Ninja and Ice Queen Arendelle.
Disclaimer : Naruto dan Frozen bukan milik saya.
Summary : Naruto sedang melakukan eksperimen dengan jurus miliknya, tapi itu malah membuat dirinya terlempar ke dimensi lain dan membuat tubuhnya menjadi kecil kembali dan dia bertemu seseorang yang mirip masa kecilnya. sebuah Cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.
Warning!! Sebuah cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.
Rate : T semi M
Shiraki
Naruto kini berada diatas istana Arandelle, ia melihat bahwa kota sedang ingin merayakan panen musim gugur. Ia melihat semua penduduk sedang bekerja dengan keras, begitu juga Elsa yang sedang mengurus perayaannya.
Naruto hanya bisa duduk diam menikmati alam, tapi ia tau bahwa alam sedang tidak baik karena ia dapat merasakannya. Tiba-tiba muncul pusaran angin yang terbang disekitarnya, pusaran angin itu juga membawa beberapa daun musim gugur.
Angin itu terlihat bermain-main dengan Naruto, sedangkan ia hanya melihat itu. Beberapa saat kemudian angin itu pergi meninggalkan Naruto.
"Wind spirits." ucap Naruto pelan, lalu ia melompat-lompat diatap Istana, Naruto dapat melihat Elsa yang sedang melamun di balkon, tiba-tiba terlintas ide jahil di kepala kuning itu.
Naruto mengendap-endap dan berdiri dibelakang Elsa secara terbalik, Elsa yang masih melihat kearah laut tidak sadar bahwa Naruto sudah dibelakangnya.
"Apa itu...," gumam Elsa pelan.
"Menurutmu apa? Elsa."
Breesshhh!!
Elsa langsung membekukan pembatas balkon itu, bahkan tangannya tersangkut membuat ia kesusahan untuk menarik tangannya.
Karena tidak bisa menariknya tangannya, Elsa langsung menolehkan kepalanya ke belakang dan menatap pelaku yang membuatnya terkejut hingga seperti ini.
"Bisakah kau tidak melakukan kejahilan? Naruto?" tanya Elsa sambil menatap tajam Naruto, sedangkan sang lawan bicara hanya terkekeh kecil sebelum melakukan lompatan kecil dan mendarat dengan sempurna dibelakang Elsa.
"Anggap saja pembalasan," ucap Naruto di samping telinga Elsa, entah mengapa pintu balkon yang tadi terbuka tertutup.
"Ja-jangan aneh-aneh!" Elsa hanya bisa gugup pasalnya Naruto sedang meniup telinganya pelan, sedangkan Naruto malah semakin gencar melakukannya.
"Kenapa tidak? ini kesempatan besar karena Ratu sedang terjebak." ucap Naruto yang langsung memeluk pinggang kecil Elsa, sedangkan wajahnya ia taruh di bahu Elsa.
"Na-naruto...,hen-hentikan! Ugh!" kata Elsa karena merasakan Naruto makin memeluknya dengan erat.
"Baumu harum, apa kau menggunakan parfum bunga Violet?" tanya Naruto pada Elsa.
"Ba-bagaimana kau bisa tau?" tanya Elsa dengan berusaha melepaskan pelukan pria pirang itu.
Naruto melepaskan pelukannya, Elsa terlihat lega oleh itu. Naruto malah menyenderkan badannya ke balkon istana, Elsa yang melihat itu malah bingung sendiri.
"Entahlah, aku juga tidak tau." ucap Naruto dengan pelan, Elsa kini semakin penasaran kenapa tingkah Naruto menjadi seperti ini.
"Kau kena-...,"
Deg!
Elsa yang ingin mengatakan sesuatu malah harus tercekat ditenggorokannya, Naruto yang melihat itu hanya memandang datar Elsa.
"Naruto! kau dengar itu?!" tanya Elsa sambil mengalihkan pandangannya pada Naruto, sedangkan yang diajak bicara tidak menjawabnya melainkan melihat kearah lautan.
"Aku tidak mendengar apapun," jawab Naruto dengan nada acuh.
"Tapi itu seperti memanggilku, menurut mu apa?" tanya Elsa penasaran.
Naruto langsung menghancurkan es yang menjebak tangan Elsa, lalu Naruto membuka pintu balkon dan berjalan masuk meninggalkan Elsa sendiri.
"Naruto kena-...," Elsa hanya bisa diam dengan kata-kata miliknya yang masih tercekat ditenggorokannya, karena ia tidak melihat Naruto lagi bahkan ia baru sadar jika tangannya sudah lepas dari es.
"Naruto kau kenapa?" tanya Elsa dalam kesendiriannya, ia terlalu fokus hingga tidak menyadari bahwa Naruto-nya menghilang.
Beralih ke Anna dan Olaf yang kini sedang piknik, mereka bersantai dengan tenang.
"Hei Anna! apa kau tau bagaimana rasanya menjadi tua dan kesepian?" tanya Olaf dengan nada penasaran.
"Tentu, aku merasakannya dulu." jawab Anna dengan senyum kecil, Olaf yang mendengar hanya bisa diam. "Tapi sekarang tidak, karena ada kalian. Elsa, Naruto, Kristoff, Sven dan kau, oh jangan lupakan gerbang yang selalu terbuka. Aku sudah tidak kesepian lagi." ucap Anna dengan nada senang.
"Aku tidak paham, mungkin aku akan paham saat aku lebih tua." ucap Olaf polos, lalu ia mengambil daun musim gugur disampingnya.
"Mungkin Olaf, aku menunggu itu." ucap Anna dengan senyuman yang selalu terpasang di wajahnya, Olaf langsung tersenyum juga.
Mereka menghabiskan waktu siang hari disana hingga mereka memutuskan untuk kembali ke kota, mereka menemui beberapa insiden kecil dalam menuju kota.
Anna lalu bertemu dengan Kristoff yang sepertinya sedang berbicara dengan Sven.
"Hei Kristoff!" Anna langsung memeluk punggung kekasihnya itu, sedangkan yang dipeluk langsung gelagapan.
"A-ah An-anna?? bagaimana kabar mu?" karena bingung atau kaget Kristoff malah mengatakan sesuatu yang aneh, Anna malah heran dengan kelakuan kekasihnya ini.
"Kau kenapa? kau tidak seperti biasanya." ucap Anna dengan nada penasaran.
"Bukan apa-apa...," ucap Kristoff sambil cengegesan gk jelas, Anna sendiri masih bingung tapi ia tidak ambil pusing melihatnya.
Kristoff menyembunyikan sebuah cincin dibelakang tubuhnya, lalu ia cepat-cepat menaruhnya disaku depannya saat Anna tidak melihat kearahnya.
Kembali pada Naruto yang sedang bersandar di lorong, ia terlihat melihat sebuah cincin putih dengan dengan ukiran Es. Terlihat wajah Naruto yang sedang memikirkan sesuatu, ia menghela nafas kasar dan memasukkan cincin itu ke saku-nya lagi.
Elsa terlihat berada di sisi lorong lainnya, ia melihat Naruto di sisi lorong itu dengan wajah yang menatap langit-langit.
"Naruto! kau kenapa?" tanya Elsa sambil berjalan, ia menghampiri Naruto yang kini melihat dirinya dengan ekpresi yang tak terbaca.
Elsa berjalan hingga Naruto berada dihadapan dirinya, ia melihat Naruto tersenyum kecil padanya.
"Tidak apa-apa, Elsa." balas Naruto dengan nada menyakinkan, Naruto juga mengelus surai putih Elsa dengan lembut, mendapat perlakuan seperti itu malah membuatnya semakin penasaran dengan pria pirang ini.
"Huh! baiklah jika kau tidak ingin memberi tahu ku, akan aku cari sendiri jawabannya." Elsa menatap Naruto dengan kesal, Naruto sendiri malah menggosok rambutnya dengan kencang dan membuat rambut Elsa berantakan.
"Sudah, bagaimana jika kita ke kota sekarang? festival-nya akan dimulai." kata Naruto berusaha memperbaiki keadaan.
Elsa sepertinya masih kesal pada Naruto, buktinya ia mengabaikan ucapan Ninja pirang itu. Tak kehabisan akal Naruto langsung menggendong Elsa dengan gaya bridal style.
Sringg!!
Dalam sekejap tempat mereka berganti, sekarang mereka tidak berada dilorong panjang istana. Elsa merasakan hembusan angin yang kencang membuat ia harus menutup matanya.
"Lihatlah Elsa, ini adalah Arandelle." ucap Naruto kepada Elsa.
Elsa langsung membuka matanya, disana ia bisa melihat semua warga Arandelle yang sedang bersukacita. Sungguh pemandangan yang sangat indah baginya, ia merasa bahwa kerja kerasnya terbayar.
"Apa yang kau rasakan?" tanya Naruto kepada Elsa yang masih diam melihat kearah kota, mereka kini berada di puncak tertinggi istana, sehingga mereka dapat melihat pemandangan seluruh kota.
"Entahlah..., aku rasa bahwa ini memang yang terbaik dan aku akan melakukan terbaik untuk kerajaan ini." ucap Elsa yang masih fokus melihat kearah kota, ia bisa melihat banyak anak kecil yang berlarian dengan tawa yang melekat diwajah mungil mereka.
"Begitukah? kalo begitu mari kita turun. Pegangan, Elsa!" ucap Naruto yang langsung melompat, Elsa langsung reflek memeluk leher Naruto agar tidak terjatuh walapun ia tau bahwa Naruto tak akan membiarkannya jatuh.
"Naruto! hati-hati!!" teriak Elsa sambil mengeratkan pelukannya di leher Naruto, tapi sepertinya teriakan Elsa malah seperti suruhan ditelinga Naruto.
Naruto melompat dari atap istana hingga ia sampai diatap warga, Naruto melihat ke sekitar untuk mencari Kristoff dan Anna. Setelah menemukannya Naruto langsung meloncat kearah mereka, Naruto langsung menurunkan Elsa.
"Sudah sampai Elsa, kau bisa membuka matamu." ucap Naruto dengan santai, sedangkan Elsa sendiri menatap Naruto dengan tatapan kesal, tapi itu terlihat lucu dimata Naruto.
"Itu tidak lucu!" balas Elsa kesal, Naruto yang tidak tahan dengan kelucuan sang Ratu langsung mencubit pipi putih itu.
"Maaf-maaf, tapi kau menggemaskan jika kesal seperti ini." ucap Naruto sambil mencubit pipi putih Elsa, Naruto mencubit pipi itu dengan lembut tidak terlalu kasar.
"Hwenthikahn! Narhutho!!!" teriak Elsa tidak jelas karena pipinya yang maih dicubit, Naruto bukannya melepaskan cubitannya ia malah makin tertawa melihat kelucuan Elsa.
"Aku tidak tau kau bilang apa Elsa, kurang jelas." Naruto masih melanjutkan kegiatannya menggoda Elsa, tanpa mereka sadari kini semua mata menuju kearah mereka bahkan Kristoff dan Anna yang sudah dekat dengan mereka hanya diam melihat kelakuan dua orang itu.
"Lwepaskhan!" teriak Elsa yang berusaha menyingkirkan tangan Naruto dari pipinya.
"Hahahaha! baiklah," tawa Naruto makin menjadi, tapi akhirnya ia lepaskan juga.
Elsa langsung mengelus pipinya yang memerah sambil menatap Naruto dengan tajam, sedangkan Naruto malah mengedipkan matanya pada Elsa.
"Elsa!" teriak Anna memanggil Elsa, Naruto menoleh kearah Anna dan Kristoff yang berdiri dibawah tiang yang digunakan untuk mengibarkan bendera Arandelle.
"Elsa, lakukan tugasmu." ucap Naruto menunjuk kearah Anna yang melambaikan tangannya, Elsa hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman kecil.
Elsa langsung berlari kearah Anna dan memeluk saudarinya itu, mereka mengucapkan beberapa kata pada para penduduk yang mendengarkan. Naruto hanya mengamati dari tempatnya tanpa ada keinginan untuk mendekat, tiba-tiba sebuah ide terlintas di kepalanya.
"Hei Kurama? bagaimana jika kita meriahkan hari ini?" tanya Naruto pada partnernya, Kurama yang sedari tadi didalam tubuh Naruto hanya menaikan alisnya bingung.
"Huh? apa maksudmu?" tanya Kurama bingung.
"Lihat saja nanti." ucap Naruto yang langsung melompat ke atap rumah orang, lalu ia membuat sebuah Rasengan tapi ternyata itu bukan Rasengan biasa karena mulai berubah bentuk hingga.
Elsa kini sudah berpidato didepan penduduknya, lalu ia melihat bendera kerajaan yang berkibar.
"Aku janji padamu Anna, bahwa bendera Arandelle akan terus berkibar! tidak maksudku pada kalian semua!" ucap Elsa dengan lantang, para penduduk desa bersorak-sorai.
Sringgg!!!
Sebuah suara nyaring membuat mereka mengalihkan pandangannya dari sang Ratu, mereka melihat ada Naruto yang sedang berdiri dengan sesuatu berwarna biru yang berputar dengan cepat hingga menimbulkan suara yang berisik. Ya mereka melihat Naruto menggunakan versi lanjutan Rasengan Yaitu Futon Rasen-Shuriken.
Elsa melihat kearah atap dan melihat Naruto yang menganggukan kepalanya, mengerti maksud pirang itu Elsa langsung membuat sihir Es dan melemparkan kelangit hingga meledak menjadi kembang api. Naruto juga melemparkan Rasen-Shuriken miliknya, ia melemparkan begitu tinggi hingga penduduk tidak akan merasakan efeknya.
Rasen-Shuriken itu meledak menjadi bola biru yang besar dilangit, muncul kilauan karena tabrakan Elemen Es dan Elemen anginnya membuat ledakan itu begitu indah. Penduduk hanya terperangah melihat hal menakjubkan itu, langit sore yang sudah indah menjadi sangat indah sekarang.
Penduduk bertepuk tangan atas kejadian tadi, sekarang mereka tidak takut dengan orang yang memiliki kekuatan. Naruto dan Elsa mampu menunjukkan bahwa ada keindahan dibalik kekuatan yang terlihat menyeramkan, para penduduk sekarang benar-benar berharap pada Naruto dan Elsa untuk melindungi kerajaan Arandelle.
Naruto sendiri hanya tersenyum lima jari, Elsa yang melihat itu juga tersenyum kecil. Anna dan Kristoff juga ikut tersenyum karena kakak mereka benar-benar sudah diterima sekarang, Olaf dan Sven hanya bisa terkagum dengan kilauan dan ledakan di langit, Naruto langsung melompat turun dari atap.
Saat Naruto mendarat ia sudah didatangi oleh banyak anak kecil, mereka langsung bertanya-tanya pada Naruto yang membuatnya sedikit membuatnya kebingungan.
Elsa langsung memisahkan dirinya dari Anna dan Kristoff, ia menuju kearah Naruto yang sepertinya butuh pertolongan.
Mereka langsung mengadakan festival, terlihat sebuah meja panjang. Penduduk desa langsung mengambil panen mereka dan menaruhnya disana, Elsa, Naruto, Anna dan Kristoff juga membantu penduduk untuk membawa panennya, Sven dan Olaf juga ikut membantu dengan kekonyolan mereka, seperti Olaf yang mengganti hidung wortelnya dengan yang baru yang lama ia berikan ke Sven. Naruto dan Kristoff yang melihat itu sedikit merinding. Elsa bermain dengan anak-anak dan memberikan mereka sebuah hadiah berupa boneka salju yang tidak hidup seperti boneka salju buatannya, Elsa sedikit kewalahan karena ada anak yang meminta sebuah teleskop es. Naruto sendiri berbicara dengan banyak orang, sebenarnya Naruto cukup akrab dengan penduduk tapi mereka tidak tau bahwa Naruto memiliki kekuatan.
Mereka menikmati festival hingga larut malam, tapi Naruto, Elsa, Anna, Kristoff, Olaf dan Sven kini ikut membantu membersihkan kekacauan karena perayaan ini, Naruto menggunakan Kage-Bunshin untuk mempercepat.
Mereka akhirnya selesai, tapi itu sudah cukup larut. Anna mengajak mereka untuk kembali ke kastil, ia ingin membuat permainan malam dengan semua orang. Tentu saja permintaan itu di terima oleh semuanya kecuali Naruto yang sedikit keberatan, tapi akhirnya Naruto mau ikut karena Elsa menyikut perutku dengan cukup keras.
"Ughh! dia makin mirip Kaa-chan." gumam Naruto pelan.
Naruto dan lainnya berada diruang santai, mereka melihatmu Anna yang sedang memperagakan sesuatu seperti orang yang marah? atau kebelet?
"Giants Snow man?"
"Marah?"
"Frustasi?"
"Kristoff?"
Ya kegiatan mereka seperti itu malam ini, tapi akhirnya tidak ada yang bisa menebaknya sama sekali, Anna memberitahu jawabannya yang ternyata adalah 'Penjahat'.
"Ohh tadi lebih baik kukatakan pangeran sebelah itu, daripada Kristoff." ucap Naruto dengan santai, ternyata yang mengucapkan kata Kristoff adalah Naruto yang kini ditatap tajam oleh dia.
"Kau pikir aku penjahat?" tanya Kristoff dengan datar.
"Tidak, hanya saja itu seperti kau saat aku menghancurkan Es yang kau bawa karena menganggu jalan." balas Naruto dengan lancar.
Perdebatan itu berhenti ketika Olaf maju dan mau memulai permainannya.
"Oke, Boys vs Girls." ucap Olaf dengan nada percaya diri.
"Mouse!"
"Kastil!"
"Ogre!"
"Ohhh... Elsa!"
Naruto tidak menjawab sama sekali karena Kristoff mengambil semuanya, terlihat wajah Kristoff yang puas.
"Kau mengambil bagianku," kata Naruto pelan.
"Aku rasa Olaf perlu diperbaiki!" kali ini Anna yang protes, sedangkan Elsa langsung berdiri dan bersiap memulai permainannya.
Tapi tiba-tiba Elsa seperti orang gelisah, ia melihat kebelakang dengan perasaan cemas. Naruto yang tau itu langsung berdiri dan mendekati Elsa.
"Baiklah..., permainan berakhir." ucap Naruto kepada mereka semua, "Lebih baik kita istirahat sekarang." lanjut Naruto yang langsung mengajak Elsa untuk istirahat, Anna yang khawatir langsung bergegas mendekati Elsa.
"Elsa? kau baik-baik saja?" tanya Anna cemas, Elsa hanya menganggukan kepalanya.
"Aku tak apa." kata Elsa yang langsung keluar dari ruangan, Naruto sendiri hanya melihat itu dengan datar.
"Sekarang lebih baik kalian tidur." suruh Naruto yang juga ikut keluar ruangan, ia tidak menyusul Elsa melainkan langsung menggunakan jaketnya kembali dan menghilang seketika dibelokan.
Anna yang khawatir pada kakaknya langsung menyusul Elsa, kini tinggal Kristoff, Olaf dan Sven yang di ruangan.
Anna langsung mendatangi kamar kakaknya, terlihat bahwa kakaknya sedang mengenakan selendang milik ibu mereka. Elsa juga melihat kearah jendela dengan tatapan sulit diartikan, Anna mendekati Elsa.
"Elsa? kau baik-baik saja?" tanya Anna yang membuat Elsa cukup terkejut.
"Anna? tidak apa-apa. Aku hanya sedikit sedikit gelisah, aku rasa ada yang akan datang." ucap Elsa ambigu, Anna yang bingung hanya bisa diam sebelum akhirnya.
"Elsa! bagaimana jika kita tidur bersama? sudah lama bukan kita tidak tidur bersama?" ucap Anna yang sudah duduk di ranjang, Elsa terlihat ragu tapi akhirnya ia menurutinya.
Kedua saudari itu akhirnya bisa bersama, mereka bercerita sesuatu hingga Anna menyanyikan sebuah lagu kepada Elsa.
Naruto kini berada di atas kastil, ia melakukan ini untuk waspada karena bisa saja terjadi hal aneh malam ini.
Waktu berlalu hingga pukul tiga pagi, Naruto yang masih stay mulai bosan dan ingin kembali untuk tidur.
"Huh? Elsa?"
Baru saja berdiri Naruto dikejutkan dengan Elsa yang berada disamping istana, ia terlihat seperti melakukan sesuatu hingga.
Pressh!
Beberapa kristal muncul di Arandelle, Naruto melihat kristal itu dan ia tau bahwa itu simbol elemen-elemen unsur. Tiba-tiba kristal itu jatuh dan membuat semua penduduk terbangun, lalu muncul angin yang sangat kuat ditempat Naruto berdiri.
Naruto hampir jatuh kebawah karena tidak bisa menahan tekanannya, tapi Naruto langsung bersembunyi di balik tembok. Naruto melihat ke kota bahwa api yang digunakan sebagai penerangan menjadi menggila, untung saja tidak ada yang terluka tak berhenti disitu Naruto melihat air terjun yang biasanya digunakan penduduk berhenti mengalir.
Ia melihat Elsa, Kristoff, Anna, Olaf dan Sven sedang mengevakuasi semua orang, Naruto juga ingin membantu hingga ia melihat beberapa anak yang sepertinya tertinggal. Tanpa pikir panjang Naruto langsung menuju kesana, ia melihat dia anak laki-laki dan satu anak perempuan yang sedang menangis.
"Tenanglah, kakak disini untuk membantu kalian." Naruto langsung menggendong mereka semua, tapi ia masih tidak bisa menggendong salah satu anak.
"Naruto! gunakan Mode Bijju kau bisa membuat lengan tambahan dan melindungi mereka jika ada reruntuhan!" usul Kurama pada Naruto, sempat bimbang tapi akhirnya Naruto mau melakukannya.
Sshhh! Bwasshh!
Elsa dan yang lainnya sudah berada ditempat yang cukup aman, tapi Elsa tidak melihat keberadaan Naruto sama sekali disana.
"Ratu! tolong saya! anak-anak saya masih tertinggal disana!" Elsa dikejutkan dengan seorang perempuan setengah baya yang menangis, perempuan itu mengadu bahwa anaknya masih tertinggal di kota.
Elsa yang mendengar itu berinisiatif untuk kembali ke kota, tapi ia tidak jadi melakukannya karena ia melihat sebuah api atau cahaya orange yang berbentuk seperti manusia. Elsa mengamati objek itu lebih jelas dan dia bisa mengenali wajahnya itu adalah...,
"Naruto!?"
Naruto yang sudah sampai langsung menurunkan anak-anak itu, mereka langsung berlari menuju ibu mereka. Sedangkan Naruto kini ditatap kagum oleh penduduk karena bisa bercahaya seperti api, Elsa, Kristoff, Anna dan Olaf yang menaiki Sven langsung menuju kearah Naruto.
"Naruto ini kau?" tanya Elsa dengan nada terkejut.
"Kau seperti api...," ucap Anna yang mulai menyentuh Naruto, tapi Anna tidak merasakan panas sama sekali karena memang ini adalah Chakra.
"Ini salah satu kemampuanku. Tapi ketimbang itu lebih baik kita bersiap, karena 'mereka' datang." ucap Naruto mematikan Mode Bijju-nya, setelah itu tiba-tiba tanah bergoncang dan bergelinding kearah mereka batu-batu bulat yang ternyata para Trolls, Naruto sendiri langsung mengarahkan pandangannya pada satu batu yang ternyata adalah Grand Pabbie.
Naruto, Elsa dan lainnya langsung mendekat kearah Pabbie, Pabbie bernafas lega melihat mereka yang baik-baik saja. Naruto melihat Pabbie dengan pandangan seolah tau ini akan terjadi.
"Grand Pabbie ada apa ini?" tanya Elsa kepada Pabbie, ia merasa bahwa ini ada hubungannya dengan suara aneh yang hanya terdengar olehnya.
"Kau membangunkan para Roh, Elsa." bukannya Pabbie yang menjawab melainkan Naruto yang menjawabnya, tentu saja Naruto langsung dilihat oleh Elsa, Kristoff, Anna, Olaf dan Sven.
"Kau memang benar Naruto, syukurlah kau sudah antisipasi tentang ini." jawab Pabbie dan tersenyum pada Naruto, terlihat Naruto hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Elsa langsung meminta kejelasan pada Naruto dan Grand Pabbie, mereka diberitahu tentang para Roh dan Pabbie menunjukkan ramalan yang menunjukkan bahwa masa depan Arandelle... tidak ada.
Semuanya langsung terkejut tentang itu kecuali Naruto, ia hanya diam mengamati hingga Elsa memutuskan untuk mendatangi sumber masalah mereka.
"Aku harus mencari tahu sebabnya, Naruto kau tau tempatnya bukan?" tanya Elsa pada Naruto yang hanya dibalas anggukan olehnya. "Baiklah, aku dan Naruto akan pergi, Kristoff aku pinjam keretamu dan Sven." ucap Elsa kepada Kristoff yang sepertinya ragu.
"Huh? kurasa aku tidak setuju dengan opsi itu." kata Kristoff dengan nada khawatir.
"Kau ingin pergi sendiri?" tanya Anna dengan kesal.
"Ya, hanya aku dan Naruto. Kami pasti akan baik-baik saja dengan kekuatan kami." balas Elsa yang sepertinya tidak ingin melibatkan orang lain.
"Aku tidak setuju Elsa! aku akan ikut juga. Aku tau kalian pasti aman dengan kekuatan kalian tapi kita adalah keluarga jadi kita harus tetap bersama!" tolak Anna dengan keras pada Elsa, Naruto dan Kristoff hanya hanya melihat perdebatan mereka.
"Tapi Anna...,"
"Tidak ada tapi-tapian Elsa! Naruto kau setuju bukan?" potong Anna dan mulai melibatkan Naruto.
"Naruto katakan sesuatu!" pinta Elsa pada Naruto.
"Aku tidak keberatan." jawab Naruto singkat.
"Ugghh! baiklah! Pabbie bisakah kau menjaga penduduk?" tanya Elsa yang sepertinya terpaksa menerima permintaan Anna.
"Tentu, akan kulindungi." balas Pabbie dengan hormat, Elsa hanya menganggukan kepalanya dan berbicara dengan Kai mengenai kepergian mereka.
"Baiklah kita akan berangkat, Kristoff siapkan kereta mu." suruh Anna pada Kristoff, kini hanya Anna dan Naruto yang masih dideket Pabbie, Anna berniat untuk pergi dan bersiap-siap hingga ia dipanggil oleh Pabbie.
"Anna, tolong jaga kakakmu, mungkin Elsa akan melakukan sesuatu yang tidak terduga." nasehat Pabbie kepada Anna, perempuan berambut coklat itu hanya menganggukan kepalanya.
Naruto dan Pabbie kini hanya tinggal berdua, mereka melihat para penduduk yang dibantu oleh Trolls dan juga Elsa yang mengucapkan sesuatu kepada penduduk.
"Naruto, tolong jaga mereka semua." ucap Pabbie tiba-tiba, Naruto hanya melirik Trolls tua itu dengan sudut matanya.
"Tentu, ini bukan masalah besar." balas Naruto pelan tanpa melihat kearah Pabbie.
TBC :v
Author Note : Yoo! bagaimana kabar kalian? kuharap baik-baik saja ya. Oke disini akan mulai perjalanan mereka menuju Enchanted Forest, disini mungkin Naruto akan memakai Bijju modenya untuk membantu, mungkin nanti Naruto akan menggunakan kyubi untuk melawan Roh batu? mungkin saja.
Disini mungkin update akan mulai lama, pasalnya Author juga harus Liat movie Frozen lagi untuk referensi, untuk endingnya? sepertinya happy ending jika kalian cermati.
Akhir kata.
See you next time!
Adiue!!!
