Warning:Jika membosankan berhentilah membaca agar kalian tidak merasa kecewa dengan chapter ini.
Disclaimer:Naruto dan High School DxD bukan punya saya, saya hanya meminjam/menggunakan karakter dari dua seri tersebut, keduanya milik pengarang masing-masing.
Naruto milikMasashi Kishimoto.
High School DxD milikIchiei Ishibumi.
Chapter 20:Akhir Konferensi
Angin berhembus kencang dari sisi timur negara Jepang, ombak besar menerjang daratan menumbangkan pohon-pohon dipinggir pulau diujung timur Jepang, suara hembusan angin itu terdengar sangat jelas pada malam hari ini, dilangit gelap diatas sana saat ini terlihat seorang gadis loli berpakaian gotik sedang melayang jatuh dari ketinggian. Gadis itu terlihat memiliki luka di sekujur tubuhnya, dia melihat kearah langit gelap disana, dia melihat seseorang bermata merah aneh tengah memandang kearah dirinya dengan tatapan datar, gadis loli tersebut menoleh kearah samping saat dia merasakan seseorang muncul didekatnya.
"Siapa sebenarnya kalian?" gadis loli tersebut bertanya pada seseorang yang muncul didekatnya itu, seseorang tersebut adalah seorang pria bertanduk dan memiliki mata merah berpola riak air.
"Otsutsuki... " ucap orang tersebut datar. Gadis loli tersebut terdiam dengan wajah datar namun tersirat kesedihan disorot mata abu-abu miliknya yang terlihat kosong.
"Maaf saja, didunia ini sudah sejak dulu memiliki aturan yang kuat yang akan bertahan dan yang lemah akan binasa." ucap orang bertanduk tersebut sambil menatap gadis loli yang melayang jatuh tersebut.
"Begitu..." gumam gadis loli tersebut datar, dia memejamkan matanya secara perlahan.
'Legenda selalu berlebihan ya...' batin gadis loli tersebut.
Sebuah robekan dimensi muncul didekat gadis loli tersebut dan dari sana sebuah bola merah melesat kearah orang bertanduk itu yang berniat menggunakan sesuatu untuk menarik paksa energi milik gadis loli tersebut. Orang bertanduk tersebut terbang kesamping menghindari bola merah yang meluncur kearahnya dengan cepat dari robekan dimensi itu, seorang gadis berambut merah dengan pakaian yang sobek terbang keluar dari robekan dimensi itu, gadis berambut merah tersebut terbang menghampiri gadis loli yang melayang jatuh tersebut.
"Ophis!" gadis loli itu yang merasa namanya dipanggil membuka matanya dan menoleh kesamping kirinya.
"Great Red?" ucap Ophis datar, Sara menangkap tubuh Ophis yang terjatuh, dia menatap gadis loli wujud manusia dari Ouroboros Dragon itu dengan wajah yang menyiratkan kekhawatiran.
"Ophis, kekuatanmu..." ucap Sara dengan wajah prihatin. Ophis hanya diam mendengar ucapan prihatin dari Sara.
"Larilah, Great Red... Semua naga akan segera musnah dari dunia ini." ucap Ophis datar. Sara terdiam, lalu dia menoleh menatap kearah orang bertanduk tadi yang sepertinya dia pernah melihat orang itu sebelumnya. Sara terbang menjauhi orang itu sambil menggendong Ophis dengan gaya pengantin.
'Mata itu berbahaya, sebisa mungkin aku harus menghindari kontak mata secara langsung dengan orang itu.' batin Sara melesat jauh kearah daratan, tentunya dia diikuti oleh tiga orang bertanduk yang sepertinya semuanya pernah dia lihat sebelumnya meski tidak secara jelas tapi dia masih ingat aura dari orang-orang itu, ya mereka adalah orang yang pernah mengalahkan dirinya dan Ophis sebelumnya dengan mudah dan salah satu dari mereka bahkan pernah bertarung dengan dirinya di celah dimensi dulu sebelum dia bertatap mata dalam jarak cukup dekat dengan orang itu yang menyebabkan kekuatannya seperti tersegel dulu, jadi dia menyimpulkan bahwa mata aneh itu memiliki kemampuan khusus yang dapat membuat kekuatan seseorang tersegel total meski dia tidak tahu batasnya sampai dimana.
Sara mendarat di permukaan tanah dari pulau di ujung timur Jepang, dia kemudian membuka suatu ruang dimensi dan melemparkan Ophis kedalam ruang tersebut.
"Istirahatlah didalam dimensiku Ophis, aku akan mencoba melawan mereka untuk mencari tahu kemampuan mata aneh mereka itu." ucap Sara dengan wajah serius. Ophis yang dilempar oleh Sara mengambang diruang dimensi yang Sara buka portalnya, Ophis menatap kearah Sara dengan wajah datar namun dari sorot matanya dapat terlihat bahwa dia sedang sedih dan juga khawatir saat ini.
Ruang dimensi itu menutup secara perlahan saat Sara mulai berbalik karena lawannya sudah dekat dengan lokasinya saat ini.
"Great Red, berhati-hatilah dengan mata dan tangan mereka..." ruang dimensi itu akhirnya menutup sempurna bersamaan dengan ucapan Ophis yang terpotong saat ingin memberitahu apa yang dia ketahui setelah bertarung melawan mereka. Sara terdiam mendengar informasi itu dari Ophis.
'Mata dan tangan, kah?' Sara menatap tajam tangan salah satu dari mereka, disana dia melihat sesuatu seperti ukiran segel sihir atau sesuatu seperti itu dan dari ukiran segel itu memancarkan suatu cahaya merah redup.
'Itukah yang Ophis maksud?' Sara terbang kesamping saat salah satu dari mereka menyerangnya dengan sebuah batangan hitam, Sara menciptakan lingkaran sihir diatas langit dan tanpa menunggu lama dia langsung menjatuhkan hujan energi merah kearah ketiga lawannya.
Sara menyipitkan matanya saat energi yang menghujani lawannya ditahan oleh sebuah benda hitam yang menjadi payung bagi mereka. Sara tidak diam saja dia kembali menyerang dari bawah dengan sihir yang sama tapi lawannya juga menahan dengan benda hitam yang sama.
'Sepertinya sulit melawan mereka dari jarak jauh dan gaya bertarung mereka juga tidak biasa untuk mahluk bumi.' batin Sara serius, dia terbang menjauhi mereka saat mereka mengangkat tangan mereka kearahnya, dua diantara mereka mengangkat tangan kiri sedangkan yang satunya mengangkat tangan kanan.
'Dua kiri satu kanan?'
"?" Sara tertarik dengan sangat kuat kearah mereka yang mengangkat tangan kiri lalu setelah tubuhnya hampir setengah jalan kearah mereka sebuah gelombang kasat mata menghantam tubuhnya dengan sangat kuat.
"Ugghh! a-apa... i-itu?" ucap Sara pelan disela rasa sakit yang menghantam tubuhnya, naga atau bukan tidak ada mahluk didunia ini yang akan kebal terhadap suatu serangan berkekuatan besar seperti yang dia rasakan saat ini, tubuhnya ditarik dengan kuat lalu didorong dengan kuat juga, rasanya dia seperti terjepit diantara robekan dimensi yang menekannya sangat kuat saat ini.
"Menyerahlah, tidak ada kesempatan bagimu untuk melawan kami saat ini, kau hanya sendirian dan kau tidak mengetahui kemampuan kami... kau sudah tamat." ucap orang yang terlihat memiliki mata ketiga di dahinya meski sedang dalam keadaan tertutup. Sara terdiam dengan berbagai pikiran, mulai dari ingatan masa lalu hingga sampai pertemuannya dengan Naruto, dia seperti menjadi mahluk hidup sebagaimana mestinya, legenda dan sejarah berbohong tentang dirinya, semua mahluk di dunia ini tidak pernah melihat dirinya yang sebenarnya, dia hanyalah mahluk yang mengejar impian yang hampir mustahil untuk digapai oleh mahluk seperti dirinya, namun sejak saat itu, ya sejak saat dia bertemu dengan pemuda pirang dengan aura manusia namun memiliki kekuatan unik itu, pemuda itu memberinya kesempatan untuk menggapai impiannya sebagai seorang wanita, sebagai seekor naga, dan sebagai rumah untuknya, seseorang yang tidak menganggapnya sebagai monster, seseorang yang tidak merasa takut terhadap dirinya, seseorang yang telah membuatnya menjadi mahluk hidup yang sebenarnya, ya Uzumaki Naruto, pemuda itu tanpa dia sadari telah memeluk hatinya dalam sebuah dekapan hangat yang bahkan tidak pemuda itu sadari dia telah memiliki hatinya bersamanya, dia tidak boleh kalah dan berakhir disini, masih ada impian yang perlu dia wujudkan untuk dirinya.
'Tidak ada pilihan lain...' batin Sara sambil memejamkan matanya, perlahan namun pasti sebuah energi merah pekat menguar dari tubuhnya.
"Kebangkitan dewa naga sejati," gumam Sara pelan.
Krak?
Krekk?
Suara sesuatu yang retak terdengar sangat jelas dari tempat dimana Sara berada, cahaya merah mulai memancar dengan terangnya dari tubuhnya hingga akhirnya menutupi seluruh pulau bagian timur Jepang bahkan cahayanya sampai ke langit bagian tengah Jepang.
"Naga pemimpi yang mengejar impian,"
Sebuah gelombang kejut yang sangat kuat menghantam ketiga orang yang merupakan Otsutsuki kelompok Akar itu, mereka terpental karena kurang sigap menahan efek kejut dari pelepasan aura naga milik Sara.
"Master, dia marah!" ucap orang yang paling muda, Ginshiki itulah namanya dalam keadaan terdorong oleh gelombang kejut yang sangat kuat yang menghantam tubuhnya, dia dan rekannya berhenti setelah cukup jauh terpental.
"Naga merah sejati yang tenggelam dalam kehampaan," tekanan aura naga milik Sara terus meningkat membuat dimensi sekitar bergetar, udara berhembus bagai badai merah disekitarnya.
"Kekuatannya saat ini melebihi perkiraanku sebelumnya." ucap sang master yang tidak lain adalah Shishiki.
"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Master?" tanya orang bertanduk yang lebih tua dari Ginshiki, dia adalah Kuroshiki. Shishiki terdiam sambil menatap kobaran energi merah pekat dari tubuh Sara yang terlihat begitu kuat dan berbahaya.
"Kita akan melawannya, jika kita tidak mampu mengalahkan kadal betina itu, kita tidak akan mungkin menang melawan Isshiki dan Momoshiki," Shishiki menjeda ucapannya lalu mengalirkan chakra ke mata yang ada di dahinya untuk membuka mata itu.
"Karena mereka adalah anggota yang diakui oleh pohon suci sebagai wakil dari kekuatannya, sedangkan kita hanya Akar yang menginginkan kekuatan namun pada akhirnya kekuatan kita selalu berpindah kebagian lain dari pohon suci." lanjut Shishiki dengan wajah datar dan dingin, kedua rekannya terdiam.
"Pada akhirnya kita akan tetap kalah, kah?" gumam Kuroshiki pelan.
"Karena itulah kita sebagai Akar yang memisahkan diri dari Inti pohon suci kita terus mencari kekuatan untuk berdiri sendiri dan tidak berbagi dengan yang lain, dengan begitu kita akan memenangkan perang ini karena pohon tidak akan hidup tanpa Akar, Kuroshiki, Ginshiki." ucap Shishiki bersamaan dengan terbukanya mata ketiga di dahinya yang memiliki warna merah dan pola seperti bintang berlapis dua yang saling terbalik.
"Dengan Mangekyou milikku, aku bisa meningkatkan peluang menang kita, maju!" ucap Shishiki tegas.
"Ha'i!"
Disisi Sara, kini terlihat tubuhnya dipenuhi sisik dan mata kuning miliknya menatap tajam layaknya predator yang siap kapan saja untuk menerkam mangsanya.
"Dewa naga impian yang menginginkan kenyataan, bertahtakan aura merah darah, akan aku lepaskan..." gumam Sara dengan suara berat feminin.
Aura of The True Dragon God
Blaaaaar!
Sebuah ledakan energi merah terjadi membuat angin berhembus kencang dengan aura merah yang memenuhi area dimana Sara berada.
Nightmare of The Red Illusion
Sara kemudian membentangkan sayapnya lebar dan memunculkan sebuah gelombang lingkaran yang mengarah kedepan kearah ketiga Otsutsuki itu seperti halnya milik Hakuryuukou saat mengaktifkan Half Dimension, Sara mengangkat tangan kanannya kedepan lalu menggerakkan tangannya seperti meremas sesuatu.
"Gaahkk!" Kuroshiki berteriak kesakitan saat jantungnya seakan diremas sangat kuat oleh tangan tidak terlihat, pandangan Kuroshiki berubah menjadi merah pekat seakan dirinya tenggelam kedalam sebuah lautan berwarna merah darah, bukan hanya Kuroshiki yang terkena efek serangan milik Sara itu, Ginshiki juga mengalami hal yang serupa dengan yang dialami Kuroshiki kecuali Shishiki yang tidak terpengaruh dengan serangan Sara itu.
"Genjutsu, kah?" gumam Shishiki datar sambil menatap kearah lawannya. Sara menurunkan tangannya dan menarik nafas panjang.
Dragon Breath
Sara kembali bergumam dengan suara pelan lalu menyemburkan sebuah lautan api merah darah dari mulutnya, intensitas dari api yang Sara semburkan sangatlah besar.
Shishiki merentangkan tangan kanannya kedepan lalu bergumam dengan nada datar.
Shinra Tensei
Blaaarr!
Ledakan terjadi saat sebuah gelombang kasat mata membentur serangan Sara dan membuat gelombang lautan api merah darah itu menyebar dengan efek seperti air laut yang menabrak batu besar, Sara menghilang dan muncul didepan Kuroshiki dan Ginshiki sambil merentangkan kedua tangannya kesamping untuk mengait tubuh Kuroshiki dan Ginshiki, Sara melesat jauh keatas setelah setinggi awan dia berbalik dan menjatuhkan tubuh Kuroshiki dan Ginshiki yang masih terjebak dalam ilusi merah miliknya, tidak berhenti disana saja Sara kemudian merentangkan kedua tangannya kearah tubuh dua Otsutsuki itu yang melayang jatuh.
"Untuk yang waktu itu." ucap Sara pelan dan dari kedua tangannya muncul lingkaran sihir merah berlambang kepala naga, secara perlahan energi merah hitam mulai berkumpul menjadi satu menciptakan sebuah bulatan merah gelap yang sangat padat dan tanpa menunggu lama Sara menembakkan dua bulatan padat seukuran bola pingpong itu kearah kedua targetnya.
True Dragon Cannon
Syuut!
Buagh!
Syuut!
Srink!
Kedua bulatan padat tersebut melesat dan membentur tubuh Kuroshiki dan Ginshiki membuat tubuh keduanya melesat kebawah dengan cepat, lalu setelah mereka terseret sekitar dua puluh meter dua bulatan itu berubah menjadi sinar laser besar dan melesat kebawah.
Blaaaaarrr!
Ledakan terjadi di laut di bawahnya, efek dari serangan itu membuat air laut berhamburan dan bergelombang lalu menciptakan ombak besar yang kemudian menghantam daratan.
Skip
Akademi Kuoh beberapa menit sebelum cahaya merah.
Kini terlihat para pemimpin dari ketiga fraksi berkumpul sambil membicarakan rencana untuk melindungi dunia dari malapetaka yang sedang mendekat. Naruto menatap kearah Azazel setelah sebelumnya dia sedikit melamun.
"Kekuatan kita belum cukup besar sekarang, mungkin kita perlu mengajukan pembentukan aliansi dengan pihak lain." ucap Naruto serius. Sirzechs terlihat berpikir setelah dia mendengar ucapan Naruto itu.
"Kau benar, Naruto." ucap Sirzechs serius, Azazel menatap kearah Vali yang sebelumnya menyebut namanya dengan nada datar yang penuh kejanggalan karena baru kali ini dia mendengar Hakuryuukou itu berbicara datar, biasanya pemuda perak itu selalu berbicara santai dan malah terkesan sinis gaya bicaranya terhadap dirinya.
"Ada apa, Vali?" tanya Azazel heran, Vali hanya menatap Azazel datar sebelum menghela nafas.
"Aku ada informasi mengenai naga," ucap Vali serius, Naruto menatap Vali dengan alis terangkat namun tidak mengatakan apapun.
"Naga?" beo Azazel heran, memang ada apa dengan naga?
Vali mengangguk serius.
"Albion merasakan perasaan gelisah selama beberapa hari ini dan aku sempat melakukan penyelidikan untuk mencari tahu apa yang membuat Albion gelisah," ucap Vali, Naruto terdiam mendengar itu dari Vali, jika Albion merasakan perasaan seperti itu kenapa Ddraig tidak mengabari nya? seharusnya Ddraig juga mampu merasakan perasaan seperti yang Albion rasakan, apa koneksi telepati mereka melemah atau terputus? entahlah apapun itu sekarang perasaan buruk yang dia rasakan menjadi semakin besar dan dia yakin tidak lama lagi dunia ini benar-benar akan dilanda bencana.
"Dan apa yang kau temukan, Vali?" tanya Azazel serius. Vali terdiam sambil mengingat apa yang dia temukan saat dirinya melakukan penyelidikan.
Flashback Malam Sebelumnya
Vali terbang diatas sebuah kota dengan sayap Sacred Gear nya dia melihat-lihat pemandangan kota dibawahnya pada malam hari ini yang terlihat indah karena lampu-lampu dari bangunan rumah, gedung, dan lampu-lampu jalan yang bersinar dengan terangnya, namun dia melihat beberapa orang diatas salah satu gedung pencakar langit dan dia melihat Loki sedang berbicara dengan orang-orang itu sebentar sebelum Loki dan orang-orang itu pergi melewati robekan dimensi.
"Loki? siapa orang-orang itu dan lagi mahluk hitam apa itu tadi?" gumam Vali bertanya-tanya siapa orang-orang yang terlihat memiliki tanduk tadi yang Loki ajak bicara dan dia juga dibuat bingung dengan mahluk hitam seperti manusia namun tidak memiliki aura keberadaan yang dia lihat berdiri disamping seorang wanita berambut putih super panjang yang mengenakan jubah unik yang menutupi seluruh tubuhnya bahkan tangannya.
"Vali, ada yang datang."Vali yang sedang termenung tersadar oleh suara Albion yang memberi peringatan.
"Diatas."Vali langsung mendongak menatap keatas saat Albion memberitahu dari mana datangnya.
Diatas sana dibalik awan hitam terlihat sebuah robekan dimensi dan dari sana seekor naga hitam muncul.
"Naga?" ucap Vali heran dan juga penasaran.
"I-Itu!"
"Ada apa Albion? kenapa kau terkejut begitu?" tanya Vali heran.
" Vali, dekati naga itu."ucap Albion, Vali menaikkan sebelah alisnya tapi menuruti ucapan Albion, Vali terbang kearah naga hitam yang keluar dari robekan dimensi itu dan berhenti didepan naga itu, kedatangan Vali membuat naga hitam itu berhenti dan melayang ditempat sambil mengamati mahluk kecil yang muncul didepannya.
"Black, ada apa kau keluar dari dimensimu?"tanya Albion kepada naga hitam itu, naga hitam itu terdiam saat mendengar suara yang tidak asing baginya dari dua sayap biru yang berkedip.
"Albion?"tanya Black memastikan.
"Ya, ini aku. Kenapa kau keluar dari dimensimu, Black?"jawab dan tanya Albion, sedangkan Vali memilih diam mendengarkan karena dia tidak tahu harus mengatakan apa pada saat ini jadi dia biarkan Albion yang berbicara dengan naga hitam itu.
"Albion, aku yakin kau dan Ddraig bisa merasakannya, saat ini perasaan semua naga sedang gelisah bahkan aku merasa gelisah meski aku menetap didalam dimensiku, karena itulah aku keluar kedunia manusia ini untuk memastikan sesuatu."ucap Black menjelaskan kenapa dirinya keluar dari dimensi tempat persembunyiannya selama ini.
"Jadi begitu. Sekarang kau akan pergi kemana?"tanya Albion, Black terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Aku akan ke barat, disisi timur ini sedang terjadi bentrok energi asing diberbagai dimensi yang terhubung dengan bumi ini."ucap Black.
"Barat? memangnya di barat kau ngapain?"tanya Albion penasaran.
"Memastikan sesuatu di wilayah para dewa dari gunung Olimpus."jawab Black.
"Albion,berhati-hatilah, kini takdirmu dan Ddraig sedang berjalan kearah yang sama."setelah mengatakan itu Black terbang kearah barat meninggalkan Vali yang hanya bisa diam.
"Takdirku dan Ddraig?"ucap Albion bertanya-tanya, bukankah takdirnya dan Ddraig itu bertarung terus menerus selama mereka bertemu? dan sekarang dia mendengar takdirnya dan rivalnya itu berjalan kearah yang sama yang artinya dia akan berjalan menuju kearah yang sama sehingga dirinya dan rivalnya itu tidak lagi bertarung satu sama lain.
'Aku rasa memang mulai berubah dari yang seharusnya.'batin Albion saat dia menyadari Vali sama sekali tidak begitu tertarik untuk bertarung melawan seseorang yang memiliki kekuatan rivalnya, Ddraig. Vali menatap kepergian Black dengan wajah bingung.
'Aku belum pernah bertemu dengan naga hitam itu.'
Flashback End
"Aku bertemu dengan seekor naga hitam yang juga merasa gelisah terhadap sesuatu." ucap Vali setelah dia terdiam mengingat pertemuannya dengan naga hitam pada malam sebelumnya.
"Naga hitam?" ucap Azazel dengan alis terangkat pertanda dia sedikit bingung dengan informasi yang Vali sampaikan.
"Ya, dia menuju ke gunung Olimpus untuk memastikan sesuatu katanya." ucap Vali, Azazel terlihat memasang pose berpikir.
"Naga hitam, kah?... Sepertinya aku belum pernah mendengar naga hitam lain selain Azi Dahaka, Apophis, dan Ophis." ucap Azazel masih dengan pose berpikirnya.
"Aku rasa naga hitam itu bukan Evil Dragon." ucap Vali menyampaikan pendapatnya mengingat naga itu tidak melakukan serangan ataupun ancaman apapun dan justru naga hitam itu memberi peringatan secara tidak langsung kepadanya meski naga itu berbicara dengan Albion semalam. Semua terdiam mendengar itu.
"Gerbang musuh menghilang." ucap Sirzechs tiba-tiba sambil menatap langit dimana disana lingkaran sihir teleportasi milik musuhnya mulai menghilang, semua mendongak menatap langit secara serentak.
"Hm... apa karena Katerea telah dikalahkan?" ucap Sirzechs berpikir.
"Tidak, aku rasa bukan itu, jika lingkaran sihir itu dibuat oleh Katerea lingkaran sihir itu harusnya sudah menghilang dari tadi." ucap Azazel.
"Onii-sama." mereka mengalihkan pandangan mereka kearah seseorang yang baru muncul dari lingkaran sihir merah.
"Rias?" ucap Sirzechs melihat adiknya datang mendekati mereka.
"Bagaimana situasinya, Onii-sama? tadi aku melihat Katerea Leviathan setelah ledakan dari sini." ucap Rias, dia berjalan bersama Issei, Koneko, dan juga Gasper mendekati para pemimpin ketiga fraksi dengan langkah santai.
"Situasi disini sudah reda, tapi..." Sirzechs terdiam dengan wajah ragu, Rias menaikkan sebelah alisnya heran.
"Tapi apa, Onii-sama?" tanya Rias penasaran. Sirzechs menoleh menatap kearah Azazel dan Michael.
"Jelaskan saja nanti Sirzechs, sekarang kita perlu membereskan sisa penyihir itu dan memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dari kejadian ini." ucap Azazel sambil mengalihkan tatapannya kearah tiga remaja yang masih bertarung dengan para penyihir yang tersisa.
"Kau benar," Sirzechs menatap Rias dengan wajah serius.
"Rias, Issei-kun, bisakah kalian mengurus para penyihir yang tersisa? nanti aku akan jelaskan apa yang sedang terjadi sebenarnya pada dunia saat ini." ucap Sirzechs, Rias terdiam sejenak lalu mengangguk.
"Baiklah, aku dan Issei akan membantu melawan sisa penyihir itu," ucap Rias sambil berbalik.
"Ayo Issei kita bantu mereka." ucap Rias tegas.
"Ha'i, Buchou." ucap Issei sambil mengikuti Rias, setelah kepergian Rias dan Issei, Sirzechs menatap kearah Gasper, Gasper yang ditatap oleh Sirzechs hanya bisa menunduk gugup.
"Gasper-kun, apakah kau bisa melepaskan kekuatan Sacred Gearmu?" tanya Sirzechs, Gasper terdiam dengan wajah takut lalu dia menggeleng pelan untuk menjawab pertanyaan Sirzechs.
"Jadi begitu." ucap Sirzechs, lalu dia menatap kearah Azazel.
"Sepertinya Gasper-kun terlalu takut untuk menggunakan Sacred Gear nya, apa kau ada solusi Azazel?" ucap Sirzechs, Azazel terlihat berpikir.
"Hm... Jika dia tidak bisa mengendalikan rasa takutnya dia tidak akan bisa menggunakan Sacred Gear nya karena Sacred Gear merespon kuat perasaan penggunanya." ucap Azazel, semua tahu itu karena itu bukan sebuah rahasia melainkan pengetahuan umum bagi mahluk supranatural seperti mereka.
"Harus ada pemicunya supaya dia mau menggunakan kekuatan dari Sacred Gear nya dan melepas penghentian waktu ini." ucap Azazel sambil menatap Gasper yang hanya bisa menunduk tidak mau melihat wajah siapapun.
"Kalau begitu biar aku bantu." ucap Sasuke, semua yang ada disana menoleh menatap kearah Sasuke yang dari tadi diam. Naruto yang juga diam mendengarkan juga menatap sahabatnya dengan alis terangkat namun saat dia melihat Sharingan sahabatnya itu berputar pelan dia mengerti maksud sahabatnya itu, Genjutsu, ya dengan teknik ilusi dari Sharingan sahabatnya itu sahabatnya itu bisa memanipulasi kejadian yang diinginkan.
"Apa kau punya rencana, Sasuke-san?" tanya Sirzechs, Sasuke tidak menjawab dia hanya berjalan mendekati Gasper.
"Namamu Gasper bukan?" tanya Sasuke datar, Gasper mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang bertanya dan...
"Genjutsu Sharingan." Sasuke menatap mata Gasper setelah gadis... errr maksudnya pemuda itu menatap kearahnya. Di alam Genjutsu, Gasper melihat Ketua dan teman-temannya bertarung melawan penyihir dan terluka, lalu Gasper melihat Issei bertarung melawan Hakuryuukou dan saat dia melihat kejadian itu dia merasa tidak berguna sehingga membuat teman-temannya terluka dan itu membuat Gasper bertekad untuk menolong teman-temannya, Sasuke memperhatikan Gasper dengan teliti sampai matanya melihat kearah gelang yang terpasang di lengan pemuda itu, Sasuke melepaskan gelang itu lalu Sasuke kembali menatap Gasper yang sepertinya sudah terpengaruh oleh Genjutsu yang dia berikan pada pemuda cross dress itu.
"Aaaahh! Issei-senpai, Rias-Buchou." teriak Gasper sedikit mendongak dan mata Gasper terlihat bercahaya dan mulai berubah bentuk hal itu membuat semua iblis yang membeku karena kekuatan dari Sacred Gear milik Gasper itu terbebas dan kembali dapat bergerak.
Semua menatap kejadian itu dengan wajah terkejut sekaligus bingung, sedangkan Naruto hanya tersenyum kecil melihat kejadian singkat yang bahkan tidak diketahui apa yang sebenarnya Sasuke lakukan pada pemuda cross dress itu sehingga pemuda itu menggunakan kekuatan dari Sacred Gear nya dan membebaskan semua orang yang berhenti bergerak.
"Apa yang kau lakukan, Sasuke-san?" tanya Sirzechs penasaran, bagaimana tidak penasaran pria bernama Sasuke itu tidak melakukan apapun dan hanya menatap Gasper sesaat sebelum pria itu melepaskan gelang yang terpasang di lengan Gasper dan setelah itu pria itu hanya berdiri mengamati perilaku Gasper yang seperti kerasukan sesuatu, siapa pun pasti akan penasaran jika menyaksikan sendiri kejadian tidak terduga itu dimana Sasuke hanya menatap Gasper dan Gasper entah kenapa langsung berteriak tidak lama setelah gelangnya itu dilepas dan hal itu membuat efek penghentian waktu dari Sacred Gear Forbidden Valor View itu menghilang, semua yang tidak tahu apa yang terjadi pasti penasaran dengan apa yang pria berambut hitam itu lakukan.
"Ilusi," ucap Naruto, semua menoleh menatap Naruto setelah pemuda pirang itu angkat bicara.
"Ilusi?" ucap Sirzechs bingung.
"Sasuke menggunakan ilusi untuk memicu anak itu menggunakan kekuatannya." ucap Naruto menjelaskan.
"Jadi begitu, dengan kata lain Sasuke-dono memanipulasi suatu kejadian yang membuat anak itu menggunakan kekuatannya begitu maksudmu, Naruto-dono?" ucap Michael sambil menatap Naruto untuk memastikan asumsinya tidak salah. Naruto tersenyum mendengar itu dan mengangguk untuk menjawab pertanyaan dari pemimpin fraksi malaikat tersebut.
Selagi mereka berbicara, sebuah cahaya merah bersinar terang dari langit bagian timur Jepang dan mereka juga merasakan sebuah tekanan aura naga yang sangat besar dari sana.
"Apa itu?" tanya Azazel, semuanya juga menatap cahaya merah itu dengan wajah bingung dan serius, para iblis yang sebelumnya membeku juga bingung bahkan lebih bingung dari yang lainnya. Naruto terdiam melihat cahaya merah itu, dia bisa merasakan bahwa itu adalah ledakan energi naga milik Sara yang dia suruh untuk menyelamatkan Ophis dan membawanya ke Akademi Kuoh ini tapi Sara tidak kunjung kembali setelah beberapa menit yang lalu pergi ke tempat Ophis bertarung.
'Sara, apa yang terjadi disana?' batin Naruto khawatir. Sasuke melirik kearah Naruto, Sharingannya telah dia nonaktifkan.
'Sepertinya gadis itu sedang bertarung dengan mereka.' batin Sasuke serius, Sasuke berjalan mendekati Naruto dan menepuk bahunya karena Naruto terlihat melamun.
"Naruto, kita harus pergi kesana jika tidak ingin negara ini hancur." ucap Sasuke serius, semua terkejut mendengar ucapan Sasuke, Naruto tersadar dari pikirannya lalu dia menatap Sasuke serius.
"Sara bertarung dengan mereka bukan?" ucap Naruto, Sasuke terdiam lalu dia melirik Kaguya yang terus diam dari tadi lalu kembali menatap Naruto.
"Sepertinya begitu." ucap Sasuke serius. Naruto mengepalkan tangannya.
"Kalau begitu kita pergi Sasuke, aku harus membantunya aku tidak ingin dia terluka lagi oleh mereka." ucap Naruto serius. Sasuke mengangguk mengerti.
"Aku akan membuka portal menggunakan kordinat dari energi itu sebagai acuan untuk menentukan lokasi tujuan kita." ucap Sasuke serius, lalu Sasuke berjalan memisahkan diri dari para pemimpin ketiga fraksi dan dia menggunakan kekuatan Rinnegan miliknya untuk membuka portal dimensi menuju lokasi dimana energi naga milik Sara berasal.
Naruto yang melihat Sasuke sudah membuka portal dimensi berjalan mendekati Sasuke diikuti oleh Kaguya dibelakangnya.
"Kita pergi Sasuke." ucap Naruto, Sasuke mengangguk lalu dia melompat masuk kedalam portal yang telah dia buat itu.
"Kau mau kemana, Naruto?" tanya Azazel, Naruto menoleh menatap Azazel.
"Aku harus menyelamatkan salah satu temanku, Azazel." ucap Naruto serius, dia kemudian berbalik untuk memasuki portal buatan Sasuke itu.
"Urusan disini aku serahkan pada kalian, ayo Kaguya." ucap Naruto sambil melompat memasuki portal dimensi buatan Sasuke diikuti oleh Kaguya yang melayang mengikuti Naruto dari belakang.
Setelah kepergian Naruto dan rekannya, para pemimpin dari ketiga fraksi memutuskan untuk mulai memperbaiki kerusakan yang terjadi diseluruh area Akademi Kuoh dibantu juga oleh para prajurit mereka dan melanjutkan pembicaraan untuk mengatasi masalah yang terjadi saat ini pada dunia.
Skip
Sebuah portal dimensi muncul diudara dilokasi dari sebuah pertempuran antara seorang Otsutsuki dan Sara, dimana disanalah tempat Sara pertama kali melepaskan aura naga miliknya secara penuh, dari portal tersebut keluar seorang pria berambut hitam sebahu yang tidak lain adalah Sasuke, dia terdiam saat tubuhnya jatuh kebawah sebelum dia mengalihkan pandangannya kelangit saat sebuah sinar laser besar melesat dari atas dan menghantam air laut menimbulkan ledakan besar disana.
'Mereka bertarung diudara, aku harus menggunakan Susano'o kalau begitu.' batin Sasuke sambil mengaktifkan Mangekyou Sharingan miliknya dan menggunakan Susano'o sempurna untuk terbang, setelah Sasuke menggunakan Susano'o, Naruto dan Kaguya juga muncul dari portal itu dan Naruto jatuh sedangkan Kaguya melayang, Naruto yang tidak ingin tercebur kedalam laut akhirnya menggunakan Rikudou Mode miliknya untuk terbang.
Naruto terdiam saat dirinya memasuki Mode Rikudou miliknya, meski bukan Senjutsu Rikudou yang dia gunakan itu sudah cukup, dia bisa merasakan perasaan negatif yang sangat gelap dari arah langit yang berkedip merah saat kilatan-kilatan petir merah menyambar.
'Sara?' batin Naruto saat melihat naga betina itu sedang melayang diudara didekat awan dan sedikit di bawahnya adalah seseorang yang Sara lawan yang tidak lain adalah Shishiki, Naruto juga merasakan dua chakra lagi dari bawah namun chakra mereka sedang kacau seperti terkena Genjutsu yang sangat kuat. Naruto terbang mensejajarkan tingginya dengan kepala Susano'o sahabatnya.
Disisi Shishiki, dia berdecak kesal saat melihat kedatangan tiga orang dengan chakra kuat dan dua diantara mereka dia tahu siapa.
'Pembawa Pohon Suci dan Kaguya-hime? Cih sialan, jika sekarang aku melawan mereka aku hanya akan berakhir, lebih baik aku mundur dulu.' batin Shishiki kesal, dia juga hanya sendirian sekarang, sekarang apa yang dia katakan sebelumnya malah berbalik kepada dirinya sendiri.
Shishiki mendongak saat merasakan bahaya dari atasnya dan benar saja sebuah laser merah melesat kearahnya dengan tingkat kepadatan yang sangat tinggi. Shishiki menyelimuti dirinya dengan pelindung Gudoudama yang membentuk bola selayaknya Obito yang berlindung didalam Gudoudama untuk menyelamatkannya dari ledakan empat Bijuudama raksasa.
Sara tidak berhenti disitu saja, dia melesat turun ke tempat Shishiki berada dan dia menyiapkan kepalan tangan yang dilapisi energi naga, ketika sinar laser dari serangan pertamanya melewati Gudoudama, dia langsung meninju pelindung Gudoudama yang melindungi Shishiki dengan tinju berlapis energi naga itu.
Satu pukulan, Gudoudama tidak mengalami apapun, dua pukulan, Gudoudama masih tidak menunjukkan apapun, tiga pukulan, Gudoudama tetap tidak menunjukkan tanda-tanda akan retak, melihat pukulannya tidak membuahkan hasil Sara kemudian terbang menjauh sambil menyiapkan serangan kuat lainnya.
Disisi Naruto, dia yang melihat apa yang Sara lakukan terdiam, dia tahu seberapa mengerikannya pertahanan Gudoudama itu jika tidak menggunakan energi alam dalam serangannya, benda hitam gabungan semua unsur alam itu tidak akan mengalami kerusakan apapun selain dari kekuatan energi alam dan Taijutsu tingkat tinggi, jika asal memukul benda hitam itu yang ada tangan atau kaki yang digunakan untuk menyerang hanya akan menerima dampak sendiri, benda itu, Gudoudama memiliki efek meniadakan secara mutlak suatu objek tanpa bisa di regenerasi tergantung dari penggunanya mampu menguasai secara penuh atau tidak Gudoudama itu.
Naruto menoleh menatap Sasuke yang sedang mengobservasi setiap serangan dari Sara.
"Gadis itu memiliki daya pukulan yang sangat kuat, hanya saja dia melapisi tangannya dengan energi itu yang bukan energi alam." ucap Sasuke tanpa melihat Naruto, Naruto tahu itu dan itu adalah suatu kesalahan jika digunakan untuk menyerang pertahanan Gudoudama, karena Gudoudama tidak akan mengakui efek kuat dari serangan itu sebagai kelemahannya.
"Naruto kau gunakan Senjutsu untuk menghancurkan pelindungnya dan aku akan menyerangnya dengan pedang Susano'o milikku." ucap Sasuke.
"Baiklah." Naruto perlahan menyerap energi alam dan dalam hitungan detik dia sudah memasuki Sennin Mode atau lebih tepatnya dia memasuki Senjutsu Rikudou Mode.
Naruto mengangkat tangan kanannya keatas dan membuat Rasenshuriken lumayan besar.
"Baiklah, ayo maju Sasuke!" ucap Naruto yang melesat cepat mendekati lokasi Shishiki, setelah cukup dekat dia melemparkan Rasenshuriken yang sudah mengandung energi alam itu.
Senpou: Odama Rasenshuriken!
Rasenshuriken itu melesat dengan cepat kearah lokasi Shishiki dan tanpa halangan apapun Jutsu Naruto itu mengenai pelindung Gudoudama milik Shishiki dan meledak.
Dhuuaaar!
Ledakan besar itu segera disusul oleh sebuah tebasan dari pedang Susano'o raksasa milik Sasuke, dari lokasi Shishiki suatu objek berbentuk manusia terlempar dengan sangat kuat jauh kearah selatan dan jatuh menghantam permukaan air laut yang terlihat mengerikan karena banyaknya gelombang besar dan ombak akibat hembusan angin yang tidak karuan karena saat ini sedang ada mahluk yang sangat kuat mengumbar kekuatannya hingga mempengaruhi alam disekitarnya, bahkan jika dilihat dari sudut pandang mahluk dari mitologi lain, mereka dapat merasakan tekanan aura naga yang sangat besar itu dengan sangat jelas terutama bagi para penghuni Takama Ga Hara yang saat ini sedang mengalami kepanikan besar-besaran disetiap sudut negeri langit bagi para dewa-dewi dari mitologi Shinto tersebut.
Sara terdiam saat dia sadar bahwa seseorang telah membantunya, dia mengalihkan pandangannya kearah orang-orang yang membantunya itu dan dia terkejut saat melihat siapa orang-orang yang sudah membantunya itu, Sara terbang menghampiri lokasi Naruto yang melayang dalam mode Senjutsu Rikudou miliknya.
"Naruto!" teriak Sara memanggil nama orang yang telah memberinya kesempatan merasakan kehidupan yang sebenarnya setelah sekian lama hanya hidup dalam kehampaan dunia ini. Naruto menoleh saat mendengar namanya dipanggil.
"Sara?" Sara tanpa memberi aba-aba langsung menabrakkan tubuhnya ketubuh pemuda pirang yang sekarang telah benar-benar ada dihadapannya itu. Naruto tentu saja terkejut menerima pelukan dadakan dari naga betina yang pernah hidup bersamanya sebelumnya meski tidak terlalu lama.
"Sara, kau baik-baik saja?" tanya Naruto khawatir, baru saat ini dia sadar bahwa pakaian yang Sara pakai sobek cukup parah, dia sebelumnya tidak terlalu memikirkan itu ketika Sara pertama kali datang ke tempat pertemuan ketiga fraksi berlangsung. Sara mengangguk didada Naruto untuk menjawab pertanyaan dari pemuda pirang itu.
Naruto tersenyum melihat dan merasakan gerakan mengangguk dari kepala penuh rambut merah gadis naga itu, dia senang Sara baik-baik saja tapi...
"Sara, dimana Ophis?" tanya Naruto khawatir sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling langit untuk mencari keberadaan gadis loli wujud manusia Ouroboros Dragon itu. Sara yang mendengar itu terdiam, dia mengeratkan pelukannya, Naruto yang merasa pelukan Sara menguat kembali menatap Sara yang sedang membenamkan kepalanya ke dadanya, Naruto menatap Sara bingung.
"Sara?" Sara tidak merespon, dia hanya terus memeluk Naruto dengan erat seakan dia akan kehilangan pemuda itu jika dilepaskan. Naruto yang tidak menerima respon dari Sara mengangkat tangan kanannya dan mengelus kepala Sara dengan lembut.
"Sara, ada apa?" tanya Naruto bingung, dia juga khawatir terhadap Ophis saat ini, apa sikap Sara saat ini mengisyaratkan padanya bahwa Ophis telah...
'Tidak, Ophis pasti baik-baik saja, tapi dimana dia sekarang?' batin Naruto.
"Bisakah,"
"Hm?" Naruto berhenti mengelus kepala Sara untuk mendengar Sara melanjutkan ucapannya.
"Bisakah kau lebih peduli padaku?" ucap Sara dengan suara pelan dan terdengar sangat lirih, Naruto terdiam dengan wajah bingung.
"Sara?"
"Bisakah kau sekali saja memperhatikanku?" Naruto kembali terdiam, Sara mengangkat wajahnya dan terlihatlah mata kuning itu seperti sudah siap menjatuhkan air matanya kapan saja, Naruto yang melihat itu bingung harus melakukan apa, apa dia sudah melakukan kesalahan? apa dia sudah menyakiti gadis itu? dia terlalu pusing dengan keadaan dunia saat ini sehingga dia menjadi kurang perhatian terhadap hal lain yang menurutnya kurang mencolok seperti perasaan seseorang, Naruto perlahan menggerakkan tangannya untuk menghapus air mata yang mulai menuruni pipi gadis naga itu, Naruto kemudian menyadari sesuatu, sejak pertemuannya dengan Sara sikap gadis itu terlihat seperti kebanyakan gadis manusia pada umumnya, tidak ada sedikitpun yang menunjukkan bahwa dia adalah mahluk yang kuat bahkan ditakuti oleh seluruh dunia. Sara, gadis naga itu menginginkan sesuatu darinya karena itulah gadis itu selalu terlihat peduli kepadanya, selalu terasa ingin bergantung padanya padahal gadis itu masuk kedalam kategori mahluk yang dapat menyebabkan bencana besar pada dunia ini, Naruto sadar sekarang, gadis itu, Sara ingin dirinya memperhatikannya, memperdulikannya, mengkhawatirkannya, dan mungkin, mencintainya, sebagaimana seorang gadis yang ingin dicintai oleh seseorang yang juga mereka cintai.
"Maafkan aku, Sara. Aku ini kurang peka terhadap perasaan seseorang, sejak dulu bahkan sampai sekarang, aku..." Naruto tidak menyelesaikan ucapannya karena dia merasakan suatu tekanan chakra kuat berasal dari bawah, meski tidak sekuat tekanan energi milik Sara sebelumnya, namun kekuatan Sara sekarang sudah kembali gadis naga itu tarik sehingga sempat terjadi keheningan diudara saat ini.
Disisi Sasuke, dia terus mengobservasi pergerakan sekecil apapun dari lawannya, Sasuke melihat kearah dimana Shishiki terlempar dia menatap serius lokasi itu dimana dia merasakan tekanan chakra yang mulai bercampur dengan energi yang mirip dengan milik gadis yang saat ini sedang memeluk sahabatnya itu.
Kaguya dengan Byakugan miliknya melihat semuanya dengan jelas, dia melihat kedua rekan Shishiki sudah tersadar dan melayang sedikit dari permukaan laut, sedangkan Shishiki juga sudah mulai terbang sedikit dari permukaan air laut.
"Indra, sepertinya Shishiki sudah menambah kekuatannya dengan sesuatu." ucap Kaguya.
"Sepertinya itu adalah energi yang mirip dengan milik gadis itu meski berbeda-beda auranya." ucap Sasuke sedikit melirik kearah Naruto yang juga menatap kearah lokasi Shishiki.
"Naruto, dia memiliki kekuatan yang mirip dengan milik gadis itu." ucap Sasuke, Naruto menatap Sasuke dengan wajah serius.
"Aku bisa merasakannya dengan jelas." ucap Naruto, Sara yang masih memeluk Naruto mengalihkan pandangannya kearah lawannya sebelumnya, meski dia masih merasa kecewa tapi dia sadar saat ini bukan waktu yang tepat untuk mempermasalahkan apa yang dia rasakan saat ini, dia harus membunuh orang itu.
"Naruto, aku..."
"Sstt, tenanglah Sara, biar aku dan Sasuke yang menghadapi orang itu, kau dan Kaguya urus rekannya yang di bawah sana." ucap Naruto memotong ucapan Sara dengan nada serius, dia juga menunjuk kearah Kuroshiki dan Ginshiki dibawah yang sedang memulihkan diri dari efek ilusi milik Sara tadi.
"Tapi…"
"Sudahlah, Sara, serahkan saja urusan orang itu padaku dan Sasuke, kau dan Kaguya bisa melawan dua rekan orang itu." ucap Naruto serius, Sara terdiam sebentar lalu mengangguk.
"Baiklah, Naruto." ucap Sara sambil melepaskan pelukannya pada Naruto, Naruto tersenyum kecil saat melihat Sara mengalah.
"Sara, maafkan aku jika aku sudah menyakitimu." ucap Naruto merasa bersalah, Sara menggeleng.
"Kau tidak perlu minta maaf, Naruto. Aku…"
"Naruto, bersiaplah dia datang!" Sasuke memotong ucapan Sara saat dia melihat Shishiki melesat kearah mereka dengan cepat, Sara yang ucapannya dipotong hanya bisa diam, meski dia sedikit kesal tapi situasi saat ini harus diutamakan karena kalau tidak mereka bisa berada dalam bahaya meski mereka sangat kuat sekalipun. Naruto yang mendengar peringatan dari sahabatnya bersiap dengan ekspresi serius diwajahnya.
"Hati-hati, Sasuke, orang itu chakranya sangat besar." ucap Naruto memperingati dengan nada serius, Naruto kemudian menoleh menatap Sara dengan wajah serius.
"Sara, meski kedua rekan orang itu tidak sekuat pemimpinnya kau harus hati-hati dengan mata mereka, mata mereka sangat berbahaya." ucap Naruto memperingati Sara tentang mata aneh lawannya, Sara mengangguk mengerti lalu dia terbang kebawah diikuti oleh Kaguya karena Kaguya mendengar ucapan Naruto tadi.
"Sasuke diatas!" Naruto berteriak saat tiba-tiba chakra lawannya sudah berada diatas kepala Susano'o sahabatnya. Sasuke mendongak menatap keatas.
'Dia berteleportasi?' Sasuke menggerakkan pedang Susano'o miliknya untuk menahan serangan lawannya yang terlihat sangat kuat. Shishiki memukulkan tinju berlapis chakra dan energi naga kearah kepala Susano'o Sasuke, tinju itu terlihat sangat kuat karena aura berbeda-beda warna menyelimuti tangan kanannya dengan sangat pekat.
Dum!
Tinju berlapis energi milik Shishiki ditahan oleh pedang Susano'o raksasa milik Sasuke menciptakan sebuah gelombang kejut yang sangat kuat, Naruto terbang keatas untuk menghindari gelombang kejut yang dihasilkan serangan lawannya yang berbenturan dengan pedang Susano'o sahabatnya. Naruto kemudian menciptakan Rasengan dan dia melesat kearah Shishiki sambil bersiap untuk menghantamkan Rasengan nya.
Rasengan!
Shishiki terbang mundur saat merasakan ada bahaya dari atasnya lalu dia menciptakan sebuah bola hitam seukuran Rasengan, dia melemparkan bola hitam itu kearah Naruto namun berhasil ditahan oleh Gudoudama milik Naruto membuat bola hitam itu meledak. Sasuke terbang sedikit keatas dan menebaskan pedang Susano'o nya, Shishiki menahan tebasan itu dengan Gudoudama yang dijadikan perisai didepan tubuhnya. Naruto yang melihat itu menciptakan Rasenshuriken tentunya semua serangan yang Naruto lakukan mengandung energi alam sehingga pelindung Gudoudama Shishiki tidak akan terlalu merepotkan.
Rasenshuriken!
Naruto melemparkan Jutsu nya itu kearah Shishiki namun Shishiki kali ini terbang keatas untuk menghindari kejadian yang sama terulang kembali. Sasuke mengkonsentrasikan chakranya ke mata kirinya.
Amaterasu!
Darah mengalir dari sudut mata kirinya saat dia menggunakan Jutsu dari Mangekyou Sharingan miliknya itu. Shishiki tubuhnya terbakar oleh api hitam Amaterasu milik Sasuke namun sepertinya serangan itu tidak mempan terhadap Shishiki karena Shishiki menyerap Jutsu itu menggunakan tangan kirinya yang terdapat segel yang bercahaya merah redup hal itu tidak lepas dari penglihatan Sasuke yang memang Uchiha terakhir itu hanya mengetes kemampuan mata lawannya karena dia sudah mempelajari Rinnegan miliknya dan dia menemukan fakta bahwa Rinnegan kekuatannya berbeda-beda meski dia belum tahu apa penyebab kekuatan mata itu beda padahal sama-sama Rinnegan.
Naruto yang melihat serangan Sasuke diserap menatap segel bercahaya redup ditangan kiri lawannya itu.
'Itu bukan kemampuan Rinnegan, sepertinya Rinnegan miliknya tidak memiliki kemampuan enam jalan.' batin Naruto serius. Naruto kemudian membuat sebuah Rasenshuriken berukuran normal dan melemparkan Jutsu nya itu kearah lawannya namun lawannya tidak menyerap Jutsu nya itu melainkan menghindarinya. Sasuke juga memperhatikan itu dengan serius, dia melirik kearah Naruto lalu kembali menatap lawannya.
'Dia menghindari serangan Naruto dan tidak menyerapnya, apakah mungkin…' batin Sasuke serius.
"Naruto, coba kau serang dia lagi dengan jutsumu." ucap Sasuke sambil menatap serius lawannya yang bersiap untuk menyerang. Naruto mengangguk mengerti lalu dia membuat dua bunshin dan menyuruh bunshin nya itu membuat Rasenshuriken sedangkan dirinya sendiri juga membuat Rasenshuriken. Kedua bunshin Naruto terbang ke sisi kiri dan kanan lawannya namun tidak untuk menyerang lawannya, mereka berdua berhenti terbang saat berada disamping depan lawannya, Naruto yang asli lalu menggerakkan salah satu Gudoudama miliknya dan meletakkannya tepat di tengah-tengah jarak kedua bunshin nya, Naruto kemudian melirik Sasuke dan Sasuke juga melirik Naruto lalu kembali menatap kedepan lebih tepatnya kearah Gudoudama yang Naruto letaknya disana.
'Jadi begitu.' batin Sasuke saat dia memahami maksud sahabatnya itu. Naruto yang asli terbang kearah Shishiki yang sedang menyiapkan suatu Jutsu ditangan kanannya, jutsu yang Shishiki sedang ciptakan itu adalah sebuah bola energi gabungan chakra dan energi naga yang dibuat sangat padat, saat Shishiki melihat lawan-lawannya maju menyerang dia sudah bersiap dengan Jutsu nya itu. Naruto dalam sekejap sudah berada beberapa meter didepan Shishiki dengan Rasenshuriken yang sudah dia lempar, Shishiki mengarahkan tangan kanannya yang terdapat bola padat yang dia ciptakan itu kedepan lalu menembakkan bola itu seperti peluru senapan, serangan mereka saling beradu dan menciptakan sebuah ledakan besar disana, Naruto terbang mundur lalu dia menggerakkan salah satu Gudoudama miliknya lagi yang melayang di belakang punggungnya kearah ledakan hasil serangannya dan lawannya hingga Gudoudama miliknya itu menembus efek ledakan itu.
Sasuke melihat itu dengan serius saat ini dalam penglihatan matanya, lawannya itu berada di tengah meski tidak benar-benar berada tepat di tengah karena yang benar-benar berada di tengah itu adalah Gudoudama yang Naruto gerakkan pertama tadi. Sasuke melihat sahabatnya mundur sedikit dan melayang ditempat tadi sahabatnya itu melayang.
'Dua bunshin, dua Gudoudama, lawan hampir di tengah.' Sasuke kemudian menunggu asap hasil ledakan besar tadi menghilang, saat asap menghilang kini terlihat lawannya berlindung dibalik dinding yang terbuat dari Gudoudama. Sasuke melihat Naruto kembali membuat Rasenshuriken dan kali ini ukurannya lebih besar dari yang tadi.
"Sasuke, sekarang!" Sasuke yang mendengar teriakan sahabatnya mengkonsentrasikan chakranya ke mata kirinya sambil menatap Gudoudama kedua yang Naruto gerakan tadi lalu bertukar tempat dengan Gudoudama itu dan dia menebaskan pedang Susano'o miliknya kearah lawannya yang dengan sigap ditahan oleh pelindung Gudoudama. Kedua bunshin Naruto melesat kearah Gudoudama pertama yang Naruto letakkan di tengah-tengah jarak keduanya, Sasuke yang melihat kedua bunshin Naruto sudah dekat dengan Gudoudama pertama tadi kembali menggunakan kemampuan Rinnegan miliknya untuk bertukar tempat tapi bukan dirinya yang bertukar tempat melainkan lawannya yang kali ini dia tukar tempatnya dengan Gudoudama pertama milik Naruto tadi. Shishiki melirik samping kiri dan kanannya saat dia tiba-tiba berpindah tempat kebelakang dimana disana sudah ada bunshin lawannya yang bersiap dengan Jutsu mereka.
Rasenshuriken!
Kedua bunshin Naruto menarik tangan kanan mereka kebelakang dan menghantamkan Jutsu mereka kearah lawannya, Shishiki mengangkat kedua tangannya kesamping dan bergumam.
Shinra Tensei
Blaaaaar!
Ledakan besar terjadi saat gelombang kasat mata menghantam kedua jutsu bunshin Naruto, Naruto yang asli melesat kedepan dengan Rasenshuriken besar ditangannya sudah siap untuk dilemparkan.
'Seperti Pain Tendou, jutsu itu membutuhkan waktu 5 detik untuk bisa digunakan lagi, ini adalah kesempatanku dan Sasuke untuk menyerangnya.' batin Naruto serius.
Senpou: Chou Odama Rasenshuriken!
Naruto melemparkan Jutsu nya itu kearah Shishiki, Shishiki yang merasakan bahaya dari belakangnya terbang keatas untuk menghindari serangan lawannya itu.
'Dia menghindari seranganku, kenapa?' batin Naruto serius namun dia sudah curiga kemampuannya yang tadi sepertinya tidak bisa menyerap energi alam atau mungkin kemampuan itu juga memiliki interval waktu penggunaannya seperti Shinra Tensei?
Sasuke yang melihat lawannya terbang keatas segera menebaskan pedang Susano'o miliknya dan…
Wuus!
Pedang Susano'o itu ditahan oleh pelindung Gudoudama milik lawannya membuat benturan dari serangan Sasuke dan pelindung Gudoudama lawannya menciptakan sebuah gelombang kejut kuat, Naruto yang melihat itu menggerakkan Gudoudama miliknya untuk menyerang lawannya namun lawannya menahan serangannya dengan Gudoudama juga. Melihat serangannya gagal semua membuat Naruto berpikir keras untuk mengalahkan pengguna Rinnegan yang tidak diketahui oleh dirinya kemampuannya, Naruto kemudian melepaskan chakra Kurama ke udara dengan intensitas besar membuat udara disekitarnya bergejolak dalam badai chakra berwarna jingga. Naruto kemudian melesat kearah lawannya sambil membuat Rasenshuriken menggunakan chakra Kurama yang dia lepaskan ke udara itu, Rasenshuriken yang Naruto ciptakan terlihat sangat ganas dengan jumlah chakra Kurama yang berputar mengikuti perputaran Jutsu nya.
Naruto tidak melemparkan Jutsu nya itu melainkan akan langsung dia hantam kan kearah lawannya, Sasuke yang melihat jutsu Naruto itu teringat dengan kejadian dimasa lalunya saat masih bersama Orochimaru dimana dia diberi misi untuk membawa seorang dokter kepada Orochimaru. Sasuke sedikit tersenyum mengingat itu, berapa kalipun dia berpikir, berapa kalipun dia menolak, kenyataan selalu akan berkata dia lebih dekat dengan pemuda pirang itu dari pada teman-teman pemuda itu yang lainnya semenjak itu adalah takdir mereka sebagai reinkarnasi kedua anak Rikudou Sennin, Indra dan Ashura. Sasuke memejamkan matanya lalu kembali membukanya lagi dan…
Amaterasu!
Shishiki kembali dibakar oleh api hitam jutsu Sasuke itu dan dia kembali menyerap jutsu itu kedalam tangan kirinya, Sasuke menggunakan serangan itu untuk menyibukkan lawannya sementara Naruto akan melancarkan serangannya itu. Naruto yang melihat lawannya dibakar oleh api hitam dan menyerapnya tersenyum.
'Terimakasih, Sasuke.' batin Naruto tersenyum, kemudian dia berteriak keras menyebutkan nama jutsunya.
Senpou: Tatsumaki Rasenshuriken!
Shishiki yang sedang menyerap jutsu Amaterasu milik Sasuke tidak sempat untuk menghindari serangan lawannya kali ini dan terkena serangan itu dengan telak membuat serangan Naruto itu menelan tubuh Shishiki seutuhnya, Naruto terus mendorong Jutsu nya itu dengan kuat hingga dia melakukan satu dorongan kuat dan melemparkan Jutsu nya itu kebawah, Tornado Rasenshuriken itu melesat cepat kebawah hingga membentur permukaan laut dan…
Dhuuaaaar!
Ledakan besar terjadi diatas permukaan air laut itu dengan dahsyatnya, sekali lagi air laut berhamburan dan menciptakan gelombang besar.
Disisi Sara dan Kaguya sebelum ledakan kini Kuroshiki dan Ginshiki terbang menjauh dari Sara dan Kaguya yang mengejar mereka, mereka kemudian melihat sesuatu jatuh dari atas dan meledak dipermukaan laut tidak terlalu jauh dari mereka.
"Master!" Kuroshiki dan Ginshiki berteriak memanggil Shishiki saat mereka merasa sesuatu yang jatuh dan meledak itu adalah Master mereka yang terkena serangan lawannya, mereka berdua terbang menghampiri lokasi Master mereka.
"Kakak, kita mundur!" ucap Ginshiki dengan wajah khawatir.
"Kau benar, kekuatan para kadal itu belum benar-benar menyatu dengan Master sehingga kekuatan Master saat ini sedang tidak stabil, kita harus membawa pergi Master dan menunggu sampai kekuatan itu benar-benar menyatu sempurna dengan tubuhnya." ucap Kuroshiki serius, dia terlihat menunjukkan wajah kesal dan khawatir disaat yang bersamaan.
'Pembawa Pohon Suci itu benar-benar akan menjadi ancaman besar untuk rencana besar Master, tapi jika dia bertambah kuat ada kemungkinan dia mampu membunuh Momoshiki dan Isshiki suatu saat nanti seperti yang Master katakan pada malam itu.' batin Kuroshiki sambil mempercepat terbangnya karena lawannya juga sedang mengejar mereka saat ini, saat Kuroshiki sudah berada di lokasi Master nya jatuh dia langsung menceburkan dirinya kedalam air laut sedangkan Ginshiki membuka suatu portal dimensi untuk mereka agar bisa cepat kabur dari kedua lawannya yang tidak mampu mereka kalahkan untuk saat ini, tidak perlu menunggu lama Kuroshiki keluar dari air bersama Master nya yang sedang berusaha mempertahankan kesadarannya, mata ketiga di dahinya tertutup dan belum sempat dia gunakan kemampuannya.
"Master!" panggil Ginshiki khawatir.
"Si-Sial, cha…kraku dan energi pa-para kadal itu semakin tidak stabil." ucap Shishiki berusaha tetap sadar.
"Master kita mundur, belum saatnya kita bertarung dengan mereka." ucap Kuroshiki tegas, lalu mereka bertiga masuk kedalam portal dimensi yang sudah Ginshiki siapkan untuk mereka kabur. Sara dan Kaguya sampai ditempat lawannya menghilang, Sara mengepalkan tangannya kesal, dia juga melepaskan tekanan energi naga cukup besar karena rasa kesal yang dia rasakan saat ini, Kaguya yang merasakan tekanan kekuatan gadis didepannya meningkat terbang mendekatinya dan menepuk bahunya pelan.
"Percuma kau merasa kesal, kita memang menang kali ini karena kekuatan mereka semakin tidak stabil selama pertarungan tadi, kita pasti akan bertemu mereka lagi cepat atau lambat." ucap Kaguya, Sara menoleh menatap wanita bernama Kaguya itu dengan wajah pasrah.
"Kau benar, lain kali aku akan membunuh mereka semua karena sudah menyakiti temanku." ucap Sara dengan wajah yang dipenuhi amarah, tidak biasanya dia sampai semarah ini selama hidupnya, atau bahkan saat ini adalah rasa marah dan kesal pertama yang dia rasakan setelah ribuan tahun hidup didunia ini.
Naruto dan Sasuke datang menghampiri mereka, Naruto melepaskan mode Rikudou miliknya dan Sasuke menonaktifkan Eternal Mangekyou Sharingan miliknya yang membuat Susano'o nya menghilang, Naruto dan Sasuke mendarat dipermukaan laut, mereka kemudian berjalan mendekati tempat Sara dan Kaguya melayang.
"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Naruto sambil menatap kedua wanita beda spesies itu dengan ekspresi khawatir.
"Kami baik-baik saja, Naruto, hanya saja aku tidak berhasil membunuh salah satu dari mereka." ucap Sara sedikit kesal.
"Itu tidak masalah, lagi pula aku tidak berharap kau harus membunuh mereka." ucap Naruto tersenyum, lalu pikirannya kembali teringat dengan Ophis.
"Sara, dimana Ophis? Dia baik-baik saja kan?" tanya Naruto dengan wajah khawatir. Sara yang kembali mendengar pertanyaan itu dari Naruto hanya bisa terdiam lalu dia dengan perasaan yang kembali kecewa menghela nafas dan menjawab.
"Ophis baik-baik saja, meski…"
"Benarkah? Lalu dimana Ophis sekarang?" Sasuke yang melihat ketidak pekaan sahabat pirang nya akan perasaan wanita hanya bisa menghela nafas pasrah, lalu dia memutuskan untuk angkat bicara saat melihat gadis berambut merah itu sedikit menunduk.
"Dobe, ternyata kau masih saja bodoh seperti dulu." ucap Sasuke datar. Naruto yang mendengar ucapan Sasuke terdiam dengan wajah kesal namun dia tersentak saat mengingat ucapan Sara sebelumnya.
'Bisakah kau lebih peduli padaku?'
'Bisakah kau sekali saja memperhatikanku?'
Itulah yang Sara katakan padanya tadi sebelum dirinya dan Sasuke bertarung dengan pemimpin dari lawannya tadi.
'Sara… maafkan aku.' batin Naruto merasa bersalah, Sasuke yang melihat aura suram dari Sara dan Naruto hanya bisa mendesah pasrah.
"Dari pada kita terus disini lebih baik kita kembali ke tempat tadi dan melanjutkan diskusi untuk rencana kedepannya." ucap Sasuke serius.
"Kau benar, ayo kita kembali ke Akademi Kuoh." ucap Naruto dengan nada bersalah.
Setelah itu mereka kembali ke Akademi Kuoh setelah Sasuke membuka portal dimensi menuju ke tempat para pemimpin ketiga fraksi tadi.
Skip
Akademi Kuoh saat ini sudah kembali ke keadaan semula tanpa ada tanda-tanda pernah hancur, didalam ruangan yang menjadi tempat pertemuan para pemimpin ketiga fraksi sudah kembali dihuni oleh mereka yang sedang melanjutkan rapat, Sirzechs juga sudah menjelaskan pada mereka yang sebelumnya berhenti bergerak tentang kejadian penyerangan oleh Katerea Leviathan sebelumnya. Saat ini mereka sedang menunggu Naruto dan rombongannya kembali dari penyelamatan teman yang Naruto katakan tadi sebelum pergi, sebuah portal dimensi terbuka diruangan itu di area yang sedikit luas dan dari sana keluar Sasuke, Naruto, Kaguya, dan Sara yang pakaiannya sudah dia perbaiki dengan sihirnya.
Melihat siapa yang datang membuat para pemimpin ketiga fraksi tersenyum.
"Yo! Sepertinya penyelamatanmu berhasil ya, Naruto." ucap Azazel sambil menatap Sara yang memiliki aura naga yang sangat besar sebelumnya dan dia juga menyadari bahwa tekanan kekuatan naga tadi juga berasal dari gadis berambut merah itu.
"Ya, begitulah, Azazel." balas Naruto, kemudian Naruto berjalan kearah kursinya kembali dan duduk disana sedangkan Sasuke, Kaguya, dan Sara berdiri di belakang Naruto.
"Dia adalah Sara, dia salah satu temanku." ucap Naruto memperkenalkan Sara kepada semua mahluk supranatural disana.
"Sepertinya kau berteman dengan orang-orang yang kuat ya, Naruto-dono." ucap Gabriel, Naruto yang mendengar itu dari Gabriel sedikit tersenyum.
"Aku berteman dengan siapa pun asal bukan orang jahat." ucap Naruto tersenyum, Gabriel terdiam melihat senyuman pemuda pirang itu yang mengingatkannya dengan seseorang yang seperti pernah dia kenal namun ingatan tentang seseorang itu tidak bisa dia ingat dengan jelas kecuali satu percakapannya dengan seseorang itu yang bisa dia ingat.
'Onii-sama, apa itu manusia? Kenapa Onii-sama menyukai mereka?'
'Gabriel, manusia adalah salah satu mahluk yang Ayah ciptakan setelah kita dan iblis. Manusia itu unik karena mereka hidup dengan kebebasan namun kebebasan itu tanpa mereka sadari menjadi kutukan untuk diri mereka sendiri, karena itulah Onii-sama ingin menyatukan mereka suatu saat nanti.'
Itulah satu percakapan yang masih bisa dia ingat berserta senyuman dari seseorang itu yang samar-samar dia ingat. Gabriel menatap Naruto dalam diam, sedangkan yang ditatap hanya menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Apa ada yang salah dari ucapanku, Gabriel-chan?" tanya Naruto bingung. Gabriel tersadar dari lamunannya saat sedikit kenangan yang sudah tidak mampu dia ingat dengan jelas itu terlintas di kepalanya.
"Tidak ada, Naruto-dono, aku hanya sedikit memikirkan sesuatu." ucap Gabriel sambil menggeleng pelan.
"Begitu." Naruto mengangguk memahami, lalu dia memasang wajah serius. Semua yang melihat wajah serius Naruto juga ikut serius dan mereka menunggu apa yang ingin Naruto katakan pada mereka.
"Saat ini, perasaanku mengatakan tidak lama lagi pihak lain akan datang ke negara Jepang ini, berkat kejadian tadi dimana kalian sudah merasakannya bukan? Tekanan energi naga yang besar dari timur Jepang bersamaan dengan cahaya merah yang menyelimuti setengah bagian Jepang," Semua terdiam dan ada yang mengangguk, mereka sudah berpikir seperti itu sebelumnya, aura naga tadi benar-benar dapat mengundang banyak mahluk untuk mendekati Jepang saat ini, mereka tidak bisa menyangkal hal itu karena mereka juga merasakan hal yang sama seperti yang pemuda pirang itu rasakan.
"Selain dari itu tadi aku dan sahabatku sedikit bentrok dengan salah satu kelompok pecahan Otsutsuki, mereka sepertinya sudah memburu hampir semua naga didunia." ucap Naruto serius.
"Memburu hampir semua naga?! Yang benar saja!" Issei berteriak terkejut dengan apa yang teman pirangnya itu katakan, memang benar Ddraig sudah memperingatinya bahwa dia sedang gelisah sebelumnya, Ddraig juga tidak lagi dapat menghubungi Naruto karena sepertinya ada sesuatu yang menghalanginya untuk mengubungi Naruto untuk memberinya peringatan, Issei terlihat gugup saat semua pasang mata melihat kearah dirinya.
Naruto menghela nafas mendengar itu dari Issei.
"Hah~ itu adalah kenyataannya untuk saat ini, musuh yang aku lawan tadi memiliki banyak sekali aura naga yang berbeda-beda namun beruntungnya dia belum menyatu secara sempurna dengan kekuatan para naga yang sudah mereka dapatkan itu karena itulah kami masih bisa memukul mundur mereka, namun di pertemuan berikutnya mungkin saja kami akan kalah telak dari mereka." ucap Naruto menjelaskan kenapa dia menyimpulkan musuhnya sudah memburu hampir semua naga didunia ini.
"Bukankah itu pertanda buruk, jika mereka memiliki kekuatan para naga kekuatan kita tidak akan cukup untuk menghentikan mereka." ucap Sirzechs serius.
"Itulah mengapa kita harus mengajukan pembentukan aliansi dengan pihak lain, dalam waktu dekat ini pasti akan berdatangan pihak yang merasakan kekuatan naga tadi ke Jepang ini, pastikan kalian mengajak mereka bicara soal masalah dunia saat ini dan juga ajukan pembentukan aliansi dengan mereka." ucap Naruto serius. Semua terdiam dengan wajah serius.
"Tetapi, tidak semua pihak akan mau menerima pembentukan aliansi dengan kita, Naruto-dono." ucap Michael. Azazel terlihat berpikir.
"Jika itu terjadi kemungkinan terjadi bentrok dengan mereka cukup besar terutama dewa-dewi yang kurang menyukai pihak seperti kita." ucap Azazel serius.
"Masalah ini benar-benar sangat serius bukan hal sederhana seperti Great War dulu, dulu perang itu terjadi karena hal kecil yang menjadi besar." ucap Sirzechs serius.
"Memang benar perang yang dulu tidak menyangkut seluruh dunia, tapi dampaknya ada." ucap Azazel.
"Masalah ini jauh berbeda dengan perang kalian itu, saat ini kita menghadapi musuh yang benar-benar tidak kita ketahui secara jelas kemampuan mereka." ucap Naruto.
"Jadi apa rencana kita kedepannya untuk mengantisipasi terjadinya bentrok dengan pihak dewa-dewi dari mitologi lain?" tanya Sirzechs serius. Semua terdiam dengan wajah berpikir.
"Naruel." ucap Michael tiba-tiba.
"Eh?" Naruto menatap Michael dengan wajah terkejut saat pemimpin malaikat itu menyebutkan namanya dulu saat dirinya masih seorang malaikat. Semua menatap Michael bingung, yang paling bingung itu adalah Gabriel dan Azazel sedangkan Naruto bukan bingung tapi terkejut dengan ucapan Michael itu.
"Naruel? Siapa itu Naruel, Michael-dono?" tanya Sirzechs bingung sekaligus penasaran. Michael terdiam sejenak lalu menatap para pemimpin yang hadir saat ini.
"Naruel adalah malaikat pelindung dunia ini, kami malaikat entah kenapa melupakan eksistensinya didunia ini, satu-satunya yang tertinggal tentang dirinya adalah rumah emas disurga yang tidak pernah diizinkan dimasuki oleh malaikat lain," ucap Michael menceritakan sedikit rahasia yang dia simpan dari para malaikat yang lain. Azazel yang mendengar itu teringat dengan pemikirannya dulu.
"Jadi, apa hubungannya malaikat itu dengan masalah saat ini, Michael?" tanya Azazel serius.
"Onii-sama, kenapa Onii-sama tidak pernah bercerita padaku tentang malaikat pemilik bangunan terlarang itu?" tanya Gabriel, Michael memejamkan matanya lalu menghela nafas.
"Gabriel nanti akan aku jelaskan, pertama-tama akan aku jelaskan apa hubungan Naruel dengan masalah saat ini," Semua terdiam mendengar ucapan Michael, lalu Michael memasang wajah serius sambil menatap kearah Azazel yang bertanya.
"Tuhan pernah berkata kepada-ku dulu. 'Saat dunia sedang kacau dia pasti akan datang entah dari mana dia datang, suatu saat pasti akan tiba hari dimana dia datang untuk melakukan tugasnya sebagai malaikat pelindung dunia ini' begitulah yang Tuhan katakan padaku." ucap Michael serius.
"Lalu jika dia datang memangnya dunia ini akan terselamatkan, Michael-dono?" tanya Serafall ragu. Michael menggeleng pelan.
"Kedatangannya bukan berarti dunia ini akan terjamin keselamatannya, namun kedatangannya itu akan membawa jawaban atas apa yang akan terjadi dengan dunia ini kedepannya." ucap Michael menjawab pertanyaan Serafall.
"Jadi begitu." gumam Serafall mengangguk paham.
"Michael, aku sedikit penasaran dengan malaikat itu, bisakah kau ceritakan semua yang kau ketahui tentangnya?" ucap Azazel. Michael terlihat berpikir.
"Aku rasa bisa, meski aku juga tidak yakin dengan pengetahuanku tentangnya benar atau salah," ucap Michael.
"Itu tidak masalah, setidaknya kami memiliki gambaran tentang dirinya, Michael-dono." ucap Sirzechs sepertinya dia juga penasaran dengan malaikat bernama Naruel tersebut. Michael mengangguk mengerti.
"Baiklah akan aku ceritakan sedikit yang aku tahu tentang dirinya," Naruto terdiam dengan wajah serius, dia sepertinya juga penasaran dengan dirinya waktu masih seorang malaikat dulu, meski informasi itu belum sepenuhnya benar 100% tapi dia setidaknya memiliki sedikit informasi tentang dirinya dimasa lampau.
"Naruel, dia adalah malaikat paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan, namun dalam kesempurnaannya itu terdapat tanggung jawab yang sangat besar terhadap tugasnya. Dari apa yang aku ingat, dia adalah satu-satunya malaikat yang diizinkan untuk turun dan terlibat langsung dengan manusia pada masa itu, pada masa itu juga masih belum ada malaikat jatuh dan iblis masih iblis kuno yang sekarang sudah tidak ada lagi," Michael berhenti untuk mengambil nafas sejenak sambil menatap kearah para pemimpin ketiga fraksi plus Naruto.
"Ingatanku tentang dia sudah mengabur dan tidak jelas lagi, tapi aku masih ingat sedikit ciri-ciri wujud Naruel, kalau tidak salah dia adalah satu-satunya malaikat yang memiliki warna rambut pirang cerah dibandingkan dengan malaikat yang lainnya, contohnya seperti rambutku dan Gabriel yang berwarna pirang pucat, dia juga memiliki enam pasang sayap yang bercahaya emas dan seingatku saat dia membentangkan sayapnya itu akan berjatuhan cahaya-cahaya emas yang memiliki tingkat kesucian yang sangat murni seperti milik Tuhan." ucap Michael memberitahu apa yang dia ingat mengenai ciri-ciri malaikat bernama Naruel tersebut kepada semua yang hadir disana. Naruto terdiam saat mendengar ciri-ciri dirinya saat masih seorang malaikat.
'Ternyata rambutku sejak dulu memang pirang cerah seperti ini.' batin Naruto, mungkin secara kebetulan atau memang sudah direncanakan oleh Tuhan dia terlahir dengan ayah yang memiliki rambut pirang cerah juga.
"Jadi begitu gambaran tentang dirinya." ucap Sirzechs mengangguk, dibayangkan seperti apapun jika ciri-ciri sudah cerah seperti itu pasti malaikat itu benar-benar yang paling sempurna atau paling bercahaya diantara para malaikat yang lainnya.
Azazel terdiam mendengar itu dari Michael.
'Entah kenapa aku merasa dia sedang melihat pertemuan ini, sebelumnya aku merasa sakit saat mencoba mengingat tentang dirinya, aku yakin sekali ingatan tentang dia telah dihapus atau ditutup oleh Tuhan untuk tujuan yang tidak aku pahami.' batin Azazel.
"Onii-sama, bagaimana dengan bangunan terlarang itu? Apa Onii-sama bisa menjelaskannya padaku?" Gabriel lagi-lagi penasaran tentang bangunan terlarang yang memiliki ukiran nama Naruel dinding bangunan itu, entah kenapa dia ingin sekali mengetahui tentang bangunan terlarang itu. Michael menatap Gabriel yang menatap dirinya dengan wajah memohon.
"Bangunan itu adalah rumah Naruel seingatku dan itu diperkuat dengan namanya yang terukir disana." ucap Michael.
"Lalu kenapa bangunan itu menjadi bangunan terlarang?" tanya Gabriel penasaran, gadis malaikat itu bahkan tidak menyadari bahwa dia terlihat sangat antusias ingin mengetahui rumah malaikat bernama Naruel tersebut. Michael tersenyum melihat antusiasme adiknya itu lalu dia menepuk pelan kepala penuh rambut pirang pucat itu.
"Aku tidak ingat apa sebabnya, tapi yang pasti jika Tuhan sudah berkata itu terlarang maka itu adalah benar adanya." ucap Michael tersenyum sambil menarik tangannya kembali. Gabriel terlihat sedikit kecewa saat tidak mendapat apa yang dia harapkan dari perkataan kakaknya itu.
"Jadi dia akan membawa jawaban kepada kita saat dunia ini akan kacau, begitu maksudmu membicarakan tentang dia, Michael?" ucap Azazel mengutarakan pendapatnya. Michael menoleh menatap Azazel dan sedikit tersenyum.
"Kemungkinan besarnya begitu, tapi jawaban yang akan dia berikan mungkin akan menjadi akhir atau awal baru dari dunia ini." ucap Michael.
"Kenapa Anda berkata begitu, Michael-dono?" tanya Baraqiel, yang dari tadi selalu terdiam dalam pertemuan itu karena pikirannya terfokus kesatu arah sebelumnya.
"Naruel memang malaikat pelindung dunia ini, namun dia tetaplah mahluk hidup yang bisa mati karena itulah aku berkata seperti itu, Baraqiel-dono." ucap Michael tersenyum. Naruto yang mendengar itu juga menunjukkan sedikit senyumannya.
'Mungkin tidak sekarang aku membongkar rahasia itu, mereka tidak akan percaya begitu saja karena aku juga seorang manusia saat ini, tapi… aku bisa mencoba memancing dengan itu.' batin Naruto serius sambil mengingat buku yang menyimpan kenangan malaikatnya yang kata Tuhan tersimpan dirumahnya disurga yang hanya bisa dimasuki oleh dirinya.
"Michael-san, apa kau tahu apa yang tersimpan dirumah malaikat Naruel itu? Kenapa Tuhan menjadikan bangunan rumahnya terlarang?"
'Yosh, umpan sudah dilemparkan.' batin Naruto, dia juga menunjukkan ekspresi penasaran. Gabriel yang mendengar pertanyaan dari Naruto seperti diberi petunjuk jalan untuk mengungkapkan misteri bangunan terlarang itu dari kakaknya.
"Benar juga, apa Onii-sama tahu sesuatu tentang itu?" tanya Gabriel penasaran. Michael yang mendengar pertanyaan dari Naruto dan adiknya hanya bisa tersenyum, dia memaklumi jika itu adiknya yang bertanya, tapi jika pemuda manusia yang bertanya rasanya ada yang aneh seakan pemuda itu mengetahui sesuatu tentang rumah terlarang itu, tapi sebagai malaikat dia tidak berpikiran negatif terhadap siapapun jadi…
"Kalau tidak salah ingat, Tuhan pernah berkata disana tersimpan harta paling berharga milik Naruel, aku tidak tahu apa itu tapi itu tidak mungkin emas atau sesuatu seperti itu." ucap Michael dengan wajah berpikir karena dia sedikit kurang yakin dengan ingatannya itu. Naruto tersenyum mendengar itu.
'Dan harta itu jelas sangat berharga bagi pemiliknya, Michael-san.' batin Naruto. Gabriel yang mendengar itu dari kakaknya menjadi semakin penasaran dan dia berniat kembali bertanya seandainya Azazel tidak mengganggunya.
"Mari sudahi saja pembahasan mengenai dia, sekarang kita fokus dengan rencana kedepannya untuk menghadapi musuh misterius itu." ucap Azazel serius. Michael tersenyum saat melihat adiknya cemberut yang terlihat sangat manis, bahkan Issei sudah tepar karena tidak mampu menahan pesona malaikat tercantik surga itu.
"Sepertinya aku setuju dengan Azazel, Michael-dono. Kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi kedepannya." ucap Sirzechs serius.
"Jika kalian tidak keberatan, aku punya usul untuk agar membuat suatu tempat perkumpulan untuk seluruh perwakilan dari aliansi yang sudah terbentuk ini dan yang akan terbentuk nanti, dengan begitu kita jadi lebih mudah untuk bertemu dan bertukar informasi secara langsung." ucap Naruto serius. Semua terdiam dengan berbagai pikiran.
"Itu ide yang bagus, tapi kita akan membuat tempat seperti itu dimana?" ucap Sirzechs.
"Disuatu tempat didunia manusia ini, mengingat bencana yang kemungkinan besar terjadi akan berpusat di bumi ini." ucap Naruto serius.
"Kau benar, tapi sebelum kita membuat tempat itu, bagaimana denganmu Naruto, apa kau benar-benar akan beraliansi dengan kami?" ucap Sirzechs serius.
"Tidak ada alasan bagiku untuk menolak pembentukan aliansi ini, justru aku berharap semua pihak akan beraliansi dengan kita disini untuk mencegah kehancuran dunia ini." ucap Naruto serius. Semua mengangguk pertanda mereka setuju dengan pemikiran pemuda pirang itu yang berharap semua pihak beraliansi dengan mereka.
"Baiklah, dengan ini aliansi ini bukan untuk ketiga fraksi saja melainkan untuk semua yang ingin bergabung dengan kita." ucap Azazel mengangguk.
"Mungkin kita perlu menamai aliansi ini seperti sebuah organisasi besar untuk melawan penjahat." ucap Sirzechs terlihat berpikir.
"Bagaimana kalau kita namai saja, Supranatural Alliance, bagaimana?" ucap Sirzechs sambil menatap para pemimpin yang lain.
"Um, aku rasa nama itu terlalu aneh menurutku, Sirzechs." ucap Naruto berkeringat sebesar sebiji jagung dibelakang kepalanya saat mendengar nama yang Sirzechs usulkan.
"Lalu apa kau ada ide, Naruto?" tanya Sirzechs, Naruto terdiam sambil mengingat-ingat masa lalunya tapi dia tidak tahu nama seperti apa yang cocok dengan aliansi besar seperti ini, kalau dulu Aliansi Shinobi sedangkan sekarang bukan hanya Shinobi saja yang ada dalam aliansi yang baru terbentuk ini, Naruto menghela nafas sejenak.
'Akatsuki? Tidak, nama itu sudah sangat ternoda oleh kejahatan. Saat ini sisa naga ada berapa? Naga? Dragon? Dragon of Dragon? DxD? Benar juga, Sara, Ophis rasanya aliansi ini seperti terbentuk untuk melindungi mereka meski kenyataannya tidak seperti itu, kalau begitu…'
"DxD, bagaimana?" ucap Naruto setelah terdiam cukup lama, saat Naruto mengatakan itu dia memikirkan Sara dan Ophis, dan Ophis dimana?
"DxD?" ucap Serafall bingung.
"Dragon of Dragon, kah?" ucap Azazel sambil menatap Sara yang hanya berdiri diam dengan wajah yang menunjukkan kesedihan, fakta bahwa naga telah berkurang banyak atau mungkin hampir punah juga masuk kedalam pikirannya saat ini.
"Itu terdengar bagus, mengingat populasi naga saat ini mendekati kepunahan jika apa yang Naruto katakan tadi benar adanya." ucap Azazel.
"Kalau begitu aliansi ini akan kita sebut DxD." ucap Sirzechs, dia juga sependapat dengan Azazel, bisa dibilang aliansi ini seperti untuk mempertahankan sisa naga yang ada dan juga melindungi dunia ini dengan bantuan naga yang sangat kuat yang saat ini berada bersama mereka diruangan itu.
"Karena sudah terbentuk dan resmi memiliki nama, untuk sementara perwakilan dari tiap fraksi akan berkumpul di Akademi ini sampai tempat perkumpulan yang sebenarnya dibuat." ucap Azazel.
"Bagaimana Sirzechs, apa kau keberatan?" Sirzechs yang mendengar pertanyaan Azazel menggeleng dan tersenyum.
"Tidak, justru karena di Akademi ini telah terjadi kejadian yang seperti ini, Akademi ini menjadi tempat yang cukup bagus untuk tempat perkumpulan para perwakilan dari tiap fraksi sebelum tempat perkumpulan yang sebenarnya dibuat." ucap Sirzechs.
"Kalau begitu, aku akan menempatkan Vali disini sebagai perwakilan dari fraksiku, kau tidak keberatankan, Vali?" ucap Azazel sambil menatap kearah Vali yang lagi-lagi hanya diam bersandar pada dinding.
"Aku tidak keberatan, tapi aku tidak akan menjadi murid atau semacamnya ditempat membosankan seperti ini." ucap Vali tidak begitu peduli, Azazel menghela nafas tapi tidak mempermasalahkan keinginan Vali itu.
"Itu terserah padamu, Vali." ucap Azazel.
"Kalau begitu aku utus Irina sebagai wakil dari fraksi malaikat." ucap Michael. Irina yang mendengar pernyataan pemimpin tertinggi malaikat itu hanya bisa terdiam sambil memandang Xenovia dimana Xenovia juga memandangnya.
"Fraksi iblis ada anggota kelompok Rias dan Sona sebagai perwakilan." ucap Sirzechs, lalu semuanya menatap kearah Naruto, Naruto menghela nafas menyadari itu.
"Aku sendiri yang akan berada disini karena aku juga bersekolah disini." ucap Naruto.
"Lalu bagaimana dengan Sasuke-san dan Kaguya-hime?" tanya Sirzechs sambil menatap Sasuke dan Kaguya.
"Kami tidak bisa berdiam diri ditempat ini, kami harus mencari informasi tentang musuh dan mungkin mengajak pihak lain untuk bergabung dengan aliansi ini." ucap Sasuke.
"Jadi begitu, memang benar kita juga membutuhkan informasi tentang kekuatan musuh, tapi ada baiknya kau bergabung dengan kami dalam mencari informasi, Sasuke-san." ucap Sirzechs.
"Kau tidak perlu khawatir tentang mereka, Sirzechs. Sasuke adalah orang yang paling cocok untuk mencari informasi mengenai kekuatan musuh, sedangkan Kaguya akan sangat memudahkan untuk Sasuke mencari informasi dengan mata Byakugan miliknya yang dapat melihat menembus objek dan memiliki penglihatan 360 derajat tanpa titik buta." ucap Naruto, semua terdiam dengan wajah terkejut.
"Jadi begitu, pantas saja Kaguya-hime bisa melihat keberadaan Katerea yang berada jauh di luar penghalang yang menyelimuti Akademi ini." ucap Sirzechs saat dia mengingat sebelum serangan Katerea terjadi, Naruto berkata wanita berambut putih itu melihat seorang iblis diluar penghalang yang menyelimuti Akademi Kuoh saat ini.
"Ya, itu adalah mata yang hebat, dengan mata itu Kaguya tidak perlu menoleh kemana pun karena dia sudah dapat melihat seluruh area yang berpusat pada dirinya." ucap Naruto.
"Mungkin kita akhiri saja pertemuan ini, ini sudah semakin malam dan aku juga sudah mengantuk." ucap Naruto sambil menutup mulutnya saat dia menguap.
"Kau benar. Baiklah kita akhiri saja pertemuan ini dan kembali bertemu lagi ditempat perkumpulan nanti saat sudah dibuat." ucap Sirzechs, Azazel mengangguk begitu juga Michael dan semua wakil dari fraksi masing-masing. Naruto berdiri diikuti oleh semua pemimpin dari ketiga fraksi, lalu mereka pun saling berjabat tangan.
Pertemuan itupun berakhir tepat jam 12 tengah malam.
Jam 00:00 AM.
[To Be Continue]
