Polysitemia

Blue Exorcist Kazue Kato

Story mine

Genre: Fantasy, Drama

Warning: Alternative Universe, vampire, no Exorcist Life.

Pemberitahuan. Nama Rin sekarang bukan Rin Hanase sekarang Rin Okumura, penjelasannya ada di author note

Sepanjang hidup Reiji hidup dengan segalanya, orang tuanya cukup berada, dia tidak pernah kekurangan apapun, tidak kecuali satu hal dia memiliki 'penyakit' yang tidak bisa disembuhkan. Sejak usianya 5 tahun dia selalu memerlukan darah bukan karena dia perlu transfusi tapi dia harus meminumnya, dia sering kali membeli berkantong-kantong darah atau bahkan menghisap darah seseorang secara langsung. Tapi seiring berjalannya waktu rasanya dia tidak bisa mengendalikan diri dan rasanya seperti akan meledak kapan saja. Dia memiliki dua orang host namun sangat di sayangkan hidup hostnya tidak lama dan host satunya dia membunuhnya tanpa sengaja karena dia terlalu tergantung dan dia menghisap darahnya hingga kering. Seumur hidupnya Reiji tidak memiliki kekurangan sejak kecil orang tuanya selalu memberinya apapun yang dia inginkan, meskipun begitu dia kecewa saat tahu orang tuanya menjadikanya sebagai penelitian anto bodi saat dia bayi menyebabkan dia menjadi seperti vampir.

Selama bertahun-tahun Reiji hidup sebagia pembuli dan berandalan, seolah dia hidup dengan normal. Tapi saat usianya menginjak dua belas dia kehilangan dua hostnya dan dia tidak mampu lagi menahan diri dan mungkin akan menyerang siapa saja.

Pada bulan Juli di musim panas Reiji yang saat itu tanpa sengaja bertemu Rin yang saat itu sedang mimisan dan saat itu Rin menyeka darahnya dengan sapu tangan yang Rin tanpa sengaja menjatuhkannya. Reiji mengambilnya dan dia merasakan rasa ketergantungan, sejak dia kehilangan dua hostnya dia sudah mencoba untuk berpura-pura kuat dengan membuli anak-anak lain untuk menutupi kekurangannya.

Setelah melihat Rin dia pun secara perlahan mencari tahu tentang Rin, bahkan sampai dia mencari riwayat kesehatan Rin di rumah sakit tempat Rin berobat. Selama itu pula dengan bantuan orang dalam Reiji akan mendapatkan berkantong-katong darah dari Rin, untuk mempermudahnya dia bahkan membuat Rin mendapatkan biaya pengobatan yang sedikit lebih murah supaya dia tetap berobat yang di rumah sakit yang sama jika Rin pindah sekalipun Reiji akan tetap menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan darahnya, selama itu pula Reiji mengawasi Rin dari belakang. Namun akhir-akhir ini Rin menghilang dan jarang terlihat di rumah sakit lagi. Reiji tidak mendapatkan darah Rin lagi. Setalah mencari akhirnya menemukannya lagi.


Rin telah mendengar banyak dari Shiori mengenai beberapa rahasia dan kemungkinan tentang Yukio Okumura orang yang juga memiliki nama depan yang kebetulan sama dengannya.

"Mengapa hidupku seperti ini." Kata Rin mengeluh.

Sesungguhnya dia kasihan terhadap Okumura sensei yang seharusnya dia takuti karena telah menyerangnya. Itu mengerikan untuk di ingat tapi dia merupakan orang yang baik. Rin yakin itu, mengingat bagaimana dia memperlakukannya. Shiori memberi tahu tentang Host, Rin kemungkinan adalah seorang host dan Shiori juga merupakan seorang host. Apakah sejak awal Shiori dekat dengannya karena merasa mereka sama?. Itu masih pertanyaan yang ambigu. Rin sudah mulai menipu Okumura sensei dengan mencampur darahnya dengan darah lain, demi kebaikannnya juga.

Jam menunjukan pukul 7 malam dan Rin sedang dalam posisi berbaring di kasurnya, kepalanya kembali sakit seperti biasa karena penyakitnya. Hari ini dia melewatkan pergi kerumah Yukio Okumura dan malah mengundang Shiori untuk makan daging rebus jam 9 malam dengan Hikaru. Jujur saja Rin sedang kesal secara tidak jelas.

Knock Knock Knock

Pintu rumahnya di ketuk seseorang, apakah itu Yukio Okumura pikir Rin. Dengan malas dia membuka pintu dan melihat siapa yang ada di sana.

"Selamat malam, Okumura-kun." Benar orang yang datang adalah Yukio Okumura.

"Sensei ada apa." Kata Rin, Rin tahu dia sengaja tak datang kerumahnya dan dia setidaknya harus memberinya sekantong darahnya untuknya.

"Aku ingin tanya mengapa hari ini tidak datang, apakah kau marah padaku." Katanya.

Rin keheranan, apa alasan baginya marah pada orang ini yang sebenarnya membantunya dengan membeli darahnya.

"Maaf Okumura sensei aku hari ini ada perlu jadi aku tidak kerumah mu." Kata Rin.

"Tidak apa-apa aku hanya merasa cemas denganmu." Kata Okumura Sensei.

"Baiklah Okumura sensei, kalau begitu apa kau mau masuk." Kata Rin.

"Tentu jika kau mengijinkanku." Kata Yukio.

Yukio senang Rin memintanya masuk ke rumahnya.

"Okumura sensei, kau mau minum apa aku akan membuatkannya." Kata Rin.

"Kau tidak perlu repot-repot." Kata Yukio.

"Tidak masalah Okumura sensei." Kata Rin.

Rin menyiapkan dua gelas jus jeruk dari kulkas dan mereka mengobrol dengan hangat. Janji Rin untuk makan malah terlupa, secara kebetulan Hikaru dan Shiori membatalkan janji mereka sehingga Rin jadi asik mengobrol dan mengajak Yukio makan malam.

"Okumura Sensei aku sudah menyiapkan sekantong infus darah untukmu." Kata Rin.

"Ya terima kasih." Kata Yukio.

Yukio sebenarnya hari ini tidak terlalu menginginkan darah Rin malam ini tapi merasa harus selalu dekat dengan Rin, sejak dia pertama kali melihat Rin dia seperti terikat dengannya. Mungkinkah dia menyukainya, mahasiswanya sendiri.


Pada malam itu tiba-tiba hujan deras dan Yukio kesulitan pulang sehingga Rin menawarkan Yukio untuk menginap di rumahnya hingga besok pagi.

"Okumura Sensei kau boleh istirahat di kamarku, kamarku tidak besar tapi cukup untuk dua orang." Kata Rin.

"Baiklah terima kasih, maaf merepotkannu." Kata Yukio.

Yukio tidur disebelah Rin, Rin menjadi lupa kalau Yukio vampir bisa saja dia menggitnya saat dia tidur. Rin sudah sangat mengantuk dan masih membuka mata karena tidak enak dengan Yukio namun saat itu Yukio bilang.

"Selamat malam Rin." Katanya dengan menutup mata.

"Selamat malam sensei." Kata Rin.

Tak lama Yukio kembali terbangun, dan dia melihat Rin yang tidur membelakanginya. Dia nampak damai dengan wajahnya yang lucu saat tidur. Yukio kini tidur disebelahnya dengan selimut yang sama, ini kali pertama dia begitu dekat dengan orang asing, dia sudah melewati masa kecil dan remajanya tanpa teman dan terus belajar agar dia bisa mandiri. Rin Okumura adalah orang asing tapi dia begitu ingin dekat dengannya. Tanpa sadar Yukio berguling kesamping dan memeluk tubuh kurus Rin Okumura, orang dengan penyakit seperti Rin Okumura Polisitemia sulit bisa hidup lama, tapi Yukio ingin bisa melihatnya selamanya. Apakah Yukio mencintainya, mungkin saja. Seumur hidupnya baru kali ini dia menemukan seseorang yang dapat membuatnya nyaman.

Luka bekas gigitannya waktu itu masih berbekas dan Yukio menandanginya. Dalam hati dia berharap dia dan Rin dalam kehidupan yang normal, mungkin dia tidak akan ragu untuk dekat dan ingin bersamanya lalu mengapa seperti ini. Tanpa sadar Yukio mendekatkan wajahnya dan menghirup aroma Rin dan dia kemudian membuka mulutnya ke leher Rin yang terbuka dan dia meninggalkan bekas merah, Rin masih tidak menyadarinya tapi dia merasakan kenyamanan dalam tidurnya.


Sementara itu Reiji merasa sangat marah, dia menginginkan Rin sejak dulu. Dia sudah tidak minum darah Rin lagi dan merasakan ketergantungan seperti itu adalah heroine untuknya, dia selalu berharap bisa menyesap langsung leher hangat Rin dan merasakan pembuluh darah Rin yang mengalir ke mulutnya.

"Kau tahu Okumura aku akan mendapatkan apa pun yang ku inginkan dan itu termasuk kau, jangan harap kau lari." Katanya.

Beberapa hari lalu Reiji sudah membunuh dua wanita tanpa sengaja dan kini kedua mayatnya telah menjadi abu untuk menutupi kejahatannya, itu akibat dia tidak tahan karena tidak minum darah seorang host.

"Kau tahu kau sendiri adalah seorang host tidak kah kau mengerti bahwa dengan kau ikut campur dengan Rin itu akan membahayakan mu." Kata ayah Shiori.

"Apa urusanmu ayah aku adalah korban disini dan aku juga sudah membunuh pasangan Hostku aku sudah bebas tidak terikat lagi." Kata Shiori.

"Jangan lupa ketika kau menemukan seorang pasangan host kehilangan hostnya maka dia bisa saja memabahayakan host lainnya." Kata ayah Shiori.

"Ku harap kau diam ayah, aku ingin menyelamatkan Host lainnya, yang hanya kini tinggal aku dan dia yang sekarang diketahui masih ada." Kata Shiori.

Ayah Shiori tidak pernah bisa mencegah putrinya itu, dia tahu dia sangat tidak menyukainya. Saat kecil Shiori selalu hampir mati karena pasangan hostnya.

Hal yang kini sedang di kejar oleh Shiori adalah Reiji Shiratori dan Yukio Okumura yang belum jelas statusnya. Reiji dia sudah tahu lama dia adalah incaran Shiori jika mana dia berulah Shiori akan membunuhnya. Alasan lain mengapa dia sangat ingin Rin aman Shiori sangat mencintainya.


Keesokannya Rin mengantar kepulangan Yukio sampai depan pintu rumah.

Saat dia pulang Rin bahkan tidak sadar tanda merah di lehernya. Ketika dia keluar rumah, leher belakangnya terlihat dan karena dia lupa memakai syal nya saat itu Reiji melihatnya dan dia marah. Saat keadaan sepi dia mendatangi Rin.

"Hai Okumura." Kata Reiji.

"Maaf anda siapa?" Kata Rin.

"Aku tidak tahu aku, padahal aku dulu tinggal tidak jauh dari rumahmu dulu." Kata Reiji.

"Maaf mungkin aku tidak ingat anda." Kata Rin.

"Tentu saja kau lupa, tapi sekarang kau akan ingat aku seterusnya." Kata Reiji.

Entah bagaimana dia begitu cepat memerangkap Rin diantara kedua tangannya di tembok jalan.

"Apa kau lakukan, apa kau hilang akal." Kata Rin panik.

Reiji menekan Rin ke tembok dengan kuat dan Rin kesakitan.

"Wah wah apa kau jarang kerumah sakit, karena kini ada kekasih yang membayarmu untuk pengobatan secara pribadi." Kata Reiji melihat tanda merah dan bekas luka di leher Rin.

"Kau gila, aku akan teriak." Kata Rin.

"Teriak saja daerah ini sepi aku sudah memastikannya." Kata Reiji.

"Dengar ya, aku tidak tahu siapa kau, tapi anda tidak berhak seperti ini padaku." Kata Rin.

"Kalau begitu kau harus ingat namaku Reiji Shiratori." Kata Reiji.

Tepat saat itu Reiji mengeluarkan taringnya Rin terkejut.

Grep

Reiji menggigit Rin dengan keras dia bahkan merobek lehernya, sampai Rin tergeletak dengan darah yang keluar dari lehernya dan tidak sadarkan diri.

"Sialan aku terlalu keras padanya." Kata Reiji.

Reiji langsung membawanya dan dia menutup luka Rin dengan sapu tangannya.

"Kau tidak boleh mati, kau paham." Kata Reiji pada Rin yang tidak sadar.


Rin terbangun di sebuah kamar asing, dan kini dia berpakaian putih, lehernya di perban. Rin tidak tahu ini dimana dia tidak memakai pakaiannya terakhir kali dan pakaiannya saat ini seperti pakaian tidur.

"Selamat Pagi Rin."

Seorang berambut putih semalam muncul dari pintu kamar dan dia membawa beberapa nampan.

"Aku harus pulang." Kata Rin.

"Kau tinggal disini mulai sekarang." Kata Reiji.

"Aku ingin pulang." Kata Rin.

"Tenang saja kau akan mendapatkan apa pun yang kau inginkan disini, asalkan kau mau hidup denganku." Kata Reiji.

"Tidak aku tidak mau." Kata Rin.

Reiji menjadi marah dengan menahan amarahnya dia mendekati Rin dan dia mencengkeram wajahnya dengan sebelah tangan.

"Kau hanya perlu diam saja disini dan kau akan aman, aku sendiri yang akan menjamin itu, dan jika kau mencoba kabur atau memberontak awas saja kau." Reiji berkata dengan berbisik dan dia menjilati leher Rin bergetar ketakutan.

"Kau hanya harus menjadi makananku, kau mengerti." KKata Reiji.

Rin saat ini merasa membutuhkan Yukio entah bagaimana, dia sekarang sedang di culik. Dia menangis, apalagi orang ini sangat berbahaya.

TBC


Author Note

Hai semua selamat tahun baru maaf keterlambatan updateku. Tak terasa saya sudah membuat ff sejak 2016 saat itu saya masih disini belum update juga ke platform sebelah, tidak terasa ya. Terima kasih atas kebersamaan kalian semua yang suka fanfic saya.

Ya sedikit penjelasan mengapa Rin sempat memilki nama depan Okumura kemudian Jadi Hanase kini Jadi Okumura lagi. Begini teman-teman dari awal saya pakai Okumura tapi ide saya tercampur oleh fanfic saya yang Hiatus dia ffn Reincarnation dimana Rin itu terakhir kembali dan dengan nama Rin Hanase. Setelah di pertimbangkan saya putuskan kembali memakai nama Rin Okumura saja alasan lainnya adalah katanya nama Rin Hanase sama dengan tokoh anime lain saya juga tidak tahu anime apa, saya harap kalian maklum ya.

Dan akhirnya saya bisa update fanfic lagi meskipun ada perubahan membingungkan, sekarang adegan rating nya makin naik. Oh ya terima kasih untuk kalian yang menunggu ini selalu. Saya akan lanjut kok sampai tamat. Karena menulis ff Blue Exorcist adalah hal yang saya senangi.

Ya saya harap sih ff Blue Exorcist semakin banyak, apalagi manganya sudah di cerita puncak mungkin akan segera tamat. Saya sedih sekali.

Oh ya jangan sungkan komentar, kritik dan saran yang membangun. Boleh PM atau DM saya jika kalian penasaran, kalian juga boleh tanya seputar teori Blue Exorcist.

Ig athanasia 976