Bright mendorong Win yang berada didalam gendongannya hingga punggung milik Win menabrak dinding yang dingin malam ini, keduanya masih dalam ciuman intim yang enggan dilepaskan sejak mereka harus menahan gejolak nafsu pada diri masing-masing. Win menjauhkan wajahnya setelah dirasa paru-parunya memerlukan oksigen lebih, Bright beralih mengincar leher jenjang putih milik kekasih manis nya ini yang baru saja mengistirahatkan dirinya setelah bertarung lidah kini mendapat serangan kembali dilehernya.

Win membuka kancing piyama nya tergesa dengan satu tangan sementara tangannya yang lain menjaga keseimbangan dirinya didalam gendongan kekasihnya, ia memberi akses lebih untuk Bright melecehkan tubuhnya sebanyak apapun Bright mau menandai nya. Sampai pada kedua puting nya yang telah berubah aksen menjadi merah padam sebab Bright tidak pernah membiarkan salah satu dari keduanya terlepas dari mulut atau tangannya. Win banyak mendesah dengan jemari panjang nya menarik rambut belakang milik Bright sensual, bibir bawahnya tampak memerah sebab ia selalu menggigitnya kala Bright menyedot putingnya terlalu dalam, itu nikmat namun sedikit nyeri setelahnya.

Bright menjauhkan wajahnya dari dada milik Win, ia menggigit bibir bawah nya melihat hasil karya miliknya yang sangat indah tercetak dimana-mana ditubuh putih dan mulus milik kekasihnya, ia tersenyum miring saat Win masih kesulitan mendapatkan udara setelah berkali-kali ia menyerangnya. Wajah memerah dengan mata sayu serta bibir membengkak dan nafas tersengal Win adalah pemandangan favorit nya.

Lelaki manis yang menjadi milik Bright ini menjatuhkan kepalanya pada bahu kekar milik Bright, kedua tangannya nampak lemas memijat leher belakang Bright. Ia terkekeh padahal baru saja mereka memulai mengapa Win sudah lemas saja, "Aku butuh service kamu, sayang" bisik Bright tepat didepan telinga Win lalu menggigit kecil setelahnya.

Bright menurunkan Win nya dari gendongan, Win segera saja berlutut dihadapan Bright sembari membuka celana boxer nya itu turun lalu celana dalam hitam milik nya dan kemudian Win menggenggam penis yang sudah benar-benar menegang didepannya. Walaupun ia dan Bright lebih tinggi dirinya beberapa centi tetapi milik Bright terbesar, rasanya satu genggaman tangannya yang lumayan besar belum cukup meraup diameter keseluruhan penis Bright, apalagi kalau penis yang sedang ia genggam ini dalam keadaan ingin memuntahkan semen nya didalam dirinya.

Win mengambil lubricant yang berada di nakas samling tempat tidurnya, melumuri batang penis yang panjang itu dengan lubricant hingga penis itu terlihat mengkilap terkena cahaya redup dari lampu tidur. Win memaju mundurkan tangannya seperti memijat penis panjang Bright, ia juga menggigit bibir menunjukan wajah nakalnya pada Bright. "Cantik" gumam Bright. Ia tidak pernah untuk tidak memperhatikan bagaimana Win yang memperlihatkan wajah seksi itu padanya, piyamanya yang hanya tinggal sebatas lengan mempertontonkan bahu mulus yang sayangnya banyak tertinggal mark.

Kekasih manis nya ini selalu kesusahan saat ingin melahap habis penis besarnya, terkadang bahkan Win berpura-pura menangis karena sudah tidak bisa lagi menampung penisnya lebih dalam lalu tidak lama setelahnya wajah manis nya akan memerah seperti seseorang yang baru saja mabuk, dan yang terakhir ia akan merengek sembari menusuk-nusuk lubsng nya sendiri pada Bright.

Bright menaikan alisnya saat Win hanya mencium serta menjilat kepala penisnya, sudah Bright tidak bisa bermain-main lagi karena penis nya butuh sesuatu yang bisa menghangatkan nya. Bright menarik bahu telanjang Win menyuruh nya untuk berdiri didepannya lalu menarik pinggang ramping Win agar ia mendekat, Win pening disaat Bright membaui lehernya serta bergumam sesuatu yang tidak dapat ia tangkap dengan jelas.

Bright membawa dirinya menduduki tepian kasur tangan nya juga menarik pinggang Win bersamanya menyuruh lelaki kelinci itu duduk diatas paha nya dan menghadap dirinya, Win mengusap sensual rahang Bright dengan ibu jarinya sedang bibirnya mencium hidung bangir milik Bright. Sebelah tangan besar Bright mengocok penis nya dengan sebelah tangan yang lain melebarkan pipi pantat Win, sebelum Bright mulai menggoda lubang hangat Win ia menampar pipi pantat Win dengan miliknya. Bright seraya memandang Win yang seperti bersiap untuk sesuatu yang sakit? Sebab Win sedari tadi memejamkan matanya dan kedua tangan telah berpindah menjadi dibahu telanjang Bright seperti gerakan meremas dengan kuku-kuku nya yang lumayan panjang.

Sang dominant menyunggingkan senyum nya memperhatikan betapa lucunya kedua mata minimalis milik kekasihnya ini menutup, tangan nya menyusup kedalam piyama Win mengusapkan tangannya pada punggung halus itu namun Win tetap dalam pendirian nya dengan menutup kedua matanya disaat Bright tidak kunjung menerobos lubang nya dengan penis besar itu. "Hey, kamu nunggu.. hm?" Win spontan membuka matanya yang otomatis bersibobrok dengan kedua mata bulat milik Bright.

'Plak'

'Plak'

Suara penis menampar pipi pantat yang terdengar sangat jelas dimalam yang sunyi. Win tersenyum lalu tiba-tiba saja ia menggigit bibir bawah kekasihnya yang terus memandangnya dengan tatapan mesum, Win secara tidak langsung menyatakan bahwa dia sudah sangat ingin dimasuki karena itu penis miliknya juga sudah menegang. "Hurry Mr. Chivaree, put it in please~" terpaan udara saat lelaki manis itu memohon membuat Bright bahkan lebih menegang, "Do it by yourself, Mrs.Chivaree!".

"Ahh.. Haa~"

Bright menikmati wajah panas milik Win yang tengah berusaha memasukkan penisnya kedalam lubang hangatnya, Bright menciumi bahu mulus telanjang milik Win saat Win membusungkan dadanya. Bukan berarti Bright tidak menikmati apa yang penis nya dibawah sana rasakan, ia sangat menikmatinya bahkan dengan erangan rendah jantan nya.

"Shh.. Hm ohh" Bright seperti menghirup narkoba tetapi jelas bukan dan itu sudah masuk seluruhnya, Win tidak bergerak diawal ia hanya mendesah dan mencakar bahu Bright dengan kuku-kuku nya. Sang dominant tidak bisa hanya menetap didalam sana tanpa pergerakan, oleh sebab itu Bright mengangkat pantat Win lalu menjatuhkan nya lagi dan mengulangnya itu terus menerus.

"Ahh.. Akhh! Hm, Bri_ght!"

"Ssh.. Ohh, yes baby!"

Selagi Bright mengangkat lalu membanting Win diatas pangkuannya, Win juga memainkan penis nya yang gatal untuk disentuh. Pendingin diruangan ini tampaknya rusak karena percuma saja kalau tetap membuat dua orang yang sedang mengejar kenikmatan disana bermandikan keringat. Jejak saliva keduanya bahkan melumuri hingga leher putih Win yang telah ternoda dengan banyaknya tanda merah keunguan.

"Akh!! Jangan digi_git, Bright!" berapa kalipun Win mengingatkan Bright agar jangan menggigit putingnya tetapi tetap saja Bright terus melakukannya pada kedua putingnya, serius itu nyeri dan sakit lalu bahkan sesudahnya akan terasa perih dan akan sedikit membengkak.

Kini posisi mereka berganti menjadi Win yang menungging berpegangan dengan tepian kasur dan salah satu kakinya Bright angkat ke udara, diposisi seperti ini lebih banyak membuat Win berkeringat sebab selain ia menyeimbangkan tubuhnya karena Bright mengangkat sebelah kakinya ia juga menahan bobot tubuhnya dengan kedua tangannya yang lemas ditepi kasur. Bright banyak untung diposisi ini karena ia dapat bergerak lebih banyak dan juga panis dapat mengubur dirinya didalam lubang lebih dalam.

03:45 dini hari.

Berbagai posisi mereka lakukan seperti doggy style, posisi normal, menyamping hingga bottom on top dan terakhir mereka kembali ke posisi awal yaitu Bright yang mengendong Win karena diposisi ini walau Win sudah lemas ditambah mengantuk tetapi pantatnya akan tetap memanjakan penisnya. Ini sudah kali ketiga Bright mengeluarkan semen hangatnya didalam. Bahkan semen kental itu merembas hingga sepanjang paha Win dan bercecer dilantai.

"Bright, ahh.. Mau sampai jam berapa? Aah_ku ngantuk!~"

Win sebenarnya sudah sangat ingin tidur pulas namun, dirinya harus terus menerima tusukan penis Bright disana karena Bright pun masih mengejar orgasme nya yang kesekian kalinya, entah Win tidak ingat berapa kali Bright memuncratkan semennya didalam sedangkan dirinya sudah berkali-kali orgasme.

"Ah! Shh.. Astaga, Win? Another around?" ucap Bright setelah ia memuntahkan semennya, Win ingin mengistirahatkan punggung dan pinggangnya tetapi Bright malah bertanya padanya untuk ronde lain? Tidak! Pinggangnya remuk!. "Gak, Bright~ Aku mau tidur, besok Day sekolah!" Win memukul punggung tegap itu pelan, suaranya pun sudah serak karena terlalu banyak mendesah?.

"Aku suruh libur dulu?"

"Sembarangan! Day kamu suruh libur cuma gara-gara ini?"

Bright terkekeh saat Win menghadapkan wajahnya yang semula bersembunyi dilehernya, ia kecup bibir tebal Win sekali. Tentu saja ia berbohong tentang ingin melibur Day, tetapi bahkan Win nya sangat marah. "Aku bercanda, sayang~" Win mencubit hidung mancung Bright kesal, Win juga menghentakan kakinya minta diturunkan.

Alih-alih Bright menurunkan Win atau mencabut miliknya dari sana ia justru membanting dirinya beserta Win diatas kasur mereka, kedua kaki Win yang semula melingkar dipinggang Bright sekarang ia turunkan dan perlahan mencabut milik Bright dari lubangnya. Otomatis semen hangat itu terus mengalir dari dalam sana, "Ahh.. panas tau! Pinggang aku sakit! Tanggungjawab urutin pinggang aku!".

Bright mengambil tissue lalu mengelap bekas sperma dilantai dan juga diatas sprei, "Iya sayang, maaf ya.. Janji besok aku urut sampai kamu sembuh, hm? Aku mau mandi dulu sekarang, mau ikut?" Win mempoutkan bibir nya, mandi bersama artinya adalah ronde lain. Tidak. "Enggak! Yaudah sana mandi.. Aku mau tidur!" setelah itu Win membungkal dirinya dengan selimut, padahal ia hanya memakai atasan piyamanya tanpa bawahan dan pantatnya pun masih terasa lengket tetapi ia terlalu lelah untuk ikut mandi bersama Bright.

"Bunny, kamu beneran langsung tidur gitu aja?" hening tidak ada jawaban selain dengkuran halus dari lelaki manis yang juga adalah kekasihnya itu. Bright tertawa kecil ternyata kelinci nya itu benar-benar mengantuk. "How cute, Mrs.Chivaree!" Bright mengusak rambut hitam Win sebelum beranjak untuk membersihkan dirinya. Bright tidak mungkin bisa langsung tertidur begitu saja seperti Win setelah bercinta, Win itu nyaman dengan panas sedangkan dirinya lebih baik dalam keadaan dingin.

Halooo.. cerita ini juga ada di wp aku ya @ayase614 bisa sekalian liat2 cerita bw juga sama cb pun juga ada hyung hehe