Ninja and Ice Queen Arendelle.

Disclaimer : Naruto dan Frozen bukan milik saya.

Summary : Naruto sedang melakukan eksperimen dengan jurus miliknya, tapi itu malah membuat dirinya terlempar ke dimensi lain dan membuat tubuhnya menjadi kecil kembali dan dia bertemu seseorang yang mirip masa kecilnya. sebuah Cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.

Warning!! Sebuah cerita yang dibuat hanya untuk kepuasan Author.

Rate : T semi M

Shiraki


Fajar tiba, matahari mulai menunjukkan eksistensinya dan menyinari dunia dengan cahaya yang terang.

Naruto dan lainnya kini bersiap untuk pergi ke Echanted Forest, tempat yang mungkin memiliki jawabannya.

"Apa Sven sudah siap?" tanya Elsa pada Kristoff yang sedang membenarkan keretanya, Elsa kini sudah siap dengan memakai baju yang cocok untuk berpetualang dan mudah bergerak, Kristoff sendiri juga memakai pakaian yang tidak terlalu rumit karena ia mengenakan pakaian miliknya yang biasanya.

"Yap, semuanya sudah selesai kita tinggal berangkat." jawab Kristoff sambil mengelus Sven, Elsa hanya menganggukkan kepalanya.

"Bagus!" Elsa langsung menuju ke tempat Naruto dan Anna yang sedang menyiapkan perbekalan. "Ah kemana mereka berdua!?" rutuk Elsa kesal dengan Naruto dan Anna, ia dapat melihat Naruto yang hanya membawa makanan.

"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Elsa begitu Naruto dan Anna sudah dekat, sesungguhnya ia sedikit kesal karena melihat Naruto dan Anna bersama.

"Katakan pada saudarimu ini, untuk jangan membawa perlengkapan untuk berperang!" balas Naruto kesal karena Anna tadi ingin membawa satu set baju besi, bukankah itu terlalu berlebihan hanya untuk perjalanan ini.

"Anna?" bingung Elsa yang kini sedang berbicara dengan saudarinya, Naruto yang tidak ingin terlibat langsung pergi ke Kristoff dengan Olaf yang ia tarik untuk tidak menganggu kedua saudari itu.

"Aku hanya bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk, kau tau sendiri kita tidak tau apa yang menghadang nanti..., jadi aku hanya bersedia saja." kata Anna memberikan alasannya, Elsa yang mendengar itu hanya tersenyum kecil.

"Aku tau kau khawatir, tapi tenang saja. Aku dan Naruto pasti tidak akan membiarkan kalian terluka, benar kan Naruto?" kata Elsa dan sedikit berteriak untuk bertanya pada Naruto, sedangkan Naruto yang hanya duduk dengan Kristoff sedang melihat kearah dua saudari itu.

"Tentu, aku tidak akan membiarkan kalian semua kenapa-napa, itu juga berlaku untukmu Elsa." balas Naruto santai, tapi ucapannya malah membuat Olaf kagum padanya.

Elsa dan Anna yang mendengar itu saling memandang dan melemparkan senyuman senang, Naruto sendiri berlari menghindari Olaf yang ingin memeluknya.

Naruto dan semuanya akhirnya siap untuk berangkat, sempat berpamitan kepada Pabbie dan rakyat Arandelle yang mengiringi mereka.


Perjalanan dimulai, sebenarnya jika Naruto pergi berdua saja dengan Elsa mungkin itu akan menjadi hal yang cepat karena Naruto mampu berlari sambil menggendong Elsa, tapi ia tidak melakukannya karena menurutnya ini adalah tugas Elsa dan Anna.

Kristoff dan Anna duduk dibagian depan untuk mengemudi, sedangkan Naruto, Elsa dan Olaf berada dibelakang yang hanya bersantai.

"Hei Naruto, apa kau tau Echanted Forest?" tanya Elsa pada Naruto, pasalnya ia dan Anna hanya mendengar cerita itu dari ayahnya, sedangkan Anna langsung tertarik untuk mengikuti obrolan itu.

Naruto yang bersantai sambil menutup matanya sedikit terkejut dengan pertanyaan Elsa, Naruto membuka sebelah matanya dan melirik kedua wanita itu.

"Kenapa kalian bertanya padaku? harusnya kalian yang tau bukan?" bukannya menjawab pertanyaan Elsa, Naruto malah membalasnya dengan pertanyaan kepada Elsa dan Anna.

Elsa dan Anna saling memandang sebentar terlihat raut wajah mereka yang sedih, keadaan sempat hening dan hanya dihiasi suara langkah kaki Sven.

"Kami hanya pernah diceritakan sekali saja oleh ayah kami, beliau mengatakan bahwa tempat itu sangat indah..., tapi tidak ada kabar tentang Echanted Forest setelah beberapa puluh tahun." balas Elsa dengan raut sedih, Naruto yang mendengar itu hanya melirik Elsa.

"Ya, sebenarnya aku ingin mengetahuinya, tapi aku tidak bisa memasuki tempat itu." balas Naruto yang sedikit ambigu, Elsa dan Anna sedikit bingung dengan ucapan Naruto itu. "Sudahlah, kalian akan tau sendiri nanti." lanjut Naruto yang melihat langit yang kini sudah siang.

Mereka meneruskan perjalanan dengan ditemani ocehan Olaf, Naruto dan Kristoff nampak frustasi karena Olaf yang tidak berhenti bicara sama sekali.

"Kau tau Olaf? tidur dan diam bisa mengurangi Stress...," ucap Kristoff yang tidak tahan, Naruto yang berada dibelakang bersama Elsa dan Olaf hanya menutup wajahnya dengan jubah Elsa.

"Benarkah? apa itu sudah teruji secara Ilmiah?" tanya Olaf dengan nada bingung, Naruto yang semakin tidak tahan hanya bisa mengerang dibalik Elsa.

"Siapapun! tolong hentikan dia!!" erang Naruto dengan kesal, sedangkan Olaf sendiri masih terus mengoceh.

"Kalian tau bahwa kita bisa tersambar petir sebanyak enam kali, ah apa kalian tau bahwa air juga memiliki memori?" ocehan Olaf makin menjadi, Kristoff berusaha untuk mengabaikannya. Lain lagi dengan Naruto yang berada di dekat Olaf, ia lebih tersiksa karena lebih jelas mendengar ocehan Olaf.

"Elsa hentikan dia, kumohon...," kata Naruto yang bersembunyi di punggung Elsa, ia memeluk pinggang ramping itu sembari menyembunyikan wajahnya di pinggang Elsa.

Elsa hanya terkikik melihat pria pirang favoritnya itu, ia mengelus rambut Naruto yang berantakan, Elsa tersenyum kecil.

Tak terasa hari mulai malam, Naruto, Elsa, Kristoff masih terjaga, sementara Anna dan Olaf sudah masuk kealam mimpi.

"Lebih baik kau tidur Elsa, karena kita akan sampai besok siang." kata Naruto yang kini sudah duduk di depan bersama Kristoff, Elsa yang mendengar itu terlihat tidak setuju hingga Naruto memaksanya untuk tidur.

Malam hari yang gelap dan ditemani Lentera, Bulan dan para bintang dilangit, Kristoff dan Naruto terlihat duduk dengan santai.

"Hei kid, aku merasakan beberapa niat jahat di depan sana." kata Kurama tiba-tiba, Naruto yang tadinya sedang bermain dengan kunainya menaikan alisnya tanda bingung.

"Kau merasakan sesuatu? apa itu? dan berapa?" Naruto menjawab ucapan Kurama, sebenarnya Naruto senang karena ia bisa mengasah kemampuannya yang sudah lama tak ia gunakan.

"Sekitar 20 orang, mereka hanya bandit tidak terlalu sulit." kata Kurama dengan nada santai, Naruto sendiri tiba-tiba menyeringai dengan seringai khas Rubah.

"Kristoff, tetap jalan. Aku harus mengurusi para tikus." kata Naruto dengan menekankan kata tikus, sedangkan Kristoff hanya menganggukkan kepalanya dan menerima perintah Naruto. "Oh pastikan para gadis jangan terganggu, oke?" kata Naruto yang langsung lompat turun dan masuk ke arah hutan.

Beralih ke Naruto yang sudah berada di atas pohon, ia melihat sepertinya para bandit itu bersiap untuk menyergap kereta mereka. Naruto menyeringai licik melihat sekumpulan amatir itu.

"Kheh! kalian ingin menyergap tapi tidak bisa bersembunyi dengan baik? apa kalian tidak pernah berpikir bahwa burung-burung yang terbang bisa menujukan keberadaan kalian?" kata Naruto membuat semua perhatian para bandit itu terahlikan kepadanya, Naruto melihat raut wajah terkejut mereka dengan smirk kecil.

"Siapa kau! dan bagaimana kau bisa kesana hah?" tanya salah satu bandit dengan tubuh yang besar dan banyak bekas luka, Naruto terkekeh kecil melihat orang yang sepertinya pemimpin bandit itu.

"Aku? kau tidak perlu tau, tapi yang pasti aku akan menjadi malaikat maut kalian!"


Kristoff berjalan dengan kecepatan stabil, ia sesekali melihat ke arah belakang siapa tau Naruto sudah menyusul, pasalnya sudah beberapa menit semenjak Naruto pergi.

"Aku merasa kasian pada mereka, tentu ayolah Naruto bahkan jika mau ia bisa mengalahkan 50 prajurit terlatih jika serius. Kuharap Naruto menahan dirinya."

"Naruto apa?"

Kristoff dikejutkan dengan suara feminim dibelakangnya, ia melihat bahwa Anna yang sudah terbangun dari tidurnya.

"Tidak apa-apa," balas Kristoff dengan gugup, Anna menyipitkan matanya atas perilaku kekasihnya itu.

"Mencurigakan...," gumam Anna sambil terus melihat kekasihnya dengan tajam, lalu ia pindah ke samping Kristoff yang kosong sejenak Anna merasa ada yang hilang, ia melihat Elsa dan Olaf yang tertidur lalu Kristoff yang disebela- "Tunggu! dimana Naruto?" tanya Anna saat ia tidak menemukan keberadaan Naruto.

"Aku disini! kau mencariku?" tiba-tiba Naruto muncul di bagian belakang disamping Elsa yang masih tertidur, Naruto tersenyum kecil untuk menunjukkan bahwa semuanya baik-baik saja. Anna menatap kedua pria itu secara bergantian dengan tajam, ia yakin pasti terjadi sesuatu dan mereka merahasiakannya.

Naruto tiba-tiba merasakan tangan mungil yang melingkari pinggangnya, ia melihat Elsa yang tertidur memeluknya dengan raut wajah damai dan imut bagi Naruto. Tak lama Naruto merasakan dingin di perutnya dan ternyata itu Olaf yang dengan seenaknya menaiki tubuhnya.

Naruto tidak terganggu dengan itu dan memutuskan untuk tidur sejenak, membiarkan Kristoff dan Anna yang terjaga, lagipula sebentar lagi mereka sampai.

"Kristoff, lakukan...," kata Naruto pelan, lalu ia memejamkan matanya dan tidur dengan Elsa dan Olaf. Perjalanan mereka hampir sampai, sedangkan Naruto, Elsa dan Olaf tertidur pulas.

Kristoff dan Anna kini sedang bermesraan, mereka melihat Olaf, Naruto dan Elsa tidur dengan damai hanya tersenyum kecil.

"Mereka masih tertidur,"

"Mereka harus menghemat tenaga sebanyak mungkin, kau tau mungkin nanti merekalah yang memiliki banyak masalah yang merepotkan. "

"Jadi kau mau lakukan apa?" tanya Anna dengan nada menggoda, Kristoff yang melihat tanda itu tersenyum kecil.

"Sven, tetap stabil."

Naruto yang sebenarnya tidak tertidur melainkan menutup matanya saja, ia tidak ingin menganggu percakapan intim kedua kekasih itu.

Deg!

Elsa tiba-tiba terbangun dan Naruto menyadari itu, ia melihat Elsa yang sudah duduk dengan sebelah matanya. Naruto tau Elsa sudah merasakannya, jadi ia hanya diam dan mengikuti alurnya.

"Kristoff berhenti," suruh Elsa untuk berhentikan keretanya, Naruto juga akhirnya duduk di sebelah Elsa.

"Kau mendengar sesuatu bukan? Elsa?" tanya Naruto disamping Elsa, tentu saja itu membuat sang Ratu sedikit terkejut tapi tidak lama kemudian Naruto turun dari kereta, Elsa mengikutinya dan Kristoff, Anna, Sven dan Olaf menyusul mereka, tapi mereka harus membangunkan Olaf terlebih dahulu.

Naruto berjalan dengan Elsa yang mengekorinya, lalu mereka akhirnya sampai ditempat tujuan mereka yang sebenarnya.

"Yup! ini Echanted Forest, tepatnya berada dibalik kabut ini." kata Naruto dengan menatap kabut itu, Elsa dan Anna sedikit terkagum melihat itu. Kristoff yang penasaran berusaha mendekat.

"Jika aku jadi kau, maka aku tidak akan melakukannya." kata Naruto memperingati Kristoff, tapi terlambat karena Kristoff sudah masuk dan akhirnya terpental kembali.

"Kau seharusnya memberitahu lebih awal!" kesal Kristoff dengan menatap Naruto tajam, Olaf yang melihat bahwa Kristoff terpental saat memasuki kabut itu langsung berlari dan mengalami nasip yang sama, tapi Olaf terlihat senang dan melakukannya beberapa kali.

Elsa dan Anna kini mencoba untuk masuk, Elsa menyentuh kabut itu yang anehnya langsung terbuka dan menampilkan empat batu tinggi, Elsa melihat kearah Naruto dan dibalas anggukan olehnya.

Mereka masuk berjalan, tapi tiba-tiba kabut dibelakang mereka tertutup dan membuat mereka terjebak, Elsa mengenggam tangan Anna untuk memastikan saudarinya aman.

Tiba-tiba mereka langsung didorong kedepan dengan cepat, Naruto langsung mengambil Olaf dan mengangkat boneka salju itu.

Mereka akhirnya sampai di sisi lain kabut itu, Elsa, Naruto dan Lainnya langsung terkesima melihat hutan itu, Elsa langsung melihat-lihat tempat itu meninggalkan Anna dan Kristoff, sedangkan Naruto sendiri berada diatas pohon untuk melihat sesuatu dari jarak jauh.

Naruto melihat bendungan yang besar, tapi Naruto tau ada yang salah dengan bendungan itu. Naruto lalu melihat kearah sebaliknya, itu mungkin jika di dunia Shinobi Naruto tidak terkejut melihat itu, tapi sayangnya ini bukan dunia miliknya yang berarti itu tercipta karena alam.

Naruto melihat api tidak jauh dari tempat mereka, lalu Naruto mencoba untuk mendekati tempat itu karena penasaran lalu ia melompati pohon-pohon disana, lalu Naruto tiba-tiba merasakan angin yang kuat dibelakangnya dan ia mendengar teriakan Anna.

Tanpa pikir panjang Naruto langsung melompat kembali, ia melihat bola biru yang mirip jurusnya, tapi ia bisa merasakan bahwa Elsa ada didalamnya, Anna terlihat ingin mendekatinya lalu Naruto muncul didepan Anna untuk menahannya.

"Apa yang kau lakukan!?" teriak Naruto kesal, Anna memelototi Naruto tajam.

"Apa maksudmu!? aku menyelamatkan Saudariku!" balas Anna.

Bwwussshh!

Lalu bola angin itu pecah dan mengeluarkan hawa dingin, Naruto yang didepan Anna dan Kristoff terkena dampaknya, terlihat tangan Naruto membeku sampai ke sikunya.

Disana terlihat Elsa yang sedang terengah-engah, tapi disekitar Elsa terdapat beberapa patung es yang tidak mereka kenal.

Elsa melihat kearah Anna dan Kristoff yang terlihat baik-baik saja, di depan mereka terlihat Naruto yang berlutut dengan tangan yang membeku, Elsa lantas panik dan segera berlari ke arah Naruto.

"Naruto?! kau baik-baik saja?" tanya Elsa begitu khawatir, sedangkan Anna dan Kristoff yang melihat tangan Naruto membeku sedikit kaget, tapi yang lebih dikagetkan adalah Anna. Jika tadi dirinya tidak dilindungi Naruto maka ia yang akan mengalami nasib yang serupa.

"Tenang saja, aku baik-baik saja." kata Naruto berusaha untuk menenangkan mereka, Elsa langsung mencairkan es ditangan Naruto dan terlihat tangan kekar itu sedikit gemetar karena perubahan suhu yang ekstrem.

Elsa kini membantu Naruto untuk berdiri, mereka langsung menuju ke arah patung-patung es disana, Naruto melihat sebuah patung yang entah mengapa mirip dengan salah satu raja Arandelle, lalu ia mendekati Anna dan Elsa yang melihat patung dua anak kecil yang satunya tak lain ayah mereka.

Sreekk! Sreekk!Bwussshh!

Tiba-tiba semua pohon disekitar mereka bergetar, Naruto yang merasakan keberadaan manusia tapi ia tidak bisa merasakan niat jahat mereka.

"Semuanya berkumpul, Elsa kau depan dan aku belakang." mereka membuat lingkaran untuk melindungi diri, Anna mengambil pedang es disalah satu patung itu bersiap jika mereka diserang.

Anna yang sepertinya sudah tau sumbernya langsung berlari dan menebas pohon itu, disana Naruto melihat beberapa orang yang sepertinya itu.

"Nothurlda," gumam Naruto dan Elsa bersamaan, lalu suku Nothurlda itu menodong mereka dengan tombak tradisional mereka.

"Turunkan senjata kalian!"

"Begitu juga kalian!"

Naruto melihat kedepannya ternyata banyak prajurit Arandelle dengan seragam lama, ia melihat prajurit itu dengan bingung. Mereka semua kebingungan dengan fakta bahwa prajurit Arandelle terjebak di Echanted Forest.

"Mencoba mengancam sukuku, Letnan?"

"Mencoba menyerbu daerahku, Yelena?"

Anna yang melihat prajurit Arandelle itu sedikit bingung.

"Kenapa prajurit itu terlihat tidak asing?" tanya Anna tanpa sadar mengacungkan pedangnya, Naruto yang melihat celah langsung bergerak cepat merampas senjata mereka.

"Oke! mari kita bicara baik-baik, tapi untuk sekarang aku sita senjata kalian." kata Naruto yang membuat semua orang terkejut karena senjata mereka sudah menghilang, lalu mereka melihat dibelakang Naruto yang memiliki tumpukan senjata mereka.

'Sejak kapan?' batin mereka terkejut, Naruto hanya tersenyum kecil melihat raut wajah mereka, Elsa tersenyum kepada Naruto yang bisa membuat keadaan terkontrol.

"Kerja bagus Naruto,"

"Selalu cepat,"

"Itu memang dia,"

"Hanya berpartisipasi,"

Mereka langsung mundur menjaga jarak, Elsa langsung membekukan permukaan tanah dengan Es membuat semua orang terkejut dan menatap Elsa dengan pandangan kagum.

"Apa itu sihir? kau melihatnya? Yelena?"

"Tentu, dengan mataku sendiri."

Naruto yang melihat keadaan mulai tenang hanya diam, sekarang ia tidak tau harus melakukan apa. Elsa, Anna dan Kristoff juga sama tidak bisa melakukan apa-apa.

"Oke, biar aku yang urus." kata Olaf yang langsung maju kedepan, semuanya terlihat terkejut melihat Olaf. "Pertama aku adalah Olaf, aku suka pelukan hangat." lanjut Olaf yang menjelaskan semua kejadian diawal mula, Naruto yang berada disamping Elsa hanya menutup mukanya dengan tangannya.

Setelah bercerita yang entah mereka paham atau tidak, Elsa menghilangkan es nya agar mereka bisa berdiri. Orang-orang prajurit Arandelle mendekati mereka untuk bertanya.

"Apa kau benar-benar Ratu Arandelle?" kata Letnan itu yang dibalas anggukan pelan Elsa.

"Kenapa alam memberikan orang Arandelle kekuatan?" tanya pemimpin suku Nothurlda bernama Yelena.

"Itu mungkin untuk membalas perlakuan orang-orangmu." balas Letnan itu keara Yelena.

"Kami tidak bersalah, bahkan bukan kami yang memulai." ucap Yelena membela diri.

"Siapapun itu, semoga kebenarannya ditemukan," kata Letnan itu, Anna langsung mendekati Letnan itu dan memperhatikan wajahnya dari dekat.

"Ahh! Letnan Mathias! penjaga khusus ayah kami!" kejut Anna saat ia mengenalinya, Elsa mendekati keduanya.

"Agnar..., jadi kalian memang anaknya." kata Mathias dengan pelan, lalu ia melihat kedua saudari itu lebih dekat. "Jadi benar ayah kalian sudah tiada?" lanjut Mathias dengan nada sendu, Anna dan Elsa tersenyum sedih sebagai jawabannya.

"Mereka mati dilaut selatan enam tahun yang lalu," balas Anna dengan nada sedih, Mathias tersenyum kecil.

"Tak apa, aku bisa melihatnya di wajahmu." balas Mathias dengan senyuman kecil, lalu ia berjalan mendekati Naruto untuk mengambil pedangnya.

Greepp!

"Maaf apa yang anda lakukan?" tanya Naruto menahan tangan Mathias, terlihat sepertinya mereka ingin mengambil pedangnya.

"Mengambil kehormatan prajurit nak, lepaskan."

"Maaf tapi tidak bisa,"

TBC :v


Author Note : Yoo bagaimana kabar kalian hari ini? kuharap baik-baik saja seperti biasanya wkwkw, anjer kenapa selalu gini ya di awalnya Author note hehe.

Oke disini udah mulai alurnya, dan ini ngikutin Cannonnya tapi gk sepenuhnya, ya kalian tau sedikit susah untuk melakukan improvisasi seperti pertemuan Mathias dan Naruto, sungguh menurut ane karakter mereka berdua itu yang paling susah untuk di deskripsikan.

Mungkin chapter depan akan ada pertarungan antara Penjaga King Agnar dan Penjaga Queen Elsa, bagaimanapun mereka berdua adalah penjaga kerajaan Arandelle era lama dan baru wkwkwk.

Oke See you next time!

Adiue!!