Malam itu untuk pertama kalinya Otome tak mendapatkan sebuah pelukan hangat dari suaminya, yang biasa mereka lakukan sebelum tidur. Walaupun selelah apapun suaminya sehabis bekerja, ia tetap akan membenamkan wajah di tubuhnya.

"Ada apa suamiku?" Otome mencoba meraih tubuh Naruto, setelah yakin ia memeluk suaminya, ia beringsut agar tubuh mereka saling ber dempetan. Ia memberikan pelukan hangat, yang biasa Naruto berikan padanya agar hatinya tenang.

"Ah, istriku..." Untuk pertama kalinya, Otome mendengar suara serak Naruto. Pria itu membalas pelukannya, meraih kepala besrsurai pirang Otome lalu mencium rambutnya, "Aku ingin minta maaf!"

"Minta maaf untuk apa?"

"Aku akan segera menikah,"

Hati Naruto merasa sakit, ketika tubuh istrinya bergetar pelan setelah mendengar pernyataan darinya. Ia memilih bungkam, tak memberi tahu alasan apa yang ia miliki untuk tiba-tiba menikah dengan gadis dari keluarga Otsutsuki. Ia ingin wanitanya tetap hidup tanpa adanya kecemasan, tanpa ada bahaya yang mengintai.

"Bukankah itu kabar bagus," Meski mencoba menahannya, Otome tak kuasa menahan tangis. Siapa yang tak sedih saat orang yang ia cintai akan menikah lagi, namun ia adalah Narutonya. Agar pria itu mendapatkan seorang keturunan, ia mampu berbagi dengan beberapa wanita lainnya.

Naruto lebih memilih bungkam, ia mempererat tubuh istrinya, dan mengusap lembut punggung sangat istri. "Jadi masih adakan gadis yang cantiknya melebihiku..."

"Hehehe, tidak istriku. Cantiknya kalah jauh darimu..."

"Bohong!" Mereka mencoba menutupi kesedihan masing-masing dengan cara mereka, pada akhirnya mereka hanya menghabiskan waktu sepanjang malam tanpa tidur.

—Saling memeluk, dan menyembunyikan wajah dari pasangan mereka.

"Aku serius istriku, hanya kau wanita paling cantik yang pernah kutemui..."


Waktu pun berlalu, hari pernikahan seorang Aktris muda yang memiliki kecantikan dan kemolekan tubuh pun datang, banyak tamu yang diundang dari kalangan atas negeri ini, bahkan ada beberapa teman aktris lainnya yang berasal dari negeri lain.

Mereka menebak-nebak, seperti apa pengantin pria yang amat beruntung menikahi gadis secantik Kaguya.

—Terutama bagi para pebisnis, tentu ingin menambah relasi jika latar pria itu lebih tinggi dari mereka. Secara orang yang berhasil menikahi gadis seperti Kaguya pasti bukan dari kalangan yang lebih rendah daripada mereka.

Acara resepsi pun di mulai, sepasang pengantin memasuki ruangan. Sorak sorai yang sebelumnya terdengar mendadak hilang ketika para tamu melihat kedua mempelai, yang satu begitu tampan dan satunya amat cantik.

Terutama aura dominasi yang terpancar dari tubuh mempelai pria, para pejabat korup menunduk ketakutan saat merasakan aura sang raja, beberapa tamu penting merasakan naluri mereka untuk tidak berurusan dengan orang seperti dia.

Kaguya yang menyadari reaksi dari para tamu, tersenyum bangga. 'Lihat, inilah sosok suamiku!' Pikiran itu terlintas di benaknya.

Acara pun dimulai dengan hikmat, bahkan para tamu sadar penghulu yang memimpin pernikahan itu sedikit gugup berhadapan dengan Naruto.

"Kalau begitu kedua mempelai dipersilahkan berciuman!"

Jantung Kaguya berhenti berdetak saat bibir Naruto mendarat di bibirnya, ia memejamkan mata menikmati sentuhan sensual bibir Naruto.

—Meskipun hanya beberapa detik, Kaguya masih belum mendapatkan kesadarannya setelah ciuman mereka terlepas. Para tamu bersorak saat melihat Kaguya yang saat ini tersenyum tipis sambil memejamkan mata.

Wajah Kaguya memerah saat sadar atas reaksi berlebihnya, ia hanya tersenyum manis sambil mengedipkan mata pada para tamu.


Malam pun datang, kini di kediaman Otsutsuki masih banyak tamu yang hadir meskipun pesta telah usai, terutama para generasi muda yang berasal dari kalangan keluarga yang memiliki hubungan baik dengan Otsutsuki.

—Mereka mengintai di depan pintu kamar pengantin, meletakan kuping mereka mencoba mendengarkan suara Kaguya di malam pertamanya.

Tentu sebagai teman dekat Kaguya mereka cukup penasaran. Para orang tua menggelengkan kepala, termasuk Hagoromo, ia tak menyangka akan melihat kejadian ini.

"Oooh... ah, itu begitu nikmath!"

—Senyum Hagoromo kaku ketika mendengar desahan wanita yang ia yakini Kaguya, meskipun pelan, para tamu masih dapat mendengarnya dengan jelas.

Para pemuda-pemudi yang mendengarnya seketika memerah malu, tak menyangka gadis kalem seperti Kaguya akan mendesah seliar itu. Beberapa wanita muda yang telah pernah berhubungan intim bahkan sampai berpikir, seberapa nikmat permainan Naruto.

"Dasar, bocah ini tak menahan sedikit pun..." Hagoromo bergumam pada dirinya, jujur sebagai orang tua ia malu ketika juga ikut terangsang.


Di dalam kamar pengantin, Kaguya duduk di pinggir ranjang sambil menatap ke arah kamar mandi, terdengar suara gemericik dari sana. Ia terlihat malu-malu, karena sama sekali tak memiliki pengalaman seks sedikit pun.

Biar bagaimana pun ia tetap menjaga tubuhnya untuk Naruto, karena hanya seorang Naruto yang berhak atas tubuhnya, begitulah pikirnya sedari dulu. Di saat menunggu Naruto yang masih mandi, terlintas di benak Kaguya untuk melihat vidio porno, setidaknya ia bisa belajar dari sana.

Di dalam kamar mandi, Naruto terdiam cukup lama, membiarkan air menyirami tubuhnya, pikirannya sama sekali tak lepas dari Otome, sang istri pertama.

Bagaimana keadaanya saat ini?

Apa ia bisa tidur tanpaku malam ini?

Apa ia sedih?

Apa ia memikirkanku? Sama seperti aku berpikir tentangnya?

Pertanyaan-pertanyaan kecil seperti itu terlintas di pikirannya. Naruto akui, bahkan setelah memikirkannya hingga saat ini, ia belum bisa menjalani situasi ini.

—Berpisah jauh dari Otome nya. Itulah alasan kecil ketika ia bilang tak terburu-buru untuk memiliki keturunan, karena ia belum siap berpisah dari Otome.

Setelah lama diam, Naruto akhirnya mengambil napas sesaat sebelum mematikan shower. Ia mengeringkan tubuhnya dengan handuk, sebelum melilitkan nya di pinggang.

Ketika Naruto keluar dari kamar mandi, ia melihat Kaguya tengah meringkuk memunggungnginya di ranjang. Ia sempat berpikir bahwa istri keduanya itu telah tertidur.

Namun ketika ia tiba di tepi ranjang, Naruto terdiam. Kaguya yang ia sangka tidur rupanya sedang asik menonton bokep dengan sebuah hedset di telinga.

Untuk sesaat, Naruto diam menatap layar ponsel Kaguya dari belakang istrinya. "Hahaha..." Tawa Naruto lepas kemudian, ini seperti seseorang yang sedang badmood nonton acara stand up.

—Tentu mood Naruto kembali pulih, melepas topeng dinginnya.

Kaguya serasa disambar petir ketika mendengar Naruto tertawa, ia terlalu asik nonton hingga melupakan keberadaan pria yang baru saja sah menjadi suaminya. Ia berbalik cepat, membuang ponsel yang masih menayangkan adegan pria dan wanita itu, dan menghimpit nya dengan bantal.

—Tersenyum canggung, dan menunduk malu ketika melihat wajah Naruto.

Kaguya tak mampu menatap mata Naruto, jika bisa ia ingin kabur dari kamar ini. Namun tentu saja tak bisa lepas semudah itu, alasan apa yang akan ia berikan ketika keluarganya bertanya ketika ia kabur di malam pertamanya.

Naruto masih dengan senyum di bibirnya, sayang sekali Kaguya tak berani menatap Naruto, jika tidak ia dapat melihat senyum tulus dari suaminya tersebut. Kemudian Naruto merebahkan tubuhnya di ranjang, tepat di sisi Kaguya, sebelum menjangkau ponsel yang terhimpit bantal.

Otak Kaguya terasa blank untuk sesaat setelah melihat Naruto dengan santainya menatap layar ponsel yang masih menayangkan adegan dewasa tersebut, terlihat pasangan yang memacu dengan gaya doggy.

"Hahaha... Aku tak menyangka Kaguya yang elegan, menonton bokep di malam pertamanya!" Naruto mengejek sambil tertawa renyah.

"Iiih..." Tak kuasa menahan malu, Kaguya membuat gerakan memukul, tapi sang pria menghiraukannya lalu mencopot headset yang tersambung pada ponsel Kaguya.

—Yang mengejutkan, Naruto mengeraskan volumenya hingga penuh, membuat desahan suara wanita dalam ponsel terdengar keras hingga luar kamar.

Kaguya meloncat kaget mendengarnya, setelah beberapa detik ia pun merebut ponselnya dari Naruto dan mematikan vidio mesum tersebut.

—Namun sayang, para tamu yang masih berada di kediaman Otsutsuki telah jatuh dalam pikiran mendalam mereka.

Naruto tertawa renyah, bahkan setelah Kaguya menatapnya nyalang ia masih tertawa. Tawa itu bertahan selama beberapa menit, sebelum kamar pengantin itu jatuh sekali lagi dalam keheningan.

Terutama Naruto yang saat ini menyunggingkan senyum lega ke arah langit-langit. Kaguya yang sedari tadi merasa kesal dengan tindakan Naruto, terpesona oleh senyuman yang begitu menawan dari suaminya.

Selama dirinya bersama Naruto, baru kali ini Kaguya melihat pria itu tersenyum lembut. Bahkan setelah berpikir ulang, ia juga baru pertama kali mendengar Naruto yang tertawa renyah saat bersamanya, biasanya suaminya selalu dingin terhadapnya.

Pikiran Kaguya kosong untuk sesaat, masih menatap wajah Naruto yang saat ini masih tersenyum begitu hangat.

"Kagu-chan, kemari berbaring bersamaku!" Kaguya merasa nada Naruto lebih lembut kepadanya, yang sedari dulu dingin. Sebelum Kaguya memproses semua kejadian langka itu, tangan halus Kaguya ditarik oleh Naruto, ia berbaring di sisi pria tampan tersebut.

Dari samping Kaguya menatap wajah Naruto yang masih tersenyum sembari terus menatap langit-langit, wajahnya kemudian memerah ketika sadar Naruto saat ini hanya menggunakan handuk untuk menutupi area bawahnya.

"Pernikahan ini memang berawal atas paksaan, tapi sepertinya ini tidak buruk juga. Menikahi gadis manis seperti dirimu, bukanlah hal yang buruk!" Sambil tersenyum lega, Naruto menoleh ke arah Kaguya. Tatapan mereka bertemu, sapphire yang biasanya dingin itu, kini terasa begitu menyejukan, membuat Kaguya nyaman beradu tatap dengan suaminya.

Naruto mendekatkan wajahnya, Kaguya memejamkan mata menahan malu di saat Naruto ingin menciumnya. Meskipun tadi mereka telah berciuman, suasana sekitar menyebabkan Kaguya malu pada dirinya sendiri.

"Hei, Kagu-chan. Mau mencoba ilmu yang kau dapatkan dari vidio tadi?" Naruto mengadu keningnya dengan kening Kaguya, napas hangat dari gadis itu menerpa wajahnya.

"Ya~a?" Kaguya kewalahan dengan sikap Naruto yang berubah drastis terhadapnya, wajahnya memerah seketika, antara senang dan malu.


Ciiieee yang ngarep lemonan sama Kaguya~!

Ayoo, bisa nebak alurnya nggak? Kaguya mau nggak damai sama Otome, lalu hidup bertiga dengan bahagia, dan bisa threesome kayak yang ada di Imajinasimu ~?

Intinya, mohon support Author ini. Jangan jadikan diriku sebagai pelampiasan nafsumu, yang menikmati ku lalu pergi tanpa jejak.

Next Chapter bakalan full lemon Kagu-chan. Nih cewek termasuk dalam daftar Favoritku nih, jadi saya sedikit pilih kasih. Semisal nembus Fav Follnya 60 lebih, lemon yang hadir ku buat panjang, tanpa skip!

Ayo buktikan jika kalian mau!

Tekan Fav Foll nggak bayar kok~!