CHANGED CRAZY
HARRY POTTER BELONG J.K ROWLING
PAIR : DMHP
RATTING : T
AUTHOR : Aika07
Harry sedang memilih beberapa buku untuk dia beli. Draco masih setia mengikutinya di belakang seperti seekor babi.
"Harry, kau lama?" Pemuda itu mengambil kursi dan duduk sambil menopang dagu.
"diamlah, kau sangat berisik dari tadi." Harry kembali memilih beberapa buku, dan matanya fokus pada rak yang berjejer rapi di depannya.
"Harry aku bosaan~"
"Harry, masih ada berapa buku lagi yang perlu kau beli?"
"Harry, aku berdebu di sini."
"Harry,"
"Harry."
Lagi dan lagi. Malfoy muda itu melakukan nya berulang kali. Di sini ramai dan dia tidak menyukainya. Mengapa Harry betah berlama lama di sini?
Draco menatap sekeliling dan dia hanya dengan bosan menatap orang orang yang berlalu lalang.
"Aku bosan." Gumam nya pelan. Mereka sudah lebih dari 2 jam berada di dalam sini.
"Harry, di mana perginya Granger dan Waesley?" Tanya nya lagi. Dia baru ingat jika dia hanya pergi berdua dengan Harry, biasanya mereka bertiga tidak pernah terpisah.
"Berkencan mungkin." Jawab Harry acuh, kemudian membawa tiga buku tebal ke meja untuk memeriksa nya.
"mmmh, bagaimana dengan mu?" tanya Draco dengan wajah bosan.
"Maksudmu?"
"Kau tidak ingin berkencan juga?"
Tawa Harry meledak, "HAHAHAHA! Aku?" Harry menunjuk dirinya sendiri, "Berkencan?" dia kemudian kembali tertawa lepas.
"Iya, kenapa kau tertawa? Tidak ada yang lucu."
"Serius, aku berkencan? Untuk apa? Dengan siapa? Dengan mu? Bah, bangun lah, sekarang sudah pukul 11 siang, jangan hanya bermimpi." Harry menunjukkan wajah terhibur ketika melibat Draco yang cemberut.
"Ck, aku serius, ayo berkencan!"
Harry menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian membawa buku buku itu melewati Malfoy yang masih duduk merajuk.
Mereka berdua keluar setelah membayar dan berniat kembali ke Hogwarts. "Apa tidak sebaiknya kita jalan-jalan dulu? Apa kau tidak suntuk belajar seharian? Setahuku kau benci belajar." Ya, itu adalah suara Draco ketika mereka berjalan meninggalkan Diagon Alley.
"Berisik Malfoy. Kau mengoceh terus dari tadi. Seperti babi belum di beri makan." balas Harry malas.
"Mulut mu, Harry. Mengapa kau menyamakan aku dengan Babi!? Aku bahkan 1000 kali lebih tampan dari bintang yang suka lumpur itu."
"Percaya diri sekali. Aku lebih tampan dari mu," tegas Harry dengan seringai.
"Kau tidak tampan." Draco membalas acuh.
"Apa kau mau bilang aku jelek!?"
"Tidak sayang tidak. Bukan itu,"
"Bicara lagi ku pukul kau!"
"Harry aku cuma mau bilang You so Baeutyfull"
"Alasan."
"Serius Baby"
"Baba, bebi, baba bebi. Bisa diam tidak. Geli tahu."
Draco mengalah dan diam, dia mengikuti kemana kaki Harry membawa mereka. Jika dilihat lihat ini bukan jalan untuk kembali ke Hogwarts. Apa mungkin Harry akan membuangnya dan meninggalkannya di suatu tempat? Membiarkan dirinya sendirian dab tersesat? Aish, tidak bisa seperti itu. Tidak mungkin Harry akan membuatnya tersesat kan lalu dia akan meninggalkan dirinya sendirian.
"Harry, mau kemana kita?" tanya Draco was was.
Harry tidak menjawabnya dan terus berjalan. Draco mulai takut, dan pikiran nya mulai melayang ke hal hal tidak masuk akal.
"Harry," panggil Draco. Harry masih mengabaikannya dan tetap berjalan santai.
Sakit kepala yang amat sangat itu menyerang Draco secara tiba tiba. Dia tidak mampu menahan langkah kakinya dan terduduk lemas di jalan.
Dia menarik rambut nya, dan memanggil Harry dengan teriakan. "HARRY!" Pandangan Draco menjadi kabur secara perlahan.
Deru nafasnya yang berat dan dia bahkan bisa mendengar detak jantung nya sendiri.
Harry menatap Draco yang tersungkur di tanah sambil memegangi kepalanya yang sakit. Harry dengan tergesa menghampirinya, mengelus punggungnya dan dengan panik bertanya keadaannya.
Draco langsung meraih tangan Harry, membuat pemuda berkaca mata itu terduduk bersama nya di jalanan.
Draco mengambil kesempatan dengan menyandarkan kepalanya di bahu Harry, kepalanya benar benar sakit. Dia bernafas kasar untuk mengurangi sakit nya. Dan Harry membantu mengelus kepalanya. Draco berkeringat banyak pada kepanikannya kali ini.
"Malfoy, kau baik baik saja? Mana yang sakit? Kepalamu? Yang mana? Di sini? Di sini?" Harry dengan panik mengarahkan tangan nya u tuk memijat kepala pirang itu lembut.
"Harry," Draco menyamankan kepalanya yang berat. Harry sudah tidak lagi perduli kalau mereka berada di tengah jalan dan di lihat banyak orang tapi tak satupun dari mereka yang berani mendekat.
Draco merasakan sakitnya jauh lebih baik untuk sekarang, tapi tangan Harry masih dengan lembut memijat kepalanya.
"Harry."
"Masih sakit?" Tanya Harry lagi, nada suara terdengar cukup khawatir.
"mmmhh."
"Aku harusnya tidak mengajak mu, ah. Lihat apa yang terjadi aish. Bangun dulu, kau bisa bangun? Kita ada di tengah jalan sekarang," Harry membantu Draco untuk bangkit dan membopongnya untuk mencari tempat yang lebih baik.
Mereka menemukan kursi panjang di bawah pohon, Harry menduduk kan Draco di sana. Draco masih memegangi kepalanya yang terasa berputar putar.
"Malfoy, kau oke?"
"Mmm, sedikit lebih baik." Harry duduk di sebelah Draco, dan menaruh barang belanjaanya di bawah kursi.
Draco menyandarkan kepalanya di bahu Harry dan mengeluh pelan. Harry kembali mengarahkan tangan nya untuk membantu memijat kepala Draco.
"Harry ..."
"Ya?"
"Sayang,"
"... Bisa berhenti mengatakan omong kosong, Malfoy?!"
"Harry, tidak kah harusnya kau memanggil namaku? Kita sudah hampir sebulan bersama."
"Malfoy kan juga namamu."
"Itu nama keluarga ku Harry. Tidak mungkin selamanya kau akan memanggilku dengan nama keluarga."
"Kenapa begitu?"
"Kau juga kan nanti akan menjadi bagian dari keluarga Malfoy."
"Kau ini!" Harry dengan gemas merubah pijatan nya dengan jambakan ganas.
"Harry! Sakit Harry!"
Setelah perdebatan konyol itu, mereka berdua kembali terdiam. Draco masih bersandar pada Harry yang yang terlihat suntuk.
"Ayo kembali ke Hogwarts. Kau bisa istirahat di Hospital Wings." Ujar Harry.
"Biarkan seperti ini, dulu. Aku masih ingin bersamamu."
Harry memutar matanya. "Terserah kau Malfoy."
To be Continued
