Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人
.
.
.
EXO (C) SM entertainment, their families, and God
.
.
.
Main pair : ChanBaek!
.
Slight : EXO official couple, and others
.
.
Chanyeol's friends circle : Oh Sehun, Kim Jongin, Huang Zitao
.
Baekhyun's friends circle : Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jinwoo (WINNER), Moonbyul (Mamamoo), Irene (Red Velvet)
.
enjoy
Hari ini, Baekhyun kembali berangkat bersama Chanyeol. walau dalam hatinya ia ragu karena perkataan kejam wanita itu kemarin, namun Chanyeol memaksanya hingga ia terpaksa berangkat dengannya. Chanyeol berjalan ke kelasnya dengan langkah cepat. Ia masih kesal saat mengetahui jika wanita itu ternyata sudah menyakiti hyung tersayangnya.
Brak!
Chanyeol menggeser pintu kelasnya dengan kasar hingga Sehun dan Jongin yang sudah di dalam duluan kaget. Mereka berdua saling berpandangan saat mengetahui jika Chanyeol tidak dalam mood yang baik hari ini. untung saja, baru mereka yang dikelas. Sehun dan Jongin tidak bisa membayangkan jika anak-anak yang lain melihat kemarahan seorang Chanyeol pagi ini.
"Ada apa? Tidak biasanya kau bad mood pagi-pagi begini?" tanya Sehun.
Chanyeol meletakan tasnya dengan kasar, lalu ia menoleh kearah kedua sahabatnya. Chanyeol menghembuskan napas pelan untuk menenangkan dirinya.
"Kalian tahu? Wanita sialan itu menyakiti hyungku kemarin." Ucap Chanyeol dengan nada ketus.
"Tunggu apa!? Bagaimana bisa?" Sehun dan Jongin menatap Chanyeol tidak percaya. Mereka sudah tidak heran dengan wanita sialan yang Chanyeol maksud. Hell, Baekhyun itu sunbae bagaimana bisa wanita itu yang hoobae bisa menyakitinya.
"Bahkan Baekhyun hyung nyaris ingin menjaga jarak denganku, namun alasannya mirip persis dengan penghinaan wanita itu kepada hyung sore kemarin. Dan juga terdapat lecet di pipi kiri Baekhyun hyung yang seperti bekas tamparan, sudah pasti wanita itu menemuinya dan mengatakan kata-kata kasar bukan?" jelas Chanyeol dengan kesal.
"Hell, tidak sopan sekali! padahal itu seniornya loh. Mana pakai acara tampar-tamparan juga." Timpal Jongin. Ia ikutan kesal mendengar Baekhyun diperlakukan seperti ini.
"Haruskah kita tegur dia?" tanya Sehun.
"Hell, kau bercanda? Dia itu sudah tebal muka, di tolak Chanyeol mentah-mentah depan banyak orang masih saja coba mendekati Chanyeol. apa lagi ditegur karena soal kelakuan dia itu." Balas Jongin kesal. Karena wanita itu, jiwa julidnya keluar.
"Lalu bagaimana dengan Baekhyun hyung? Apakah dia benar-benar menjaga jarak denganmu?" tanya Sehun.
Chanyeol menghelaa napas pelan. "mungkin.. ia berniat begitu. Karena ia memilih hampir berangkat dengan kendaraan umum daripada berangkat bersamaku." Jawab Chanyeol lesu.
Jongin mengelus dagunya sambil menatap kedua sahabatnya. "kusarankan sih, kau biarkan Baekhyun hyung sendiri dulu untuk menenangkan pikirannya. Sebagai gantinya, kau jaga Baekhyun hyung dari jauh. Bisa saja wanita itu berulah lagi." Saran Jongin.
Chanyeol terdiam menimang-nimang saran yang Jongin katakan.
"Ya, kami akan membantumu juga. Baekhyun hyung juga sudah seperti kakakku juga. Aku akan meminta tolong Luhan hyung untuk mengembalikan mood Baekhyun seperti semula." Sehun mengeluarkan ponselnya dan mulai mengetikkan pesan kepada kakak kelas favoritnya tu.
Chanyeol dan Jongin mengernyit mendengar panggilan baru Sehun kepada Luhan. Tunggu sebentar!? Hyung?
"Hyung? Sejak kapan kau seakrab itu dengan Luhan sunbae?" tanya Jongin bingung.
Sehun melirik kedua sahabatnya. "Hm? Kami akhir-akhir ini sering chatting, teleponan, main game bareng dan video call kok. Dan juga, Luhan hyung ternyata juga bermain game cross fire. Dan dia jago sekali." jelas Sehun.
Sehun tersenyum diakhir perkataannya sambil menatap ponselnya, Jongin dan Chanyeol saling berpandangan. Apa jangan-jangan...
"Apa kau menjalin hubungan Luhan sunbae sekarang?" tanya Chanyeol dengan tatapan menyelidik.
Sehun menghentikan ketikannya pada ponselnya lalu menoleh kearah Chanyeol, Sehun tersenyum misterius.
"Menjalin hubungan dengannya sih belum, namun... aku berencana menggaetnya sebelum ujian masuk kuliah dilaksanakan. Aku sedang melakukan pendekatan sebenarnya." Jawab Sehun disertai seringaian memeable-nya.
Jongin dan Chanyeol terperangah mendengarnya. "Woaahh... jadi kau melakukan pendekatan dengan cara apa?" tanya Jongin penasaran.
"Biasanya sih, aku melakukan pendekatan dengannya melalui video porno sih. Aku cukup kaget dengan koleksi video porno Luhan hyung. Dia mengoleksi dari video porno straight, gay, dan juga lesbian." Jelas Sehun.
Mata Jongin dan Chanyeol membulat mendengarnya. wait apa!? Porno gay dan lesbian juga Luhan koleksi!? Bagaimana bisa!? Luhan pasti maniak.
"Omong-omong dia juga sudah membagiku setengah dari koleksinya, aku akan membaginya juga ke kalian nanti." Tambah Sehun.
Chanyeol dan Jongin sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, mereka terlalu terkejut mendengar fakta baru tentang Luhan yang diberi tahu oleh Sehun. Oke, mereka benar-benar tidak menyangka jika Luhan lebih parah daripada mereka berdua.
Senyuman Sehun berkembang saat melihat Luhan membalas pesannya. "Ah, Luhan hyung bilang dia dan yang lain akan mencoba menyemangati Baekhyun hyung sebanyak mungkin. Karena perkataan wanita itu juga membuat ia dan yang lain sakit hati juga." Jelas Sehun.
Sehun menoleh kearah Chanyeol. "Jangan khawatir Chanyeol, Baekhyun hyung dikelilingi orang-orang baik disekitarnya. Ia pasti akan baik-baik saja." ucap Sehun sambil tersenyum.
Chanyeol menghela napas untuk ke sekian kalinya, setidaknya ia merasa lebih lega kali ini. chanyeol menoleh kearah kelas Baekhyun.
'Aku harap kau tidak benar-benar menjaga jarak denganku hyung.' Batin Chanyeol dalam hati.
.
.
.
Baekhyun termenung memandangi langit yang cerah itu, matanya membulat merasakan sesuatu kotak menyentuh pelipis wajahnya. Sontak ia menoleh kearah sang pelaku. Luhan tersenyum melihat Baekhyun dengan Kyungsoo yang disampingnya sambil meminum jusnya.
"Minumlah, wajahmu kusut banget tahu dari tadi." ucap Luhan sambil mendudukan diri di kursi depan meja Baekhyun.
Kyungsoo juga ikutan duduk di bangku samping Baekhyun. Keduanya menatap Baekhyu khawatir. Mereka ingat sekali apa yang Moonbyul ceritakan peristiwa kemarin yang menimpa Baekhyun, mereka benar-benar kaget. Hell, ini pertama kalinya ada adik kelas yang bisa bertingkah seperti ini dengan kakak kelas.
Baekhyun menghela napas pelan lalu ia menerima susu stroberi yang Luhan berikan kepadanya dan meminumnya. Ekspresinya masih belum berubah, masih dengan tatapan kosong khasnya.
Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, perlahan Luhan mengulurkan tangannya pada wajah Baekhyun dan mencubit pipi chubby Baekhyun. Baekhyun dan Kyungsoo menatap Luhan kaget.
"Hei, jangan memasang wajah seperti ini. aku benci melihat wajah sedihmu itu." Ucap Luhan sambil melepaskan cubitannya pada pipi Baekhyun.
Pipi Baekhyun memerah, ia mengulum bibirnya. Ragu untuk mengatakan sesuatu kepada kedua sahabatnya.
"Menurut kalian aku harus bagaimana?" tanya Baekhyun. Suasana hatinya benar-benar kacau karena perkataan wanita itu kemarin.
Kyungsoo mendengus pelan. "Hell, kenapa kau harus mendengarkan wanita itu? Dia bahkan tidak tahu apa-apa tentang dirimu dan Chanyeol. bahkan kemarin dia bilangnya incest." Ucap Kyungsoo.
Luhan terkekeh pelan. "Ya, aku nyaris ingin tertawa mendengarnya. dia bahkan tidak tahu apa-apa tentang adik tirimu, tapi dia malah menyuruhmu untuk menjauhinya. Jika aku disana pasti aku akan mengejeknya habis-habisan." Timpal Luhan.
"Ya, kelihatan sekali bodohnya disana." celetuk Kyungsoo sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
Baekhyun sedikit tersenyum mendengar tawaan dari kedua sahabatnya.
"O iya, omong-omong Sehunnie bilang Chanyeol sangat mengkhawatirkanmu. Dia bilang juga aura kemarahan Chanyeol juga menyelimuti ruang kelasnya." Jelas Luhan.
"Sehunnie?" Kyungsoo menatap Luhan penuh menyelidik.
Tidak hanya Kyungsoo, Baekhyun juga ikut-ikutan menatap Luhan dengan tatapan menyelidik. Namun, ditambah dengan senyuman menyebalkan di wajah manis mereka.
"Oh? Sehunnie?" goda Baekhyun.
Luhan memutar bola matanya malas dengan kelakuan kedua sahabat laknatnya ini.
"Hell, memangnya kenapa jika aku memanggilnya begitu? Sehun kan adik kelas kesayanganku. Ditambah lagi dia mirip Levi Ackerman." Ucap Luhan malas.
"Oohh.. kukira kau menjalin hubungan dengan Levi Ackerman versi realmu." Balas Baekhyun disertai cengirannya.
Tanpa Baekhyun dan Kyungsoo sadari, telinga Luhan memerah mendengar ucapan Baekhyun.
"Bodoh! Sehunnie mirip dengan Levi Ackerman bukan berarti aku menyukainya, lagipula sikap Sehun dengan Levi juga sangat berbeda! Bahkan tinggi mereka beda jauh." Sangkal Luhan kesal.
Kyungsoo dan Baekhyun tertawa mendengar akhir dari kalimat Luhan. Bisa-bisanya Luhan menistakan karakter yang dia suka untuk membedakannya dengan Sehun.
"Hei bisa-bisanya kau menistakan tinggi badan Levi, bisa-bisa kua ditebas loh oleh Levi." Ucap Kyungsoo sambil menyeka air matanya.
"Biar saja, nanti tinggal bilang kalo aku melakukan itu agar tetap setia dengan Levi." Balas Luhan kukuh.
Kyungsoo dan Baekhyun kembali tertawa, kali ini Baekhyun sampai kesakitan memegangi perutnya. Melihat Baekhyun yang sudah kembali seperti biasa membuat seulas senyum di wajah cantik Luhan berkembang.
.
.
.
.
.
Sekarang sudah jam istirahat, Chanyeol kembali menghela napasnya di salah satu meja. Matanya melirik kearah Baekhyun yang tengah mengantri bersama sahabat-sahabatnya. Ia kembali menghela napas, Baekhyun menghindarinya sekarang. Bahkan saat Baekhyun masuk ke area kantin, Baekhyun menghindari kontak mata dengannya.
Sebagai sahabat baik, Sehun dan Jongin langsung bertindak melihat Chanyeol yang terlihat bersedih itu. Sehun memijit pelan guna untuk menenangkan Chanyeol, sedangkan Jongin mengelus punggungnya.
"Tenang saja, Luhan hyung dan sahabat-sahabat Baekhyun hyung akan selalu bersamanya." Hibur Sehun.
"Eum, jika kau didekti oleh wanita itu kami akan membantumu." Timpal Jongin.
Chanyeol tersenyum mendengarnya, ia bersyukur bisa berteman dengan Sehun dan Jongin saat awal-awal masuk hingga sekarang. Perlahan Chanyeol kembali menajamkan kembali matanya, ia akan serius mulai sekarang.
.
Baekhyun menghela napas pelan, sampai saat ini ia belum berani lagi menatap Chanyeol. ia masih kepikiran soal perkataan wanita itu kemarin. Saking fokusnya melamun, Baekhyun tidak menyadari jika antriannya sudah maju.
Luhan yang berada tepat dibelakang Baekhyun menatap sahabatnya bingung, sekaligus tidak sabar. Ia sudah lapar sekali sebenarnya. Namun, ia langsung sadar jika sahabatnya tengah melamun. Dengan tidak berperasaan, Luhan menepuk bokong Baekhyun dengan keras sekaligus sedikit meremasnya.
Baekhyun berjengit kaget sampai lamunannya terbuyarkan. Ia menatap Luhan sengit, sementara Luhan sendiri malah tersenyum tanpa dosa.
"Cepatlah antriannya sudah maju, aku sudah kelaparan ini." ucap Luhan.
Baekhyun mengembungkan pipinya lalu ia maju dengan langkah lebar, namun saat barisannya sudah kembali normal. Lagi-lagi Luhan berbisik.
"Omong-omong bokongmu makin kenyalnya semakin berjalannya waktu." Goda Luhan disertai tiupannya pada telinga Baekhyun.
Wajah Baekhyun memerah sempurna dengan cepat ia berbalik dan memukul bahu Luhan. Lalu Baekhyun dengan cepat meninggalkan Luhan duluan untuk memesan makanan. Luhan hanya tertawa melihat Baekhyun yang salah tingkah itu.
"Hahahaha... menggemaskan sekali." ucap Luhan lalu ia ikutan memesan makanan bersama Baekhyun.
Di sisi lain, beruntungnya Chanyeol tidak melihat adegan itu karena ia sibuk makan dan mengobrol dengan kedua sahabatnya. Namun sayangnya, Sehun melihat adegan itu. Sehun meremas sumpitnya erat, di satu sisi Sehun kaget namun di sisi satu lagi Sehun tidak suka. Kenapa Luhan harus melakukan hal seperti itu?
"Sebenarnya apa yang kau rencanakan Lu hyung?" gumam Sehun pelan.
.
.
Setelah selesai memesan, Luhan dan Baekhyun di meja yang sudah ditempati oleh ketiga sahabat mereka. Di saat keempat sahabat Baekhyun mengobrol seru, namun berbeda dengan Baekhyun. Ia hanya terdiam dengan mulut yang mengunyah makanan. Walau sesekali ia merespon sahabatnya dengan deheman atau anggukan kepalanya.
Baekhyun yang terus melamun tidak menyadari jika makanan yang ia suap tertempel banyak disekitaran bibirnya dan pipinya. Baekhyun seperti anak balita yang baru pertama kali makan tanpa disuapi.
Moonbyul yang menyadari itu duluan langsung menyenggol Luhan, Jinu, dan Kyungsoo. Sontak saja ketiga sahabat Baekhyun menoleh kearahnya, dalam hati mereka. Mereka gemas melihat Baekhyun seperti itu, namun disisi lain mereka tidak ingin sahabat mereka terlihat memalukan dihadapan orang banyak.
Baru saja Kyungsoo hendak menegur Baekhyun, namun ia sudah keduluan oleh Luhan.
"Baek.." panggil Luhan pelan.
Baekhyun terlihat sadar dari lamunannya lalu ia menoleh kearah Luhan dengan tatapan bingungnya. Perlahan Luhan mengulurkan tangannya dan menyeka nasi yang berada di pipi Baekhyun.
"Ada nasi di pipimu." Ucap Luhan.
Loading...
Baekhyun masih belum mencerna dengan apa yang Luhan lakukan kepadanya, lalu beberapa detik kemudian Baekhyun tersadar. Ia terlihat sangat panik.
"Benarkah!? Biar aku yang-
"Hush! Kau diam dulu!" tukas Luhan.
Setelah berkata seperti itu, Luhan menarik kembali tangannya dari pipi Baekhyun. Baekhyun kembali menyumpit nasinya dan memakannya.
"Apa nasinya sudah tidak ada diwajahku?" tanya Baekhyun.
Tanpa Baekhyun sadari, Luhan menjilat nasi Baekhyun yang ada di jempolnya. Moonbyul, Kyungsoo, dan Jinwoo berjengit kaget melihatnya, tunggu apa!? Apa yang Luhan lakukan!? Mereka yakin sekali jika Luhan merencanakan sesuatu tanpa sengetahuan mereka. Mereka sudah hapal sekali dengan Luhan.
Luhan melirik kembali ke wajah Baekhyun. Disana masih tersisa nasi di sekitaran bibir Baekhyun, namun Baekhyun tidak menyadarinya dan tetap mengunyah makanannya. Pipi chubbynya terlihat mengembung karena sedang mengunyah. Menggemaskan sekali.
Mata rusa Luhan melirik ke arah meja Chanyeol, Sehun, dan Jongin. Dan benar seperti dugaannya, mereka melihat kesini. Terutama Chanyeol yang menatap Luhan dengan tatapan membunuh. Diam-diam Luhan menyeringai. Mungkin ini waktu yang tepat.
"Baek, masih ada nasi di wajahmu." Ucap Luhan.
Baekhyun langsung menelan makanannya dan menoleh kearah Luhan. "Benarkah? Dimana-
Pertanyaan Baekhyun terputus saat tiba-tiba Luhan menyentuh tengkuknya dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Baekhyun. Baekhyun membeku kala ia merasakan benda lunak baasah menapu sekitaran bibirnya. Ya, itu adalah lidah Luhan yang menyapu nasi beserta bberapa makanan yang menempel disana.
Oke, kali ini Moonbyul, Kyungsoo, dan Jinwoo benar-benar kaget dengan tingkah Luhan yang nyosor itu. What the hell!? Ada Chanyeol loh disini, mereka benar-benar tidak habis pikir dengan Luhan. Beruntung mereka duduk di meja paling pojok yang tertutup oleh bayangan.
Baekhyun kaget dengan tingkah Luhan kali ini, tapi Baekhyun tidak heran. Memang sudah biasa Luhan suka menyosor begini dengan Baekhyun seperti yang dijelaskan dichapter sebelumnya. Biasanya Baekhyun membiarkan saja, karena Luhan memang suka sekali begitu dengannya. Namun, kali ini Baekhyun merasa berbeda dan tidak nyaman. Luhan melakukan ini seperti ada sesuatu dibaliknya.
Di sisi lain, Chanyeol juga sama kagetnya dengan ketiga sahabat Baekhyun. Tidak hanya Chanyeol, Sehun dan Jongin juga amat kaget melihatnya. What the heck!? Apa-apaan itu!? Apa Luhan berusaha untuk memancing kemarahan Chanyeol!?
Chanyeol meremas sumpit bambu miliknya hingga patah menjadi empat bagian. Rasanya Chanyeol ingin sekali menyingkirkan Luhan dari hyungnya dan membawa hyungnya pergi. Hell tidak ada yang boleh menyentuh hyungnya kecuali dirinya! Saat Chanyeol hendak berdiri untuk membuat perhitungan dengan Luhan, Sehun dan Jongin langsung menahannya guna mencegah sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Hei, tenanglah. Luhan itu sunbae ingat? Jkau akan mendapat masalah jika mengajaknya berkelahi. Dia juga sahabat Baekhyun hyung juga, ingat?" ucap Jongin.
"Jongin benar bodoh! Jangan bertindak gegabah, jika Baekhyun hyung melihatmu menghajar sahabatnya ia pasti akan sedih." Timpal Sehun dengan cepat. Walau dalam hatinya, Sehun merasakan panas pada hatinya saat melihat adegan Luhan dengan Baekhyun itu. Apalagi saat adegan saat mengantri tadi. sehun membencinya.
Chanyeol menghentikan gerakannya dan menoleh kearah kedua sahabatnya. Ia berpikir sebentar perkataan Sehun dan Jongin ada benarnya. Walaupun Chanyeol sekarang sedang kesal dengan Luhan, namun tetap saja Luhan adalah sahabat dari hyungnya.
Chanyeol menghela napas kasar sambil kembali memakan makanannya.
"Nanti, biar aku saja yang mengurus Luhan hyung. Kau fokus saja dengan Baekhyun hyung." Ucap Sehun lagi.
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya dan memilih fokus dengan makanannya.
Sementara itu, Luhan terus menyeringai usahanya membuat tuan muda Park cemburu itu sukses besar. Ketiga sahabatnya yang lain menatap Luhan dengan tatapan menyelidik.
"Lu, apa yang sebenarnya kau rencanakan?" tanya Kyungsoo langsung ke intinya.
"Ya, kami sudah mengenalmu sejak lama. Tidak mungkin kau melakukan itu tanpa ada seusatu dibaliknya." Timpal Jinwoo.
Moonbyul hanya memberikan tatapan tidak terbaca seakan dirinya sedang membawa pikiran Luhan layaknya buku yang terbuka. "Kau mencoba membuat Chanyeol cemburu bukan?" tebak Moonbyul.
Luhan tersenyum misterius menanggapinya, ia menatap ketiga sahabatnya.
"Aku tidak mengerti dengan apa yang kalian bicarakan, lagipula tidak ada apa-apa kok. Ya kan, Baekhyunnie?" Ucap Luhan kepada Baekhyun.
Diam, Baekhyun hanya menunduk dengan tangan terkepal. Luhan, dan yang lainnya mengintip ke bawah untuk melihat ekspresi Baekhyun. Dan mereka seketika terdiam melihat wajah Baekhyun yang memerah dengan pipi yang dikembungkan.
"Tunggu, kau malu dengan apa yang kulakukan tadi?" tanya Luhan tanpa dosa.
Wajah Baekhyun semakin memerah, Baekhyun menatap Luhan kesal lalu memukulnya layaknya seorang gadis yang salah tingkah karena di goda.
"Luhan bodoh! Bodoh! Bodoh! Untung kali ini kita duduk dipojok! Nanti kelihatan bagaimana!?" omel Baekhyun sambil menggebuk-gebuk dada Luhan.
"Kau salah tingkah? Ah, menggemaskan sekali." ucap Luhan sambil menahan kedua pergelangan tangan Baekhyun.
Baekhyun mengembungkan pipinya, diam-diam ia melirik kearah Chanyeol. Chanyeol hanya makan sambil mengobrol dengan Sehun dan Jongin. Walaupun hanya diam, Baekhyun tahu jika itu gerak-gerik Chanyeol yang seperti menghindari kontak mata dengannya. Chanyeol marah dengannya.
'Dia marah.. dan akulah penyebabnya.' Batin Baekhyun dalam hatinya.
Melihat perubahan ekspresi Baekhyun, dengan cepat Luhan merangkul Baekhyun dan membuat mereka seperti menjauh dari ketiga sahabat mereka. Moonbyul, Kyungsoo, dan Jinwoo menatap tajam Luhan. Namun, Luhan tidak mempedulikannya dan mengeratkan rangkulannya pada Baekhyun.
Jika kalian lihat, mungkin posisi Baekhyun seperti Luhan tarik agar menyandar di bahu Luhan dengan tangan yang terkepal di dada Luhan. Tatapan Luhan berubah serius sekarang, perlahan ia mendekatkan mulutnya pada telinga Baekhyun.
"Hei, jika aku tidak berhasil. Maka aku akan bertanggung jawab untukmu." Bisik Luhan pelan.
Baekhyun mengernyitkan keningnya, apa maksud dari perkataan Luhan?
Diam-diam Luhan melirik kearah lain dengan hati-hati, agar tatapannya ini tidak ketahuan oleh orang yang ia tatap itu.
.
Sementara itu, Daehyun yang melihat itu jga sama reaksinya seperti Chanyeol. kepanasan. Namun, bedanya Daehyun masih bisa menahannya hingga tidak terlihat. Daehyun mengepalkan tangannya, ia agak khawatir. Ia tahu Luhan akan melakukan sesuatu.
Walaupun Daehyun tidak terlalu dekat dengan Luhan, tapi Daehyun tahu jika pemuda itu sudah merencanakan sesuatu. Bagaimana bisa Daehyun tahu? Tentu saja, Luhan sudah dikenal sebagai raja analicty sejak SMP. Tidak ada yang bisa meragukan kemampuannya itu.
Daehyun menghela napas pelan, mungkinkah ia harus menyampaikan perasaan ini kepada Baekhyun? Menyampaikan semua apa yang ia rasakan hingga saat ini?
.
.
.
.
Chanyeol memberesi alat-alat tulisnya dengan tidak semangat, diingatannya masih tergiang-ngiang apa yang Luhan lakukan pada hyungnya. Ditambah lagi, hari ini hyungnya ada kelas malam. Tidak mungkin bukan jika ia menyeret paksa hyungnya disaat seperti ini.
Chanyeol menghela napas pelan ia pun keluar dari kelasnya diikuti kedua sahabatnya. Rose yang melihat Chanyeol hendak keluar dari kelasnya pun langsung menghampirinya, dalam hatinya ia merasa senang sekali tidak mendapati satupun interaksi cinta kedua adik kakak itu.
Apa sang kakak gay itu mengikuti perkataannya? Baguslah, jika begini pasti lebih mudah baginya untuk mendekati Chanyeol.
Baru saja Rose hendak menyentuh lengan Chanyeol, Sehun dan Jongin sudah merangkul Chanyeol duluan hingga Chanyeol menjauh darinya.
"Hei, aku dengar mekdi dekat apartemenku sedang ada promo." Ucap Sehun.
"Ya, kita makan disana yuk. Sudah lama juga bukan kita sudah tidak makan mekdi, kita makan chicken terus akhir-akhir ini." ajak Jongin semangat.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Chanyeol pun menganggukan kepalanya. "Ya, sepertinya itu ide yang bagus." Ucap Chanyeol. ia juga sedang butuh pelampiasan kekesalannya hari ini.
Mendengar persetujuan dari Chanyeol, Sehun dan Jongin pun tersenyum penuh kemenangan. Mereka berdua menoleh kearah Rose dan meledeknya. Setelah itu mereka menarik Chanyeol agar lebih cepat berjalannya, meninggalkan Rose yang menatap mereka penuh amarah dibelakang mereka.
.
.
.
Chanyeol memakan cheese burgernya dengan malas, berbeda dengan Sehun dan Jongin yang makan dengan hati senang. Chanyeol tidak menanggapi sama sekali apa yang sahabatnya guyonankan ataupun percakapan mereka untuk memancing dirinya.
Kedua sahabatnya hanya bisa menghela napas pasrah, membiarkan Chanyeol berperang dengan isi pikiran dan hatinya sendiri.
"Lho? Kalian?"
Ketiganya menoleh ke arah sumber suara, dan seketika wajah Chanyeol berubah masam. Disana terlihat Luhan, dan Kyungsoo yang menatap mereka bertiga kaget. Sepertinya mereka baru masuk kedalam restoran ini.
"Lho? Luhan hyung? Kyungsoo sunbae? Kalian tidak ikut kelas malam seperti Baekhyun hyung?" tanya Sehun.
Luhan menggelengkan kepalanya. "Khusus hari ini, aku izin. Besok adalah tahun baru China jika kalian lupa. Hari ini, keluargaku berkumpul semua." Jelas Luhan.
"Hari ini aku akan pergi ke Daegu bersama keluargaku, namun sialnya keponakanku merengek-rengek minta mekdi, aku juga yang susah. Mana aku harus membeli perlengkapan untuk pergi juga nanti." Jelas Kyungsoo malas.
Sehun dan Jongin terkekeh pelan mendengar penjelasan dari Kyungsoo. Kemudian, Sehun menepuk samping tempat duduknya.
"Lu hyung, sini duduk bersama kami. Kebetulan kami juga ingin meneraktirmu sebagai ucapan terimakasih kami atas jasamu." Jelas Sehun.
"Eh? Benarkah? Kalau begitu aku mau. Aku akan memesan dulu." Ucap Luhan lalu pergi ke layar pemesanan.
Chanyeeol menatap Sehun malas, hell apa dia sengaja disaat ia ingin menghancurkan Luhan seperti ini?
"Kyungsoo sunbae jika juga mau, kami bisa meneraktirmu juga kok. Mumpung sedang promo juga." Timpal Jongin juga.
"Sebenarnya aku harus cepat, tapi tidak apalah sekali-kali membuat keponakanku kesal." Ucap Kyungsoo kemudian dia menyusul Luhan untuk memesan.
Jongin terkekeh pelan mendengar perkataan Kyungsoo. Sementara, Luhan dan Kyungsoo sibuk memesan. Chanyeol pun membuka mulutnya yang sedari tadi hanya diam tanpa berniat berbicara apapun kepada kedua sahabat hyungnya.
"Kenapa kalian mengajaknya makan bersama kita? Aku masih kesal padanya karena apa yang tadi ia lakukan." bisik Chanyeol kepada kedua sahabatnya.
Sehun menatap Chanyeol serius. "Karena itulah aku mengajaknya, aku ingin bertanya dengannya soal apa yang ia lakukan tadi." jawab Sehun.
"Ya, menurutku apa yang Luhan sunbae lakukan itu aneh sekali." timpal Jongin.
Tidak lama kemudian, Lygan dan Kyungsoo kembali dengan pesanan ditangan mereja. Luhan duduk disebelah Sehun dan Kyungsoo duduk disebelah Jongin.
"Sebenarnta aky sedikit penasaran, apa yang Luhan lakukan hingga kalian berbuat begini?" tanya Kyungsoo sambil memakan kentang gorengnya.
Sehun dan Jongin melirik Luhan, meminta persetujuan darinya. Namun, Luhan sendiri malah terlihat cuek sambil memakan burgernya.
"Sebenarnya, akhir-akhir ini Luhan hyung suka membagikan kami link video porno. Luhan hyung mempunyai koleksi yang jauh lebuh wow dari pada kami soalnya." Jelas Sehun.
Kyungsoo menatap Luhan datar sambil memakan burgernya. Ia sudah tidak heran lagi dengan apa yang sahabatnya simpan.
"Tidak heran sih aku dengan apa yang kau lihat. Aku memang yang paling mesum diantara kita. Namun, tetap saja Baekhyun bisa menghajarmu jika dia tahu kau membagi-bagi koleksi pornomu itu kepada adiknya dan sahabatnya." Jelas Kyungsoo.
Luhan sedikit menyeringai mendengar penjelasan Kyungsoo. "Mana mungkin, ia tidak akan pernah bisa menghajarku. Karena aku yang selalu mendominasi Baekhyun." Balas Luhan.
Pergerakan Chanyeol mulai terhenti, ia menatap Luhan tajam. Apa tadi? mendominasi?
"Dominasi? Maksud hyung bagaimana?" tanya Sehun. Ia sudah tidak bisa menahan kekesalannya.
"Hm? Bagaimana aku harus menjelaskannya ya?" mengetuk-ngetukan jarinya pada gelas minumannya.
"Mendominasi apanya? Yang ada kau hanya meraba-raba dan meremas-remas tubuh Baekhyun hingga dirinya mendesah dan marah." Balas Kyungsoo.
Jongin tersedak ayamnya, sedangkan Chanyeol dan Sehun menatap Luhan tidak percaya. Hell, apa!? Seketika amarah sudah sampai dipuncak ubun-ubun Chanyeol beserta Sehun dan bersiap untuk meledak.
"Kenapa sunbae melakukan hal seperti itu kepada Baekhyun? Sunbae tidak takut jika dia tidak nyaman dengan tindakan sunbae?" tanya Jongin.
Luhan melirik Jongin sambil mengunyah burgernya. "Hm... aku sudah berteman lama dengannya sih, bersama Kyungsoo juga. Lagipula menurutku, Baekhyun itu cowok yang paling berbeda dariku. Walau yah.. banyak orang bilang kami ini 'sama saja' tapi.."
Luhan menyesap colanya sebentar. "Menurutku Baekhyun memiliki tubuh yang berbeda dari anak lelaki kebanyakan bahkan diriku sendiri, tapi itu sangat bagus. Aku sangat menyukainya. Terlebih Baekhyun anak yang sangat baik. Karena itu aku sering meraba tubuhnya seenak jidat."
Chanyeol mengepalkan tangannya, sementara Luhan diam-diam memakan burgernya sambil menyeringai.
"Rasanya aku jadi ingin membuat Baekhyun menjadi milikku."
Tepat setelah mengucapkan kalimat itu, Chanyeol langsung berdiri dari tempat duduknya dan menarik kerah baju Luhan hingga empunya berdiri. Chanyeol menatap Luhan penuh amarah, berbeda dengan Luhan yang menatapnya datar tapi menantang Chanyeol.
"KAU!" gertak Chanyeol.
"Apa? Kau kesal dengan perkataanku? Kau ini hanya adik tirinya, bukan pasangannya. Lagipula, apa aku akan membiarkanmu menjalin hubungan dengan Baekhyun? Tentu saja tidak! Bisa saja kau hanya mengincar tubuh Baekhyun seperti banyak pria sebelumnya!" balas Luhan kesal.
Sehun, Jongin, dan Kyungsoo kaget saat melihat Chanyeol dan Luhan mulai berkelahi. Beruntungnya, mereka berada dipaling pojok jadi untuk sementara, mereka bertiga tidak khawatir menjadi pusat perhatian dan diusir dari restoran ini .
"Chanyeol tenanglah, kita ada direstoran." Ucap Jongin dengan cepat.
"Lu, sudah berhenti memancing kemarahan Chanyeol." ucap Kyungsoo.
Chanyeol dan Luhan tidak mendengarkan perkataan mereka, bahkan aura permusuhan mereka semakin pekat terutama Chanyeol.
"Aku bukanlah lelaki yang seperti itu! Aku mencintai hyungku dengan tulus! Bahkan saat pertama kali kami bertemu!" balas Chanyeol kesal.
Luhan mendengus pelan sambil menyeringai menyebalkan. "Cih! Jangan bercanda! Buktikan jika perkataanmu tidak hanya sekedar omongan kosong! Bahkan cintamu masih bisa membuat Baekhyun terpengaruh oleh perkataan bodoh wanita itu! Jika kau masih belum bisa membuktikan perkataanmu, aku bersumpah akan merebutnya darimu! Dan mungkin bukan hanya aku yang mengincar Baekhyun."
Tatapan Chanyeol semakin menajam dan hatinya semakin memanas mendengar perkataan Luhan, dengan kesal ia kembali menghempaskan Luhan dengan kasar ke kursinya, persetan dengan status Luhan sebagai senior. Dengan cepat, Chanyeol mengangkat tasnya lalu pergi dari restoran itu meninggalkan teman-temannya.
Luhan mengelus bokongnya pelan. "Jeez.. tenaga dia tidak main-main rupanya." Ucap Luhan sambil meringis.
Kyungsoo menatap Luhan tajam. "Lu, kau sudah keterlaluan kali ini. sekarang kau berhutang penjelasan kepada kami. Kau kira aku tidak tahu jika kau sudah merencanakan ini sejak istirahat tadi." omel Kyungsoo.
Luhan mendengus pelan, sambil menyeruput colanya. "Aku hanya memberikan sedikit bumbu pada Chanyeol, agar dia bertindak lebih berani kepada Baekhyun. Kalian tahu, aku tidak bisa membiarkan seseorang menyakiti Baekhyun, apalagi dengan wanita bodoh yang tidak tahu apa-apa." Jelas Luhan.
"Luhan sunbae.." gumam Jongin pelan.
Namun sayangnya, Sehun masih kurang puas dengan penjelasan yang Luhan sampaikan. Terlebih, masih jelas di ingatannya Luhan yang terlihat bermesraan dengan Baekhyun.
"Lalu bagaimana jika rencanamu gagal hyung?" tanya Sehun.
Luhan melirik kearah Sehun dengan tatapan tidak terbaca. "Entahlah... jika aku gagal dan Chanyeol jadian dengan wanita itu, maka tentu saja aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku sendiri dengan menjadikan Baekhyun sebagai milikku. Namun, sepertinya rencanaku akan berjalan dengan kesempurnaan seratus persen." Luhan tersenyum kecil, puas dengan apa yang ia lakukan.
Kyungsoo menghela napas pelan, ia sudah tidak heran lagi apa yang Luhan lakukan. Kyungsoo meneguk cola terakhirnya, semua makanan yang ia pesan sudah habis semua sekarang.
"Ah, aku harus pergi belanja sekarang. Lu, bisa kau bantu aku? Titipan belanja yang ibuku titipkan lumayan banyak." Ucap Kyungsoo.
Luhan menaikan alisnya. "Eh? Tapi makananku masih belum habis, dan sebenarnya aku masih mau nambah karena kebetulan ditraktir." Balas Luhan tanpa dosa.
Sehun dan Jongin hanya bisa tersenyum dengan kelakuan senior mereka ini. Luhan melirik kearah kedua adik kelasnya.
"Salah satu diantara kalian tidak ada yang mau menggantikanku menemani Kyungsoo?' tanya Luhan. Mungkin terdengar tidak sopan, tapi Luhan tentu bisa melakukannya bukan? Mengingat dirinya adalah senior.
"Yak! Luhan kau tidak per-
"Aku bisa menemanimu kok Kyungsoo sunbae." Tukas Jongin disertai senyumannya.
Kyungsoo menghela napas pelan. "Baiklah, asal tidak merepotkanmu itu tidak apa-apa." Jika boleh jujur, Kyungsoo merasa agak tidak enak meminta tolong pada adik kelasnya yang tidak dekat dengannya ini.
Jongin hanya menganggukan kepalanya, lalu ia dan Kyungsoo berdiri dari bangku mereka.
"Kami duluan, sampai jumpa nanti." Ucap Kyungsoo.
Namun, sebelum mereka pergi. Luhan membisiki sesuatu pada telinga Jongin. "Berterima kasihlah denganku, dan selamat bersenang-senang dengan pujaan hatimu itu."
Wajah Jongin memerah sempurna mendengarnya, dengan cepat ia mengikuti Kyungsoo yang sudah keluar duluan. Meninggalkan Luhan yang terkekeh pelan dan Sehun yang kebingungan.
"Apa yang hyung bisikan kepadanya?" tanya Sehun bingung.
Luhan menoleh kearah Sehun yang kebingungan. "Bukan suatu hal yang besar, aku hanya menyemangatinya." Jawab Luhan.
Yah, kentara sekali jika Sehun tidak tahu apa-apa tentang apa yang sahabatnya itu rasakan. Luhan pikir lebih baik jika Sehun yang mengetahuinya dari mulut sahabatnya sendiri.
"Hyung..." panggil Sehun lagi.
"Wae?" tanya Luhan.
"Apa hyung menyukai Baekhyun hyung juga?" tanya Sehun.
Gerakan Luhan terhenti, ia pun menoleh kearah Sehun. Luhan terdiam sebentar sambil menyomot kentang gorengnya.
"Entahlah.. mungkin jika diriku masih SMP, aku akan bilang 'ya'. Namun, semenjak SMA. Baekhyun tampak bersemangat dari terpuruknya, ditambah lagi ia selalu membicarakan orang itu. Saat itu, aku menyadari jika Baekhyun telah jatuh cinta, namun bukan kepadaku tapi kepada adik tirinya alias Park Chanyeol. walau nyatanya saat itu dia belum menyadari perasaannya."
"Di satu sisi, aku senang melihat Baekhyun ceria hingga sekarang, namun disatu sisi aku kesal. Kenapa bukan aku yang menjadi Park Chanyeol? bahkan jika boleh jujur, sampai sekarang aku masih kesal kepada Chanyeol hahaha..." Luhan terkekeh pelan sambil mengusap keningnya. Sehun tetap diam menyimak.
"Karena semua perhatian Baekhyun diberikan pada Chanyeol. aku jadi selalu mencari-cari perhatiannya, seperti meraba dan meremas bagian tubuhnya, ataupun bertanya soal yang tidak aku mengerti pada Baekhyun. Dan yah, mungkin terlihat mengganggu, tapi menurutku itu satu-satunya cara." Luhan menyeruput colanya sebagai akhir dari ceritanya.
Sehun menghel napas pelan. "Jika boleh di bilang, kisah cinta Luhan hyung ini bertepuk tangan sebelah bukan?"
Luhan terkekeh pelan sambil menganggukan kepalanya. "Yah, mungkin bisa dibilang kayak gitu. Menyedihkan sekali bukan?"
Sehun mengepalkan tangannya erat, mungkin ini seharusnya waktu yang tepat untuk memberitahu Luhan. Perlahan Sehun mengulurkan tangannya untuk mengurung Luhan di pojokan.
Luhan terkejut melihat aksi tiba-tiba Sehun kepadanya, sedangkan Sehun hanya menatapnya tajam.
"Hyung, bagaimana jika aku menyukaimu? Bisakah aku menggantikan tempat Baekhyun hyung dihatimu itu?" tanya Sehun serius.
Sedangkan Luhan masih terdiam dengan wajah terkejutnya. Tiba-tiba saja, pipinya merona, dan jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya setelah Sehun berkata seperti itu.
.
.
21.30 PM
Chanyeol meneguk susunya dengan brutal, masih teringat diotaknya perkataan Luhan di mekdi tadi. Chanyeol masih emosi hingga sekarang.
Chanyeol menghembuskan napas pelan, guna untuk meredakan emosinya.
"Tuan muda?"
Chanyeol terlonjak kaget mendengar panggilan itu, dengan cepat ia menoleh kebelakangnya. Dan benar saja, dibelakangnya terdapat tuan Lee sedang tersenyum kearahnya.
"Sepertinya tuan muda tidak dalam keadaan baik, mau saya buatkan teh kesukaan tuan muda?" tanya tuan Lee ramah.
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya untuk mengiyakan perkataan tuan Lee. Tuan Lee hanya bisa tersenyum lalu mulai membuatkan teh kesukaan Chanyeol. dulu biasanya Chanyeol meminum teh ini ketika ia sedang ada masalah.
Selang beberapa menit kemudian, tuan Lee meletakan cangkir berisi teh hangat itu ke hadapan tuan mudanya. Chanyeol pun meminumnya, ya seperti biasa. Teh ini selalu bisa membuatnya tenang.
Melihat Chanyeol mulai tenang, tuan Lee mulai bertanya pada Chanyeol. "Apakah ada sesuatu yang terjadi pada tuan muda Baekhyun?" tanya tuan Lee lagi.
Chanyeol tidak menjawab, namun pegangannya pada cangkir semakin menguat. Tuan Lee pun menganggap itu sebagai jawaban 'iya'.
"Melihat tuan muda seperti ini, mengingatkan saya pada tuan Nickhun." Ucap tuan Lee tiba-tiba.
Chanyeol terdiam, lalu dia memandang tuan Lee dengan tatapan bingung. "Apa maksud tuan Lee?" tanya Chanyeol.
Tuan Lee tersenyum. "Anda menyimpan perasaan bukan pada tuan muda Baekhyun?" tanya Tuan Lee balik.
Chanyeol tersentak kaget, ia benar-benar tidak menyangka jika tuan Lee akan tahu. Padahal selama ini, ia sengaja menyembunyikan perasaannya agar ia tidak dijauhkan dari Baekhyun. Ia takut perasaannya akan membuatnya menjauh dari Baekhyun mengingat ia adalah penerus dari perusahaan ayahnya.
Melihat ekspresi kaget dari Chanyeol, tuan Lee pun meneruskan perkataannya.
"Saya sudah tahu kok, sejak ditahun tuan Nickhun menikah dengan nyonya Tiffany. Melihat anda yang begini, benar-benar mengingatkan saya akan tuan Nickhun dulu saat menyukai seseorang. Dia tidak akan pernah menyerah mendapatkan orang itu dan juga tuan Nickhun posesif sekali dengan orang yang dia suka." Jelas tuan Lee.
"Apakah tidak salah jika aku menyukai hyungku sendiri, walau dia bukan hyung kandungku. Tetapi apakah kalian tidak merasakan aneh?" tanya Chanyeol.
"Saya hanya ajudan anda, tuan muda. Saya tidak ada hak untuk mengatur anda, namun saya berhak untuk mencegah anda dari hal-hal yang tidak baik untuk anda. Namun, tuan muda Baekhyun bukanlah orang yang membuat anda terjerumus ke dalam hal-hal buruk bukan? Malah sebaliknya ia membuat hidup anda jauh lebih baik daripada biasanya." Jelas tuan Lee.
Chanyeol terdiam. "Bagaimana jika hyung tidak punya perasaan yang sama denganku?"
Mendengar itu tuan Lee. "Apa anda yakin?" tanya tuan Lee balik.
Chanyeol menatap bingung tuan Lee, ditambah senyuman itu... seketika Chanyeol membelalakan matanya.
"Apa jangan-jangan Baekhyun hyung juga..
"Sebentar lagi tuan muda Baekhyun akan pulang, tidakkah tuan muda ingin menjemputnya?" tanya tuan Lee.
Mata Chanyeol melebar, dengan cepat ia mengecek jam. Dan benar saja, sekarang waktu menunjukan pukul 21.53 PM.
Dengan cepat Chanyeol meraih jaketnya dan kunci motornya. "Tuan Lee, saya jemput Baeekhyun hyung dulu. Tuan Lee bisa pulang lebih awal malam ini." ucap Chanyeol.
Setelah Chanyeol pergi bersama motornya, tuan Lee mulai memberesi cangkir teh yang sudah habis lalu mencucinya sebelum pulang kerumahnya.
"Semoga anda berhasil tuan muda."
.
.
.
22.05 PM KST
Baekhyun keluar dari area sekolah bersama kedua sahabatnya, Moonbyul dan Jinwoo. Hari ini Luhan dan Kyungsoo sedang izin, karena itu hanya mereka berdua disekolah sekarang.
"Kau pulang bagaimana?" tanya Moonbyul pada Baekhyun.
"Mungkin aku akan naik bus atau taksi." Jawab Baekhyun.
"Tidak pulang bersama Chanyeol?" tanya Jinwoo.
Baekhyun tercekat mendengarnya, ia terlihat gugup sekarang. "E.. eumm.. itu aku-
"Baekhyun!"
Ucapan Baekhyun terhenti saat Daehyun memanggilnya, Daehyun berjalan cepat menuju Baekhyun lalu berhenti.
"Bisakah kita bicara sebentar di halaman belakang sekolah?" tanya Daehyun.
Baekhyun menganggukan kepalanya. "Ya, bisa kok."
Baekhyun menoleh kearah kedua sahabatnya. "kalian pulang duluan saja." ucap Baekhyun.
"Tidak apa-apa ini?" tanya Jinwoo.
Baekhyun menganggukan kepalanya, lalu ia berjalan menuju belakang sekolah bersama Daehyun. Daehyun terlihat gugup, namun ia terus meyakinkan dirinya agar tidak gugup lagi.
"Jadi, kau ingin bicara apa Daehyun?" tanya Baekhyun sesampainya mereka di halaman belakang sekolah.
Daehyun mengepalkan tangannya. "Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak lama, bahkan sejak kita masih SMP."
"A.. aku menyukaimu Baekhyun! Bahkan sejak aku melihatmu pertama kali saat masa pengenalan sekolah di SMP!" ucap Daehyun.
Baekhyun membulatkan matanya, ia benar-benar tidak menyangka jika Daehyun akan menyatakan perasaannya malam ini. namun..
"Ma.. maaf Daehyun. Aku tidak bisa membalas perasaanmu, aku hanya menggapmu sebagai temanku. Sejujurnya, aku cukup senang mendengar kejujuranmu. Namun maaf aku tidak bisa membalasnya, dan jika aku menerimanya. Maka yang terjadi aku malah membohongimu dan menyakitimu. Aku tidak ingin menyakitimu karena perasaan tidak tegaku." Tolak Baekhyun halus.
Daehyun menghela napas pelan, ia sudah tahu jika ia akan ditolak. Namun, ia tidak menyangka rasanya akan sesakit ini. sial, rasanya Daehyun ingin menangis untuk pertama kalinya karena masalah cintanya.
"Sudah kuduga, kau akan menolakku. Kau mencintai pria lain, aku melihatnya itu dari matamu. Kau selalu menatapnya penuh cinta, seakan dia adalah segalanya bagimu. Aku iri dengannya, aku berharap mendapatkan tatapan seperti itu darimu. Tapi... mungkin begini lebih baik, karena kau menolakku bukan menerimaku karena keterpaksaan." Balas Daehyun.
Baekhyun menatap Daehyun sedih. "Daehyun, maafkan aku. Sekali lagi maafkan aku."
Daehyun tersenyum. "Jika begitu, bisakah kita tetap menjadi teman?" tanya Daehyun.
"Hm! Tentu saja, kau salah satu dari teman terbaikku. Aku juga tidak ingin kehilanganmu." Jawab Baekhyun.
"kalau begitu, bolehkah aku meminta satu pelukan darimu? Setidaknya aku ingin merasakan sekali pelukanmu walaupun aku tertolak." Tanya Daehyun lagi.
"Tentu saja boleh!"
Perlahan Baekhyun melingkarkan tangannya pada pundak Daehyun dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Daehyun. Daehyun tersenyum, ini pertama kalinya ia sedekat ini dengan Baekhyun. Wangi vanilla dan stroberi memenuhi indera penciumannya, aroma Baekhyun memang menenangkan sekali. seketika hatinya sudah sedikit baik.
"Daehyun maafkan aku, aku pasti menyakitimu." Ucap Baekhyun lagi.
"Tidak apa-apa, sudah kubilang lebih baik seperti ini. daripada kau menerimaku karena keterpaksaan." Balas Daehyun sambil mengelus punggung Baekhyun dengan lembut.
Mereka berpelukan cukup lama, baru saja mereka hendak melepaskan diri dari pelukan masing-masing. Tiba-tiba sebuah pukulan keras mengenai pipi Daehyun hingga pelukan mereka terlepas dan Daehyun jatuh tersungkur.
Baekhyun membulatkan matanya saat menyadari siapa yang memukul Daehyun.
"Cha... Chanyeol..."
.
.
Chanyeol baru saja sampai disekolah, ia mengernyitkan keningnya melihat hanya dua sahabat Baekhyun yang keluar dari lingkungan sekolah. Kemana Baekhyun? Apakah dia sudah pulang duluan?
"Moonbyul sunbae, Jinwoo sunbae apakah kalian melihat Baekhyun?" tanya Chanyeol.
Moonbyul dan Jinwoo saling berpandangan. "Baekhyun? Tadi dia ke halaman belakang sekolah bersama Daehyun. Daehyun bilang ia ingin mengajak bicara Baekhyun." Jawab Moonbyul.
Mata Chanyeol membulat mendengarnya, ia tahu sekali siapa Daehyun yang dimaksud oleh Moonbyul. Dengan cepat, Chanyeol membuka helmya dan mengunci motornya. Entah kenapa firasatnya buruk kali ini.
"Kamsahamnida Moonbyul sunbae, Jinwoo sunbae." Setelah itu Chanyeol berlari memasuki area sekolah. Meninggalkan Moonbyul dan Jinwoo yang kebingungan disana.
Chanyeol berlari dengan cepat menuju halaman belakang sekolah, sedikit susah karena lampu sekolah mulai dimatikan. Chanyeol lega saat dirinya sudah sampai di halaman belakang sekolah, namun kelegaan itu hilang seketika saat ia melihat hyungnya tengah berpelukan dengan lelaki itu.
Seketika dada Chanyeol memanas, amarahnya memuncak, rasanya ia ingin membakar pria itu semakin mengebu-ngebu. Dengan cepat, Chanyeol berlari menuju kedua orang yang tengah berpelukan itu lalu ia memukul keras pipi lelaki itu hingga pelukan itu terlepas dan lelaki itu jatuh tersungkur.
Baekhyun begitu kaget melihat kedatangan Chanyeol yang tiba-tiba begini. "Cha... Chanyeol..."
Saat Chanyeol ingin menghajar Daehyun, Baekhyun langsung menahannya dengan memeluknya.
"Chanyeol hentikan! Jangan sakiti dia! Chanyeol!" sangat susah untuk Baekhyun menghentikan Chanyeol, mengingat perbedaan ukuran tubuhnya dengan Chanyeol.
Chanyeol berhenti bergerak lalu menoleh kearah hyungnya, saat itu juga Baekhyun melepaskan pelukannya dan berlari kearah Daehyun untuk memastikan keadaannya.
"Jangan kesana hyung!" titah Chanyeol sambil mencengkram erat pergelagan tangan Baekhyun. Baekhyun dibuat meringis olehnya.
"Dan kau! Jangan pernah mendekati hyungku lagi! Aku tidak peduli kau sunbae atau tidak! Tapi kau sudah mengujiku beberapa kali!"
Setelah itu, Chanyeol menarik Baekhyun dengan erat menuju area parkir. Menghiraukan rontaan Baekhyun yang berusaha lepas darinya dan mendekati Daehyun.
Mata Baekhyun berkaca-kaca, ia ingin menangis rasanya. Baru kali ini ia melihat Chanyeol semarah ini, dan berlaku kasar tepat di depannya. Chanyeol menyeramkan sekali.
.
.
Daehyun meringis pelan, ia sudah membeli salep penahan sakit di mini market. Namun entah kenapa lebam dipipinya masih saja terasa sakit padahal ia sudah mengolesi salepnya beberapa kali. Pukulan adik dari Baekhyun memang tidak main-main sakitnya. Daehyun kembali menghela napas, lalu ia menyeruput ramen instannya.
"Hey, bolehkah aku duduk disini?"
Suara wanita itu membuat Daehyun menoleh kearahnya dan seketika Daehyun terdiam. Wanita ini adalah adik kelasnya yang menampar Baekhyun kemarin, jika tidak salah ia ingat nama wanita ini Rose.
"Duduk saja, lagipula aku bukan pemilik dari mini market ini." jawab Daehyun.
Rose pun duduk didepan Daehyun, ditangannya terdapat macaron dan susu. Rose menompang dagunya sambil memperhatikan wajah Daehyun yang berlebam itu.
"Sepertinya sunbae mendapat hari yang buruk." Ucap wanita itu.
Daehyun tidak menjawab, ia hanya fokus pada ramen instannya.
"Aku tahu sunbae suka Baekhyun sunbae dan baru saja kau ditolak olehnya, aku benar bukan?" tanya wanita itu.
Daehyun menyeruput soda lemonnya. "Tentu saja kau benar, aku sudah menunggu sekat area sekolah agar bisa tahu apa yang Chanyeol lakukan. Kau kira aku tidak melihatmu disana." balas Daehyun.
Wanita itu terkekeh pelan. "Ya, benar sekali. sunbae memang pintar." Puji wanita itu.
Daehyun dalam hatinya menggeram muak mendengar ocehan wanita didepannya ini. "Cepat katakan maumu, aku harus pulang setelah ramen ini habis." Ucap Daehyun dengan cepat.
Rose tersenyum. "Bantu aku renggangkan hubungan kedua adik kakak itu. Sunbae suka Baekhyun bukan? Dan aku suka Chanyeol. kita pasti akan menjadi tim yang bagus, sunbae tidak mungkin mendukung hubungan incest bukan?" jelas Rose.
Daehyun hampir tersedak air sodanya, apa tadi dia bilang? Incest? Hell, bahkan dia sendiri tidak tahu apa-apa soal Baekhyun dan Chanyeol. dan dia mau merusak hubungan adik kakak itu? Oke, jika Daehyun membocorkan ini ke angkatannya. Bisa jadi wanita ini bakal menjadi bahan cemoohan angkatannya.
Oh, ya bahkan Daehyun hampir lupa jika dia sudah mereka apa yang mereka bicarakan sejak wanita itu datang. Daehyun memang mengerikan soal ini.
"Heh.. kau bahkan tidak tahu apa-apa soal kedua adik kakak itu. Dan kau malah memintaku untuk membantumu? Jangan bercanda? Kau bahkan membenci kaum 'belok' sepertiku, kenapa aku haus membantu orang yang jelas-jelas membenciku?" balas Daehyun.
"Aku akan berusaha mengenal Chanyeol setelah jadian dengannya, setidaknya lebih baik daripada incest menjijikan itu bukan? Terutama sang kakak yang gay itu." balas Rose tidak mau kalah.
Daehyun menatap Rose tajam, ia sangat tidak terima mendengar hinaan yang Rse ucapkan pada Baekhyun. Perlahan ia memojoki Rose dan mengangkat dagu Rose dengan jarinya.
"Dengar! Kau orang luar yang bahkan tidak tahu apa-apa tentang mereka tidak berhak menghina salah satu dari mereka! Aku berbicara seperti ini, karena aku sudah mengenal mereka sejak lama. Berbeda denganmu yang modal horny halusinasi dan asal mengutarakan fakta yang tidak benar itu."
Daehyun pun menjauhkan dirinya dari wanita itu dan membereskan bungkus ramen dan kaleng sodanya dan membawanya ke kasir untuk membayarnya. Meninggalkan Rose yang terdiam menahan amarah di bangku makan.
'Sial, aku akan merusak hubungan adik kakak menjijikan itu! Lihat saja!'
TBC...
a/n : Haiii ini Iki. maaf aku kayaknya gak nepatin apa yang aku ucapkan dan juga aku ganti nama acc juga karena sesuatu.
omong-omong, untuk permintaan maafku kali ini aku ngetik ffnya 2k kata lebih daripada sebelumnya. aku biasanya selalu ngetik 4k, karena itu aku update agak lama. dan juga sengaja aku ketiknya panjang, biar tamatnya gak makan lebih dari 15 chapter. yah, niatnya sih kurang dari 15 chapter.
oh iya, aku juga nambahin sedikit Lubaek, semoga kalian gak risih ya. soalnya aku sedikit suka sama Lubaek. tapi tetep kok aku bakal masangin Luhan sama Sehun, kayak tadi wkwkwkwkwk
sebenarnya aku agak down gara-gara masalah chanyeol itu. SM dakjal banget, Daddyku yg baik hati dikambinghitamkan, Irene juga lagi. entah kenapa dimata aku skandal mereka berdua itu palsu alias cuma buatan soalnya gak ada bukti samsek.
dan juga, rasanya aku pengen ganti pelakornya jadi kim bohlam aja yg halunya melebihi ff bias x me. tapi rose lebih cantik daripada dia sih.
udahlah bacotnya, jangan bawa-bawa masalah idol ke ffn.
waktunya bales review.
byunmanyu hehehe, Chanyeol soulmatenya cuma Baekhyun titik. wkwkwkwkwk.
Overdsky waah! makasih banyak udah mau ngingetin. kamu juga jaga kesehatan ya
erishiteru waaah makasih udah mau nungguin ff aku. aku jadi merasa bersalah soalnya bikin beberapa reader aku nunggu. terimakasih juga atas pujiannya nanti aku bakal lebih semangat buat lanjut ff nya.
anyway, terimakasih banyak untuk yang review. aku akan selalu nungguin review dari kalian, agar tulisan aku semakin baik.
dan juga aku minta maaf bikin kalian nunggu. semoga chapter yang panjang ini bisa memuaskan kalian. sampai jumpa chapter depan
regards
Iki
