Gureihīrō
Disclaimer: Naruto dan DxD bukan punya saya.
Summary : Dia Pahlawan yang berada disisi Putih, kini dia muncul kembali sebagai Pahlawan Abu-abu yang akan menentukan dirinya sebagai Pahlawan Kedamaian sekali lagi atau Pahlawan yang menghancurkan. Dia dikenal dengan Sebutan Gureihīrō.
Warning!: Author baru, banyak Typo, bahasa kaku.
Shiraki
Rate : M
"Bicara biasa"
'Bicara batin'
"[Bicara Bijuu dan Monster]"
'[Batin Bijuu dan Monster]'
Kuroka dan Elsa kini sedang mengalami sesak nafas karena tekanan kuat disekitar mereka, sumber tekanan itu adalah Naruto yang kini pupil matanya yang berwarna biru terdapat garis vertikal seperti mata reptile.
"Aku memiliki kabar buruk, terlebih lagi ini untuk Elsa." kata Naruto dengan nada datar, ia melirik kedua wanita dibelakangnya. Elsa dan Kuroka yang melihat tatapan Naruto seketika merinding hebat, pasalnya tubuh mereka kini bergetar hebat karena ketakutan. Elsa yang mendengar ucapan Naruto berusaha memberanikan diri untuk bertanya.
"Ka-kabar a-apa?" tanya Elsa dengan suara patah-patah, Naruto sendiri yang menyadari bahwa kebodohannya langsung menarik kekuatannya dan membuat suasana disitu kembali seperti semula.
Kuroka dan Elsa yang merasakan tekanan kekuatan Naruto yang mulai perlahan menghilang bernafas lega.
"Maaf, aku terlalu terbawa emosi...," ucap Naruto dengan nada menyesal.
"Tidak apa Naru-nyaa! tapi kabar apa yang kau maksud?" balas Kuroka yang sudah sadar terlebih dahulu, Elsa juga tersentak karena teriakan Kuroka yang cukup keras.
"Haahh~ sebenarnya aku mendapatkan ingatan dari Bunshin ku, Loki berusaha menculik Anna tapi itu gagal." balas Naruto dengan menahan amarah, terlihat dari tangannya mengepal.
"Lalu? bukankah Anna selamat? kenapa kau marah?" balas Kuroka dengan nada bingung, Elsa yang tadi sempat khawatir akan nasib adiknya kini bisa bernafas lega.
Naruto tidak menjawab pertanyaan Kuroka melainkan hanya memberikan tatapan datar, Kuroka yang tahu maksud ekpresi Naruto itu hanya diam dan tidak ingin membicarakan tentang itu.
"Baiklah, sekarang hampir sore, Elsa lebih baik kau pulang kerumahmu." suruh Naruto sambil berjalan kearah Elsa, Kuroka tadi hanya diam tanpa ingin menganggu. "Kuroka, kau kembali saja ke hotel, aku tidak ingin sampai kau terluka atau terlibat dengan Bajingan itu." ucap Naruto sambil menekankan kata bajingan, lalu Naruto langsung menghilang bersama Elsa meninggalkan Kuroka yang diam mematung.
"Naru kau memang sangat berbeda," gumam Kuroka sambil tersenyum kecil lalu menghilang dengan lingkaran sihir, tempat yang tadi dibuat latihan oleh mereka kini hanya terdengar suara angin yang bertiup dan bergesekan dengan daun-daun di pohon.
Naruto kini sudah mengantar Elsa pulang dan dia juga sudah memastikan bahwa Anna baik-baik saja, untung saja waktu itu Anna langsung kabur hingga Loki tidak sempat berbuat macam-macam dengannya.
Naruto kini sedang berada di dalam kedai milik kedua saudari itu, ia dipaksa untuk singgah sebentar oleh Elsa untuk berbicara sesuatu, jadi kini Naruto hanya duduk diam sambil melihat seisi kedai yang kosong karena memang sengaja ditutup untuk sementara waktu.
Lalu tak lama kemudian muncul Elsa sambil membawa secangkir kopi, terlihat uap panas kopi yang mengepul, apalagi kini indra penciuman Naruto merasakan bau kopi itu yang terlihat enak.
"Maaf menunggu," kata Elsa yang langsung menaruh cangkir itu tepat di depan Naruto, lalu ia menarik kursi dihadapan Naruto dan duduk disitu. Di lain sisi Naruto sedang menatap kopinya dengan pandangan datar, sepertinya suasana hati Naruto sedang dalam keadaan yang tidak baik.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Naruto sambil menatap Elsa.
"Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih dan juga sepertinya tawaranmu itu, aku rasa aku harus menolaknya."
"Ohhh, tidak apa-apa, lagipula aku tidak terlalu memaksa dan menurutku keputusanmu cukup benar." balas Naruto sambil melihat kearah Elsa, nadanya kini kian melembut dan sorot mata Naruto juga melunak. "Kurasa kalian memang harus tetap bersama," lanjut Naruto sambil meminum kopi yang disuguhkan oleh Elsa, terlihat Naruto menikmati cairan pahit manis itu dengan ekpresi santai.
Elsa tertegun mendengar itu, karena ia pikir Naruto akan membujuknya untuk tetap ikut, tapi kini malah sebaliknya, pria pirang itu tidak membujuknya dan malah mendukung keputusannya.
"Kupikir kau akan tetap membujukku untuk ikut, tapi malah sebaliknya?" bingung Elsa sambil menatap Naruto yang masih meminum kopinya dengan santai, Naruto yang mendengar itu melirik Elsa dengan alis yang terangkat.
"Maksudmu?"
"Hanya saja, kau tipe pria yang tampaknya keras kepala, jadi aku sedikit bingung kenapa kau tidak bersikeras membujukku?"
Naruto hanya tersenyum kecil mendengar ucapan wanita cantik di depannya.
"Jadi maksudmu, kau ingin ku rayu agar mengikuti ku?" tanya Naruto dengan seringai kecil, Elsa yang mendengar itu sempat bingung tapi setelah beberapa saat wajahnya langsung berubah merah hingga ke telinga.
"B-b-bukan i-itu maksudku!" elak Elsa sambil gugup, tak lupa dengan blushing yang menutupi wajahnya hingga ke telinga.
"Sudah katakan saja, aku tau kok, lebih baik jujur saja...," kata Naruto dengan seringai jahil menghiasi wajahnya, tampaknya mood Naruto sudah berubah menjadi agak baik atau tidak?
"Bukan begitu! idiot!" bentak Elsa dengan suara keras, hingga membuat Anna yang berada di lantai atas langsung turun.
"Ada apa?" bingung Anna saat sudah sampai kebawah, ia melihat Naruto dan kakaknya yang sedang duduk dengan kakaknya, Naruto tersenyum tipis sedangkan kakaknya memerah entah kenapa.
Naruto berdiri dari duduknya, tak lupa ia meninggalkan uang dibawah cangkir kopi itu, Naruto berjalan menuju pintu keluar.
"Kuharap kalian tidak akan terlibat masalah...," ucap Naruto sambil melambaikan tangan, Anna bingung dengan maksud Naruto sedangkan Elsa tau apa maksud Naruto hanya tersenyum sedih.
"Begitu juga denganmu, Naruto." ucap Elsa pelan menyerupai bisikan, Anna kini satu-satunya pihak yang masih bingung akan keadaan ini. Anna menoleh ke kakaknya dan betapa terkejutnya dirinya, ia melihat kakaknya yang terlihat sedih sambil memandang kearah pintu keluar.
'Jangan-jangan Elsa menyukai Naruto!?' batin Anna menerka-nerka, entahlah apa itu memang benar atau tidak hanya mereka berdua yang tau sendiri.
Disisi lain Naruto, ia kini sedang menikmati sebatang rokok yang ia beli tadi, Naruto sedang duduk disalah satu atap tinggi disana dengan santai, ia menghisap tembakau kering itu lalu menghembuskan asapnya keluar.
Lalu tiba-tiba muncul kucing hitam yang menatap Naruto tajam, sedangkan yang ditatap hanya menaikan sebelah alisnya tanda bingung.
"Kenapa Kuroka? bukankah aku menyuruhmu untuk tetap diam di hotel?" kata Naruto kearah kucing hitam yang tak lain adalah Kuroka, kucing hitam itu tiba-tiba bersinar dan tak lama kemudian muncul sosok wanita dewasa berambut hitam yang tidak lain adalah Kuroka.
"Aku kesini untuk menyusulmu, bukankah kami sudah bilang untuk berhenti merokok?" kata Kuroka sambil duduk di sebelah pria pirang itu, Naruto sendiri melihat kearah Kuroka sambil tersenyum kecil.
"Aku hanya melakukan ini untuk menenangkan diri," balas Naruto yang langsung menyesap rokoknya, Kuroka yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas.
Swusshhh!
Angin malam tiba-tiba berhembus membuat udara semakin dingin, Naruto dan Kuroka tidak begitu kedinginan karena suhu tubuh mereka cukup tinggi dari rata-rata orang, untuk Kuroka sendiri ia adalah Youkai yang memiliki suhu yang tinggi untuk tetap menghangatkan diri.
Mereka tetap diam sambil menikmati pemandangan kota di malam hari, suasana sangatlah indah hingga membuat Naruto merasa damai, tapi tidak lama kemudian Naruto merasakan hawa kehadiran yang cukup kuat perlahan mendekat ke arahnya, Naruto yang tidak merasakan niat jahat dari kehadiran itu hanya diam tapi ia juga tidak lengah.
"Ara apa ini kebetulan?" kata orang itu dengan nada santai, Kuroka langsung menolehkan kepalanya kebelakang.
"Tidak kebetulan jika kau menguntit kami di hari pertama kami sampai, Freya." ucap Naruto dengan melihat kearah Freya dengan sudut matanya, sedangkan yang dimaksud hanya bisa tertawa sambil menutup mulutnya.
Kuroka yang pertama bingung dengan wanita itu yang tidak pernah ia kenal, tapi saat Naruto menyebutkan nama salah satu Dewi di Mitologi Nordik yaitu Freya. Kuroka langsung melihat Naruto dengan tatapan mengejek.
"Naru-kun selalu terlibat dengan eksistensi tinggi," kata Kuroka dengan nada malas, Naruto yang mendengar itu hanya bisa terdiam dengan sebiji keringat di belakang kepalanya.
"Aku juga tidak ingin terlibat dengan ini, Kuroka." balas Naruto dengan nada terkesan lelah, sedangkan Kuroka hanya menghela nafas karena ketakutan Gabriel dan Amaterasu terjadi.
"Apakah kalian sudah selesai berbicara?" tanya Freya dengan nada lembut, Naruto menolehkan kepalanya kearah Freya dan melihatnya sebentar, lalu ia kembali mengarahkan pandangannya pada Kuroka.
Naruto menghela nafas, "Kuroka, kau bisa tinggalkan kami dulu?" tanya Naruto kepada Kuroka, bukannya menjawab Naruto, Kuroka langsung pergi meninggalkan tempat itu hingga membuat Naruto sweatdrop karena tingkah Kuroka.
"Kenapa dia itu?"
Kita tinggalkan Naruto dan mari melihat Kuroka yang sedang berjalan-jalan, ia berjalan dengan pakaiannya yang biasa hingga membuat dia menjadi perhatian banyak orang.
"Sepertinya aku harus berganti pakaian sekarang, ini akan dilihat aneh oleh banyak orang-orang." gumam Kuroka yang langsung masuk ke sebuah gang kecil, untuk mengganti pakaiannya.
Tak lama kemudian Kuroka keluar dengan pakaian yang membuatnya bisa berbaur dan tidak terlalu menarik perhatian, entah kenapa ia jika bersama Naruto tidak perlu merasa khawatir dengan pakaiannya, tapi saat tidak bersama Naruto ia menjadi lebih waspada kepada semua orang yang menatapnya, mungkin karena Kuroka sudah terlalu percaya pada Naruto hingga ia bisa lebih bebas saat bersamanya.
Ia berjalan tapi masih menjadi pusat perhatian, mungkin karena ia memakai celana panjang hitam dengan sepatu hak yang tidak terlalu tinggi berwarna putih, ia memakai jaket yang cukup besar dan juga syal yang melingkari lehernya yang terlihat pas.
Kuroka duduk dibangku taman sambil melihat ke sebuah gedung, ia melihat gedung yang sebelumnya adalah dimana Naruto dan dirinya bersantai sebelum kedatangan Dewi Nordik. Memutuskan untuk mengabaikan itu, karena ia juga tidak ingin terlalu menganggu mereka. Meskipun ia sedikit penasaran dengan perbicaraan mereka, ia mungkin akan menceritakan tentang ini pada Amaterasu dan Gabriel.
Kuroka yang masih asik melihat gedung tempat Naruto dan Freya berada, ia dikejutkan dengan tepukan di bahunya.
"Eh? Anna?" kata Kuroka saat ia melihat bahwa yang menepuk pundaknya adalah Anna, sedangkan Anna hanya tersenyum.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Anna sambil duduk di sebelah Kuroka.
"Hanya sedang menunggu," balas Kuroka dengan nada malas.
"Siapa? Naruto?" tanya Anna sambil memiringkan kepalanya, Kuroka hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban. "Memang kemana dia?"
Kuroka melihat ke atas gedung sebentar, lalu ia kembali melihat kearah Anna.
"Urusan penting," jawab Kuroka singkat, Anna memiringkan kepalanya tidak paham, tapi ia lebih memilih untuk menghiraukan karena mungkin saja ini adalah urusan sebenarnya mereka berada di Norwegia.
"Kau sendiri?" tanya Kuroka saat ia memperhatikan bahwa Anna berdandan dan lebih rapi, "Apakah kencan dengan seseorang?" lanjut Kuroka yang sepertinya tepat sasaran, karena wajah Anna langsung memerah.
Kuroka yang melihat itu tersenyum jahil, karena seperti ia bisa menjahili gadis rambut coklat itu.
"Ara~ ternyata memang benar-benar berkencan ya? apakah dia tampan?" tanya Kuroka dengan sengaja, apalagi nada jahilnya yang makin membuat Anna menjadi merah.
Lalu kemudian ada seseorang yang memanggil Anna, mereka dapat melihat seorang pria pirang yang melambaikan tangannya pada Anna, Kuroka yang melihat itu semakin menyeringai jahil.
"Tuh, ada yang nyariin, ternyata pria pirang juga."
"A-ah aku pergi dulu!" kata Anna yang langsung pergi dengan malu, Kuroka hanya melihatnya dengan seringai jahil.
"Hati-hati, jangan kelepasan!" ucap Kuroka keras dengan sengaja, Anna malah makin memerah mendengar itu.
Kuroka melihat Anna bertemu pria itu dan sempat berbicara sebentar, lalu mereka pergi dan menghilang dalam keramaian orang.
"Kau sedang melihat apa?" tanya sebuah suara tiba-tiba, Kuroka melihat Naruto yang sudah berada di belakangnya dengan tatapan bingung. "Kapan kau ganti baju?" lanjut Naruto saat menyadari bahwa Kuroka telah berganti pakaian.
"Naru-kun?" kejut Kuroka, Naruto hanya menaikan alisnya bingung.
"Ya?"
"Apakah kau sudah selesai?"
"Tentu, hanya pembicaraan yang tidak terlalu penting." balas Naruto dengan santai, Kuroka hanya mengangkat bahunya acuh tanda tidak terlalu peduli.
Naruto duduk disamping Kuroka, ia melihat kerumunan orang-orang yang sedang bersenang-senang meskipun waktu sudah larut. Mereka berdua hanya diam karena tidak ada yang ingin mengambil inisiatif, Naruto sendiri menolehkan kepalanya ke arah orang-orang yang lewat.
"Sial!"
Skip Time.
Gabriel dan Amaterasu kini mereka berada di bandara Kuoh, ke-dua wanita itu kini menjadi pusat perhatian karena kecantikan mereka.
"Naruto-kun kenapa baru pulang sekarang ya?" tanya Gabriel kepada Amaterasu, karena seharusnya Naruto sudah pulang 4 hari yang lalu jika sesuai jadwal, tapi mereka malah pulang 1 minggu dari jadwal yang membuat Gabriel dan Amaterasu kerepotan mengurus ijin Naruto di sekolah.
"Entahlah, Kuroka-chan juga tidak mengucapkan apa-apa, tapi aku yakin ada sesuatu yang terjadi." ucap Amaterasu, Gabriel hanya menganggukan kepalanya.
Mereka menunggu cukup lama, tapi kemudian Kuroka muncul dengan ceria, Gabriel dan Amaterasu tersenyum karena bertemu Kuroka.
"Kuroka-chan! bagaimana kabarmu? Naruto-kun dimana?" tanya Gabriel berturut-turut, ia juga mencengkram bahu Kuroka saat sampai tepat didepannya, tak lupa ia juga mengucangkan bahu Kuroka dengan keras hingga membuat Kuroka tidak berdaya. Amaterasu yang melihat itu langsung menarik Gabriel, karena sepertinya Kuroka sudah sampai ambang batasnya.
"Gabriel-chan, kau tidak lihat bahwa Kuroka tampak kesulitan?" kata Amaterasu, Gabriel yang mendengar itu hanya bisa tertawa kecil. Amaterasu lalu menoleh kearah Kuroka. "Dimana Naruto-kun? Kuroka-chan?" lanjut Amaterasu, Kuroka yang masih pusing karena kelakuan Gabriel tadi masih memegang kepalanya yang masih pusing.
"Naru-nyaa masih dibelakang, ia masih mengurus sesuatu." kata Kuroka kepada Amaterasu, lalu tak lama kemudian muncul Naruto yang tidak jauh dari mereka.
Amaterasu dan Gabriel hanya bisa terdiam saat melihat Naruto, mereka hanya diam sambil memandang Naruto dengan tatapan kaget.
"Naruto-kun!?/Naru-kun!?" kejut mereka, Kuroka hanya mengangkat bahunya.
"Ada apa?" tanya Naruto kepada Gabriel dan Amaterasu, ia hanya bingung melihat ke-dua wanita itu yang terdiam sambil menunjuk dirinya.
"Rambutmu kenapa!?" teriak Gabriel dan Amaterasu bersamaan, karena teriakan Gabriel dan Amaterasu mereka kini menjadi pusat perhatian, Naruto yang mengerti maksudnya hanya menghela nafasnya. Ia melirik rambutnya yang kini berwarna pirang-putih, ia memegang rambutnya dan menggosoknya pelan.
(Anggap aja warna putihnya itu di ujung rambut Naruto.)
"Kita pulang terlebih dahulu, aku akan jelaskan nanti." kata Naruto yang langsung keluar dari bandara, Gabriel dan Amaterasu menatap Kuroka untuk meminta jawaban, Kuroka yang ditatap seperti itu hanya bisa tersenyum canggung sebagai jawaban bahwa ia juga tidak terlalu tau.
Line Break
Mereka berempat kini sudah sampai di rumah, Gabriel dan Amaterasu duduk di ruang tamu untuk menunggu jawaban dari Naruto, tapi Naruto sendiri malah naik ke atas kamarnya sepertinya ia ingin menaruh barang-barang miliknya terlebih dahulu.
Tapi Kuroka yang kini berada diruang tamu dengan dipandangan oleh Gabriel dan Amaterasu yang meminta kejelasannya, Kuroka hanya bisa terdiam karena ia dalam kondisi tidak berdaya menghadapi ke-dua wanita ini.
"Bisakah kau ceritakan? Nee Kuroka?" tanya Amaterasu kepada Kuroka, Gabriel hanya diam karena lebih baik Amaterasu yang mengambil alih.
"I-i-itu..., aku tidak tau apa yang harus kukatakan...," ucap Kuroka dengan nada bingung campur gugup.
"Kalian tidak perlu melakukan itu, akan aku jelaskan sendiri." kata Naruto tiba-tiba yang sudah berdiri di pintu, Kuroka terlihat bernafas lega sedangkan Amaterasu dan Gabriel hanya menatap mereka. "Tapi setelah Azazel datang, aku juga mengundang Michael untuk memberikan informasi yang penting." lanjut Naruto, Gabriel dan Amaterasu entah merasakan hal buruk tentang ini.
"Sebenarnya aku juga ingin memberitahu sesuatu," ucap Amaterasu dengan pelan, Naruto yang mendengar itu menaikan alisnya bingung.
"Apa itu?" bingung Naruto.
"Sepertinya, akan ada penyerangan Naruto-kun." jawab Amaterasu dengan serius.
"Hah?"
Kini atmosfer ditempat Naruto, Gabriel, Amaterasu dan Kuroka menjadi semakin buruk, Azazel dan Michael juga datang tapi mereka berdua sekarang merasakan tekanan yang kuat. Tapi tak lama kemudian tekanan itu menghilang.
"Hah~ kurasa ini tidak mengejutkan, tapi kenapa kalian tau jika ada penyerangan?" tanya Naruto kepada Amaterasu dan Gabriel, karena jika Azazel maka ia tidak terlalu bingung, tapi Gabriel dan Amaterasu.
"Tentu saja kami tau, kami dijelaskan oleh Azazel." jawab Gabriel polos, Naruto yang mendengar itu hanya bingung.
"Hah??"
"Kau bisa tanyakan padanya nanti, tapi sekarang aku ingin mendengar cerita mu sekarang, Naruto-kun." jawab Amaterasu yang mengalihkan pembicaraan, Naruto yang mendengar itu menoleh pada Azazel.
"Aku memang harus memberitahu mereka bukan? tapi sekarang aku penasaran dengan cerita mu apalagi rambutmu sekarang, dulu kau menghina rambutku tapi sekarang kau memakai gaya yang sama, hahaha!!" kata Azazel tertawa keras, tapi ia langsung terdiam saat Naruto menatap dirinya dengan tajam.
"Lebih baik kau urusi anak buahmu itu, Azazel-Teme!" balas Naruto membuat Azazel cengengesan, Michael yang sedari tadi hanya diam sambil meminum kopi yang dihidangkan.
"Ma ma jangan marah begitu, kita pikirkan itu nanti, tapi sekarang aku lebih penasaran dengan gadis itu, tentu juga dengan rambutmu." balas Azazel kepada Naruto, sedangkan Naruto menghela nafasnya.
"Aku juga ingin mendengarnya, lagipula kita bisa bersantai untuk saat ini." kata Michael sebagai penengah, Azazel menganggukan kepalanya setuju.
Naruto tersenyum kecil, "Sebenarnya aku tidak gagal, hanya aku bukan tipe pemaksa." ia mengatakan itu sambil mengingat kejadian, Gabriel dan Amaterasu sendiri entah mengapa merasa terancam.
Flashback
Naruto dan Kuroka yang duduk setelah Kuroka bertemu Anna berniat pulang ke hotel, tapi tiba-tiba Naruto merasakan hawa kehadiran yang membuatnya muak.
"Kenapa dia disini?" bisik Naruto, tapi Kuroka yang memiliki pendengaran yang lebih tajam itu bisa mendengar ucapan Naruto, Kuroka menoleh ke arah Naruto.
"Siapa?" tanya Kuroka bingung.
Naruto melihat Kuroka dengan ujung matanya, lalu mengeraskan giginya membuat dirinya tampak menyeramkan apalagi taring dan matanya yang sekilas berubah menjadi vertikal. "Loki...," saat Naruto mengucapkan itu, nada suaranya menjadi berat hingga membuat Kuroka merinding.
Kuroka terkejut, "Dimana dia?" tanya Kuroka yang sudah ikut berdiri.
Naruto menujukan arah dimana Anna tadi pergi, tentu saja itu membuat Kuroka menjadi tersentak.
"Apa!?" kejut Kuroka dengan berteriak, Naruto yang melihat itu menaikan alisnya bingung.
"Kenapa?"
"Anna ada disana!" kata Kuroka yang membuat Naruto tersentak kaget.
"Hah!?"
"Nanti aku jelaskan! sekarang kita harus kesana!"
Naruto dan Kuroka langsung ke arah sana dengan berlari, Naruto dan Kuroka mencari keberadaan Anna yang sedang berkencan, lalu tiba-tiba Naruto melihat sosok Loki yang ingin memegang Anna, dengan cepat Naruto menangkap tangan Loki sebelum menyentuh Anna. Tapi yang lebih mengejutkan adalah sosok Elsa, bahkan wanita itu memegang tangan Naruto yang memegang tangan Loki. Lalu mereka menghilang karena Naruto yang menteleport mereka pergi, sedangkan Kuroka hanya bisa terdiam melihat itu.
"Elsa?" kejutan Kuroka yang melihat itu, Anna yang mendengar ada seseorang yang mengatakan Elsa langsung menoleh kebelakang.
Anna menemukan sosok Kuroka yang terdiam, ia memutuskan untuk menghampirinya.
"Kuroka? kenapa kau disini?"
Kuroka yang sudah tersadar dari keterkejutannya, ia melihat bahwa Anna sudah berada didepannya.
"Ahh, hai Anna...," ucap Kuroka dengan raut wajah gugup, sedangkan Anna hanya bisa bingung melihat ekpresi Kuroka.
"Kau kenapa?"
"Tidak, aku pergi dulu, bye Anna." ucap Kuroka yang tanpa menunggu balasan dari Anna.
"Dia kenapa?"
Ditempat antah berantah, terlihat ada kilatan petir kuning sebelum tiga tubuh Manusia disana. Ternyata itu adalah Naruto, Elsa dan Loki yang berteleport karena jurus Naruto, terlihat Naruto langsung memegang Elsa dan melompat mundur menjauh dari Loki.
"Apa yang kau lakukan!?" tanya Naruto pada Elsa, sedangkan wanita itu hanya bisa diam tidak bisa mencerna apa yang barusan terjadi.
Naruto yang melihat Elsa tidak meresponnya langsung bingung, tapi tiba-tiba ia merasakan bahaya dan saat ia sadar Loki sedang menembakkan sihirnya tepat kearah mereka.
Naruto langsung menggendong Elsa untuk menghindar, tapi sepertinya Naruto sedikit telat karena kakinya terkena serangan Loki. Sempat terhuyung sebentar, tapi Naruto mampu mengendalikan tubuhnya agar tidak terjatuh.
"Sial! itu nyaris!" kata Naruto yang membuat Elsa tersadar, sedangkan Loki mendecih pelan karena meleset.
"Cih!"
Naruto langsung melompat menjauh untuk menghindari Loki sementara, ia sedikit susah untuk melawan Loki jika ia harus menjaga Elsa juga. Tentu saja Loki mengikuti mereka, Elsa yang melihat itu memutuskan untuk bersuara.
"Naruto?! kenapa aku disini?!" tanya Elsa bingung.
"Kau sendiri kenapa!? cih aku tidak bisa menjelaskannya sekarang, tapi aku akan melawannya dan kau pergi menjauh dari sini!" kata Naruto kepada Elsa, sedangkan Elsa tidak bisa memproses apa perkataan Naruto hanya menganggukan kepalanya.
Naruto yang melihat itu tersenyum, "Bagus, sekarang aku akan alihkan perhatiannya dan kau pergilah!" Naruto menurunkan Elsa dibalik batu yang besar, ia melihat bahwa Loki juga semakin mendekat.
Naruto yang melihat Loki mendekat langsung melompat dan memukul wajah Loki dengan telak sampai jatuh, Elsa yang melihat itu langsung lari menjauh dari tempat itu.
Naruto yang melihat pukulannya mengenai Loki dengan telak hanya menyeringai, sedangkan Loki bangkit dari jatuhnya dan menatap Naruto tajam.
"Sialan!" teriak Loki yang langsung membuat banyak lingkaran sihir, Naruto yang melihat itu menelan ludahnya dengan banyaknya serangan itu, ia tidak yakin mampu menghindari itu semua.
Brusshh! Brakkk!
Naruto terkena beberapa serangan hingga membuatnya terjatuh, Loki yang melihat itu langsung mengeluarkan lingkaran sihir yang cukup besar dan tak lama kemudian muncul Serigala hitam raksasa, Naruto yang melihat itu hanya bisa terperangah.
"Yang benar saja!?" teriak Naruto saat melihat serigala hitam atau biasa dikenal dengan sebutan Fenrir, Fenrir langsung bergerak kearah Naruto berniat untuk mencengkram tubuhnya.
"Kurama aku butuh bantuanmu sekarang!" kata Naruto yang sudah hampir dicengkram oleh Fenrir, tapi terlihat bahwa gerakan serigala hitam itu tidak bisa bergerak karena Naruto sudah memasuki Mode Bijju yang membentuk tangan untuk menahannya.
Brukk!
Tapi karena Naruto yang terlalu fokus kepada Fenrir ia tidak bisa melihat jika ada ular raksasa yang bergerak disampingnya dan langsung menabrak tubuh Naruto hingga terpental, sedangkan Fenrir langsung melompat mundur.
Naruto mengerang kesakitan, "Sial! dia benar-benar ingin mengeroyokku!" kata Naruto saat ia melihat serigala hitam dan ular raksasa itu, Loki yang melihat itu tersenyum karena sepertinya Naruto tidak bisa mengatasi Fenrir dan Jogmundar.
"Jika ada yang punya ide maka beritahu aku sekarang!" ucap Naruto untuk kedua mahluk yang mendiami tubuhnya, Kurama yang ingin angkat suara dihentikan oleh Bahamut.
"[Aku punya saran, tapi itu mungkin akan memiliki resiko yang besar.]"
"Apa?"
"[Gunakan salah satu kekuatanku, tapi resikonya mungkin kau akan mengalami kelumpuhan beberapa hari.]"
"Baiklah!"
Sedangkan disisi Elsa yang lari menjauh kini ia sedang diam terduduk, pasalnya ia sedikit khawatir dengan Naruto yang harus menghadapi Loki seorang diri.
Elsa terduduk sambil memandang kebelakang, ia dapat melihat beberapa laser yang bergerak cepat membuat nya semakin takut dan khawatir.
"Aku harus bagaimana?" tanya Elsa entah pada siapa, tapi ia tiba-tiba ia sekilas mengingat bagaimana Naruto waktu itu saat mengetahui Anna hampir dilukai oleh Loki membuatnya termenung, Naruto sangat peduli pada mereka tapi ia kini malah meninggalkan Naruto sendiri.
Elsa terdiam dan terjebak di dalam pikirannya, hingga ia memutuskan pilihannya.
Tempat Naruto berdiri dan Loki bersama para anaknya kini berubah menjadi hitam, persis seperti di luar angkasa.
"Aku memang tidak bisa mengalahkan kalian dengan cara yang adil, tapi aku bebas untuk berbuat licik bukan?" kata Naruto dengan seringai kejam, Loki merasakan firasat buruk tentang itu. "[Mythology-Down Black Hole!]"
Deg!
Tiba-tiba muncul sebuah lubang hitam dibawah tempat mereka, lalu mereka merasakan tarikan yang sangat kuat hingga membuat Loki dan anak-anaknya kesulitan menghindar, kaki Fenrir masuk kedalam lubang hitam yang seperti pasir hisap yang menghisap perlahan, tapi anehnya daya tarikannya sangat kuat hingga membuat setengah kaki Fenrir masuk, begitu juga dengan Jogmundar yang seperempat tubuhnya masuk.
Loki sempat terkejut dengan bergetar, ia berusaha untuk melawan daya tarikannya agar tidak terjebak, tapi tiba-tiba lubang itu dan sekitarnya kembali normal membuatnya bernafas lega, lalu ia melihat kearah Naruto yang sedari tadi ia rasakan bahwa ada kekuatan yang sangat besar di dalam tubuhnya perlahan menghilang.
Naruto terlihat berlutut sambil memuntahkan darah, Loki yang melihat itu sedikit terkejut tapi ia juga merasakan kekuatan Naruto menurun drastis. Lalu ia melihat kearah anak-anaknya yang ternyata Fenrir kehilangan keempat kakinya dan juga Jodmundar yang kehilangan seperempat tubuhnya, ia hanya terkaget-kaget melihat itu karena jika mungkin ia terhisap tadi kemungkinan ia akan mati jika semua tubuhnya tertelan. Ia langsung menteleport anak-anaknya pergi.
"Kheh! kukira tadi aku akan mati dan kuakui bahwa serangan tadi cukup mengerikan, tapi kau masih belum terbiasa ya?" tanya Loki dengan seringai remeh, lalu tanpa aba-aba Loki langsung membuat beberapa diagram sihir yang mengarah ke Naruto. "Kau cukup hebat, tapi masih belum cukup kuat! matilah!!" lanjut Loki dengan menembakkan beberapa serangan ke arah Naruto, sedangkan Naruto yang melihat itu hanya bisa diam sebelum tersenyum kecil.
Brasshh!
Brasshh!
"Hehe, kukira kau tidak akan kesini, tapi akhirnya kau kesini juga ya? Elsa?" kata Naruto yang terlihat bahwa banyak es di depannya dan menghalangi serangan Loki.
"Bagaimana aku bisa tenang jika melihat seseorang yang sedang berjuang untukku dan adikku! sedangkan aku hanya berlari dan menghindar!?" tanya Elsa sambil menahan serangan Loki, Naruto yang awalnya berlutut mulai berdiri kembali.
"Maah aku tidak tau jalan pikiranmu." balas Naruto sambil melirik Elsa dari sudut matanya, Naruto langsung melompat tinggi tanpa menghiraukan rasa sakitnya. "Tapi terima kasih," Naruto tersenyum kecil.
"Elsa bersembunyilah!" suruh Naruto sebelum pergi kearah Loki.
"Gadis sialan!!" maki Loki yang kini malah melontarkan serangan yang membombardir mereka, membuat Naruto harus bersembunyi dan menyusun rencana baru.
Naruto sedang berpikir keras apa yang bisa mengalahkan Loki dengan telak, Naruto mengingat apa kelemahan Loki yang di ceritakan oleh Thor padanya. Mjolnir adalah senjata Thor yang kuat, tapi pasti bukan senjata atau mungkin kekuatan asli Thor?
Deg!
'Apa mungkin?!' batin Naruto sambil melihat ke arah Elsa yang sedang bersembunyi di samping dirinya.
"Elsa! aku butuh bantuanmu untuk mengalahkan dewa bodoh itu!" kata Naruto menyakinkan Elsa, terjadi keheningan beberapa saat di antara mereka.
"Percayalah! Ini juga demi saudarimu, dia akan tetap menjadi ancaman bagi dirimu dan orang yang kau sayangi," kata Naruto dengan suara yang menyakinkan.
Elsa sempat ragu, tapi setelah melihat pengorbanan Naruto yang selalu melindunginya membuat dia merasa seperti orang yang tidak berguna, tapi sekarang tidak lagi! Ia ingin menjadi orang yang berguna dan tidak ingin dilindungi lagi!
"Baiklah! aku akan mengikuti saranmu!" balas Elsa dengan mata yang memiliki sorot keyakinan.
Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, gadis yang penakut waktu itu kini sudah berubah menjadi wanita yang kuat!
"Yosh! Mari kita lakukan,"
Loki yang sedikit kesal akhirnya menyerang tempat Naruto dan Elsa dengan serangan skala besar, Naruto yang melihat itu menyadari kesempatan untuk menyerang balik Loki.
"Jangan sembunyi seperti kucing penakut!" kata Loki yang langsung mengarahkan serangannya kepala mereka.
Blarrr!
"Sekarang Elsa!!" teriak Naruto.
Elsa melancarkan berbagai serangan ke arah Loki namun dia sengaja membuat semua serangannya meleset, Naruto yang melihat Elsa mengulur waktu membuat satu duplikat.
Merasa cukup Elsa mencairkan semua serangannya lalu membentuk depalan pilar Es runcing di sekitar Loki sambil menciptakan awan di atas mereka.
Naruto asli pun memunculkan petir di tangannya lalu menembakkannya ke udara sesaat hingga akhirnya tercipta badai petir.
Sriingg! Swuush! Jgler!
"Kau menyerang kemana bodoh?!" Ejek Loki dengan tersenyum remeh, Loki langsung menyerang Naruto dengan sihirnya dan mengenai Naruto hingga membuat Naruto terjatuh, apalagi tubuhnya juga masih mengalami luka karena kekuatan Bahamut dan Mythology-Down miliknya.
Blaarr!
"Aku memang tidak mengarahkannya padamu," balas Naruto sambil menyeringai.
Loki yang sedang dalam posisi terbang langsung meluncur kebawah dengan keras.
Bugh! Wusshh! Blarr!
Ternyata Bunshin Naruto menyerangnya dari belakang dan memaksa dia turun ke tanah. Loki sedikit kesal karena lengah, ia langsung bangkit dan melihat Bunshin Naruto yang berada di depannya.
Loki yang melihat itu berwaspada, Naruto bunshin pun langsung mengeluarkan element petir di tangannya lalu menyentuh tanah di bawahnya. Loki yang melihat itu tersentak ketika dia merasakan sengatan listrik yang sangat kuat mengenai dirinya.
Bzztt!
Matanya melebar ketika di bawahnya dia melihat terdapat genangan air. Badai petir pun semakin menggila dan menghantam delapan pilar runcing di sekitar Loki.
Naruto asli lalu melompat ke udara dan mengayunkan tangannya yang masih terlapis petir hingga akhirnya dari langit keluar delapan kepala naga yang langsung menghantam Loki dengan telak.
"Inilah yang kau remehkan! [Raikiri: Yamata Maga Orochi!]"
Blaar!
Loki kini sudah dalam keadaan mengenaskan karena serangan telak Naruto.
Tapi sepertinya penderitaannya belum selesai, itu karena dia merasakan bahaya kembali. Benar saja firasatnya. Ia berdiri tepat ditengah pilar es milik Elsa yang mengelilinginya menjulang tinggi, apalagi ia melihat percikan petir di pilar itu. Naruto yang melihat itu langsung melesat ke arah Loki.
"Dan ini adalah serangan gabungan kami, terimalah." ucap Naruto yang langsung melemparkan Kunai miliknya ke atas, tapi ternyata Kunai itu terhubung dengan benang kawat yang melilit tubuh Loki.
Petir-petir yang terkumpul di pilar es itu langsung keluar dan menyambar Kunai Naruto.
Karena Kunai Naruto yang terbuat dari besi yang mampu menghantarkan listrik dengan baik ditambah benang kawat yang melilit Loki, tubuh Dewa itu lagi-lagi terkena arus listrik yang tinggi hingga membuat Loki ambruk karena tekanan listrik yang luar biasa kuat.
"Lain kali ingatlah, Manusia terkadang lebih superior dari Dewa, karena manusia ditakdirkan berada dipuncak kehidupan." ucap Naruto dengan terengah-engah, Loki berdiri kembali dengan susah payah, sepertinya Dewa ini tidak ingin mengakui kekalahannya.
"Kau hanya bicara omong kosong! Manusia adalah ras paling lemah!!" Naruto hanya terdiam mendengar ucapan Loki, entah kenapa sekarang ia marah. Perlahan aura biru menyelimuti tubuh Naruto, ditangannya sudah ada Rasengan tapi berwarna biru tapi lebih pekat, Loki yang melihat jurus Naruto entah mengapa merasakan sebuah teror lagi dari benda berputar itu. Tangan Naruto yang diselimuti armor berwarna biru cerah dan hitam lalu terlihat seperti pisau berwarna perak di celah-celahnya.
"Kalian selalu berpikir bahwa manusia hanya budak yang bisa diperalat bukan? kalo begitu bagaimana tanggapan para Dewa jika ada manusia yang membunuh seorang Dewa?" tanya Naruto dengan nada datar, Elsa yang mendengar kata Naruto hanya bisa terdiam.
"Mari ku berikan pelajaran...,
Sringg!!!
"..., Dari manusia!!!"
Swuuuush! Twuuush!
Braaak! Braaak! Braaak! Blaaaaarrrr!!!
Tubuh Loki langsung terpental dengan sangat jauh, sempat menabrak pilar es Elsa tapi itu langsung hancur karena besarnya kekuatan yang Naruto gunakan disana.
Loki terlihat tergeletak tak sadarkan diri, sementara Naruto juga menyusul Loki jatuh berlutut sambil memegangi tangannya, terlihat bahwa tangan Naruto terluka karena ikut terkena dampak serangannya.
"[Kau jangan memaksakan dirimu lebih dari ini, Naruto. Mythology-Down tadi sudah membebani tubuhmu, kau perlu istirahat.]" Kata Bahamut di pikiran Naruto.
Lalu Elsa datang untuk menahan tubuh Naruto yang akan menghantam tanah, ia menahan tubuh kekar itu.
"Terima kasih, Naruto." ucap Elsa kepada Naruto yang tidak sadarkan diri, Kuroka juga baru sampai karena ia khawatir pada Naruto.
Skip Time
Naruto kini sedang berada di sebuah kamar, sedangkan disampingnya ada tiga orang perempuan yang tampak cemas ah ralat hanya dua orang saja, sedangkan satunya lebih ke arah bingung.
"Aku masih tidak tau kenapa, tapi Naruto kenapa? dan kenapa kalian membawanya kesini?" tanya Anna pada Elsa dan Kuroka yang memandang sendu Naruto.
Tapi tidak ada jawaban atas pertanyaannya membuat Anna sedikit kesal, lalu ia mengalihkan perhatiannya pada Naruto dan melihat wajah tan itu dengan pandangan meneliti.
"Apa hanya firasatku? atau memang rambutnya seperti itu?"
Flashback End
Kini Naruto sudah bersiap untuk pergi mengajar, tapi ia sempat bingung kenapa Amaterasu dan Gabriel mengenakan baju yang cukup formal. Ia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan itu, ia kini harus cepat ke sekolah dan minta maaf karena ketidakhadirannya.
Naruto terus berjalan dengan raut wajah santai, sesekali ia melihat kesekitar.
"[Sepertinya tubuhmu sudah sedikit lebih baik? bukan begitu Naruto?]" suara Bahamut yang bergema di kepala Naruto sempat mengejutkannya, tapi untung saja Naruto bisa mengendalikan dirinya untuk tidak kaget secara berlebihan.
"Ya cukup baik, meskipun aku masih merasa sedikit aneh."
"[Itu wajar, karena kekuatanku belum bersinkronsinasi dengan tubuhmu.]" jawab Bahamut dengan santai, tapi juga ada sedikit nada cemas di suaranya.
"Bukan itu, hanya aku masih sedikit aneh tentang yang kau jelaskan waktu itu." balas Naruto yang memandang tangannya, lalu ia menyentuh rambutnya dengan pandangan tidak dapat dijelaskan.
"[Kheh! untuk apa khawatir tentang itu? kau kan keturunan Uzumaki, itu pasti tidak mempengaruhimu dan jika memang ada batasnya kau bisa melakukan 'itu'."] kini Kurama juga ikut serta dalam percakapan, Kurama terlihat bosan karena melihat hostnya yang mengkhawatirkan sesuatu.
"[Itu karena kekuatanku yang kini bergerak liar dalam tubuhmu, itu mungkin akan mengacaukan aliran energimu, tapi itu bisa diatasi jika kau melakukan 'itu'.]" balas Bahamut berusaha untuk memberitahu alasan mengapa rambut Naruto menjadi sedikit putih, sedangkan Naruto yang mendengar itu hanya bisa melirik poninya.
Naruto melihat poninya hingga ia ditabrak oleh gadis kecil, "Maaf paman! aku tidak sengaja!" kata gadis itu menundukkan kepalanya meminta maaf pada Naruto, sedangkan Naruto mengalihkan perhatiannya pada gadis kecil itu, "Tidak apa-apa kok, lain kali hati-hati dan perhatikan langkahmu." balas Naruto tersenyum kepada gadis kecil itu, sang gadis kecil yang mendengar itu langsung menganggukan kepalanya dengan senyuman yang terus menempel diwajahnya.
"Aku tidak tau Kurama, Bahamut." Naruto tersenyum sedih, ia melihat kearah gadis kecil itu yang menghampiri teman-temannya, entah kenapa ia yang melihat pemandangan itu sedikit ada gejolak dihatinya. "Tapi jika bisa aku ingin tetap menjadi manusia." lanjut Naruto dengan suara pelan, ia mendongak ke atas melihat langit pagi yang sangat cerah, bahkan ia harus menutupi matanya karena sedikit silau dengan Matahari.
'[Kau memang sangat berbeda]'
TBC :v
Author Note : Yoo bagaimana kabar kalian? hehe maaf kalo lama update. kalian pasti punya kesibukan di real life kan? nah sama jadi jangan terlalu berharap update cepat, dan juga tergantung moodnya :v
Oke disini udah terjadi battle kecil Antara Naruto dan Loki, bahkan saya juga sudah mengeluarkan salah satu kartu As dari Naruto, untuk Mythology-Down ini sebenarnya sebuah jurus penciptaan ruang milik Bahamut, apapun yang masuk kedalam Mythology-Down bisa diatur sesuka hati oleh pemilik, jika dewa masuk kedalam jurus ini maka ia bisa kehilangan ke Dewaan miliknya asalkan sang pemakai tau sejarah Dewa itu, tapi dalam pertarungan ini Naruto tidak lebih hanya menggunakan sekitar 10% kekuatan Bahamut dan ada juga durasi waktunya, jika Naruto memaksakan kekuatan ini lebih dari kapasitas tubuhnya, kemungkinan Naruto akan mati. Jadi jurus ini bisa dibilang OP tapi juga nggak jika ada yang tau konsepnya. Untuk Loki, saya gk bisa bunuh dia sekarang karena msih ada peran.
Mungkin banyak yang sadar atau gk, tapi saya jarang menampilkan Issei dkk karena fokusnya adalah pada Naruto dulu, mungkin ini akan fokus pada Issei dkk setelah chapter ini, dimana sudah saatnya Kokabiel yang menyerang Kuoh dan memulai Great War 2, intinya mungkin setelah kesepakatan damai dengan beberapa fraksi yang mungkin saja Naruto akan menghadirinya sebagai wakil manusia dan membuka identitasnya, Gabriel dan Amaterasu kepada Issei dkk. Dan mungkin saja Naruto akan bertemu dengan Mitologi lainnya?
Dan jika ada yang ingin ditanyakan bisa tanya di kolom Review atau PM saya :v
Oke See you Next time~
Adiueee!
