Luka baru saja kering, kini datang serangan dari langit. Kilat api seperti meteor atau bintang jatuh, mendentum setelah mencapai permukaan bumi. Burung-burung besar tak luput dari serangan. Lengkingan kesakitan sangat keras membahana di udara dan banyak yang berjatuhan, terluka maupun tewas.

Ketika memasuki mulut gua dengan menggendong Hinata, Sasuke melihat para ninja termangu di tempat masing-masing, bingung atas apa yang terjadi. Ia juga melirik Naruto tampak tegang, panik, dan menunduk karena merasa bersalah padanya. "Dobe! Suruh mereka masuk!" Tanpa berhenti, bungsu Uchiha melalui sang sahabat, lompat lebih ke dalam gua.

Mendengar suara Sasuke, tanpa diinterupsi Naruto, para ninja berlompatan kembali ke gua. Napas mereka memburu dan wajah tampak ketakutan.

"Huuuh! Sialan, kau Sasukeee! Sebenarnya apa maksudmu?"

Stres memuncak, Shikamaru menghadang langkah Sasuke dengan mata berlinang dan sedikit terisak. Gadis di gendongan perlahan diturunkan, bungsu Uchiha abai dengan perkataan temannya dan melangkah menghampiri Hokage tanpa menoleh ke siapa pun.

"Mereka berasal dari bulan. Aku merasa ada kaitannya dengan Kaguya. Aku sempat bertarung dengan mereka, wujudnya tak jauh dari ciri Otsutsuki."

"Ka-Ka-Kaguya?" Tampak jelas keterkejutan di wajah Tsunade. "Bu-bukankah kalian sudah berhasil menyegelnya?"

Para ninja berdebar-debar mendengar laporan Sasuke. Rasa trauma saat menghadapi Madara belum juga hilang, kini nama Kaguya si biang kerok disebut kembali. Bencana, gawat, pasrah, menyerang pikiran mereka. Shinobi Konoha menunduk, tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun.

Sasuke menoleh pada Hiashi Hyuuga lalu menghampirinya. "Tuan Hyuuga, aku mendengar mereka menyinggung nama Hamura. Bukankah itu nenek moyang Anda?"

"Ha-Ha-Hamura? Be-be-benar, i-i-itu nenek moyang ka-mi." Terkejut bukan kepalang, menatap bungsu Uchiha dengan mata nyalang, tubuh Hiashi gemetaran. "A-a-apa yang m-m-mereka katakan?"

"Aku mempunyai firasat buruk tentang klan Hyuuga. Entah--"

"Hanabi! Hanabi! Adakah yang melihat Hanabi?!"

Teriakan panik dari Kurenai menghentikan perkataan Sasuke. Seketika kepanikan terdengar riuh di antara para ninja. Mereka menoleh ke segala arah dan memang tak melihat si kecil Hyuuga yang biasanya paling riang apalagi ketika namanya disebut.

"Hanabiiiiii! Hanabiiiii!" Hiashi histeris meneriaki nama putri bungsunya. Tangan gemetaran ditambah mata yang mulai berlinang manarik iba para Shinobi.

Hinata tak kalah panik. Ia memutar badan, mengedarkan pandang ke segala arah untuk mencari adiknya. "Ke mana kau, Hanabi?"

Sasuke menghilang dan disadari oleh sebagian ninja, Uchiha terakhir lari keluar gua. Naruto pun ikut lompat menyusul sahabatnya.

Suasana di luar gua sangat panas. Semak, pohon, bahkan banyak kelinci maupun burung-burung raksasa terbakar dan hangus. Langit masih gelap berwarna hitam dan jingga dengan kilat api seperti busur panah menuju ke tempat mereka.

"Narutoooo! Sasukeeeee!"

"Hanabi!" Sasuke dan Naruto mendongak dan sangat terkejut melihat gadis kecil Hyuuga terayun-ayun di udara. Ia tergantung pada tali yang dikendalikan oleh makhluk yang melayang dan menyeringai lebar.

"Ahahaha ... ahahaha ... manusia. Hahaha ... hahaha ..."

"Siapa kau! Turunkan bocah itu atau kuhancurkan kepalamu!"

"Otsutsuki!"

"He? Apa katamu? Apa kau ingin mengatakan dia ini adiknya Kaguya?"

Naruto terbelalak lebar lalu menyipitkan mata, mengamati makhluk yang melayang berkulit putih pucat memiliki kedua mata berwarna ungu perlahan berubah merah dengan spiral hitam ber-tomoe. "Rinnegan? Hei, itu seperti milikmu, tapi dia merah dan milikmu ungu. Berarti dia masih saudaramu, Teme!"

"Bodoh!"

Makhluk melayang menatap tajam kepada kedua sahabat sambil menelengkan kepala. "Kau tadi menyebut nama Kaguya. Cepat katakan, di mana dia kalian sembunyikan atau kalian tak akan pernah melihat bocah ini lagi!"

"Apa hubunganmu dengan Hamura?"

"Oooh ... hahaha ... kau mengenal Hamura? Ya, bocah ini keturunan Hamura. Hahaha ..."

Jawaban yang menyebalkan bagi Sasuke. Ia melangkah lalu menantang makhluk melayang dan menunjukkan mata Rinnegan-nya. "Berikan gadis kecil itu pada kami dan pergilah dari sini!"

"Hei, tawaran macam apa ini? Jauh-jauh aku mencari Kaguya hingga ke bulan dan mendapat titipan dari Toneri, kau dengan mudahnya memintanya kembali tanpa ada perjanjian. Dan ... wow! Apakah kau ini keturunan Hagoromo? Indra perpaduan Hamura. Ck! Kenapa gen Indra begitu kuat? Seharusnya kau juga memiliki Byakugan! Wah ... wah ... wah ... beruntungnya aku, sekali menciduk air dapat juga ikan-ikannya. Hahaha ... bodohnya Toneri justru memilih saudaranya hanya untuk membangkitkan Tenseigan. Kalian tahu, kekuatan Hamura adalah Tenseigan?" Kalau bocah bulan itu tahu ada kekuatan yang lebih besar, keturunan Indra ini pasti yang akan jadi sasarannya. Apakah aku harus mengatakannya? Tidak-tidak, dia hanya menginginkan Tenseigan. Bocah ini bagianku, dan selanjutnya mereka aku musnahkan hingga tidak ada lagi keturunan Kaguya. Ehehehe ...

"Kami tak butuh ceramahmu! Cepat berikan gadis kecil itu pada kami dan pergilah dari sini sebelum kami memusnahkanmu seperti kakakmu itu!"

"Naruto! Diamlah!"

"Kakak? Siapa? Kaguya? Hahaha ... si pengkhianat itu memang pantasnya mati! Dan semua keturunannya pun harus mati! Kau!"

Melihat sahabat bergeming dan tetap menatap tajam ke makhluk yang melayang, mulut Naruto cemberut karena merasa Sasuke kalah bicara. "Dia bukan Otsutsuki! Dia Uchiha! Sasuke Uchiha dan generasi terakhir."

"Naruto! Bodoh!"

"Jadi dia keturunan terakhir? Hahaha ... bagus! Aku tidak susah-susah untuk memusnahkannya!"

Sialan! Aku salah bicara. Aku harus cari cara untuk mengakali makhluk ini. Sasuke pasti sedang mencari titik lemahnya. "Hei makhluk jelek! Siapa namamu? Margamu pasti Otsutsuki!"

"Kau ini cerewet sekali, keturunan siapa kau ini?"

"Namaku Naruto Uzumaki. Putra dari Hokage keempat!"

"Apa itu Hokage? Dan kau ini tak ada sangkut pautnya dengan silsilah Otsutsuki!"

"Jangan salah. Maksudku, untung saja aku tak ada hubungannya dengan makhluk jelek sepertimu!" Tangan jemawa menunjuk pada sahabat. "Dia pun tak ada hubungannya denganmu! Pergi sana!"

"Dia keturunan Hagoromo Otsutsuki, cucu cicitnya Kaguya Otsutsuki, kau bilang tak ada hubungannya denganku, Urashiki Otsutsuki?"

"Wooi ... apakah masih lanjut membahas keturunan? Bebaskan aku! Aku ingin berkumpul dengan keturunan ayahku!"

"Dasar bocah tengil!" Benarkah dia keturunan Hamura? Mengapa tingkahnya lebih mirip Indra? Berani dan sombong!

Tawa lepas diperlihatkan Naruto, puas dengan tingkah Hanabi. Gadis kecil, bungsu Hyuuga, tak mengenal rasa gentar dan takut. Malahan sering membuat lawan kewalahan.

"Kalian telah banyak membuang waktuku! Setelah aku menyerahkan bocah ini pada Toneri, aku akan kembali menemuimu, cucu Indra!"

Makhluk melayang membuka mata Rinnegan lebar-lebar. Bayangan bening muncul seperti air, ia pun segera melompatinya dengan membawa Hanabi.

"Aaaaaargh! Sialan! Kita tidak melakukan apa pun, Sasukeee!"

Puluhan pasang mata mengamati dari persembunyian di balik batu. Ketika makhluk yang memperkenalkan diri bernama Urashiki Otsutsuki menghilang, mereka perlahan keluar. Takjub, tercengang, tetapi penuh rasa ketakutan.

"Hanabiiii! Hanabiiii! Mengapa kalian tak mencegahnya? Hiks-hiks-hiks ..."

Bulir-bulir air mata deras berjatuhan di pipi mulus sulung Hyuuga. Sasuke meliriknya dan menghampiri. "Kita akan menjemputnya, Hyuuga. Percayalah, adikmu akan segera kembali. Tapi--"

"Tapi apa, Sasuke? Mengapa kau tak mencegah makhluk itu? Kau diam saja, hah? Hiks-hiks-hiks ..."

"Aku bukan lawannya melainkan kita."

"Apa maksudmu?"

Perdebatan akan selalu memakan waktu yang panjang, hal yang dibenci oleh Sasuke. Tanpa peduli teriakan dan kemarahan gadis Hyuuga, ia bergerak cepat memanggul Hinata dan melesat kembali ke gua.

"Turunkan aku, Sasuke! Hiks-hiks ..."

Pukulan tidak begitu berarti di punggungnya, Sasuke tak lagi peduli dan membawa Hinata ke hadapan Hiashi Hyuuga. Wajah serius membuat para ninja mundur ketika si Uchiha terakhir berjarak sangat dekat dengan mereka.

"Kita bisa membawanya kembali jika bersatu!"

"Apa maksudmu, Uchiha?! Mengapa kau biarkan putriku mereka bawa? Aaaargh ... mana katanya kau ninja hebat?!"

Hokage melangkah menghalangi Hiashi yang ingin memukul Sasuke. "Kendalikan dirimu, Tuan Hiashi! Apa yang dikatakan Sasuke benar. Tak mungkin dia dan Naruto menghadapinya sendiri!" Berpaling pada Uchiha terakhir, Hogake meminta penjelasan darinya. "Sasuke, ceritakan semuanya sepanjang cerita yang kau tahu. Aku tak ingin mendengar sepotong-potong. Ceritakan dengan singkat, namun jelas."

"Otsutsuki!"

"Astagaaa, bocah iniiiiii! Bukankah Godaime sudah mengatakan, bicara yang jelas! Mengapa kau selalu bicara sepotong-sepotong?!" Tubuh tambun ayah Choji berlipat menahan geram pada Sasuke. Ia bersedekap dan mengembuskan napas berulang-ulang karena kesal.

"Klan Otsutsuki menaruh dendam pada Kaguya dan mencari keturunannya untuk dimusnahkan. Itu termasuk Anda, Tuan Hiashi."

"Kau juga, Uchiha! Apakah kau pura-pura tidak tahu? Sekalipun kami lebih tinggi darimu, tapi kau lebih kuat dari kami karena kau perpaduan kami dan Indra, putra Hagoromo. Hah! Mengapa aku harus menjelaskan sejarah kita padamu? Bukankah di klan Uchiha sudah dicatat, apakah kau tak membacanya?"

Para Shinobi kecuali Tsunade dan Orochimaru tercengang mendengar penjelasan Hiashi terlebih mendengar kekerabatan antara Hyuuga dan Uchiha.

Pantas saja Sasuke terlihat segan pada Neji saat ditantang tarung waktu akademi dan dia terlihat selalu menghindar bertemu Hinata. Rupanya ia menghindari tata kramanya sendiri. Dasar Uchiha. Mata beriris cokelat menatap lantai, pikiran kembali ke masa lalu. Diam-diam Tenten mengamati tingkah Sasuke sejak mereka masih sama-sama di akademi.

"Sekarang kau tahu, Tsunade. Itulah sebabnya aku tertarik pada klan Uchiha karena kekuatan mereka hampir sempurna bahkan lebih kuat dari Otsutsuki. Aku sudah menyelidikinya, asal Uchiha tidak menikah dengan manusia biasa, dia akan semakin kuat. Terlebih jika menikah denganmu. Tapi sayangnya kau tua, tak akan bisa lagi memberikan keturunan. Sasuke sendiri juga tak akan sudi denganmu."

"Diam mulutmu, Orochimaru! Kita harus mendengarkan bocah ini. Sekali lagi kau berkata walau hanya berbisik, kulumati habis mulutmu!"

Kedua sahabat lama yang selalu bersilang pendapat berbisik-bisik, tetapi telinga seorang Uchiha maupun Hyuuga jelas mendengarnya. Bahkan beberapa ninja tertentu tak tuli dengan percakapan Tsunade dan Orochimaru.

"Jadi kau ingin mengatakan adikku sekarang dalam bahaya?"

"Itu berbeda. Putra Hamura yang menginginkan Hyuuga untuk membangkitkan Tenseigan. Sepertinya kekuatan mata ciri khas kekuatan Otsutsuki. Mereka hanya dimanfaatkan oleh Urashiki Otsutsuki, makhluk yang tadi di luar. Setelah kekuatan mata itu bangkit, mereka pun pasti dimusnahkan dan kekuatan itu akan diambil."

"Wah, tumben Sasuke lancar berbicara!"

"Diam kau, Naruto!" Mata garang Kiba mengintimidasi teman seperjuangan.

"Merusak suasana saja!" Shikamaru tak kalah geram di tengah rasa malasnya. Meskipun menyandar dan terlihat sedang tidur, seluruh indra tetap awas dan bekerja.

"Firasatku, Urushiki salah culik. Tenseigan bangkit sempurna setelah ada hubungan badan dan itu tak mungkin dengan anak kecil. Transplantasi hanya bersifat sementara kecuali sama-sama satu klan."

"Hah! Kau mulai melantur, Sasuke! Sungguh! Aku tak tahu apa yang kau bicarakan!"

"Iya, Naruto benar. Dia mulai bicara tak jelas dan ... aku tak menyangka dia begitu mesum."

Semburat merah terlihat di pipi beberapa ninja muda terutama para Kunoichi. Mereka menunduk malu-malu membayangkan perkataan Sasuke.

"Naruto! Kiba! Pikiran kalian yang mesum! Sasuke, jadi maksudmu seharusnya yang mereka bawa adalah Hinata?"

Mata sehitam jelaga melirik sulung Hyuuga kemudian mengangguk pada Hokage. Kini, semua menahan napas, bingung ingin memberikan pendapat. Berulang kali, Tsunade meneguk saliva, melirik ke Sasuke kemudian menunduk. Hiashi Hyuuga tampak tertekan. Kedua tangan yang gemetar terasa kaku dan dingin. Kedua putrinya adalah incaran utama dan sebagai ayah tak bisa melindungi. Rasa sesal tatkala tadi menuntut Uchiha dan menyalahkannya karena tak menyelamatkan Hanabi. Ayah macam apa aku ini? Seharusnya aku bisa melindungi putri-putriku dibanding siapa pun. Lidah kelu tak mampu berucap. Jakun naik-turun dan cairan bening keluar dari hidung menandakan kecemasan.

"Untuk melawan Urashiki, keturunan Kaguya harus bersatu!"

"Apa maksudmu, Sasuke?"

"Seperti yang kukatakan tadi, aku mewakili Uchiha dan Indra, siap melawan Urashiki! Anda ..."

"Aku memang keturunan Senju, tapi darah di tubuhku sudah bercampur Uzumaki dari nenekku. Aku menunjuk Naruto untuk mewakiliku, toh klan Uzumaki masih ada sedikit darah Otsutsuki."

"Woow, benarkah Kaguya nenek moyangku? Tapi mengapa aku tak memiliki kekuatan mata seperti mereka dan nenek juga tak punya kekuatan mata?"

"Bodoh! Ah, kau kerabat jauh tentu saja tak mengerti sejarah kami. Naruto! Nanti saja aku jelaskan padamu. Sekarang aku harus membentuk tim penyelamatan Hanabi Hyuuga!"

Tsunade mengadakan rapat darurat dengan senior dan Orochimaru. Sasuke dan Naruto ikut pula di antara mereka sedangkan para ninja lain harap-harap cemas di sisi ruang yang lain, berharap tak ditunjuk dalam misi penyelamatan Hanabi.

Hening. Hanya beberapa ninja yang berjaga di sekitar mulut gua, itu pun tak begitu konsentrasi. Namun, tiba-tiba mereka melihat banyak bayangan berseliweran di depan gua seperti pasukan tentara. Berpasang mata membelalak, mundur perlahan dengan tenggorokan tercekat.

"Suegetsu! Itu seperti pasukan, tapi mengapa bentuk mereka sama semua? Kita dikepung makhluk asing!"

Tbc ...

Zhie/ 25/ 09/ 20