyum kepada ibunya itu.

"Mamama nampaknya kau sangat senang sekali Galette. Bagaimana? Apa kau menyukai Uchiha Sasuke?" Tanya Big Mom kepada Galette.

"Etoo.. Anoo.. I-iya.. Aku menyukai Sasuke-San." Ucap Galette dengan terbata-bata sambil memalingkan wajahnya yang memerah.

"Mamamama senag sekali melihat anakku bahagia dan… Terima Kasih telah mau menikahi anakku Uchiha Sasuke." Ucap Big Mom kepada Sasuke.

"Hn. Charlote Linlin kah?" Tanya Sasuke sambil mendongakan wajahnya ke atas untuk menatap Big Mom.

"Mamama! Benar sekali! Aku Charlote Linlin dan karena kau akan menikahi Galette kau bisa memanggilku mama." Ucap Big Mom sambil tertawa.

"Kenapa banyak sekali orang disini?" Tanya Sasuke sambil tersenyum.

"Tentu saja mereka ingin ikut mempersiapkan pernikahan terbesar abad ini. Dunia akan terkejut dan shock dan semua bajak laut akan ketakutan jika kau menikahi Galette dan menjadi anak buahku." Ucap Big Mom sambil menyeringai.

"Jangan gugup Sasuke-San kami hanya ingin melihat kebahagiaan Galette perorin." Ucap Perospero.

"…." Katakuri tidak mengatakan apapun dan terus menatap Sasuke dengan tajam. Dia mengaktifkan kenbonshoku hakinya untuk kembali memastikan keberhasilan rencana ini. 'Rencananya akan berjalan dengan lancar. Aku melihatnya tertusuk oleh panah dari belakang dan dia akan tergeletak. Tetapi kenapa? Kenapa aku merasakan sesuatu yang buruk?' Gumam Katakuri didalam hatinya.

"Jadi anda adalah Uchiha Sasuke? Senang bertemu denganmu namaku Charlote Daifuku." Ucap Daifuku sambil tersenyum.

"Mereka semua adalah anak-anakku dan kuharap mereka tidak berbuat buruk dan membuatmu merasa tidak nyaman disini." Ucap Big Mom.

"Hn. Mereka semua memperlakukanku dengan baik dan aku tidak mempunyai keluhan sama sekali disini." Ucap Sasuke kepada Big Mom.

"Ngomong-ngomong aku dengar kau berhasil megalahkan Kaido yah? Aku tidak menyangka ada rookie yang sanggup mengalahkan mahluk buas itu. Nampaknya dia sudah semakin melemah." Ucap Big Mom sambil tertawa.

"Hn. Dia cukup kuat. Hakinya luar biasa." Ucap Sasuke dengan datar.

"Tapi aku tidak ingin membahas itu sekarang. Tujuanku mengundangmu kesini bukan hanya untuk menikahi Galette." Ucap Big Mom yang menyeringai

"Hn?" Sasuke memiringkan kepalanya sedikit.

"MAMAMAMA!" Big Mom tertawa dengan keras dan mengangkat salah satu tangnya keatas dan menjentrikan jarinya.

SIUNGG!

JLEEEP!

Galette langsung terkejut dan membelalakan matanya karena ia melihat ada anak panah yang menembus tubuh Sasuke. Galette mengeluarkan air mata dan ia langsung berlari sedikit kearah Sasuke yang perlahan mulai hilang keseimbangan dan Galette langsung menangkap tubuh Sasuke sebelum terjatuh dan kini mereka berdua dalam posisi berlutut dan Galette memeluk Sasuke.

"SIAPA YANG BERANI MELAKUKAN INI!? TUNJUKAN DIRIMU!" Teriak Galette yang menangis karena sangat marah melihat Sasuke terluka.

"Mamama nampaknya kau benar Katakuri. Galette benar-benar mencintai pria itu." Ucap Big Mom sambil menyeringai.

Galette yang mendengar itu pun makin terkejut dan merasa ada yang tidak beres. Semua orang disini melihat bahwa ada yang menyerang Sasuke tapi Galette menyadari tidak ada yang bereaksi dan malah melihat mereka semua tertawa dan gembira.

"Ma-ma-mama? Ke-kenapa?" Tanya Galette di sela-sela tangisannya.

"Mamama! Galette kau tidak akan menikahi pria itu. Aku hanya tertarik pada kekuatannya dan sama sekali tidak tertarik untuk menjadikannya bawahanku. Pria itu terlalu berbahaya untuk menjadi bawahanku dan kau tau sendiri bukan aku tidak mempercayai orang lain selain keluargaku? Tenang saja aku akan mencarikanmu calon suami lagi." Ucap Big Mom kepada Galette.

Galette yang mendengar itu membulatkan matanya dan makin memeluk Sasuke denga erat. Galette melihat anak panah yang menembus dada Sasuke itu dan ia melihat ada cairan ungu di anak panah tersebut. Tubuh Galette bergetar karena kesedihan yang ia rasakan karena ia tahu bahwa panah itu beracun dan Sasuke akan segera meninggal.

"Hahahaha kau sangat bodoh Uchiha Sasuke. Gayamu saja seperti orang pintar tetapi kau sama bodohnya dengan para pecundang perorin." Ucap Perospero sambil tertawa mengejek melihat Sasuke yang terlihat kesakitan.

"Hahahahaha dasar pria tolol! Dia bisa langsung terpengaruh dengan pernikahan yang mama janjikan!" Ucap Pudding yang juga tertawa mengejek.

"Apa kau yakin saat itu kau mengalahkan Kaido atau kau hanya mengarang berita saja supaya namamu dikenal? Hahahaha." Ucap Oven yang tertawa sangat puas.

""HAHAHAHAHAHAHA!""

Semua orang yang berada diruangan itu tertawa dengan sangat kencang karena mereka senang dan puas misi dan rencana mereka berjalan dengan sangat lancar tanpa adanya hambatan dan hanya ada dua orang yang tidak tertawa yaitu Galette dan Katakuri. Galette masih memeluk Sasuke dan berharap bahwa Sasuke dapat bertahan dan bisa tetap hidup sedangkan Katakuri terus menatap Sasuke dengan tajam. Dia mencoba menggunakan kenbonshoku hakinya kembali untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya.

'Ke-Kenapa aku tidak bisa melihat masa depan!? A-apa aku panic!?' Gumam Katakuri didalam hatinya dan mulai berkeringat dingin karena perasaanya sudah mulai tidak enak.

"Baiklah kalian semua hentikan tawa kalian semua dan bawa pria itu ke penja-"

BUSSHH!

Big Mom dan anak-anaknya pun membelalakan matanya saat melihat tubuh Sasuke berubah menjadi asap. Galette yang daritadi memeluk Sasuke pun ikut terkejut karena orang yang ia peluk seketika berubah menjadi asap dan menghilang. Semua orang yang berada disana langsung berkeringat dingin karena mengetahui bahwa mereka kali ini dalam masalah besar karena rencana mereka gagal total. Big Mom dan seluruh anak-anaknya pun terdiam karena mereka sudah tidak bisa berkata apapun dan mencoba mencari keberadaan Sasuke. Mata mereka semua melihat ke kiri,kanan,atas dan bawah tapi mereka tidak menemukan Sasuke.

"Ha-ha-hahahha sepertinya dia kabur perorin." Ucap Perospero dengan terbata-bata dan mencoba tertawa untuk menutupi rasa takutnya,

"A-a-ah! Dia pasti sudah melarikan diri." Ucap Cracker yang mulai berkeringat dingin.

"Si-sial! Bagaimana bisa rencana kita gagal?" Ucap Pudding pun yang mulai ketakutan.

"Se-sebaiknya kita biarjan saja pecundang itu lari." Ucap Daifuku yang mencoba tersenyum

"A-apa yang terjadi? A-apa Sasuke-San sudah mati?" Tanya Galette..

Big Mom disisi lain terdengera mengerang dan tubuhnya bergetar. Urat-urat didahinya pun bermunculan bertanda bahwa dia sangat kesal karena rencananya gagal. Big Mom meremas bangku yang ia duduki dan matany berubah menjadi merah layaknya iblis.

"DIMANA KAU AKUMA NO ME!?" Big Mom berteriak dengan sangat kencang dan membuat para-para prajurit yang lemah pun langsung pingsan dan membuat anak-anaknya ketakutan.

CLACK!

Semua mata tertuju pada pintu yang terbuka. Mereka semua menelan ludah mereka dan berkeringat dingin dan menunggu siapa orang yang membuka pintu tersebut. Perlahan muncul seseorang yang mengenakan mantel bulu panjang dan memakai kemeja merah dan sosok itu adalah Sasuke.

Semua orang kembali dibuat merinding dengan kemunculan Sasuke karena mereka tidak tahu bagaimana caranya Sasuke bisa muncul kembali dari pintu itu karena beberapa menit yang lalu mereka yakin melihat Sasuke telah tersungkur karena panah yang menembus jantungnya dan mereka baru saja mentertawakan Uchiha Sasuke. Tapi kini mereka tahu bahwa keadaan telah berbalik dan kini Sasuke sedang berdiri tepat dihadapan mereka semua.

"Tempat ini akan sangat cocok untuk membuat indsutri film. Kalian semua mempunyai bakat acting yang luar biasa." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada mereka.

"BAGAIMANA KAU BISA-"

SIUNGGG!

JLEP!

Ucapan Big Mom langsung terpotong saat dia merasakan ada benda tajam yang menggores pipinya. Big Mom melihat kesisi kirinya dan melihat ada sebuah pisau yang menancap tepat setengah centimeter disebelah pipi kirinya. Big Mom mencoba menyentuh pipi kirinya dan merasakan ada sebuah cairan yang keluar dari pipinya. 'Da-darah? Aku berdarah?' Gumam Big Mom dalam hatinya.

Seluruh anak Big Mom makin ketakutan ketika melihat ibunya berdarah. Meskipun itu luka kecil tetapi sudah lama sekali mereka tidak melihat Big Mom mengeluarkan darah karena kulit Big Mom yang sangat keras dan tubuhnya yang sangat kuat. Terutama bagi anak-anak Big Mom yang masih sangat muda mereka tidak pernah melihat Big Mom terluka sedikitpun dan kini mereka melihat darah mengucur dari pipi Big Mom dan mereka pun kagum dengan kecepatan Sasuke karena mereka bahkan tidak melihat kapan Sasuke melemparkan pisau tersebut. Kini mereka kembali menatap Sasuke dengan ketakutan dan melihat Sasuke sudah mengaktifkan mangekyou sharinganya.

"Sa-Sasuke-San kau baik-baik saja?" Tanya Galette kepada Sasuke. Galette terlihat ketakutan karena ia merasakan ketegangan di ruangan ini dan tekanan yang sangat hebat yang membuat tubuhnya merinding.

Sasuke menatap Galette dan Sasuke menjawab pertanyaan Galette itu dengan senyuman. Sasuke tahu bahwa Galette tidak ada sangkut pautnya dengan ini dan ia hanyalah korban atau bisa dibilang tumbal yang dipakai oleh Big Mom. Sasuke langsung kembali mengarahkan pandanganya pada Big Mom dan mengeluarkan kusanaginya.

"O-O-OI! KAU PIKIR KAU BISA MENANG MELAWAN KAMI SEMUA!?" Teriak Perospero yang sudah ketakutan karena melihat Sasuke mengeluarkan pedang.

"KA-KAU AKAN MATI JIKA MELAWAN KAMI SEMUA DISINI!" Ucao Smoothie yang sudah bersiap bertarung.

"Charlote Linlin. Kau sudah gagal membunuhku dan aku sudah mengetahui niat busukmu. Jadi apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan ini semua?" Tanya Sasuke kepada Big Mom.

"TCH! APA KAU INGIN BERTARUNG DENGANKU HAH!? ZEUS! NAPOLEON ! PROMOTHEUSSS!" Ucap Big Mom yang berdiri dan memanggil senjata andalannya yaitu Zeus di tangan kanan dan Napoleon yang sudah berubah menjadi pedang di tangan kiri Big Mom dan Promotheus yang berubah menjadi api dan membakar kepala Big Mom.

"MAMA!" Teriak Perospero yang khawatir karena Big Mom sudah masuk dalam mode bertarung.

"Ini gawat!" Ucap Smoothie yang juga sudah bersiap bertarung.

"Jadi kau ingin menyelesaikan ini semua dengan pertarung? Baiklah kalau begitu sepertinya tidak ada cara lain." Ucap Sasuke yang tersenyum sambil memejamkan matanya dan bersiap menyerang Big Mom dengan Kusanaginya.

"TUNGGUUUUUU!"

Semua orang termaksud Sasuke dan Big Mom sedikit terkejut ketika melihat Galette berdiri membelakangi Big Mom sambil merentangkan kedua tangannya dan menatap Sasuke.

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU MENYAKITI MAMA! JIKA KAU INGIN MENYAKITI MAMA MAKA BUNUH AKU TERLEBIH DAHULU!" Teriak Galette sambil menangis.

Semua orang yang ada disitupun menatap Galette dengan tatapan yang sedih karena mereka tidak mengira bahwa Galette masih berniat untuk melindungi Big Mom setelah Big Mom telah mempermainkan hatinya.

"Galette…" Gumam Big Mom sambil menatap putrinya itu. Big Mom merasa sangat tersentuh dengan perkataan Galette dan tindakannya ini. Big Mom kali ini sedikit merasa bersalah karena telah mempermainkan perasaan putrinya itu.

"Jadi bagaimana? Putrimu yang telah kau permainkan memintaku untuk tidak bertarung denganmu. Apa kau berniat untuk membiarkanku pergi dari pulau ini dengan damai atau kau masih penasaran denganku?" Tanya Sasuke kepada Big Mom.

"Galette terima kasih tapi kau telah melakukan tugasmu dengan baik. Ini kesalahanku karena terlalu terburu dan meremehkan pria itu. Pergilah dari sini dan serahkan sisanya pada kami semua." Ucap Big Mom sambil menatap Sasuke dengan tajam.

"Ta-tapi mama aku-"

"Ini perintah!" Ucap Big Mom dengan penuh penekanan.

Galette yang mendengar itupun langsung memalingkan wajahnya dan langsung lari dari ruangan tersebut sambil menangis.

"Baiklah kalau begitu sudah tidak yang perlu dibicarakan lagi. Majulah Charlote Linlin! SUSANO!" Sasuke langsung mengeluarkan Susanonya dan bersiap untuk melawan Big Mom.

"NAPOLEONNN!"

BOOOOOMMMMMMMMM!

-X-

"JACK! BERAPA LAMA LAGI KITA SAMPAI!?" Teriak Kaido kepada Jack.

"Sebentar lagi. Sekitar 15 menit lagi kita akan sampai di Whole Cake Island Kaido-San." Ucap Jack.

"Ini akan menjadi pertarungan yang besar." Ucap King.

"Ah. Aku tidak menyangkan akan menjadi seperti ini." Ucap Queen.

"Nenek tua sialan itu! Tidak akan aku biarkan dia bertindak semaunya! DENGAR KALIAN SEMUA! JIKA KITA SUDAH SAMPAI CARILAH UCHIHA SASUKE DAN HANCURKAN PERNIKAHANNYA!"

"YOOOOOSSSSSSSHHHH!"

CHAPTER 18 END

ARIGATOU GOZAIMASU