Arknights X Kamen Rider: PROJECT MASKED RIDER
[Chapter 5: The Plan]
[Musik Pembuka: Individual System by Tetra-Fang]
[PM 05.00. Chernobog Urban City, Ursus]
Kenzan dan Hiiro tengah berjalan-jalan di kota tersebut sembari mencari para korban disana. Ia lalu menemukan seorang bocah 13 tahun yang tertutup bangunan kota.
"Hiiro, ada anak kecil terperangkap dibawah bangunan, aku akan menyelamatkannya terlebih dahulu" Kata Kenzan.
"Kenzan, berhati-hatilah" Kata Hiiro.
"OK!" Kenzan masuk ke reruntuhan tersebut dan menyelamatkan anak itu.
"Terima kasih dokter" Kata anak itu.
"Tidak masalah, yang penting adik udah selamat kok" Kata Kenzan sambil menepuk pundaknya.
Anak itu tampak melihat benda di dalam tas yang ternyata adalah sebuah biola yang dulu kumiliki.
"Itu biola?" Kata anak itu.
"Iya adik.. Mau lihat bagaimana kakak memainkan biolanya?"
"Iya"
Kenzan kemudian duduk di reruntuhan itu dan memainkan sebuah biola agar anak itu senang.
[Plays: Wataru's Violin]
"Wah, bagus sekali permainan biolanya" Kata anak itu.
"Kakak dulu pernah memainkannya sejak kecil" Kenzan menceritakannya.
"Ternyata kau juga berbakat, Dokter Kenzan" Kata Hiiro.
"Biola ini adalah kenangan dari adikku" Kenzan melihat biola lama miliknya, lalu ia memainkannya sekali lagi.
Emu datang untuk mencari anak tersebut. Anak tersebut bertemu dengannya dan bertanya tentang orang tuanya. Emu mengelus kepalanya dan mengatakan kalau orang tuanya masih hidup.
"Aku ingin bertemu dengan orang tuaku dulu. Sampai jumpa!" Anak itu pergi.
"OK, hati-hati ya!" Kata Kenzan.
"Hei, mainkan lagi biolanya. Aku penasaran" Kata Hiiro.
Suara dari biola itu tak sengaja membuat sebuah Originium Arts milik Kenzan tiba-tiba bangkit. Hiiro takjub melihatnya.
"Woah, apa ini?" Hiiro bertanya.
"Sepertinya ini Originium Arts, mungkin sumber kekuatanku bangkit kembali dari melodi biola ini" Kata Kenzan.
Kenzan terus memainkan biolanya, gesekkan senar itu membentuk sebuah melodi yang indah dan Originium Arts milik Kenzan terbentuk di depan Hiiro yang menari-nari lalu kembali ke dalam dirinya ketika lagu tersebut sudah selesai. Melodi biola tersebut terdengar merdu hingga didengar oleh FrostNova yang tak sengaja berada di tempat tersebut secara kebetulan.
"Permainan biola yang bagus" Kata FrostNova sambil bertepuk tangan.
"Kenapa kau kembali lagi?" Tanya Kenzan padanya.
"Aku hanya ingin memuji permainan biolamu itu" kata FrostNova sambil memegang tanganku.
"Siapa kamu?" Tanya Hiiro.
"FrostNova, aku adalah teman lamanya" FrostNova memperkenalkan dirinya.
"Teman lama?" Hiiro tampak keheranan mendengarnya.
"Mungkin akan sangat panjang penjelasannya kalau aku ceritakan" FrostNova enggan untuk menceritakannya karena itu akan sangat panjang untuk dibahas.
"Hmm.. Baiklah, tunggu dulu kenapa aku merasakan dingin yang tak biasa?" Tanya Hiiro.
"Aku dapat mengubah keadaan menjadi dingin. Itu adalah kemampuanku" Kata FrostNova.
"T… Tapi, dia" Hiiro kaget kalau Kenzan dapat bertahan dari efek yang dibuat oleh FrostNova.
"Sebenarnya, aku adalah Cyborg yang didesain juga untuk menahan hawa dingin bahkan dalam temperature minus sekalipun. Hiiro-sensei, kau tak perlu khawatirkan aku" Kata Kenzan pada Hiiro.
"Menarik juga, sekarang bagaimana kau bisa menghadapi situasi seperti ini. Apa kau dapat menahannya?" FrostNova menggunakan skillnya.
"Dokter Kenzan!" Kata Hiiro sambil berteriak memanggil Kenzan.
Originium Arts milik FrostNova menyerang Kenzan, akan tetapi Kenzan sudah mengetahui arah serangan itu dan langsung menghindar secara refleks. Hiiro terkejut karena Kenzan ternyata juga mampu melakukan pertahanan secara maneuver. Kenzan lalu menggunakan kemampuan Originium Artsnya yang mirip dengannya.
"Tidak buruk, FrostNova. Sekarang bagaimana dengan ini?" kata Kenzan.
FrostNova menghindari serangannya Kenzan walau hampir lecet, mereka berdua tampak bertarung. Hiiro tampak begitu terdiam, memikirkan bagaimana menghadapi situasi tersebut dalam keadaan yang begitu dingin. Bahkan dia tak dapat berubah menjadi Kamen Rider, namun dia mencoba untuk memaksanya.
"Ternyata kau dapat menggunakan Originium Arts. Kupikir kau tidak akan menggunakannya" kata FrostNova, ia hampir lecet karena serangan Originium Arts milik Kenzan.
"Dokter Kenzan. Aku akan membantumu!" kata Hiiro sambil mengambil Gamer Driver.
"Jangan! Itu akan membahayakan dirimu! Biarkan aku yang menghadapinya, ini adalah urusanku dengannya!" Kata Kenzan sambil memperingatkan agar Hiiro tidak mencampuri urusannya.
Kenzan mengambil biolanya dan memainkannya untuk mengaktifkan kemampuan Originium Artsnya yang lebih kuat. FrostNova hampir tak bisa berkutik menghadapi Kenzan yang sudah berkembang dari sebelumnya.
"Bagaimana?" Kenzan menghentikan biolanya.
"Aku sangat tersanjung melihat kemampuanmu sebenarnya, tapi itu belum seberapa. Kau akan melihatnya nanti" Kata FrostNova.
"Hehe.. Aku akan sangat menunggu momen itu" Kata Kenzan.
Amiya dan beberapa teman-temannya bertemu dengan mereka bertiga. Amiya tak menyangka kalau Kenzan bertemu dengan FrostNova.
"Dokter!" Amiya berteriak.
"Amiya, kenapa kalian kesini?" Tanya Hiiro.
"Kami mencari kalian! Kalian darimana saja?" Tanya Amiya
"Suasananya dingin sekali" Kata Jessica.
"Benar sekali, untung aku masih bisa bertahan" Kata Frostleaf, dia adalah Operator di Rhodes Island yang merupakan bekas tentara bayaran.
"Dia.." Amiya kaget karena dia bertemu dengan FrostNova.
"Oh ternyata ada Operator dari Rhodes Island juga ya? Menarik sekali" Kata FrostNova.
"Kami akan menghentikanmu!" Kata Frostleaf.
"Menghentikanku? Apakah kalian yakin?" Tanya FrostNova.
"Semuanya berhati-hatilah!" Kata Amiya pada semua teman-temannya.
"Hmm" FrostNova tampak bersenandung, dia menciptakan suasana menjadi lebih dingin lagi.
"Tch, kenapa ini lagi?" Frostleaf tampak kedinginan.
Frostleaf mencoba untuk tetap maju menghadapi FrostNova meski dalam suasana yang dingin, dia sempat berhasil mematahkan mantra pendinginan itu, akan tetapi kemampuan Frostleaf masih dibawahnya.
"Sial" Frostleaf tampak kesal.
"Hentikan ini semua!" Kata Kenzan.
"Kemampuanmu masih dibawah, kau mungkin saja tidak dapat bertahan dari kekuatanku. Biarkan dirimu tertidur dalam dingin yang menusuk kulitmu" kata FrostNova ke Frostleaf.
"Aku.." Frostleaf mencoba untuk bangkit.
"Jangan paksakan dirimu! Frostleaf!" Kata Amiya.
"Dia kuat sekali. Tapi akan kucoba sekali lagi" Frostleaf mencoba sekali lagi untuk menghadapi FrostNova.
Frostleaf tampak bangkit dan menghadapi FrostNova. Akhirnya, Frostleaf berhasil bisa mengalahkan FrostNova dengan serangan kapaknya yang mampu mematahkan serangan Originium Artsnya.
"Tampaknya kalian memang cukup handal bertarung dengan keadaan seperti ini" Kata FrostNova sambil membersihkan lukanya.
"FrostNova.." Kenzan tampak memandanginya.
"Apakah mereka sangat terlatih? Teman lamaku?" kata FrostNova.
"Kurasa begitu" Kenzan melihat mereka.
"Dokter Kenzan, sebenarnya gadis itu siapa?" Hiiro bertanya pada Kenzan.
"Dia adalah salah satu pemimpin pasukan dari Reunion Movement. Aku akan mencoba untuk menganalisis dirinya untuk melihat detail lebih lanjut" Kenzan terus memperhatikan FrostNova demi mendapat data yang didapat darinya.
Sementara itu, W melihat situasi tersebut dari kejauhan. Memandangi sebuah situasi yang tampak begitu serius.
"Ada operator Rhodes Island yang lain rupanya, apa yang mereka lakukan?" W berpikir.
"Entahlah" Kevin melihatnya melalui binocularnya.
"Benar-benar mengganggu. Tapi kurasa melihat dua orang itu mungkin rencanaku akan berjalan mulus" kata W sambil memperhatikan Kenzan dan FrostNova.
Kembali ke POV Kenzan.
Kenzan dan FrostNova terlihat saling berbicara.
"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku?" Kenzan bertanya mengenai tujuannya FrostNova ingin menemuinya.
"Ada yang sebenarnya ingin aku tanyakan tentang dirimu, tapi waktunya sudah habis karena para Operator itu yang mengganggu. Kita akan bertemu lagi di tempat yang akan dikirim oleh W ke sistem interfacemu, hanya kau yang boleh datang karena ini adalah pertemuan rahasia kita" kata FrostNova sambil membisikkannya ke telinga Kenzan.
"Baiklah, ada yang perlu kau ingin jelaskan lagi, FrostNova?" kata Kenzan.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi, itu saja sudah cukup. Sampai jumpa lagi, teman lamaku. Kuharap kau tidak terlambat untuk itu" FrostNova pergi melalui kabut.
"Benar-benar memakan waktu istirahatku…" kata Frostleaf yang kemudian pergi duluan.
Suasana kembali seperti semula, semua Operator Rhodes Island dan Hiiro Kagami kembali ke tempat. W bertemu dengan FrostNova dan memberitahu bahwa rencananya akan berjalan.
"Bagaimana, kau sudah memberitahunya? Kalau sudah, akan kukirimkan koordinat tempat untuk kalian berdua" kata W.
"Aku sudah memberitahunya, sekarang kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk bertemu saja. Kuharap tidak ada intervensi dari luar" kata FrostNova.
"Jadi kau ingin bertemu tanpa intervensi dari orang luar kah? Benar-benar sangat rahasia untuk dibahas. Baiklah kita kembali saja ke tempat kita" W memberikan koordinat tempat melalui Smartphonenya.
"Benar-benar rahasia, W" kata FrostNova sekali lagi.
Mereka berdua pergi dari tempat tersebut. W tampak melihat smartphonenya yang berisikan foto-foto dari Kamen Rider IXA yang ia ambil secara langsung. Dia begitu menyukainya bahkan bertingkah seperti seorang gadis yang sangat menyukai seorang sosok idolanya (Entah karena ngefans dengan Rider itu atau ada alasan lain dibalik hal itu).
[PM 07.00. Lorong Mobile City Rhodes Island]
Kenzan kembali bekerja setelah mengurus beberapa pasien-pasien Oripathy disana. Dia bertemu dengan Humagear Lila-chan dan membantunya mencatat beberapa data-data tentang pasien.
"Lila-chan, tolong anda bantu untuk mendata setiap pasien di berkas ini. Setelah di-data, hasil salinan berkas itu tolong berikan pada saya nanti. Oh ya satu lagi, untuk data-data mengenai pasokan obat-obatan bagaimana?" Kenzan memberitahu pada Humagear Lila-chan.
"Baiklah, untuk pasokan obat-obatan masih stabil. Pihak Rhine Labs mencoba untuk melakukan riset lebih lanjut untuk pengembangan jenis obat baru" kata Humagear Lila-chan sambil menginformasikannya pada Kenzan mengenai obat-obatan.
"Hmm. Pengembangan obat baru?" Kenzan baru mengetahuinya.
"Obat baru tersebut dikembangkan oleh Silence untuk keperluan darurat apabila Oripathy mencapai tingkat yang susah untuk disembuhkan" kata Humagear Lila-chan sambil memberikan tabnya yang berisikan informasi tentang pengembangan obat baru.
"Baguslah kalau begitu, mungkin secepatnya bisa diselesaikan. Saya harap, obat itu dapat membantu para pasien Oripathy yang terinfeksi Originium tingkat lanjut" kata Kenzan.
"Untuk saat ini, bagaimana keadaan pasien di ruang 40?" Humagear Lila-chan bertanya.
"Stabil, beberapa diantara mereka ada yang sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Ini semua berkat bantuan Dokter-Dokter dari CR" kata Kenzan sambil memberikan beberapa berkas record hasil operasi.
"CR?" Humagear Lila-chan baru mengetahuinya.
"Cyber Rescue, mereka adalah para dokter dari Seito University Hospital yang mengemban tugas khusus dalam mencegah Bugsters, akan tetapi mereka mulai fokus untuk penyakit baru ini" Kenzan menjelaskannya.
"Hmm.. Hmm.. Mereka tampak terlatih" kata Humagear Lila-chan.
[PM 07.40. BSW HQ]
Reika mencoba salah satu persenjataan berat, yaitu Minigun. Kali ini, dia dibantu seorang operator BSW yang ahli dalam persenjataan berat.
"Heaaaa!" Reika menembakkan beberapa target dengan minigunnya.
[SFX: Brrrrrttttt *bukan suara Warthog]
"Test selesai, Scintilla" kata seorang Operator BSW.
"Baiklah, bagaimana?" Reika bertanya.
"Tidak buruk, kita hanya perlu menaikkan ROF untuk menyesuaikan penggunaan" Operator BSW tengah memasang kabel pada minigun untuk diatur ROFnya.
"OK. Hmm… Ku perlu minum air mineral sebentar, karena aku begitu gerah menggunakan armor ini" kata Reika.
Saat Reika tengah beristirahat, dia masih mengingat apa yang dikatakan W waktu itu.
Flashback
"Heh, kau sudah berani rupanya. Kau yang dulu rapuh dan tak bisa bertarung, sekarang kau sudah menunjukkan sifat aslimu. Wajahmu yang serius itu, kau mulai menunjukkan perkembanganmu secara signifikan. Kau terlihat 100% berbeda dari sebelumnya" W tampak menyeringai.
End Flashback
"Reunion, akan ku hentikan kalian" Reika mengeraskan kepalannya. Dia masih menyimpan kebenciannya pada Reunion Movement.
Franka menemui Reika yang tengah beristirahat, dia memberikan sepotong biscuit cokelat yang merupakan makanan favorit Reika. (Sebenarnya itu adalah ransum).
"Bagaimana testnya?" Franka bertanya pada Reika, mulutnya masih ngunyah makanan.
"Cukup bagus, ingat selesaikan makanmu sebelum bertanya" kata Reika.
"Maaf" kata Franka sambil duduk di sampingnya.
"Hmmm… Franka-chan" Reika memanggilnya.
"Ada apa?" Franka menoleh ke arahnya.
"Aku sangat senang bisa bersamamu, Franka-chan. Saat aku disini, aku merasa seperti punya keluarga lagi" Reika menyandarkan kepalanya ke bahu Franka.
"Kan benar apa yang kubilang. Aku adalah keluarga keduamu" kata Franka.
"Hehehe, hmm" Reika tiba-tiba tertidur.
"Eh? Tertidur?" Franka kaget.
[Lobby Room]
Sementara itu, di Lobby, Liskarm, Jessica dan Geiz tengah merencanakan sesuatu disana. Rencana mereka adalah menjaga salah satu kota yang diduga dilewati oleh pasukan Reunion.
"Geiz, kita akan menyerang mereka dari arah belakang. Kau bisa membantu kami untuk memantau?" Tanya Liskarm.
"Memantau dari tempat tersebut, mungkin bisa" Geiz menyetujui.
"Tapi, di tempat tersebut terdapat beberapa pasukan Reunion yang cukup kuat. Jadi kita butuh seseorang yang mampu menghadapi mereka" kata Jessica.
"Sougo dan Woz.. Kalian dimana?" Geiz bertanya dalam hatinya.
Sougo dan Woz tiba-tiba sampai di lobby.
"Sougo, Woz?" Geiz kaget melihat mereka tampak tergesa-gesa.
"Geiz, kau harus tahu ini" kata Sougo.
"Apa itu?" Geiz penasaran.
"Alpina terluka! Tapi untungnya Ch'en, Swire dan Hoshiguma datang untuk menghalau pasukan Reunion yang tersisa di perbatasan Lungmen" Woz berbicara tergesa-gesa.
Flashback
"Alpina!" Sougo berteriak.
"Uwaaa!" Alpina terjatuh. Dia kembali ke bentuk manusianya.
"Kau tidak apa?" Woz membangunkannya.
"Tidak apa-apa" Alpina bangun.
"Kalian lagi!" kata Mephisto.
"Heh! Kau!" Sougo kesal dan menekan tombol Drive 2 kali untuk memanggil Formula Hou.
[Drive]
Sougo menembakkan Formula Hou, menyebabkan Mephisto dan Faust terpisah.
"Heh, menarik. Kalian tampak begitu hebat dalam memainkan senjata tersebut" Faust terkesima.
"Pergilah dari tempat ini!" kata Sougo.
"Justru kau yang pergi dari sini!" Faust menyiapkan Crossbownya dan menargetkannya pada Sougo.
"Takkan kubiarkan!" Sougo menggunakan Zikan Girade ke mode Pistol dan menghentikan serangan Faust.
"Tch.. Kau!" Faust gagal.
Sougo dan Faust saling terlibat baku tembak, Geiz membantu Sougo untuk siasat serangan mendadak dari Faust. Lalu, Mephisto ingin menghajar Woz Ginga yang sempat menolong Alpina. Akan tetapi, berhasil ditepis oleh Woz Ginga dengan menggunakan Zikan Despear.
"Cukup kuat untuk dihadapi, ergh.. Kita lebih baik pergi dari sini, ini hanya akan membuang waktu saja! Faust ayo! Kita ditunggu Talulah sama Kevin!" kata Mephisto sambil mengajak Faust kabur.
"Hoi! Ku belum puas ngehajar Rider itu!" Faust diseret sama Mephisto yang kabur.
Mereka berdua kabur dari tempat pertarungan, akan tetapi Alpina terluka akibat serangan crossbow dari Faust. Untungnya, pihak L.G.D membantu Alpina untuk diobati di rumah sakit terdekat di Lungmen.
[End Flashback]
"Kalau saja kita tepat waktu, Alpina gak bakal terluka" kata Sougo.
"Aku bakal kembali ke Lungmen nanti" Geiz memberitahu bahwa dia bakal balik lagi ke Lungmen setelah rapat dengan Liskarm.
Mereka lalu berdiskusi tentang strategi pertahanan yang akan dilakukan. Lalu, Reika dan Franka yang baru saja dari ruang training unit ikut membantu menyiapkan strategi khusus.
[PM 08.00. Kamp Reunion]
Mephisto dan Faust begitu lesu karena habis dihajar oleh 4 Rider penjelajah waktu itu. Mephisto masih melihat bekas luka gara-gara bertarung dengan Woz.
"Sialan, terluka" Mephisto kesal.
"Kalau saja mereka gak datang, kita bisa culik dia" kata Faust.
"Culik si Alpina buat apaan?" Mephisto bertanya.
"Ada deh.. Hehehe" Faust cekikikan.
"Ah kau ini" Mephisto menggetok kepala Faust dengan tongkatnya.
"Ya maaf.." kata Faust.
"Hoi.. Gimana? Berhasil?" Tanya PunchHopper.
"Besok kamu gantiin aku di garda depan Reunion ya, Kageyama-san" kata Faust pada PunchHopper.
"Asyik, Aniki!" PunchHopper tampak riang gembira.
"Ada apa?" Tanya KickHopper pada PunchHopper.
"Hari ini aku akan bertugas, apa kau ingin ikut juga?" PunchHopper mengguncang si KickHopper.
"Baiklah kalau begitu, aku hanya ingin melihat siapa akan tertawa nanti" kata KickHopper.
"Ku serahkan ini pada kalian berdua" kata Mephisto.
"Kalian jangan khawatir, kami akan menghajar Kamen Rider yang memihak Rhodes Island" kata KickHopper sambil menepuk pundak Mephisto.
W dan FrostNova menyimak perbincangan tersebut.
"Apa yang mereka rencanakan?" W bertanya.
"Entahlah, kita bakal dengarkan mereka saja" kata FrostNova.
"Hei tunggu!" W mengikuti FrostNova pergi.
"Apa yang kalian rencanakan?" Tanya FrostNova pada PunchHopper.
"Sederhana saja, aku akan memimpin pasukan Reunion mulai dari sekarang. Tenang saja, akan ku hancurkan orang-orang Rhodes Island itu!" PunchHopper mengepalkan tangannya.
"Kami adalah Hell's Brothers, kami akan membawa neraka bagi para Operator Rhodes Island dan juga para Kamen Rider yang memihak mereka" kata KickHopper.
"Silahkan saja, tapi apa kalian cukup yakin untuk ini? Ku harap kalian tidak menjadi korban mereka. Karena mereka memiliki sekutu selain dari Rhodes Island" kata FrostNova.
"Heh.. Ini akan mudah, karena kami akan membuat para Operator Rhodes Island kewalahan menghadapi kami dengan Clock Up" kata PunchHopper.
"Kupikir kalian rela jadi bahan bulan-bulanan mereka, hihihi…" W cekikikan
"Apa lu bilang!?" PunchHopper tidak terima dengan kata-kata si W padahal dia hanya bercanda.
"Eh, sudahlah.. Adikku, kau tidak perlu dengerin omongannya" kata KickHopper yang menahan adiknya agar tidak mengamuk dan menyerang W.
"Hah… Aku ingin cari angin dulu, Aniki" PunchHopper keluar dari camp untuk mencari angin.
[PM 09.00. Luar Mobile City]
Di luar, angin terasa segar di malam hari. Emu dan Kenzan tampak saling berbicara.
"Ku dengar dari Hiiro, kau adalah Kamen Rider kan?" Emu mengetahui hal itu.
"Yap, kau benar" kata Kenzan sambil meminum sebotol air mineral.
"Bagaimana kau bisa menjadi Kamen Rider waktu itu?" Emu bertanya.
"Aku menemukan belt itu di sebuah reruntuhan kota, dan tak sengaja memakainya sebagai sebuah senjata yang ampuh untuk melumpuhkan lawan itu" Kenzan memperlihatkan IXA Beltnya pada Emu.
"Tampaknya beltmu berbeda denganku. Apakah belt ini memiliki asal usulnya" Emu melihatnya.
"Asal-usulnya? Aku akan memindai beltnya. Scanning dimulai" Kenzan mengambil belt tersebut untuk dipindai.
Kenzan memindai Belt tersebut untuk mengetahui asal usul dari belt tersebut. Akan tetapi, dia hanya mendapat sebagian informasi yang didapat dari belt tersebut.
"Belt ini awalnya adalah pemberian suatu organisasi pemburu yang kemudian diberikan kepada Lungmen sebagai hasil kerjasama dengan L.G.D. yang merupakan organisasi keamanan disana. Scanning selesai" Kenzan menjelaskan.
"Organisasi pemburu?" Emu baru mendengarnya.
"Tentu, mereka adalah Organisasi yang menyediakan Rider System ini sebagai kiat pertahanan terhadap ancaman yang tidak diketahui" kata Kenzan.
"Dari kemampuan yang kulihat, kau terlihat seperti android daripada…" Emu berasumsi.
"Aku bukan android! Aku masih memiliki sisi kemanusiaanku sendiri. Sama seperti kalian" kata Kenzan.
"Memiliki sisi kemanusiaan? Hmm, ini ada kaitannya dengan sesuatu yang berbau cybernetic" Emu berpikir.
"Cyborg?" Apakah itu benar?" Tanya Emu yang penasaran.
"Tentu saja" kata Kenzan.
"Bagaimana kau bisa menjadi Cyborg?" Tanya Emu
"Ssshh, kau tidak perlu bertanya soal itu" kata Hiiro.
"Kenapa?" Emu tambah penasaran
"Itu adalah sebuah misteri yang masih belum terpecahkan" kata Kal'tsit.
"Jadi begitu ya? Eh sejak kapan kau kesini, Dokter Kal'tsit?" Hiiro kaget.
"Amiya mengajakku ngobrol dengan kalian juga" Kal'tsit memberitahunya
"Sebaiknya kau jangan bertanya itu lagi" kata Hiiro.
"Ya maaf, aku agak penasaran dengannya" Emu meminta maaf.
"Kenzan" Hiiro memanggilnya.
"Ya, ada apa?" Kenzan menoleh kearah Hiiro.
"Sebaiknya jangan ceritakan dirimu tentang Cyborg lagi. Aku merasa kasihan padamu yang sering mengalami serangan mental yang kau rasakan" kata Hiiro pada Kenzan.
"Aku tahu. Akan ada saatnya aku akan menceritakannya. Aku perlu mencari kebenarannya terlebih dahulu" kata Kenzan sambil memegang pundak Hiiro.
"Kau itu..." Hiiro menurunkan tangannya Kenzan.
"Jadi namamu Kenzan? Nama yang menarik" kata Emu.
"Amiya memberikan nama itu padaku" kata Kenzan.
"Amiya? Oh gadis kelinci itu" kata Emu.
"Kau, Kamen Rider juga?" kata Amiya.
"Tentu saja. Tugasku sebagai Kamen Rider juga sama seperti doktermu, menyelamatkan pasien dan mengakhiri sebuah wabah penyakit" Emu mengelus kepala Amiya.
"Kenzan, sebagai dokter… Apa kau pernah menyelamatkan pasien?" kata Emu.
"Menyelamatkan pasien? Aku sudah menyelamatkan mereka saat ku bekerja disini. Ini semua berkat Amiya dan Kal'tsit" Kenzan berterima kasih pada Amiya dan Kal'tsit yang sudah membantunya.
"Ehehe" Amiya tertawa.
"Pekerjaan sebagai dokter disini bukanlah hal yang mudah, karena kau harus berhadapan dengan sebuah penyakit yang kau tidak bisa bayangkan betapa bahayanya" Kenzan memberitahu tentang pekerjaannya sebagai Dokter yang menumpas penyakit Oripathy.
"Penyakit berbahaya?" kata Emu yang penasaran.
"Oripathy, penyakit yang disebabkan oleh paparan Originium" kata Kenzan.
"Hmm… Sepertinya ini akan lebih buruk dari Bugster Virus" Emu tampak khawatir.
"Cukup berbahaya apabila tidak ditangani. Emu, apa kau bisa menangani ini?" Kenzan bertanya.
"Kita harus memahami penyakit ini terlebih dahulu. Baru kita bisa menghadapinya" kata Emu.
"Kau memang benar-benar genius, Gamer Genius M" kata Kenzan.
"Eh? Kau tahu nicknameku?" Emu kaget.
"Aku sekedar iseng-iseng memindaimu saat kau berbicara. Kalau gak salah kau dulu seorang gamer genius bukan?" kata Kenzan.
"Aku? Heeeh? Itu dulu, tapi sekarang aku fokus pada pasien-pasien kita. Aku tidak ingin menjadikan game sebagai prioritas utamaku, tapi keselamatan pasien" kata Emu.
"Jadi begitu rupanya. Aku juga begitu" Kenzan tersenyum sinis.
"Ku harap kalian semua bisa menolong para pasien dengan baik. Ini demi mencegah adanya Oripathy yang lebih menakutkan lagi" Amiya memohon.
"Kita para dokter akan selalu membantumu, jangan khawatir" Hiiro mengelus kepala Amiya sekali lagi.
"Terima kasih, Dokter Hiiro" kata Amiya.
"Yap" Hiiro tersenyum padanya.
"Dokter, selesaikan pekerjaanmu nanti. Akan ada banyak laporan-laporan yang akan perlu disetujui" kata Kal'tsit sebelum pergi ke ruang operasi.
"Baiklah" Kenzan mengangguk.
Smartphone milik Amiya berdering dan ternyata dia mendapat panggilan dari Exusiai dari Penguin Logistics.
"Doktah, kita bicara lagi nanti. Exusiai memanggilku" kata Amiya.
"OK, hati-hati Amiya!" kata Kenzan.
Amiya lalu meninggalkan mereka dan berjalan ke lorong sebelah. Lalu, tersisa Emu dan Hiiro. Mereka membincangkan soal bagaimana caranya mereka menyelamatkan para pasien dari Oripathy.
Hari menjelang malam.. Emu, Hiiro dan Kenzan balik lagi ke dalam Mobile City dan kembali bekerja.
[PM 11.03. Ruang Pasien]
Kenzan melihat pasien tersebut belum tidur. Pasien tersebut bernama Regilia.
"Regilia, waktunya pemeriksaan" kata Kenzan.
"…" Regilia menoleh kearah Kenzan.
"Lila-chan, bisa bawakan peralatannya?" Kenzan meminta Lila-chan untuk membawakan alat medisnya.
"Segera dibawakan. Regilia, tolong tetap di kasur ya" kata Lila-chan.
"Dia siapa?" Regilia bertanya.
"Dia adalah Humagear Lila-chan" kata Kenzan.
"Humagear? Apakah mereka manusia?" Regilia penasaran.
"Mereka bukan manusia, mereka adalah Android yang memiliki kemampuan khusus di setiap bidang yang mereka tempati" kata Kenzan sekali lagi sambil menjelaskan secara to-the-point.
"Android? Kukira hanya Ptilopsis saja yang mirip Android disini" kata Regilia, dia tampak mengenali sosok Ptilopsis si burung hantu yang memiliki perilaku yang sama seperti Android pada umumnya.
"Ptilopsis? Oh itu toh. Ternyata kamu juga kenal ya?" Kenzan berbicara.
Kenzan dan Regilia tampak berbincang satu sama lain ketika Regilia dicek kadar Oripathy oleh Humagear Lila-chan.
"Regilia-chan, gelang di lengan kiri dan kanan anda berfungsi untuk mengetahui seberapa infeksi Originium dan mengontrol Oripathy di dalam tubuhmu. Jadi jangan dilepas ya, anggap ini adalah kenang-kenangan anda selama anda dirawat disini" Lila-chan menjelaskannya.
"Oh jadi begitu ya, fungsi gelang ini" kata Regilia sambil melihat benda tersebut di lengannya.
"Yang penting sekarang kau bisa pulih dengan cepat" kata Lila-chan.
"Dokter Kenzan, kau belum beristirahat?" Emu bertanya.
"Belum, kini aku sedang memeriksa keadaan salah satu pasien. Bagaimana keadaannya, Lila-chan" kata Kenzan sambil menulis sebuah catatan.
"Keadaan sudah pulih, Dokter. Saya sudah melakukan proses scanning dan pemeriksaan secara menyeluruh" kata Lila-chan.
"Syukurlah, satu pasien kini kembali sembuh" Kenzan bersyukur.
"Kau melakukan tugasmu sebagai dokter yang baik. Kuharap kau bisa sepertiku dan juga Hiiro-sensei" kata Emu sambil menepuk pundak Kenzan.
"Yeah" Kenzan mengangguk.
"Sekarang kau bisa pulih. Kau tidak perlu mengkhawatirkan kondisimu" kata Emu pada Regilia.
"Terima kasih, dokter.. Kau kelihatan berbeda" kata Regilia.
"Dia adalah Emu Hojo, dia adalah dokter dari Rumah Sakit Universitas Seito, sama seperti Hiiro-sensei yang kita temui kemarin" kata Kenzan sambil memperkenalkan Emu didepannya.
"Dan aku juga adalah Kamen Rider Ex-Aid!" kata Emu.
"Kamen Rider, hei aku pernah mendengar nama itu" kata Regilia.
"Benarkah?"
Emu, Kenzan dan Lila-chan tampak berbincang dengan Regilia. Lalu, Regilia memberikan beberapa Rider Gashat yang Ia temukan dulu. Gashat-Gashat tersebut Ia berikan kepada Emu sebagai rasa terima kasihnya dia sudah merawatnya.
"Emu-sensei, ambilah benda ini. Mungkin ini bisa membantumu" Regilia memberikan beberapa Item Gashat pada Emu.
"Terima kasih banyak, darimana kau mendapatkannya?" kata Emu.
"Aku menemukannya di sebuah lokasi dekat dengan rumahku" Regilia menceritakannya.
"Hmm… Begitu ya?" Emu memikirkan bagaimana Gashat itu bisa berada di tempat yang tak terduga.
Jam mulai menunjukkan pukul 23.30, Kenzan dan yang lainnya bergegas untuk beristirahat. Namun, Emu berhenti sejenak dan bertanya pada Kenzan.
"Dokter Kenzan, adakah seseorang yang ingin kau sembuhkan?" tanya Emu.
"Ada.. Dia adalah orang yang sangat spesial bagiku" kata Kenzan sambil menoleh ke arahnya. Lalu dia balik lagi ke ruangannya.
"Orang yang sangat spesial?" Emu berpikir.
"Itu rahasia, Emu" kata Kenzan sambil tersenyum manis.
[AM 08.00. Kantin]
Matterhorn dan Gummy tengah memasak makanan untuk para Operator disana.
"Ini silahkan" kata Gummy pada 2 Operator itu, Lappland dan Texas.
"Kau tampak seperti biasanya Gummy, aroma masakanmu terasa sampai ke luar kantin" kata Texas.
"Ehehehe.. Aromanya enak kah?" Gummy bertanya. Dia adalah salah satu Operator dari Ursus bersama Zima dan Istina.
"Tentu saja. Eh? Ini kan aroma Apple Pie?" Texas kaget.
"Apple Pie?" Exusiai terkejut dan seketika berlari ke depan meja.
"Oi, Exu! Kau kenapa?" Lappland kaget.
"Ah~ Apple Pie!" Exusiai tiba-tiba ngiler di depan kaca.
"Aku yang membuatkan apple pie itu" kata Matterhorn.
"Eh?" Gummy kaget juga.
"Setiap masakkan yang kubuat, pasti akan memiliki aroma yang sangat nyaman saat dirasakan" kata Matterhorn.
"Woah aku sangat menantikan ini" Exusiai tampak begitu senang ketika melihat Apple Pie didepan matanya.
Kenzan tampak menikmati makanan kesukaan Matterhorn, dia ditemani oleh Amiya dan Emu.
"Dokter Kenzan, kira-kira siapa orang spesial itu?" Amiya bertanya.
"Akan ku beritahu ketika saatnya nanti" kata Kenzan.
"Sebaiknya ini kita rahasiakan dulu, Amiya-chan" kata Emu.
"Hmm.. Baiklah, aku sangat penasaran dengan orang spesial itu" kata Amiya.
"Tidak apa-apa. Oh ya, mau ikut berpatroli denganku, Emu?" Kenzan menawarkan.
"Tentu, lagipula aku ingin mencari pasien-pasien yang membutuhkan kita" kata Emu.
"Kau memang penuh semangat, Emu" Kenzan tersenyum.
"Hiiro dan Taiga dimana ya?" tanya Amiya.
"Hiiro mungkin sedang mengunjungi salah satu pasien, Taiga lagi meneliti Originium bersama Dokter Kal'tsit" kata Emu.
"Hmm, kita aja dulu yang pergi. Sisanya menyusul, jika mereka mau" kata Kenzan.
[AM 09.40. Kota Urban]
Amiya, Emu dan Kenzan tampak berjalan-jalan di kota tersebut dan bertemu dengan Sougo dan Geiz.
"Sougo! Geiz!" Kenzan menemui mereka.
"Eh? Kenzan? Emu?" Sougo kaget.
"Kalian ngapain kesini?" Kenzan bertanya.
"Kami sedang membantu pasukan BSW untuk menjaga tempat ini. Karena bisa jadi tempat ini akan dilewati oleh pasukan Reunion" kata Geiz.
"Hmm.."
"Dokter" Franka mengagetkannya.
"Oh ternyata kau, Franka. Kau mengagetkanku" kata Kenzan sambil kaget.
"Hehehe" Franka cekikikan.
"Sekarang bagaimana?" Kenzan bingung dengan apa yang dilakukan selanjutnya.
Tiba-tiba pasukan BSW terlempar beberapa meter ke depan mereka. Sosok yang dihadapi pasukan BSW itu tak lain adalah Hell Brothers atau 2 Hopper neraka yang juga membawa pasukan Reunion Movement.
"Mereka lagi?" kata Sougo.
"Aku akan membalaskan ini pada kalian!" kata PunchHopper.
"Sougo, kau siap?" Geiz mengambil Ridewatchnya.
"Aku pasti siap" Sougo mengambil Ridewatch Zi-O II.
"Jangan lupakan aku" kata Woz sambil mengaktifkan Miridewatchnya.
[Geiz!]
[Zi-O II!]
[Woz!]
"Heh? Sepertinya aku kenal dengan mereka" Emu kaget.
3 Rider itu memasang Ridewatch mereka masing-masing ke Driver mereka.
[Action!]
"Henshin!" Kata 3 Rider didepan mereka.
[Rider Time!]
[Kamen Rider~ Geiz!]
[Kamen Rider! Rider! ZI-O! ZI-O! II! Zi-O II!]
[Touei! Future Time! Sugoi! Jidai! Mirai! Kamen Rider Woz! Woz!]
"Sambutlah! Rider-rider penjelajah waktu yang akan menyelamatkan ruang dan waktu! Kami adalah Kamen Rider!" Woz melakukan pidato sebelum pertarungannya seperti biasa.
"Hah? Penjelajah waktu!? Kalian pikir bisa menghadapi kami?" kata PunchHopper sambil meremehkan mereka.
"Kami akan menjaga kota ini aman dari kalian!" kata Geiz sambil mengambil Zikan Zax.
"Cobalah untuk hadapi kami!" kata W yang berada di jembatan tol.
"W!" Amiya kaget.
"Jadi mereka adalah Kamen Rider ya? Sepertinya ini akan sangat memanas" W tampak mengamati 3 Rider itu saling bertarung.
Sougo, Geiz dan Woz bertarung menghadapi pasukan Reunion yang dibawah komando W dan PunchHopper.
Emu mencoba untuk berubah menjadi Ex-Aid.
[Mighty Action X!]
"Henshin!" Emu memasang Gashat tersebut ke Gamer Driver lalu menarik tuasnya ke kanan untuk Level Up.
[Gashat! Gacchan! Level Up! Mighty Jump! Mighty Kick! Mighty Action X!]
[BGM: Ex-Aid Level 2 I'll clear this with no continue!]
"Kau siapa?" Kevin kaget.
"Kamen Rider Ex-Aid! Akan kuselesaikan dengan tanpa lanjutan!" Emu mengatakan catchphrase biasanya.
"Heh? Kamen Rider?" Amiya dibuat kaget dengan kehadiran Ex-Aid didepan matanya.
"Ex-Aid, Kamen Rider yang menggunakan kekuatan dari video game untuk menyelamatkan pasien. Sama seperti Hiiro dan juga Taiga" Kenzan menjelaskan.
"Haa.. Kamen Rider lagi?" W keheranan.
"Hebat juga" Emu bangkit dan menyerang PunchHopper dengan Gashacon Breaker.
[Gashacon Breaker!]
Emu mencoba berhadapan dengan PunchHopper sendirian, akan tetapi dia dibantu oleh Franka dan Liskarm yang kebetulan ikut membantu 3 Rider penjelajah waktu itu.
"Eh kalian?" Emu kaget.
"Pinky boy, kami akan membantumu" kata Franka.
"Hey, bukannya kalian ini…" Emu secara langsung mengenal mereka berdua.
"Kami adalah anggota BSW, jangan khawatir. Kita akan hadapi Rider ini bersama-sama" Liskarm menggunakan Shieldnya untuk menahan pukulan dari PunchHopper.
"Baiklah! Ayo kita hadapi mereka bersama-sama! Parad, aku membutuhkanmu" kata Emu sambil mengeluarkan Gashat Mighty Brothers XX.
[Mighty Brothers XX]
"Saatnya mengganti form!" Emu melepas Gashat Mighty Action X dari Gamer Driver dan menggantikannya dengan Mighty Brothers XX.
[Double Gashat! Gacchan! Level Up! Mighty! Brothers! Futari de Hitori! Mighty! Brothers! Futari de Victory! X!]
Emu berubah form ke Level X dimana bentuk itu adalah bentuk form awal ketika mengakses game Mighty Brothers XX.
"Buahahaha.. Rider kok imut gitu?" PunchHopper mentertawakan form itu.
"…" W menahan tawa karena bentuk form itu juga.
Emu langsung menyerang PunchHopper dengan mudah dan bertubi-tubi, membuat PunchHopper kaget dan hampir terjatuh karena serangan itu.
"Tadi barusan apaan?" PunchHopper terjatuh.
"D~a~i~ Henshin!" Emu memutar tangan kanannya dan membuka kembali tuas Gamer Driver untuk level up.
[Gacchan! Double Up! Ore ga omae de, omae ga ore de, Mighty! Mighty! Brothers! XX!]
Ex-Aid terpisah menjadi 2 dimana Emu menggunakan Ex-Aid XX L sementara Parad menggunakan Ex-Aid XX R.
"Heh ada 2?" PunchHopper kaget.
"Seriusan? 2 Rider dalam 1 form yang sama? Jangan bilang itu satunya lagi.." W ikut kaget.
"Parad, ayo" kata Emu.
"Tentu, kita akan selesaikan ini dengan tanpa lanjutan!" kata Parad.
"Lah kenapa ada 2?" Franka kaget.
"Lah kau siapa?" Liskarm kaget kalau didepannya ada si Parad.
Tak perlu basa-basi, Emu dan Parad ngehajar si PunchHopper beserta beberapa pasukan Reunion dengan mudahnya. Akan tetapi, Parad hampir ditendang oleh KickHopper yang ikut ke area pertarungan.
"2 Rider identic ya?" KickHopper muncul didepan mereka.
"Dia lagi, Emu! Parad! Hadapi 2 Rider itu, kami akan melawan pasukannya!" kata Sougo.
"Tidak masalah!" kata Emu.
"Amiya, aku akan menghadapi 2 Hopper itu, kau bantu Sougo ya" kata Kenzan.
"OK!" Amiya pergi.
Amiya pergi untuk membantu Sougo dkk. Sementara itu Kenzan bersiap untuk ikut terjun menjadi Kamen Rider IXA.
[Re a dy]
"Henshin!" Kenzan berlari dan memasang IXA Knuckle ke Belt.
[Fist on]
Kenzan memukul PunchHopper dan KickHopper dengan mudahnya. Mereka berdua langsung terdorong beberapa inci.
"Tch!" PunchHopper
"Kau?" Emu kaget.
"…" Kenzan menoleh kearah mereka berdua.
"Woaaah! Ksatria putih!" W tampak kaget dan begitu senang dengan kehadiran IXA.
"Apa kau masih belum puas menghadapi kami?" kata KickHopper.
"Justru sebenarnya aku yang bertanya seperti itu pada kalian!" kata Kenzan.
"Omong KOSONG!" PunchHopper melayangkan pukulan dari langit.
Kenzan yang refleks lalu menghindar dari serangan PunchHopper dan menendangnya ke bawah lalu menginjaknya.
"Tak kusangka kau kuat juga" kata PunchHopper.
"Kalian belum memiliki nyali untuk melawanku!" kata Kenzan.
"Heh.. Liat saja, siapa yang akan tertawa" KickHopper berlari dan mencoba menyerang Kenzan.
"Tidak kubiarkan kau menghadapinya!" kata Parad.
"Terima ini!" Liskarm menggunakan shieldnya untuk menciptakan kilatan cahaya yang menyilaukan.
Serangan itu cukup membuat KickHopper mengalami kebutaan yang membuatnya mundur dan PunchHopper mencoba untuk menyerang mereka namun berhasil dihadang oleh Emu dan Kenzan serta Franka. PunchHopper menyuruh sisa-sisa pasukan Reunion untuk menyerang mereka secara langsung. Kenzan yang tidak tinggal diam memanggil pasukan A1 Reserve Ops untuk membasmi mereka.
"Serang!" PunchHopper menyuruh mereka untuk menyerang.
"Fang! Saatnya!" kata Kenzan.
"Serahkan pada kami!" kata Fang.
"Beagle tidak akan kalah!" Beagle menghadang semua pasukan Reunion termasuk pasukan Sarkaz.
Pertarungan it uterus berlanjut dan berlanjut, W tampak menikmatinya sambil cekikikan.
"Aku sangat menyukai ini" kata W.
"Kenapa kau tidak ikut saja?" tanya FrostNova.
"Oh ayolah kita hanya memantau mereka, bukan? Kita biarkan 2 serangga itu bermain" kata W sambil menoleh ke arahnya.
PunchHopper dan KickHopper melepaskan serangan Clock Up sekali lagi untuk menyerang pasukan A1 Reserve Ops.
[Clock Up!]
"Terima ini!" PunchHopper memukuli Fang dan Beagle.
[Clock Over!]
"Sial! Kita dipukuli!" Fang meringis kesakitan.
"Kalian tidak apa?" Kenzan menghampiri mereka.
"Serangan itu tadi cepat sekali" kata Beagle.
"Jangan bilang mereka pakai Clock Up, berhati-hatilah" kata Kenzan pada mereka berdua.
"Baiklah" kata Fang.
Sementara itu, PunchHopper berhadapan dengan Franka dan mudahnya.. Franka berhasil dikalahkan dengan Rider Punchnya..
"Serangan macam apa itu?" Franka hampir bertekuk lutut karena serangan PunchHopper.
"Franka, kau tidak apa?" Liskarm kaget.
"Tidak apa, lanjutkan pertarungannya!" kata Franka.
"Franka, jangan paksakan dirimu hadapi rider itu" kata Kenzan.
Mereka terus bertarung dan bertarung, Kenzan mencoba untuk memback-up Emu dan Parad untuk mengalahkan pasukan Reunion. Kroos menargetkan 2 pasukan Reunion dan menembakki mereka secara langsung, cara tersebut dapat memudahkan mereka menghadapi yang lainnya.
Sementara itu, di tempat yang sama.. Sougo, Geiz dan Woz serta Amiya berhadapan dengan beberapa pasukan Reunion. Kevin yang sudah kehabisan akal mencoba menyerang Amiya, namun tiba-tiba dihentikan oleh Ch'en serta Hoshiguma yang sudah ditempat.
"Ch'en?" Amiya kaget.
"Kalian tidak apa-apa? Sial! Mereka terus menyerang!" Ch'en membangunkan Amiya.
"Amiya!" Hoshiguma melindungi Amiya.
"Aku ada ide!" Geiz mengaktifkan Geiz Revive Ridewatchnya untuk mengakses form Geiz Revive.
[Geiz Revive Shippuu]
[Revi-Revi-Revi-Revi-Revi! Re-vi-ve Shippuu! Shippuu!]
"Jangan lupakan aku!" Woz menggunakan Shinobi Miridewatch.
[Shinobi!]
[Action!]
[Touei! Future Time! Dareka? Oreja? Ninja? Futuring Shinobi! Shinobi!]
Geiz dan Woz menyerang pasukan Reunion dengan sangat cepat dan membuat mereka dapat memukul mundur pasukan itu.
"OK! Dengan ini kita bisa hadapi yang lainnya!" Ch'en mengambil pedangnya lalu menyerang sisa-sisa pasukan Reunion.
"Geiz! Awas!" kata Amiya.
"Heh?" Geiz menoleh keatas dan menyerang beberapa pasukan Airborne Soldier dengan cepat.
Sosok berkerudung hitam itu muncul lagi diatas dan ikut menembakki pasukan Reunion yang disana. Amiya tampak kaget melihat sosok tersebut yang sama seperti sebelumnya di Chernobog.
"Siapa sosok itu?" Amiya berkata dalam hatinya.
Lalu.. Kenzan dan yang lainnya masih berhadapan dengan KickHopper dan PunchHopper yang kali ini agak cukup kuat. Akan tetapi, Emu dan Parad dapat mengatasinya dengan menggunakan Mighty Double Critical Strike. Sementara itu, Rider Kick dari KickHopper mulai melayang diatas mereka.
[Rider Jump, Rider Kick]
[Gacchon! Kimewaza! Mighty Double! Critical Strike!]
Akhirnya KickHopper dan 2 Ex-Aid seimbang walau KickHopper hampir tumbang karena kekuatan 2 Ex-Aid yang setara dengannya. Kenzan mengakhirinya dengan menggunakan IXA Caliburnya.
[IXA Calibur Rise Up]
Kenzan menebas KickHopper hingga menciptakan ledakan dibelakangannya setelah hissatsu. PunchHopper mencoba untuk bangkit namun dihentikan oleh Liskarm dengan menodongkan pistolnya ke kepalanya.
"Checkmate" Liskarm menodongkan pistolnya ke PunchHopper.
"Baiklah, kalian menang lagi" kata PunchHopper.
"Dan kau beruntung, aku tidak akan menembakkimu" kata Liskarm.
W tiba-tiba bertepuk tangan diatas, dia sangat begitu terpukau melihat pertarungan itu.
"Pertarungan yang luar biasa" kata W.
"Kau siapa?" kata Sougo sambil melepas Zi-O II Ridewatchnya.
"Aku adalah W, tentara bayaran dari Sarkaz. Kau siapa?" W memperkenalkan dirinya pada Sougo.
"Namaku Sougo Tokiwa, Kamen Rider Zi-O" Sougo juga memperkenalkan dirinya.
"Sougo Tokiwa si Kamen Rider Zi-O? Nama yang unik, sangat unik untuk diingat karena kau adalah penerus kekuatan Kamen Rider dari masa ke masa" kata W.
"Dia juga adalah Waga Maou" kata Woz.
"Waga Maou?" W terkejut mendengar namanya.
"Dia adalah raja yang akan menguasai setiap ruang dan waktu" kata Woz.
"Raja waktu? Benar-benar ku bertemu orang yang langka di tempat ini, sepertinya kau cukup kuat. Apa kau pernah menjelajah waktu sebelumnya?" kata W.
"Aku hanya menjelajahi waktu para Kamen Rider" Sougo memberitahunya.
"Tapi bagaimana kau dapat kesini?" W bertanya dengan penasaran.
"Entahlah. Aku hanya tiba"
"W, jadi itu namamu?" kata Geiz.
"Tentu, kau siapa?" kata W.
"Geiz Myokoin. Kenapa kau ke tempat ini?" Geiz memperkenalkan dirinya.
"Aku hanya menyimak pertarungan kalian dan memantau seberapa kuat kalian menghadapi Reunion" kata W.
"Jadi begitu ya? Pantas saja kau tidak melakukan apapun disana" kata Geiz.
"Aku hanya melakukan apa yang sudah direncanakan" kata W.
Emu dan Parad sempat bertanya dengan Kenzan tentang gadis itu.
"Siapa dia?" Parad bertanya.
"W, dia adalah tentara bayaran dari Sarkaz" kata Kenzan sambil melepas Beltnya.
"Tentara bayaran? Apa aku tidak salah dengar?" Emu baru mendengar pekerjaan itu.
"Menurut analisa yang kudapat dari scanningku, hanya ini yang kudapat, sisanya masih dianggap Classified" Kenzan mencoba menganalisis W melalui system scanning.
"Hmm… Apakah dia terinfeksi?" kata Emu.
"Mungkin saja" kata Kenzan.
W lalu menemui Kenzan yang menoleh ke arahnya.
"Halo, ksatria putih. Kita bertemu lagi" kata W.
"Oh kau rupanya, W" kata Kenzan
"Jadi kau yang bernama W?" kata Parad.
"Tentu" kata W pada Parad.
"Aku Parad, alter ego dari Emu. Apa tujuanmu kesini?" kata Parad.
"Alter-ego ya? Hmm, menarik untuk dibahas tapi itu tidak usah dijelaskan saja. Bertanya soal tujuan, tujuanku hanyalah satu, aku hanya ingin melakukan sesuai dengan rencana mereka, tapi kalian sudah menggagalkannya. Tapi, itu masih belum seberapa dariku. Akan ada lagi rencana-rencana yang kubuat" kata W.
"Rencana apa yang kau buat itu?" Emu penasaran.
"Rencana untuk menyingkirkan kalian dari sini" kata W.
"Menyingkirkan? Apa maksudmu!?" Emu kesal.
"Emu, tolong jangan emosi dulu" kata Parad.
"Terserah kalian mau sampai kapan menghalangi rencanaku, aku tidak akan diam. Sampai jumpa lagi" kata W lalu pergi bersama 2 hopper neraka dan Kevin melalui asap dari Smoke Grenade.
W dan 2 Hopper tersebut pergi dari tempat tersebut.
"Gadis itu benar-benar agak aneh juga. Tapi cukup santai" kata Emu.
"Dia terlalu santai untuk diajak bicara, benar-benar gadis yang mudah kuajak bicara, ehehe" kata Kenzan sambil tersenyum sinis lalu pergi.
Lalu semua Rider dan para Operator membantu orang-orang disana untuk mencari tempat pengungsian. Di tempat itu juga, Hiiro Kagami dan Taiga Hanaya serta Kiriya Kujo tengah membantu beberapa orang yang terluka karena bekas ledakan yang dilontarkan W.
Selain itu, sosok berkerudung hitam tersebut muncul setelah pertarungan itu. Ia memegang sebuah device misterius yang berbentuk figure sepeda motor berwarna hitam. Pria itu berkata..
"Chase, tunggulah.. Kau akan hidup lagi" kata Pria itu, dia seraya memanggil Chase yang mungkin adalah temannya. Ia lalu menunjukkan dirinya sebagai Gou Shijima.
Lalu, di tempat lain.. Kenzan bertemu dengan FrostNova sekali lagi.
"Pertarungan yang luar biasa, ternyata kau bisa mengimbanginya. Aku sangat tersanjung dengan apa yang kau lakukan" kata FrostNova.
"Itu hanya biasa saja. Aku tidak akan dari siapapun" ucap Kenzan
"Jadi begitu ya? Kau memang ambisius, sama seperti dirimu yang dulu" kata FrostNova.
"Diriku yang dulu?" kata Kenzan yang tampak begitu bingung.
"Kau akan segera mengetahuinya nanti. Sampai jumpa lagi, teman lamaku" FrostNova memberitahunya dan pergi.
"Hmm.. Sampai jumpa juga" kata Kenzan.
Monologue Kenzan:
"Apakah aku sama dengan diriku yang dulu? Apakah itu benar? Ah.. Kepalaku benar-benar sakit"
[Musik Penutup: Phantom Pain by T.M. Revolution]
[Chapter 5 END]
