Disclaimer

Prince of Fire

By

Anime Lovers Indonesia

Masashi Kishimoto dan Michael Dante Di Martino & Bryan Konietzo

Genre: Family dan Friendship

DON'T LIKE, DON'T READ

Enjoy This Story

WARNING : Typo, kata tak baku dkk

Sebelumnya di Prince of Fire

"Sepertinya Appa harus menunggu Aang" ucap Naruto.

"Ya Appa bisa menunggu, kita harus segera hentikan semua ini" lalu mereka menuju ketempat Sokka.

'Seperti ada yang mengawasi' batinnya. Tanpa disadarinya ada sekitar 5 orang yang berdiri di atap bangunan yang tepat berada di tempat Naruto dkk tinggal saat ini sedang menatap kearah gubuk tersebut.

"Kita harus melaporkan ini pada Long Feng bahwa Prince of Fire ada di Ba Sing Sei bersama dengan Avatar" ucap salah satu dari mereka. Lalu mereka menghllang dalam asap ditengah keheningan malam.

Chapter 7

"Pagi yang damai" ucap Sokka yang membuka jendela.

"Sebaiknya kita sarapan dulu seblum memulai pencarian" ucap Katara sambil menyajikan makanan yang dia terima dari Sifu, teman Naruto.

"Apa kita harus berpencar ?" tanya Toph.

"Ide yang bagus Toph. Aku dan Toph akan mencari daerah sekitar sini, Aang dan Momo akan mencari via udara dan Sokka, Katara akan mencari yang lain sekalian mencari bahan makanan untuk kita. Sebisa mungkin untuk tidak membuat keributan, kegaduhan, bahkan menjadi pusat perhatian khususnya kau Aang karena kau seorang avatar dan juga King Bumi belum mengetahui kau ada di Kotanya dan apa tujuan kita kesini. Sebisa mungkin kerjakan dengan rapi" ucap Naruto sambil memakannya.

"Terkadang aku berpikir, darimana kau mendapatkan uang ini Naruto" tanya Sokka.

"Aku sering membantu di desa-desa dan sebagai imbalannya mereka memberiku beberapa uang ini" ucap Naruto menunjuk kantong kulit yang berisi koin.

"Setelah sarapan selesai kita mulai pencariannya" ucap Aang dengan semangat menemukan temannya. Mereka menyantap sarapan sederhana mereka.

Disuatu tempat yang jauh dari Ba Sing Sei, tampak di sebuah tenda yang bersimbol Negara Api, didalamnya terdapat 4 orang yang sedang berdiskusi atau tampak sesosok wanita yang sedang memarahi seorang pria tua.

"Maafkan saya Putri Azula" ucapnya.

"Aku tidak menerima permintaan maaf Menteri Qing. Kau tahu kesalahanmu" ucapnya dengan tegas dengan kobaran api biru ditangannya.

"Saya paham, saya paham Putri Azula" ucap Qing sambil bersujud memohon ampun kepala Azula.

"Baiklah, mengingat jasamu pada Negara Api begitu besar aku tidak akan membunuh disini tapi aku tidak ingin melihatmu lagi disini"

"Sekarang pergi dari hadapanku!" teriaknya lalu snag menteri itu lari meninggalkan tenda.

"Woww Azula kau membuatnya lari seperti dikejar anjing" ucap Ty Lee yang melakukan akrobat srkusnya.

"Garang seperti biasanya" ucap Mai sambil memainkan pisaunya.

"Aku benci dengan kegagalan dan akibat kesombongan dia kita gagal menginvasi Ba Sing Sei" ucapnya yang duduk di singgasananya.

"Apa rencanamu selanjutnya Azula ?" tanya Ty Lee.

"Aku masih memikirkannya, untuk saat ini kita bisa bersantai disini" ucap Azula. Ty Lee langsung berteriak kesenangan dan segera mencari tempat sirkus terdekat sementara Mai hanya melambaikan tangan seolah ingin pergi dari tenda tersebut dan menyisahkan Azula sendiri di tenda tersebut.

Kembali dengan rombongan Naruto

"Sepertinya kau sedang senggang Sifu" ucap Naruto yang memasuki kedai bersama Toph.

"Owh Naruto dan temannya" ucap Sifu.

"Namaku Toph" ucapnya.

"Ahh salam kenal Toph. Aku Sifu" ucap Sifu.

"Yayaya aku sudah tahu namamu bocah kedai" Toph berkatan dan mendapat tawa pelan dari Naruto dan Sifu.

"Owh ya aku tidak melihat temanmu yang lain " tanyanya.

"Mereka berpencar mengumpulkan sesuatu" ucap Naruto.

"Apa kau kesini untuk mengumpulkan sesuatu juga ?" tanya Sifu.

"Tepatnya begitu. Jadi langsung saja, apa yang terjadi dengan kota ini ?" tanya Naruto.

"Aku tidak paham dengan apa yang kau maksud Naruto ?"ucapnya.

"Apa aku yang bodoh atau kalian. Apa kalian tidak merasakan hal yang cemas ?" tanya Naruto lagi.

"Cemas akan hal apa, kami disini hidup damai" balasnya.

"Apa kau tidak mendengar sebuah berita pagi ini tentang bor Negera Api yang mencob-" sebelum ucapan Naruto selesai, Sifu langsung menutup mulut Naruto dengan kuat dan melihat pengunjung kedai yang menatap kearah mereka.

"Silahkan lanjutkan lagi makanan kalian dan jangan sungkan untuk tambah. Untuk hari gratis minuman bagi yang ada disini. Kalau begitu kami permisi dulu" Sifu langsung menarik Naruto dan Toph menuju dapur.

"Apa yang terjadi padamu kawan ?" Naruto dapat melihat kegugupan di raut wajahnya.

"Dia ketakutan Naruto. Ada yang tidak beres dengan kota ini" ucap Toph.

"Aku tidak ketakutan, aku hanya aku hanya-" Sifu pun bingung dengan kata yang ingin dia katakan.

"Ada apa dengan kota ini ?" tanya Naruto.

"Kota ini damai, tentram dan tak ada perang disini" ucap Sifu.

"Perang ada dimana-mana, Negara api sedang mencoba menerobos tembok Ba Sing Sei kemaren dengn bor yang mereka miliki. Apa tidak ada berita itu terdengar" ucap Naruto.

"Tidak ada perang, tidak ada invasi. Kami cinta damai disini dan perang telah usai" ucapnya.

"Semua kata-katanya penuh dengan kecemasan dan ketakutan Naruto" ucap Toph.

"Kita sudah kenal cukup lama Sifu, kau sudah kuanggap keluarga sendiri setelah pertemuan kita di Omashu. Apa yang terjadi padamu sobat ?" tanya Naruto.

"Tolong jangan laporkan aku ke Dai Li, aku takut aku takut" ucapnya dengan berteriak ketakutan. Toph langsung saja membuatnya pingsan.

"Kau jaga dia bentar, aku akan mengatasi hal yang diluar" lalu Naruto menuju dalam kedai dan menceritakan apa yang terjadi. Dia mengatakan bahwa sang pemilik tiba-tiba kesakitan karena kakinya digigit ular liar yang masuk ke dapur tapi mereka tak perlu takut karena dia telah membereskan masalahnya. Beberapa orang kasihan dan tetap memberikan bayaran atas minuman mereka walaupun itu gratis dan mendoakan kesembuahannya. Lalu para pengunjung pergi dari kedai dan Naruto menutup kedai.

"Semuanya terkendali" ucap Naruto.

"Dari ketika kau menanyakan tentang keadaan kota ini, dia diliputi oleh ketakutan dan kecemasan" ucap Toph.

"Kau bisa merasakan kalau seseorang itu berbohong " tanya Naruto.

"Aku bisa karena aku buta, jadi aku lebih mempekakan indera perabaanku. Ketika aku menyentuh tanah, aku merasakan getaran cepat dan bergelombang darinya" ucap Toph sambil menunjuk kerah Sifu yang pingsan.

"Sejak kapan kau memiliki kemampuan ini Toph" ucap Naruto.

"Kau ingat ketika pertama kali aku bergabung dnegan kalian. Aku merasakan suatu gelombang datar dan bertempo pelan dari tanah ketika kau membicarakan kisahmu. Kau mungkin tidak ada di sana tapi ketika kamu menemukan pengendali pasir yang mengambil Appa di gurun pasir, aku juga merasakan gelombang tanah yang datang darinya tapi tapi gelombangnya kencang bergelombang dan cepat. Ketika kami terus mendesaknya, gelombang itu semakin kencang. Aku berucap padanya kalau dia bohong tapi dia menyangkalnya tapi ketika Aang terus menyudutkannya dan pada akhirnya dia mengakui kalau dialah yang telah mengambil Appa selagi Aang dan yang lain masuk ke perpustakaan itu" jelas Toph.

"Kemampuan yang sangat berguna Toph" ucap Naruto.

"Sebaiknya kita membaringkannya ke kamar dan segera pergi dari sini" ucap Naruto. Selesai membereskan masalah, mereka berdua meninggalkan kedai mencari informasi di tempat lain.

"Sepertinya kita harus menjelajah lebih jauh lagi Naruto" ucap Toph.

"Tapi aku masih penasaran siapa itu Dai Li dan kenapa mereka tidak merasa takut setelah kejadian kemaren" ucap Naruto.

"Untuk itulah kita lakukan ini. Dapatkan semua informasi ini" ucap Toph lalu mereka berkeliling pasar menanykan informasi yang mereka butuhkan seperti apa disini ada pasar gelap yang menjual barang curian, atau apa mereka tahu Dai Li, atau mereka mendengar berita tentang Negara Api yang melancarkan perang ke ketiga negara. Ekspresi mereka semua sama, ketakutan dan kecemasan. Itu lantas menjadi misi penting Naruto untuk mengetahui apa yang terjadi.

"Semuanya ketakutan dan diliputi kecemasan" ucap Toph.

"Mereka juga sering melihat-lihat sekitar ketika kita membahas tentang Dai Li" ucap Naruto.

"Sepertinya ada yang mencurigakan tentang Dai Li" ucap Toph.

"Aku setuju denganmu" balas Naruto.

"Apa kita sudahi ini Naruto ?" tanya Toph.

"Kau boleh kembali ke penginapan kita. Aku akan berkeliling sebentar lagi" tanpa menjawab ucapan Naruto, Toph lalu berjalan menuju tempat tinggal mereka dan Naruto yang melanjutkan perjalanan menyisiri daerah tersebut.

"Sepertinya mampir sejenak tidak ada salahnya" ketika dia memasuki kedai teh tersebut. Dia melihat dua sosok yang begitu dia kenal.

"Paman" Naruto segera berjalan cepat menuju sosok itu dan memeluknya.

"Apa kau kenal dia Mushi ?" tanya pria lain disampingnya.

"Dia keponakanku yang lain seperti Lee" ucap Mushi a.k.a Iroh yang sedang menyamar.

"Kalau begitu aku tinggal" ucap pria itu.

"Terimakasih pak" ucap Naruto.

"Paman kenapa namamu Mushi dan kak Zuko itu Lee" tanya Naruto.

"Kami memutuskan untuk memulai hidup baru di Ba Sing Sei sebagai penjual teh" ucap Iroh.

"Apa yang kau lakukan disini Naruto ?" tanya Zuko.

"Aku juga baru sampai disini kemaren, kau tahu kemaren ada sebuah bor dari Negara Api yang mencoba menerobos dinding Ba Sing Sei tapi kami berhasil menghentikan kak Azula dan temannya menghancurkan dinding itu" Zuko yang mendengar nama Azula langsung terdiam.

"Aku butuh beberapa bulan dan hampir menaklukan Ba Sing Sei tapi itu semuanya gagal" ucap Iroh.

"Sepupu Lu Ten sudah damai disana paman tapi kau mempunyai kami berdua" lalu Iroh menarik Naruto dan Zuko ke pelukan, memeluk mereka dengan erat.

"Kalian hartaku satu-satunya" ucap Iroh.

"Kau adalah orang tua, teman dan guruku paman Iroh" ucap Naruto.

'Yang dikatakan Naruto benar paman. Kau tidak sendiri, itu yang selalu kau katakan ketika aku merindukan rumah" ucap Zuko.

"Terimakasih semuanya, baiklah kita harus merayakannya dengan minum teh" ucap Iroh yang berjalan menuju. Zuko hanya memutar matanya dan Naruto yang tampak bersemangat.

"Buatkan aku teh gula batu paman" ucap Naruto.

"Kalian memang tidak berubah" ucap Zuko.

"Kau harus sekali menikmati teh buatan paman kak, buatannya salah satu terbaik di seluruh negara" ucap Naruto.

"Kau terlalu memujiku Naruto" Iroh menyajikan secangkir teh dan tercium bau manis dari teh tersebut. Mereka melanjutkan reuni mereka tapi mereka tidak sadar telah menjadi incaran sosok anak muda yang tengah mengintip dari luar kedai.

Time Skip

"Apa yang kita lakukan disini ?" tanya Naruto yang merasakan hal aneh pada wanita tersebut.

"Tadi siang, wanita ini datang ke tempat kita dan dia mengatakan bahwa dia utusan kerajaan, menyambut kita di Ba Sing Sei dan telah menyediakan rumah yang lebih baik dari pada gubuk dan sore ini akan membawa kita kerumah singgah" bisik Aang.

"Tapi dia tampak mencurigakan, dia selalu tergagap ketika Sokka membahas Negara Api atau perang" bisik Katara sambil melihat wanita yang menuntun mereka itu.

"Bagaimana menurutmu Toph ?" tanya Naruto.

"Sama seperti temanmu yang tadi" ucap Toph.

"Apa maksudnya Naruto, apanya yang sama seperti temanmu tadi ?" tanya Sokka yang ikut nimbrung.

"Nanti kita akan sampaikan hasil pencarian kita, jangan sampai yang lain mendengar" ucap Naruto dan mereka mengangguk. Mereka telah sampai dirumah yang telah disediakan, tampak lebih bagus dari gubuk mereka.

"Nah ini tempat kalian, besok pagi aku akan menjemput kalian untuk menjelaskan tempat-tempat di Ba Sing Sei. Kalau begitu selamat tinggal dan selamat datang di Ba Sing Sei kota yang damai dan tentram" tanpa mendengar jawaban dari Aang dan yang lain, dia langsung pergi.

"Wanita yang aneh" ucap Sokka memasuki rumah tersebut.

"Kota yang aneh lebih tepatnya" ucap Naruto yang terduduk di lantai dan diikuti oleh mereka.

"Tadi kau dan Toph sempat mengatakan kalau sama seperti temanmu tadi. Apa maksudnya ?" ucap Sokka.

"Kami tadi pergi ke tempat Sifu untuk mencari informasi. Ketika kami membahas apa kalian tidak mendengar kabar bahwa bor Negara Api mencoba menerobos dinding Ba Sing Sei, dia langsung tampak cemas dan panik. Aku terus mendorongnya dengan berucap apakah kalian tidak takut Negara Api akan menjajah daerah ini seperti daerah-saerah lain. Dia menjawab disini aman, tidak ada perang dan semua hidup tentram. Toph sudah mengkonfirmasinya bahwa dia berbohong. Toph bisa merasakan kalau dia bohong atau tidak. Dia juga menyebutkan nama Dai Li. Aku yakin telah terjadi pada masyarakat disini yang berkaitan dengan Dai Li" jelas Naruto.

"Kami juga mengalami hal yang sama denganmu dan Toph, Naruto. Mereka tampak menyembunyikan sesuatu dan terlihat takut ketika berucap seperti melihat keadaan sekitar. Takut kalau ada yang mendengar apa yang mereka ucapkan" ucap Katara.

"Aku belum menemukan hal apapun tentang Appa" ucap Aang sambil tertunduk lesuh.

"Kita akan menemukan temanmu Aang, aku janji" ucap Naruto.

"Owh ya acara kerajaan akan diadakan dalam 3 hari mendatang untuk merayakan ulang tahun hewan peliharaan Kin Bumi tapi sayangnya undangan sudah tersebar dan hanya yang menerima undangan yang diperbolehkan masuk" ucap Katara.

"Berarti kita harus mencari cara agar bisa masuk dan bertemu dengan King Bumi" ucap Aang.

"Kita akan masuk tanpa ketahuan dari para penjaga atau dari para Dai Li. Besok aku berkeliling lebih jauh lagi. Aku butuh lebih banyak informasi tentang mereka" ucap Naruto.

"Sebaiknya kita berisitirahat supaya bisa memulai besok dengan tenaga penuh" ucap Katara.

"Jangan Khawatir Aang, kita akan temukan Appa" ucap Naruto yang menepuk pundak sang avatar.

"Tentu Naruto" ucap Aang yang membalas ucapan temannya itu.

Di suatu tempat lebih tepatnya di sebuah ruangan tampak sosok wanita yang sedang menghadap ke pria botak dengan jenggot panjang.

"Laporanmu aku terima Joo Dee, terus pantau situasi dan laporkan padaku. Jika terjadi sesuatu jangan sungkan lapor ke Dai Li" ucapnya.

"Baik Long Feng" ucap sosok yang bernama Joo Dee.

"Kau boleh pergi dan bersiap untuk besok" ucap Long Feng. Joo Dee pergi meninggalkan tempat menyisahkan Long Feng yang sedang menatap kearah perapian.

"Kita lihat sejauh mana kalian akan bergerak di daerah kekuasaanku Avatar, anak suku air, anak keluarga Beifong dan tamu yang paling penting Pangeran Negara Api Naruto" ucapnya sambil melihat kertas buronan yang berada ditangannya.

To Be Continue

Terimakasih tetap setia menanti cerita ini update dan terimakasih komentar-komentarnya dan tetap setia sampai cerita ini tamat ya.

Arigatou Gozaimasu

Anime Lovers Indonesia's Out