Disclaimer :
Demi neptunus naruto bukan punya saya, punya masashi sensei. sasuke punya saya *dibantai masashi sensei dan sakura*
.
TOLONG DI BACA APAPUN DI BAWAH INI, KEBIASAAN BEBERAPA READER MALAS BACA DAN BERAKHIR DENGAN ME-REVIEW HAL YANG TIDAK PERLU KARENA SUDAH TERCANTUM DI BAWAH INI.
.
Warning :
OOC, TYPO tingkat akut, AU, OOT, EYD berantakan, flame tidak diijinkan. DI LARANG MENG-COPY TANPA SEIJIN AUTHOR SASUKE FANS APALAGI NYOLONG!
.
Catatan :
Fic ini hanyalah cerita fiksi belaka yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan seseorang, sedikit mengambil sudut pandang dan selebihnya di karang-karang oleh author, tidak menyinggung apapun dan hanya merupakan fic untuk menghibur semata, author pun tidak akan mengambil keuntungan apapun selain kepuasan membaca dari reader.
Mengandung unsur dewasa.
Lemon/lime bukan hal utama dalam fic ini, so jangan harap ada lemon/lime yang berlebihan,
Tidak di anjurkan untuk pembaca di bawah umur.
Jadilah pembaca yang bijak.
.
.
= Enjoy for read =
.
But
.
! Don't like Don't Read !
.
.
.
.
~ Give me your blood ~
[ Chapter 9 : Peringatan ]
.
.
.
[ Sakura pov. ]
Hari ini, Sasuke melakukan hal aneh lagi. Aku jadi kesulitan karenanya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku tidak ingin melihatnya marah atau merasa bersalah. Sejak awal, aku tidak tegas padanya.
Sepulang dari salah satu bar tempatku bekerja. Ada seorang pria yang menghalangi jalanku.
"Ini peringatan terakhir kalinya untukmu." Ucapnya.
"Aku tidak melakukan kesalahan! Aku tidak mengganggu manusia!" Kesalku.
"Aku hanya menyampaikan pesan peringatan, sekali lagi, jangan ganggu tuan Sasuke." Ucap pria itu dan pergi.
Aku yakin dia suruhan pemuda yang datang padaku saat itu. Dia tidak main-main untuk memberi peringatan. Apa yang di ketahuinya? Aku tidak pernah memaksa Sasuke untuk memberikan darahnya untukku. Jika dia tidak ingin melakukannya. Aku tidak akan memaksanya.
Pemuda itu terus-terusan mengirim orang untuk memberiku peringatan.
Aku sudah mencoba mengikutinya, tapi Sasuke akan berpikiran lain jika aku tidak mengisap darahnya. Dia berpikiran aku membencinya atau semacamnya.
Lagi-lagi aku melakukannya.
Dan peringatan untuk kesekian kalinya datang dengan orang yang cukup banyak di bawanya.
.
.
[by:sasukefans_ama]
.
.
[ Sasuke pov. ]
Akibat tindakanku yang sebelumnya. Sakura mulai sedikit kembali seperti semula.
Namun,
"Sakura!" Panikku.
Aku sangat terkejut melihatnya seperti ini. Sakura terbaring di depan pintu. Wajah dan tubuhnya babak belur. Pakaiannya sangat kotor dan rambutnya berantakan.
"Apa yang terjadi?" Tanyaku.
Dia pulang lebih awal. Sakura tidak mengatakan apa-apa. Mengangkatnya ke arah kamar mandi. Aku ingin membersihkannya.
"Maaf jika membuka pakaianmu begitu saja." Ucapku. Aku sedikit malu setiap melihat tubuhnya. Walaupun aku sudah melihatnya sekali.
Haa..~ lagi-lagi mengingat kejadian memalukan itu. Aku sudah bersumpah untuk tidak akan melakukannya lagi.
Sakura tidak menanggapinya, tatapannya terlihat tenang, dia seperti tengah memikirkan hal lain.
Saat ini Sakura tengah berada di dalam bak mandi, sementara aku harus membersihkan rambutnya dengan shampo.
"Siapa yang melukaimu?" Tanyaku.
"A-aku hanya sedang sial." Ucapnya. Duduk meringkuk di dalam bak.
"Aku pikir tidak akan ada yang bisa mengalahkanmu." Ucapku.
"Organisasi itu memiliki orang-orang yang sangat kuat. Mereka mendapat pelatihan khusus. Aku tidak sengaja bertemu dengan mereka." Ucapnya.
Aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku juga tidak mungkin melawan mereka, Sakura yang begitu kuat bisa di kalahkan. Bagaimana denganku? Aku mungkin akan mati di tangan mereka.
"Mereka tidak akan menyerang sesama manusia." Ucapnya.
Aku hanya lelaki pengecut yang tidak bisa mengatakan apa-apa.
"Aku akan menyiram rambutmu." Ucapku.
"Terima kasih, Sasuke." Ucapnya.
"Jangan banyak bicara. Aku akan membersihkanmu."
Selesai dengan kegiatan mandinya. Aku tidak masalah dengan memandikan Sakura, memakaikan beberapa perban pada tubuhnya.
"Luka ini akan sembuh dengan cepat, jadi tenang saja." Ucapnya.
"Aku tidak mempermasalahkan luka-lukamu. Tapi bagaimana jika ada yang menyerangmu lagi?"
"Aku akan melawan dan segera kabur." Ucapnya dan berusaha tersenyum.
"Tolong lebih berhati-hati." Ucapku.
Aku tidak punya ucapan yang tepat untuk lebih menolongnya. Kembali mengangkatnya ke dalam kamar.
"Aku bisa jalan sendiri." Ucapnya.
"Tidak. Biarkan aku melakukan sesuatu untukmu." Ucapku. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuknya.
Membarikannya di atas ranjangku.
"Tidurlah. Aku akan tidur di bawah." Ucapku.
"Kau ini sangat aneh. Aku tidak terluka seperti manusia. Lihat. Luka ini mulai menutup dengan sendiri." Ucap Sakura. Dia tidak ingin tidur di ranjangku.
"Bisakah kau mendengarkanku sedikit saja?" Aku memohon padanya.
Apa dia tidak melihat wajahku? Aku ketakutan melihatnya seperti tadi.
"Kalau begitu isaplah darahku. Kekuatanmu pasti berkurang karena kau tidak makan dengan betul." Ucapku. Aku hanya mengucapkannya dengan asal.
"Jangan sekarang, Sasuke." Ucapnya.
"Apa maksudnya?"
"Aku tidak bisa mengisap darahmu sekarang."
"Kenapa lagi? Kau ini semakin aneh saja."
Aku kesal jika dia bersikap seperti ini. Aku sungguh tidak bisa membaca apa yang di pikirkannya.
"Maaf." Ucapnya. Maaf untuk apa lagi?
Aku tidak memperdulikan ucapan Sakura. Menariknya dari atas ranjangku hingga jatuh dan menindihku.
"Tidak apa-apa. Lakukan saja." Ucapku. Aku sedikit memaksanya. Menaikan kaos bajuku.
Sakura terlihat ragu dan terus menatapku. Apa lagi yang kau pikirkan?
"Tolong tahan sedikit." Ucapnya.
"Aahh!"
Sakura mulai menggigit di area dekat tulang selangkaku. Cukup lama Sakura melakukannya. Kegiatannya akhirnya berhenti.
"Apa mulai merasa pusing?" Tanyanya.
"Uhm, sedikit." Ucapku. Aku bisa merasakan Sakura mengisapnya lebih kuat. Darahku terasa tersedot begitu saja. Apa dia berbohong dengan rasa hausnya? Dia sepertinya sangat butuh banyak darah. Aku mulai merasakan sedikit pusing.
"Maaf." Ucapnya, lagi.
Sakura tidak berpindah dari atasku. Dia membaringkan tubuhnya. Memeluknya. Aku juga tidak ingin melepaskannya.
Aku memikirkan hal ini, bagaimana jika orang-orang itu akan mengincar Sakura dan membunuhnya?
.
.
TBC
.
.
update...~
