"Ma-afkan aku tuan!" Pria tua berjenggot dari clan Phenex tidak mampu menahan berat tubuhnya karena tekanan dari Naruto, ia langsung berlutut dengan tubuh bergetar.
"Nee... Yui-chan, apa yang terjadi jika kita menghancurkan kota kecil ini?" Semua telinga yang mendengar pertanyaan Naruto tersentak kaget, mereka menatap ke arah sosok pemuda pirang tersebut dengan iris mata bergetar, tidak terkecuali Yui dan Asia.
"Ma-master i-itu ide yang buruk, jangan menanyakan hal seperti itu lagi oke~!" Yui memaksakan ekspresi tenang di senyumannya, namun dari nada jelas sosok peri imut itu tengah ketakutan setengah mati.
Jika master yang ia layani menghancurkan Fire City, dengan status Noble yang Naruto miliki, itu hanya akan dianggap sebagai perebutan wilayah oleh sistem, namun tentu saja Naruto akan dimusuhi oleh Clan Phenex setelahnya. Kekuatan Naruto memang terbilang kuat, status yang Naruto miliki di menara juga spesial, namun jika terjadi konfrontasi antara Naruto dan Clan Phenex, ada kemungkinan identitas Naruto akan terbongkar.
—Para dewa ototmatis ikut campur, untuk menghentikan pelantikan dewa ke-104 di menara.
Kekuatan dewa berasal dari menara, jika seorang dewa kembali muncul maka kekuatan itu akan kembali dibagi menurut peringkat dewa, andai pun Naruto menduduki peringkat ke-104 itu masih akan banyak mengurangi kekuasaan dewa yang ada saat ini.
"Hehe... canda~!" Naruto terkekeh ke arah pria tua tersebut, sebelum melangkah pelan lebih dekat ke arahnya. "Tetapi jika gerbang ini masih belum terbuka, maka akan kulakukan lho~" Bisik Naruto lirih.
"Ba-baik!" Dengan sempoyongan pria tua itu berdiri lalu berbalik cepat, ia berteriak lantang karena saking takutnya pada Naruto. Ia tidak mau mengambil resiko atas kemarahan Naruto, yang akan menghancurkan kota jika terpancing.
—Hal yang lebih ia khawatirkan ialah, keselamatan tuan muda Clan Phenex, sebab seseorang harus membunuh atau membuat ia menyerah untuk merebut Fire City.
"Buka pintu ~nyaaa!"
Naruto tersenyum puas ketika melihat ekspresi ketakutan pria tua tersebut, sebelum berbalik menengok ke arah Asia dan Yui. Dua perempuan itu seakan menatap dirinya hantu, terlihat mereka juga ketakutan, Hati Naruto cukup merasa perih saat melihat Asia membuang muka darinya.
"Ah~ sepertinya aku terlalu berlebihan... kalian tahu itu hanya reaksi spontanku! Seperti... ano... kalian tahu... aku tidak menyukai seseorang yang berbuat sesukanya pada orang yang kusayangi~..."
Naruto sedikit gugup menjelaskannya, terlihat ia sedikit gelisah ketika Asia menatap matanya. Gadis pirang berwajah manis itu semakin memperdalam tatapannya, itu membuat Naruto semakin gugup dan terpaksa memutuskan tatapan mereka.
"Ha'i ini Naruto-kun yang ku kenal~!" Asia menjerit senang, ketika mendapatkan sapphire Naruto kembali menatap dirinya dengan penuh kehangatan.
Kalian tahu seperti apa perasaan rindu? Ya, jika bertemu dengan seseorang yang kalian rindukan, tubuh kalian akan secara otomatis ingin memeluk tubuh orang yang kalian rindukan.
"Aku senang dirimu kembali, Naruto-kun..." Begitu pun dengan Asia, gadis itu langsung menerjang Naruto lalu menenggelamkan wajahnya di dada Naruto. "Kemana saja kau... aku kangen~!"
Mulut bisa berbohong karena pikiran terlibat, namun jika hati yang mengambil alih, maka ia akan mengeluarkan semua yang tertahan di dalamnya. Itulah yang terjadi pada Asia, ia melampiaskan semuanya di dada Naruto.
"Bukankah aku selalu disini?" Ucap Naruto lembut sembari mengusap pelan punggung Asia.
"Bukan-! Tadi itu orang lain!" Asia menggeleng dengan ucapan membentak.
"Ha'i maaf kalau aku meninggalkan mu tadi sebentar!" Ucap Naruto pelan, ia juga tidak membantah jika sikapnya tiba-tiba berubah. Naruto melirik status Dark Power, alisnya mengerut ketika status tersebut turun satu angka.
—(20)? Seingat Naruto tadi (21) dan tidak ada pemberitahuan pengurangan atau apapun itu. Lagi pula Naruto baru tahu status yang telah didapatkan bisa berkurang.
Naruto pun tersenyum, ia sebenarnya menyukai pribadinya yang angkuh, agar dirinya selalu percaya diri menghadapi semua musuh, namun Naruto tidak menyukai dirinya yang dingin kepada orang terdekatnya.
"Asia aku menyayangimu!" Dalam lamunannya, tanpa sadar Naruto mencium rambut Asia sembari berbisik lirih.
~Ding!
[Tahap terakhir dari misi dicapai, misi anda berhasil!
Uzumaki Naruto telah mengakui perasaannya, dengan cinta kalian yang tulus dan keputusan dari dewi Hera, Uzumaki Naruto resmi menjadi suami anda!
Skill passive (Soulmate) didapatkan!
Title The Wife Star didapatkan!
Pasangan pertama yang menikah diantara penantang, skill active (Longing Portal) didapatkan!
Beberapa dewa-dewi mengucapkan selamat atas pernikahanmu, dintara mereka ada yang memberikan hadiah!
1 G didapatkan dari dewa kekayaan Kakuzu!
Status Charm didapatkan dari dewi kecantikan!
Holy Marriege Ring didapatkan dari Athena!]
Asia menatap kaget layar status yang muncul tiba-tiba dihadapannya, sebelum mengangkat kepala, mendongak ke arah wajah Naruto. Pemuda yang berstatus sebagai suami dadakan-nya itu tersenyum damai padanya, mereka saling menatap dalam diam.
Naruto juga mendapatkan banyak pemberitahuan, termasuk title yang memberikan poin status, bahkan seorang dewa iblis mengirimkan novel porno kepadanya, namun pemuda itu terlalu acuh untuk hal seperti tersebut.
—Menatap terpaku pada iris green Asia, terpesona oleh kelembutannya.
~Drrrtt!
Di saat mereka saling menatap, gerbang kota tiba-tiba terbuka, suara deritan kayu mengganggu momen romantis pasangan baru tersebut. Naruto melirik sebentar ke arah gerbang, tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya.
"Sebagai permintaan maaf karena aku bersikap dingin padamu, aku akan menggendongmu Asia-chan!"
Naruto berlutut, memberikan punggungnya pada Asia. Gadis tersebut masih linglung dengan situasi, namun hati kecilnya merasa ia harus menerima tawaran Naruto
~Hup!
Ketika Asia telah naik ke punggungnya, Naruto berdiri. Dengan status Str yang sangat tinggi tubuh Asia serasa ringan seperti bulu. "Uhk! Sepertinya kau harus diet Asia-chan... berat-!" Namun ia bersikap seperti tengah membawa sesuatu yang berat di punggungnya.
"Mou~!" Dikatain berat oleh orang tersayang dimomen seperti ini, tenti saja Asia malu. Ia mencubit gemas bahu Naruto dengan kesalnya.
"Hehe... canda! Meskipun berat, jika itu Asia-chan aku akan berjuang kok~!" Naruto tersenyum lebar ke belakang, sebelum melangkahkan kakinya menuju gerbang kota.
Hati Asia terasa kian menghangat dengan senyuman Naruto, wajahnya memerah dengan senyum manis di bibir, sebelum menenggelamkan wajahnya di punggung lebar Naruto.
Yui yang sedari menonton drama antara Asia dan Naruto mendesah lega, sebelum menatap kembali pungung Asia digendongan masternya dengan sebuah senyuman.
"Aku berharap mereka menjadi pasangan bahagia~!" Gumam Yui lembut.
Manik Green itu membelalak saat dirinya memasuki Fire City, puluhan prajurit berbaris tidak jauh dari gerbang kota, lengkap dengan zirah besi dan senjata. Asia tidak bisa melihat level prajurit berzirah seperti sebelumnya, menandakan level mereka lebih tinggi darinya.
"Jadi mereka penyebabnya hingga kau berani membuka gerbang tanpa seizin-ku?"
Tidak jauh di belakang barisan prajurit, terlihat seorang pemuda berpakaian mewah, rambutnya juga pirang, dan bisa terbilang lebih tampan dari Naruto.
Dihadapan pemuda, pria tua yang digertak Naruto bersujud dengan tubuh gemetar, punggung orang tua tersebut diinjak oleh pemuda bangsawan.
"Kenapa kau tidak membunuh mereka? Orang bodoh itu hanya berlevel 11-! Dasar bajingan!" Bentaknya sebelum menghantamkan kembali kaki berlapiskan sepatu boots itu ke punggung Pria tua tersebut.
"Hamba tidak mampu tuan muda, ia seorang First Human!" Bagi orang lain, title Naruto masih terdaftar sebagai First Human.
"Apa!" Pemuda pirang terkejut bukan main, gelar First Human setara kedudukannya dengan kepala keluarga Clan agung di seluruh menara. Ia menunduk dengan wajah gelap, ekspresinya tak terbaca.
"Riser Phenex?"
Sedangkan di sisi Naruto, ia menggunakan telepati pada Yui, bertanya tentang identitas dari pemuda pirang bangsawan.
"Selain skill passive Clan Phenex, ia tidak memiliki kemampuan bertarung?" Yui menangguk di samping Naruto, meyakinkan semua informasi yang telah ia berikan benar.
"Hm..." Perasaan Yui mulai tidak enak ketika Naruto tampak berpikir, sebab Naruto saat ini belum labil dan sulit ditebak, bisa-bisanya Naruto ingin membunuh tuan muda dari Clan Phenex tersebut.
Raiser dan Naruto tampak sama-sama berpikir, dalam diamnya mereka, tanpa sadar tatapan mereka bertemu, kemudian saling melempar senyum.
"Jika aku berhasil melenyapkan seorang penantang First Human, ayah pasti akan memberikan aku hadiah, selanjutnya aku bisa bebas dari tempat terkutuk ini!"
Naruto menyeringai kejam mendengar gumaman Raiser, ia sedari tadi menggunakan keunggulan stat Sense miliknya agar dapat mendengar semua suara di radius 1km. "Jika aku membunuhmu terlebih dahulu?" Ia bertanya tentu pada Raiser, sayangnya suaranya amat pelan untuk didengar oleh Raiser.
Ajudan Raiser dan Yui sama-sama membulat kan mata, rencana kedua tuan itu sama sekali tidak akan membuahkan hasil yang manis.
Hallo, agak kesorean updatenya dan menurut prediksiku, tidak ada chapter ke-2 untuk hari ini, masih prediksi lho~!
Maaf jika sekiranya semakin pendek, dan mungkin agak membosankan bagi kalian... terkadang bacaan pendek itu membuat reader bosan dan tak fokus pada alur.
Apa hubungan Naruto dan Asia berjalan baik sejauh ini, kesannya memaksa bagi kalian nggak? ~butuh saran sebab baru belajar romance!
Lalu, jika sempat akan ada chapter lagi untuk hari ini, namun kalau tidak kalian harus puas dengan hanya satu.
Arigatou untuk semua dukungan kalian...
Ps: Target buat cerita lemon udah mau tercapai, ingat 70 Follwers ya... jadi nanti aku mau ngilangin stress dengan lemonan aja untuk beberapa hari ke depan setelag target tercapai.
