DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2

CHAPTER 1 : SASUKE AND SABO

Sasuke sendiri kini sudah berada di Grandline. Dia bertujuan kembali ke East Blue dan bertemu dengan Dadan dan seluruh orang yang berada di kampung halamannya dulu. Sasuke menggunakan kapal pemberian Neptune untuk berlayar dan kembali ke East Blue dan secara kebetulan di dunia baru dia menemukan sebuah pulau yang bisa melapisi kapalnya dengan gelembung dan dia bisa kembali ke Grandline tanpa kesulitan.

Kini dia sudah berada di Saboady dan Sasuke tersenyum saat melihat pulau Saboady karena bagi Sasuke pulau Saboady adalah tempat yang unik dan meninggalkan kesan tersendiri baginya. Ditempat ini pertama kali ia melawan Aokiji, ditempat ini ia bertemu dengan Jimbe dan mengawali perjalanannya ke dunia baru, di tempat ini pertama kali melihat Robin terluka oleh Tenryuubito dan ditempat inilah pertama kali ia bertemu dengan Rayeligh.

Berbicara tentang, Rayleigh Sasuke kembali tersenyum karena kini Rayleigh sedang melatih Luffy. Sasuke sebenarnya berniat untuk mengunjungi Luffy setelah ini dan ia berniat untuk bersantai di Saboady Archipelago.

Sasuke langsung menurunkan jangkar dari kapalnya dan menggulung layar kapalnya dan memarkirkan kapalnya di tepi pulau Saboady. Sasuke langsung melompat turun dari kapalnya dan berjalan di pulau Saboady. Sasuke mengenakan sweater hitam panjang dan celana panjang hitam dan menggunakan sandal capit biasa serta menggunakan mantel berbulu karena sedng turun salju di Saboady dan udara sangat dingin. Setiap Sasuke bernafas pasti ada asap keluar dari mulutnya karena saking dinginnya udara di Saboady.

Sasuke terus berjalan dan kini ia sampai di pusat kota dan melihat banyak sekali orang berinteraksi. Sasuke sedikit tersenyum melihat itu karena dia merasakan ketenangan setelah empat bulan lamanya ia berada di dunia baru dan disibukan dengan pertarungannya melawan para Yonkou.

"I-Itu kan Uchiha Sasuke!"

"B-benar!"

"Ternyata benar dia sangat tampan!"

"Dia kan yang digadang-gadang akan menjadi raja bajak laut selanjutnya!?"

"A-apa yang sedang ia lakukan disini!?"

Terdengar bisik-bisik dari orang sekitar saat melihat Sasuke berjalan karena jujur, semua orang kini mengenali Uchiha Sasuke karena dari sekian banyaknya bajak laut yang ada didunia ini, wajah Sasuke paling mudah dikenali karena Sasuke mempunyai keunikan yaitu mata kirinya yang unik dan membuat orang yang melihatnya langsung mengenalinya ditambah lagi wajahnya yang terkenal tampan dan poster buronannya yang sudah tersebar ke seluruh penjuru dunia.

Sasuke yang mendengar itu pun menghirakukannya dan kembali berjalan dengan santai sambil mencari restoran karena Sasuke merasa lapar dan harus mengisi perutnya. Tapi seketika Sasuke mengingat bahwa bar Rayleigh ada disekitar sini dan Sasuke langsung merubah tujuannya menuju ke bar milik Rayleigh yang mungkin kini sedang di jaga oleh Shakky mengingat Rayleigh kini sedang melatih Luffy.

Dia terus berjalan dan akhirnya ia menghentikan langkagnya saat ia melihat sebuah bangunan yang sangat besar dan banyak sekali orang-orang yang berada disekitar bangunan itu dan nampaknya mereka semua adalah seorang bajak laut. Pandangan Sasuke terfokus pada beberapa orang yang sedang membawa wanita dan wanita terlihat di borgol dan ada rantai yang mengikat leher wanita tersebut. Orang-orang tersebut seperti melakukan transaksi dan mengeluarkan uang lalu menarik wanita-wanita tersebut memasuki bangunan itu.

'Perbudakan kah?' Gumam Sasuke dalam hatinya lalu Sasuke langsung berjalan dan mendekati gedung itu.

Merasa ada yang mendekati mereka, orang-orang tersbut pun mengarahkan padangannya pada Sasuke dan bersiap menyerang Sasuke tapi mereka langsung membelalakan mata mereka saat melihat wajah Sasuke dari dekat karena mereka tahu siapa Sasuke.

"UCHIHA SASUKEEEEEE!"

Teriak semua orang disitu dengan ketakutan dan mereka semua langusng berkeringat dan terduduk. Tubuh mereka semua bergetar karena mereka tidak menyangka ada bajak laut sehebat Uchiha Sasuke di Saboady.

"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Sasuke dengan datar.

"E-e-e-eh i-iituu kami sedang berbisnis disini hahaha.."

"be-benar kami sedang berbisnis."

"A-apa kau ingin ikut bersenang-senang Sasuke-Sama?"

"Ta-tapi kau harus bayar."

Sasuke yang mendengar itu pun sedikit mengerang kesal karena tahu bisnis apa yang dimaksud. "Siapa yang menggerekan bisnis ini? Apa tenryuubito?" Tanya Sasuke.

"Bu-bukan. Bisnis ini dipegang oleh salah satu bajak laut bernama Caribou." Ucap seorang yang berada disitu.

"Dimana orang yang bernama Caribou ini?" Tanya Sasuke.

"D-dia didalam."

Sasuke yang mendengar itu langsung mengaktifkan Haoshoku hakinya dan membuat semua orang yang berada disana pingsan. Sasuke lalu melangkahkan kakinya dan membuka pintu gedung tersebut lalu memasuki gedung itu.

"Hahahahaha teruskan! Hisap terus!"

PLAAAAAKK!

"Ampuni aku tolong hiks…hiks..hikss.."

"Hahahaha kalau kau ingin tetapi hidup jilati terus penis ku ini!"

Sasuke langsung membelalakan matanya karena ia melihat pemandangan yang sangat horror. Sasuke melihat beberapa wanita sedang diperkosa dan dipkasa untuk melakukan tindakan yang sangat menjijikan. Mata Sasuke melirik kesamping dan melihat ada seorang wanita dalam keadaan telanjang dan terikat disebuah tiang dan banyak pria yang menggerayangi tubuh wanita tersebut.

Sasuke mengepalka kedua tangannya dan dan terlihat ekspresinya sangat marah.

"MANA YANG NAMANYA CARIBOU!" Teriak Sasuke dengan sangat lantang.

Semua orang yang berada disitu langsung menghentikan kegiatan mereka dan menoleh kearah sumber suara. Mereka semua langsung terkejut dan membelalakan mata mereka.

"UCHIHA SASUKEEEEEEE!"

Mereka semua berterika ketakutan karena melihat Sasuke ada didepan mereka. Mereka langsung ketakutan dan sedang bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan oleh Mirai Kaizoku-O di tempat seperti ini.

Wanita-wanita yang menjadi korban pelecehan disitu pun mengarahkan pandangan mereka kepada Sasuke dan juga terkejut tetapi mereka hanya berharap Sasuke menyelematkan mereka semua.

"Aku bertanya mana yang namanya Caribou." Ucap Sasuke dengan serius.

Seluruh penjahat dan pemerkosa tadi langsung berlari dan berlindung dibelakang dua orang. Dua orang tersebut memilki penampilan yang aneh dan sangat seram. Salah satu dari mereka berbadan gemuk dan memilki kulit putih pucat dan memiliki rambut berwarna hijau dan rambutnya berbentuk seperti seekor kadal. Satunya lagi memliki rambut yang panjang iklal berwarna hitam dan kulitnya berwarna coklat dengan lidah panjang yang menjulur keluar.

"A-a-aku Caribou dan orang disebelahku ini adalah Coribou. K-kami bajak laut. K-kenapa kau mencariku?" Ucap Caribou dengan ketakutan dan badanya sudah basah oleh keringat dingin.

"KATON : GOKAKYU!"

WUSSSSSSSHHHHHH!

"UAAAAAAAAAAGHHHHHHH!"

Caribou dan orang-orangnya pun langsung terpental keluar karena terkena bola api yang dikeluakan oleh Sasuke dan menyebabkan gedung itu rusak.

Sasuke kini mengarahkan pandangannya pada wanita-wanita yang habis diperkosan dan Sasuke mendekati mereka. Para wanita itu mentup bagian payudara dan kelamin mereka dengan kedua tangan mereka dan melihat Sasuke dengan ketakutan. Sasuke perlahan mengarahkan tangannya ke leher para wanita itu dan menghancurkan cincin leher yang mengikat para wanita itu dengan hakinya dan Sasuke membebaskan satu persatu wanita yang menjadi budak itu.

Semua wanita itu perlahan meneteskan air mata mereka dan menangis bahagia karena akhirnya mereka bebas. Mereka lalu menatap Sasuke dengan ekspresi yang sangat bahagia.

"TERIMA KASIH!"

"TERIMA KASIH TELAH MEMBEBASKAN KAMI!"

"KAMI BERHUTANG BANYAK PADAMU TUAN!"

Ketiga wanita itu bersujud didepan Sasuke dan menurunkan kepala mereka hingga menyentuh tanah dan berterima kasih kepada Sasuke. Sasuke yang melihat itu sedikit canggung dan langsung membalikan tubuhnya dan berjalan keluar ruangan itu.

"Ambil pakaian kalian dan cepat pergi dari sini. Jangan sampai tertangkap lagi." Ucap Sasuke yang lalu keluar dari gedung itu.

Semua wanita itu pun mengangkat kepala mereka kembali dan menganggukan kepala mereka dan langsung bergegas mengambil pakaian mereka dan lari dari gedung tersebut. Mereka berlari menuju lubang bekas serangan Sasuke tadi tapi tiba-tiba mereka melihat seseorang muncul. Orang tersebut memakai kemeja biru dan memakai jubah panjang yang hitam serta memakai topi bundar. Para wanita itu pun kembali berjalan mundur dan ketakutan.

"Tenang saja aku tidak berniat untuk menyakiti kalian. Niat awalku sebenarnya untuk membebaskan kalian tapi nampakanya kalian sudah bebas hehehe." Ucap Pria itu sambil menggaruk-garuk kepala belakangnya dan tertawa,

Para wanita itu pun tersenyum dan menghela nafas mereka. "Baru saja kami diselamatkan dan kami harus pergi dari tempat ini secepatnya." Ucap salah satu seorang wanita tersebut.

"Jika aku boleh tau, siapa orang yang menyelamatkan kalian?" Tanya pria tersebut.

"Mirai Kaizoku-O Uchiha Sasuke."

Pria tersebut langsung membelalakan matanya dan terkejut ketika mendengar nama Sasuke. Pria perlahan tersenyum dan mengeluarkan air mata kebahagiaan karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Sasuke, kakaknya yang paling tua.

"Baiklah kalau begitu. Aku harus cepat pergi sebelum kehilangan jejaknya." Ucap Pria itu sambil tersenyum dan langsung pergi meninggalkan para wanita itu.

-X-

Sasuke kini berjalan menuju menuju Grove 13 dimana Shaky's Rip-Off Bar berada. Diperjalanan Sasuke hanya mengerang kesal dan memejamkan matanya karena semua orang yang melihatnya langsung menundukan kepala mereka dan langsung menyingkir dan memberikan Sasuke jalan layaknya seperti seorang raja. Sebenarnya, Sasuke tidak terlalu suka dengan perlakuan seperti ini karena perlakuan seperti ini hanya membuatnya canggung dan bingung harus bereaksi seperti apa.

Tapi Sasuke menghiraukan semua itu dan tetap berjalan dan membiarkan orang-orang tersebut melakukan apa yang mereka mau. Tentunya julukan Mirai Kaizoku-O yang disandang oleh Sasuke membuatnya menjadi bajak laut yang sangat terkenal dan pamornya hampir menyaiyingi sang Raja Bajak Laut Gold Roger. Ditambah lagi Sasuke masih muda dan orang-orang beranggapan bahwa Sasuke masih dapat berkembang dan menjadi kandidat terkuat raja bajak laut dan menemukan One Piece.

Dengan harga buronan yang sudah menyentuh lima milyar tentu saja, tentu saja orang-orang bergidik saat melihat Sasuke ditambah lagi dengan fakat Sasuke sanggup mengalahkan dua Yonkou sekaligus. Mungkin mengalahkan 3 admiral sekaligus masih masuk akal karena saat di Marineford dulu Sasuke pun mendapat bantuan dari Shirohige Kaizokudan tetapi masuk ke wilayah Yonkou sendirian dan mengalahkan kedua Yonkou sendirian pula adalah hal yang sangat menakjubkan dan mungkin hanya Sasuke lah yang sanggup melakukannya.

Sampai di Grove 14, Sasuke melihat beberapa orang yang sedang berkumpul dan nampaknya mereka semua adalah bajak laut. Dari beberapa orang yang berkumpul disitu, nampaknya Sasuke mengenal. Orang tersebut memakai jubah hitam panjang dan memakai topi putih dan memegang pedang yang panjang. Orang itu adalah Trafalgar Law.

"Trafalgar Law." Ucap Sasuke dengan datar dan menatap punggung Law.

Semua orang yang berada disitu termaksud Law langsung membalikan tubuh mereka dan menoleh kearah sumber suara. Mereka semua terkejut dan membelalakan mata mereka karena mereka melihat Uchiha Sasuke sang Mirai Kaizoku-O ada di depan mereka.

"UCHIHA SASUKE!" Ucap Salah satu bajak laut berambut merah seperti landak. Dia adalah Eustass Kapten Kid.

"Si-sial! Apa yang dia lakukan di tempat seprti ini!?" Ucap seseorang yang tinggi dan memilki rambut kuning yang panjang. Dia adalah Basil Hawkin.

"CIH!" Ucap seseorang yang tinggi dan memliki bentuk wajah yang aneh dan dia adalah Appo. 'Orang ini berhasil mengalahkan Kaido. Aku akan mati jika bertarung dengannya disini.' Gumam Appo di dalam hatinya.

"…." Law tidak mengatakan apapun tetapi memandang Sasuke dengan tajam. Tubuhnya bergetar karena sejujurnya di takut dan merasakan aura yang sangat kuat dari Sasuke.

Seluruh anggota bajak laut Law, Kid dan Hawkins pun gemetar dan menatap Sasuke dengan ketakutan karena mereka tidak mengerti apa yang dilakukan oleh bajak laut sehebat Sasuke di Grandline. Mereka berpikir bahwa Sasuke harusnya ada di dunia baru karena Grandline bukanlah tempat yang tepat untuk seseorang seperti Uchiha Sasuke.

Sasuke yang melihat mereka semua ketakutan hanya menghela nafas dan mengarahkan pandangannya pada Law dan membuat Law tersentak. "Apa yang sedang kau lakukan disini?" Tanya Sasuke kepada Law.

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa yang kau lakukan ditempat seperti ini?" Tanya Law sambil memegang pedangnya dan bersiap menyerang jika Sasuke melakukan seseuatu yang membahayakan dirinya.

"Aku sedang liburan." Jawab Sasuke dengan datar. "Lalu apa yang kalian lakuakan disini? Apa kalian ingin mengacau disini?" Tanya Sasuke sambil menatap mereka dengan tajam.

Mereka semua langsung mundur beberapa langkah dan memasang kuda-kuda bertarung. Mereka tersentak dengan pandangan yang diberikan Sasuke.

"K-kapten bagaimana ini!?" Ucap Killer kepada Kid.

Kid yang mendengar pertanyaan itu pun hanya menelan ludahnya dan berkeringat dingin. "Tidak pilihan lain! Jika dia ingin bertarung maka kita semua harus bekerja sama!" Ucap Kid dengan sangat serius.

"Aku tidak menyangka akan bertemu dengan sang calon raja bajak laut disini!" Ucap Hawkins yang sudah mengeluarkan pedangnya.

"Kami tidak berniat mengacau disini. Kami sedang menuju dunia baru. Itu saja." Ucap Law yang mencoba berbicara dengan Sasuke dan menghindari pertarungan.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan kembali menatap mereka semua. "Apa yang kalian ingin lakukan di dunia baru?" Tanya Sasuke.

"Kami sedang membangun aliansi dan berniat untuk menjatuhkan salah satu Yonkou." Ucap Kid dengan sangat serius.

"Yonkou kah?" Yonkou mana yang kau bicarakan?" Tanya Sasuke kepada Kid.

"Aku berniat menumbangkan Akagami tetapi si Law ini mempunyai tujuan yang berbedan dengan kami. Dia berniat untuk mengalahkan Kaido." Ucap Kid sambil melirik Law yang berada disebelahnya.

Sasuke yang mendengar itu kembali tersenyum dan memejamkan matanya. "Apa kalian yakin bisa mengalahkan mereka? Kalian hanyalah bocah-bocah lemah yang urakan." Ucap Sasuke. Sasuke sebenarnya ingin mengetes mental dan kekuatan mereka sebelum mereka semua menghadapi para Yonkou.

Semua orang yang mendengar itu pun mengerang kesal dan mengepalkan tangan mereka. Sangat wajar jika Sasuke berbicara seperti itu karena Sasuke sudah pernah berhadapan dengan dua Yonkou sekaligus dan berhasil menang. Mereka semua kini benar-benar gemetar dan ketakutan karena mereka takut perjalanan dan karir mereka sebagai bajak laut berhenti disini.

"Apa maksudmu? Apa kau mau membunuh kami semua?" Tanya Law yang sudah mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.

"Hn. Kalian bahkan tidak berani menyerangku." Ucap Sasuke sambil tersenyum. Sasuke langsung berjalan kedepan dan mendekati mereka. "Lakukanlah apa yang kalian mau. Jangan terlalu gegabah. Yonkou itu sangat kuat jika kalian tidak mempunyai kekuatan yang cukup maka kalian semua akan mati." Sasuke terus melangkahkan kakinya dan melewati mereka semua satu-persatu.

"TUNGGU!" Teriak Kid.

Sasuke yang mendengar itu menghentikan langhkahnya dan sedikit melirik kebelakang dan melihat Kid sedang menatapnya.

"Kau pernah mengalahkan Yonkou kan!? Beritahu kami apa yang harus kami lakukan untuk menumbangkan Yonkou!?" Tanya Kid kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum. "Jangan terlalu terburu-buru jalan kalian masih panjang. Kunci untuk mengalahkan Yonkou adalah haki. Haki para Yonkou sangatlah luar biasa. Kalau bisa bertarunlah dengan seseorang yang kuat sebelum kalian menghadapi Yonkou dan itu akan meningkatkan kualitas haki kalian. Untuk urusan strategi dan lain-lain kalian lah yang menentukan sendiri." Ucap Sasuke lalu kembali melanghkan kakinya kembali dan berjalan meninggalkan mereka.

Semua orang yang berada disitu mendengar ucapan Sasuke dengan baik dan mereka menganggukan kepala mereka pertanda mereka setuju dengan perkataan Sasuke. Disisi lain, Law sebenarnya ingin berbicara lebih panjang dengan Sasuke dan ingin meminta bantuan Sasuke. Pada awalnya, Law berniat ke dunia baru untuk mencari Sasuke dan mengajakanya beraliansi. Tapi Law mengurungkan niatnya karena dia kini sedang mengumpulkan jantung para bajak laut dan menyerahkannya ke angkatan laut supaya dia bisa menjadi Shicibukai.

-X-

Sasuke kini sudah berada didepan bar Shakky dan dia tersenyum saat melihat pintu yang berada didepannya tersebut. Sasuke menggerekan tangannya keatas dan memutar gagang pintu itu untuk membukannya.

CLACK!

Pintu tersebut terbuka dan Nampak banyak sekali minuman botol minuman keras yang terpampang dan tersimpan di sebuah lemari. Shakky yang merasa ada yang membuka pintu langsung membalikan tubuhnya dan mengarahkan pandangannya ke pintu tersebut. Shakky membelalakan matanya dan dan tersenyum lebar saat melihat Sasuke datang kembali ke barnya.

"OOOHH! SASUKE-KUN!" Teriak Shakky dengan sangat gembira.

"Lama tidak bertemu Shakky." Ucap Sasuke yang tersenyum dan menutup pintu lalu berjalan ke sofa yang berada disebelah kanannya dan ia duduk di sofa tersebut.

"Aku tidak menyangka kau berada disini, Mirai Kaizoku-O." Ucap Shakky sambil tersenyum. "Apa kau ingin sesuatu?" Tanya Shakky kepada Sasuke.

"Kopi hangat saja. Cuaca diluar sangat dingin aku ingin minuman hangat." Ucap Sasuke sambil melepaskan mantelnya dan ia gantung disebalahnya.

"Baiklah! Kopimu akan segera datang." Ucap Shakky yang tersenyum lalu pergi kedapur dan membuatkan Sasuke kopi.

Sasuke kini menyandarkan punggungnya ke sofa tersebut dan melihat sekliling bar. Sasuke tersenyum saat ia melihat sebuah papan dan poster buronannya ada disitu. 'Nampaknya aku benar-benar terkenal didunia ini.' Gumam Sasuke didalam hatinya.

"Ini dia kopimu." Ucap Shakky sambil berlajalan membawa segelas kopi panas dan ia letakan gelas itu dimeja depan Sasuke.

"Terima kasih." Ucap Sasuke lalu mengangkat gelas tersebut dan menyeruput kopi panasnya.

Shakky yang melihat Sasuke menikmati kopi buatannya itu pun tersenyum dan ia duduk di sofa depan Sasuke. "Jadi bagaimana perjalananmu? Apa menyenangkan?" Tanya Shakky kepada Sasuke.

"Hn tidak terlalu menyenangkan. Yang aku lakukan dunia baru hanyalah bertarung dan tidak ada hal lain selain itu." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"Fufufufu aku tidak menyangka kau sanggup menaklukan dua Yonkou sekaligus bahkan mungkin Roger pun tidak bisa melakukan hal seperti itu." Ucap Shakky kepada Sasuke sambil tersenyum.

"Aku melawan mereka berdua pun karena kebetulan aku tidak mengira bahwa akan melawan mereka berdua." Ucap Sasuke.

"Ceritakan padaku bagaimana kejadiannya." Ucap Shakky yang menopang dagu dan memandang Sasuke sambil tersenyum.

"Aku diajak untuk menikahi salah satu putrinya Linlin dan aku pun datang Whole Cake Island dengan tujuan untuk menolak pernikahan itu secara langsung. Tetapi niat mereka sebenarnya bukan untuk menikahkanku melainkan untuk membunuhku. Singkat cerita aku bertarung dengan Linlin dan tiba-tiba Kaido datang karena dia tidak setuju aku menikahi salah satu anak dari Linlin tetapi mereka berdua ingin menguji kekuatan ku dan akhirnya mereka pun bekerja sama. Aku tidak punya pilihan lain selain mengadapi pertarungan itu dan akhirnya seperti yang diberitakan. Aku menang." Ucap Sasuke sambil menyeruput kopinya kembali.

"Fufufufu untuk seseorang yang mampu mengalahkan dua Yonkou sekaligus, rekasimu itu sangat datar dan nampaknya kau tidak terlalu bangga." Ucap Shakky sambil tersenyum.

"Tidak ada yang perlu dibanggakan. Aku hanya bertarung dan aku menang. Itu saja." Ucap Sasuke dengan santai.

"Fufufufu kau orang yang menarik Sasuke-Kun lalu ap-"

Pereperepereperep! Pereperepereperep!

Ucapan Shakky terpotong karena ia mendengar denden mushi yang berada disebelahnya bordering. Sasuke dan Shakky langsung memandang denden mushi yang berada disebelahnya tersebut dan Shakky langsung mengangkat denden mushi itu.

"Ara Ray-San." Ucap Shakky sambil tersenyum.

"Yooo Shakky apa kau sedang berada di bar?" Tanya Rayleigh kepada Shakky.

"Uhmmm aku berada disini. Ada apa?" Tanya Shakky.

"Ah tidak aku hanya ingin menanyakan kabarmu saja sudah hampir satu tahun aku tidak bertemu denganmu. Lalu apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Rayleigh.

"Fufufufu akupun merindukanmu. Aku sedang bersama Sasuke-Kun disini. Dia baru saja datang kesini." Ucap Shakky sambil tertawa.

"OOOOOOHHHH!? BENARKAH!? SASUKE-KUN ADA DISANA!?" Teriak Rayeligh yang terlihat riang gembira. Tetapi perlahan senyuman itu langsung pudar dan Rayeligh terlihat seperti ketakutan. Itu terlihat karena ekspresi denden mushi yang dipegang oleh Shakky pun tiba-tiba berubah dan menjadi seperti orang yang marah dan Rayleigh tiba-tiba teringan perkataan Sasuke 10 bulan yang lalu.

Flashback.

"Sebenarnya aku mencintai Shakky, Rayleigh."

Flashback End.

Kata-kata it uterus terngiang-ngiang dipikiran Rayeligh dan membuatnya menjadi protektif terhadap Shakky terutama jika Sasuke berada di dekat Shakky.

"KONOYARO MENJAUHLAH DARI SHAKKY!" Teriak Rayleigh melalui denden mushi.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan kembali menyeruput kopinya. "Sepertinya kau benar-benar khawatir Rayleigh." Ucap Sasuke sambil tersenyum. "Jangan panic seperti itu aku tidak akan berbuat apa-apa dengan Shakky." Lanjut Sasuke.

"Hahahahahaha baguslah kalau begitu. Jadi bagaimana kabarmu, Mirai Kaizoku-O?" Tanya Rayleigh sambil tersenyum.

"Sudahlah panggil saja namaku. Lagi pula aku tidak merasa bangga dengan julukan itu," Ucap Sasuke.

"Baik-baik hahahaha jadi apa yang sedang kau lakukan di Saboady?" Tanya Rayleigh.

"Aku sedang menuju East Blue. Aku ingin mengunjungi teman-temanku disana." Jawab Sasuke sambil tersenyum karena ia kini sedang mengingat Dadan dan kawan-kawannya.

"Baiklah kalau begitu… LUFFYYYYYY! CEPAT KESINI!" Terdengar dari denden mushi tersebut teriakan Rayleigh yang sangat kencang dan memanggil Luffy.

Sasuke yang mendengar nama Luffy, langsung menghela nafas karena dia tahu bahwa Luffy akan marah-marah karena julukan yang kini ia sandang.

"Ada apa Rayleigh?" Terdengar Suara Luffy dari denden mushi tersebut.

"Aku sedang berbicara dengan Sasuke. Apa kau ingin menyampaikan sesuatu?" Tanya Rayleigh.

"SASUKKEEEEEEEEEEEEE! KONOYAROOOO! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAU MENJADI RAJA BAJAK LAUT!" Suara teriakan Luffy terdengar nyaring sekali melalui denden mushi itu dan membuat Sasuke dan Shakky menutup telinga mereka dengan kedua tangan mereka.

"Baik-baik aku tidak akan menjadi raja bajak laut. Kaulah yang akan menjadi raja bajak laut." Ucap Sasuke.

"Benarkah? Baguslah kalau begitu! Shishishishi" Luffy pun merasa lega mendengar perkataan Sasuke barusan dan dia tertawa. "Ne Sasuke dimana kau sekarang? Aku ingin menunjukan jurus baruku dan aku sudah menguasai semua haki. Aku juga sudah mengasah kemampuan buah iblisku dan aku benar-benar sudah bertambah kuat sekarang. Kemarilah disini juga ada Rayleigh dan Hancock yang kadang mengunjungiku shishishi." Lanjut Luffy.

Sasuke yang mendengar itu langsung tersenyum. Mendengar perkataan Luffy tersebut Sasuke langsung mengingat masa lalunya saat ia masih kecil dan masih bersama Itachi. Saat kecil dulu, saat Sasuke berhasil menguasai jurus baru dia langsung mencari Itachi dan ingin menunjukan jurus barunya kepada Itachi. Kini posisinya terbalik. Sasuke lah yang menjadi sang kakak dan harus menuruti permintaan adiknya itu.

"Kau masih di pulau Rusakaina kan?" Tanya Sasuke kepada Luffy.

"Uhm! Aku masih disini! Aku sudah bertarung dengan para binatang buas disini dan aku juga sering bertarung dengan Rayleigh. Meskipun aku selalu kalah dari Rayleigh tapi suatu saat nanti aku pasti mengalahkannya dan menjadi raja bajak laut! Shishishishi." Ucap Luffy.

"Baiklah. Tunggu aku disana. Aku akan segera berangkat kesana. Persiapkan semua kekuatanmu karena aku ingin melihat apa yang telah kau pelajari." Ucap Sasuke.

"YOSSSSSSHHH! AKU MENUNGGUMU SASUKEEEE!" Teriak Luffy dengan penuh semangat.

Sasuke yang mendegar itu hanya tersenyum dan langsung menutup denden mushi terebut.

"Fufufufu nampaknya Monkey-Chan sangat merindukanmu Sasuke-Kun." Ucap Shakky kepada Sasuke.

"Hmm. Nampaknya begitu." Ucap Sasuke yang langsung menghabiskan kopinya. Dia lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya kepada Shakky. "Ambilah kembaliannya. Sepertinya aku harus segera mengunjungi Luffy." Ucap Sasuke yang mengambil mantelnya dan bersiap untuk pergi.

"Fufufufu baiklah kalau begitu. Hati-hati dijalan calon raja bajak laut." Ucap Shakky yang langsung berdiri dan tersenyum kepada Sasuke.

"Kau dan Rayleigh sama saja." Ucap Sasuke. "Baiklah aku pergi dulu Shakky." Sasuke lalu membuka pintu bar tersebut dan melangkahkan kakinya dan keluar dari bar Shakky.

-X-

Sasuke kini kembali berjalan dan kini ia sedang menuju kekapalnya dan bersiap untuk pergi menemui Luffy. Sasuke berusaha menghindari keramaian karena jika orang-orang melihatnya maka orang-orang pasti akan membungkuk kepadanya dan para wanita pasti langsung mengelilingnya. Sudah 15 menit dia berjalan dan dia tiba-tiba mendengar seseorang memanggil namanya dengan keras.

"SASUKEEEEEEE!"

Sasuke membalikan tubuhnya dan menoleh kearah sumber suara. Sasuke melihat seorang pria memakai topi dan ada kacamata yang terpasang di topinya. Pria itu memakai jubah hitam panjang dan kemeja biru dan celana hitam panjang.

'Sepertinya orang ini tidak asing. Apa aku pernah bertemu dengannya?' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil terus menatap orang tersebut.

"Akhirnya aku menemukanmu! AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU SASUKE-NI CHAN!" Teriak orang tersebut sambil berlari dan memeluk Sasuke.

Sasuke yang kini berada dalam pelukan orang tersebut hanya diam saja dan masih berpikir dan menudga-duga siapa orang yang sedang memeluknya ini.

"Aku memang merasa familiar denganmu tapi siapa kau? Dan kenapa kau memanggil ku Ni-"

Sasuke langsung menghentikan kata-katanya dan membelalakan matanya karena terkejut. Sasuke melihat pipa yang ada dibelakang punggung orang yang sedang memeluknya itu dan Sasuke sangat mengenali pipa itu. Pipa itu adalah senjata yang digunakan oleh orang yang dulu sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri. Sabo.

"A-apa kau Sabo?" Tanya Sasuke dengan terbata-bata.

Orang itu langsung melepaskan pelukannya dan menghapus semua air matanya dan menatap Sasuke. "Sepertinya kau langsung mengenaliku." Ucap Sabo sambil tersenyum.

Sasuke kembali memebalalakan matanya karena ia tidak percaya bahwa Sabo masih hidup. "Ta-tapi bagaiman bisa?" Gumam Sasuke yang masih shock karena mengetahui Sabo masih hidup.

"Ah ceritanya cukup panjang. Saat itu kapalku ditembak oleh Tenryuubito dan aku tengelam. Namun aku diselamatkan oleh seseorang yang bernama Dragon. Monkey,D,Dragin ayah kandung dari Luffy dan pemimpin pasukan revolusioner dan kini aku bekerja untuk pasukan revolusioner!" Ucap Sabo sambil tersenyum.

Sasuke secara tidak sadar meneteskan air matanya karena bahagia melihat salah satu adik angkatnya masih hidup. Sasuke kembali tersenyum dan menatap Sabo dengan hangat.

"Syukurlah kau masih hidup. Sabo." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Sasuke masih tidak menyangka bahwa Sabo masih hidup. Dulu Sasuke benar-benar marah saat ia mender Sabo dibunuh oleh Tenryuubito dan inilah awal mula kebencian Sasuke terhadap Tenryuubito lalu dia bahkan ikut Fisher Tiger menaiki Red Line dan merusak Marijois serta membebaskan para budak Tenryuubito.

"Hahahaha aku tidak menyangka akan bertemu denganmu disini Sasuke. Aku selalu mendengar berita tentangmu setiap hari sampai aku bosan melihat wajahmu ada di koran." Ucap Sabo sambil tertawa kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan melipat tangannya. "Bagaiamana denganmu? Apa yang kau lakukan bersama para revoluisoner?" Tanya Sasuke kepada Sabo.

"Revoluisoner adalah organisasi yang mempunyai tujuan untuk merevolusi sistem yang ada didunia ini dan dianggap sebagai kelompok teroris terbesar oleh pemerintah dunia. Kami kini sedang berusaha menjatuhkan para Tenryuubito dari kekukasaannya dan membuat dunia ini lebih baik lagi." Jawab Sabo kepada Sasuke sambil tersenyum.

"Hn ternyata kau mempunyai cita-cita yang besar dan kalau aku tidak salah bukannya kau salah satu bangsawan juga? Jika kau berniat untuk menghancurkan Tenryuubito maka kau juga harus melawan keluarga kandungmu sendiri." Ucap Sasuke kepada Sabo.

"Itu tidak masalah. Lagipula aku tidak terlalu menyukai keluargaku. Kau dan Luffy adalah keluargaku sekarang. Dan Aee….." Ucap Sabo sambil menundukan kepalanya dan air mata pun kembali keuar dari mata Sabo.

Sasuke yang melihat itu hanya tersenyum dan menepuk pundak Sabo yang membuat Sabo mengangkat kepalanya dan mentapa Sasuke. "Jangan salahkan dirimu. Aku tahu apa yang kau pikirkan. Meskipun kau berada disana belum tentu juga Ace akan selamat. Kejadiannya begitu cepat dan saat itu aku dan Luffy lengah." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada Sabo.

Sabo yang mendengar itu pun makin mengeluarkan air matanya dan tubuhnya begetar. "Maaf aku tidak bisa membantu apa-apa. Saat itu ingatanku hilang dan ingatanku kembali saat aku membaca berita tentang kematian Ace. Kau, Luffy dan Ace berada disana dan hanya aku saja yang tidak ada." Ucap Sabo disela-sela tangisannya.

"Itu semua sudah berlalu dan kau harus merelakannya. Masih ada aku dan Luffy dan Ace akan tetap hidup di hati kita. Jangan terlalu keras terhadap dirimu sendiri Sabo. Fokuslah kedepan dan jangan terjebak dalam masa lalu." Ucap Sasuke yang menasihati Sabo yang terlihat sangat terpuruk.

Sabo yang mendengar itu pun langsung tersenyum dan langsung mengusap air matanya. "Terimakasih Sasuke. Kau memanglah kakak terbaik yang pernah aku punya." Ucap Sabo. "Ngomong-ngomong apa yang akan kau lakukan setelah ini? Jika kau tidak sibuk ikutlah aku ke markas revolusioner dan juga Nico Robin sedang berada disana. Dia sangat ingin bertemu denganmu." Lanjut Sabo sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar Sabo menyebut nama Robin langsung tersentak. Sasuke tidak menyangka kini Robin bersama Sabo dan menjadi pasukan revolusioner. Sasuke pun bingung kenapa Robin mempunyai hubungan dengan orang-orang terdekatnya seperti Luffy dan Sabo.

"Sebenarnya aku berniat mengunjungi Luffy dan ingin melihat hasil latihannya. Dan untuk masalah Nico Robin…" Sasuke menghentikan kalimatnya sejenak dan menghela nafas. "Jangan beritahu dia tentang pertemuan kita ini." Ucap Sasuke kepada Sabo.

Sabo yang medengar itu pun terkejut dan membelalakan matanya sedikit. "Ehh? Kenapa? Apa kua benar-benar marah pada Robin?" Tanya Sabo kepada Sasuke.

"Ini bukan masalah marah atau apapun itu. Aku hanya ingin dia tidak terganggu dengan apa yang kini sedang dia kerjakan dan lagi aku berencana beristirahat sebentar dan kembali ke East Blue." Ucap Sasuke kepada Sabo.

"Saat mendengar kau akan menikah dengan putrinya Big Mom, Robin mengurung dirinya dikamar dan bahkan ia terlihat sangat sedih. Dia benar-benar mencintaimu. Setidaknya temui dia dan maafkan dia. Robin selalu dihantui rasa bersalahnya karena telah mengkhianatimu." Ucap Sabo kepada Sasuke.

"Salah dia sendiri kenapa dia tidak percaya padaku dan lebih mempercayai perkataan angkatan laut." Ucap Sasuke yang sedikit kesal. "Aku ingin mengunjungi Luffy apa kau ingin ikut denganku?" Tanya Sasuke kepada Sabo.

"Kau benar-benar tidak berubah. Gengsimu itu suatu saat akan menyusahkan dirimu sendiri." Gumam Sabo sambil menatap Sasuke. "Sepertinya aku tidak bisa ikut denganmu karena aku pun masih punya banyak pekerjaan dan mengetahui Luffy baik-baik saja sudah membuatku senang." Ucap Sabo sambil tersenyum.

"Baiklah kalau begitu aku tidak ingin menganggu pekerjaanmu. Meskipun pertemuan ini sangat singkat tapi aku senang kau baik-baik saja Sabo." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"Terima kasih Sasuke. Ah! Aku hampir lupa!"

Sabo langsung merogoh saku celananya dan ia mengambil selembar kertas. Dia langsung merobek kertas itu dan memberikan sobekan kertas itu kepada Sasuke.

"Ini vivre card milku. Kau tahu bukan kegunaan dari kertas ini?" Tanya Sabo kepada Sasuke.

Sasuke langsung mengambil kertas itu dan memasukannya ke sasuke celananya. "Tentu saja. Aku akan menyimpan vivre card." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Perepereperepereperep!

Perhatian Sabo dan Sasuke langsung terarah ke denden mushi yang berdering. Sabo yang mendengar denden mushinya berdering hanya tersenyum dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya.

"Sepertinya aku harus melanjutkan pekerjaan aku. Baiklah kalau begitu jaga dirimu Sasuke dan jangan beritahu Luffy tentang pertemuan kita ini. Aku berencana untuk membuat kejutan untuk Luffy nanti." Ucap Sabo.

"Ah. Jaga dirimu baik-baik Sabo."

-X-

Sasuke kini melanjutkan perjalanannya menuju ke kapalnya. Seperti sebelumya dia mengambil rute yang sepi supaya ia tidak berjumpa dengan banyak orang. Sasuke sangat menikmati pemandangan di Saboady dimana semuanya serba hijau dan banyak gelembung yang muncul dari bawah tanah dan melayang di udara di tambah lagi salju yang sedang turun, Sasuke kini sudah sampai Grove 17 dan sebentar lagi dia sampai ke Grove 16 dimana kapalnya di parkirkan.

Sasuke menyipitkan matanya dan dia melihat ada seseorang yang sedang bertarung. Orang itu memiliki perawakan yang sangat besar dan orang itu sedang dikepung oleh beberapa orang.

'Orang itu… Kalau tidak salah Bartolmew Kuma. Apa yang sedang dia lakukan disini?' Gumam Sasuke dalam hatinya. Sasuke langsung berlari menuju ke tempat kuma karena ia penasaran dan ingin bertanya apa yang sedang dilakukan Kuma di pulau ini.

"CEPAT SERAHKAN KAPAL ITU!"

"DI KAPAL ITU PASTI BANYAK BARANG BERHARGA!"

"MENYINGKIR KAU KUMA!"

Kuma yang mendengar itu hanya diam dan tidak berkata apapun. Kuma hanya memperhatikan orang-orang tersebut dengan datar. Dia kini sudah membuka sarung tangannya dan terlihat telapak tangan kucing yang menempel di telapak tangannya dan ia mengangkat tangannya.

"Cukup."

Kuma dan orang-orang yang sedang mengepungnya pun langsung mnoleh kearah sumber suara dan mereka membelalakan mata mereka. Kuma pun sedikit terkejut saat dia melihat orang itu.

"UCHIHA SASUKEE!"

"A-a-apa yang ia lakukan disini?"

"Ah benar juga! Dia adalah kakak dari Mugiwara Luffy dan dia pasti ingin melindungi kapal bajak laut Mugiwara."

"Si-sial! LARI KALIAN SEMUA!"

Semua orang tersebut langsung berlari ketakutan karena melihat Sasuke dan meninggalkan Sasuke dan Kuma berdua. Sasuke mendongakan kepalanya ke atas dan menatap Kuma dengan datar. Kuma pun menatap Sasuk dengan datar sambil memasang kembali sarung tangannya.

"Mirai Kaizoku-O Uchiha Sasuke. Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kuma dengan datar dan tanpa ekspresi.

"Berlibur." Jawab Sasuke dengan singkat. "Apa yang kau lakukan disini dan apa yang orang-orang tadi maksud dengan kapal Mugiwara Kaizokudan?" Tanya Sasuke kepada Kuma.

"Tugas ku disini adalah melindungi Thousand Sunny, kapal bajak laut Mugiwara." Ucap Kuma sambil berjalan sedikit ke pinggir suapaya Sasuke dapat melihat Sunny Go. "Aku akan menjaga dan melindungi kapal ini sampai kelompok Mugiwara tiba di pulau ini. Aku sudah menjaga kapal ini selama 10 bulan dan tersisa 26 bulan lagi sampai seluruh kelompok Mugiwara kembali." Tambah Kuma.

Sasuke yang mendengar itu langsung mengarahkan padangannya ke kepal yang terpakir dibelakang Kuma. Sasuke tersenyum saat melihat kapal Luffy yang kondisinya baik-baik saja.

"Aku ingin melihatnya dari dekat." Ucap Sasuke kepada Kuma sambil berjalan mendekati Sunny Go.

"Silahkan. Kau adalah kakak dari Monkey,D,Luffy maka kau bukan merupakan ancaman." Ucap Kuma sambil kembali duduk dan membaca buku yang selalu ia bawa.

Langkah demi langkah Sasuke berjalan dan kini ia sudah berada di depan Sunny Go. Sasuke langsung melompat dan kini ia berada di Sunny Go. Dia melihat ke bawah dimana ia menginjak rumput yang sangat empuk dan sangat indah. 'Ternyata seleranya bagus juga. Aku tidak menyangka Luffy mempunyai kapal sebagus ini.' Gumam Sasuke sambil memperhatikan rumput yang ia injak.

Sasuke lalu berjalan dan memasuki bagian dalam kapal itu. Sasuke membuka pintu dengan perlahan dan ia kembali terkejut saat melihat interior dalam kapal Sunny Go. Kini Sasuke melihat sebuah aquarium yang sangat besar dan terdapat banyak sekali ikan didalamnya. Sasuke kembali melangkahkan kakinya dan menuju dapur. Saat Sasuke melihat dapur dari Sunny Go pun ia kembali terkejut karena ia melihat dapur yang sangat bagus dan kitchen set yang lengkap dan cukup modern.

'Kalau tidak salah nama koki di kelompok ini adalah Sanji. Sepertinya dia sangat handal dalam memasak.' Gumam Sasuke sambil tersenyum.

Sasuke membalikan tubuhnya dan kini ia melihat ada dua ruangan disebelah kanannya. Sasuke kembali berjalan dan mendekati dua pintu tersebut. Sasuke membuka salah satu pintu tersebut dan ia melihat ada beberapa sofa, satu meja dengan cermin yang besar dan beberapa ranjang.

'Nampaknya ini kamar pria. Sepertinya mereka menghemat ruang mengingat kapal ini sedikit kecil dan mereka hanya membuat dua kamar, 1 untuk para pria dan satunya lagi untuk para wanita. Itu lebih baik daripada harus membuatkan satu orang satu kamar.' Gumam Sasuke dalam hatinya. Ruangan atau kamar pria ini cukup rapih dan terlihat ranjang pun sangat empuk. Sasuke tersenyum dan langsung membalikan tubuhnya dan keluar dari ruangan tersebut.

Sasuke sebenarnya berniat untuk menyelesaikan tur kapal ini tetapi dia cukup penasaran dengan kamar wanita yang berada disebalahnya itu. Bukan untuk tujuan yang mesum tapi dia penasaran dengan ruangan karena Robin tinggal disini. Sasuke langsung membuka pintu kamar itu dan melihat ruangan yang sangat besar bahkan lebih besar daripada kamar pria.

'Sepertinya wanita dikelompok ini sangat egois dan menyeramkan. Mereka hanya berdua tetapi ruangan ini bahkan cukup untuk menampung 12 orang.' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil sweatdrop. Sasuke menghela nafas dan melihat barang-barang yang berada di kamar itu. Kosmetik, beberapa cermin, lemari dengan baju yang banyak terlihat ada dua ranjang yang berukuran sangat besar.

Sasuke lalu berjalan mendekati meja cermin yang berada didepannya dan melihat ada dua buah poster buronan yang tertempel di cermin itu. 'Doroboneko Nami. Jadi wanita ini adalah Navigator seram yang Luffy ceritakan?' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil tersenyum. Saat latihan enam bulan dengan Luffy, Luffy selalu bercerita tentang petualangannya dan para nakamanya dan Luffy pun selalu bercerita dia selalu dipukuli oleh Nami dan Luffy bilang Nami adalah wanita yang menyeramkan.

Sasuke langsung mengarahkan pandangannya ke poster buronan Robin yang berada disebalah poster buronan Luffy. '80 juta kah? Saat dia berumur 8 tahun pemerintah dunia langsung memberikan harga 79 juta dan bahkan dia belum berbuat apa-apa saat berumur 8 tahun tapi, kini dia sudah dewasa dan ditambah lagi dengan kejadian Enies Loby kenapa hanya bertambah 1 juta saja?' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil memperhatikan poster buronan Robin.

Sasuke lalu duduk didepan meja cermin tersebut lalu dia membuka laci yang berada disebelahnya itu dan ia menemukan beberapa buku. Ada buku tentang navigasi, tentang dongeng, tentang sejarah dan yang paling menarik perhatian Sasuke adalah sebuah buku yang terlihat seperto buku harian seseorang. Sasuke langsung mengambil buku itu dan tenyata buku itu milik Robin. Sasuke lalu membaca buku tersebut dan dia sedikit tersenyum saat membaca buku harian Robin.

"Sasuke-Kun aku sungguh menyesal telah mengkhianatimu dan mempercayai kata-kata Akainu. Karena aku, kau kini berada didalam penjara. Aku tahu dengan tindakan yang telah aku perbuat ini aku tidak layak mendapatkan cintamu. Aku benar-benar wanita bodoh yang terjebak dalam masa lalu dan bahkan tidak bisa untuk mempercayai pria yang aku cintai. Setelah kepergianmu, aku merasa sangat kesepian dan aku menangis setiap harunya karena sedih dan bahkan aku berencana untuk bunuh diri. Tapi aku berpikir jika aku bunuh diri maka aku tidak dapat menyelamatkanmu dari penjara jadi aku berkelana sendiri dan aku bertemu dengan Crocodile. Crocod;ie menawariku kerja sama dan dia berjanji akan memberikanku perlindungan selama aku membantunya menemukan Pluton. Singkat cerita aku menemukan sebuah Poneglyph di Arabasta dan di Pone tersebut dijelaskan tentang Pluton tetapi aku berbohong pada Crocodile dan dia langsung menebasku.

Saat itu, aku berpikir bahwa aku akan mati dan sebelumnya aku pun sudah mendengar kabar bahwa kau berhasil melarikan diri dari Impel Down. Aku tidak mengerti kenapa kau tidak mencariku setelah kau berhasil keluar dari Impel Down dan aku berpikir bahwa kau membenciku jadi saat itu aku memutuskan untuk mati. Tapi ada seseorang yang menyelamatkanku. Orang itu sangat unik dan dia salah satu penyandang nama D. Monkey,D,Luffy, dia adalah orang tersebut. Lalu aku meminta Luffy supaya menerimaku menjadi nakamanya dan Luffy pun menerimanya. Singkat cerita aku berlayar bersama kelompok bajak laut mugiwara dan mengalami petualangan yang sangat mengegangkan tetapi sangat asik. Aku sangat menyukai kelompok ini karena mereka semua mengingatkanku padamu. Aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang dan mereka semua menganggapku layaknya seperti keluarga.

Karena aku sangat menyayangi mereka, aku memutuskan untuk mengorbankan diriku dan menyerahkan diriku ke pemerintah dunia supaya mereka semua selamat. Tapi, sepertinya keputusanku itu salah. Mereka semua bahkan datang ke Enies Loby dan membakar bendera pemerintah dunia hanya untuk menyelamatkanku. Aku sangat terharu dengan tindakan nekad mereka itu dan aku kini benar-benar sudah bisa mempercayai mereka sepenuh hati.

Kehidupanku disini sangatlah menyenangkan dan mereka selalu membuatku tertawa dengan tingkah laku konyol mereka. Aku bisa tersenyum dan melanjutkan kembali perjalanan ku untuk menggapai mimpiku tapi….. Saat sebelum tidur dan saat aku memejamkan mataku, yang terlintas dipikiranku hanyalah wajahmu. Aku sangat merindukanmu dan aku ingin melihat wajamu lagi. Saat aku tidur, aku merasa sangat dingin dan kesepian karena aku terbiasa tidur bersamamu dan selalu memelukmu saat aku kedinginan. Bahkan aku sering memeluk tubuhku sendiri dan membayangkan kalau aku sedang dipeluk olehmu. Seperti yang aku bilang tadi, mungkin aku tidak layak mendapatkan hatimu tapi jika kita bertemu suatu saat nanti, biarkan aku memelukmu dengan lama dan menangis sambil membenamkan wajahku di dadamu untuk mengeluarkan semua rasa sedihku. Sekarang pun aku menulis ini sambil menangis. Setiap mengingatmu, hatiku langsung merasa sakit dan sedih tapi satu hal yang kau perlu tahu, aku masih dan akan selalu mencintaimu Sasuke-Kun. Terima kasih telah berlayar bersamaku selama 3 setengah tahun dan memberikanku rumah dan rasa nyaman. Kali ini aku yang akan melindungimu dan membuatmu merasa nyaman dan hangat. Suatu saat kita pasti akan bertemu lagi dan INGAT! JANGAN MELAWAN YONKOU SENDIRIAN! Aku tidak mau kau terluka karena melihatmu terluka adalah hal yang paling menyakitkan bagiku!

Sasuke membaca tulisan Robin itu sambil tersenyum dan senyumannya makin lebar bahkan Sasuke sampai tertawa sedikit saat ia melihat ada gambar kecil dibawah pojok kanan. Gambar itu adalah gambar kipas lambang kehormatan klan Uchiha. 'Kau bahkan masih mengingat dan bisa menggambar lambang Uchiha.' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil tersenyum.

Sasuke lalu menutup buku itu dan menyimpannya kembali ke dalam laci. Sasuke bangkit berdiri lalu meninggalkan kamar Nami dan Robin dan ia pun langsung keluar dari Sunny Go dan melihat Kuma yang masih duduk dan menjaga Sunny Go. Sasuke langsung melompat turun dari Sunny Go dan mendekati Kuma.

"Kenapa kau melindungi kapal ini? Luffy bilang kau lah yang telah memisahkan mereka semua." Ucap Sasuke kepada Kuma.

"Saat itu aku sebenarnya menyelamatkan mereka tapi aku menyelamatkan mereka dengan caraku sendiri. Kondisi Mugiwara saat itu sudah terpojok karena ada Pacifista dan admiral dan aku pun menerbangkan mereka ke tempat dimana mereka bisa belajar dan menjadi lebih kuat. Aku melakukan itu semua karena aku adalah pasukan revolusioner dan pemimpinku adalah ayah kandung dari Monkey,D,Luffy yaitu Monkey,D,Dragon." Ucap Kuma kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu pun tersenyum dan perlahan ia berjalan dan meninggalkan Kuma. "Terimakasih Kuma. Aku dan Luffy banyak berutang kepadamu. Tolong jaga kapal itu sampai mereka semua kembali." Ucap Sasuke sambil terus berjalan.

Kuma yang mendengar itu pun tidak menjawab dan hanya menganggukan kepalanya tanda ia setuju dengan permintaan Sasuke.

_-X-

Sasuke kini sudah sampai di Rusakaina Island. Hari sudah gelap dan jam meninjukan pukul 11 malam. Perjalanan dari Saboady ke Rusakaian memang memkan waktu yang panjang dan sepertiny Luffy pun sedang beristirahat. Sasuke terus berjalan dan memasuki pulau itu sampai ada suara yang menghentikan langkahnya.

"Lihat siapa yang datang? Seorang perjaka yang digadang-gadang akan menjadi raja bajak laut."

Sasuke mendengar suara seorang wanita daru belakangnya dan Sasuke sedikit kesal saat ia mendengar suara itu. Sasuke tidak mengharapakan akan bertemu dengan wanita merepotkan ini dan apa yang sedang ia lakukan malam-malam seperti ini. Wanita itu adalah Hancock.

"Sepertinya aku mendengar suara." Ucap Sasuke yang mengacuhkan wanita yang berada dibelakangnya itu dan kembali berjalan.

Hancock yang mendengar perkataan Sasuke itu langsung mengerang kesal karena ia merasa dirinya diachukan dan dianggap tidak ada oleh Sasuke.

"BRENGSEK!"

Hancock langsung berlari kearah Sasuke dan bersiap untuk mendendang Sasuke.

BUAGH!

"KIYAAAAAAA!"

Belum sempat ia menendang Sasuke, kaki Hancock tersandung batu dan membuatnya terjatuh dan kearah Sasuke. Sasuke langsung membalikan tubuhnya dan membelalakan matanya saat ia melihat Hancock yang sedang terbang menuju kearahnya. Sasuke dengan sigap langsung menangkap Hancock dan kini Hancock berada dalam dekapan Sasuke.

DEG DEG! DEG DEG! DEG DEG!

Terdengar suara detakan jantung yang sangat keras dari Hancock. Wajah Hancock kini sudah merona dan merah padam. Hancok kini berada dalam pelukan Sasuke dan ia merasakan tangan Sasuke menyentuh bagian belakang kepalanya dan tangan satunya lagi memegang pinggangnya. Hancock sedikit merasa kehangatan saat bagian belakang kepalanya di pegang oleh Sasuke dan merasa sedikit geli dan sensitive saat tangan Sasuke yang lain memegang pinggangnya. Itu karena Hancock memakai pakaian yang cukup terbuka dan pakaian yang ia pakai tidak menutupi bagian pinggangnya dan membiarkan pinggang mulusnya itu terlihat. Tangan Sasuke langsung menyentuh pinggang Hancock yang tidak tertutup oleh pakaian dan merasakan sentuhan kulit Sasuke yang sangat hangat ditambah lagi nafas ia merasakan hembusan nafas Sasuke di lehernya dan membuatnya semakin gemetar.

'Si-sial! Aku memang tidak berdaya dihadapan pria ini! P-pria ini.. Aku selalu merasa nyaman saat disentuh pria ini.' Gumam Hancock didalam hatinya dan secara tidak sadar melingkarkan tangannya di tubuh Sasuke dan balik memeluk tubuh Sasuke.

"Kau mungkin wanita yang kuat dalam pertarungan tapi nampaknya kau juga seorang wanita biasa yang membutuhkan seorang pria." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"Diam! Aku hanya ingin memelukmu saja!" Ucap Hancock dengan tegas sambil terus memeluk Sasuke. "Tidak tahu kenapa aku merasa nyaman saat disentuh olehmu. Bukan berarti aku mencintaimu. Perasaanku terhadapmu sangat berbeda dengan Luffy. Aku mencintai Luffy dan ingin menikahinya tapi perasaanku terhadapmu sulit dijelaskan. Aku tidak cemburu atau tidak keberatan sama sekali jika kau berpacaran atau menikahi wanita lain tapi tidak tahu kenapa aku merasa seperti aman dan tenang saat berada dalam dekapanmu." Ucap Hancock dengan lembut dan mengeratkan pelukannya pada Sasuke.

"Wajar saja karena kau menganggap ku sebagai penyelamatmu dan kau pasti merasa sangat aman jika bersama orang yang kau anggap penyelamat hidupmu. Tapi kesampingkan semua itu, mau sampai kapan kau memelukku seperti ini?" Tanya Sasuke kepada Hancock dengan datar.

Hancock yang mendengar perkataan Sasuke itu kembali mengerang kesal dan langsung melepaskan pelukannya dan menatap Sasuke dengan emosi.

"Cih! Kau tidak berubah sama sekali! Kau masih saja kasar dan dingin! Tapi wajar saja karena kau masih perjaka dan kau memang tidak tahu bagaiamana cara memperlakukan wanita dengan baik!" Ucap Hancock sambil menyeringai.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Kenapa kau terobsesi sekali dengan keperjakaanku?" Gumam Sasuke.

"Itu menunjukan bahwa kau hanyalah seorang bocah yang masih kecil dan tidak tahu bagaiamana membuat wanita bahagia." Ucap Hancock yang terus tersenyum.

Sasuke hanya mengerang kesal dan menatap Hancock dengan datar. "Lupakan. Bagaimana keadaan Luffy dan dimana dia?" Tanya Sasuke kepada Hancock.

"Tidak jauh dari sini. Dia sedang makan dengan Rayleigh. Mau kuantar?" Tanya Hancock kepada Sasuke.

"Hn. Tunjukan jalannya." Balas Sasuke dengan singkat.

Hancock yang mendengar itu pun langsung berjalan kedepan dan Sasuke mengikutinya. Kini mereka berdua berjalan ditengah hutan yang sangat gelap. Cuaca pun sangat dingin dan salju pun terus terun dan membuat beberapa pohon dan sebagian rumput berwarna putih karena tertimbun oleh tumpukan salju. Sekitar 8 menit mereka berjalan, mereka akhirnya melihat sebuah api unggun di depan mereka dan terlihat ada dua orang sedang makan daging.

"Lu-Luffy, Sasuke sudah datang,"

Luffy dan Rayleigh pun dengan cepat langsung menoleh ke kanan dan melihat Hancock dan Sasuke. Luffy dan Rayleigh melebarkan matanya dan perlahan bibirnya naik ke atas dan mereka tersenyum dengan lebar.

"OHHHH! MIRAI KAIZOUKU-O!" Teriak Rayleigh yang tersenyum kepada Sasuke.

"SASUKE! Ehh!? JANGAN SEBUT DIA MIRAI KAIZOKU-O! AKULAH YANG AKAN JADI RAJA BAJAK LAUT!" Teriak Luffy yang menatap Sasuke dengan marah.

Sasuke yang mendengar dan melihat Luffy masih tetap bersamangat dan masih terlihat konyol hanya tersenyum dan berjalan mendekati Luffy dan Rayleigh.

"Kalian berdua seperti ayah dan anak." Ucap Sasuke sambil terus berjalan mendekati mereka.

"Shishishishi. Rayleigh sudah ku anggap seperti ayahku sendiri. Dia banyak membantuku." Ucap Luffy sambil tertawa.

"Hahahaha kau terlalu berlebihan Luffy. Aku hanya mengajarimu Haki dan sisanya kau yang mengembangkannya sendiri." Rayleigh pun hanya tersipu malu saat Luffy bilang dia sudah dia anggap seperti ayah oleh Luffy.

"Ah benar juga! OI SASUKE! KAU BILANG TIDAK INGIN MENJADI RAJA BAJAK LAUT TAPI KENAPA KAU SEKARANG MENJADI CALON RAJA BAJAK LAUT HAH!? KAU SENDIRI YANG BILANG INGIN MEMBANTUKU MENJADI RAJA BAJAK LAUT!" Teriak Luffy kepada Sasuke.

Luffy sebenarnya sangat kesal dengan Sasuke saat ini. Pertama dia mengira bahwa Sasuke akan menjadi raja bajak laut. Kedua Luffy sadar bahwa ia benar-benar ketinggalan jauh oleh kakaknya itu dan peluang dia untuk mengalahkan Sasuke semakin menipis. Saat pertama kali Luffy mendengar bahwa Sasuke dijuluki calon raja bajak laut, Luffy terkejut dan sangat bangga dengan Sasuke. Tapi disaat bersamaan dia marah karena tahu bahwa cita-citanya dan impiannya akan direbut oleh kakaknya sendiri.

"Hn aku tidak akan menjadi raja bajak laut jika kau mau menyerahkan posisimu sebagai kapten dan biarkan aku menjadi kapten Mugiwara Kaizokudan." Ucap Sasuke sambil menyeringai. Sasuke sangat senang menggoda Luffy dan membuatnya panic.

"NANI!? SIALAN KAU SASUKE! AKU TIDAK AKAN MEMBERIKAN NAKAMAMU KEPADAMU! CARI SAJA NAKAMAMU SENDIRI KONOYARO!" Teriak Luffy yang semakin kesal dan gigi Luffy kini sudah berubah menjadi taring semua.

"Kalau begitu aku akan menjadi raja bajak laut." Ucap Sasuke yang kembali menyeringai kepada Luffy.

"KUSO! AKAN SUATU SAAT NANTI AKAN KUBALAS KAU SASUKE!" Teriak Luffy yang sudah kehabisan kata-kata dengan kakak tertuanya itu.

"Hahahaha aku juga lebih mendukung Sasuke-Kun menjadi raja bajak laut." Ucap Rayleigh sambil tertawa dan memperkeruh suasana.

"RAYLEIGH! KENAPA KAU MALAH MENDUKUNG SASUKE!? KENAPA TIDAK ADA YANG MENDUKUNGKU!?" Teriak Luffy.

"Aku selalu mendukungmu Luffy! Aku tidak akan membiarkan si perjaka ini merebut impianmu." Ucap Hancock dengan wajah merona dan memainkan jarinya.

"HANCOCK! Kau memang yang terbaik shishishishi!" Ucap Luffy sambil mengangkat jempolnya dan tersenyum kepada Hancock.

"AAHHHH!"

BUAGH!

Hancock langsung terduduk dan memegangi dadanya dan merasa jantungnya seperti akan meledak. 'Lu-Luffy! Kau bilang aku yang terbaik!? Apa ini artinya kau berubah pikiran dan akan segera menikahiku!?' Gumam Hancock dalam hatinya sambil senyum-senyum sendiri.

Sasuke yang melihat Hancock sedang asik dalam fantasinya hanya diam dan tidak mau mengomentari tingkah laku konyol Hancock yang aneh itu. Sasuke langsung mengarahkan pandanganya pada Luffy dan sedikit tersenyum. "Jadi… Bagaimana? Apa kau sudah menguasai semua haki?" Tanya Sasuke kepada Luffy.

"UHM! Aku sudah berhasil menguasai semua haki terutama haoshoku haki. Aku merasa aku paling menguasai haoshoku dibanding dua haki yang lainnya." Ucap Luffy sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu dan mengarahkan pandangannya ke Rayleigh. "Benarkah?" Tanya Sasuke.

"Benar. Haoshokunya terbilang luar biasa untuk bocah seumuran dia. Dan intinya dia masih harus mengontrol bushosoku hakinya. Controk haki bushosokunya masih jelek." Ucap Rayleigh sambil memakan daging yang ia pegang.

"Hm nampaknya kau masih perlu latihan. Tenang saja Luffy masih ada satu tahun lagi dan kau harus menguasai semua teknik dasar haki sebelum kau pergi ke dunia baru." Ucap Sasuke kepada Luffy.

"Ah. Meskipun aku masih sedikit kesulitan dengan bushosoku, tapi aku merasa bahwa sebentar lagi dan dengan sedikit latihan aku pasti bisa menguasainya." Ucap Luffy dengan serius.

"Hn. Kalau begitu aku ingin melihat seberapa jauh kau berkembang. Tidurlah karena besok kau harus bangun pagi." Ucap Sasuke kepada Luffy.

"YOSSSSH! Aku tidak sabar menunjukan jurus baruku kepadamu Sasuke! Baiklah kalau begitu aku akan tidur karena aku sudah tidak sabar untuk besok!" Ucap Luffy yang lalu membaringkan dirinya dan langsung tertidur lelap.

""CEPAT SEKALI DIA TERLELAP!"" Ucap Hancock dan Rayleigh bersamaan karena tidak percaya Luffy bisa langsung tidur hanya setelah beberapa detik dia memejamkan matanya.

"Orang yang jarang berfikir cenderung bisa lebih cepat tidur karena minimnya aktivitas di otak." Ucap Sasuke sambil tersenyum dan memandangi Luffy yang sudah terlelap.

Rayleigh dan Hancock hanya tersenyum saat mendengar perkataan Sasuke barusan dan kini mereka berdua langsung mengarahkan pandangan mereka kepada Sasuke.

"Jadi, bagaiamana Yonkou? Aku tidak menyangka kau melawan dua Yonkou sendirian." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.

"Itulah kenapa kau disebut sebagai Mirai Kaizoku-O. Belum pernah ada orang yang sanggup melawan dua Yonkou sekaligus dan berhasil menang. Kau benar-benar monster." Ucap Hancock kepada Sasuke.

"Tapi julukan baru ku ini membuatku menjadi seperti seorang raja. Setiap orang yang berpapasan denganku pasti langsung membungkuk." Ucap Sasuke dengan datar.

"Hahahaha sepertinya mereka sudah menganggapmu sebagai raja bajak laut sungguhan." Ucap Rayleigh sambil tertawa dan memberikan Sasuke sebotol sake. "Minumlah aku mempunyai banyak stok Sake disini dan tidak asik jika aku menghabiskannya sendirian lagipula cuaca dingin sekali dan tidak ada kopi disini. " Ucap Rayleigh sambil tersenyum.

Sasuke menerima Sake itu dan ia langsung membuka tutup botol sake itu dan meneguknya sedikit. "Rasanya tidak terlalu buruk. Kau mau?" Ucap Sasuke sambil menyodorkan botol sake yang ia pegang kepada Hancock.

Hancock yang melihat itu langsung menyeringai dan langusung mengambil botol sake itu. "Hn kau berencana untuk membuatku mabuk dan setelah aku kehilangan kesadaranku kau akan meniduriku kan? Dasar perjaka liar! GLUP! GLUP! GLUP!" Ucap Hancock sambil menyeringai dan langsung menghabiskan seluruh sake itu. "UAHHH! Segar sekali! Rayleigh beri aku dan perjaka ini masing-masing satu botol." Ucap Hancock sambil menyeringai.

Rayleigh yang mendengar itu pun haya tersenyum dan mengambil dua botol sake didalam tasnya dan ia lemparkan kepada Sasuke dan Hancock. "Minumlah sepuas kalian tetapi jika kalian mabuk dan melakukan hal yang aneh-aneh aku tidak tanggung jawab hahahah." Ucap Rayleigh sambil tertawa.

"Siapa juga yang mau tidur dengannya?" Gumam Sasuke sambil kembali meneguk sakenya.

"Ah!? Semua pria pasti akan langsung terpesona dan terangsang saat melihatku dan itu termaksud kau. Kau hanya malu karena penismu kecil kan? GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!" Ucap Hancock sambil kembali langsung menghabiskan satu botol sake itu dengan sekejap dan kini terlihat pipinya sudah mulai memerah.

"Berikan aku sake lagi!" Ucap Hancok yang sudah merasa pusing.

"Kenapa dia?" Tanya Sasuke sambil melirik kearah Hancock.

"Mungkin dia sedang sedih karena dia Luffy selalu menolak untuk menikahinya." Ucap Rayleigh sambil kembali melemparkan botol sake kepada Hancock.

"Hn sudah kuduga pasti Luffy akan menolaknya." Ucap Sasuke sambil tersenyum puas.

"GLUP! GLUP! GLUP! GLUP! URUSAI! Suatu saat aku pasti akan menikahinya! LAGI RAYLEIGH!" Teriak Hancock yang sudah mengabisi botol ketiganya.

Rayleigh pun hanya sweatdrop dan kembali melemparkan botol sake kepada Hancock.

"LAGI!"

GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!

"LAGI!"

GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!

"LAGI!"

GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!

"LAGI!"

GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!

"LAGI!"

GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!

"LAGI!"

GLUP! GLUP! GLUP! GLUP!

"La-la-lag-aahhh…" 30 menit sudah Hancock meminum satu botol sake penuh secara beruntun dan total dia sudah mengabiskan 16 botol. Kepalanya mulai pusing dan wajahnya sudah merah dan Hancock benar-benar sudah mabok.

"Berapa botol lagi yang tersisa?" Tanya Sasuke kepada Rayleigh.

"Tenang saja! Masih ada 11 botol lagi hahahaha biarkan dia mabuk sepuasnya dan nampaknya dia sudah sampai batasnya hahahaha." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.

"Kurang ajar…Kalian semua para pria brengsek… Jika kalian berusaha memperkosaku disini….. aku tidak akan mengampuni ka-"

BUAGH!

Hancock tidak sempat melanjutkan perkataanya karena dia kini sudah terjatuh dan kini ia tertidur dipaha Sasuke. Hancock menatap wajah Sasuke dengan tajam dan tiba-tiba menyeringai.

"Bagaimana? Aku kini sudah mabuk dan bahkan tidak sanggup menggerekan tubuhku. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Hancock kepada Sasuke.

"Tidurlah." Ucap Sasuke sambil melepaskan jaketnya dan ia langsung menyelimuti Hancock dengan jaketnya.

Hancock sontak terkejut dengan perlakukan Sasuke dan sekali lagi ia dibuat terpukau oleh karakter Sasuke. Jika Sasuke adalah pria lain, mungkin Hancock sudah akan ditiduri. Hancock terus memandangi wajah Sasuke yang berada diatasnya dan perlahan air mata pun menetes dari matanya. Dia kembali teringat dengan masa lalunya saat ia menjadi budak dan tubuhnya bergetar. Dia tidak tahu apa jadinya jika pasukan Fisher Tiger dan Sasuke tidak datang saat itu dan kini ia berada dalam pangkuan orang yang telah menyelamatkannya. Meskipun Sasuke adalah seorang pria tapi Sasuk berbeda dari pria yang lain. Mungkin Luffy pun tidak mempunyai nafsu seksual kepada Hancock tapi berbeda dengan Sasuke. Luffy tidak nafsu pada wanita karena dia pun tidak tahu apa itu seks atau apa itu nafsu jadi wajar saja jika Luffy tidak merasa terangsang saat melihat Hancock telanjang sedangkan Sasuke adalah pria normal biasa yang mengetahui tentang seks dan hawa nafsu tetapi Sasuke bisa mengontrol semua itu dan menghormati seorang wanita.

"Sudahku bilang untuk tidur. Jangan memikirkan yang macam-macam. Jika kau terus memikirkan masa lalumu kau akan terus hidup dalam kesedihan." Ucap Sasuke kepada Hancock sambil meneguk sedikit sakenya.

Hancock yang mendengar itu kembali tersenyum dan mengusap air matanya. Hancock lalu memiringkan badanya dan ia benamkan wajahnya diperut Sasuke lalu ia lingakarkan tangannya dan memeluk pinggang Sasuke.

"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Sasuke sambil melirik kebawah dan melihat Hancock terbaring di pahanya dan memeluknya.

"….." Tidak ada jawaban dari Hancock dan hanya terdengar suara hembusan nafas. Sebenarnya Hancock tidak tertidur tapi untuk terakhir kalinya Hancock ingin menguji iman Sasuke dan ingin memastikan apakah Sasuke akan menyentuhnya atau tidak saat Hancock berada dalam kondisi mabuk jadi Hancock memutuskan untuk berpura-pura tertidur.

"Hahaha aku salut padamu. Jika pria lain, pasti Hancock sudah habis." Ucap Rayleigh sambil meneguk sakenya. "Kenapa kau tidak melakukannya? Kudengar bahkan Hancock menawarkan dirinya kepadamu? Apa kau merasa terganggu karena dia dulunya seorang budak?" Tanya Rayeligh kepada Sasuke.

Hancock yang mendengar itu pun hanya terdiam dan terus berpura-pura tertidur. Tetapi dilubuk hatinya yang paling dalam, ia menunggu jawaban Sasuke dan ingin tahu apa yang akan Sasuke katakan.

"Banyak alasan kenapa aku tidak akan melakukannya dengan perempuan ini. Pertama kau hanya akan melakukannya dengan orang yang aku cintai. Kedua wanita itu bukan wanita yang aku cintai. Tiga wanita ini terlalu agresif. Empat dia bukan tipeku." Ucap Sasuke.

Hancock yang mendengar itu pun sebenarnya marah karena tidak terima dia dibilang bukan tiep Sasuke dan terlalu agresif. Dia yakin bahwa dirinya adalah wanita paling cantik dilautan dan kecantikan yang ia punya akan memikat seluruh pria di dunia ini. Tapi kini ada seseorang yang bilang bahwa dia bukan tipenya dan itu membuat Hancock sedikit marah.

"Tapi yang terpernting adalah karena wanita ini adalah wanita yang malang." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Hancock yang mendengar itu pun berusaha menahan pusingnya dan kantuknya dan ingin mendengar kelanjutan dari perkataan Sasuke.

"Masa kecilnya dia habiskan sebagai seorang budak dan dia sudah mendapatkan pelecehan seksual saat masih sangat muda. Saat aku pertama kali bertemu dengannya di penjara budak Marijois keadaanya benar-benar buruk dan bahkan aku pun sampai tidak sanggup melihatnya. Dia habis diperkosa dan tubuhnya penuh dengan luka cambuk dan lebam. Bahkan aku sempat berpikir untuk membunuh wanita ini karena aku takut dia hidup dalam penderitaan seumur hidupnya dan terus dibayang-bayangi oleh masa lalunya itu." Ucap Sasuke

Hancock yang mendengar itu secara tidak sadar mengeratkan pelukannya kepada Sasuke dan menangis diperut Sasuke. Tubuhnya bergetar karena merasa ketakutan.

"Tapi siapa sangka dia bisa melawan semua kenangan dan masa lalunya itu dan membuatnya menjadi sekuat ini?" Ucap Sasuke sambil mengelus kepala Hancock dengan lembut. "Dia sangat membenci pria karena pria yang ia temui di masa kecilnya semuanya brengsek. Aku tidak bisa menyalahkan itu semua. Seorang anak akan bertumbuh berdasarkan apa yang ia lihat. Tetapi kini dia tidak pernah masuk dalam jurang kebencian dan masuk dalam kegelapan. Wanita ini…. Wanita ini adalah wanita terkuat yang pernah aku temui." Ucap Sasuke.

Hancock pun membuka matanya dan membelalakan matanya saat ia mendengar bahwa Sasuke menyebutnya sebagai wanita terkuat yang pernag Sasuke temui. Air mata pun kembali menetes dari mata Hancock karena Hancock sangat tersentuh dan bahagia dengan perkataan Sasuke barusan. 'Sepertinya kau adalah pria yang sangat special Uchiha Sasuke.' Gumam Hancock dalam hatinya sambil tersenyum.

Hancock kembali memejamkan matanya dan kembali mengeratkan pelukanya kepada Sasuke dan ia memutuskan untuk tidur.

"Hahahah kau benar-benar menarik Sasuke. Aku tidak menyangka bahwa kau akan dijuluki sebagai calon raja bajak laut. Aku jadi teringat masa laluku dengan roger." Ucap Rayleigh sambil tersenyum. "Apa yang telah kau lalui sampai bisa sekuat ini Sasuke?" Tanya Rayleigh.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung tersenyum dan menaruh botol sakenya.

SHARINGAN!

Rayleigh sedikit terkejut saat melihat mata kanan Sasuke berubah menjadi warna merah.

Genjutsu World

Rayleigh kini kebingungan karena dia kini berada di tempat yang asing yang tidak dia kenali sama sekali. Dia melihat sebuah kota dimana banyak orang berinteraksi dan bertransaksi layaknya sebuah kota pada umumnya. Tapi pandangan Rayleigh tertuju pada sebuah patunh yang berbentuk wajah.

"Dimana aku?" Gumam Rayleigh sambil melihat sekelilingnya.

"Ini adalah tempat tinggalku dan dunia yang kubicarakan."

Rayleigh langsung terkejut karena ia melihat Sasuke yang tiba-tiba berada di sebelahnya.

"K-kenapa aku bisa ada disini?" Tanya Rayleigh yang panic.

"Ini adalah memoriku. Saat ini kau berada dalam memoriku." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Rayleigh yang mendengar itu pun langsung tersenyum karena dia pun penasaran dan ingin melihat dunia apa yang Sasuke bicarakan dan kehidupan seperti apa yang ada di dunia lain.

"Kau bertanya apa yang telah aku lalui bukan?" Tanya Sasuke sambil tersenyum. "Sebenarnya aku tidak ingin menunjukan ini tapi karena aku percaya padamu dan karena aku pun mempunyai pertanyaan yang harus kau jawab setelah ini maka aku memutuskan untuk menunjukannya padamu." Ucap Sasuke.

"Selamat datang di Konohagakure, Rayleigh."

DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 1 END

ARIGATOU GOZAIMASU!

Halo para reader semua! Wkwkwk kayanya beberapa dari reader ada yang takut bahwa fic ini akan hiatus atau semacamnya. Sebenarnya author rencananya mau istirahat dua minggu dan baru bakal update dua minggu lagi tapi pas ngeliat review banyak yang minta cepet update untuk season 2 jadi author percepat.

Btw, tenang aja selama Covid masih melanda, maka author masih bisa bikin fic ini dengan santai dan kemungkinan hiatusnya kecil. Auhtor emang sengaja update secepet mungkin karena kalo nanti Covid udah beres pasti fic ini bakal lama update karena author pun bakal sibuk lagi.

So, Terima kasih buat para reader yang terus menanti dan men support fic ini dan terus nantikan kelanjutan ceritanya yah. Untuk season dua ini kayanya bakalan sekitar 12 sampe 15 chapter aja karena season 2 ini author mau coba focus ke kehidupan Sasuke didunia One Piece dan mau nyoba bikin alur cerita sendiri di luar canon dan tentunya itu sulit sekali jadi untuk season 2 ini mohon maaf bila updatenya agak lama karena pasti bakal agak bingung nentuin alurnya.

Terus bagi para pecinta Naruto, Fairy Tail dan One Piece boleh dong di baca fic author yang satu lagi DRAGON GOD : NARUTO DREYAR!

Sekian dan Terima kasih!