The Deep Love that More Pain

Main cast :

Park Baekhyun 33 tahun

Park Chanyeol 33 tahun

Oh Jongin 31 tahun

Do kyungsoo 24 tahun

Sinopsis :

Hidup Bersama dengan orang yang kau cintai lebih dari 15 tahun pasti sangat membahagiakan, tapi bagaimana jika saat kau menyerahkan seluruh hidupmu untuk orang yang kau cintai dan kau mengetahui bahwa kekasihmu itu mengkhianatimu? Itu yang Baekhyun rasakan dikala tubuhnya lemah karena penyakit yang di derita dan kekasihnya yang berubah. Dan saat Baekhyun sudah menyerah dengan cintanya itu sesuatu yang sebenarnya terjadi terungkap.

"Apa yang kalian lakukan" tiba-tiba tubuh Baekhyun meremang mendengar suara berat yang penuh penekanan itu, dia secara refleks mendorong Jongin menjauh. Disana ada Chanyeol dengan nafas berat dan mata memerah, tercium bau alcohol yang menyengat, dia menantap Baekhyun dengan amarah yang ditahan. Tubuh Baekhyun bergetar mendapatkan tatapan seperti itu dari Chanyeol, melihat itu Jongin berdiri di depan Baekhyun dan menatap Chanyeol sengit.

"Menyingkir" Tatapan tajam Chanyeol semakin dan semakin tajam melihat pria asing berada di rumahnya bersama Baekhyun.

Baekhyun masih bersembunyi di belakang punggung Jongin, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia terlalu takut jika Jongin mungkin saja akan mengatakan perihal kedatangannya kemari. "Tidak, kau yang sebaiknya menyingkir"

"Baekhyun… apa ini, apa kau baru saja terang-terangan berselingkuh dirumah kita huh" kepala Baekhyun mendongak menatap Chanyeol yang menatapnya tajam, matanya memanas. "Tidak Chan bukan seperti itu" suara Baekhyun bergetar menahan nyeri didalam hatinya, tubuhnya sangat lemah mungkin jika Jongin tidak berdiri didepannya dia pasti sudah jatuh kelantai.

"Jaga Ucapanmu" Jongin menggeram marah. Chanyeol menatap tajam Jongin, dia menyeringai menatap Baekhyun yang bersembunyi dibelakang punggung Jongin. "Saat aku tidak berada di rumah kau bersenang-senang dengan pria lain, apa aku tidak cukup memuaskanmu Baek" kaki Baekhyun melemas, dia jatuh kelantai dengan air mata yang sudah mengalir deras.

"Baekhyun kau tid-"

"Pergi" perkataan Jongin terhenti.

"Aku mohon kau segera pergi Jongin" dengan senyum yang dipaksakan Baekhyun memohon pada Jongin pergi, ini salahnya tidak seharusnya dia menahan Jongin lebih lama, dia tidak ingin Jongin melihat penghinaan yang dia terima dari Chanyeol. "Bagaimana bisa aku meninggalkanmu seperti ini".

"aku mohon Jongin"

"lihat kalian, berani sekali bermesraan di depanku" dengan marah Chanyeol meninju pintu sehingga tangannya mengeluarkan darah. "Tega sekali kau Baek, kau berkata bahwa kau mencintaiku huh bodohnya."

"Tidak Chan, aku tidak… aku tidak hiks"

"Berhenti berbicara baek, Lihat dirimu, kau hanya bisa menangis apa kau sangat suka menggoda lelaki dengan tangisan? Ya kau memang sangat manis saat kau menangis hahaha" Chanyeol menatap Baekhyun dingin, dia berjalan mendekat dengan tetesan darah dari tangannya, melihat tatapan yang tidak ramah dari Chanyeol, Jongin dengan reflesk berdiri didepan Chanyeol menghalanginya berjalan lebih dekat ke Baekhyun.

"Apa yang kau lakukan" Chanyeol berdiri diam didepan Jongin, dia menatap Baekhyun dan tersenyum pedih.

"Apa kau takut dengan ku baek?"

"Apa kau sudah tidak menginginkan aku lagi?" tiba-tiba suara chanyeol melemah, dia tertunduk lesuh, bahkan terdapat beberapa tetesan air mata yang jatuh menetes, mungkin karena dalam pengaruh alcohol emosi chanyeol berubah-ubah.

"Apakah apakah kau ingin pergi dariku Baek, ini menyakitkan baek"?

Suara lirih Chanyeol membuat hati Baekhyun serasa diremas, demi tuhan Chanyeol sudah salah paham, Baekhyun ingin mengatakan, mengatakan apa yang terjadi, melihat Chanyeol seperti ini sangat menyakitinya tapi dia terlalu takut hanya air mata yang semakin deras sehingga membuatnya kesulitan untuk bernafas.

"jawab aku baek, kenapa kau tidak mengatakan apapun?" tidak mendapatkan jawaban apapun dari Baekhyun, membuat Chanyeol sangat marah tanpa aba-aba dia melayangkan tinjunya pada Jongin dia memukulnya membabi buta, Jongin yang mendapatkan serangan tiba-tiba tidak dapat melayangkan serangan balasan. Melihat itu Baekhyun langsung berdiri dan menjauhkan Chanyeol dari Jongin. Tapi kekuatannya bukanlah tandingannya Chanyeol jadi tanpa sengaja dia mendapatkan pukulan di pipinya sehingga membuatnya terdorong kebelakang, darah keluar dari mulut Baekhyun. menyadari bahwa Baekhyun terluka Chanyeol berhenti, dia terdiam melihat Baekhyun yang mengeluarkan darah dari mulutnya dan hanya menatapnya tanpa ada niatan untuk mendekatinya. Jongin yang melihat Baekhyun terluka dia mendorong Chanyeol sehingga Chanyeol terjatuh.

"Baekhyun kau tidak apa-apa" Jongin bertanya khawatir.

"Apa kau sudah GILA, kau beraninya kau memukul Baekhyun" Jongin marah pada Chanyeol dia menghampiri Chanyeol yang mencoba bangun dan menarik kerah bajunya. Jongin melayangkan tinjunya pada pipi kanan Chanyeol beberapa kali. "Kau… apa kau tidak punya hati?" Chanyeol menatap Jongin dingin dan dia mendengus "Apa hubungan kalian"

"Kau bilang kau mencintainya tapi kau tidak mengetahui apa yang terjadi? Sungguh bodoh" Jongin melepaskan Chanyeol dan Kembali ke Baekhyun dia membantu Baekhyun berdiri dan memapahnya berjalan menjauh.

"Kau ingin meninggalkan aku Baek?" dengan masih terbaring Chanyeol bertanya lirih kepada Baekhyun. dengan perlahan Baekhyun melepaskan tangan Jongin di tubuhnya, Jongin melihatnya protes "Kau sebaiknya pergi Jongin, maaf membuat masalah untukmu" dengan lembut Baekhyun mendorong Jongin menuju pintu keluar dan menguncinya mengabaikan teriakan Jongin yang memanggil namanya. Dia berjalan mendekat ke Chanyeol yang masih terbaring dengan beberapa lebam di wajahnya.

"Berdiri lah Chan, lukamu harus diobati" tidak ada pergerakan dari Chanyeol, Baekhyun mendekat dan menggoyangkan tubuh Chanyeol berusaha membangunkannya tapi tidak ada pergerakan apapun dari Chanyeol suara nafasnya juga terdengar sangat berat dengan panik Baekhyun berusaha membawa tubuh Chanyeol ke kamar. entah karena Baekhyun yang sangat panik dia merasa dirinya tidak kesulitan membopong tubuh Chanyeol atau berat badan Chanyeol yang berkurang entahlah Baekhyun tidak memikirkannya.

Dengan panik dia mencari ponsel Chanyeol dan mencoba menghubungin Sehun.

"hallo Sehun.. itu bisakah bisakah kau datang? Chanyeol dia … dia tidak sadarkan diri"

"Baekhyun?" Sehun baru saja akan memaki Chanyeol karena menelponya saat dirinya sedang ingin beristirahat, tapi siapa yang menyangka makiannya dia telan Kembali karena mendengar suara panik Baekhyun.

"Tenanglah baek, aku akan segera kesana. Tarik nafas dan tunggu aku OK" setelah itu Sehun segera mematikan ponsel dan menghela nafas panjang sebelum menyambar kunci mobilnya.

Sehun telah sampai dilingkungan tempat tinggal Chanyeol dengan tergesa-gesa dia memakirkan mobilnya dan berjalan menuju lift, di dalam lift dia melihat seorang pria berkulit Tan dengan beberapa lebam di wajahnya. "Dr Kim Jongin?" merasa namanya dipanggil Jongin mendongak dan mengernyitkan wajahnya heran, dia tidak mengenal manusia Albino didepannya jadi dia hanya mengabaikannya dan berjalan melewati Sehun. Sehun yang melihat itu heran, Apa yang dilakukan Dr. Kim disini dengan wajah lebam seperti itu tapi dia juga tidak peduli dan segera masuk kedalam lift dia menekan tombol naik menuju tempat Baekhyun menunggunya.

"Apa yang terjadi Baek?" Sehun telah berada di kamar Chanyeol dan melihat Chanyeol terbaring dengan wajah pucatnya, disampingnya Baekhyun juga tidak dalam keadaan yang baik lebam di pipi kiri yang didapatnya secara tidak segaja karena ingin memisahkan Chanyeol dan Jongin belum lagi jejak darah yang masih terlihat di sudut bibirnya. Sehun mamasang wajah dingin, berfikir jika Chanyeol sudah sangat keterlaluan pada Baekhyun. "Apa yang dilakukan Chanyeol padamu Baek?"

Kaget dengan pertanyaan Sehun, Baekhyun menggelengkan kepalanya "Tolong periksa Chanyeol, dia… dia tidak bangun, nafasnya juga sangat berat." Mendengar itu Sehun mendekat dan mulai memeriksa Chanyeol dengan berat hati. Baekhyun hanya berdiri di sampingnya memperhatikan apa yang dilakukan Sehun pada Chanyeol. Saat memeriksa tubuh Chanyeol raut wajah Sehun membeku, dia terdiam dan melihat kepada Baekhyun.

"Apa yang dilakukan Chanyeol akhir-akhir ini Baek?"

"Hnm?... dia hanya bekerja, apa ada yang salah padanya Sehun?" melihat raut wajah Sehun yang membeku, membuat diri Baekhyun panik dan khawatir, apakah Chanyeol baik-baik saja? Baehyun masih mengenggam tangan Chanyeol dengan erat.

"Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti baek, kau tahu aku hanya Dokter Kejiwaan jadi tidak banyak yang bisa aku lakukan. Hanya saja aku tahu ada yang salah dengan tubuh Chanyeol. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa wajah kalian terlihat seperti itu." Sehun mengeluarkan jarum suntik dan menyuntikkannya di pergelangan tangan Chanyeol. Setelah itu dia mengganti jarum suntiknya dan menyuntikkan lagi pada lengan atas Chanyeol, dia mencari pembuluh Vena untuk mengambil sample darah Chanyeol, dia merasa harus melakukan ini karena dia memiliki perasaan buruk dengan kondisi tubuh Chanyeol.

Sehun menatap Baekhyun yang tidak memberikan jawaban dari pertanyaannya, Baekhyun hanya menggenggam tangan Chanyeol. Sehun menghela nafas, ia mengeluarkan obat gel dan memberikannya pada Baekhyun. "Gunakan ini untuk mengobati lukamu, dan juga kau bisa mengoleskannya pada wajah Chanyeol juga, setelah itu kompres dengan air hangar agar lebam di wajah sedikit memudar, kau bisa melakukannya bukan?" Baekhyun hanya menggangguk dan melihat obat gel di tangannya. Melihat itu Sehun mengangguk pelan.

"Baek…" Baekhyun mendongak menatap Sehun yang memanggilnya, dia memiringkan kepalanya menunggu kalimat yang akan dikatakan Sehun padanya. "Apa kau memiliki penyakit yang kau sembunyikan?" jantung Baekhyun seperti jatuh ke lambungnya mendengar pertanyaan Sehun. Kenapa Sehun bertanya seperti itu? apakah dia mengetahui tentang penyakitnya, tapi bagaimana? Baekhyun menarik nafas pelan mengatur jantungnya berusaha untuk tidak terlihat panik. "Apa maksudmu Sehun?"

"Aku melihat obat-obatan di ruang bacamu, menurutku itu bukan obat biasa seperti menambah nafsu makan." Sehun berjalan mendekat ke Baekhyun, dia memegang bahu Baekhyun.

"Aku tidak tahu obat apa itu, tapi Baek, apapun itu kau sebaiknya tidak menyembunyikannya" Sehun menepuk pelan bahu Baekhyun dan berbalik berjalan menuju pintu keluar. "Aku akan pergi, tidak perlu mengantarku kau urus saja Suamimu itu… bye" setelah itu Baekhyun melihat wajah Chanyeol lama. "Ternyata aku memang tidak bisa mengatakannya Chan, maafkan aku" Baekhyun mengecup bibir Chanyeol dan pergi menyiapkan air hangat untuk mengkompres luka di wajah Chanyeol.

Baekhyun mengolesi obat gel yang diberikan Sehun pada luka di bibir Chanyeol dan lebam pada wajahnya setelah itu dia mengompres air hangat dan meletakkannya pada lebam di wajah Chanyeol. Setelah selesai mengobati luka Chanyeol Baekhyun memilih berbaring di dada Chanyeol, mendengarkan detak jantung Chanyeol yang masih dia rindukan. Dia masih mencintai Chanyeol walaupun Chanyeol sudah menyakitinya beberapa kali. Mendengarkan detak jantung Chanyeol membuat mata Baekhyun memberat, perlahan Baekhyun akhirnya jatuh tertidur diatas dada Chanyeol.

Gyeonggi-do 2008

"apa yang kau lakukan disini chan" baekhyun menatap chanyeol heran, saat ini mereka sudah menjalin hubungan selama 4 tahun, mereka sudah berumur 20 tahun, baekhyun melanjutkan kuliahnya sedangkan chanyeol setelah lulus SMA dia langsung bekerja serabutan. Dan sekarang baekhyun heran karena ini kampus baekhyun dan biasanya chanyeol tidak suka berada di sekitaran universitasnya.

Chanyeol tersenyum lebar, bahkan lesung pipinya terlihat sangat jelas, benar-benar sangat tampan. "Ayo berkencan Baek"

"Hah? Kenapa tiba-tiba" baekhyun bukannya tidak mau, mereka sudah lama berpacaran tapi berkencan adalah hal yang sangat jarang mereka lakukan, chanyeol yang sibuk dengan pekerjaannya sedangkan baekhyun seorang mahasiswa yang memiliki banyak sekali tugas yang harus diselesaikan, walaupun mereka menyisihkan waktu untuk berkencan biasanya chanyeol pasti akan membatalkannya karena adanya panggilan pekerjaan.

"Hari ini sangat indah, dan aku ingin menghabiskan waktu denganmu, apakah itu aneh?"

"tidak itu tidak aneh Channie, hanya saja kenapa tiba-tiba? Aku bahkan tidak berpakaian rapi" baekhyun merengut karena melihat pakaiannya dan pakaian chanyeol. Sangat berbeda jauh, terlihat sekali jika chanyeol sudah mempersiapkan diri.

"tidak masalah, kau masih terlihat sangat manis seperti biasanya" wajah baekhyun memerah mendengar ucapan chanyeol, dia hanya berjalan melewati chanyeol. "kemana?"

Melihat itu chanyeol semakin tersenyum sangat lebar, dia berlari mengejar baekhyun dan menggenggam tangan mungil baekhyun. "aku sangat bahagia". Baekhyun melihat chanyeol dan tersenyum lembut, dia juga bahagia.

Saat ini hari sudah malam, mereka sudah berpergian kemanapun, menonton, bermain, bahkan mereka sempat mengunjungin perpustakaan, walaupun chanyeol sangat berat hati tapi mau bagaimana lagi baekhyun membutuhkan referensi buku untuk mengerjakan tugasnya. Didalam perpustakaan beberapa kali chanyeol merengek pada baekhyun untuk segera pergi, bahkan mereka sampai beberapa kali diperingati oleh petugas untuk tidak membuat keributan, tidak tahan dengan rengekan chanyeol, baekhyun memilih segera meninggalkan perpustakaan.

Hingga saat ini mereka berjalan bergandengangan tangan, hari sudah gelap dan chanyeol akan mengantarkan baekhyun pulang, selama perjalanan wajah chanyeol sangat tegang, baekhyun yang menyadari itu menghentikan langkahnya dan menatapa chanyeol curiga.

"katakan padaku chan, apa ada sesuatu hal yang kau sembunyikan dariku?

"hah? Apa maksudmu baek, mana mungkin aku menyembunyikan sesuatu darimu"

"kau berbohong chan… kau pikir siapa yang kau ajak bicara ini" baekhyun melepaskan genggaman tangan chanyeol dan melipat tangannya didada. Melihat itu wajah chanyeol semakin pucat.

Secara tiba-tiba chanyeol menarik tubuh baekhyun dan memelukkan erat. "menikahlah denganku baek" tubuh baekhyun menegang mendengar suara chanyeol ditelinganya, jantungnya berdegup sangat kencang. "Menikahlah denganku baek" chanyeol melepaskan pelukannya dan mengeluarkan kotak beludru didalamnya terdapat sepasang cincin silver dengan warna hitam yang berada di tengah cincin tersebut. "Chan… apa ini?" baekhyun masih dalam keterkejutannya.

"Menikahlah denganku baek" dan chanyeol yang sangat gugup hanya bisa mengulangi kalimat yang sama, baekhyun kembali tersadar dan menatap chanyeol yang mengeluarkan keringat didahinya, baekhyun tersenyum. "kau tahu chan… hubungan kita itu masi-"

"aku tahu baek, walaupun… walaupun ki-kita tidak bisa melakukan perayaan seperti pasangan biasa aku hanya hanya.. hanya ingin mengikat dirimu sebagai milikku dengan cincin ini" chanyeol menarik nafas panjang menenangkan dirinya dan menggapai tangan baekhyun lembut.

"kau tahu, aku sangat mencintaimu, aku bisa kehilangan apapun selain dirimu baek… aku bahkan tidak keberatan jika kau memintaku untuk membunuh diriku sendiri, asal itu kau yang meminta aku akan melakukan apapun, tapi baek aku takut… aku takut seseorang akan membawamu pergi menjauhiku, kau sangat manis, kau sangat-sangat cantik baek, kau sangat mempesona apapun yang kau lakukan." Chanyeol menarik nafas pelan dan menatap mata baekhyun dalam.

"Menikahlah denganku baek… aku akan berusaha untuk membahagiakanmu, ayo kita membangun rumah kita, hanya kita berdua baek. Hiduplah bersamaku"

Baekhyun terdiam, matanya memerah, air matanya menetes mendengar permintaan tulus chanyeol, membayangkan dia hidup bersama chanyeol hingga maut memisahkan membuat hatinya menghangat dengan pelan baekhyun menganggukkan kepalanya. Chanyeol langsung memeluk baekhyun erat "Aku mencintaimu baek.. sangat sangat mencintaimu" chanyeol mengecupi seluruh wajah baekhyun dan memasangkan cincin di jari manis baekhyun. dia sangat Bahagia sekarang, bahkan jika dia mati sekarang chanyeol ikhlas.

Gyeonggi-do 2010

"kenapa kau menangis channie" baekhyun berusaha memeluk chanyeol tapi chanyeol menolakknya, baekhyun sedih.

"apa yang kau pikirkan baek… apa kau ingin meninggalkan aku?"

Kali ini baekhyun berhasil memeluk chanyeol dia menepuk-nepuk punggung chanyeol pelan berusaha menenangkannya. Chanyeol marah pada baekhyun karena dia berada dirumah sakit menemani bossnya, bukan karena chanyeol cemburu tapi karena khawatir, saat ini korea selatan sedang terjadi sebuah wabah MERS dimana pasien bisa meninggal kapan saja, dan baekhyun berada di ruangan yang sama dengan boss dan keluarganya yang sedang dirawat karena terjangkit virus MERS.

"aku akan baik-baik saja"

"bagaimana mungkin, bagaimana jika kau juga tertular virus itu juga baek" chanyeol masih berada di pelukan baekhyun dia bahkan sesegukan karenanya.

"tenanglah Chan… aku tidak bisa meninggalkan mereka, aku mohon mengerti"

"lalu kenapa kau tidak mengerti diriku baek" chanyeol melepaskan pelukan baekhyun, dia marah karena baekhyun lebih mementingkan orang lain daripada dirinya. Baekhyun mengulurkan tangannya menggapai pipi chanyeol, dia mengelusnya pelan. "percayalah padaku chan… tidak akan ada yang terjadi padaku"

Mendengar itu chanyeol menyerah, baekhyun itu keras kepala walaupun dia memintanya untuk meninggalkan keluarga bossnya pasti baekhyun akan menolaknya, jadi chanyeol hanya bisa berharap tidak ada sesuatu yang buruk terjadi pada baekhyunnya.

Keluarga bossnya itu sedang liburan ke filiphina tapi mereka tidak beruntung karena setelah mereka Kembali ke korea berita mengenai wabah yang terjadi di filiphina, karena khawatir jika mereka terjangkit mereka memilih memeriksakan diri ke rumah sakit dan benar saja mereka sekeluarga terjangkit wabah MERS dan harus di isolasi. Baekhyun menemani keluarga bossnya karena tidak ada yang menemani mereka, sayangnya semua keluarga bossnya meninggal karena wabah tersebut, dan karena tersentuh kepedulian baekhyun padanya. perusahaannya ia serahkan pada baekhyun sebagai ucapan terimakasih sebelum akhir hayatnya. Perusahaan itu baekhyun berikan kepada chanyeol untuk diurus.

Chanyeol membuka matanya, dia melihat baekhyun yang sedang terbaring di dadanya dengan perlahan dia menganggkat tangannya dan mengelus rambut baekhyun, merasa elusan dikepalanya baekhyun membuka matanya dia melihat chanyeol yang sedang melihatnya. Merasa sangat nyaman baekhyun memejamkan matanya kembali, melihat itu chanyeol menghentikan elusannya dia dengan kasar menyingkirkan tubuh kurus baekhyun dari tubuhnya.

Kepala baekhyun merasakan pusing yang sangat luar biasa karena perlakuan chanyeol, dia memejamkan matanya erat berusaha menyingkirkan rasa sakit kepalanya, tapi chanyeol yang melihat itu merasa jika baekhyun hanya berusaha untuk tidur lagi, dengan kasar chanyeol menarik tangan baekhyun dan memaksanya beranjak dari Kasur.

"Chanyeol apa yang kau lakukan" baekhyun tidak tahan lagi, dia menarik tangannya dan memegang kepalanya.

"berhentilah berpura-pura baek." Baekhyun tidak mendengarkannya, demi tuhan kepalanya sangat sakit sekarang, merasa darah akan keluar dari hidungnya baekhyun langsung berlari menuju kamar mandi dan menguncinya.

"Argh…" mata baekhyun memerah menahan sakit, baekhyun berusaha berdiri tegak dan mencuci darah di hidungnya, dia tidak ingin chanyeol melihatnya seperti ini.

"Keluar baek…" baekhyun terkejut saat mendengar suara gedoran, baekhyun memeriksa dirinya di cermin memestika tidak ada jejek-jejak darah pada dirinya. Dengan perlahan dia membuka pintu kamar mandi dan melihat tatapan marah chanyeol, dengan kasar chanyeol menarik baekhyun keluar dan menyeretknya keluar.

"Berhenti chan… ini sakit"

"chanyeol ada apa denganmu?" chanyeol berhenti dan dia menatap baekhyun sengit.

"kau bertanya ada apa denganku? Menurutmu apa huh, setelah melihatmu berselingkuh dibelakangku kau pikir aku akan baik-baik saja dan membiarkan hal itu?"

"Aku tidak berselingkuh chan"

"kalo begitu katakan padaku, siapa pria itu, kenapa dia ada dirumah kita" baekhyun terdiam, dia tidak bisa mengatakannya.

"kenapa kau diam baek, aku butuh penjelasan disini, Katakan padaku SIAPA NAMJA ITU" kemarahan chanyeol meluap melihat baekhyun tidak bisa mengatakan apapun, sudut mata chanyeol memerah dia menatap baekhyun dengan nafas berat karna amarah, pikiran chanyeol kosong, tidak ada pikiran posif tentang namja itu diotaknya dengan kasar chanyeol menarik baekhyun dan melemparnya keluar.

"Pergilah ke Namja-mu" setelah mengatakan itu chanyeol membanting pintunya, membiarkan baekhyun berada diluar dengan air mata yang terus mengalir.

"Chan- apa yang kau lakukan, buka pintunya Chan~" baekhyun berusaha membuka pintunya sayangnya chanyeol dengan cepat mengganti password pintunya, baekhyun menangis sesegukam, sebegitu bencinya kah chanyeol padanya sehingga dia mengusir baekhyun. Dengan tangisan yang menyanyat hati siapapun yang mendengarnya, baekhyun memeluk lututnya, berharap dapat meredam suara tangis dan rasa sakit yang dia rasakan, darah kembali mengalir dari hidungnya, baekhyun tidak memperdulikannya dia hanya menangis sendirian disana, hingga kesadarannya mulai menghilang, sebelum matanya tertutup dia melihat bayangan seseorang yang menghampirinya dan menganggkat tubuhnya. Setelah itu hanya kegelapan yang baekhyun lihat, dia pingsan.

to be continued…