Kangen
.
.
.
KOKOTiME mempersembahkan:
"Hidden Storyboard"
"Kangen" - ditulis oleh kurohimeNoir
Disclaimer: "BoBoiBoy" dan segenap karakter di dalamnya adalah milik Monsta©. Tidak ada keuntungan material apa pun yang diambil dari fanfiksi ini.
Genre: Family
Ditulis untuk event #Drabbletober2020. Day 12 - Prompt: Ayah (Words count: 500).
.
.
Akhir pekan yang cerah, Tok Aba mengkhususkan untuk di rumah saja. Sembari menjaga BoBoiBoy, cucu semata wayangnya yang baru berusia tiga tahun. Sang kakek bersantai membaca koran pagi, sementara si kecil dibiarkan duduk di lantai berkarpet merah tua.
Suasana santai terinterupsi suara bel pintu depan. Tok Aba tersenyum, sudah menduga siapa yang datang. Pagi ini dirinya memang sedang menunggu seseorang yang istimewa.
"BoBoiBoy, Atok buka pintu sebentar, ya."
Anak itu menoleh karena namanya dipanggil. Namun, ia hanya diam menatap sang kakek. Dua detik berselang, dia sudah kembali asyik dengan balok-balok lego mainannya.
Tok Aba bergegas pergi membuka pintu. Tak lama, ia sudah kembali bersama sang 'tamu'.
"BoBoiBoy," Tok Aba kembali menarik perhatian cucunya. "Lihat, siapa yang datang?"
Saat menoleh, mata anak itu membulat. Dia menjatuhkan mainan yang masih dipegangnya begitu saja, kemudian cepat-cepat bangkit. Tanpa membuang waktu, kaki-kaki kecilnya berlari menghampiri.
"Ayah!"
Dengan wajah ceria, si kecil memeluk kaki pria yang kini berdiri di samping Tok Aba. Pria itu tertawa kecil. Ia pun meletakkan tas bawaannya, lalu mengangkat tubuh mungil BoBoiBoy ke dalam gendongannya.
"Hei, anak Ayah," katanya sambil mencium kening putranya. "Kangen, ya? Ayah juga kangen."
BoBoiBoy tertawa menggemaskan. "Ayah! Ayah!"
Anak itu spontan memeluk ayahnya erat-erat, seolah tak mau melepaskannya lagi. Sang ayah ikut tertawa kecil. Namun, detik berikutnya, tiba-tiba ia merintih pelan.
"Amato?" Tok Aba mendekat. "Kau tidak apa-apa? Sini, biar Aba yang gendong."
Amato menghela napas. Setelah lebih tenang, ia menggeleng pelan.
"Tidak apa-apa, Aba. Biar aku saja."
Sementara itu, BoBoiBoy terus menatap ayahnya dengan alis mata menurun.
"Ayah," panggilnya kemudian. "Cakit?"
Senyum Amato terbit menenangkan si kecil. "Ayah tidak apa-apa. Cuma sakit sedikit."
BoBoiBoy mengulurkan tangan, kemudian mengusap-usap kening ayahnya.
"Cakit, cakit, pelgi."
Amato tertegun sejenak, sebelum wajahnya terhias senyum bodoh. Rasa sakitnya pun hilang seketika.
"Lucunyaaa~"
Sang ayah balas memeluk, membuat si kecil tertawa spontan. Sementara Tok Aba tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Ayo, duduk dulu."
Mengikuti ajakan Tok Aba, Amato pun duduk bersama di sofa, masih sambil menggendong BoBoiBoy. Anak itu sibuk bermain-main dengan kancing baju ayahnya, atau apa pun yang menarik perhatiannya.
"Istrimu tidak ikut pulang?" tanya Tok Aba kemudian.
"Dia masih bertugas. Sebentar lagi pulang, kok."
"Lalu, Mechabot?"
"Oh, itu." Amato menerawang sejenak. "Kerusakannya cukup parah, tapi sudah kuperbaiki. Hanya saja, kondisinya masih harus dipantau di markas."
"Syukurlah kalau begitu." Tok Aba menjeda. "Waktu mendengar Mechabot sampai rusak parah, Aba cemas apa yang terjadi padamu."
"Hahaha ... Berkat Mechabot, lukaku tidak seberapa. Aku hanya diminta cuti beberapa hari untuk memulihkan diri."
Pembicaraan terhenti oleh BoBoiBoy yang menarik-narik baju ayahnya. Lagi-lagi, wajahnya tampak sendu.
"Ayah pelgi lagi?" tanyanya.
Amato tersenyum, lantas mengelus-elus rambut putranya.
"Tidak, Nak. Kali ini Ayah pulang agak lama. Nanti kita main, oke?"
Si kecil tersenyum, lalu memeluk ayahnya erat-erat sekali lagi.
"Amato," berkata Tok Aba. "Aba paham kesibukanmu. Tapi kalau ada kesempatan, pulanglah. Anakmu masih kecil, masih sangat membutuhkanmu. Jangan sampai dia lupa pada ayahnya karena terlalu jarang bertemu."
"Iya, Aba. Aku tahu."
Kedamaian kembali menyelimuti ruang tamu keluarga kecil itu. Amato tersenyum lembut, sementara BoBoiBoy perlahan terlelap di pelukannya.
.
.
.
FIN
.
.
.
Pojok KOKOTiME
.
Hai, hai~selamat hari Senin, semuanya. Tetap semangat, 'kan? Ehehehe ... ( ´ ▽ ` )ノ
Untuk drabble hari ini, Noir menampilkan tiga generasi di keluarga BoBoiBoy. Papamato di sini selain seorang anak yang mendapatkan dukungan ayahnya, juga seorang ayah yang anaknya masih sangat bergantung kepadanya.
Sedih juga sih, kalau dah ditinggal-tinggal ayah sejak kecil~ ╥﹏╥ /udah nak, jangan baper
Awright, ikuti terus drabble-drabble selanjutnya~ 😆😁
.
Salam hangat,
kurohimeNoir
12 Oktober 2020
