Gureihīrō
Disclaimer: Naruto dan DxD bukan punya saya.
Summary : Dia Pahlawan yang berada disisi Putih, kini dia muncul kembali sebagai Pahlawan Abu-abu yang akan menentukan dirinya sebagai Pahlawan Kedamaian sekali lagi atau Pahlawan yang menghancurkan. Dia dikenal dengan Sebutan Gureihīrō.
Warning!: Author baru, banyak Typo, bahasa kaku.
Shiraki
Rate : M
"Bicara biasa"
'Bicara batin'
"[Bicara Bijuu dan Monster]"
'[Batin Bijuu dan Monster]'
Naruto hanya bisa menaikan alisnya bingung, karena saat ini ia ditatap tajam oleh para siswa dan siswi, biasanya Naruto hanya ditatap tajam oleh para siswa tapi kali ini para siswi juga menatapnya sama, mungkin ini sedikit berbeda dari tatapan kebencian para siswa.
"Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang barusan terjadi," gumam Naruto yang sudah masuk ke depan gerbang, ia memutuskan untuk masuk karena merasa sedikit jengah dengan tatapan para murid-murid.
Ketika Naruto berjalan dengan santai, Naruto merasakan ada seseorang yang memeluk kedua tangannya.
"Gabriel? Amaterasu? kenapa kalian disini?"
Ternyata pelakunya adalah Gabriel dan Amaterasu, itu membuat Naruto bingung kenapa mereka berada di sekolah, ia yakin bahwa ia tidak melupakan sesuatu hingga membuat Gabriel dan Amaterasu mendatanginya.
"Ehh? Apa kami belum memberitahumu?" tanya Gabriel sambil meletakkan jarinya di bibirnya, Amaterasu memutuskan untuk mengambil alih.
"Sebenarnya kami bekerja menjadi Guru disini, kemarin kami lupa memberitahumu karena kau langsung tidur waktu itu." balas Amaterasu dengan santai, Gabriel menganggukan kepalanya untuk memperkuat jawaban Amaterasu.
Naruto yang menerima fakta itu hanya bisa terdiam, ia melihat Amaterasu dan Gabriel dengan seksama, memang benar jika pakaian mereka berdua memang seperti guru, ia harap tidak menerima sesuatu yang lebih mengejutkan lagi.
'Sigh! pantas saja.'
"Oh iya, Naruto-kun nanti kau panggil aku Naomi ya?"
"Kenapa?"
"Itu namaku disini,"
Naruto hanya menganggukkan kepalanya, karena sekarang ia tidak bisa mencerna semua informasi yang barusan didapatinya sekarang.
"Apa yang terjadi selama aku pergi!?"
Naruto kini sedang berjalan menuju kelasnya dengan keadaan murung, sekarang ia tau keadaannya sekarang, pantas saja ia ditatap dengan aneh sedari pagi oleh semua murid-muridnya.
"[Bwahahaha! Aku tidak menyangka bahwa mereka akan melakukan itu!]" ucap Kurama dengan tawa keras di dalam Mindscape Naruto, sedangkan Naruto sendiri hanya bisa menahan kekesalannya agar tidak meluap-luap.
"Berisik Rubah Tsundere!!"
"[Ternyata kau pria sejati ya? Naruto?]" kini giliran Bahamut yang angkat suara, bukannya menyemangati dirinya atau menenangkannya, tapi kadal perak itu malah ikut menggodanya.
"Cih!"
Naruto berjalan menuju kelas 3-A, karena memang sekarang ia harus kesana, Naruto berpaspasan dengan banyak guru dan mereka semua memberikan reaksi aneh, seperti jika guru wanita maka mereka akan memerah malu saat bertatapan dengannya, sedangkan guru pria tersenyum yang entah membuat Naruto kesal dan mengatakan beberapa kata penyemangat tapi lebih seperti ejekan baginya.
Sreekk!!
"Selamat pagi minna," ucap Naruto setelah membuka pintu geser kelas, lalu ia melangkah masuk kedalam dengan langkah santai.
Skip Time.
"Untuk pekerjaan rumah kalian, kerjakan soal di halaman 21, Jadi apa ada pertanyaan?" tanya Naruto sambil melihat semua murid-muridnya dan seperti biasa semua murid hanya diam tidak ada yang bertanya, Naruto yang melihat itu menghela nafas pelan.
"Baiklah! kita akhiri jam pelajaran ini, jika kalian kesulitan bisa bertanya pada Sensei."
Kringg!!
Tepat setelah Naruto mengakhiri jam pelajarannya, bel tanda istirahat berbunyi membuat semua murid tampak senang dan mulai keluar kelas, Naruto sendiri masih sibuk menata buku-buku miliknya.
Naruto bersiap untuk keluar kelas, tapi ia dikejutkan dengan Rias dan Akeno yang menghadang pintu keluar, sementara kelas sudah kosong meninggalkan mereka bertiga. Naruto yang bingung menaikan alisnya sebagai tanda bingung.
"Ada apa? Gremory-san? Himejima-san?" tanya Naruto kepada dua muridnya ini.
"Terima kasih Naruto-sensei!" kata Rias sambil membungkukkan badannya.
"Hmm? untuk apa?" tanya Naruto bingung.
"Karena nasehat sensei pada Issei-kun, karena sensei yang menyemangati Issei-kun."
"Uhh? kurasa itu memang tugasku sebagai guru untuk menasehati muridku, tapi kenapa kau yang berterima kasih?" tanya Naruto dengan raut wajah bingung, sebenarnya Naruto tau maksud dari Rias tapi untuk sekarang ia akan berpura-pura terlebih dahulu.
"Tidak apa-apa, hanya saja terima kasih Sensei...," balas Rias yang langsung keluar dari kelas diikuti Akeno, tapi sesaat sebelum keluar kelas Akeno sempat mengedipkan matanya pada Naruto yang tentu saja membuat ninja pirang itu merinding melihat kelakuan muridnya.
"Apa itu?" tanya Naruto entah pada siapa, memutuskan untuk tidak terlalu memikirkan itu, ia keluar kelas dengan santai.
Naruto berjalan santai di lorong sambil sesekali membalas sapaan murid-muridnya, meskipun rata-rata yang memberikan salam padanya adalah para siswi. Naruto berjalan hingga ia melihat ke tempat UKS yang entah kenapa sangat ramai, merasa ada yang aneh Naruto memutuskan untuk menuju UKS untuk melihat atau sekedar mengecek.
Naruto sudah hampir sampai menuju UKS, tapi ia baru sadar kalo disini lebih banyak siswa bukan siswi. Merasa aneh Naruto memutuskan untuk mengintip apa yang sedang terjadi di UKS.
"Apa-apaan ini?!"
Naruto hanya bisa berteriak sebagai reaksinya, karena ia melihat sosok yang sangat dikenali, para Siswa tadi yang berkumpul langsung menoleh karena teriakan Naruto, mereka yang awalnya dengan semangat melihat didalam UKS langsung membubarkan diri saat melihat guru Fisika mereka, terlihat bahwa mereka semua berkeringat dingin.
"Ha'i siapa lagi yang terlu-eh are? kemana mereka?" bingung suara didalam UKS, karena barusan banyak siswa tapi sekarang malah sepi, "Naruto-kun?" lanjut suara itu saat melihat sosok Naruto yang memandang dirinya dengan tatapan seperti menahan sesuatu.
"Kukira ada apa..., ternyata itu kau ya? Gabriel?" Naruto mengucapkan dengan nada pelan, ia melihat sosok Gabriel yang mengenakan jubah dokter yang sepertinya kekecilan untuknya.
"Ya? apa Naruto-kun butuh sesuatu?" tanya Gabriel kepadanya, Naruto melihat sosok Gabriel lalu mengedarkan pandangannya ke dalam UKS.
"Apa Amater-ah maksudku Naomi disini? dia dimana?" tanya Naruto pada Gabriel, karena biasanya kedua wanita itu sangat lengket jadi ia sedikit heran kenapa tidak ada Amaterasu di sekitar Gabriel. "Dan kenapa kau menjadi guru UKS?" lanjut Naruto.
"Naomi-chan? aku juga tidak tau, mungkin ia masih dikelasnya?" jawab Gabriel dengan nada tidak tahu, "Kenapa aku menjadi guru UKS? bukankah ini hal baik?"
"Hah terserah lah, tapi dimana dia mengajar? bukannya sudah masuk jam istirahat?"
"Hmm?? kurasa di kelas 2B?"
"Ohhh, kelas si Sekiryuutei kah?"
"Memangnya ada apa?"
"Sebenarnya aku ingin mengajak kalian makan siang,"
"Ara begitu kah? kalo begitu kita tunggu disini saja."
Akhirnya mereka berdua mengobrol di UKS, dua pirang itu mengobrol dengan santai tanpa mempedulikan para murid yang melihat mereka dari jendela.
Skip Time.
Jam pelajaran selesai, semua murid sudah pulang begitu juga para Guru, Naruto berjalan menyusuri lorong bersama Gabriel dan Amaterasu, mereka baru saja selesai dari pekerjaannya hingga memutuskan untuk pulang.
"Apa kau yakin membiarkan anak-anak itu untuk mengurusi masalah itu? Gabriel?" tanya Naruto pada Gabriel, ia diberitahu bahwa ada utusan gereja tapi yang diutus hanyalah anak-anak untuk melawan seseorang yang pernah ikut Great War, apa gereja terlalu meremehkan atau memang ingin membuat anak-anak itu mati?
"Sebenarnya aku juga tidak yakin, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa sekarang." balas Gabriel dengan nada pelan, Naruto yang mendengar itu hanya menggosok wajahnya kasar.
"Mah sudahlah Naruto, kau jangan seperti itu, Gabriel memang tidak bisa apa-apa untuk masalah ini." tengah Amaterasu, Naruto melirik Dewi utama Takamagahara itu.
"Hah~ mungkin aku akan turun tangan nanti." balas Naruto dengan nada lelah, Gabriel dan Amaterasu yang mendengar itu hanya memandang Naruto dengan pandangan yang tidak dapat diartikan.
Bruhhhh!!!
Tiba-tiba mereka merasakan gempa sesaat, lalu muncul angin yang sangat kencang. Naruto, Gabriel dan Amaterasu merasakan energi suci yang sangat familiar bagi Gabriel.
"Apa-apaan tekanan suci ini!?" teriak Naruto sambil melihat kearah tempat sumbernya.
"Itu Excalibur!" ucap Gabriel, Naruto yang mendengar itu melirik Gabriel. Ia cukup tau apa itu Excalibur, karena ia sempat diberitahu oleh Azazel.
"Bukan hanya aura suci saja, aku merasakan aura Naga juga." kata Amaterasu sambil menyipitkan matanya ke sumbernya berasal, Naruto, Amaterasu dan Gabriel langsung bergerak menuju ke sumbernya.
Mereka melihat pertarungan antara Issei dengan seorang gadis gereja berambut orange diikat twintail, sementara sang pangeran Yuuto Kiba melawan gadis berambut biru dengan potongan pendek.
"Apa itu mereka?" tanya Naruto sambil melihat pertarungan itu, Naruto melihat pertarungan Issei dengan tatapan datar.
"Entah kenapa aku ingin memukul kepala anak itu," ucap Naruto sambil melihat Issei, Gabriel dan Amaterasu hanya bisa tertawa kecil menanggapinya.
"Mah, anak itu memang selalu jujur, cukup hebat kurasa? tapi jika kelakuannya tidak seperti itu." balas Amaterasu sambil melihat Issei yang seperti ingin menerkam orang.
Naruto melihat pertarungan Kiba dengan si gadis biru, ia melihat bahwa keduanya cukup seimbang dan bahkan menurutnya Kiba lebih unggul dalam kecepatan, sedangkan musuhnya lebih unggul di kekuatan.
"Yuuto itu cukup cepat, tapi gerakannya terlalu terburu-buru," gumam Naruto sambil mencermati gerakan Yuuto yang sangat kacau.
"[Tatapan matanya, kau lihat itu Naruto? mengingatkan kita tentang masa lalu bukan?]" kata Kurama dengan santai, Naruto yang mendengar ucapan Kurama sempat bingung tapi ia kembali menatap Kiba yang masih menyerang dengan membabi buta, lalu ia tersentak melihat percikan yang sama.
"Ya, mata itu. Kurasa memang benar jika gerakannya kacau, ia sedang dalam keinginan balas dendam." gumam Naruto, lalu ia melihat sepertinya akan terjadi klimaks sekarang.
Ya seperti yang ia duga, Kiba kalah dengan telak. Naruto menghela nafasnya lelah, padahal kemampuan mereka berdua menurutnya setara, tapi karena Kiba yang mempunyai keinginan untuk balas dendam maka itu membuatnya menjadi kacau dan kalah.
"Gabriel apa mereka tidak berlebihan?" tanya Naruto kepada Gabriel yang sedari tadi diam, Gabriel menoleh kearah Naruto yang sedang menatapnya.
"Uhmm, kurasa tidak Naruto-kun, jika memang sudah berlebihan aku akan menghentikan mereka." balas Gabriel dengan nada pelan, tapi ada kekhawatiran yang terlihat jelas dimatanya.
"Lebih baik kita pulang?" usul Naruto kepada dua wanita itu, Amaterasu menganggukan kepalanya setuju, pasalnya jika terlalu lama itu beresiko untuk mereka ketahuan.
"Ide bagus Naruto-kun, kita belum boleh menunjukkan eksistensi kita pada mereka bukan?" kata Amaterasu dengan santai, Naruto yang mendengar ucapan Amaterasu tersenyum kecil.
"Mahh kau benar, kita tidak boleh terlibat dulu dengan urusan mereka." balas Naruto dengan mengangkat bahunya, ia melirik kesebelahnya atau lebih tepatnya kearah Gabriel, karena sedari tadi Malaikat cantik ini hanya diam. Naruto yang merasa aneh pun, ia mencoba untuk memanggil Gabriel tapi tampaknya Gabriel sudah terhanyut didalam pikirannya.
"Gabriel? oi Tenshi-chan?"
"Eh are? ada apa?"
"Lupakan, mari kita pulang, Kuroka pasti sudah sangat kesepian sekarang." ucap Naruto dengan berjalan menuju gerbang sekolah, Amaterasu mengikutinya dari samping. Sedangkan Gabriel masih melihat kearah tempat pertarungan dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca, ia melihat tempat pertarungan itu sebentar lalu langsung mengejar Naruto dan Amaterasu yang sudah cukup jauh.
Skip Time.
Naruto kini sedang duduk dengan santai di sungai bersama Azazel, tapi sekarang sedikit berbeda karena ada satu sosok baru yang terlihat gugup.
"Ada apa Issei?" tanya Naruto sambil melirik Issei dengan sudut matanya.
"Ah tidak Naruto-Sensei!" balas Issei sambil mengalihkan pandangannya kearah laut, sedangkan Naruto menaikan alisnya bingung.
"Aku tidak menyangka bahwa kau jadi adalah murid Naruto, Gaki." kata Azazel dengan santai, sebenarnya ia sudah tau siapa Issei pasalnya Naruto dan dirinya sudah mengawasi bocah ini sedari lama.
"Aku rasa kalian kumpulan yang satu frekuensi." jawab Naruto santai, ia mengatakan itu karena Azazel dan Issei memiliki kesamaan yaitu kemesuman mereka yang over.
"Bahahahaha! jangan seperti itu, bukankah kau sendiri menyimpan dua wanita cantik dirumahmu?" balas Azazel dengan mengingat Gabriel dan Amaterasu, sedangkan Issei tau siapa yang dimaksud adalah kedua istri gurunya itu, saat memikirkan itu Issei sangat iri karena gurunya bisa menggaet dua wanita cantik.
Naruto yang mendengar itu hanya mendengus pelan, lalu ia melihat kearah Issei. "Ngomong-ngomong Issei, kenapa kau masih mengenakan baju sekolah hah?" tanya Naruto dengan nada mengintimidasi, Issei yang merasakan intimidasi dari guru Fisika-nya itu menelan ludahnya kasar.
"Ahh itu..., " belum sampai ia menjawab, tiba-tiba Issei mendapatkan pesan ditelponnya, ia melihat nama pengirimnya yang tidak lain adalah Bouchou kesayangannya itu, buru-buru membacanya.
Issei langsung membereskan alat-alat miliknya, "Maaf Azazel-san, aku harus pergi." kata Issei yang langsung pamit dari sana, sedangkan Naruto dan Azazel hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Setelah beberapa menit kepergian Issei, Naruto dan Azazel hanya diam beberapa menit, keheningan mereka sangat sunyi hingga Naruto melihat umpannya yang bergerak dan menariknya, terdapat ikan yang cukup besar di kailnya.
"Kheh, anak itu masih belum membangkitkan kekuatannya yang sebenarnya, bukan begitu Naruto?" tanya Azazel melirik Naruto yang sedang menaruh ikannya di ember sebelahnya, lalu Naruto kembali melemparkan umpannya ke permukaan air.
"Aku tidak tau, tapi yang pasti tekatnya yang sangat ingin menolong temannya itu yang paling menonjol darinya." balas Naruto santai, Azazel yang mendengar itu mengelus janggutnya dengan pelan. "Tapi suatu saat nanti, kita akan melihat Sekiryuutei yang akan bangkit sepenuhnya." lanjut Naruto tersenyum tipis.
"Kau menaruh harapan pada bocah itu?" tanya Azazel.
"Tentu saja, bukankah kau juga Azazel?" balas Naruto menyeringai kecil, Azazel yang mendengar kata-kata Naruto tertawa dengan keras.
Keheningan terjadi lagi selama beberapa menit, mereka sibuk dengan kail pancing masing-masing, terutama Naruto yang terus-terusan mendapatkan ikan. Azazel sendiri juga sibuk, sibuk merutuki nasibnya yang tidak dapat ikan satupun.
"Oh iya Naruto, apa kau akan melawan Kokabiel?" tanya Azazel yang merasa bahwa Kokabiel akan menyerang Kuoh tak lama lagi, Naruto menaikan alisnya.
"Hm? kurasa tidak, Susano'o yang akan mengambil alih," balas Naruto santai, Azazel yang mendengar itu juga ikut menaikan alisnya bingung.
"Susano'o-dono?"
"Yap, sebenarnya ini adalah permintaan Amaterasu untuk memberikan Kokabiel pelajaran agar tidak menganggu wilayah Shinto." balas Naruto dengan nada acuh, karena jika begitu ia tidak perlu ikut campur tangan dulu dan identitasnya tidak akan ketahuan.
"Ahh, aku hampir lupa jika Kuoh adalah wilayah Shinto." gumam Azazel sambil tersenyum kecut, pasalnya dulu pihak Shinto seperti tidak peduli dengan Kuoh jadi ia bisa bebas disini. Tapi entah semenjak kapan, pihak Shinto menjadi sangat ketat pada daerah wilayahnya, apalagi dengan manusia yang memiliki keyakinan pada Shinto yang mayoritas adalah orang Jepang keseluruhan.
Azazel melirik pria disampingnya, sosok manusia yang memiliki peran yang penting menurutnya, karena Naruto-lah para Dewa-dewa Shinto kini menjadi perhatian pada umat-nya.
"Ngomong-ngomong bagaimana dengan Khaos Bridge? apa kau sudah mendapatkan informasi siapa saja yang disana?" tanya Naruto melirik Azazel disampingnya, Azazel sendiri menaikan bahunya sebagai jawaban.
"Aku tidak tahu informasi terbaru," balas Azazel dengan nada lelah, Naruto yang mendengar itu hanya diam. "Bagaimana denganmu? apa kau tidak ingin menunjukkan eksistensi mu?" tanya Azazel pada Naruto, sedangkan yang ditanya kini sedang sibuk menarik kailnya.
Naruto menarik kailnya, terdapat ikan yang cukup besar di pancingan miliknya. "Kurasa tidak lama lagi," balas Naruto yang kini sedang memasukkan ikan tangkapannya ke ember di sebelahnya.
"Mungkin kau bisa menjadi perwakilan manusia, Naruto." kata Azazel memberi saran, sedangkan Naruto sendiri kini sedang bersiap untuk melemparkan umpannya ke sungai kembali, "Mungkin setelah penyerangan Kokabiel ini, Sirzech akan mengadakan pertemuan tiga Fraksi. Kau tau bagaimana Maou Siscon itu bukan?" lanjut Azazel kepada Naruto yang tidak tampak terlalu tertarik, merasa tidak ada tanggapan dari Naruto Azazel kembali mengalihkan pandangannya pada kailnya.
"Entahlah, kau tau sendiri bukan? dengan orang-orang yang mengaku sebagai pahlawan Hero Faction?" balas Naruto dengan nada lelah, Azazel yang paham maksud dari Naruto hanya bisa diam sembari menghela nafas.
"Yare yare, mendokusai na."
Naruto berdiri dari duduknya, ia terlihat ingin pergi karena sudah malam, Naruto tidak ingin membuat para penghuni di rumahnya khawatir atau cemas.
"Azazel, sebaiknya kau berhati-hati, tampaknya si putih itu tidak akan lama lagi menunjukkan pembelotannya." kata Naruto sembari membereskan alat pancingnya, selesai membereskan alat-alat miliknya Naruto berjalan menjauh meninggalkan sosok Azazel yang hanya tersenyum.
"Aku tidak sabar, bagaimana dia melakukannya bwahaha!" respon Azazel sambil tertawa senang, Naruto yang mendengar itu hanya menyeringai kecil lalu menghilang meninggalkan kilatan kuning.
Naruto Home.
Naruto muncul tepat di dalam rumahanya, ia melepaskan alas kakinya dan alat pancing miliknya didekat pintu. Naruto melangkah masuk kedalam untuk menaruh ember penuh ikan yang ia tangkap ke dapur, ia sempat berhenti ketika melewati ruang tamu yang terdapat sosok Kuroka dan Amaterasu yang dengan santai menonton televisi.
Naruto melanjutkan langkah kakinya menuju dapur, terlihat ada sosok Gabriel yang sedang memasak, tapi Naruto tau bahwa Malaikat cantik itu sedang melamun.
"Gabriel? masakan mu gosong lo."
"Eh are? ahhh!"
Gabriel yang asik melamun dikejutkan oleh suara maskulin di sampingnya, ia dengan gelagapan mematikan kompornya. Gabriel bernafas lega saat melihat bahwa makan malam yang sedang ia buat nyaris gosong, lalu ia menolehkan kepalanya kebelakang melihat orang yang mengejutkan dirinya tadi.
"Mou! Naru-kun! jangan mengagetkanku!" teriak Gabriel marah pada Naruto, sedangkan Naruto berusaha mengelak.
"Aku tidak mengagetkanmu, hanya memberitahumu bahwa masakanmu hampir gosong." balas Naruto tidak mau kalah, ia lalu menaruh ember ditangannya yang terdapat banyak ikan itu. "Ngomong-ngomong aku bawa beberapa ikan saat memancing dengan Azazel tadi." kata Naruto menunjukkan tangkapannya pada Gabriel, wanita itu saat melihat ikan yang dibawa Naruto raut wajahnya menjadi ceria kembali dan mengambil ember itu.
"Wahhh, kau dapat cukup banyak dan besar. Besok mungkin kita bisa memasaknya untuk sarapan." kata Gabriel dengan raut wajah senang, Naruto hanya mengangkat bahunya tanda tidak terlalu peduli dengan apa yang dilakukan Gabriel.
"Terserah lah, aku akan keruang tamu," kata Naruto berjalan keluar meninggalkan Gabriel yang hanya melihat punggung Naruto dengan senyuman kecil. Lalu ia kembali fokus pada masakannya yang hampir gosong tadi.
Naruto masuk ke ruang tamu yang juga ruang santainya, ia melihat Amaterasu yang mengajarkan majalah sedangkan Kuroka menonton televisi tentang err ikan?
Naruto memutuskan untuk duduk didekat Kuroka yang sangat serius melihat televisi, bahkan ia ragu jika Kuroka sadar keberadaannya. Naruto memutuskan untuk diam dan juga ikut menonton, ia sempat terkejut saat melihat ada beberapa ikan yang mirip dengan tangkapannya tadi.
"Naruto-kun, bagaimana dengan permintaan ku tadi sore? apa kau setuju?" Amaterasu kini membuka percakapan, ia cukup terkejut juga karena tiba-tiba Naruto sudah duduk di ruang tamu, ia tidak menyadari keberadaan Naruto karena terlalu fokus membaca majalahnya.
Naruto yang dipanggil hanya melirik kearah Amaterasu dari sudut matanya, "Kurasa tidak apa, tadi aku sudah bilang pada Azazel bahwa yang akan mengurus Kokabiel adalah Susano'o." kata Naruto yang kembali mengalihkan pandangannya pada layar televisi, Amaterasu yang mendengar itu tersenyum tipis. "Lagipula aku juga tidak bisa bertarung dulu untuk sementara," lanjut Naruto dengan nafas lelah, sedangkan Amaterasu hanya menatap Naruto dengan ekpresi tidak terbaca.
"Begitu ya? lalu kapan kau sembuh?" tanya Amaterasu kepada Naruto, sedangkan Naruto hanya diam dengan dengan ekpresi santai.
"Tidak lama lagi," balas Naruto dengan senyuman mentari miliknya, Amaterasu dan Kuroka yang sepertinya sudah mendengar percakapan itu tersenyum tipis melihat sang matahari sudah bersinar kembali.
"Semuanya! makan malam sudah siap!" teriak Gabriel dari dapur, Naruto, Amaterasu dan Kuroka yang mendengar itu sempat terdiam sesaat sebelum mereka akhirnya berdiri untuk ke ruang makan, tidak lupa Naruto mematikan televisi nya sebelum menyusul Kuroka dan Amaterasu yang sudah ke ruang makan.
Dikegelapan malam terdapat gudang tua yang terbengkalai, dari dalam gudang yang gelap muncul sosok berjubah yang menutupi semuanya, termasuk wajahnya yang tertutupi dengan tudungnya dan tersembunyi dalam kegelapan.
Sosok itu berjalan dengan santai sambil membawa sebuah pedang Katana panjang, tapi terdapat darah segar yang menetes dari Katana sosok itu. Sosok itu menyetakan Katana miliknya dengan kekuatan yang sedang untuk membersihkan darah yang menempel, lalu ia menyarungkan Katana itu ke sarungnya.
"Apa benar orang yang kucari ada disini? tapi aku selalu menemukan Stray-Devil." gumam sosok itu sambil melihat kebelakang atau ke isi gudang, kita sekarang bisa tau isi gudang itu, tapi kemungkinan untuk manusia normal tidak akan kuat untuk melihat isinya.
Didalam gudang yang gelap itu, terdapat beberapa potongan tubuh yang sangat mengerikan, darah segar mengalir keluar dari salah satu tubuh yang terpotong itu, sekarang kita tau bahwa ini semua adalah perbuatan sosok itu.
Angin tertiup sepoi-sepoi, sampai penutup kepala yang menutupi wajahnya terbuka menerpa sosok itu yang ternyata wanita cantik dengan rambut pirang twintail, wajah cantiknya menampakkan aura yang membuat para lelaki kelabakan saat melihatnya, senyumannya yang manis pun bisa membuat para lelaki meleleh dalam sekejap.
"Mahh, kurasa aku pasti akan menemukannya! hanya perlu bersabar!" kata sosok itu yang ternyata adalah seorang wanita, ia tersenyum lalu menghilang dengan kilatan biru.
Tak lama kemudian muncul kucing hitam yang tidak lain adalah Kuroka, Ia disini karena ingin berjalan-jalan malam sambil melihat apa saja yang terjadi saat ini untuk memberitahukan kepada Naruto.
Kuroka yang masih dalam bentuk kucingnya berubah menjadi wujud humanoidnya, ia duduk salah satu pohon dekat gudang tua itu. Sebenarnya ia kesini karena merasakan sesuatu yang familiar, saat ia sampai di gudang tua itu ia semakin yakin bahwa ini memang sesuatu yang familiar.
"Nyaa? kenapa ada bekas Chakra ditempat ini?" bingung Kuroka sambil melihat kearah gudang itu, ia merasakan banyak aura iblis liar yang berada di gudang itu bercampur Chakra.
"Nyaa, aku harus memberitahu Naru-nyaa!" ucap Kuroka yang langsung berubah menjadi kucing hitam, lalu dengan gesit melompati pohon-pohon dengan mudah tanpa ada hambatan.
Kini beralih ke Naruto yang sedang bersila, sepertinya Naruto kini memasuki alam bawah sadarnya sendiri. Tak lama kemudian muncul Kuroka, tapi masih dalam bentuk kucingnya.
Kuroka yang melihat bahwa Naruto masih terlihat sibuk memutuskan untuk diam dan menunggu Naruto, sedangkan Naruto yang sedang berbicara dengan Kurama dan Bahamut tampaknya sudah mengakhiri percakapan mereka.
Naruto membuka matanya dan melihat sosok Kuroka yang duduk diam.
"Ada apa Kuroka?" tanya Naruto kepada Kuroka dalam bentuk kucingnya.
"Nyaa aku menemukan jejak pengguna Chakra Naru!" ucap Kuroka dengan semangat, sedangkan Naruto yang mendengar itu menaikan alisnya bingung, karena bukannya para Youkai kan juga memiliki Chakra. "Ini bukan seperti Youkai Nyaa!" lanjut Kuroka saat ia tau Naruto pasti ingin mengatakan bahwa itu mungkin milik Youkai.
"Lalu apa kau tau siapa itu?" tanya Naruto kepada Kuroka, tapi Kuroka hanya diam karena saat ia menemukan itu ia langsung ke tempat Naruto tanpa mencari lebih jelas dulu.
"..."
"Kan?" Naruto hanya bisa menghela nafas lelah, karena kecerobohan Kuroka yang bukannya mencari terlebih dahulu sebelum memberitahu dirinya.
"Tapi aku mengatakan sebenarnya Nyaa!" teriak Kuroka bersikeras, Naruto menutup telinganya karena Kuroka berteriak cukup keras.
"Baiklah, jangan berteriak-teriak kau menganggu tetangga." balas Naruto santai, tapi Kuroka tau bahwa Naruto tidak terlalu menganggap itu serius. Jadi ia hanya bisa mengembungkan pipinya imut, Naruto yang melihat itu sempat merona sesaat tapi ia bisa menyembunyikan ekpresinya.
"Mou! aku bersungguh-sungguh!"
"Iya iya, kita akan mencarinya besok." balas Naruto dengan santai, ia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumahnya. "Kau tidak masuk?" tanya Naruto menoleh kebelakang, dimana Kuroka yang masih mengembungkan pipinya tanda masih marah padanya.
"Terserah lah,"
Keesokan paginya Naruto duduk diam dikamarnya, ia sedang berbicara dengan Kurama dan Bahamut.
Mindscape On.
"Jadi apa maksudnya dengan versi lain diriku?" tanya Naruto kepada Bahamut.
"[Begitulah, kau mungkin sadar dengan versi Alternatif dirimu Naruto, contoh mudahnya seperti jika dirimu ini adalah pria maka ada Naruto yang wanita.]" jelas Bahamut pada Naruto, sedangkan Naruto masih memproses informasi itu.
"[Baka! kau guru fisika bukan? seharusnya kau tau teori Multiverse.]"
ucap Kurama kepada Naruto.
"Ya aku sudah tau tentang Multiverse, tapi kukira itu seperti dimana Dunia Shinobi dan Dunia ini, bukannya itu adalah Multiverse yang asli? aku tidak pernah terpikirkan untuk bertemu dengan diriku yang lain." balas Naruto dengan santai, sedangkan Kurama yang mendengar itu juga sedikit terkejut, seharusnya saat mereka di Dunia Shinobi dan Dunia ini sudah berpindah Multiverse.
"[Kau ada benarnya tapi juga salah, kau dan Kurama berpindah Universe itu benar, tapi Multiverse itu adalah saat ada dua dunia identik tapi dengan sedikit perbedaan yang terjadi Naruto.]" sanggah Bahamut, karena menurutnya adalah Multiverse adalah saat ada dua Dunia yang hampir identik, tapi juga ada sedikit perbedaan peristiwa atau alur.
"Ohh begitukah? kurasa aku mulai paham dengan ini," kata Naruto sambil menganggukan kepalanya, ia sedikit paham dengan Multiverse. "Kalo begitu apa bisa kita ke Universe dimana diriku yang lain ada?" tanya Naruto kepada Bahamut.
"[Kurasa itu 50 banding 50 Naruto, tapi kurasa bukanlah hal mustahil.]" balas Bahamut, lalu ia melihat Naruto dan Kurama yang sedang berpikir keras. "[Mungkin sudah ada Naruto lain yang bisa melakukan perjalanan Universe]" lanjut Bahamut dengan nada santai, tapi Naruto dan Kurama yang mendengar itu tiba-tiba murung.
"Itu mungkin, berarti ada Naruto yang lebih hebat." ucap Naruto dengan nada suram, Bahamut hanya tertawa melihat tingkah hostnya, tapi tawanya berhenti digantikan sweatdrop saat melihat Kurama juga seperti Naruto, tapi yang membuatnya sweatdrop adalah perkataan Kurama.
"[Sial! berarti ada Kurama yang lebih hebat dariku yang sudah hebat ini!]" perkataan Kurama yang narsis membuat Bahamut terdiam, sedangkan Naruto yang mendengar itu juga terdiam seperti Bahamut.
"Ahh aku pergi dulu, aku harus mengajar." ucap Naruto yang langsung menghilang meninggalkan Kurama dan Bahamut, sedangkan Bahamut yang melihat kepergian Naruto hanya diam lalu bersiap untuk tidur dan mengabaikan rubah teman satu tempatnya itu yang masih pundung.
Mindscape Off.
Naruto membuka matanya dan melihat jam yang masih menunjukkan angka tujuh pagi, ia langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Skip Time.
Naruto kini duduk dan menikmati sarapan yang dibuatkan oleh Gabriel, mereka berempat menikmati sarapan dengan tenang.
Mereka selesai dan bersiap untuk berangkat, tapi kali ini Naruto berangkat bersama Gabriel dan Amaterasu karena paksaan dari dua wanita itu. Kuroka yang sendiri juga sering keluar dari rumah, karena hanya dirinya saja yang tidak memiliki pekerjaan atau kerjaan.
"Kuroka, kau boleh keluar. Tapi untuk jaga-jaga bawa ini," ucap Naruto sambil memberikan Kunai yang memiliki segel Hiraishin miliknya, sebenarnya Naruto memberikan itu untuk saat Kuroka dalam bahaya ia bisa berteleport ke tempat Kuroka hingga ia tidak mengalami bahaya atau telat datang.
"Kau bisa mengalirkan Chakra mu kedalam Kunai itu, saat kau merasa bahaya atau butuh bantuan." lanjut Naruto yang langsung berjalan menyusul Amaterasu dan Gabriel, Kuroka sendiri hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah Nyaa~" balas Kuroka dengan kesal, ia bahagia karena Naruto masih memikirkan dirinya tapi ia juga masih sedikit kesal karena Naruto tidak mempercayai ucapannya tadi malam, tapi dengan ini Kuroka bisa membuktikan pada Naruto dan langsung bisa memanggilnya.
Naruto, Gabriel dan Amaterasu berjalan dengan langkah santai tanpa mempedulikan sekitarnya, pasalnya sekitar mereka sedang terjadi gejala fangirl yang parah. Bagaimana tidak jika di sepanjang perjalanan mereka dipandang dengan berbagai tatapan.
Naruto yang mulai jengah hanya bisa menghela nafas kasar, lalu kemudian ada satu pria yang berjalan beriringan dengan mereka yang tidak lain adalah Susano'o. Naruto melirik Susano'o dari sudut matanya begitu juga Amaterasu, sedangkan Gabriel lebih memilih untuk diam.
"Ada berita apa?" tanya Amaterasu kepada Susano'o.
"Apa ada berita tentang Kokabiel?" tanya Naruto pelan pada Susano'o.
"Ya, aku mendapatkan kabar bahwa nanti malam Kokabiel akan melakukan penyerangan." jelas Susano'o dengan santai, sedangkan Naruto sedikit terkejut tapi ia bisa mengatasinya. Sedangkan Amaterasu hanya diam.
"Begitukah?"
"Yaa, bagaimana seterusnya?"
"Entahlah, Amaterasu ingin mengambil alih." balas Naruto santai, lalu ia melirik Amaterasu yang hanya diam diikuti oleh Susano'o yang juga melirik kakaknya itu.
Suasana terjadi keheningan diantara mereka, karena Amaterasu yang diam tidak memberikan jawaban.
"Pertama aku ingin bertanya pada Gabriel," ucap Amaterasu yang langsung menoleh kearah Gabriel, sedangkan Gabriel yang merasa dipanggil menolehkan kepalanya pada Amaterasu.
"Aku? ada apa?" bingung Gabriel.
"Aku ingin bertanya, bagaimana perasaan mu jika kami membunuh Kokabiel?" tanya Amaterasu membuat Gabriel terdiam, sedangkan Naruto dan Susano'o hanya diam mendengarkan percakapan kedua wanita itu.
Gabriel sekarang dalam keadaan bingung, karena dia mengalami dua perasaan bertentangan didalam dirinya. Gabriel ia merasa sedih dan marah di bersamaan, sedih karena salah satu saudaranya harus dibunuh, sedangkan marah karena saudaranya itu ingin membuat perang yang dulu ia sangat benci.
Amaterasu yang melihat ekpresi bingung Gabriel hanya bisa menghela nafas, karena ia juga tau bagaimana perasaannya harus melihat saudaranya mati didepannya.
"Aku tidak tau, aku sedih karena kita harus membunuhnya, tapi aku juga marah karena dia ingin membuat perang yang sangat tidak kuinginkan itu, karena jika perang itu terjadi maka akan banyak yang kehilangan, bahkan aku harus kehilangan Ayah karena perang itu." ucap Gabriel dengan nada getir, ia sekarang sangat dalam dilema besar. Naruto yang melihat itu mengangkat tangannya dan menaruhnya di atas surai pirang Gabriel itu, Gabriel yang merasakan tangan seseorang dikepalanya mengangkat pandangannya dan melihat sosok Naruto yang tersenyum kepadanya.
"Untuk mengubah Dunia kita harus bisa mengorbankan sesuatu, seseorang yang tidak bisa mengorbankan sesuatu tidak akan bisa mengubah Dunia bukan?" ucap Naruto dengan senyuman tulus diwajahnya, Gabriel yang mendengar itu langsung mengingat pengorbanan Kami-sama yang mati untuk membuat mahluknya berubah.
Amaterasu dan Susano'o yang mendengar ucapan Naruto sedikit tertegun, tapi itu langsung digantikan senyuman diwajah mereka.
"Uhhm kau benar Naruto-kun!" balas Gabriel yang kembali semangat, Naruto yang melihat senyuman Gabriel itu hanya memberikan senyuman rubahnya.
TBC :v
Author Note : Yoo bagaimana kabar kalian? kuharap baik-baik saja ya? Dan juga ane ingin mengucapkan turut berbela sungkawa tentang kejadian jatuhnya pesawat SJ182 Sriwijaya, itu sangat booming sekali.
Oke sekarang lupakan itu, disini ane sudah menyajikan Chapter terbaru, dan mungkin ini Update saya yang pertama di tahun 2021 ini.
Disini kalian tau bahwa yang akan melawan Kokabiel adalah Susano'o, bukan apa karena seharusnya ini adalah masalah tentang daerah kekuasaan Shinto yang dijaga oleh iblis-iblis muda yang tidak berpengalaman, jadi Shinto akan menunjukkan eksistensinya untuk memperingati para pihak Iblis jika mereka kini sudah mulai peduli akan wilayahnya, bagaimana jika perasaan kalian saat kalian meminjamkan sesuatu kepada seseorang tapi orang itu tidak bisa menjaganya dengan baik? kesal dan marah bukan? ya inilah yang sedang terjadi dalam hati Amaterasu, ia sangat marah karena pihak Iblis memberikan daerah yang mereka percayakan untuk dikelola Iblis tapi malah dikelola oleh Iblis muda yang tidak berpengalaman.
Mungkin kalian akan bertanya-tanya siapa yang lebih kuat antara Susano'o dan Kokabiel bukan? mah ane juga sedang mempertanyakan itu, untuk alasan kenapa bukan Naruto yang melawan karena kondisi fisiknya yang belum pulih pasca menggunakan kekuatan Bahamut, mungkin Naruto bisa menghadapi Kokabiel dengan kekuatan Kurama, tapi ane sejujurnya tidak ingin mengeluarkan kekuatan Naruto dan Kurama terlebih dahulu.
Oke mungkin sekian dulu disini, jika ada yang salah mohon dimaafkan karena manusia tidak luput dari kesalahan.
See You Next Time!
Adiue!
