Disclaimer: I do not own Harry Potter or any of it's ideas, themes, characters, books, movies, images, etc.


SOAP OPERA

.

.

~Present~

-Hermione's Apartement-

.

Pesta ulang tahun Scorpius berjalan tanpa masalah. Semua anak-anak riang gembira menikmati pesta. Dan seluruh orang dewasa melakukan perannya dengan baik. Tapi jika diperhatikan dengan seksama, Hermione hanya akan tersenyum ketika Scorpius melihat ke arahnya. Itu karena otaknya sedang bekerja. Diusianya saat ini, Scorpius masih percaya akan adanya Santa yang memberi hadiah dikala Natal tiba. Tapi Scorpius sudah tahu kalau yang akan mengabulkan permohonannya saat ulang tahun adalah ibunya (atau orang-orang terdekatnya), bukan Santa. Karena Hermione yang mengajarkan pada Scorpius bahwa terkabulnya permohonan itu bisa melalui siapa saja. Ya, sebenarnya itu hanya trik agar Hermione tahu apa yang diinginkan Scorpius sehingga dia bisa membelinya. Tapi keingginan Scorpius tadi tidak bisa dibeli. Kepala Hermione pening memikirkannya.

Setelah semua orang meninggalkan apartemennya, Hermione bertanya dengan lembut pada Scorpius yang masih sibuk membuka hadiah-hadiah ulang tahunnya.

"Is it lonely just to be with mommy, Scorpius?,"

Scorpius menoleh ke arah Hermione dan diam sesaat, "Isn't it lonely with just two of us, mommy?,"

"Tidak boleh menjawab satu pertanyaan dengan pertanyaan lainnya, Scorpius," Hermione memperingatkan.

Scorpius menghela napas dan berjalan mendekati Hermione, "Jika dia memang sangat sibuk, tidak bisakah dia datang ke rumah kakek dan nenek di Australia saat akhir pekan? Tidak setiap akhir pekan pun tidak masalah. Asal aku bisa menemuinya sesekali," pinta Scorpius sambil tanganya diletakkan di lutut Hermione.

"Apa kau sangat ingin menemuinya?," Hermione menggengam kedua tangan Scorpius di lututnya.

"Mommy tidak ingin menemuinya?,"

"Bukan seperti itu—"

"Jika mommy tidak ingin menemuinya, aku juga tidak ingin," putus Scorpius. Dia selalu ingin membuat Hermione bahagia, jika permohonan untuk bertemu dengan ayahnya membuat Hermione tidak senang, maka Scorpius tidak menginginkannya. Lagipula masih ada banyak cara untuknya balas dendam pada Mrs. Short.

Hermione membawa Scorpius ke dalam pelukannya, "Jika mommy mengabulkan permintaanmu, kau harus berjanji untuk bersikap baik pada ayahmu nanti,"

Scorpius melonggarkan pelukannya dan menatap mata Hermione dengan antusias, "Aye, aye, captain!," serunya sambil memberi sikap hormat.

.


~Present~

-Draco's Office-

.

"Setelah ini apa jadwalku?," tanya Draco pada asistennya di lorong menuju ruang kantornya. Hari penat dengan banyak rapat untuk memperluas jaringan bisnis Keluarga Malfoy sudah dia lakukan berhari-hari. Rencananya untuk cuti sepertinya memang harus diundur lagi.

"Tadi adalah rapat terakhir untuk hari ini dan tidak ada agenda rapat lagi untuk dua hari mendatang," jawab sang asisten.

Draco bernapas lega, "Bagaimana dengan masalah bahan ramuan dari Rusia?,"

"Semua sudah teratasi. Anda bisa melihat detail laporannnya di atas meja anda," mereka berdua sudah sampai di depan ruang kerja Draco, "Dan ada yang sedang menunggu anda di dalam,"

"Siapa?," tanya Draco sambil membuka pintu ruang kerjanya.

Seseorang yang mendengar pintu dibuka dari luar menoleh dan tersenyum pada Draco.

"Hai," sapa sosok itu.

Draco terdiam tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sosok itu berjalan ke arah Draco yang mematung, melambaikan tangan di depan wajah Draco, masih tidak mendapat jawaban, Draco ditarik masuk ke dalam ruangan, dia berterima kasih pada asisten Draco, kemudian menutup pintu ruang kerja itu.

"Malfoy," panggilnya. Draco tidak menjawab, justru meneliti sosok yang memanggil dari atas sampai bawah. Dia menghela napas lelah, "Mal—"

Tiba-tiba Draco memeluknya erat, "I miss you," ujar Draco, "I miss you, Granger," ulangnya.

Hermione tersenyum, "I miss you too, Ferret," dan membalas pelukan Draco.

Keduanya berpelukan sangat lama, sampai akhirnya Hermione menjauhkan dirinya dari Draco. Tapi Draco masih mengunci kedua tanganya pada pinggang Hermione, dia masih belum rela melepasnya (Hermione) (lagi).

"Kau akhirnya kembali?," tanya Draco.

"Ada yang ingin kubicarakan," jawab Hermione.

"Nice timing. Kebetulan tidak ada hal penting yang harus kuurus hari ini," Draco melihat jam tua besar di sudut ruangan, "Kau mau makan siang bersama?,"

Hermione melihat tumpukan dokumen di atas meja Draco dan berpikir, "Bagaimana kalau makan malam saja?," usulnya.

Draco terlihat senang dengan usul Hermione, "Oh, great. Ada restoran baru di Hogsmeade yang buka beberapa minggu yang lalu, kau harus mencobanya. Akan kubuat reservasi di sana untuk nanti malam," Draco segera meraih perkamen dan pena, tapi Hermione menghentikannya.

"Tidak perlu membuat reservasi," ujar Hermione.

"Kau ingin makan di tempat lain?,"

Hermione mengangguk. Dia meraih perkamen dan pena yang tadi dipegang Draco, kemudian menuliskan sesuatu di sana.

"Kau bisa ber-aparate di luar bangunan. Katakan saja pada penjaga pintu kau ingin bertemu denganku,"

Draco membaca tulisan Hermione dan terkejut, "Paris?!,"

Hermione mencubit pipi Draco, "Tidak perlu terkejut seperti itu, Malfoy,"

"Tapi…maksudku…kau sudah tidak tinggal di Australia dengan kedua orang tuamu?,"

"Sudah sekitar satu tahun aku tinggal di Paris,"

"Dan kau tidak memberi tahuku?,"

.

'Oh, kau tidak tahu banyak hal, Malfoy' inner Hermione.

.

"Now you know,"

"Aku butuh penjelasan, Granger. Apa kau pindah ke Paris karena tuntutan kementerian? Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?,"

"Aku akan menceritakan semuanya nanti malam,"

"Ayolah, Granger. Katakan saja sekarang. Kenapa harus menunggu sampai nanti malam,"

"Karena aku harus pergi sekarang,"

Senyum Draco luntur seketika, "Kau akan pergi?," tanya Draco kecewa.

"Kita akan bertemu nanti malam. Jangan sedih seperti itu," kedua tangan Hermione menangkup wajah Draco dan ibu jarinya menarik kedua sudut bibir Draco ke atas membentuk senyuman.

"Apa kau menunggu sangat lama tadi?," tanya Draco dan dijawab anggukan oleh Hermione.

.

'Rapat sialan!' maki Draco dalam hati.

.

"Aku harus pergi sekarang," pamit Hermione.

"Tunggu. Tidak bisakah kita makan siang bersama sebentar?," ajak Draco.

"Ku tunggu jam tujuh," dengan cepat Hermione mengecup pipi Draco, kemudian berjalan ke arah pintu. Tapi langkahnya terhenti dan berbalik menghadap Draco lagi, "Jangan terkejut," ujar Hermione seperti menasehati. Setelah itu Hermione menghilang di balik pintu.

Draco masih termenung di tempatnnya tadi, tidak bergerak seinci pun.

Apa maksudnya 'jangan terkejut'?

Untuk ciumannya barusan?

Atau untuk hal lain?

.

.

.

Tbc


hehehe~ bentar lagi pertemuan bapak-anak terjadi.

huhuhu~ jadi gak sabar.

review kuy~