Author : Wpamls
Cast : Yesung x Ryeowook (Super Junior) and more
Genre : Friendship, Romance
Rate : T (Semi-M)
Warning : Yaoi, Typo(s), tidak sesuai EYD, alur gak jelas.
Disclamer : cast bukan milik siapapun, cerita ini fiksi. Enjoy!
Chapter : 19
-wpamls-
Author POV
Kamar 1
9.41
"yak magnae, cepat mandi, aku tak mau menyianyiakan liburan di jepang dengan menunggu kau bangun dari tidurmu!"
"eungg.. sebentar lagi ak- YAA- YAAA! BAIKLAAH BAIKLAH AKU BANGUN! AH HYUNG APPOO!"
Heechul tak banyak bicara, aksi lebih bisa diandalkan
Dia menarik telinga magnae itu hingga ke kamar mandi
"dalam 5 menit jika kau tidak segera keluar, kupastikan PSPmu leyap dari dunia ini"
Bum
suara bantingan pintu kamar mandi menjadi bukti kekejaman kim heechul.
-wpamls-
Heechul beranjak dari kamar menuju ruang kumpul. Ia melihat 'seonggok' manusia masih terlelap dalam tidurnya
"yak! Bangun!"
"nggh..nuguseyo?" ucap leeteuk bingung sembari diikuti mata yang berkedip kedip menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya
"… dasar ajusshi .. masa sudah pikun.. yak! Cepat bangun"
"… kenapa aku disini?" leeteuk duduk di sofa mengumpulkan nyawa dan pikiran
"tentu saja karena tak ada yang mau membawamu kembali ke kamar. Bodoh."
"ahh.." ucapnya sembari menggaruk belakang kepalanya.
leeteuk benar-benar lama untuk sepenuhnya sadar dari hangover dan kantuknya
"cepat mandi. Sekarang sudah jam 9 lebih.. kita akan terlambat pergi ke disneyland."
"mwo?! Aisshh, arra arra.."
Sambil terantuk, dan beberapa kali terjatuh, leeteuk menuju kamarnya untuk segera bersiap.
-wpamls-
*kamar 3*
Tok tok tok
"yesung-ah? Kau didalam?"
Heechul mengetuk pintu kamar yesung berkali-kali namun tak ada sautan, akhirnya dia masuk saja, memastikan temannya satu itu sudah bangun dan bersiap
"hm? Wae eobseo? Dimana dia?"
Heechul mengecek hingga ke kamar mandi. Tak ia temukan yesung disana
Jangan jangan…
Ia cepat-cepat menuju kamar 2
*kamar 2*
"eetuk-ah wae-"
"heechul-ah….., ige mwoya?"
Heechul melihat leeteuk yang masih terfokus pada satu titik, ia mengikuti pandangan leeteuk.
Didepannya… dapat ia lihat kedua sahabatnya sedang tidur dikasur.
No, bukan itu yang menjadi masalah hingga membuat mereka membatu
Dua orang. Namja,
selimut sepinggang, tanpa atasan.
Dengan posisi backhug posesif oleh salah satu namja bersurai hitam.
dan lihat… namja mungil satunya,
ia yang tanpa atasan memiliki…. Banyak sekali… tanda-
"ya.. heechul-ah.. aku rasa aku masih mabuk.. bisa kau jelaskan apa yang ada didepan kita sekarang?" leeteuk benar-benar menampakkan raut bodohnya
"bu- bukankah.. yang ditubuh ryeowook… itu- itu, mengapa… banyak sekali tanda.…"
Bukannya menjawab, heechul juga malah memberikan pernyataan yang malah, ah sudahlah.
"mereka- mereka masih menggunakan bawahan kan? Tidak mungkin, mereka- melakukannya disini kan? Heechul-ah?"
"aku tak bisa melihat dibalik selimut itu, tapi, bukankah mereka- mereka sudah putus?"
Hanya pertanyaan pertanyaan canggung dan bodoh yang terus muncul dari mulut mereka. Tak ada yang menjawab. Terlalu pusing dengan situasi itu
Beberapa menit mereka masih mengamati dua sosok yang masih tenang dalam tidur mereka. Mengobservasi kemungkinan apa saja yang mereka lakukan semalaman tadi.
"HEECHUL HYUNG! MANA PSP- upps, HUWAW O_O"
Kyuhyun yang tadinya berlari kencang mencari heechul malah terkaget dengan penampakan didepannya.
"Yak! Magnae!"
"i.. i-ige- ige mwoya hyung?! yesung hyung.. ryeowook.."
"tak bisakah kalian tak berteriak?"
"mwo? Aku tak berteriak!"
"aku juga!"
"kau-"
"Mwo!?"
Suara suara berisik tadi mengusik salah seorang yang sedari tadi telah menjadi objek perhatian
"euggg…."
Ketiga pasang mata itu langsung menoleh pada sumber suara
..
..
"hngg? Kalian sedang apa disini? kenapa menatapku seperti itu ._." ucap namja manis yang terbangun dari tidurnya
Mereka bertiga hanya saling tukar pandang.
Ryeowook kebingungan, ada apa dengan para sahabatnya. Saat ia akan beranjak duduk ia mulai menyadari… tubuhnya topless, ada sepasang tangan yang mengikat dibalik tubuhnya.. perlahan, semakin jelas
1 detik
2 detik
3 detik
"ANII, HYUNG INI TIDAK SEPERTI YANG KALIAN PIKIRKAN, AHH YESUNG HYUNG! BANGUNLAAH!"
Ryeowook gelagapan, ia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan menyingkirkan yesung yang entah mengapa juga topless seperti dirinya.
"aishh kenapa berisik sekali"
Yesung terbangun karena suara lengkingan milik ryeowook.
"ada apa sih?!"
"yah, harusnya kami yang bertanya seperti itu padamu.. kau sedang .. sedang melakukan apa hoh?! Bagaimana bisa kau tidur dengan ryeowook?!"
"mwo?" yesung masih bingung. Dia mengamati sekeliling.
"a-aah…"
Ketiga pasang mata sekarang menatapnya penuh tanya, menuntut lebih tepatnya
"… ini .. i- ini salah paham-"
"APANYA YANG SALAH PAHAM?!" Ucap mereka bertiga kompak!
Jika bisa, ryeowook ingin bumi menelannya saat ini juga, pergi dari situasi memalukan.
Ryeowook semakin menenggelamkan dirinya dibalik selimut, tak ingin melihat bagaimana wajah para sahabatnya dan yesung yang terlihat sedang mengumpulkan berbagai alasan di kepalanya.
Hening
1 detik
2 detik
3 detik
"aishhh!" yesung bangkit dan segera mendorong para sahabatnya keluar dari kamar mereka (bukannya kamar teukwook?)
"yak, kau berani mengusirku? Ini kamarku!" leeteuk menyela saat yesung mendorong nya semakin menjauh
"hyung! kau apakah ryeowook kami!? mengapa kalian bisa tidur seranjang!
"kim jongwoon! Bukankah kau sendiri yang bilang padaku kalian sudah putus?!"
Bum! Krek.
Suara pintu ditutup rapat dan dikunci.
Yesung mengusap wajahnya.
Dia masih bingung apa yang terjadi semalam, hell! Dia sepertinya benar-benar tak akan minum alcohol lagi selama sisa hidupnya.
Sunyi, senyap, dan .. canggung.
"e-e.., ryeowook.." yesung memecah kesunyian
"ne-?"
"kita-, maksudku, ini- .. ah, ka-kau dan aku- apa yang terjadi, semalam?"
"…" ryeowook yang sedari tadi menatap selimut, kini mulai menatap lawan bicaranya
"ah-, aku- "
"kau benar-benar tak ingat apapun, hyung?" ucap ryeowook dengan tatapan memastikan
Yesung terdiam
"…"
"…"
"terakhir yang ada di ingatanku hanya sampai leeteuk berhenti bermain,…. mian."
"…"
"…"
"aniya, lupakan hyung. tak terjadi apapun semalam. Diantara kita." Ryeowook mencoba memasang senyum menenangkan
"…"
"…"
"keunde,ryeowook-ah.. kenapa kita berdua bisa, disini?"
"… itu.. aku juga tak mengerti., ku- kurasa semalam kau membawaku kesini, hyung." ucap ryeowook sedikit, gagap.
"a-ah.. sepertinya begitu.."
"…"
"…"
"hyung. benar-benar tak ingat sedikitpun? Kau .. tidak sedang berbohongkan hyung?"
"jinjja geojimal aniya. Aku benar-benar tak ingat sedikitpun. Mianhae ryeowook-ah.."
"gwenchana. Lagipula tak ada apapun yang terjadi."
"…"
"…"
"jinjja?"
"jinjja hyung" jawab ryeowook dengan yakin.
"lalu kenapa kita sama-sama, kau tau.. topless?"
"ne?"
Tatapan yesung kali ini lebih serius, dia menatap tajam pada ryeowook
"a-ah.. aku rasa itu karena kita berdua kepanasan. AC ruangan ini tak sempat menyala, mungkin itu alasannya hyung.. iya"
"sesungguhnya aku tak yakin, aku, kurasa, aku tak pernah memiliki kebiasaan melepas pakaianku sepanas apapun itu.."
"…"
"tapi, mungkin saja hal itu bisa terjadi.."
"mungkin.."
"ryeowook-ah, aku, aku- aku benar tak melakukan apapun padamu kan?"
"tenanglah hyung. kita hanya tidur di satu ranjang yang sama, tak lebih." Sekali lagi ryeowook masih bersikap menenangkan
"…"
Ryeowook mulai beranjak dari kasur, memungut pakaiannya di lantai dan memakainya lalu duduk menghadap yesung yang sedari tadi masih berdiri di depan pintu
"lagipula, apapun itu, tak akan merubah situasi kan hyung?-
-bahkan jika memang terjadi sesuatupun aku bukan yeoja, jadi tak mungkin hamil, haha." Ryeowook masih berusaha membuat semuanya terlihat biasa saja, ditengah kecanggungan diantara mereka
Entah perasaan ryeowook saja atau memang benar, raut yesung lebih mengeras sekarang
"aku memang tak ingat apapun, tapi jika memang itu yang kau katakan… baiklah aku percaya."
Ryeowook berdiri, ingin segera mandi dan bersiap sebelum para sahabatnya semakin menggila.
"… tapi ryeowook-ah..-
-kau tak akan tau, seberapa aku berharap kau adalah yeoja."
"…"
"semua akan lebih mudah bagi kita berdua, benarkan?" yesung tersenyum miris. Berharap ada sebuah keajaiban untuknya
"geumanhae hyung. aku benar-benar tak mau membahas hal-hal seperti ini lagi."
"…" yesung menatap ryeowook bingung
"aku mohon berhenti membahas hubungan lalu kita. Apapun itu, hentikan mulai sekarang."
"…"
Ryeowook berlalu melewati yesung sebelum sebuah suara menginterupsi langkahnya lebih jauh
"bagaimana?"
Ryeowook tetap dalam posisinya
"katakan bagaimana semudah itu caramu melakukannya"
"…"
"apa selama hubungan kita-,.. kau tak benar-benar sepenuhya mencintaiku?
"…"
Kau sudah mempersiapkan perpisahan sebelum mulai menjalin hubungan denganku, benarkan?"
"…"
"kenapa seolah hanya aku yang menderita disini."
"kubilang hentikan."
"…"
"Aku tak akan menanggapi apapun lagi yang kau katakan. Aku tak peduli, sedikitpun."
Ryeowook melangkah kembali, namun dengan cepat yesung berdiri didepan ryeowook, menghalangi jalannya.
"aku belum selesai bicara."
"dan aku sudah tak ingin mendengarkanmu. Hyung,"
Mereka saling beradu pandang.
Mengintimidasi satu sama lain, menyalurkan ego masing-masing
Ryeowook mengela napas, menghela dengan sifat keras kepala mantan kekasihnya
" . perlakukan aku sebagaimana status kita sekarang."
"…"
"Aku, kim ryeowook, sahabatmu, adikmu…. dan akan selamanya begitu. Jadi kumohon, menyingkir dariku jika tak ada lagi yang ingin kau sampaikan"
Yesung sesungguhnya enggan melakukan permintaan namja mungil itu, masih banyak yang ingin ia sampaikan.
"…"
"…"
"baiklah. Sesukamu kim ryeowook."
Yesung pergi, meninggalkan kamar itu dengan perasaan campur aduk
-wpamls-
Mereka berkeliling Disneyland dengan bahagia, penuh kebahagian dan banyak kenangan indah dibuat bersama.
Masalah tadi, sudah (dianggap) terselesaikan. Meluruskan kesalahpahaman semalam, dan membiarkan sisanya pada mantan pasangan kekasih itu.
Jujur saja, pesona mereka berlima benar-benar menarik banyak pasang mata. Tampan, dan berkarisma adalah kata yang menggambarkan. Ah terkecuali satu namja mungil yang lebih cocok disebut manis
"oh yesung hyung! kau kan kemarin menang ToD, apa yang kau rencanakan?" kyuhyun yang tiba-tiba mengingatkan
"ah, jadi semalam yesung yang menang? Kau kalah dari yesung, cho? Tak kusangka…"
"daebak! Kukira hari ini aku harus menjadi magnae dari kalian semua. Ternyata yesung yang menang ya.."
"jinjja? Wah .. aku gagal jadi hyung kedua dong.." ucap ryeowook pura-pura sedih mengikuti alur pembicaraan
"ah benar juga, kemarin aku menang ya.."
"kalau begitu apa yang akan kau lakukan hyung?" tanya kyuhyun lagi. sejujurnya ia berharap bisa melihat kembali kedekatan yesung dan ryeowook lagi. kedekatan mereka saat ini sangat terlihat dipaksakan, dan kyuhyun risih akan hal itu
"aku… "
"Ya?"
"aku belum memikirkannya.."
"mwo?/ Kau bercanda?!/ Yang benar saja/ tapi kemarin hyung-/"
"aku janji kalaupun aku menggunakan privillage ku, itu tak akan sulit. Lagi pula masih tersisa beberapa hari lagi sampai liburan ini selesai kan?"
"tapi kan kau membuat kami penasaran.."
"dan lagi, kemarin kau begitu ambius untuk menang.."
"hehe.. daripada aku dikerjai kalian kan?"
-wpamls-
19.58,
langit sudah gelap tapi suasana Tokyo masih begitu hidup
Mereka mampir ke bar terkenal di sana. Menikmati kehidupan malam, membuka sisi lain pria dalam diri mereka, yang selama ini jarang ditunjukkan.
Dug dug dug dug dug dug rock this house! YEAH! dug dug dug
Suara debuman music oleh DJ menghempas gendang telinga mereka
Mereka duduk di salah satu meja exlusive lantai dua. Menikmati pemandangan dibawah dan minuman ditangan mereka
"heechul-ah, kau yakin momo tak tau kau kesini?"
"100%. lagipula momo bukan tipe yang akan melarang-larang diriku." Heechul kembali menegak minuman sex in the beach-nya
"teuk hyung! lihat wanita dengan gaun biru disebelah sana, GOD! Sexy sekali."
"turun ke lantai dansa dan dapatkan nomornya, jika kau berhasil, ku panggil kau hyung sampai kita kembali ke korea."
"jinjja-ya! Kalau aku berhasil kau akan menepati kata-katamu hyung!"
"sebaliknya kalau kau tak berhasil, jangan pernah meminta yaja time lagi seumur hidupmu."
"okey, deal!"
Kyuhyun turun ke lantai dansa, menjalankan misi.
"teuk-ah, tidakkah kau takut kalah? Kyuhyun begitu lihai dan mempesona dikalangan wanita." Tanya yesung menanggapi taruhan mereka
"aniya, kyuhyun tak akan berhasil, wanita seperti itu tak akan memberikan nomor telelponnya. Lebih mudah bagi mereka membawa pria ke atas ranjang ketimbang memberikan sejumlah nomor tak penting." Ujar leeteuk yakin
"lalu bagaimana kalau berhasil?" ryeowook bertanya penasaran
"tentu saja leeteuk akan menjadi magnae selama liburan kita ryeowook-ah" timpal heechul tak tanggung tanggung
"yak! Ini taruhan ku dan kyuhyun, kalian tak ada urusannya."
"Memangnya aku mau jadi magnae setelahmu? Cih.."
"aish sudahlah, aku mau berdansa saja. Membosankan hanya mengobrol seperti ini dengan kalian."
leeteuk melepas kancing jas nya, memperlihatkan abs yang luar biasa indah.
"tidak ada yang ikut?"
Leeteuk sudah berjalan menuju tangga dengan antusias.
"dia sinting. Dia pikir dia setampan itu apa?" dumel heechul menatap leeteuk di tangga
"aku ikut teuk-ah." Yesung ikut berdiri
Kali ini hanya tersisa heechul dan ryeowook di meja
"ryeowook-ah, kau tak ingin berdansa?
"ah, aku belum ingin. Lagipula aku tak terlalu pandai menari."
"haha.. kau kira semua orang disana pandai menari? Sebagian dari mereka hanya mendekati seseorang dan menggesekkan tubuhnya ke orang lain, berkenalan dan berlanjut ke tahap berikutnya. Kau ini, hahaha"
"hmm.. tetap saja, aku tak tertarik dengan hal semacam itu."
"kau pernah ke bar sebelumnya?"
"pernah, tapi tak sampai 15 menit aku sudah keluar dari tempat itu."
"untuk apa kau kesana?"
"melihat temanku yang bekerja di bar sebagai bartender? Dia terus-terusan memintaku untuk datang kesana dan ya.. . akhirnya aku kesana."
"kau benar-benar terlalu polos.. hey nikmatilah hari ini, jangan tahan segala gairah yang kau simpan selama ini"
"hyung sendiri?"
"aku dan yesung, semenjak SMA kami sering sekali ke tempat semacam ini, ya walau tak se exlusive bar ini.. dulu kami sering diundang pesta dan semacamnya.."
"ah.."
"wae? apa mukaku yang polos ini telah mengelabuhimu?"
"hahahaha.. bahkan balita-pun tau kalau hyung pasti senakal yang mereka bayangkan."
"hahahaha"
"kau pernah bercinta dengan seseorang, hyung?"
"…. eh"
"hanya penasaran.. seberapa kelam dirimu yang belum aku ketahui."
"apa yang membuatmu berpikir aku mau mengatakannya padamu?" ucap heechul santai sambil menegak minumannya
"hmm.. karena aku perlu mentor mungkin? Dan kurasa aku menyukai mu sebagai mentorku hyung, hahaha"
"haha dasar. Baiklah ini diantara kita saja okei? akan kukatakan, aku pernah, terlalu susah mengendalikan diriku saat muda dulu. Aku melakukannya atas rasa ingin tau, setelahnya aku sadar terlalu berbahaya untuk anak SMA melakukannya seperti itu. Masih banyak yang perlu aku lakukan. Semenjak itu aku sadar, kalau aku perlu menjadi nakal agar tau kenapa hal baik harus dilakukan."
"tidak kusangka kau begitu saja mengatakan hal itu padaku, haha tapi aku senang mengetahui fakta kau percaya padaku hyung."
"kau sendiri.. kau sudah melakukannya dengan yesung?"
"gabjagi?"
"he em.."
"eeeih… sudah kami bilang itu salah paham." Ucap ryeowook santai, kali ini sembari menegak minumannya
"aku tak bertanya mengenai kejadian semalam, sebelum sebelumnya.."
"ani. Kami tak pernah."
"aku sudah mengatakan semua milikku dan kau masih berbohong menutupi semua didepanku? Kau keterlaluan kim ryeowook.. ku kira kita sahabat.."
"jinjja-hyung! aku tak berbohong"
"lalu kissmarks ditubuhmu kemarin perbuatan siapa oh?"
"aniyaa hyung…"
"… kalau begitu?"
"itu.." ryeowook terlihat berpikir bingung harus menjawab seperti apa
"aku menunggu…"
"kami hanya hampir melakukannya saat malam anniv kami, tepat 1 hari sebelum kami putus."
"tragis sekali kisah cinta kalian"
"geumanhae hyung, aku benar-benar membenci membahas antara aku dan yesung hyung lagi."
"wae? karena apa yang kau lakukan dan yang kau inginkan berkebalikan? Membuatmu frustasi bukan?"
"hyung…"
"aku tau kau berusaha sekuat mungkin menjadi tidak perduli dan bersikap seolah tak terjadi apa-apa.. dan harus kuakui kau benar-benar luar biasa kim ryeowook. kau tau, aku hampir ingin memakanmu karena membuat yesung sehancur itu."
"…"
"tapi aku paham, kau sama menderitanya dengan yesung. Kau hanya berusaha berpura-pura terlihat kuat agar kau sendiri yakin bahwa keputusanmu sudah bulat bukan? Jauh didalam lubuk hatimu kau masih sama ragunya dengan keputusanmu sendiri."
"…"
"kalian benar-benar rumit"
"lalu menurutmu aku harus bagaimana hyung? kau juga tau bagaimana kondisinya.. aku- kami benar-benar tak akan bisa bersama."
"arra.. maka dari itu aku bilang kalian benar-benar rumit."
"…"
"katakan sejujurnya. Kau masih mencintai yesung kan ryeowook?"
"rasanya aku ingin terus menampar diriku sendiri setiap ingat pernyataanku yang meminta putus pada yesung hyung"
"yesung begitu mencintaimu hingga tak pernah sanggup memilih antara kau dan keluarganya, dan kau begitu mencintai yesung hingga memutuskan untuk mengambil alih beban yang dihadapi yesung dan menelan sakit hatimu sendiri, berpura-pura kuat demi keputusan yang telah kau buat."
"maafkan aku jika aku terlihat brengsek dan tak perduli akan yesung hyung, tolong pahami itu heechul hyung."
"arra.. aku tak akan ikut campur masalah kalian kecuali kalian sendiri yang meminta."
-wpamls-
*restroom*
"yesung hyung!"
"wae?"
"kenapa kau tak menepati janjimu?"
"janji?"
"alasan kenapa kau ingin menang malam itu.."
"aku mengatakannya padamu?"
"Tentu saja! Kau bilang kau ingin berkencan dengan ryeowook satu kali lagi untuk terakhir kalinya dalam hidupmu."
"ah, semalam aku benar-benar mabuk berat ternyata.."
"lalu kenapa tak kau lakukan?"
"ryeowook tak mau membahas apapun yang berhubungan dengan hubungan kami sebelumnya."
"lalu itu kau jadikan alasan?"
"untuk apa aku memintanya berkencan jika ia sendiri enggan berbicara perihal itu padaku?"
"ah sial!"
"kau mengumpat padaku?!"
"tau begitu tak kuserahkan privillage itu padamu. Aku menyerahkannya karena aku tak ingin kau menyesal seumur hidupmu hyung. aku tau bagaimana ryeowook begitu menghargaimu, bagaimana dia selalu membanggakanmu didepanku, bagaimana dia begitu menghormatimu sebagai hyung dan sahabatnya. Aku hanya ingin melihat kalian berdua bahagia walau hanya sementara…. sebelum semua kembali menyakiti kalian."
"…"
"hyung.. aku ingin bertanya, bagaimana kalau ryeowook lebih memilih bersamamu daripada keluarganya.. apa kau akan melakukan hal yang sama?"
"…"
"hah.."
"ryeowook sudah baik-baik saja, hanya aku yang akan menyesal, jadi tak apa."
"kau pikir ryeowook baik-baik saja?"
"setidaknya lebih baik daripada diriku.."
"sungguh luar biasa kebodohanmu hyung!"
"yak!"
"arraso, anggap saja begitu. Tapi aku ingin bertanya padamu hyung, mana yang lebih menyakitkan menurutmu, disakiti orang yang kau sayangi atau menyakiti orang yang kau sayangi?"
"kenapa kau hobby sekali membuatku sakit kepala sih?"
"karena kepalamu tak bisa dipakai berpikir makanya aku membantum- AH APPO HYUNG!"
"aku ini masih lebih tua darimu, jadi bersikap seperti seharusnya padaku." ucap yesung berlalu setelah menonyor kepala kyuhyun dengan sangat (amat) keras
"tidak berperikemanusian!
-wpamls-
Musik terus menggema.
Orang-orang semakin larut dengan kesibukan masing-masing
Mencari friksi kebahagian semu di tempat penuh hawa nafsu
Yesung telah kembali ke meja tempat awal mereka.
"menemukan seseorang?"
"tak ada yang menarik, dimana ryeowook, heechul-ah?"
"ke mini bar sana, katanya bosan hanya duduk disini."
"kau tak mau menari?"
"sebentar lagi, tunggu sampai aku menemukan target."
Setelahnya, Leeteuk datang bersama seorang wanita dirangkulannya.
"hey man!"
Leeteuk duduk di tengah kawan-kawannya diikuti wanita tadi
"kenalkan, namanya Soori. Soori kenalkan ini yesung dan heechul, teman-temanku."
"hai"
"hello"
Mereka mengobrol bersama membahas kehidupan masing-masing. Tapi pandangan yesung tak bisa lepas pada namja manis yang duduk di mini bar bawah sana.
Leeteuk tanpa sadar menangkap yesung yang memperhatikan ryeowook
"hey, berhenti memperhatikannya.. dia sudah dewasa, biarkan dia bersenang-senang sedikit."
"nugu? Ah- ryeowook? maklumi lah teuk-ah, yesung masih dalam tahap putus cinta."
"berhenti menggodaku. Sampai mana pembicaraan kita tadi?"
"hey oppa, kau mau aku untuk mengajak temanku kemari? Dia benar-benar cantik, aku yakin pasti kalian menyukainya."
"boleh, ajak dia kemari, siapa tau temanku ini bisa sedikit terhibur."
Yesung tak ambil pusing dengan keputusan sepihak leeteuk, ya siapa tau juga kan? Ia butuh pengalih perhatian
"aku mau turun dulu, ada yang memancing diriku sejak tadi." ucap heechul sambil memberi wink pada teman-temannya
Mereka terus mengobrol, lebih tepatnya betukar rayu antara leeteuk dan Soori.
Yesung yang sedikit terabaikan tak elak terus mencari kesempatan memperhatikan ryeowook.
apa-apaan namja itu? Mudah sekali memberikan tawanya pada orang lain? Batin yesung
selucu apa orang disamping ryeowook hingga membuat namja istimewanya cepat akrab dengan orang asing itu?
yesung kesal. Tentu saja. Dia masih sangat mencintai ryeowook, siapa yang tak cemburu melihat pac- ah orang yang kau cintai berdekatan dengan orang lain.
Tapi yesung berusaha mengalihkan pikirannya. Dia sudah tak ada urusan dengan ryeowook untuk sekedar merasa cemburu. lagi pula, ryeowook juga tak akan suka kalau yesung bersikap kelewatan untuk status mereka sekarang
"hai semuaaa"
"oh hai/hello/akhirnya kau datang juga.."
"perkenalkan oppa, dia temanku, namanya Cherry, campuran jepang dan Canada, tenang saja, dia fasih bahasa korea."
"hai aku Cherry, senang bertemu dengan kalian."
"hai Cherry, akuu leeteuk, ini temanku yesung.."
"hai leeteuk oppa, haloo yesung oppa.."
"senang bertemu denganmu Cherry harus kuakui kau benar-benar cantik." Ucap yesung tersenyum
-wpamls-
10.30
Kyuhyun telah berhasil mendapatkan nomor dari wanita tadi. ia mencari leeteuk, terakhir ia lihat leeteuk masih di lantai dansa menari dengan tampang sok tampannya (menurut kyuhyun)
Ia mencari kesana kemari namun yang ia temukan malah heechul.
"hyung!"
"ha? Oh kyu! Ada apa?" ucap heechul sedikit berteriak karena suara music yang telalu keras
"kau melihat leeteuk hyung?" balas kyuhyun tak kalah keras mengimbangi suara music
"terakhir kulihat leeteuk ada di meja kita."
"okee thanks hyung!"
Saat menaiki tangga, kyuhyun bingung, ia melihat ryeowook didekat tangga, mengapa ryeowook terdiam disana dan tak menuju meja mereka?
"ryeowook-ah kenapa kau tak-"
Kyuhyun mengikuti arah pandang ryeowook ke meja mereka.
Yesung, leeteuk, dan kedua wanita itu masih sibuk mengobrol (menggoda) satu sama lain. Leeteuk yang mencondongkan tubuhnya terlalu dekat dengan dada Soori dan
Posisi Cherry .. entah bagaimana bisa-
….. sudah berada di pangkuan yesung.
Dan hal itu yang menjadi alasan ryeowook terpaku diposisinya.
"o-oh .. kyu- kurasa aku mau menari saja-"
Ryeowook berbalik cepat dan segera menuruni tangga. Awalnya ia lelah duduk di mini bar, (ya walaupun ia menemukan teman mengobrol baru) ia terlalu malas untuk mengayunkan tubuh mengikuti music yang berdera. Tapi dibandingkan harus melihat yesung bermesraan dengan orang lain. setidaknya menari di lantai dansa jauh lebih baik.
Kyuhyun hanya bisa terdiam melihat sahabat yang paling ia sayangi sama-sama menderita. Yesung hyung, kim ryeowook. kyuhyun tau, tak ada yang salah disini. maka dari itu, ia sendiri tak mengerti harus berbuat apa.
Akhirnya ia melangkahkan kakinya ke meja itu. Sesuai tujuan awalnya
"leeteuk hyung!"
"o-h kyu" leeteuk membenahi duduknya, agak merutuk setan kecil ini mengganggu.
"aku berhasil, ini nomernya."
"dari mana aku tau ini benar nomernya?"
"kau bilang aku hanya perlu mendapatkan nomernya kan? Aku sudah dapat, itu buktinya."
"bagaimana kalau ini ternyata nomer palsu?"
"eh? Aku besumpah dia sendiri yang memberikannya padaku."
"aku mengerti. Tapi bagaimana kalau kau dibohongi dan itu bukan nomernya."
"…"
"mana wanita itu?"
"sudah pergi."
"artinya kita tak bisa memvalidasi kebenaran nomer ini kan?"
"tapi bukan berarti ini bukan nomernya kan?"
"maka dari itu berhentilah bertaruh dan diamlah… kalian berisik sekali." Yesung berujar datar
"yak-/tapi-" belum sempat keduanya protes yesung sudah memutus perkataan mereka
"tak ada yang menang dan tak ada yang kalah, bukankah sudah selesai?"
"ARRGH" kyuhyun kesal. Itu artinya sia-sia saja dong usahanya dari tadi.
"cih dasar. Aku tau kau mempesona, tapi kau tak cukup pintar untuk hal seperti ini cho!"
"siapa dia oppa?"
"oh, ini kyuhyun salah satu sahabatku, kyu kenalkan ini Soori dan, ehm.. yang duduk di pangkuan yesung itu.. dia Cherry."
"hm, hai. Cho kyuhyun."
"Cherry-a.. sudah cukup, duduklah sendiri."
"wae oppahhh" cherry mendekatkan bibirnya ke telinga yesung membisikkan sesuatu
Hal ini membuat kyuhyun sedikit kesal. Pasalnya bagaimanapun itu, dia tak suka saat orang yang disukai sahabatnya berdekatan dengan orang lain.
"aniya cherry-ah.. tidak untuk saat ini, aku tak bisa."
Entah apa yang dibisikkan, tapi Kyuhyun melihat tangan yesung semakin mendekap erat di pinggang yeoja itu. Bukankah yesung menyuruh yeoja itu turun dari pangkuannya tadi? tapi kenapa bahasa tubuh hyungnya itu berkata lain.
"yesung hyung.."
"hm?"
"kau tau dimana ryeowook dan… heechul hyung?" tanya kyuhyun pura-pura tidak tau
"heechul bilang dia ke lantai dansa, dan ryeowook? tadi …" yesung mengalihkan pandangannya. Dia ternyata teralihkan sesaat sehingga lupa dengan ryeowook.
Tadi ia lihat terakhir kali ryeowook masih di mini bar, tapi kenapa sekarang sudah menghilang?
Ia mengalihkan pandangannya mencari namja manis itu. Seketika hatinya khawatir, dimana anak itu?
"ah aku sudah menemukan ryeowook, ternyata dia sedang menari disebelah sana." Tunjuk kyuhyun pada yesung
Yesung membulatkan matanya
Ryeowooknya sedang menari dengan liar. Dan lihat itu, kenapa pria yang duduk bersamanya tadi ada dibelakang namjanya. (oh yesung! berhenti menyebut ryeowook sebagai kepemilikanmu!)
"ah aku rasa aku juga akan turun ke lantai dansa. Bye teuk hyung, yesung hyung."
"cherry ya- kumohon menyingkir, aku tidak dalam mood yang baik sekarang."
Wanita itu dengan perlahan turun dari pangkuan yesung, ia merasakan perubahan aura yang drastis dari namja bersurai hitam disampingnya
Yesung mengeluarkan beberapa lembar dari dompetnya dan ia letakkan diatas meja.
"maaf, malam ini cukup disini saja." Ujar yesung santai
..
..
"mwo?! kau pikir aku wanita murahan?! Brengsek!" cherry menyiram minuman ke muka yesung
Soori yang melihat temannya diperlakukan seperti itupun ikut bangkit setelah menampar pipi leeteuk.
"YAK YESUNG-AH!"
Yesung masih terpejam 'menikmati' sisa sisa siraman air mahal di wajahnya
"kau bodoh? Kau kira mereka pelacur? Apa yang kau pikirkan? Aish! Kau- ah!" leeteuk frustasi
"apa yang diinginkan wanita seperti itu. Menggoda, meminta tidur bersama, meminta pertanggungjawaban, lalu menjadikan kita sebagai atm berjalan mereka." Ucap yesung santai membenahi penampilannya
Matanya kembali mencari sosok namja manis kesayangannya. Ia semakin kesal melihat sekarang ryeowook dan namja tadi sudah saling berhadapan dan saling mengayunkan badan bersama.
"kim jongwoon kau- kau benar-benar?!" ucap leeteuk masih kesal.
"sudah lah teuk-ah, apa yang kau harapkan dari wanita macam mereka." Ucap santai yesung tanpa meng-indahkan kekesalan sahabatnya itu
"lalu kau sendiri apa yang kau harapkan dari kim ryeowook? aku tau sedari tadi kau masih terus terpaku padanya!"
Ya, Yesung masih terus tepaku pada satu titik yang sama
Dia semakin tak bisa menahan diri setelah melihat ryeowook dan namja itu sudah saling menautkan tangan ditubuh satu sama lain.
"aku pergi dulu teuk-ah."
Yesung teburu-buru menuruni tangga. Mencari namja itu di luasnya keramaian bar malam.
Music yang menghentak keras semakin membuat adrenalinnya naik, seberapa keras yesung mencoba, ia tak akan pernah bisa merelakan kim ryeowook.
Yesung tak menemukan ryeowook di titik yang ia lihat dari atas tadi. kemana dia?
Ia melihat sekeliling, entah bagaimana, kakinya menuntun untuk berjalan ke lorong yang temeram mengarah ke restroom
Ia menemukan ryeowook.
Shit
Ia benci mendapatkan fakta bahwa namja manisnya berada di kurungan namja lain.
"kim ryeowook."
ucap yesung bagai angin musim dingin
Sedikit lagi bibir keduanya hampir bertemu, dan yesung memilih timing yang baik
"…. hyung?"
"aku menggunakan privillage ku"
"m- mwo?" jujur ryeowook bingung dengan apa yang dikatakan yesung saat ini
"mulai saat ini sampai 24 jam kedepan, kau tak boleh jauh lebih dari 2 langkah dariku, tak boleh bersama orang lain terkecuali atas izinku dan kau, tak boleh membantahku."
"…"
"siapa dia?" ucap namja asing yang masih mengukung ryeowook
"teman. Dia temanku."
"kim ryeowook."
"arraso" ryeowook melepaskan diri dan membisikan sesuatu pada namja itu sebelum mendekat pada yesung
"aku ingin bicara berdua, tanpa namja asing itu."
"hey dude! Apa masalahmu?!" ucap namja asing itu kesal dengan kedatangan yesung yang tiba-tiba dan merusak momentnya bersama ryeowook
Yesung hanya memberikan lirikan jengah tak peduli pada namja asing itu. Masih untung kau tak ku tinju saat ini (batin yesung)
"hyungsik-ah, mianhae tolong tinggalkan kami dulu."
Hyungsik pergi dengan memberikan tatapan mematikan pada yesung, tapi apa peduli yesung.. toh pada akhirnya dia yang menang
Setelah kepergian hyungsik, ryeowook berusaha menahan emosinya pada yesung
"mwonga ige hyung?"
"hm? Kenapa? Aku berhak menggunakan privillage ku kan? Kau juga sudah menandatangani perjanjian itu."
"untuk apa kau meminta permintaan aneh seperti ini?" ryeowook berusaha meredam emosinya
"itu semua kembali lagi terserah padaku kan? Lagipula aku tidak berfikir ini menyusahkan."
"tapi ini benar-benar menyebalkan.."
"wae? karena mengganggu sesi making out mu bersama namja asing itu?" ia berucap datar, namun terselip rasa jengkel atas perbuatan ryeowook tadi
"dan itu juga tak ada urusannya denganmu." Ryeowook menolehkan mukanya menghindari tatapan yesung
"kau benar-" Yesung berkata santai
"tapi saat ini hanya aku yang boleh berada disekitarmu."
Yesung semakin medekatkan diri nya pada ryeowook
"apa yang kau lakukan hyung!?"
"sudah aku bilangkan, tidak lebih dari 2 langkah.. Kau masih terlalu jauh dariku."
Kali ini ryeowook tak bisa mundur lagi, punggung nya sudah menempel di dinding
"Hyung…" ryeowook menghela sebelum melanjutkan perkataannya
"sudah aku bilang bersikap layaknya status kita saat ini, jebal hyung." ryeowook mengalihkan pandangannya sebisa mungkin dari lautan kelam mata yesung
Yesung masih betah menatap dalam wajah ryeowook dari jarak dekat.
Tak ada kontak fisik sama sekali, karena yesung tau, ryeowook benar-benar akan marah jika ia melakukan hal itu
"biar kutanya satu hal padamu.. jika aku rela meninggalkan keluargaku demi dirimu apa kau akan melakukan hal yang sama ryeowook-ah?"
"dan aku sudah bilang, aku tak mau membahas apapun tentang hubungan kita yang sudah berlalu"
"jawab sebelum kesabaranku hilang ryeowook-ah"
"…"
"jawab aku. apa kau bersedia melakukan hal yang sama?"
..
..
..
"ani." Jawab ryeowook mantap sembari menoleh, tepat menghujam iris yesung.
"Aku tak akan pernah bersama seseorang yang tak bisa menghargai keluarganya sendiri. bagaimana bisa ia mencintaiku kalau dia saja rela melepas cinta yang selama ini membentuknya hingga dewasa. Menyirami dengan penuh kasih sayang yang tanpa jeda."
Yesung tidak memberikan ekspresi sama sekali akan jawaban ryeowook
"berarti memang tak pernah ada jalan bagi kita, begitu maksudmu?"
"kau yang paling tau jawabannya hyung"
"bagaimana kalau tak lama dari sekarang aku menikah dengan orang lain.. kau benar-benar rela hal itu terjadi?"
"apa aku punya kendali dari hal itu?" ryeowook bersikap tenang menghadapi pertanyaan demi pertanyaan yesung
"tentu saja kau punya kendali!" ucap yesung marah diikuti tinjuannya di dinding.
persis di samping kiri kepala ryeowook
"…" ryeowook kaget. Tapi ia coba berusaha tetap memberikan raut tenang tak terintimidasi
"kita menikah." Lanjut yesung
".."
".."
Ryeowook POV
"kita menikah."
Apa yang yesung hyung katakana barusan?
Jujur aku tersentak akan pernyataannya
Jantungku mendadak berdetak tak karuan. Tapi aku berpura-pura tak terpengaruh, aku harus mengendalikan diri. Kami dan pernikahan bukanlah kata yang bisa digabungkan
"kau pikir semudah itu?"
"kau yang membuatnya lebih rumit dari seharusnya ryeowook."
"tidak sampai keluargamu dan keluargaku merestui." Ucapku final
"…"
"…"
"disaat aku sudah bisa memilih, kau membuatnya menjadi jalan buntu.. apa kau benar-benar pernah mencitaiku seperti aku mencintaimu ryeowook?"
"berhenti memojokkanku disetiap persimpangan masalah yang kau hadapi."
"aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu.. apa yang sebenarnya kau inginkan?"
"aku ingin kau bahagia hyung."
"dan kebahagianku adalah dirimu!"
"pikirkan masa depanmu, masa depan keluargamu, kau memiliki orang-orang yang menyayangimu dan kau sayangi.. bagimana bisa kau menukar semua itu hanya demi diriku hyung!"
aku sudah benar-benar lelah meyakinkan yesung. Jika yesung terus seperti ini, bisa-bisa aku lah yang akan kalah dan runtuh pendirian
"maka menurutmu menikah dengan wanita pilihan eommaku adalah kebahagianku? Eommaku yang bahagai ryeowook, bukan aku."
"eommamu pasti memilihkan wanita yang terbaik untukmu hyung."
"yang terbaik belum tentu yang tepat untukku ryeowook…"
"yesung hyung. kenapa kau sulit sekali mengerti perkataanku.."
"aku-"
"jawab aku apa kau benar-benar mencintaiku hyung?"
"bahkan aku rela meninggalkan keluargaku dan memilihmu.. apakah itu kurang ryeowook? rasanya aku mau mati setiap kali berpikir aku akan kehilanganmu!"
"jika kau benar-benar mencintaiku, maka aku mohon.. aku mohon. Jangan pernah lepaskan keluargamu."
"…"
"karena aku tak bisa menjalani sisa hidupku dengan beban seberat itu hyung.."
"…"
"…"
"kau hanya akan menyiksaku jika kau melakukan hal itu, kau menyakitiku dengan membiakan aku menanggung pikiran jahat memisahkan anak dan keluarga harmonisnya, dan aku tak bisa."
"…"
"…"
"baik.."
"…"
"aku tak akan meninggalkan keluargaku.. begitu pula dengan dirimu, aku tak akan melepaskanmu."
"hentikan kekerasan kepalamu itu hyung! aku lelah!"
"kalau aku sekarat bukankah kalian berdua akan sama-sama memberikan yang ku mau? Mungkin mencoba di perbatasan hidup dan matiku adalah jawabannya."
"YESUNG HYUNG!"
