Pandangan mata Cheng Yu berbinar dibawah sinar cahaya lampu minyak tanah. Dia cuba menggerakkan tubuhnya tetapi tidak berhasil. Matanya kini dibuka seluasnya. Cheng Yu cuba duduk. Dengan tangan dan kakinya yang terikat, pergerakan dia amat terhad.

Cheng Yu melihat gudang kosong yang menempatkannya. Dia tidak tahu apa yang telah terjadi kepadanya. Kali terakhir yang dia ingat sebelum blackout adalah jeritan 'Tangkap dia!'sebelum pria genit itu pantas melarikan diri kerana dia sendiri tahu hanya dia seorang saja yang ada di lantai ground floor di apartmen blok B itu. Jadi siapa lagi yang mereka kejar kalau bukan dia.

Kemudian sesuatu yang tumpul tetapi tajam telah menembusi celama jeans yang dipakainya dan bersarang di betis kaki kirinya. Cheng Yu mengerang kesakitan sebelum jatuh tersungkur di lantai dan seterusnya...

Dia tidak mengingatinya. Pria itu melirik ke bawah dan seperti yang dijangkakan Cheng Yu melihat betis di kaki kirinya berlumuran dengan darah. Dia ditembak sebelum hilang kesedaran kerana kehilangan banyak darah tetapi dia masih terjaga. Nampaknya betisnya yang ditembak telah diperban dengan sempurna supaya dapat menahan darah dari mengalir keluar lebih banyak lagi.

Tapi kenapa mereka merawatnya? Bukankah mereka ingin membunuhnya?Walaupun dia tidak tahu puncanya. Apakah mereka geng yang bertanggungjawab mengumpulkan organ dalaman setiap mangsa yang mereka culik? Mereka akan membuka dan merobek tubuh mangsa semasa mereka masih hidup?Menyiksa mereka sehingga mereka mengharapkan kematian adalah lebih baik daripada hidup yang penuh dengan penyiksaan?

Jantung Cheng Yu berdetak laju, tubuhnya mula menggigil ketakutan. Keringat sudah bertepek di dahinya walaupun sekarang adalah musim sejuk sehingga gudang yang tidak mempunyai kipas dan pendingin hawa itu tidak dapat melindungi tubuh Cheng Yu yang mula kedinginan.

"Tolong!Tolong!Selamatkan aku!"Cheng Yu menjerit ketakutan. Dia berharap untuk menarik perhatian orang di luar untuk menyelamatkannya dan tidak pernah berfikir bahwa lokasi gudang yang ditempatinya ini merupakan markas geng mafia menyeludup senjata api dan dadah. Jadi kebanyakan orang diluar sana adalah terdiri daripada kakitangan dan bawahan mafia.

Seketika kemudian, datang seorang pria menghampiri. Dari raut wajah dan tubuh badan, Cheng Yu dapat meneka umurnya dalam lingkungan pertengahan empat puluhan. Pria itu mendekati Cheng Yu. Sampai saja dia di sisi Cheng Yu, pria itu membuka ikatan kaki Chen Yu. Rambut blonde Cheng Yu dibelai lembut.

"Kau pemuda yang dicintai Yinxia kan?"Bulat mata Cheng Yu mendengar kata-kata orang tua itu. Terkejut nama yang keluar dari mulutnya. Bagaimana pakcik tua ini mengetahui Xi Yinxia menyukainya?Walaupun dia tidak pernah menganggap serius perasaan Xi Yinxia kepadanya tetapi mendengarnya dari mulut orang lain cukup memeranjatkan.

"Siapa kamu?Apa yang kamu mahukan daripada aku?"Cheng Yu bergelut sendiri.

"Nama aku Xi Yinjia. Aku bapak Xi Yinxia. Aku pada awalnya tidak mengganggap akan kewujudan kamu sebagai satu hal yang serius tetapi semenjak dua minggu yang lalu emosi anakku jadi tidak stabil. Dia jadi murung selepas kamu pergi dari hidup dia..."Xi Yinjia menceritakan dengan wajah murung. Tangannya yang membelai rambut Cheng Yu beralih ke mukanya yang gebu dan putih.

Dia menambah; "Bagi menghiburkan hatinya aku membawa seorang gadis cantik untuk menjadi peneman untuknya menghibur. Sekiranya bernasib baik mungkin gadis itu akan menjadi menantu keluarga aku. Tetapi...Gadis kaya yang ingin aku perkenalkan kepadanya Yinxia tolak dengan kasar. Gara-gara itu bisnesku diambang kebankrapan di serang dari luar dan dalam. Dan semua ini terjadi kerana KAMU!!"Yinjia yang diselubungi kemarahan, tangannya yang membelai wajah Cheng Yu tadi dengan kasar menampar pipi gebu itu.

"Aaahh!"Cheng Yu memekik. Terkejut di tampar tiba-tiba. Dia menyentuh sudut di tepi bibirnya yang terluka kerana terkena cincin berlian yang tersarung pada jari manis Yinjia. Bau hamis seperti besi karat itu mencucuk tajam deria bau di hidungya. Cheng Yu mengerutkan hidungnya.

Merasa tidak puas, Yinjia menarik rambut Cheng Yu dengan ganas hingga beberapa utaian rambutnya tercabut dari akar kepalanya.

"Ahh!"Cheng Yu merintih sakit. Air mata sudah bertakung di kelopak matanya. Dia diseret keluar dari gudang, menuju ke jalan yang bertar. Cheng Yu cuba meloloskan dirinya daripada Yinjia tetapi pergerakannya yang terbatas kerana luka tembakan membuatnya sulit untuk bergerak dan cengkaman tangan Yinjia pada rambutnya begitu kuat sehingga sukar untuk melepaskan diri selain mencukur botak rambutnya baru dia bisa terlepas dari cengkaman pria tua itu.

Cheng Yu pasrah dibawa ke sebuah rumah yang tampak usang diluar juga didalamnya. Cheng Yu meneteskan butiran air matanya seraya berfikir. 'Apa mereka mahu menguburku hidup-hidup di rumah ini?'

Cheng Yu dibawa ke sebuah kamar dalam rumah itu yang sungguh mengejutkan adalah kamar ini dilengkapi dengan perabot seperti kasur tidur, meja dan almari baju serta alatan perfileman yang diatur di segala arah dalam kamar. Melihat ini firasat buruk menguasai hati Cheng Yu. Dia berundur beberapa tapak ke belakang dan melanggar dada pria tinggi di belakangnya. Pria itu seorang yang bertubuh gendut dengan perut boroi yang tingginya lebih kurang 175 cm. Dia berpenampilan seperti pengemis namun kamera di tangan kirinya terlihat cukup mahal.

"Oops...berhati-hati si cantik. Kamera ini harganya lebih mahal daripada dijual di kedai. Sekiranya rosak siapa tahu apa yang akan terjadi kepadamu..."puntung rokok di sudut bibirnya terjatuh ke tanah dan pria itu menguntum senyuman dengan deretan giginya kuning keemasan yang terlihat menjijikkan.

Loya tekak Cheng Yu memandang pria ini. Dia lekas menoleh ke arah lain tetapi Yinjia terlebih dahulu bertindak dengan melempar Cheng Yu ke katil empuk bersaiz King. Kepala Cheng Yu terhantuk pada beberapa objek yang tidak di diketahuinya dibiarkan berselerakan di atas tilam.

Cheng Yu memegang objek tersebut dengan keliru. 'Apa-apaan ni?Bentuknya aneh...Dan ini, bentuknya seperti alat kelamin milik seorang pria gede?'

Cheng Yu semakin bengong. 'Apa ini sex toy?'

Terlintas saja kalimat itu fikirannya wajah Cheng Yu serta merta berubah pucat dan tubuhnya menggigil ketakutan. Dia memandang Yinjia seolah menatap seekor monster.

Tubuhnya mengesot ke belakang hingga melanggar kepala katil. Cheng Yu tidak mempunyai tempat untuk berlindung bertanya dengan gagap; "A-apa yang kalian mahukan dariku?!"

"Hm tiada apa. Aku cuma akan rakam video kamu di berhubungan sulit dengan tiga pria ini dan menunjukkan pada Yinxia wajah sebenar kamu kepadanya. Mungkin selepas melihat video ini dia akan jijik dan membenci melihat wajah kamu" Seringai sinis terselah di wajah tua Yinjia. 'Kalau aku dalam mood baik mungkin aku akan tangguhkan niatku untuk meng'upload' video itu di internet'

Dengan teruja Yinjia mengarahkan beberapa pria afrika yang berkulit gelap dan bertelanjang dada memasuki dalam bilik itu dan menyuruh beberapa cameraman bersiap untuk merakam.

Cheng Yu yang melihat ketiga pria asing itu bertambah ketakutan. Dia mencapai objek terdekat dan dihalakan ke arah mereka bertiga. Seolah mengacu pistol kepada pesalah. "Jangan dekat!Kalau tidak..."

"Hehe, apa yang kau mahu lakukan dengan benda itu?"salah seorang dari pria Afrika tersebut tersenyum kecil dan bertanya dengan fasih berbahasa Cina. Libido di balik seluar mereka sudah menegang melihat wajah Cheng Yu yang teramat cantik apatah lagi melihat dia memegang salah satu sex toy mirip organ pria yang berukuran 7 cm yang diacukan ke arah mereka bertiga. Itu sungguh menggoda. Bayangkan saja tangan kecil nan indah itu bermain dan mengocok milik mereka.

Seolah tersedar akan kesalahannya Cheng Yu lekas melempar sex toy berbentuk libido ke samping. Wajahya sudah mirip kepiting rebus. Malu tidak tertahan. Dia cuba menyingkir dari kasur dan berlari keluar dari kamar yang mengurunginya tetapi ketiga pria Afrika tersebut dengan cekap menangkapnya kembali dan dia di bawa ke tempat tidur itu lagi.

Cheng Yu meronta dan berjuang sekuat mungkin. Kuku jarinya yang belum terpotong selama seminggu lebih mencakar muka, badan mereka hingga meninggalkan luka yang panjang.

"Fuck!This bitch!Boss!Apa kamu ada afrodisiak? Dia seperti ibu singa yang kematian anak!"

Yinjia mengeluh seraya mengurut batang hidungnya. Dia menoleh ke cameraman dan menyuruhnya untuk mengambil pil peransang nafsu di kabinet dan diberikan pil tersebut ke pria Afrika yang menjerit tadi.

"Hehe..."pria yang memegang pil di tangannya menyeringai. Dia menghampiri Cheng Yu dan mula menindih tubuhnya. "open your mouth, sayang" pria itu menyapa di gegendang telinga Cheng Yu hingga menyebabkan mata nya tercelik dan wajahnya berubah pucat.

"Lepas lah bodoh!"Cheng Yu menjerit. Dia sudah ketakutan sekarang ini. 'God, sekiranya kamu wujud datangkan lah seseorang untuk menyelamatkan aku!'

Pria tersebut mengambil kesempatan ketika Cheng Yu leka untuk menyumbat pil tersebut ke dalam mulut Cheng Yu dan terus dia menindih bibirnya dengan bibir yang terasa lembut seperti kapas itu.

Dia melepaskan bibirnya yang menempel pada bibir manis Cheng Yu. Pil yang dia masukkan telah pria dibawahnya telan. Cheng Yu mula merasa pusing dan sedikit khayal. Tubuhnya juga terasa berbahang.

Pria diatasnya merasa semakin teruja. Dia mula menjilati leher Cheng Yu dengan rakus. Cheng Yu tidak mampu untuk menerajang pria itu. Tubuhnya terasa sangat lemah dan sensitif terhadap sentuhan. Bahkan mulutnya tidak bisa berhenti melontarkan suara asing yang memalukan itu. Dia bersumpah sekiranya dirinya benar-benar diperkosa mereka perkara pertama yang dia akan lakukan adalah mencapai pisau cukur lipat dan memotong nadinya sekaligus menamatkan riwayat hidupnya.

Melihat teman mereka bersenang-senang dengan pria cantik itu kedua pria afrika merasakan terpinggir. Mereka mula menghampiri dua pasangan diatas kasur dan mula melucuti celana mereka satu persatu. Mereka tiba di samping Cheng Yu dan mula meraba tubuh pemuda itu yang berkulit putih dan bertubuh lansing dan sedikit berisi di bahagian pantatnya.

'Fuck!Is this truly male body not women?'itulah yang difikir mereka bertiga seraya melihat penampilan Cheng Yu yang sudah dilepas bajunya dan hanya mengenakan celana jeans biru yang sobek di kedua belah lutut.

Selama lima belas minit Cheng Yu diraba dan dimainkan mereka bertiga. Cheng Yu kini sudah tidak mengenakan sebarang pakaian untuk menutupi tubuhnya dari dilihat. Di sekitar perut dan mukanya terdapat cairan putih kenyal yang sudah pasti miliknya yang sudah datang beberapa kali kerana dikerjakan mereka bertiga.

Sekarang, sudah tiba saat ke pentasan terakhir. Chrysantumum Cheng Yu yang sudah disediakan awal-awal untuk sesuatu yang lebih besar sudah siap untuk digunakan.

"Okey, aku rasa ini sudah cukup"pria berkulit gelap 1 berkata seraya menarik empat jarinya keluar dari anus Cheng Yu.

"Jadi siapa yang akan mulakan dulu?"pria kedua bertanya tidak sabar.

"Kita ikut saiz milik kita?"pria bertiga memberi cadangan. Cheng Yu yang mendengar perbualan mereka bertiga merasa dirinya hina dan dia tidak mampu berbuat apa-apa. Dia memejamkan matanya dan menangis tanpa membunyikan suara, hatinya pilu dan sedih memikirkan takdir yang akan mempengaruhi hidupnya. Cheng Yu merasakan takdir begitu kejam terhadapnya, pertama dia mati di dunia asalnya dan meninggalkan ratusan juta dollar dalam akaunnya. Kedua dia akan mati lagi di dunia ni dan dia masih belum mempublish kesemua novelnya! *Itu yang kamu fikirkan pada saat genting ini?!* dan meminta maaf pada Chen Fan serta berterima kasih kepadanya kerana sudi menjadi temannya buat pertama dan terakhir kali baginya.

Dengan itu Cheng Yu menggigit keras lidahnya, dia berubah pikiran. Daripada rela mengikuti takdir dan diperkosa dengan bergilir-gilir oleh ketiga pria asing itu lalu membunuh diri setelahnya dengan menggunakan pisau cukur, lebih baik dia mati gigit lidah sebelum diperkosa. Kehormatan dan harga dirinya sebagai seorang wanita...ehem! mantan wanita harus membenarkan suaminya menjadi yang pertama buatnya.

'Sayonara Chen Fan...buku ku juga...'

Spluurt!Darah segar mengalir di sekitar bibir Cheng Yu. Dia sudah siap untuk pergi dari dunia ini dan berharap sekiranya ada kelahiran kembali dia mahu menjadi ikan paus yang bersenang-senang dilautan, tidak memikirkan masalah dunia dan persedian novel sebelum deadline.

Pandangan mata Cheng Yu mulai samar-samar kabur. Denyutan nadinya juga semakin lemah kerana kehilangan banyak darah. Sebelum dia kehilangan kesedaran suara yang tidak asing menerjah masuk ke sistem otaknya, membuatkan dia merasa sulit untuk percaya.

"Kalau begitu apa kata aku yang lakukannya?Milikku besar loh"suara itu yang kedengaran seperti seorang pria dalam belasan tahun mencelah perbualan mereka bertiga.

Hanya Cheng Yu mengetahui siapa pemilik suara itu. Dia melotot tidak percaya dengan apa yang dia dengari dan lihat. Chen Fan, pria itu mencangkung di bingkai jendela di lantai dua menatap kesemua penghuni dalam kamar tidur itu sambil tersenyum tulus walau matanya yang menjanjikan kematian dan kesensaraan.

Mereka semua langsung terkejut dengan kemunculan tiba-tiba Chen Fan. Cheng Yu juga. Cheng Yu memuntahkan seteguk darah dan menjeling tajam pada pendatang baru tanpa izin itu sambil mengacip giginya dengan geram.

"Chen Fan, kau bajingan! Kenapa tidak datang awal-awal!"Cheng Yu menjerit dengan suara yang lantang sebelum terbatuk mengeluarkan beberapa teguk darah segar. Fuck this shit!

Chen Fan terpana mendengar kata-kata kasar itu keluar dari bibir Cheng Yu. Namun tidak menanggapinya. Raut wajahnya berubah murung memerhatikan keadaan Cheng Yu yang tidak berbaju dan muka nya yang pucat seperti kehabisan darah. Dan apa itu di sudut tepi bibir Cheng Yu?Darah?

Sebelum pingsan, Cheng Yu tidak lupa untuk menyumpah serapah takdir yang begitu kejam terhadapnya dan Chen Fan yang datang terlambat untuk menyelamatkan dia. Lupakan!Ini semua salah takdir yang begitu membencinya!

Persetan!Takdir itu benar-benar menyebalkan!