Helllo semuanya saya kembali lagi dengan chapter selanjutnya dan sudah cukup lama saya tak upload normal karena yah gak usah diberi tau pasti sudah tau sendiri cuman saya selaku author memberi tau bahwa cerita fic yang dibuat masih status Continue yang gak menentu dan bukan abandoned atau ditinggalkan begitu saja, jadi mohon maaf jika kecewa yang sangat mendalam karena saya sendiri juga kecewa dengan suasana yang saat ini masih menengah antara writter block atau malas apalagi, itu sangat membahayakan sekali buat pembaca dan untuk info seperti biasa Dxd belum ada kabar S5 jadi, entah sampai kapan itu cuma bagi yang penasaran silahkan baca LN di situs kesayangan anda dan bagi penikmat anime wkwkwk yh suen.
P.s : sedikit info, sebuah blog yang menyediakan situs baca LN Dxd yang berada di bakatsuki resmi pensiun, jadi statusnya masih diambang antara abandonded atau lanjut bagi orang yang berminat saja, tapi berharap jangan dihapus saja
.
...
.
- Kastil Astaroth
Seharusnya sekarang adalah hari Rating Game yang saat ini sedang berlangsung antara Rias Gremory dengan Diodora Astaroth yang berlangsung di wilayah milik salah satu Maou besar yaitu Beelzebub cuman sepertinya jelas dalam Rating Game ini langsung bermasalah saat dimulai.
Mulai dari pemilihan tempat yang terkesan tak netral dan di wilayah Astaroth, ditambah waktu Rating Game yang seharusnya seminggu lagi malah langsung dipercepat jadi hari dan dari situ sudah jelas menjadi keanehan tersendiri, ditambah Rating Game sebelumnya yang dimainkan oleh Astaroth memiliki banyak kejanggalan.
Tapi pihak Maou ataupun para orang-orang yang berkuasa tak bisa membuat kesimpulan jelas tanpa adanya bukti malah akan menimbulkan pencemaran nama baik jadi, mereka membiarkan kasus itu mengalir seperti air meski kerugian karena kehilangan keturunan asli Iblis Tingkat Tinggi.
Dan saat Rating Game berlangsung akhirnya dugaan dan kejanggalan itu berubah menjadi nyata karena saat dimulai Peerage Gremory yang akhirnya terkurung dengan sihir ruang yang sangat kuat dan munculnya banyak para penyihir untuk menyerang mereka, yang sudah jelas bahwa Diodora Astaroth berkhianat dengan bekerja sama terhadap Grup teroris Khaos Brigade.
Tapi, sepertinya tujuan Astaroth bekerja sama bukan karena sekedar ingin menghancurkan semua keturunan asli Iblis juga melainkan sebuah tujuan pribadi yaitu mengambil Peerage milik Gremory yang memiliki Sacred Gear (Twilight Healling) yaitu Asia Argento.
Sewaktu penyerangan besar-besaran berlangsung disaat yang sama akhirnya Asia jatuh ke tangan Diodora Astaroth dan membawa gadis kecil itu ke dalam Istanannya, tentu saja Rias mustahil membiarkan itu namun situasinya yang kurang menguntungkan dimana harus menghadapi para penyihir jahat ini dan Peerage Astaroth sendiri sangat kesusahan.
Tapi, beruntung karena bala bantuan tak lama langsung datang disaat Peerage Gremory mengatasi Peerage Astaroth yaitu Issei dengan Raynare dan Kalawarner disisi Malaikat Jatuh, Irina disisi Malaikat, lalu Pak Tua Dewa Odin dari Utara bersama dengan Penjaga setianya seorang Varklyie Rossweise dan tak lama disusul Azazel bersama Raja Naga Tannin yang mengatasi penyihir jahat ini.
Dan semuanya kebagian peran masing-masing, setelah semua Peerage Astaroth dibereskan kini Kelompok Gremory beserta Issei langsung melesat ke arah kasti, sempat ada sedikit halangan oleh Freed Selzan mantan Pendeta sinting yang berubah menjadi monster namun semua itu dapat mudah diatasi oleh Yumi dengan (Exalibur Fragment) miliknya.
Tak lama mereka akhirnya bertemu dengan Diodora Astaroth dengan wajah angkuhnya sedang duduk di kursinya dan terlihat eksprsei aslinya sangat jelas sekali berbeda dengan topeng yang sering digunakan. Dan di atas kursinya itu terdapat Asia yang tak sadarkan diri terikat oleh sesuatu yang kuat.
"Selamat datang, dan selamat sudah memenangkan Game membosankan ini"
"Diodora Astaroth apa maksud semuanya ini?!" Rias terlihat marah sekali meski tau ini adalah sebuah pengkhianatan tapi, tak mengira bahwa calon penerus Maou selanjutnya malah menjadi seperti ini.
"Tak perlu dijelaskan, seharusnya kau sudah menangkap semuanya yang terjadi" balas Diodora yang terlihat senang sekali dengan tujuan pribadinya yang sebentar lagi terwujud.
"Jadi, kau yang juga menghabisi pewaris keturunan?" Rias tau ada sedikit janggal dengan Rating Game yang dilakukan Diodora Astaroth sebelumnya "dan kau bekerja sama dengan Khaos Brigade, untuk apa tujuanmu?"
"Sudah jelas bukan, puncak tertinggi yang berada di Dunia bawah menjadi seorang Maou" jawab Diodora mengacungkan jarinya "tapi, sepertinya ini sedikit gagal jadi seharusnya rencana berubah lagi dan itu tergantung yang lainnya juga"
"Berubah rencana?" Rias mengangkat sebelah alisnya.
"Seharusnya dengan bantuan ini dan cukup mudah menghabisi kalian semua lalu Asia Argento akan jadi bagian dariku" jawab Diodora yang matanya terbuka dan tak ada senyum palsu di wajahnya "namun kali ini berubah dengan membuat kalian terkurung di sini dan akan memancing Ikan Besar datang ke sini"
"Onii-sama" Rias mengguman dan tau arah rencana ini ke mana jika berhubungan dengan Khaos Brigade yaitu menghabisi kakaknya yang mana itu akan menjaga keseimbangan perjanjian damai dari tiga kubu.
"Jika itu rencanamu, tidak bisakah kau lepas Asia sekarang?" Ucap Xenovia yang tak ingin maju sebelum perintah, biasanya sifatnya yang bar-bar ini akan menebas siapapun itu dengan Durandal.
Diodora tertawa "hahahaha, dasar bodoh tentu saja nona Asia juga masuk ke dalamnya"
"Dia itu milik Gremory dan kau tak bisa seenaknya seperti itu!" Balas Rias menghentakkan kakinya.
"Oh benarkah? Aku padahal sudah meminta baik-baik waktu itu tapi, kalian malah menolak permintaanku jadi cara paksa adalah jalan keluarnya" Ucap Diodora yang menatap seperti glare tajam.
"Lalu kenapa kau ingin memiliki Asia?" Akeno bertanya dan dia belum ada perintah untuk menyerang.
"Dia adalah gadis suci, baik, sangat polos, dan benar-benar menyejukkan hati ketika saat dia bicara padamu" Jawab Diodora yang melihat ke arah gadis pirang itu.
"Jadi, bisa dikatakan semua yang kau lakukan saat bertemu pertama kali itu adalah sengaja dan semua rencana yang kau buat?" Issei kali ini bicara meski sudah tau ceritanya dari berbagai sisi tapi, dia ingin tau langsung dari tersangka utamanya.
"Tepat, saat itu Asia Argento sangat sulit didekati bahkan sangat dijaga ketat oleh pihak Gereja jadi aku menggunakan cara itu agar dia diusir dari sana" jawab Diodora tersenyum yang menunjukan sebuah kepuasan dan tak punya malu atas kejahatan yang dia buat sendiri "tapi, sialan Gremory malah merusaknya disaat aku hampir berhasil mendapatkannya!"
Semuanya sudah jelas Diodora Astaroth memang sengaja menjebak Asia agar dibenci lalu setelah itu dia secara diam-diam bekerja sama dengan para Malaikat Jatuh untuk mengambil Sacred Gear miliknya dan setelah itu , Diodora berpura-pura sebagai pahlawan lalu membuat tipu daya terhadap Asia dengan kata-kata palsu itu lalu menjadikan miliknya sendiri.
'Bajingan ini' Issei mengepal tangannya berusaha menahan marah untuk tak segera menonjok orang ini yang sepantasnya mati.
"Itu menjelaskan kenapa Peerage milik Astaroth adalah orang-orang yang direnkarnasi dan semuanya adalah seorang mantan Biarawati" ucap Yumi.
"Bagaimana kau bisa tau itu?" tanya Xenovia yang berasal dari Gereja tak tau apapun soal ini.
"Dari pakaian mereka, dan ekspresi wajah mereka seolah sudah terkena racun apa ya..." Yumi yang bingung mencari kata-kata yang pas.
"MindBreak?" Issei menjawab
Yumi mengangguk "iya itu, wajah mereka seperti tanpa cahaya, tatapan kosong seolah tak hidup jadi, bisa dibilang Bajingan ini..." dia sangat marah dan menatap tajam ke depan.
"Si mesum gila" ucap Koneko datar tapi dia sedang menahan amarahnya.
"Yah kalian semuanya benar sekali" Diodora tersenyum bahagia "dan kau bisa membayangkan ekspresi wajahnya yang polos itu dan akan sangat mengasyikan sekali melihatnya menangis penuh putus asa, disaat tak ada seorang pun yang mau menolongnya" dia menjilati ujung mulutnya dengan ekspresi mesum yang mirip seperti tukang cabul.
!
*Duaerrrrrrr!
Sebuah ledakan Api Biru yang berkobar langsung menghantam Diodora Astaroth yang tengah duduk di sana, dan semua orang menoleh ke belakang dan tau siapa penyebab dari serangan dadakan itu yang tak lain berasal dari Hakuryuukou ini.
"Cukup bicaranya, kita langsung habisi saja orang ini" ucap Issei yang terkesan dingin dan menahan marah dibalik armor itu sambil membuat bola Api Biru lagi di telapak tangan kanannya dan langsung menembakannya.
"Tapi..." Rias ingin menolak atau membantah tapi, dia tak tau alasan apa yang tepat untuk menahan Issei dan juga setelah pengkhianatan ini maka tak ada pilihan lain untuk membiarkan Diodora Astaroth kabur.
"Kalau kau masih ragu, biarkan aku saja" Issei berjalan menghampiri Astaroth yang berada di balik kobaran api dan biar di urus saja orang ini.
Issei berjalan maju namun seketika pijakan dia langsung bercahaya dan dia melihat sebuah rumus aneh dan aksara sihir yang berbeda dari milik Rias tepat di bawahnya dan tak lama cahaya itu berubah menjadi sebuah pilar ledakan yang besar.
*Boommmmmm!
"Sialan kau manusia rendahan, dengan mentang-mentang kau memiliki Kaisar Naga Putih bisa seenaknya begitu" Diodora mengusap mulutnya dan cukup terkejut dengan serangan tiba-tiba dan mantel besarnya itu langsung terbakar habis "Kau seharusnya sadar diri! dengan siapa yang kau bicara! aku ini Diodora Astaroth pewaris selanjutnya Maou Beelzebub! dan kau akan hancur di sini!"
(Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide!)
Suara Albion teringiang jelas sekali di dalam Armor putih itu dan serangan jebakan yang dilancarkan Diodora Astaroth langsung dihisap tanpa sisa seperti sebuah lubang hitam yang menyerap apapun jika sudah masuk dalam jangkauan.
"Aku tak peduli siapa kau itu, tapi..." balas Issei yang mengarahkan tangan kirinya ke depan dan kedua sayapnya langsung bercahaya terang sekali "sangat disayangkan sekali aku tak peduli dengan itu, karena melihat wajahmu saja sudah cukup alasanku untuk menghajarmu"
"Kau bajingan!" Diodora berteriak sangat marah karena terdengar sebuah penghinaan yang sangat merendahkan.
Diodora menembakan partikel bola kecil dari lingkaran sihir di kedua telapak tangannya, tapi Issei hanya diam tak bergeming malahan membuat serangan balasan.
(Divide Ball Buster!)
Hasil serangan Diodora yang tadi diserap olehnya kini menjadi kekutan yang berkumpul menjadi dua bola berkelip dan menembakan ke depan dan sempat dia membuat kedua bola cahaya itu meledak dan menjadi partikel laser kecil yang memanjang.
Serangan Diodora menjadi sia-sia dan malahan pengkhianat dari Astaroth ini menggunakan Sihir pelindung untuk menahan serangan yang beruntun itu.
*Bruaghhh!
Diodora tak sadar Issei sudah berada di sampingnya dan langsung meninju tepat di bagian perut dan terasa sangat sesak sekali bagi Iblis itu, namun Issei belum selesai lalu menarik lengan tangan Diodora dan menendang wajahnya menggunakan Tumit, dan Sang Hakuryuukou langsung menendang lagi Diodora hingga terpental menghantam tembok pilar kastil.
Issei tak mengira bakal semudah ini memperlakukan orang yang punya ego dan kebanggan diri sangat tinggi, padahal dia sudah mempersiapkan berbagai banyak hal untuk menghadapi Diodora ini namun, yang didapat cuma sekedar buang-buang waktu itu.
"Aku berharap lebih dari ini, namun ini benar-benar sangat menyedihkan sekali" Komentar Issei yang terdengar mengeluh bosan tapi, bagi Diodora itu adalah sebuah penghinaan bahkan wajahnya sangat marah sekali.
"Sialan Kau!"
Issei melesat maju ke depan dengan kedua sayapnya mengeluarkan Api seperti nos dan memusatkan semua tenaganya di tangan kanan dan berniat menghancurkan wajah orang itu cuma seketika tinjunya tadi tertahan oleh sebuah dinding keras yang dibuat oleh Astaroth.
"Hahahaha! Apa kau berfikir bahwa tinju seperti itu dapat menghancurkan dinding yang sudah kau buat" Diodora tertawa seperti orang gila atau lebih tepatnya sedang panik sendiri karena rencananya gagal.
"Tch, kau konyol" Issei menggerang dengan suara besar yang berat.
(Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide!)
Issei menghisap kembali dinding itu dengan kemampuan Divide Divinding milik Hakuryuukou dan tak lama terdengar suara retakan, terlihat Diodora panik setelah pelindung itu tak berguna sekali dari amukan pengguna Longinus Spesial Sang Kaisar Naga Putih ini.
*Bruakkk!
Dinding itu langsung hancur dan Diodora langsung kehilangan keseimbangan namun sebelum itu terjadi wajahnya terkena hantaman tinju keras dari Issei yang langsung menariknya dan menghantam Diodora sekuat tenaga ke tanah hingga membuat retakan besar akibat tinjuan itu.
*Jduarrrr!
"Sudah selesai huh?" Issei melihat Diodora Astaroth yang tergeletak tak sadarkan diri dan setelah mengecek bahwa orang ini pingsan maka tujuan dia sekarang adalah melepaskan gadis lugu itu tapi, sebelum itu dia menoleh ke gadis rambut Crimson itu "dia milikmu sekarang, terserah mau kau apakan dia" lalu berjalan menghampiri Asia.
"Terima kasih" Rias tersenyum dan Issei benar-benar sangat membantu sekali "tapi, bagaimana cara kau melepaskannya? tali itu cukup kuat sekali dengan segel itu?" dia sudah mencobanya dengan berbagai cara tapi sia-sia saja.
"Percayalah aku sudah tau caranya" jawab Issei dengan senyum grin percaya diri dan ini adalah kesempatan dia untuk mencoba beberapa jurus baru yang diciptakan.
Issei menempelkan tangannya ke kepala gadis kecil dan muncul sebuah tanda tatto garis merah yang menyebar ke tubuh gadis itu dan sebuah aksara aneh di bagian perut Asia.
"Mighty Break!"
Terdengar suara retakan yang tak lama sesuatu yang mengikat Asia langsung hancur dan seketika Issei langsung menangkap gadis itu dalam pelukannya dan mengusap rambut pirang itu.
Asia membuka matanya dan mata Hijaunya menangkap laki-laki yang dia sayang sedang dalam Armor Putih itu "I-Ise-san?" suaranya sedikit lemah karena tenaganya belum terkumpul setelah pingsan.
"Yeah, ini aku" Issei tersenyum senang sekali dan melepas (Balance Breaker) ke tempat normal.
Asia bangun sambil memegang kepalanya yang sedang sakit "ugh, apa yang sedang terjadi?" seingat dia Rating Game masih berjalan tapi, kenapa ada Issei di sini.
"Banyak hal yang terjadi, tapi kau tak usah mempedulikan itu" balas Issei yang tak ingin menjawabnya dan biarkan itu jadi rahasia.
Asia tersenyum lalu berdiri dan berjalan beberapa langkah bermaksud untuk berdoa meski status dia seorang Iblis yang mustahil sekali untuk meminta bantuan kepada Tuhan, tapi untuk Duo mantan Gereja ini pengecualian dan berkat bantuan Issei yang memohon kepada para Pemimpin Malaikat Michael.
Dan mereka yang melihat itu membiarkan saja gadis itu berbuat sesuka hatinya.
Asia berlututu dengan menyatukan kedua tangannya untuk berdoa dan mendongakkan kepalanya ke atas.
"Ya Tuhan, jika ini memang takdir diriku untuk menjalani kehidupan seperti ini maka aku dengan senang hati menerimanya"
"Meskipun tubuh ini kotor tapi, aku tetap senantiasa berdoa dan sangat bersyukur kepadaMu karena dengan takdir seperti ini, aku menemukan orang-orang yang sangat sayang dan perhatian kepadaku"
"Dan aku memohon untuk mengizinkan diriku agar tetap selalu bersama dengan orang yang ku sayang"
Terlihat seperti cahaya kuning yang menimpa gadis pirang itu dan semua orang melihatnya hanya membiarkan itu mungkin karena mengira itu adalah cahaya doa dari seorang Biawarati dan jika itupun serangan sudah seharusnya Asia berteriak.
Namun setelah Cahaya tadi itu menghilang kenyataan mengejutkan terjadi bahwa Asia sudah tak ada di sana.
"Eh?"
.
.
.
.
.
- Di Luar Kastil
"Tidak, tidak, memang ini adalah tujuan dari mereka bekerja sama dengan orang-orang yang ada di dalam"
"Sudah jelas itu Sirzech, kebenaran bahwa mereka bekerja sama dan penyebab penerus waris ahli yang tewas saat Rating Game kemarin"
"Tidak, kau tak usah kemari karena banyak kroco saja dan aku yakin anak-anak muda ini bisa mengatasinya"
"Kau boleh muncul, jika mereka muncul dan sekarang kau santai saja"
"Hah, orang-orang dari Maou lama benar-benar merepotkan" ucap Azazel menghela nafas setelah menembakan tangan robot yang sudah dibuat olehnya ke arah seorang Iblis rendah yang mendekat,semenjak lengan aslinya putus saat di pertemuan tiga fraksi.
Dia tak tau apa bagusnya orang-orang dari golongan Maou lama ingin kembali ke peraturan kuno seperti itu dan mengajak kerjasama dengan kelompok teroris Khaos Brigade bahkan sangat tak menyenangkan sekali jika terus berperang tanpa melakukan kelangsungan hidup selanjutnya.
Ras Iblis murni itu seperti Hiu Paus dengan spesies yang langka apalagi jumlah kelahirannya sangat minim sekali atau sangat sukar bagi mereka untuk bisa melahirkan dan membuat sang pewaris keturunan selanjutnya makanya ide kedamaian tiga kubu ini sangat bagus sekali.
Apalagi tujuan dari Ras Iblis sendiri memperbanyak keturunan dan ditambah keturunan campuran atau lebih dikenal dengan orang-orang yang direkrut jadi Iblis dari seseorang yang memiliki Evil Piece.
Dan tak seperti Ras Malaikat Jatuh yang sejatinya harus menunggu atau membiarkan Ras Malaikat menjadi gelap karena Dosa sendiri, meski terhitung sedikit Ras Malaikat Jatuh tak bisa dianggap remeh apalagi saat ini pemimpin mereka sedang membuat Sacred Gear buatan dan meneliti spesies Sacred Gear yang hilang.
Setelah selesai menghubungi Sirzech dia menyadari ada sesuatu yang bakal menyapanya dan tak lama muncul lingkaran sihir yang menampakkan pria paruh baya, dengan kulit pucat pasi, Telinga panjang, rambut gondrong yang diikat, dan kantung mata yang terlihat seperti mengantuk.
"Aku Curusey Asmodeus dan aku di sini untuk membunuhmu" ucap Pria itu memperkenalkan diri.
Azazel tau mereka adalah dari golongan Maou lama yang menentang dan sangat penuh ego tinggi terhadap peraturan Maou sekarang yang akhirnya mengajak kerjasama untuk menggulingkan Maou sekarang dan mengembalikan sistem Iblis semula.
Dan tak salah ini orang adalah Maou juga sebelum akhirnya Falbium yang diangkat jadi pemimpin, dari Empat Besar Maou dari golongan Asmodeus dan seperti Falbium yaitu sama memiliki wajah seseorang yang ingin tidur.
"Astaga, belum apa-apa sudah disambut pernyataan negatif" balas Azazel santai sangat santai sekali "tapi, sepertinya kau orang yang cocok untuk merasakan maha karyaku ini" dia memegang Sacred Gear buatan yang didalamnya sudah terikat sebuah kontrak dengan Raja Naga Emas Fafnir.
"Akan kuhancurkan keberadaan kalian dan perdamaian yang semu ini dengan kekuatan yang diberikan padaku!" Curusey mengepal tangannya dan sebuah simbol lingkaran sihir yang berbeda bukan dari Klan Agrares ataupun Klan Glasya Labolas cuma sebuah Ular Ungu yang melingkar.
'Jadi, ini ulahnya Ophis' Azazel tak asing dengan lingkaran sihir itu dan tau bahwa nama itu adalah Boss dari anggota teroris itu adalah seorang Dewa Naga atau Uroboros Dragon, yang memiliki kekuatan satu strip di bawah Naga Merah Mutlak dan dia tak aneh jika Ophis membantu memberikan beberapa kekuatannya karena dia seperti tak terbatas.
Sebelum Azazel berubah tak lama muncul lingkaran sihir teleportasi lambang Gremory dan dia tau siapa ini, yang tak lama muncul pria dengan pakaian gagah dan rambut merah Crimson yang tak lain Maou Lucifer Sirzech dan wajahnya terlihat tak begitu bersahabat sekali, sehingga Azazel sedikit bergidik.
"Curusey..." Sirzech menatap orang-orang yang berkhianat ini dan mengabaikan Gubernur Malaikat Jatuh ini.
"Sirzech!" Curusey berteriak dan keliatan sangat marah sekali "kau! dan keberadaan Maou palsu lainnya meredahkan semua keturunan Iblis yang sangat hebat ini, dengan bekerja sama dengan Gagak rendahan dan Merpati yang hina itu!"
"Curusey, sebagai seorang Maou akan lebih bagus mementingkan keberadaan Rasnya daripada harus meninggikan Ego masing-masing" balas Sirzech tenang bahkan ucapan seperti itu tak membuatnya terpancing emosi "dan kau harusnya sadar akan kelangsungan hidup para Iblis yang akan mendatang"
"Kau itu bukan Maou, melainkan seorang Maou palsu! tak ada seorang Maou yang lembek seperti kau!" Curusey membentak.
Sirzech menghela nafas dan sepertinya negosiasi berakhir buruk dan tak ada pilihan lagi "sebagai seorang Maou aku harus menghukum kalian yang berkhianat dan sudah sejatinya menghapuskan keberadaan orang-orang jahat dari muka bumi ini"
Sirzech membuat bola orb Hitam di telapak tangannya dan tak lama sebuah kurungan bulat kuat mengurung Curusey yang mustahil bisa keluar karena perbadingan kekuatan mereka sangat jauh meski Curusey sudah dihadiahi kekuatan tak terbatas dari Dewa Naga Ophis.
Dan tak lama tubuh Curusey melepuh dan menjadi debu seperti Api yang memakan sebuah kertas dan tak lama orang itu menghujat lagi meski, dia kalah dan kekuatan Sirzech memang benar-benar luar biasa.
"Sialan!, apa ini!? sebagai seorang Maou hebat aku kenapa kalah dari Maou palsu yang ada di sana?!"
"KENAPA!"
keberadaan Curusey langsung hilang di dunia ini seperti Pasir berkat kekuatan Power Destruction Anihilation milik Sirzech yang tak kenal ampun.
'Astaga, orang ini' Azazel cuma bisa geleng-geleng heran.
"Aku juga sudah menghilangkan kekuatan Ular yang ada di dalamnya juga" ucap Sirzech dan sedikit cemas dengan keselamatan adiknya.
"A-ah oke"
Tapi, semoga saja calon adik ipar tetap melindunginya dan urusan yang lain akan dibereskan di sini.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Di Dalam Kastil
Sepertinya semuanya bakal mengira ini sebebtar lagi akan berakhir mengingat semua masalah sudah selesai, Diodora yang dihajar habis-habisan, Asia yang kembali, dan Rating Game yang batal lalu sisanya tinggal orang-orang yang ada di luar sana untuk mengurus beberapa para penyihir dan Iblis dari Khaos Brigade.
Namun setelah itu Asia seperti biasa melakukan yang biasa dilakukannya semasa di Gereja yaitu Berdoa namun saat itu terdapat sebuah cahaya yang menimpa gadis pirang itu, banyak yang tak menggubris karena mungkin itu adalah sebuah hal biasa untuk seseorang yang pernah dididik di Gereja.
Setelah cahaya itu hilang semuanya terkejut dan mendapati gadis itu juga hilang di tempatnya berdiri.
"Tunggu, ini..." Issei ingin mencari penjelasan tapi terlihat wajah orang-orang yang ada di sini kebingungan sendiri 'dan apa yang terjadi sekarang dan bagaimana dengan Asia?'
"Oh, sungguh itu sangat menganggu"
Suara yang terdengar seperti orang yang berada di pangkat tinggi dengan merendahkan orang yang ada di sekitarnya, dan semuanya ke atas sumber suara baru dan mendapati seseorang yang berdiri di pilar tembok pintu masuk Kastil.
Seorang pria yang memiliki umur sepantaran Sirzech meskipun umur Iblis ratusan tahun tapi jelas bahwa mereka sama, dengan rambut coklat gondrong, dengan poni panjang menutup sebelah kanan mata, dan mantel panjang berbulu, pakaian gagah seperti seorang pemimpin.
"Kau..." Rias sedikit tak asing dengan wajah orang ini.
"Seorang Maou hebat dan terkuat Shalba Beelzebub" pria itu dengan tegas meski suaranya seperti menyombongkan diri.
Rias ingat sekarang dan dia bertanya dengan glare "apa kau juga yang membantu Diodora waktu Rating Game kemarin?"
"Aku cuma membasmi orang-orang yang mengaku-ngaku jadi Maou saja" balas Shalba tak peduli.
Diodora bangun ketika dengan wajah bonyok dan lari tergesa-gesa ke arah orang itu "ohhhhhhh akhirnya kau datang juga, hehehehe! tolong aku dan habisi mereka ini terutama Naga, sialan itu yang su-guahhhhh!"
*Blszzzttttt!
Sebuah ledakan besar yang menimpa Diodora Astaroth dan setelah itu kebaradaan dia di dunia ini lenyap seketika bersama dengan ledakan tadi, dan semua itu berkat Shalba yang memiliki kekuatan mengerikan dan mampu melenyapkan calon penerus Beelzebub nanti.
"Aku tak sudi, dipanggil oleh orang yang mengaku sebagai Maou seperti kau!" ucap Shalba yang memandang rendah dan sangat menjijikan bagi orang-orang yang tak sopan padanya
"Di mana Asia?" Rias bertanya dan tak begitu mempedulikan keberadaan Astaroth.
"Oh soal gadis tadi? aku menghilangkannya" jawab Shalba sangat enteng dan tak sadar ada seseorang yang sudah menahan jengkel dari tadi.
"Kau membunuhnya?" Issei mendelik tajam seperti seorang yang ingin membunuh dari nada suaranya terdengar berbeda sekali bahkan Rias di sampingnya kaget mendengar reaksi bicara pacarnya itu.
"Tidak, lebih tepatnya aku memindahkannya ke celah dimensi" jawab Shalba menatap ke bawah "dan bisa juga kalian membawanya tapi, sepertinya itu butuh waktu dan kekuatan yang banyak untuk bisa membawanya kembali" dan tak mendengar gerungan besar yang seperti hewan buas
*Grrrrr!
Rias sangat shock berat dan tau bahwa tempat itu adalah sebuah ruang hampa kosong yang bagi siapapun ke sana dan tak memiliki banyak kekuatan maka mustahil bisa kembali bahkan yang terjebak di sana hanya kepurusaasaan sampai mati menjemput.
"Kau!" Rias sangat marah sekali bahkan mengeluarkan Power Of Deatruction tingkat tinggi dan bersiap memusnahkan Maou ini.
Tapi, Issei menahan itu dan berjalan ke depan dengan ekspresi senyap tanpa bicara dan tentu itu mengejutkan Rias selain disatu sisi dia bingung karena Issei tak merespon sama sekali panggilannya.
"Ise?!"
Issei tak menggubris dan tetap berjalan ke arah Shalba dengan mata gelap yang tertutup rambut dan seperti ingin meledakan sesuatu yang ada di dalam tubuhnya.
[Boost!]
(Divide!)
Kedua Sacred Gear Dua Kaisar Naga Surgawi ini aktif secara bersamaan disaat tingkah Issei yang sedikit aneh, untuk Hakuryuukou sendiri hal itu sudah diketahui dan dimaklumi oleh banyak oranh karena Issei pemilik Longinus itu tapi untuk Sekiryuutei sendiri keberadaannya masih dirahasiakan, dan kini Issei mengeluarkan keduanya secara bersamaan, tapi bagi orang-orang di sekitarnya belum ada yang tersadar sama sekali.
Issei berjalan terhuyung-huyung tanpa suara, sementara itu Draig dan Albion mengerang karena sudah memiliki hawa tak enak ketika pemiliknya itu bertingkah berbeda dan berusaha menghentikannya.
[Issei, santai sebentar jangan terpancing emosi dan tenanglah sambil kita cara lain]
(Jangan gunakan itu, tubuhmu takkan sanggup menahannya apalagi secara bersamaan seperti ini!)
Issei tak menggubris dan tetap berjalan dan akhirnya kedua Naga itu menyerah dan membiarkan pemiliknya seperti itu lalu akhirnya Draig bicara yang ditunjukkan kepada Shalba.
[Hoi, Kau Iblis menyedihkan yang ada di sana!]
(Lucu sekali, orang rendah seperti kau menentang kepada kita)
[Lebih baik kembalikan gadis itu, atau kau akan menyesalinya]
(Karena pada dasarnya..)
[(Kau berurusan dengan orang yang salah)]
Dan mata Issei terlihat sangat marah dengan bagian kanan warna hijau dan kiri menjadi kuning.
*Boommmmm!
Tubuh Issei langsung meledakkan aura sangat kuat sekali bahkan orang-orang yang ada di sana terkena dampak ledakan aura sebesar itu, bahkan dilihat tubuh Issei perlahan membesar dengan dilapisi warna api Crimson dan Biru, beberapa butir Orb kecil hijau dan kuning di sekitarnya.
Bahkan terlihat Shalba berkeringat merasakan aura ledakan sangat kuat sekali dan menekan keras ke tubuh mantan Maou dulu itu, apalagi dia merasakan aura kemarahan yang mendalam dari bocah itu yang berasal dari seekor Naga yang mengamuk.
"Ise?..." Rias sangat cemas sekali bahkan khawatir dengan pacarnya ini yang tiba meledak dan menebarkan aura kemarahan yang membuat kedua kakinya sedikit bergidik ketakutan.
"Apa-apaan aura ini?" Yumi baru melihat hal sangat kuat seperti ini bahkan tak tau Issei-kun memiliki hal yang sangat kuat sekali dari Power Of Destruction dari Buchou.
Tubuh Issei diselimuti kedua armor Crimson dan Biru yang gelap sedang dalam masa perubahan, aura yang meledak-ledak tanpa henti, muncul sepasang empat sayap di punggunggnya, tubuhnya bertambah besar dan tinggi, kedua matanya menyilaukan cahaya tinggi, dan bagi yang tidak tau ini adalah tehknik terlarang bagi para pengguna Sekiryuutei dan Hakuryuukou.
Tapi, Issei meski diperingati takkan mendengar karena Emosi dan merasa diri paling tinggi adalah hal alami dari seekor Naga yang darahnya sudah menyatu dengan penggunanya dan terdengar suara gerungan yang tinggi seperti monster.
[(Aku Yang Sudah Terbangun)]
[Aku Adalah Naga Merah Surgawi Yang Mengambil Prinsip Dominasi Dari Dewa]
(Aku Adalah Naga Putih Surgawi Yang Mengambil Prinsip Keagungan Dari Dewa)
[Aku Tertawa Pada Ketidakbatasan dan Aku Berduka Pada Di Atas Sebuah Mimpi]
(Aku Iri Pada Ketidakbatasan Dan Aku Mengejar Pada Sebuah Mimpi)
[Aku Akan Menjadi Naga Merah Penuh Dominasi]
(Aku Akan Menjadi Naga Putih Penuh Keagungan)
[Aku Akan Membenamkan Kau Ke Dalam Lautan Api Merah Penyucian]
(Aku Akan Mengambil Batasan Kau Ke Dalam Surga Putih Penyucian)
[(JUGGERNAUT DRIVE!)]
*Duarrrrr!
Ledakan besar yang meledak begitu tinggi hingga membuat seluruh atas bagian Kastil rata dan hanya menyisakkan langit hijau, bahkan semua orang yang ada di sana terpental dari ledakan gila itu lalu kepulan asap yang mengelilingi Issei yang akhirnya menghilang dan menunjukan berbeda sekali.
Issei dibalut Armor yang berbeda dari sebelumnya bahkan sangat jauh sekali dengan mode Balance Breaker sebelumnya yang normal, tapi kali ini modenya beda bahkan terasa penuh tekanan dan sangat menakutkan.
Armor dengan dua warna, di sisi kiri warna Crimson lalu sisi satunya warna Putih, memiliki Tinggi 4-7 meter, kedua tangan seperti Cakar dan bagian jarinya mirip Kuku yang memanjang, kedua kakinya bukan berdiri normal malah sedikit menekuk, bahkan itu bukan mirip seperti sebuah Armor melainkan sisik yang menyatu dengan kulit, bagian kepalanya yang memanjang ke depan, ini lebih mirip Dua wajah dalam satu tubuh.
[(Ruarghhhhhhhh!)]
Issei masuk dalam mode Juggernaut Drive yang sangat berbahaya sekali karena diperlukan kekuatan banyak sekelas Maou agar tak ada resiko atau kehilangan nyawa, tapi karena sedang marah rasanya mustahil bisa diredam apalagi darah Naga yang sudah menyatu menjadi sulit.
"Wujud seperti apa itu?" Yumi merasakan tertekan sedangkan Koneko di sampingnya seperti mencoba untuk menahan rasa takutnya apalagi Senjutsu cukup kuat dalam perasaan seseorang.
"Naga" ucap Xenovia yang cemas juga ingin menolong tapi, entah kenapa kakinya tertahan.
Rias disatu sisi sebenarnya ingin menolong meski resikonya besar tapi, Akeno benar-benar menahannya agar tak maju ke sana padahal dia tau kondisi Issei yang sedang dalam amukan yang tak terkontrol.
"Rias, kita menjauh lebih dulu dari sini sekarang" ucap Akeno membawa temannya itu menjauh karena jika tetap di sini maka semuanya akan terkena juga.
"Baiklah" Rias menurut saja dan bersama Peerage miliknya dia pergi.
Shalba juga merasakan bahaya jika dibiarkan terus seperti ini "ini benar-benar gila, bahkan sangat mirip seperti Naga sungguhan" dia berniat menyerang lebih dahulu agar perubahan itu menjadi sempurna.
Tapi, sebelum sempat menyerang Issei yang sudah berubah itu langsung menyemburkan Bola Api raksasa dari mulutnya sehingga Shalba terlihat shock dengan serangan kejutan itu.
*Booommmmmm!
.
.
.
.
.
- Celah Dimensi
Di suatu tempat bukan di dari Dunia bawah atau Dunia atas terdapat sebuah Dunia yang bisa dikatakan sebuah Dunia atau tempat siapapun yang menetap karena Dunia ini cuma kosong saja, terasa hampa, dan sesak nafas karena mustahil ada yang hidup, meskipun ada yang hidup maka beberapa jam saja akan langsung mati.
Orang-orang mengenalnya dengan Celah Dimensi, sebuah ruang jalan atau kosong antara Dunia atas dan Dunia bawah, bahkan siapapun yang masuk ke sini maka mustahil keluar dan akan melayang-layang di dalam sana selamanya.
Namun rupanya ada sekolompok orang-orang gila yang sekarang sedang berada di Celah Dimensi ini, entah apa yang mereka cari padahal di Dunia ini tak ada apa-apa kecuali mahkluk itu.
Sebut saja kelompok Viola, sebuah kelompok yang membingungkan antara kelompok musuh atau kelompok bersahabat, karena saat insiden Perjanjian Damai Tiga Fraksi mereka secara terang-terangan bekerja sama dengan kelompok Teroris Khaos Brigade
Jika disebut Sahabat juga kelompok ini adalah orang-orang suruhan Gubernur Malaikat Jatuh Azazel dan entah apa yang terjadi atau sebuah kesepakatan di antara mereka.
Sekarang mereka secara gila memasuki Celah Dimensi, dan tentu saja mereka sudah mempersiapkan segala resiko itu dan sudah tau bagaimana caranya bisa keluar lagi dari dunia hampa itu.
Tentu saja kelompok itu terdiri dari empat orang, Viola, Si Kera Bitou, Arthur Pendragon, dan bahkan Kuroka juga ada di sana meski status kriminalnya sudah dicabut tapi tetap saja Kuroka ikut ke kelompok lamanya, tapi bagi Issei rasanya sulit membuat Kuroka untuk berhenti dari kebiasaan lamanya.
"Hahh, benar-benar senyap sekali Nya!" Kuroka menguap penuh kebosanan dan tak menemukan sesuatu yang menarik.
"Aku sudah menyuruhmu untuk ikut dan akan jadi membosankan" balas Viola jutek membuat Nekomata itu menjulurkan lidahnya karena gadis berambut perak ini orangnya jutek.
"Apa kau yakin dia itu ada di sini?" Bikou bertanya sambil melihat sekitar.
"Sangat jelas jika Dia ada di sini" jawab Viola sebagai maniak bertarung, rasa haus darahnya akan lawan yang kuat membuatnya ingin dihadapi khususnya Hyoudou Issei saat pertarungan mereka berakhir seri.
"Tapi, sudah dua jam kita berada di sini dan tak menemukan apapun" ucap Arthur yang tetap menjaga keseimbangan ruang kecil yang dibuat olehnya agar senantiasa melewati Celah Dimensi ini.
"Tidak, tetap-?" Viola belum selesai bicara namun dia merasakan kekuatan luar biasa dan sangat kuat di luar Celah Dimensi ini bahkan sangat familiar sekali karena dia juga pemilik Sacred Gear murni dari seekor Naga.
"Juggernaut Drive"
Sang partner bicara dan dia bisa menebak siapa yang mengaktifkan tehknik berbahaya ini, bahkan dia cukup kewalahan saat pernah menggunakannya juga dan cuma satu orang yang bisa melakukannya.
'Hyoudou Issei'
Viola berbalik "Arthur, kita batalkan mencari dan kembali ke Dunia bawah sekarang!"
Arthur terlihat terkejut "kau yakin? kita sudah sejauh ini tau?" tapi tak lama dia merasakan sesuatu yang sama dirasakan oleh Viola "begitu rupanya"
Viola menggeleng "tidak, kembali saja"
"Mengerti"
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Wilayah Kosong Astaroth
*Booommmmm!
Setelah terdengar ledakan yang sangat besar sekali dari arah Kastil Astaroth yang sudah sepenuhnya hancur berkat serangan yang sangat kuat sekali dari Issei yang sudah berubah dalam mode bentuk berbahaya dari Pemilik Dua Sacred Gear Kaisar Naga Surgawi ini yaitu Juggernaut Drive.
Bahkan jika menggunakan Juggernaut Drive bagi siapapun itu yang tubuhnya tak kuat atau tak memiliki banyak kekuatan maka sangat kemungkinan nyawa menghilang apalagi tehknik ini cukup riskan seperti membuat tubuh si pengguna menjadi Naga seutuhnya bahkan banyak yang melarang tehknik ini.
Tapi, sekarang Issei malah memaksakan dengan mengaktifkan tehknik itu untuk keduanya yang mana pasti akan langsung mati apalagi tubuh Issei adalah manusia yang rentan terhadap apapun, bahkan jika itu direnkarnasi jadi Iblis sekalipun akan percuma karena masih jadi Iblis tingkat rendah.
Dan sekarang setelah mengaktifkan Juggernaut Drive berkat ulah Shalba yang menghilangkan Asia ke Celah Dimensi membuat Issei langsung kehilangan kendali dan kewarasan untuk tetap tenang apalagi sifat Naga itu murni penuh dengan kemarahan yang kuat jika sesuatu buruk terjadi padanya.
Kini Shalba dan Issei bermain-main kejaran di langit yang mana mantan Maou lama ini terus membombardir Sang Kaisar Naga ini dengan butiran-butiran panah cahaya kecil yang sangat tak berguna sekali bahkan kepada tubuh Issei yang mengeras.
'Sialan, aku tak tau bakal jadi begini' Shalba mengumpat kesal dan tak mengira perhitungannya bisa salah sekarang padahal tugas dia hanya menghabisi Adik dari Maou Palsu itu tapi tak mengira bakal ada Hakuryuukou di sana yang bakal mengacau di sini.
Apalagi Shalba sudah ditargetkan untuk seseorang yang harus dimusnahkan jadi oleh Issei, secara terpaksa harus melayani tantangan dari Naga yang mengamuk.
"Kau fikir dirimu siapa hah?!" teriak Shalba yang masih mementingkan egonya daripada keselamatan karena dasarnya orang-orang dari Maou lama memang seperti ini.
*Rarggghhhhhh!
Issei meraung sangat kencang meski tak bicara tapi itu adalah sebuah tanggapan amarah yang diarahkan ke Shalba Beelzebub ini.
Issei melesat lebih cepat bahkan lebih cepat dari sebelumnya membuat Shalba sangat shock tapi, sebelum dia bereaksi tubuhnya sudah tergenggam erat oleh cakar kuat dari Hakuryuukou itu dan langsung menghantamnya ke bawah.
Terdengar dentuman yang begitu keras tapi, Issei belum selesai dan langsung menyeret Shalba ke tanah dan langsung melemparkannya ke sebuah bangunan kosong dengan sangat kencang.
Shalba bangun lagi dan tubuhnya tentu saja sakit "guh, kau benar-benar sangat tak tau diri!" dia sangat marah dan menembakan laser sihir panjang.
Sebelum mengenai Issei lebih dulu, mulut Naga itu terbuka menembakan laser besar yang lebih kuat dari dua kekuatan yang berbeda dan tentu saja Shalba langsung terkena serangan itu dan langsung terhempas jauh.
Shalba bangun tapi Naga Issei sudah ada di sampingnya sebelum menyerang, sebuah kaki besar langsung menimpa Maou lama dan menahannya di tanah, lalu Issei langsung mengoyak tangan kanan Shalba menggunakan mulut bergigi tajam dan langsung putus.
"Arghhhhh!?" teriak Shalba penuh kesakitan dan dia sadar bahwa posisinya belum aman, bahkan dia melihat Issei bersiap menginjaknya lagi tapi beruntung dia cukup cekatan untuk menghindar jauh.
*Rarghhhhhh!
"Benar-benar seperti monster sekali" Shalba memegang salah satu tangannya yang sudah terlepas itu dan sepertinya dia tak punya pilihan lain untuk menggunakan itu agar bisa menghentikannya "akan aku tunjukan padamu kekuatan Ophis yang diberikan padaku!"
Sebuah lingkaran sihir yang sama yaitu Ular melingkar yang jelas dimiliki oleh Ophis Dewa Naga yang memiliki kekuatan tak terbatas.
Lingkaran sihir besar berada di bawah Issei yang menyala hingga muncul beberapa sihir berbentuk Ular kecil yang memanjang dan mengurung Issei yang ada di sana dan muncul lagi satu kepala Ular besar yang langsung melahap ke arah Hakuryuukou itu.
"Hahahahaha! Kau lihat, ini adalah kekuatan yang hebat diberikan Ophis kepadaku!" Shalba tertawa puas bahkan ini sangat luar biasa kekuatan yang diberikan oleh Uroboros Dragon "dan kau harusnya sadar tempat, dan berlututlah!"
(Divide!) (Divide!) (Divide!) (Divide!) (Divide!) (Divide!)
Dan tentu saja kekuatan seperti itu tak berarti bagi apa-apa untuk Issei yang berubah bentuk dalam Dua Juggernaut Drive langsung dan itu bukan tandingan Shalba bahkan meski diberi kekuatan Ophis, kekuatan Hakuryuukou sangat kuat makanya tehknik ini sangat bahaya dan cuma Maou Lucifer yang serius bisa menandinginya.
Tehknik Shalba langsung terhisap begitu saja seperti Black Hole ke dalam sayap biru itu, sekumpulan cahaya orb hijau kecil berputar mengelilingi Issei dan itu cukup membuat Shalba penuh kejengkelan dan frustasi.
"SIALAN KAU HAKURYUUKOU!" teriak Shalba sangat marah.
(Divide!) (Divide!) (Divide!) (Divide!) (Divide!) (Divide!)
[Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!] [Boost!]
Sayap Issei menghisap semua tenaga dan sihir yang ada di sekitar sini dan sebuah cahaya besar berbentuk segitiga yang terkumpul di bagia dada armor itu dan semakin membesar karena terus terkumpul dari semua energi yang ada di sekitar sini apalagi dengan bantuan Booster dari Sekiryuutei menambah daya kekuatan yang sangat gila sekali.
Shalba tau dia dalam posisi bahaya dan rencana kali benar-benar gagal total jadi, dia tak punya pilihan lain hanya segera kabur dari sini namun, sepertinya Issei tak membiarkan itu terjadi.
[(TRIANGLE LONGINUS SMASHER!)]
Sebuah ledakan cahaya yang menembakan laser besar panjang dengan kekuatan penuh menuju ke depan menghancurkan apapun yang dilewatinya dan Shalba yang tak bisa terkena itu akhirnya langsung lenyap tak tersisa namun, sebelum itu di sempat mengumpat.
"DASAR SAMPAH!"
Dan ledakan yang sangat besar sekali sehingga membuat getaran kencang dan efek hembusan angin yang terkontrol hingga akhirnya Shalba tak terlihat lagi dan menyisakan Issei yang masih terus meledak-ledak dan berubah gila sekali.
.
.
.
.
.
- Kastil Yang Hancur
Setelah Shalba lenyap dengan sekali serang berkat mode Juggernaut Drive Issei, kini statusnya sekarang masih dalam keadaan tak sadarkan diri dan mengamuk tanpa terkontrol bahkan terus menembakan bola api ke sembarangan arah sambil sesekali meraung kencang.
Dan tentu saja aura yang meledak-ledak dan tak terkontrol itu cukup menakutkan bagi siapa saja yang berani mendekat, namun jika dibiarkan seperti itu terus yang ada nyawa Issei terancam akibat efek tehknik berbahaya itu.
Sementara itu Rias dan yang lainnya bersembunyi dibalik Kastil Astaroth yang sudah hancur dengan perasaan cemas dan gelisah terhadap Hakuryuukou itu bahkan disatu sisi juga mereka khawatir terhadap Asia yang dilempar ke Lubang Dimensi oleh Shalba.
Yumi yang biasanya selalu bersikap tenang cukup gelisah kali terhadap teman-temannya apalagi disituasi seperti ini dia tak bisa memberi bantuan atau support terhadap tim malahan selalu Issei-kun yang malah membantu masalah mereka, sebenarnya dia ingin membantu tapi tak tau harus seperti apa.
Disatu sisi Akeno yang tetap menahan Rias agar tak maju ke arah Issei yang saat ini jiwa dan raganya bukan lagi Issei melainkan seekor Naga yang mengamuk dan menyerang siapapun meskipun itu kawan sendiri karena saat marah maka tingkat kewarasan akan berkurang malahan emosi yang bakal mengendalikan tubuh.
"Sudah kukatakan padamu Akeno, lepaskan aku! Issei sedang butuh pertolongan!" Rias mencoba berontak tapi tertahan oleh semua Peeragenya sendiri.
"Aku tau kau cemas bahkan aku juga cemas, tapi jangan gegabah seperti itu!" balas Akeno yang tak ingin temannya itu bertindak tanpa rencana "dan kita juga harus cemaskan Asia juga" dia tau Issei bisa seperti ini karena penyebab Asia yang hilang juga.
"Tapi, bagaimana caranya?" Xenovia bertanya dan mustahil juga menggunakan kekuatan lagi karena sudah tau perbandingan kekuatan yang sangat jauh.
"Issei-senpai tak bisa didekati dan aura negatif saja yang aku rasakan" ucap Koneko yang bisa tau dari aliran Senjutsu "dan saat ini yang ada di depan kita bukan Issei-senpai melainkan Naga yang sedang marah dan tak bisa diganggu"
"Lalu bagaimana?!" Yumi frustasi sendiri.
"Jadi ini bentuk Juggernaut Drive dari Hyoudou Issei yah"
Sebuah suara feminim tapi memiliki ketegasan terdengar dan ketika berbalik mereka mendapati sebuah kelompok yang tak asing lagi, dan kelompok ini juga yang muncul mengacau dipertemuan tiga fraksi dan itu adalah kelompok Viola beserta kawan-kawannya.
"Kalian..." Rias memasang wajah tak bersahabat untuk kelompok ini.
"Tenang saja, kita ke sini bukan untuk mengacau" balas Viola tak peduli dan fokusnya malah ke seorang yang dianggap rival sparingnya "dan ngomong-ngomong apakah mereka punya kalian?"
Di belakangnya Arthur tampak membawa seseorang di gendongannya, seseorang yang familiar dan tak asing lagi bagi keluarga Gremory.
"ASIA!"
Xenovia langsung sigap ke arah gadis itu dan membawanya ke pelukannya dengan rasa lega dan menangis terharu karena temannya ini bisa kembali dan ditemukan.
"Saat kita ingin ke sini, kita menemukannya" ucap Arthur datar.
"Hahahaha beruntung sekali yah nona kecil ini kita temukan, jika tidak mungkin dia akan melayang-layang selamanya di sana" ucap Bikou santai.
"Dia hanya pingsan saja dan sebentar lagi bakal siuman" ucap Kuroka yang ikut kelompok Viola tapi tak ada satupun yang bertanya apa yang dilakukan olehnya ikut kelompok teroris ini meski status kriminalnya sudah dicabut.
"Nee-sama" ucap Koneko yang masih canggung kepada kakaknya ini.
Viola melihat Hyoudou Issei dengan kekuatan yang sangat gila sekali "jadi seperti ini rupa dari wujudnya itu" jika dalam situasi normal maka maniak bertarung ini akan mengajak Hyoudou Issei sparing tapi dilihat dari situasi rasanya tak tepat "tapi itu tidak sempurna atau cacat"
"Jika terus seperti itu bukan tak mungkin akan menghancurkan tubuhnya sendiri" ucap Arthur melihat situasi ini "ditambah, tempat ini akan hancur jika orang ini terus meledakkan emosinya" semuanya sangat shock mendengar statement ini.
"Tapi, bisakah kau membantunya?" Akeno memohon dengan sangat cemas.
"Bisa sih, cuma-" Viola belum menjawab tapi bajunya ada yang narik dan mendapati gadis kecil berambut putih yang menatapnya "hah, kau ini ada apa?"
"Tolong Issei-senpai dan selamatkan dia" ucap Koneko dengan wajah sedih dan nada suara yang pelan "kita mohon pada bantuanmu, sekali ini saja"
Viola hanya bisa menghela nafas dan sepertinya memang dia harus membantu apalagi Rivalnya ini memiliki kekuatan besar dan calon potensial yang akan dia kalahkan nanti apalagi dirinya sudah berjanji jadi, akan sangat disayangkan jika mati dalam kondisi seperti itu.
"Baiklah" Viola menurut membuat semuanya sangat senang dan dia mengangkat tangannya yang kanan.
"Aku Naga Yang Terbangun Dari Bawah"
"Aku Adalah Sebuah Naga Yang Bangkit Dari Rasa Amarah dan Emosi"
"Aku Benci Kepada Keadilan Yang Mutlak Dan Senang Terhadap Kerusakan"
"Aku Adalah Seorang Ratu Yang Berasal Dari Jurang Bawah Yang Membara"
"Dan Akan Aku Hanguskan Siapapun Yang Menghalangi Impianku Ke Dalam Api Penghangusan"
"JUGGERNAUT DRIVE!"
Viola menggunakan tehknik yang sama seperti yang digunakan Issei tapi bentuknya sempurna seperti armor biasanya tapi kali ini dengan ukuran besar dan berbeda dengan Issei yang malah membentuk seperti Naga asli.
Dan Viola membuat kobaran Api warna pink yang sangat besar mengelilingi Issei yang mencoba mengamuk tapi Api itu sangat panas sekali bahkan siapapun yang menyentuh itu langsung musnah tanpa meninggalkan jejak.
Dia mengepalkan tangannya dan kobaran Api tadi langsung melahap Issei, terdengar raungan besar yang menandakan sakit yang diterima Hakuryuukou itu dan dia langsung memanfaatkan moment itu dengan terbang dan menghantamkan tubuhnya sendiri sehingga saling beradu.
"Kau benar-benar pantas jadi rivalku" ucap Viola yang menahan Hyoudou Issei dengan kedua tangannya agar tak mengamuk atau menyerang balik 'ini mengejutkan bahwa bukan cuma Hakuryuukou saja yang ada dalam tubuhnya melainkan Sekiryuutei saja' dia jika tak diberi tau oleh vv maka dia tak tau ada hal mengejutkan seperti ini.
Untuk sekarang dia singkirkan fikiran itu dan menaruh telapak tangannya di kepala Hyoudou Issei dan muncul hempasan Api besar yang memakan itu, tujuannya adalah agar menghanguskan bagian tertentu agar tak membuat Hyoudou Issei berubah seutuhnya jadi Naga.
*Bzzmmmmm!
Dan setelah itu Viola mundur dan kembali lagi seperti normal "aku sudah membuatnya agar tak bisa kembali berevolusi jadi, sisanya tinggal jadi urusan kalian" dan cukup menguras tubuhnya saat dalam Juggernaut Drive tapi, cukup beruntung dia memiliki garis keturunan seorang Iblis tingkat tinggi.
Kuroka cuma diam di sana memperhatikan Issei tak terlihat raut wajah cemas ataupun khawatir tapi dia merasakan dari Aura Issei yang bercampur aduk antara marah yang tak terkontrol dan mencoba untuk tetap sadar dalam wujud seperti itu setelah sebelumnya cuma amarah saja yang dirasakan.
Wanita Nekomata itu akhirnya berjalan ke arah Issei dan akan menghentikan perubahan wujud itu tapi, sebelumnya dia menoleh ke arah Rias.
"Red Princess, tolong bantu aku Nya!"
"Eh, aku?" Rias sedikit terkejut tapi tak banyak bicara langsung menyusul kakak Koneko itu.
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Di Tempat Issei
Kuroka dan Rias terbang menghampiri Issei yang sekarang sedang dalam tak terkendali meskipun begitu mereka tetap maju karena tak bisa membiarkan lelaki mereka dalam kondisi tertekan dan membahayakan tubuhnya sendiri.
Rias meskipun sedikit bingung tapi dia tak banyak bicara atau bertanya pada wanita Nekomata itu karena mungkin tau cara mengetahui agar Issei bisa kembali normal tanpa harus menggunakan kekerasan.
"Kau bisa mendengarnya?" Kuroka bertanya kepada si Crimson Princess itu dan posisi mereka cuma 5 Meter dari Issei yang mana jika diserang maka tak mungkin bisa menghindar.
"Mendengar apa?" Rias sendiri bingung dan tak faham maksud pertanyaan Kuroka.
"Gak, lupakan saja" Kuroka memilih tak meneruskannya .
Kuroka tau kondisi Issei sekarang sedang simpang siur setelah terkena serangan Viola tadi, dan dia bisa mendengar suara dari balik Armor Naga yang memiliki kekuatan tak terbatas itu jika, saat ini sebagai musuh mungkin dia sudah keringat dingin tapi entah kenapa dia malah santai mungkin karena sudah mengenal si Hakuryuukou itu cukup lama.
Apalagi dia tau situasi Issei saat ini fikirannya tengah bertarung dengan dirinya sendiri agar tersadar dari kemarahan itu, lalu mengontrol tubuhnya agar bisa dikendalikan dan bisa kembali semula jadi, dia butuh bantuan dorongan agar semua ini bisa normal lagi.
Dan Kuroka tau metode apa yang tepat untuk itu meskipun cukup memalukan tapi, dia sangat yakin itu cukup ampuh.
Kuroka menoleh ke Rias "hey Princess, cepat lepaskan pakaianmu Nya!"
Rias wajahnya shock memerah seperti rambutnya "tu-tunggu du-dulu a-apa maksudmu!?" dia gelagapan tak mengerti kenapa gadis itu meminta hal memalukan sekali.
Kuroka cuma menghela nafas melihat reaksi itu "hah, saat ini kondisi Issei antara sadar dan tak sadar jadi, kita hanya perlu meyakinkan ketangguhannya dengan menggunakan cara yang efektif"
"Maksudmu Telanjang!?" Rias masih sulit mempercayainya.
"Yah seperti itulah" jawab Kuroka yang mulai melonggarkan tali Obi dan melorotkan Kimono miliknya sehingga terlihat dengan sangat jelas tubuhnya yang sangat indah, Payudara yang membulat besar, pinggang yang ramping, pinggul yang bergoyang, dan kedua paha yang sangat mulus sekali, dengan kaki yang jenjang.
Rias tak banyak bicara akhirnya melakukannya juga "jadi bisa dibilang dia akan kembali jika menunjukkan sesuatu yang diinginkannya?" tapi dia sangat malu karena telanjang di depan umum.
"Tepat, karena fikiran dia saat ini masih tak stabil" Kuroka mengangguk dan tanpa rasa takut berjalan mendekati Issei tanpa takut.
Rias sedikit cemburu tapi dia takkan kalah dan akan dia tunjukan pada kucing itu tubuh siapa yang paling mantap dan disukai oleh Issei meski ukurannya hanya sedikit berbeda, dan dia menanggalkan semua pakaiannya dan tubuhnya yang indah dan mulus itu tak kalah jauh dengan Kuroka apalagi, dia adalah idola sekolah jadi banyak orang yang tergila-gila padanya.
Issei menengok karena ada yang mendekat dan mendapati dua wanita yang tanpa busana, bukan menyerang atau apa dia malah diam di tempat dengan fikiran yang penuh kebingungan dan sesuai dugaan Kuroka benar.
Kuroka memasang pose menggoda dengan menjilati ujung jarinya secara sensual "ingat ini tubuh yang kau sukai Nya, sudah cukup lama kita tak bermain mengendarai Naga hmmmmm! jika kau menginginkannya maka cepat kembali!" dia mengedipkan sebelah matanya sambil mendorong Rias yang setengah mati karena menahan malu "ohhh ya, mungkin kita bisa Threesome dengan mengajak si Princess ini Nya!"
*Ruarghhhhhh!
Issei meraung tapi tak seperti sedang marah melainkan hal yang beda, lalu dia melangkah pelan ke depan menghampiri dua wanita telanjang ini bahkan tatapan matanya begitu tajam cuma tak menimbulkan aura tak bersahabat.
Kuroka tetap tenang dan Rias antara malu atau gemetar takut ketika Naga besar itu menghampiri mereka, bahkan orang-orang yang melihat ini penuh keheranan dan tak berniat untuk membantu karena rencana ini absurd sekali untuk menjinakkan seekor Naga yang mengamuk.
"Kumohon Issei!"
"Jika kau menyerang, maka kau tak bisa mendapatkannya"
Kedua tangan besar itu mendorong kedua wanita itu yang sedikit shock tapi yang mengherankan Issei hanya mendorong pelan saja, dan matanya bersinar sambil mendekatkan kepalanya ke wajah kedua wanita itu yang nampak menutup mata menunggu sesuatu yang terjadi.
[(Kumohon, bisa lepaskan ini dariku sekarang?)]
Mereka terkejut karena Issei bicara normal meski suaranya kasar seperti Naga tapi, tau bahwa ini adalah Issei dan tetap senyum bahagia di wajah mereka meski ingin memeluk tapi posisi mereka masih tertahan seperti ini.
"Hmmmm, dasar kau ini Nya" Kuroka tersenyum dan telapak tangannya menyentuh kepala Issei yang sudah dialiri chi suci yang dapat mentralkan sesuatu seperti hawa negatif dan kembali seperti semula.
*Syuuttttt!
Cahaya mulai bersinar terang dan tak lama wujud Issei kembali seperti sedia kala dan saat terjatuh sebuah pelukan hangat menangkapnya dan wajahnya terbenam ke dalam sesuatu yang lembut dan empuk.
"Hah, tak ada yang lebih menyenangkan ketika tertidur di dalam Oppai seseorang" Issei lebih dalam membenamkan wajahnya ke buah surgawi itu.
"Fufufufu, idiot" Rias tertawa kecil sambil memainkan rambut coklatnya.
"Bagaimana dengan Asia?" tanya Issei dengan suara lemah setelah mengamuk cukup lama.
"Dia baik-baik saja dan itu berkat kelompok yang dulu menyerang kita dan musuh yang memindahkan Asia sudah kau bunuh" jawab Rias.
"Baguslah" ucap Issei bisa bernafas lega.
"Buchou!"
"Ise-san!"
Semua Peerage Rias langsung terbang ke arah (King) mereka dan Issei yang melihat Asia baik-baik saja lalu kedua orang itu langsung berpelukan dengan air mata bahagia sekali.
"Baguslah jika kau baik-baik saja" ucap Issei sangat senang sambil mengusap rambut pirang panjang itu.
"Maaf, jika aku membuatmu terbebani!" Asia menangis karena tak cukup berguna.
"Tak jadi masalah" balas Issei lalu tak lama matanya menangkap wajah yang begitu familiar sekali dan terakhir bertemu saat di pertemuan tiga fraksi "jadi, bisa kau jelaskan kenapa ada di sini" dia lalu melepaskan pelukan Asia dan menghampiri wanita rambut perak itu.
Viola hanya menatap langit "siapa yang mengira bahwa kau adalah Hakuryuukou serta Sekiryuutei juga jadi, tak heran jika kau benar-benar Rival yang sangat cocok denganku" dia memasang senyum seringai.
"Itulah aku" balas Issei yang sepertinya memang sudah waktunya jujur untuk memberi tau semuanya dan menetapkan pilihannya "sepertinya, kau sedang menunggu seseorang?"
"Bukan seseorang melainkan keberadaan mahluk hebat" jawab Viola menunjuk ke langit.
Issei melihat ke arah langit dan tak lama muncul sebuah garis yang terbuka seperti pintu, dan memunculkan kepala Naga crimson yang bertanduk tapi, yang membuat Issei sangat terkejut ada bentuk dari Naga Crimson itu ada ukurannya sangat besar bahkan melebihi sebuah raksasa, yang melayang terbang di langit, dan mengabaikan orang-orang yang sedang melihatnya.
"Naga apa ini?" Issei cukup takjub dengan ukurannya bahkan melebihi Albion dan Draig yang ada dalam mimpinya.
"Itu adalah Naga dari segala Naga DragonxDragon atau mungkin orang menyebutnya Great Red" jawab Viola menunjuk ke arah Great Red dengan senyum penuh tantangan "aku berencana untuk mengalahkannya dan menjadi Naga paling kuat di antara semuanya"
Issei sweatdrop mendengar pernyataan itu bahkan orang gila saja mustahil mengajak bertarung mahluk yang memiliki ukuran gila ini, dan cuma wanita ini yang berani menantangnya. Meskipun parasnya dan tubuhnya sangat menawan tapi jika punya kepribadian aneh maniak bertarung maka sulit menemukan jodoh.
"Itulah sesuatu yang aku tuju"
Suara lain terdengar dan tepat di samping mereka seorang gadis loli dengan wajah tanpa ekspresi, dan kostum gothic lolita, untuk Issei sendiri sangat mengenali gadis datar ini karena jika bukan tanpa gadis ini maka dia tak mengenal dunia superanatural cuma Issei tak memilih banyak bicara.
"Itulah yang aku inginkan dan akan aku rebut kembali" Ophis menunjuk ke arah Great Red "dan aku akan kembali ke ketenangan itu setelah mengalahkannya" dia menjettakan jarinya sesaat sebelum hilang.
*ctakk!
Issei hanya tersenyum tapi tak lama pandangan matanya kabur dan tak lama ambruk, juga terdengar samar-samar suara yang memanggil namanya.
"Issei!"
.
.
.
.
.
- Tebing
Sedangkan itu semuanya sudah selesai dibereskan dan para penyihir yang mengganggu sudah pada kabur karena pemimpin mereka yang mengatur serangan ini sudah pada mati Curusey, Diodora, dan Shalba yang berasal dari golongan Maou lama.
"Sepertinya sudah selesai" Azazel mengelus dagunya sambil melihat anak-anak itu dari jauh.
"Yah, tapi mereka setelah ini akan terus gencar melakukan kekacauan" ucap Sirzech setuju.
"Tak usah khawatir begitu, lagipula masa depan Gremory pasti cerah" Azazel menyinggung seseorang.
Sirzech terkekeh "kau ini bicara apa, selama dia belum disisi kita itu masih belum bisa ada masa depan"
"Yah, setidaknya kalian bisa meneruskan keturunan lagi" ucap Azazel tertawa meledek dan dia sendiri tak tau apa yang akan dipilih oleh Hyoudou Issei nanti ke depannya mengingat dia memiliki kekuatan sangat besar di tubuhnya.
"Iblis, Malaikat, atau Malaikat Jatuh adalah itu terserah jadi pilihannya dan aku hanya mendukung sebagai seorang Kakak Ipar" ucap Sirzech menatap langit apalagi dia memang tak bisa memaksa kehendak lagipula Hyoudou Issei sudah membantunya.
"Jika dia memilih ke bagianku bagaimana?" Azazel tersenyum grin.
"Bermimpilah!"
.
.
Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx
.
.
- Ruang Gelap
"Kau tau mereka kali gagal"
"Tch, untuk kedua kalinya mereka gagal! Tidak becuskah mengurusi mereka"
"Tentu saja ada pengkhianat wanita sialan itu!"
"Tenanglah, masih banyak rencana kita dan besok tolong hubungi aliansi kita yang ada di Utara"
"Mengerti"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Dan akhirnya selesai juga untuk fic ini dan sekaligus arcnya jadi bagi siapapun yang penasaran tetap pantau terus name dari author ini.
Pm
RnR
