.

A/N: Well, pertama-tama. Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada kalian, para pembaca, yg udah menyisihkan waktu kalian untuk membaca FF saya ini.

Mungkin ini adalah hari paling spesial buat saya karena bisa berkesempatan untuk mem-publish SS yg dikarang langsung oleh "World Invaders", terima kasih atas SS-mu yg keren ini, bro (^▪^)

Jujur saja, selama saya mengenal fanfiction di tahun 2013 hingga sekarang. Baru kali ini saya berkesempatan untuk berkerja sama dengan penulis lain di situs ini. Ini merupakan pengalaman yg baik buat saya, dan semoga kedepannya kita akan semakin baik \(^=^)/

Berhubung ini akan memasuki tahun baru, saya hanya bisa berharapkan kebaikan yang lebih melimpah dan menjadi manusia yg lebih baik lagi kedepannya.

Oke, itu aja yg bisa saya ucapkan. Dan selamat membaca ~(^▪^)~

.

.

.

The Interstellar Nation Army Become a Mercanary

Side Story 1 (By World Invaders)

Konspirasi Terselubung (Bagian 1)

.

.

.

Lokasi di Planet Bumi, tepatnya di luar atmosfer Bumi yang berjarak ratusan kilometer jauhnya dari permukaan air laut.

ISF Uzumaki Space Port merupakan salah satu dari sekian banyak Space Port yang saat ini berada di orbit bumi.

ISF (Intergalactic Space Federation) merupakan sebuah organisasi antar-galaksi yang dibentuk oleh Federasi Bumi setelah mereka membuat perjanjian damai dengan penduduk lokal yang berasal dari planet GZN11 di Galaksi Andromeda. Organisasi ini memiliki tujuan utama, yaitu membentuk sebuah aliansi sebagai bentuk upaya untuk mempersatukan seluruh makhluk cerdas yang hidup di Alam Semesta.

Federasi itu baru berusia 783 tahun, lebih muda dari penemuan teknologi 'Dyson Sphere' yang telah dimanfaatkan oleh umat manusia sebagai sumber energi tak terbatas selama lebih dari lima ratus tahun.

Di antara banyaknya Space Port yang mengorbit Planet Bumi, salah satu Space Port yang dibangun oleh Negara Bagian Jepang merupakan satu-satunya jenis Space Port memiliki usia yang paling lama.

Normalnya, Space Port hanya memiliki usia aktif sekitar 90 tahun sejak dibangun di LEO (Low Earth Orbit). Namun karena perkembangan teknologi nano dan material reparasi sendiri yang sangat maju, membuat batas aktif Space Port ini menjadi jauh lebih lama dari ekspektasi awal.

Space port ini memiliki tinggi hampir 50 kilometer dengan diameter sepanjang 67 kilometer, membuatnya menjadi yang terbesar yang pernah dibangun oleh umat manusia sampai sekarang.

"Admiral on Bridge."

Ucap salah satu perwira militer ketika pintu anjungan terbuka.

Ketika pintu anjungan terbuka, seorang pria dengan pakaian militer berwarna putih choker khas angkatan laut mulai terlihat.

Dia adalah pria berusia antara 40 hingga 45 tahun dengan fitur dewasa yang sangat terlihat jelas di wajahnya.

"Lanjutkan tuan-tuan."

Perintah Admiral pada seisi ruangan yang sebelumnya menghentikan segala aktivitas mereka.

Saat Admiral tersebut mulai duduk di kursi Anjungan kapal yang juga menjadi pusat kendali utama Space Port ini, seorang pria lain mulai mendatanginya

"Admiral, kami memiliki kabar buruk dari Kapal Ekspedisi 78 ISF Kaguya Roosevelt..."

Alisnya langsung terangkat ketika mendengar nama dari Kapal Penjelajah Antariksa Kelas Berat tersebut.

"Apa yang terjadi? Bukankah mereka dijadwalkan akan tiba di Galaksi NNJ88 besok?"

"..."

Perwira itu langsung terdiam sambil menyerahkan sebuah laporan dari hasil investigasi.

"Berdasarkan hasil investigasi, kami menemukan adanya anomali arah dari sistem navigasi kapal tersebut. Tepat setelah Kapal ISF Kaguya Roosevelt memasuki hyperspace dari Galaksi Andromeda, sistem navigasi yang ada di kapal tersebut melakukan manuver dadakan sebelum akhirnya terjadi blackout komunikasi di menit ke-68. Sejauh ini, markas pusat di Washington DC masih menduga jika itu hanyalah manuver koreksi untuk mencegah terjadinya tabrakan dengan objek di luar angkasa. Namun..."

"Apa kau mengetahui sesuatu?"

Perwira itu terlihat agak ragu sebelum ia menatap ke arah Admiral dengan tatapan khawatir.

"... Sebelum terjadinya blackout komunikasi dengan ISF Kaguya, Washington DC menerima sinyal dari sebuah planet di susunan formasi Katai Merah yang secara kebetulan merupakan rute dimana kapal bintang ISF Kaguya akan melewatinya. Dari sinyal yang berhasil mereka tangkap, besar kemungkinan bahwa telah terjadi kontak bersenjata di dekat sistem bintang tersebut."

Pria yang menjabat sebagai admiral tersebut tampaknya tidak begitu tertarik dengan hasil laporan yang dibawa oleh bawahannya.

Dia menganggap bahwa ini merupakan hal yang biasa terjadi di sebuah planet yang dimana makhluk hidup cerdas yang tinggal di sana baru bertransformasi, dari yang awalnya merupakan Peradaban tipe 0 lalu berubah menjadi Peradaban tipe 1.

Bagaimana pun, hal ini juga pernah terjadi di Planet Bumi ketika umat manusia yang baru selamat dari bencana Perang Dunia Ketiga harus kembali bersaing guna memacu revolusi industri, yang nantinya akan memaksa umat manusia untuk maju ke tipe peradaban yang lebih tinggi.

Namun...

'Ada yang aneh.'

Admiral kemudian melirik kearah seorang perwira yang berdiri di dekatnya.

"Kontak bersenjata, kau bilang? Lalu jelaskanlah padaku, jenis kontak senjata apa yang terjadi di sana?"

"Mengenai itu... Washington DC mengkonfirmasi bahwa besar kemungkinan telah terjadi kontak senjata dari luar angkasa. Lebih tepatnya, senjata yang ditembakkan dari luar sistem bintang planet tersebut."

Admiral langsung melirik tajam kearah perwira tersebut sebelum dia kembali memperhatikan dokumen mengenai Kapal Bintang ISF Kaguya Roosevelt yang masih dinyatakan hilang.

Jelas di dokumen itu terdapat hal yang aneh dimana adanya manuver tak terduga dari sistem navigasi on-board yang terpasang di dalam kapal.

Sangat mustahil jika AI di kapal tersebut melakukan kesalahan saat melakukan manuver ketika berada di dalam hyperspace, terlebih lagi AI yang terpasang di kapal itu merupakan jenis AI yang jauh lebih maju ketimbang AI yang terpasang pada Space Port ini.

"Apa ada kabar mengenai keputusan dari petinggi UNSC mengenai kejadian ini?"

Perwira tersebut mengangguk sambil menyalakan Tablet yang ia bawa.

"UNSC telah mengkonfirmasi anomali ini dan rencananya mereka akan mengirimkan regu penyelamat di sekitaran Katai Merah yang merupakan lokasi terakhir dimana ISF Kaguya Roosevelt menghilang. Namun kemungkinan dapat ditemukannya keberadaan ISF Kaguya masih relatif cukup kecil mengingat misi ekspedisi mereka adalah menjelajah ke bagian terjauh dari Galaksi NNJ88."

"... Terima kasih untuk laporannya, kau boleh pergi."

Perwira militer itu kemudian memberikan hormat sebelum ia kembali ke tempat kerjanya. Sementara itu, Admiral masih menatap ke konsol kendali dimana terdapat sebuah interface yang menunjukkan simulasi ISF Kaguya Roosevelt yang hilang kontak berkat bantuan dari AI Space Port.

"AI, berikan aku nama Kapten yang memimpin kapal tersebut."

[Affirm.]

Ucap AI tersebut kepada Admiral.

[Kolonel Marinir Kedua, James Town. Seorang perwira tinggi yang menjabat sebagai Kapten Kapal Bintang ISF Kaguya Roosevelt sejak kelulusannya di Akademi Keperwiraan di New Jersey pada tahun 3518 GC. Dia di anugerahi sebagai Kapten Kelas Tinggi di jajaran perwira lainnya setelah aksi heroiknya dalam misi penyelamatan Planet Vulcan dari serangan Arachne pada Tahun 3522 GC yang hampir menghancurkan planet tersebut.]

"AI, berikan aku informasi mengenai kru di dalam kapal itu. Cari setiap kemungkinan adanya kru tak terduga di kapal itu, cari setiap rekaman kamera hingga jejak Login terakhir setiap kru yang naik atau turun dari Kapal Ekspedisi dalam satu minggu terakhir."

[Affirm.]

'Kuharap dugaanku salah...'

...

Galaksi Andromeda, Tata Surya 78, Planet Erasol.

Lokasi, Geostasioner Orbit.

Kapal Penjelajah Carrier Based ISF York Town.

"Kapten, Kita mendapat Transmisi dari Galaksi Milky Way."

"Tampilkan di layar Utama."

"Yes, Sir."

Di anjungan kapal Induk Kelas Super Carrier, Kapten Kapal ISF York Town yang sedang berlabuh di Space Port Tata Surya 78 Planet Erasol langsung berdiri dari tempat duduknya ketika transmisi video mulai tersambung.

"Tuan Presiden, apa yang bisa saya bantu?"

Di Layar terdapat seorang pria dengan setelan jas yang menjabat sebagai President dari United Nations Space Command atau yang disingkat sebagai UNSC.

UNSC sendiri berperan sebagai jembatan penghubung komunikasi antar Planet dan Galaksi yang berisi Kehidupan dengan Kecerdasan dan Kesadaran sama seperti manusia.

Sejak ditemukan dan dibuktikan mengenai keberadaan spesies selain manusia yang hidup di Alam Semesta, Planet Bumi membutuhkan sebuah organisasi yang bertujuan untuk mencegah konflik dan menjadi jembatan negoisasi antar planet demi keharmonisan hubungan diplomatik antar-spesies.

Terdapat dua persyaratan Utama yang harus dipenuhi jika suatu bangsa ingin tergabung dalam organisasi UNSA (United Nation of Space Alliance), yaitu:

1) Planet tersebut harus setidaknya memiliki kemajuan teknologi Peradaban Tipe 1,5.

2) Memiliki perdamaian panjang antar negara di dalamnya, setidaknya 90 tahun.

Dengan ketetapan ini, UNSA setidaknya bisa menilai kelayakan planet tersebut sebelum akhirnya melakukan kontak pertama dengan peradaban yang ada di dalamnya.

("Kapten, kami memiliki misi untuk kalian.")

Kata Presiden kepada Kapten kapal tersebut.

("Seperti yang anda ketahui, ISF Kaguya Roosevelt mengalami blackout komunikasi yang sudah berlangsung selama 2 hari sejak komunikasi terakhir.")

("Kami ingin kalian melakukan investigasi secepatnya ke lokasi terakhir ISF Kaguya dan mencari apakah ada keterlibatan dari Arachne mengenai insiden ini.")

"Yes, Sir."

("Bagus. Kupercayakan tugas ini kepadamu.")

Komunikasi pun terputus setelah perintah telah diterima.

Kapten Kapal yang masih diam hanya bisa melamun dalam pikirannya ketika memikirkan misi yang sangat tidak biasa ini.

Chain Command dalam Intergalactic Space Federation (ISF) normalnya diatur oleh Head of Administrator Space Alliance yang juga dibantu oleh Wakil Presiden UE (United Earth). Tapi kali ini malah Pimpinan dari UNSC sendiri yang malah turun tangan memberikan perintah secara langsung, dengan kata lain...

'Ini ada hubungannya dengan insiden di Katai Merah itu, kah?'

UNSC sendiri merupakan badan cabang dari UNSA yang secara langsung terlibat dalam hal militer di wilayah Mutlak Aliansi Antar-Galaksi.

Jika UNSC turun tangan dalam masalah hilang kontaknya Kapal Bintang ISF Kaguya Roosevelt, maka permasalahan ini jauh lebih kompleks dan beresiko tinggi, dibandingkan apa yang terjadi pada Kapal Bintang ISF Nassau Woodman saat insiden blackout komunikasi, UNSA sendiri yang langsung turun tangan untuk mengirimkan regu ekspedisi pencari dan penyelamat.

'...'

Kapten kapal kemudian menyalakan interface di layar sentuh komputer yang ada di anjungan kapal.

"AI, cari spesifikasi dari Kapal Bintang ISF Kaguya Roosevelt."

[Affirm.]

AI mulai memberikan diagram penuh mengenai spesifikasi kapal penjelajah tersebut.

.

Spesifikasi Kapal ISF 77 Kaguya Roosevelt.

Kapal Penjelajah Ekspedisi Antar Galaksi Kelas Berat.

Dengan tinggi 900 meter dan diameter 600 meter, memiliki life support system terbaru yang dapat melakukan misi penyelamatan skala besar.

Tidak memiliki persenjataan lengkap dan modern karena ISF Kaguya Roosevelt didesain untuk misi ekspedisi saja dan tidak pernah dijadikan sebagai kapal kelas penyerang namun dilengkapi dengan pelindung warp yang dapat melindungi kapal secara mutlak dari beragam serangan selama 3 jam berturut-turut.

Kapal ini memiliki kapasitas kru sebanyak 780 Kru dan 1.300 Pasukan Sigap Tempur.

.

'Tidak ada yang spesial dari kapal ini.'

Pikirnya saat melihat desain kapal ini yang terlihat cukup usang. Memiliki rotari artificial gravitasi untuk melengkungkan ruang dan waktu agar mudah memasuki hyperspace merupakan teknologi yang sangat outdated di ISF, karena mayoritas Kapal Penjelajah ISF saat ini menggunakan teknologi portal warp drive yang jauh lebih simpel dan mudah untuk direparasi.

Beberapa saat kemudian ISF 79 York Town yang telah selesai melakukan maintenance di Orbit Planet Erasol, mulai melakukan proses undocking dari Space Port.

"Baiklah tuan-tuan, misi kita kali ini adalah melakukan misi pencarian dan penyelamatan ISF 77 Kaguya Roosevelt yang dinyatakan hilang kontak saat menuju Galaksi NNJ88. Tujuan kita adalah memastikan adanya korban selamat dan membawa pulang siapapun yang bisa kita bawa pulang."

"Persiapkan Warp Drive."

"Aye-aye Captain. Memasuki hyperspace dalam 10 detik."

Dari bagian belakang kapal Induk ISF York Town, mesin raksasa mulai hidup dan bersiap untuk memasuki hyperspace.

"...5, 4, 3, 2, 1."

'Boom!'

Suara kilatan terdengar dan dalam hitungan detik ISF York Town menghilang dari Tata Surya 78 Planet Erasol.

...