"Rai-raiser sama! Mohon dipikirkan lagi! Meskipun pemuda itu masih level 11, tidak-kah anda heran dengan perkembangannya yang pesat! Tower baru 3 hari yang lalu memilih penantang, tidak mungkin orang normal mampu naik level secepat itu..." Pria tua itu mencoba membujuk Raiser, ia tidak mencemaskan nasibnya jika mati ditangan seorang First Human, yang ia pikirkan keluarga dan semua keturunannya di Clan Phenex.

Dirinya hanyalah seorang anggota Clan cabang, yang cukup beruntung memiliki level tinggi dan dipercayakan menjadi pengawal anak bermasalah dari Lord Phenex. Jika Raiser, tuan muda yang ia jaga di bawah pengawalannya terbunuh, maka semua keluarga dan keturunannya lah yang akan menanggung kemarahan Lord Phenex.

—Meskipun Raiser terlahir sebagai tidak berguna, ia tetap wajah dari Lord Phenex.

Ketika Raiser terbunuh yang bukan atas perintah langsung Lord, itu sama saja menampar wajahnya sebagai pemimpin. Bahkan si pembunuh berasal dari sembilan Clan agung, perang akan dikobarkan oleh Lord Phenex.

"Lagipula ia mampu menekan hamba hanya dengan aura, dirinya sendirian mampu membantai satu populasi kota kecil ini-!"

Mendengar hal tersebut, tubuh Raiser bergetar ketakutan, dirinya terlalu angkuh untuk melupakan sosok hebat seperti First Human. Bukan hanya mengandalkan keberuntungan untuk memiliki title tersebut, namun harus memiliki kekuatan yang besar untuk meraih beberapa title untuk mendapatkannya.

"Ka-kau benar!" Wajah Raiser semakin gelap ketika Naruto menatapnya dengan dingin. "Jangan bilang ia mendengar percakapan kita?" Tubuh Raiser semakin lemas ketika Naruto mulai memancarkan aura pembunuh yang amat menyesakan. Dengan status Dark Power, Naruto mudah merealisasikan aura negatif untuk menekan seseorang, salah satunya aura pembunuh.

—Itu terlihat seperti kabut merah hitam yang menyebar ke udara.

"Master bisakah kau memikirkannya lagi?" Sedangkan di sisi Yui ia juga berusaha membujuk Naruto, dirinya sedikit terkejut melihat perkembangan Naruto yang mampu mengeluarkan aura jahat seperti aura pembunuh.

"Meskipun dirimu sedang marah, ini soal nyonya Asia!" Yui menghembuskan napas ketika aura pembunuh Naruto menyusut, sebelum lenyap seutuhnya. Terlihat semua manusia dalam range 1km menarik napas kuat, karena aura pembunuh Naruto bahkan mampu menghentikan tubuh mereka untuk bernapas.

"Ano, maafkan aku Asia-chan!" Tak terkecuali Asia, bahkan tubuhnya masih bergetar ketakutan, dirinya tadi seakan ditatap oleh makhluk paling buas.

"Hm..."

Naruto menggertakan gigi ketika melihat Asia enggan menatap ke arahnya, mungkin gadis masih takut dengan dirinya. Ia sedikit menarik napas, sebelum memberanikan diri meraih tangan Asia, dan meremas nya lembut.

Asia otomatis menoleh ke arah Naruto, dirinya masih tidak percaya orang sehangat Naruto bisa mengeluarkan hal menakutkan semacam tadi. Namun hatinya mulai kembali tenang setelah menatap sapphire Naruto cukup lama.

Merasa Asia telah tenang, Naruto melirik ke arah Yui, peri manis itu langsung mengirimkan telepati pada Naruto.

"Jika anda membunuh Raiser, bukan hanya anda yang mendapatkan masalah. Semua keturunan Clan agung memiliki sihir jiwa yang akan aktif ketika dibunuh, ini semacam sihir penanda jiwa bagi orang yang membunuh keturunan mereka. Raiser pun memilikinya, tidak hanya anda yang akan terkena sihir tersebut, nyonya Asia pun ikut menerima tanda jiwa."

Naruto menautkan alisnya, tampak berpikir. "Apa kita pergi saja dari kota ini?" Ia baru saja akan menarik tangan Asia untuk meninggalkan kota, namun Raiser datang menghampirinya terlebih dahulu.

Setelah Naruto menarik kembali aura pembunuhnya, Raiser bersyukur dalam hatinya karena masih memiliki kesempatan hidup, tanpa berpikir panjang ia langsung menghampiri Naruto.

"Maafkan atas kebodohan diriku, tuan!" Seumur hidup Raiser ia hanya membungkuk pada ayahnya yang kejam, namun demi nyawanya ia harus membungkuk pada seseorang selain ayahnya.

Naruto kembali berubah pikiran, dengan cepat menangkap celah sebelum mengulas sebuah senyuman. Raiser menjadi gugup ketika melirik senyuman Naruto, ia dengan cepat merendahkan kembali kepalanya lalu berlutut.

"Tidak usah berlebihan Raiser-sama!" Naruto meraih bahu Raiser dan menarik tubuh itu untuk kembali tegap. "Seorang pria sangat dilarang untuk membungkuk pada siapapun, bahkan di depan kematian!"

Raiser tidak menyangka akan mendengar kalimat dengan makna dalam tersebut dari mulut seorang yang ia ingin celakai, entah kenapa setitik kekaguman muncul dihati Raiser pada Naruto.

"Lagipula aku juga sedikit berlebihan tadi, maklum diriku masih lelah dengan apa yang kulalui belakangan ini."

Dari belakang Yui cukup tercengang dengan perubahan Naruto, baru saja tadi masternya mengeluarkan aura pembunuh yang hanya dimiliki oleh dewa jahat maupun dewa iblis, namun sekarang berubah menjadi sosok yang sangat ramah.

—Mungkinkah master memiliki dua kepribadian?

"Bisakah aku numpang menginap di kota ini, Raiser-sama? Kami belum terbiasa berlama-lama di alam bebas soalnya," Lanjut Naruto dengan senyum ramah.

"Oh, tentu saja! Sebagai tanda permintaan maafku, akan kusiapkan sebuah kamar di istana wali kota! Bagaimana menurutmu... ano?"

"Arashi! Panggil aku Arashi!" Ucap Naruto mengenalkan nama palsu. Ayolah, semua bangsawan itu memiliki muka dua, tidak ada jaminan Raiser akan menyelidikinya setelah ini bukan?

—Dan Naruto pun begitu, tak ada yang tahu setelah ini ia akan mengambil kepala pirang dengan wajah tampan di depannya ini.

"Kalau begitu mari ikut denganku, Arashi-dono!"

"Hm... anda duluan saja Raiser-sama, aku ingin menikmati kencan bersama istriku dulu, biasa keliling kota." Naruto menyunggingkan senyum sembari mengeratkan remasan di genggaman tangan Asia.

Gadis pirang itu menunduk dengan wajah memerah ketika Naruto menyebut dirinya istrinya, meskipun belum ada pernikahan resmi sih seperti dunia lamanya.

"Kalau begitu aku akan menunggu anda di istana wali kota. Nikmati waktu anda, Arashi-dono!" Raiser langsung saja berbalik dan pergi, diikuti oleh para prajuritnya. Ia hanya melirik Asia, tidak terlalu memperhatikan gadis manis tersebut.

—Ia takut nanti ekspresi yang dibuatnya saat menatap gadis cantik akan memancing kemarahan Naruto.

Sedangkan Naruto menghembuskan napas sembari menatap ke arah punggung Raiser. Yui benar, mungkin setelah hari ini ia bisa menyembunyikan identitas setelah membunuh Raiser dengan topeng yang Naruto dapatkan dari Doppleganger yang pernah ia hadapi, namun tidak bagi Asia.

Sepertinya memang tidak ada cara lain, selain dirinya berpetualang sendirian untuk meningkatkan level dan kekuatannya. Tidak ada jaminan, ia tidak akan bertemu dengan orang berpengaruh lainnya di saat berkeliling dunia.

Tanpa sadar Naruto menoleh ke arah Asia, menatap wajah manis dan ayu itu dari samping. Apakah ia sanggup meninggalkan Asia setelah ini? Gadis pirang ini pasti akan sedih, dan Naruto tak akan mampu pergi ketika melihat gadisnya tengah bersedih.

—Selain itu, apakah Asia mampu bertahan hidup setelah kepergiannya?

"Ano, ada apa Naruto-kun?"

Naruto tidak sadar saat Asia menoleh ke arahnya, gadis pirang itu menyadari kegelisahan dari tatapan pria yang ia cintai.

"Emh..." Naruto menggeleng pelan, lalu mencium tangan Asia yang sedari tadi ia raih, meresap udara dengan kuat. Wajah Asia kembali memerah, terkadang ia tidak mampu menduga semua tindakan Naruto.

—Bisa menjelma sosok yang hangat, elegan, romantis, kejam, licik, liar, semuanya telah pernah disaksikan oleh Asia.

"Mari kita pergi melihat kota, kita bisa mencari pakaian baru untukmu, Asia-chan." Naruto menarik pergelangan tangan Asia sebelum memastikan hologram map disudut pandangan, ada satu toko pakaian mewah di kota ini.

"Kau tampak jelek saat mengenakan pakaian itu-!" Timpal Naruto sambil melirik Asia dengan tatapan aneh, seperti tatapan orang kota menatap anak desa.

—Asia masih mengenakan pakaian dari dunia asalnya.

"Naruto-kun yang lebih aneh, memakai pakaian berbulu saat cuaca cerah!"

"Jika aku terlihat tampan dengan pakaian ini, aku suka!"

"Aku juga terlihat cantik dengan pakaian pendeta-!" Asia juga tidak mau kalah, terbawa suasana hingga membusungkan dada mungilnya.

"Tadi bukannya aku bilang jelek ya-?"

"Moouuu..."

Naruto terkekeh melihat Asia mengembungkan pipinya imut, mereka pun pada akhirnya berjalan sambil berpegangan tangan menuju toko pakaian.

Yui yang diam menonton dua pasangan itu hanya mampu tersenyum, "Sekali lagi aku diabaikan..."


"Master, kau tahu, ekspresimu sungguh menjijikan!" Yui memberikan komentar datar saat Naruto memperlihatkan sebuah senyuman seekor kuda yang ingin kawin.

Pemuda pirang itu mengabaikan Yui, matanya berkilau keemasan ketika menatap tirai berwarna merah. Dengan mengandalkan status Sense yang tinggi, lalu mengalirkan mana pada matanya, Naruto mampu melihat tembus pandang melewati tirai merah.

—Dan pemandangan indah lagi menggoda tersaji di balik tirai.

Ketika Asia yang ingin mencoba pakaian barunya di balik tirai tersebut, Naruto mengintip nya dengan hidung berasap. Asia hanya mengenakan pakaian dalam di balik tirai, mengamati dada dan lekukan tubuhnya di cermin, biar bagaimanapun sekarang ia berstatus sebagai istri muda, tentu ia ingin memiliki lekuk tubuh yang indah bagi suaminya.

~Ding!

Ketika ia memerhatikan bayangan tubuhnya di cermin, sebuah notif pesan muncul di hadapan Asia.

[Di balik tirai suamimu mengintip dan menikmati tubuhmu, karena status kalian sudah menikah tantang suamimu untuk membantu mengenakan pakaianmu!

Hadiah: Satu set pakaian cosplay untuk malam pertama!]

Akhir-akhir ini Asia telah banyak mendapatkan notifikasi ataupun misi dadakan seperti ini dari para dewa, namun setelah membaca misi dadakan kali ini wajah Asia langsung memerah dan mengeluarkan ilusi uap panas.

"Dewa mana yang mengerjai ku kali ini?" Gumam Asia, ia melihat tanda kepala rubah diakhir notifikasi. Namun sesaat kemudian jantungnya berhenti ketika sadar bahwa Naruto mengintip tubuhnya saat ini di balik tirai

—Itu sangat memalukan!

Berpikir sejenak, sebelum Asia memantapkan hatinya, ia kemudian membuka sedikit tirai lalu menjulurkan kepalanya. Terlihat gadis pelayan toko yang menunggu Asia di dekat ruang ganti terkejut melihat kepala Asia.

Asia langsung menatap Naruto dengan wajah memerah, pemuda pirang itu terlonjak kaget saat Asia menatap ke arahnya. 'Ia tidak menyadarinya bukan?' Tanya Naruto dalam hati, berharap-harap cemas.

"Nee... anata! Maukah kamu membantuku?" Tanya Asia dengan gugup, ia sedikit menggigit bibir ketika menyadari betapa memalukan ucapannya barusan.

Naruto meneguk liur ketika Asia berekspresi demikian, itu terlihat sangat imut bagi Naruto. Kemudian suara Yui datang lewat telepati, menjelaskan situasi dari Asia saat ini.

"Sialan kau sungguh baik, Kyuubi-sama!" Naruto bergumam sambil menatap ke atas dengan lelehan air mata, sebelum melempar senyum ke arah Asia dan bergerak cepat.

"Ha'i suamimu datang Tsuma!"

Pegawai toko yang masih memproses semua informasi mengejutkan itu hanya dapat menatap Naruto yang memasuki ruang ganti.


Coba berfantasilah kalian apa yang terjadi selanjutnya! ~Cuman lime dikit oke!

Aku cukup mulai menyukai karakter Asia berkat cerita ini, jadi masih berat untuk memisahkan Naruto dengan Asia...

Kembali lagi dengan saya Author nggak berpendirian, tadi niatnya mau fokus buat ngerjain laporan sebagainya, eh ternyata malah belok kemari. Tapi berkat doa dan dukungan kalian tugas saya udah selesai.

Besok kita bisa dikit fokus pada ffn, rencananya banyak yang ingin di update besok, semoga nggak ada lagi penghambat~!

Jangan lupa Favorit bagi kalian yang belum, lalu Follow sekalian!