UNTITLE
Wiell
Disclaimer :
Cerita ini milik saya, jika ada kesamaan bukan suatu kesengajaan.
Baekhyun tak menduga jika pertemuannya dengan Chanyeol akan membuat hidupnya jungkir balik. Hal terjadi diluar rencananya dan mengubah perasaannya bagai telapak tangan. Pernikahan dadakan hingga tetek bengek warisan yang memuakkan.
[CHANBAEK]
Tidak banyak yang Baekhyun bicarakan dengan Sehun. Hanya berbincang santai dan Baekhyun cukup nyaman karena Sehun tidak membahas Chanyeol. Memang Baekhyun tak banyak bicara dan Sehun lah yang mendominasi perbincangan mereka. Lelaki itu menanyakan seputar kuliahnya dan menceritakan sedikit kisah lucu semasa kuliahnya dulu, bahkan Jongin juga ikut serta didalamnya. Memang awalnya canggung, namun lelaki yang setara dengan kakaknya itu mampu membuat perbincangan yang menarik untuk Baekhyun.
Namun yang tak terduga adalah pertemuan Sehun dengan Chanyeol di depan apartement. Kebetulan Chanyeol pulang untuk mengambil berkasnya yang tertinggal, dan ia begitu terkejut saat melihat Baekhyun dengan Sehun turun dari mobil yang sama. Segera Sehun membungkuk, berniat menyapa sekaligus pamit dengan sopan. Tapi Baekhyun bisa melihat jika terdapat pancaran ketidak sukaan disana.
"Kau pulang dengannya?"
"Ya, kebetulan aku bertemu dengannya."
Mereka ada di lift yang sama. Keheningan tercipta ketika tak ada seorangpun yang memulai perbincangan. Baekhyun merogoh ponselnya, membuka aplikasi pesan singkat yang berasal dari Jongdae. Chanyeol menatap deretan angka pada tombol lift juga panah merah yang menandakan dilantai berapa mereka berada.
"Bagaimana dengan hyungmu?"
"Eoh? Kenapa?"
Chanyeol berdehem sekali, "apakah ia masih memaksamu menikah?"
"Ya, hanya saja ia harus ingat jika usiaku bahkan masih 22 tahun."
"Kau lupa? Besok Ibu dan Ayah akan berkunjung dan bertemu dengan Hyungmu," ucap Chanyeol mengingatkan, ia melempar seringaian ketika mendapati wajah bingung dari lelaki mungil didepannya. Kaki panjangnya melangkah lebar sebelum mendengar kalimat protes dari Baekhyun.
Sial! Bagaimana mungkin Baekhyun bisa lupa.
UNTITLE 8
Hyeri menyesap jus alpukatnya pelan, menikmati rasa segar dipadukan dengan dinginnya es batu di teriknya siang ini. Hari ini rencananya ia akan mengunjungi apartemen sang kakak. Lokasinya tak jauh dari kampus dan yeah, ia masih penasaran dengan keberadaan Baekhyun. Ini sedikit tidak masuk akal karena sepertinya Chanyeol dan Baekhyun tidak saling mengenal namun bagaimana mungkin bisa menjadi kekasih. Rasanya ia ingin menangis saja ketika mendengar pernikahan akan segera di gelar dan pertemuan keluarga akan dilakukan besok.
"Menunggu lama?"
Hyeri mendongak. Memberikan sedikit senyum manis untuk Airin dan juga Yuta yang baru datang, "tidak juga. Jadi hari ini kita akan kerumah Baekhyun?"
Lebih tepatnya apartemen Chanyeol.
"Ya, lagipula Baekhyun selalu susah untuk ditemui jadi tidak ada salahnya jika kita datang kesana bukan?"
"Tentu. Aku juga mendengar bahwa ia membeli apartemen baru di dekat sini. Kita harus memberinya ucapan selamat dan sedikit pesta kecil," ujar Hyeri, ia tersenyum manis memikirkan tentang bagaimana reaksi Baekhyun nantinya. Beruntung mereka memang memiliki tugas kelompok bersama dan ini bisa jadi kesempatan untuk Hyeri.
UNTITLE 8
Suhu panas telah pas, kaki kiri telah lebih dulu masuk ke bak air hingga seluruh tubuhnya menyusul masuk. Baekhyun memutuskan untuk berendam dengan air panas sejenak. Tubuhnya butuh sedikit relaksasi agar otaknya tak terlalu kaku. Jika berbicara tentang Chanyeol lelaki itu telah kembali ke kantornya setelah mengambil beberapa berkas di kamar yang entah apa. Baekhyun masih kesal, memikirkan apa yang harus dilakukannya, ini terlalu mendadak, bahkan membuat kepalanya pusing karena stres.
TING TONG!
"Sial!"
Rasanya ingin mengumpati pada seseorang yang mengganggu acara berendamnya, bahkan ia baru beberapa menit dan seseorang mengganggunya. Meraih handuk sekadarnya dan membuka pintu kamar mandi dengan kesal. Tanpa melihat intercom Baekhyun membuka pintunya. Rahangnya nyaris terjatuh melihat siapa gerangan yang berdiri didepannya.
"Selamat sore!"
Yuta dan Hyeri melambaikan tangannya sedangkan Airin tersenyum manis padanya. Bagaimana mungkin mereka bisa datang kemari, Chanyeol mungkin akan marah jika tahu rumahnya dikacaukan oleh sekumpulan bocah.
"Kau tidak mengijinkan kami masuk?"
"Sedang apa kalian disini?"
Baekhyun melotot, merapikan kembali handuknya ketika Hyeri mendorong bahunya dengan senyum manis dan masuk lebih dalam. Seharusnya Baekhyun tidak lupa siapa seorang Park Hyeri.
"Maaf mengganggu waktumu, tapi kita harus segera menyelesaikan tugas kita. Kau ingat bukan? Lusa jika kau tak ingin dianggap bolos pada pelajaran yang berharga ini."
Mereka duduk di bersandar pada kaki sofa beralaskan karpet bulu yang halus. Membuka laptop dengan diskusi khas seorang mahasiswa. Baekhyun juga tak bisa mengusirnya.
"Apartement bagus sekali, dan sangat mewah," ucap Yuta, matanya masih menerawang kesegala arah dengan kagum, "kenapa kau pindah kemari?"
"Tidak ada alasan."
Hingga pukul 6 sore Chanyeol belum pulang dalam hati Baekhyun berdoa agar Chanyeol pulang lembur atau bahkan tidak usah pulang. Ia tidak mau teman-temannya melihat Chanyeol dan membuat skenario aneh dalam otak mereka. Cukup Jongdae dan beberapa temannya yang tahu jika mereka tinggal bersama.
"Hyeri, apa kau yang mengajak mereka kemari?" tanya Baekhyun pelan, Airin dan Yuta ada di ruang tamu, sedangkan Hyeri duduk di meja makan dengan es krim yang diambilnya dari kulkas.
"Tentu, aku juga rindu dengan Oppa."
Mana mungkin Hyeri rindu dengan Chanyeol. Ia hanya ingin bermain dan melihat Baekhyun disana. Ia hanya rindu dengan Baekhyun karena belakangan mereka tidak bertemu. Jika diperhatikan tidak ada yang aneh, Baekhyun tidak punya tanda merah di lehernya dan ia berjalan tanpa mengangkang. Berarti mereka belum melakukan sejauh itu, dan Hyeri perlu masuk ke dalam kamar untuk memastikan tidak ada bekas sperma didalam. Ia meringis ngeri membayangkannya, tak bisa membayangkan jika Baekhyun-nya bercinta dengan Chanyeol.
"Yang benar? Tidak ada maksud anehkan?" tanyanya curiga, Baekhyun tak dapat mempercayai seseorang yang kini akan jadi adik iparnya. Baekhyun merinding memikirkannya. Tentang pertemuan mereka di restoran itu, Baekhyun harus banyak kali meminta maaf pada Hyeri. Bahkan selama hampir seminggu, Hyeri menolak dihubungi dan selalu menghindar. Namun kini gadis itu kembali ceria seperti biasanya, dan tak ada tanda patah hati karena Baekhyun punya Chanyeol. Sejujurnya Baekhyun berpikir jika Hyeri menyukainya, karena gadis itu sangat perhatian dan bersikap manis.
"Hehe, aku juga rindu Baekhyun."
"Ya, ya aku tahu. Aku juga rindu," balas Baekhyun tersenyum kecil, menepuk bahu kecil itu pelan.
Baekhyun menghela napas panjang. Mereka bisa mengerjakan tugas di perpustakaan atau bahkan dirumah Baekhyun lalu mengapa memilih rumah Chanyeol? Was- was karena takut jika nanti Chanyeol pulang dan menemukan apartementnya berantakan. Tak lama hingga bunyi password yang ditekan membuat Baekhyun seketika panik. Chanyeol pulang!
Terlambat., sebelum Baekhyun membereskan kekacauan yang dibuat.
Baekhyun meringis, memohon maaf ketika mendapati wajah terkejut Chanyeol. Lelaki itu berdiri didepan pintu dengan jas yang telah tersampir di bahunya, lengan kemejanya digulung sesiku yang membuatnya tampak sangat 'hot'. Tatapan tajam ketika mendapati kertas yang berserakan dan bungkus snack yang tak dibuang.
"Selamat malam," sapa Yuta dan Airin bersamaan. Mereka tak tahu jika akan ada orang lain yang masuk, lebih tepatnya kini mereka penasaran dengan seseorang yang sangat tampan dan sepertinya tinggal bersama dengan sang sahabat.
"Oppa!"
"Hyeri! Apa yang kau lakukan disini?"
Chanyeol berjalan mendekati Hyeri, mengamati adiknya yang tengah memakan es krim dan ada Baekhyun disampingnya. Apa ini semacam pendekatannya sebagai adik ipar?
"Aku mengerjakan tugas dengan teman-temanku dan apartement Baekhyun jadi yang paling strategis. Tidak apa kan?"
Sesungguhnya Baekhyun tak ingin lebih banyak orang yang mengetahui 'rencana pura-pura' dengan Chanyeol. Ia hanya ingin hidup tenang dan cerai dikemudian hari. Meminta sejumlah uang ataupun rumah pada CEO kaya itu lalu keliling dunia setelah lulus. Apakah ia terlalu maruk? Tapi Chanyeol yang menawarkannya apapun.
"Lagipula, aku juga ingin dekat dengan calon kakak iparku," sambung Hyeri, tangannya segera menggamit Baekhyun lebih dekat dan merangkul hingga pipinya bersentuhan.
"Jadi anda ini … siapanya Baekhyun?" pertanyaan tiba-tiba dari Yuta membuat Chanyeol terkejut. Ia melirik Baekhyun sekilas, memberikan sebuah senyum yang mana terasa amat memabukkan, "Perkenalkan aku Park Chanyeol dan aku adalah calon suami Baekhyun."
Selancar itu Chanyeol berkata dan secepat kilat berita itu tersebar ke dunia maya.
Bersambung –
Note Chapter 8 :
Ada yang nikahan nih, ada yang mau datang gak? Nih ku sebar undangannya hehehe. Gak henti-henti kuucapkan terimakasih yang udah mau mampir dan baca cerita aku. I hope u like it! Kalo ada saran, tinggalkan dikotak review ya~ aku suka bacanya. Btw, selamat tahun baru3 semoga tahun 2021 akan lebih baik dari tahun 2020 ya, semua harapan akan segera terwujud dan semoga bahagia..
Thank's. Terluv buat kalian ^o^
