DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2
CHAPTER 2 : THE PAST OF FUTURE PIRATE KING
Genjutsu World.
"Selamat datang di Konohagakure, Rayleigh." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Rayleigh yang mendengar itu membelalakan matanya dan tersenyum dengan lebar karena kini ia dapat melihat dunia yang ditinggali Sasuke dan ingin melihat seberapa kuat orang-orang yang berada di duniannya Sasuke.
"Jadi namanya Konohagakure? Nama yang lucu untuk sebuah desa. Kenapa namanya Konohagakure?" Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
"Kau lihat patung wajah di atas sana? Wajah yang pertama yang berada di pojok kiri." Ucap Sasuke sambil menunjuk patun wajah Hokage pertama.
Rayleigh langsung melihat patung yang ditunjuk Sasuke dan sedikik menyipitkan matanya. "Ah! Yang berambut panjang itu bukan? Siapa dia?" Tanya Rayleigh sambil terus melihat patung Hokage pertama.
"Dia adalah Senju Hashirama. Dia adalah Hokage pertama yang membuat desa ini bersama dengan partnernya sekaligus saiangannya." Ucap Sasuke.
Rayleigh yang mendengar penjelasan Sasuke hanya memiringkan kepalanya dan menatap Sasuke dengan bingung. "Senju Hashirama? Hokage? Apa yang kau bicarakan?" Tanya Rayleigh.
Sasuke hanya menghela nafas dan memejamkan matanya. "Sepertinya ini akan menjadi penjelasan yang panjang." Gumam Sasuke dengan pelan. "Hokage adalah pemimpin desa ini. Orang yang memimpin desa ini disebut Hokage atau bayangan api. Kenapa disebyt bayangan api karena desa ini berada di negara api. Lalu menjawab pertanyaanmu kenapa desa ini diesbut Konohagakure karena partner dari Senju Hashirama yaitu Uchiha Madara sedang berdiri di atas bukit itu dan dia mengambil sebuah daun yang berlubang ditengah lalu dia melihat desa ini melalui lubang di daun tersebut dan ia namakan desa ini Konogakure. Desa dibalik daun." Jelas Sasuke.
Rayleigh langsung membelalakan matanya saat ia mendengar nama Madara. "Uchiha kau bilang? Tadi aku dengar kau menyebutnya Uchiha Madara dan namamu adalah Uchiha Sasuke, apa kalian berdua saudara?" Tanya Rayleigh. 'Rasanya aku pernah mendengar nama itu tapi dimana?' Gumam Rayeligh didalam hatinya.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung tersenyum. "Ah bisa dibilang begitu. Aku dan Madara hidup di era yang berbeda. Aku dan Madara hanya menyandang nama keluarga yang sama layaknya seperti Luffy dan Roger yang sama-sama menyandang nama D." Ucap Sasuke.
"Souka. Kalau begitu keluargamu adalah salah satu keluarga yang terhormat di desa ini karena salah satu orang dari keluarga mulah yang menciptakan desa ini dan untuk ukuran sebuah desa, ini terlalu besar bahkan lebih besar dari Saboady." Ucap Rayleigh sambil terus melihat sekelilingnya.
"Ah. Di Konoha ini, Uchiha adalah keluarga yang terhormat sekaligus sangat ditakuti." Ucap Sasuke.
"Ditakuti? Kenapa ditakuti?" Tanya Rayleigh yang bingung.
Sasuke kembali tersenyum menjentrikan jarinya.
TLAK!
Tiba-tiba tempat berubah dan dan hari tiba-tiba menjadi gelap. Tidak ada seorang pun di daerah perumahan tersebut bahkan lampu di rumah-rumah tersebut pun tidak ada yang menyala. Rayleigh melihat disekitarnya dan ia membelalakan matanya saat ia melihat sebuah lambang kipas besar berwarna putih dan merah.
'La-lambang kipas itu!? Kenapa ada lambang kipas itu disini!?' Gumam Rayleigh yang langsung berkeringat dingin. Rayleigh pernah melihat lambang kipas itu sebelumnya saat ia masih berlayar besama Roger. Lambang kipas itu tertera di sebuah poneglyph yang ia dan Roger temukan sesaat sebelum sampa di Raftel.
"Ini adalah tempat seluruh keluargaku tinggal. Ini adalah wilayah keluarga Uchiha. Lambang yang ada ditembok itu adalah lambang keluarga Uchiha." Jelas Sasuke sambil melihat lambang Uchiha yang berada di tembok.
'La-lambang keluarga!? Apa maksud dari semua ini!?' Gumam Rayleigh yang masih membelalakan matanya dan tidak percaya dengan penjelasan Sasuke. "La-lalu kenapa sepi sekali disini?" Tanya Rayleigh yang berusaha menutupi kepanikannya.
"UAAAAGHHHH!"
SRET!
"UAGHHHHH!"
TRANG! TRANG!
SROT!
"UAAGHHHHH!"
Rayleigh tiba-tiba mendengar orang-orang berteriak dan terdengar juga suara pedang beradu. Rayleigh mengarahkan pandangannya ke sebelah kanan dan melihat ada beberapa orang yang sedan dibunuh. Rayleigh melihat seseorang yang membawa pedang dan memakai ikat kepala dan orang tersebut sedang membunuh semua orang yang ia lihat.
"APA-APAAN INI!? AKU HARUS MENGHENTIKANNYA!" Teriak Rayleigh yang langsung berlari dan mencoba menyerang pria yang sedang membunuh itu.
Rayleigh mengaktifkan hakinya dan mencoba meninju pria itu tetapi hasilnya tinjunya hanya menembus tubuh pria itu.
"Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?" Gumam Rayleigh.
"Sudah ku bilang ini adalah memoriku dan tidak ada yang bisa kau lakukan disini." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Rayleigh yang mendengar itu mengarahkan padangannya kepada Sasuke dan menatap Sasuke dengan tajam. "Apa yang terjadi sini? Kenapa kau tidak melakukan apapun disini!? Kenapa kau membiarkan semua orang di tempat ini dibunuh oleh orang itu?" Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
Sasuke pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan konyol Rayeligh itu dan kembali menjentrikan jarinya.
TLACK!
Tempat kini kembali berubah dan Rayleigh kini berada didalam rumah yang cukup besar. Rayleigh kembali membelalakan matanya saat melihat pria pembunuh yang tadi kini sedang mengarahkan pedangannya ke dua orang yang berada didepannya. Tapi Rayleigh bingung saat melihat tubuh pria itu bergetar dan air mata keluar dari mata pria itu.
"Ka-San.. Tou-San.."
"Jadi ini jalan yang kau pilih Itachi? Jalan pemikiran kita mungkin memang berbeda. Kau mempunyai filosofi pemikiranmu sendiri dan caramu dan aku memandang dunia ini berbeda tetapi aku tetap bangga padamu."
"Tou-San…"
Rayleigh terus menonton dan memperhatikan interaksi antar dua orang tersebut dan Rayleigh kini yakin bahwa pria itu kini sedang berusaha membunuh kedua orang tuanya yang berada didepannya. Tapi Rayleigh sediit bingung kenapa orang yang bernama Itachi ini berusaha membunuh kedua orang tuanya dan harus menangis seperti itu.
"Berjanjilah padaku.. Tolong jaga Sasuke dengan baik."
Rayleigh kembali membelalakan matanya saat ia mendengar nama Sasuke. Rayleigh langsung mengarahkan pandangannya kepada Sasuke yang berada disebalahnya. "Mereka adalah keluargamu?"Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
"Hn. Pria yang memegang pedang itu adalah Uchiha Itachi. Dia adalah kakak kandungku." Ucap Sasuke.
Rayleigh kembali mengarahkan pandangannya ke Itachi yang kini sudah mengangkat pedangnya dan siap untuk membunuh kedua orang tuanya.
SRET! SRET! BUAGH! BUAGH!
Itachi yang menebas kedua orang tuanya dan membuat kedua orang tuanya itu langsung terjatuh ke lantai dengan darah yang menggenang disekitar tubuh mereka.
Rayleigh langsung mengarahkan padangannya ke pintu dan melihat pintu itu terbuka dan melihat ada seorang anak kecil yang sedang menangis.
"Ni-Ni-San!? Ke-kenapa-"
SIUNG!
SRET!
Belum sempat anak itu menyelesaikan kata-katanya, Itachi langsung melemparkan sebuah shuriken dan melukai lengan dari anak tersebut. Rayleigh yang melihat itu mengerang kesal karena ia yakin bahwa anak itu adalah Uchiha Sasuke saat masih kecil. Dia tidak menyangka bahwa masa lalu Sasuke sangatlah tragis dan menyedihkan.
"Aku membunuh ayah dan ibu dan semua clan Uchiha demi mendapatkan kekuatan yang sebenarnya dari sharingan. Mangekyou sharingan. Adik kecil ku yang bodoh. Jika suatu saat kau ingin membunuhku, bencilah aku,kutuklah aku dan keluarkan semua amarahmu kepadaku dan saat kau sudah mempunyai mata yang sama denganku datanglah kepadaku."
Genjutsu World End.
Rayleigh kini sedikit merasa pusing dan ia menyadari bahwa ia sudah kembali ke dunia asalnya. Dia melihat Luffy yang sedang tertidur disampinya dan melihat Hancock yang sedang tertidur di pangkuan Sasuke sambil memeluk Sasuke. Rayleigh langsung mengarahkan padangannya kepada Sasuke dan menatapnya dengan tajam.
"Bagaimana kelanjutannya? Kenapa kakakmu begitu kejam?" Tanya Rayleigh.
Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum miris dan kembali memejamkan matanya. "Dia tida seburuk yang kau kira. Dia melakukan semua itu demi melindungiku dan melindungi desa. Maaf aku tidak menunjukan semuanya kepadamu karena….." Sasuke menghentikan perkataannya sejenak dan menarik nafas yang panjang lalu menghembuskannya. "Aku pun tidak sanggup mengingat kejadian itu lagi." Lanjut Sasuke.
"Uchiha…. Kau bilang nama keluargamu Uchiha dan lambang kelaurgamu adalah gambar kipas itu bukan?" Tanya Rayleigh dengan serius.
"Hn. Kenapa? Apa ada yang salah dengan lambang kipas itu? Aku tadi melihat kau sedikit terkejut saat aku menunjukan lambang kipas itu." Ucap Sasuke sambil menatap Rayleigh dengan serius.
Rayleigh yang mendengar itu pun memejamkan matanya dan meminum sakenya. "Kau tahu bukan aku adalah mantan dari bajak laut Roger? Saat bersama dengan Roger aku bukan hanya berpetualang tapi juga mempelajari sejarah dunia ini. Seluruh sejarah dunia ini tertulis di poneglyph dan ada berbagai macam jenis poneglyph. Poneglyph biasa, Road Poneglyph dan ada satu lagi poneglyph yang bisa dibilang cukup unik. Poneglyph itu bisa membawa kehancuran bagi dunia bajak laut dan membuat pemerintahan dunia makin Berjaya." Ucap Rayleigh dengan serius.
"Poneglyph yang bisa menghancurkan dunia bajak laut? Apa maksudmu?" Tanya Sasuke kepada Rayleigh.
"God Poneglyph. Disitu semua tertulis semua siapa yang menciptakan dunia ini dan bagaimana dunia ini terbentuk serta semua orang yang terlibat dalam pembentukan dunia ini. Dan…." Rayleigh menghentikan perkataanya lalu memejamkan matanya.
"Dan?" Tanya Sasuke yang makin penasaran dengan cerita Rayleigh.
"Aku telah menemukan Poneglyph itu bersama Roger dan aku pun sudah membacanya. Di Poneglyph terdapat sebuah lambang yang sama percis dengan lambang klanmu itu." Ucap Rayleigh dengan serius.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya dan terkejut. Sasuke kini mulai berpikir kedatangannya di dunia bukan hanya sekedar kebetulan tetapi sepertinya dia memiliki sebuah tugas yang sangat berat yang harus ia selesaikan.
"A-apa maksudmu? Dimana God Poneglyph itu?" Tanya Sasuke kepada Rayleigh.
"Raftel. Aku tidak bisa menjelaskan semuanya kepadamu dan aku ingin kau sendiri yang menemukan God Poneglyph itu. Lalu setelah kau berhasil menemukannya datanglah padaku karena aku mempunyai pertanyaan yang sangat ingin aku tanyakan. Sepertinya aku sudah mulai menemukan titik terang dari sejarah dunia ini dan titik terang itu adalah kau Sasuke." Ucap Rayleigh kepada Sasuke dengan sangat serius.
Sasuke yang mendengar perkataan Rayleigh itu pun hanya mengangguk pertanda setuju dengan perkataan Rayleigh tetapi yang membuat Sasuke bingung adalah kenapa Rayleigh sangat tegang dan terlihat sangat waspada.
"Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau menatapku seolah aku ini adalah musuhmu." Ucap Sasuke dengan datar.
"Jika kau sudah menemukan God Poneglyph dan membacanya mungkin kau akan tahu kenapa aku seperti ini. Uchiha Sasuke, aku berharap kau tidak akan menjadi musuhku." Ucap Rayleigh dengan sangat serius.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya memandang Rayleigh dengan datar dan kini ia makin penasaran dengan God Poneglyph yang dibicarakan oleh Rayleigh. "Aku tidak tahu apa yang kau bicarakan tapi aku tidak mempunyai alasan untuk menjadi musuhmu sejauh ini." Ucap Sasuke sambil memejamkan matanya.
"Aku pun berharap seperti itu." Ucap Rayleigh dengan serius. Rayleigh langsung menggelengkan kepalanya dan kembali tersenyum. "Baiklah sudah tidak usah dipikirkan lagipula kau keisini untuk mengunjungi Luffy dan mengtesnya kan? Hahahahah." Tanya Rayeligh sambil tertawa.
"Ah begitulah. Sebaiknya aku pun harus segera tidur." Ucap Sasuke yang langsung menyandarkan kepala dan punggungnya ke pohon yang berada dibelakangnya dan memejamkan matanya.
"Baiklah. Selamat malam Sasuke-Kun." Ucap Rayleigh sambil tersenyum dan membaringkan dirinya dan memejamkan matanya.
-X-
Pagi pun tiba dan perlahan matahri pun mulai muncul. Sasuke mulai terbangun dari tidurnya dan dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat sinar matahari yang cukup terang dari arah timur. Ia mengangkat tangannya dan ia melakukan sedikit peregangan. Sasuke pun mengarahkan pandangannya kebawah dan melihat Hancock masih tertidur dan masih memeluknya. Terlihat wajah Hancock yang sangat damai dan ia tersenyum dalam tidurnya.
"Bangunlah." Ucap Sasuke sambil memegang pundak Hancock dan mencoba membangunkan Hancock.
Hancock pun perlahan terbangun dari tidurnya. Ia perlahan membuka matanya dan ia langsung melihat perut seseorang didepannya dan ia menyadari ia sedang memeluk seseorang. Hancock langsung melepaskan pelukannya dan mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang dan melihat wajah Sasuke.
"Kau tidak memperkosaku kan?" Tanya Hancock sambil menyeringai.
"Hentikan omong kosongmu itu dan cepat bangun. Kaki mulai kesemutan karena menahan berat badanmu." Ucap Sasuke dengan datar.
Mendengar kata berat badan Hancock langsung mengerang kesal dan memelototi Sasuke. "AKU TIDAK GENDUT!" Teriak Hancock kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu hanya menghela nafas dan tersenyum. "Baik-baik aku tarik ucapanku dan cepat bangun. Aku ingin mandi." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Hancock yang medengar itu pun mencoba bangkit duduk dan melakukan peregangan. Hancock menghadap Sasuke dan ia sengaja melakukan peregangan didepan Sasuke dan menunjukan payudaranya yang sangat besar. Sasuke yang mengetahui maksud dari Hancock hanya sweatdrop dan mengabaikannya.
"UAHHH! Tidurku nyenyak sekali! Tubuhmu sangat hangat dan sepertinya kau juga menikmatnya." Ucap Hancock sambil menyeringai.
"Asal kau tahu aku sempat berpikir untuk melemparmu ke laut saat kau tertidur." Ucap Sasuke sambil bangkit berdiri dan mengambil jaketnya.
"Dasar pria yang kasar! Aku mendengar semua perkataanu semalam." Ucap Hancock.
Sasuke yang mendengar itu pun sedikit terkejut dan ia takut bahwa Hancock mendengar pembicaraanya dengan Rayeligh tentang God Poneglyph. "Memangnya apa yang kau dengar?" Tanya Sasuke yang mencoba memastikan kekhawatirannya itu.
"Kau mengatakan bahwa aku adalah wanita terkuat yang pernah kau temui. Terimakasih untuk itu." Ucap Hancock sambil tersenyum kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun menghela nafas dan bersyukur karena Hancock hanya mendengar sampai situ. "Tidak usah dipikirkan." Ucap Sasuke yang berjalan mendekati Luffy dan Rayleigh yang masih tertidur dan mencoba membangun mereka.
"Bangunlah kalian berdua. Mau sampai kapan kalian tidur?" Tanya Sasuke sambil memandang kebawah dimana Rayleigh dan Luffy tertidur.
Luffy dan Rayleigh yang mendengar suara Sasuke yang sangat menyeramkan itu pun langsung memebuka mata mereka dan bangun dari tidurnya. Mereka melakukan peregangan dengan kompak dan memandang Sasuke.
"HOAAAAMMMM! Apa sudah pagi?" Tanya Luffy sambil menguap.
"Ah sepertinya begitu. HOAAAMMM!" Rayleigh pun menguap.
"Aku akan mandi sebentar dan kembali kesini dan setelah itu kita akan berlatih Luffy." Ucap Sasuke kepada Luffy.
"Ehh dimana kau akan mandi? Hari ini salju turun dan kau akan mati kedinginan jika mandi sekarang." Ucap Rayleigh kepada Sasuke.
"Aku akan mandi dikapalku. Dikapalku terdapat pemanas dan aku bisa mandi air panas." Ucap Sasuke dengan datar.
"""AKU IKUT!""" Ucap Rayleigh, Luffy dan Hancock bersamaan mereka. Mereka bertiga pun ingin ikut mandi air panas setelah mendengar kapal Sasuke memliki pemanas.
Sasuke yang mendengar itu pun kembali berkeringat jatuh dan menatap mereka semua dengan kesal. "Aku hanya punya dua kamar mandi." Ucap Sasuke sambil berjalan meninggalkan mereka semua.
Luffy, Hancock dan Rayleigh yang mendengar itu pun langsung tersenyum lebar dan mengikuti Sasuke dan menuju kapal Sasuke.
-X-
Mereka bereempat kini sudah sampai didepan kapal Sasuke yang sedang terpakir disisi pulau Rusakaina.
"BESAR SEKALI!" Teriak Luffy dengan mata yang berbinar-binar dan terpukau dengan kapal Sasuke.
"Aku tidak tahu kau mempunyai kapal sebesar dan sebagus ini. Untuk apa kau mempunyai kapal sebesar ini padahal kau hanya berlayar sendirian?" Tanya Hancock sambil melihat kapal Sasuke.
Disisi lain, mata Rayleigh terfokus pada lambang kipas yang sangat besar yang tergambar di layar kapal tersebut. 'Roger, jika kau melihat ini apa yang akan kau lakukan?' Gumam Rayleigh didalam hatinya.
Sasuke yang mendengar itu semua tidak menjawab pertkataan mereka dan langsung melompat ke kapalnya dan memasuki kapalnya. Luffy, Hancock, Rayleigh yang melihat Sasuke sudah melompat pun langsung ikut melompat dan mengikuti Sasuke dan masuk ke bagian dalam kapal Sasuke.
"Nah, semalat datang di kapal-"
"SUGEEEEEEEEEEE!"
"WOWW! BANYAK SEKALI BARANG MAHAL DISINI!"
"Aku tidak menyangka ternyata kau orang yang high class!"
Ucapan Sasuke langsung terpotong oleh Luffy, Hancock dan Rayleigh yang terpuka melihat bagian dalam kapal Sasuke. Memang kapal ini adalah kapal pemberian dari Kerajaan Ryugu dimana furniture yang terdapat di kapal ini sangatlah mahal dan sangat antik Beberapa meja dan kursi pun ada yang dilapisi emas dan berlian.
BOING! BOING! BOING!
"SOFANYA SANGAT EMPUK!" Teriak Luffy sambil melompat-lompat di atas sofa besar milik Sasuke.
"OI! Apa aku boleh meminta dua batang emas ini!? Satu batang emas ini berkisar 30 juta Berry!" Ucap Rayleigh yang matanya kini sudah berubah menjadi lambang mata uang berry.
"Aku ingin gelas ini! Gelas ini sangat antic sekali! Dimana kau mendapatkannya!?" Ucap Hancock sambil memegang gelas yang terbuat dari emas dan memliki lambang tengkorak bajak laut
Sasuke hanya sweatdrop mendengar perkataan tiga orang tersebut yang terkesan kekanak-anakan. Seharusnya mereka bertiga lebih kaya dari pada Sasuke mengingat Hancock adalah ratu dari sebuah kerajaan sedangkan Luffy adalah kapten bajak laut dan Rayleigh adalah mantan wakil katpten dari Roger Kaizokudan.
"Aku mandi dulu." Ucap Sasuke sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
Rayleigh, Hancok dan Luffy masih berkeliling kapal Sasuke dan melihat-lihat ada barang apa saja yang terdapat di kapal Sasuke dan mereka melupakan tujuan meraka untuk mandi. Luffy terlihat paling semangat dan berlari-lari sambil membuka satu per satu pintu yang ada di ruangan tersebut.
"SUGEEEEEEE! BANYAK SEKALI EMASNYA!" Teriak Luffy tiba-tiba.
Hancock dan Rayleigh yang mendengar teriakan Luffy itu langsung berlari kearah Luffy. Saat mereka sampai ditempat Luffy mata mereka berdua melebar dan mulut mereka menganga dengan lebar karena melihat kilauan tumpukan emas yang sangat banyak.
"WOW! DARI MANA DIA DAPATKAN SEMUA INI!?" Teriak Rayleigh yang matanya sudah bersinar terang melihat tumpukan emas itu.
Mereka beriga pun terus berkeliling kapal Sasuke selama hampir 15 menit. Sasuke pun sudah menyelesaikan kegiatan mandinya dan ia langsung mengenakan pakaiannya berupa sweater berwarna ungu tua dan celana hitam panjang lalu ia mengenakan mantel yang cukup tebal dan menyemprotkan parfum ke badannya. Sasuke pun membuka pintu kamar mandi dan ia membelalakan matanya.
"….." Sasuke tidak mengatakan apapun dan terlihat aura hitam muncul dari tubuhnya. Ia menundukan kepalanya dan matanya tertupi oleh rambutnya yang panjang. Tangannya mengepal dan tubuhnya begertar. Kapal Sasuke kini sangat berantakan. Ia melihat sofa-sofa dan meja yang terguling, emas yang bergeletakan dilantai dan ada beberapa gelas yang pecah.
Hancock, Luffy dan Rayleigh pun dengan perlahan membalikan tubuh mereka dan keringat dingin pun keluar dari tubuh mereka. Mereka bertiga menelan ludah dan merinding saat melihat Sasuke yang sepertinya akan murka.
"Bereskan semua ini atau kalian akan mati disini." Ucap Sasuke dengan sangat datar dan dingin.
"""BAIK! SASUKE-SAMA!"""
-X-
Sasuke kini sedang duduk di sofanya sambil membaca koran dan menikmati segelas kopi hangat. Kapalnya kini sudah kembali bersih dan sudah kembali tertata dengan rapi. Rayleigh, Hancock dan Luffy pun sudah mandi dan kini mereka sedang duduk didepan Sasuke sambil menikmati kopi panas.
"Uahhh! Segarnya! Kopi ini hangat sekali!" Ucap Luffy sambil meminum segelas kopi yang ia pegang.
"Benar! Aku baru mengerti kenapa kau lebih menyukai kopi daripada sake. Ternyata kopi membuat tubuh dan pikiranmu lebih rileks." Ucap Hancock sambil tersenyum dan menyeruput kopi panas.
"Hahahah aku jadi ingin tinggal di kapal ini." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafasnya dan menutup koran yang ia baca lalu ia arahkan pandangannya kepada Luffy. "Kau mau berlatih atau tidak?" Tanya Sasuke dengan datar.
"Tunggu dulu! Beri aku 10 menit lagi!" Ucap Luffy sambil menyandarkan punggungnya ke sofa yang ia duduki.
"Kenapa kau selalu terburu-buru? Kita bisa bersantai sejenak disini hahaha." Ucap Rayleigh sambil tertawa.
"Dasar pria tidak sabaran. Itulah kenapa kau masih perjaka sampai sekarang." Ucap Hancock sambil memejamkan matanya dan meminum kopi panasnya.
"Oi! Sasuke! Darimana kau dapatkan semua emas ini? Bolehkah aku minta emasmu ini? Kelompoku sangat miskin! Uang yang kami dapatkan selalu digunakan Nami dan Robin untuk membeli baju!" Ucap Luffy
"Kau kaptennya seharusnya kau bisa mengatur keuangan grup mu." Ucap Sasuke dengan santai.
"Kau tidak mengerti. Nami sangat menakutkan. Jika aku membuatnya marah maka dia langsung memukuliku!" Ucap Luffy yang merinding saat mengingat Nami dan kini Luffy terbayang wajah Nami yang sedang marah.
"Dasar wanita urakan! Jika aku menjadi nakamamu, aku pasti akan menyerahkan semua uangku pada Luffy dan membuat Luffy bahagia." Ucap Hancock.
"Wanita memang menyeramkan jika berbicara soal uang hahaha." Ucap Rayleigh sambil tertawa. "Oh ia kau belum menjawab pertanyaan Luffy. Darimana kau mendapatkan semua emas ini?" Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
"Sebenarnya, emas ini aku dapat dari pulau manusia ikan. Aku membantu mereka sedikit dan emas-emas itu adalah imbalan untukku." Ucap Sasuke.
"PULAU MANUSIA IKAN!? SUGEEE! KAU SUDAH PERNAH KESANA!? Teriak Luffy kepada Sasuke.
"Pulau manusia ikan kah? Apa Neptune dan keluarganya baik-baik saja?" Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
"Ah aku sudah pernah kesana. Aku pergi ke pulau manusia ikan dengan Jimbe. Aku menghadapi seseorang yang menyandera keluarga kerajaan disana dan menyelamatkan mereka semua. Ku kira kini mereka semua baik-baik saja." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Ohh… Jadi kau adalah seorang hero sekarang?" Tanya Hancock sambil menyeringai.
"He-he-heroo?" Ucap Luffy yang terbata-bata dan matanya berbinar-binar saat mendengar Sasuke menjadi seorang hero.
"Sudahi percakapan ini dan cepat persiapkan dirimu." Ucap Sasuke yang bangkit berdiri dan berjalan keluar.
"OI TUNGGU! GLUP GLUP GLUP! Uahhh! Tunggu Sasuke!" Teriak Luffy yang langsung menghabiskan kopinya dan berlari mengikuti Sasuk.
Hancock dan Rayleigh yang melihat kedua kakak beradik itu hanya tersenyum karena senang melihat keakraban mereka berdua. Luffy dan Sasuke memang memilki kepribadian yang jauh berbeda. Diibaratkan Luffy seperti matahari yang sangat ceria dan sangat terang dan juga bisa memikat orang dengan sifatnya yang hangat. Sedangkan Sasuke seperti bulan yang lebih berkarisma dan lebih berwibawa. Sasuke mempunyai cara sendiri dalam memikat orang-orang disekitarnya yaitu dengan wibawa dan ketegasannya serta sifatnya yang dingin membuat orang segan dengan Sasuke.
"Baiklah sepertinya aku harus mengikuti dua saudara itu. Apa kau mau ikut?" Tanya Rayleigh kepada Hancock.
"Tidak. Aku sudah pergi selama satu hari dari istana dan mungkin Nyon akan cemas." Ucap Hancock sambil merogoh belahan dadanya dan mengeluarkan vivre card. "Berikan ini pada Sasuke." Ucap Hancock sambil menyerahkan vivre card itu kepada Sasuke.
"Hmmm kenapa kau memberikan vivre cardmu kepada Sasuke?" Tanya Rayeligh sambil mengambil vivre card yang diberikan oleh Hancock.
"Aku merasa suatu saat nanti aku akan membutuhkan bantuannya." Ucap Hancock dengan serius.
Rayleigh yang mendengar itu pun hanya mengangguk dan memasukan vivre card itu kedalam saku celananya. "Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa lagi Hancock." Ucap Rayleigh sambil berjalan keluar.
-X-
Sasuke, Luffy dan Rayleigh kini sudah berada di tengah-tengah hutan dimana tempat mereka akan berlatih. Luffy dan Sasuke kini sudah berdiri berhadapan sedangkan Rayleigh duduk diatas batu besar.
"Jadi, kau siap?" Tanya Sasuke kepada Luffy.
"Uhm! Aku siap!" Ucap Luffy sambil memasang kuda-kuda bertarung.
"Baiklah kalau begitu… MAJULAH!" Ucap Sasuke sambil mengaktifkan sharingannya.
"YOSH!" Teriak Luffy yang bersamangat.
GEAR SECOND!
BUSHOSOKU KOUKA!
GOMU-GOMU NO : JET PISTOL!
Luffy langsung menyerang Sasuke dengan jurus jet pistol yang sudah ia lapisi haki. Sasuke yang melihat itu hanya mengangkat tangannya dan menangkap tinju Luffy dengan mudah.
BOOOM!
"Masih belum selesai! GOMU-GOMU NO JET STAMP!" Teriak Luffy sambil memanjangkan kakinya dan mencoba menendang Sasuke.
Sasuke yang sudah membaca pergerakan Luffy langsung mengangkat kakinya yang sudah ia lapisi haki dan menendang kaki Luffy dengan keras.
BOOM!
BUAAAGHHH!
"UAAAGHHHHHH!"
DUAR!
Karena kerasnya tendangan Sasuke, Luffy langsung terpental kebelakang dan menabrak pepohonan yang berada dibelakanganya.
"SAKIT SEKALI! Tulang kakiku rasanya patah!" Ucap Luffy sambil memegangi kakinya yang tadi habis ditendang oleh Sasuke.
Sasuke pun perlahan berjalan mendekati Luffy dan menatap Luffy dengan datar. "Jika hanya segini kemampuanmu maka jangan pernah bermimpi untuk menjadi raja bajak laut." Ucap Sasuke.
Luffy yang mendengar itu pun mengerang kesal dan mengepalkan kedua tangannya. "URUSAI! AKU PASTI AKAN MENJADI RAJA BAJAK LAUT!" Teriak Luffy emosi.
Luffy langsung melompat kebelakang dan menjaga jarak dengan Sasuke. Luffy membungkukan badanya sedikit dan kembali mengaktifkan gear secondnya.
"GOMU-GOMU NO : JET GATORINGGA!" Teriak Luffy yang langsung menyerang Sasuke dan membombardir Sasuke dengan serangannya.
Sasuke yang melihat itu pun dengan sangat mulus menghindari satu per satu tangan Luffy dan dengan kecepatan tinggi Sasuke tiba-tiba berada didepan Luffy dan bersiap meninju Luffy.
BUAGH!
BOOOOOMM!
Luffy pun kembali terpental kebelakang dan menabrak bebatuan yang berada dibelakangnya. Luffy mencoba untuk kembali bangkit berdiri dan memegangi kepalanya yang sakit karena terkena pukulan Sasuke.
"Si-sial! Setiap serangannya benar-benar terasa sakit!" Ucap Luffy sambil memegangi kepalanya. Luffy pun seketika langsung membelalakan matanya saat ia merasa ada darah keluar dari kepalanya. "Da-darah?" Gumam Luffy sambil menatap telapak tagannya yang sudah penuh darah.
"Jangan pikir aku akan bersikap lunak padamu Luffy." Ucap Sasuke kepada Luffy dengan datar.
Luffy yang mendengar itu pun langsung serius dan memandang Sasuke dengan tajam. "Aku sudah bisa menguasai haki dan yang perlu aku lakukan hanyalah memukulmu sampai kau kalah dengan haki ku." Ucap Luffy sambil memasang kuda-kuda bertarung.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan melepaskan jaketnya. "Dengan pemikiran bodohmu itu, sepertinya kau bahkan tidak layak untuk berlayar didunia baru. Sebaiknya kau bubarkan bajak lautmu dan kembali ke East Blue." Ucap Sasuke sambil tersenyum dan mengejek Luffy.
Luffy yang mendengar itu pun makin kesal menatap Sasuke dengan tajam. "SIALAN KAU SASUKE! AKU AKAN MENGHAJARMU!" Teriak Luffy
GEAR THIRD!
BUSHOSOKU KOUKA!
GOMU-GOMU NO : ELEPHANT GUN!
Luffy kini mengaktifkan gear thirdnya dan membuat lengannya menjadi besar. Lengan besar itu ia lapisi bushosoku haki dan ia langsung meninju Sasuke yang berada didepannya.
Sasuke yang melihat itu pun langsung mengaktifkan hakinya ditangannya dan langsung meninju tangan besar Luffy tersebut.
BOOOOM!
CRACK! CRACK!
Kedua tinju itu beradu dan membuat tanah disekitarnya retak karena keuatan Luffy dan Sasuke yang sangat besar.
"UOOOOOOOOOOOOO!" Luffy berteriak dengan sangat kencang dan berusah mendorong Sasuke dan memenangkan adu tinjunya dengan Sasuke.
Sasuke yang mendengar Luffy berteriak dan berusaha untuk menang hanya tersenyum dan tiba-tiba cahaya ungu keluar dari tangannya dan menyelimuti tinju Sasuke.
BOOM!
BOOM!
DUAAAARRR!
"UAAAAAGHHHH!" Luffy berteriak kesakitan karena merasa seluruh tulang yang berada dalam tangannya bergeser dan Luffy pun kembali terpental kebelakang.
SRING!
Belum sempat Luffy mendarat, tiba-tiba batu yang berada dibelakang Luffy berubah menjadi Sasuke yang sudah mengangkat kakinya dan bersiap untuk menendang Luffy.
BUAGH!
BOOOMMM!
Sasuke berhasil menendang wajah Luffy yang membuat Luffy menyemburkan darah dari mulutnya dan Luffy pun terpental dan kembali menabrak pohon yang yang berada dibelakangnya.
Rayleigh yang melihat Luffy sudah berdarah-darah pun langsung mengampiri Sasuke dan mencoba menghentikan pertarungan ini. "OI! Apa kau tidak berlebihan?" Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar pertanyaan Rayleigh itu pun langsung mengarahkan padangannya kepada Luffy yang sedang mencoba untuk kembali bangkit berdiri. "Apa ini terlalu keras untukmu Luffy?" Tanya Sasuke kepada Luffy.
"Tidak!" Ucap Luffy dengan serius. Terlihat kini Luffy sudah babak belur. Wajahnya terlihat lebam dan darah pun masih mengucur dari kepalnya dan menetes kebawah. "Aku harus bisa menahan semua ini." Ucap Luffy sambil memandang Sasuke dengan serius.
"Kau yakin ini tidak berlebihan?" Tanya Rayleigh kepada Sasuke.
"Aku sudah mengenalnya sejak kecil dan dia bercita-cita untuk menjadi raja bajak laut dan dia tidak akan berhenti sampai dia menjadi raja bajak laut. Sebagai kakaknya aku ingin melihatnya menggapai impiannya itu dan inilah cara satu-satunya yang bisa membantunya. Kau pun tahu seberapa mengerikannya Yonkou itu. Jika dia tidak bisa bertahan dengan latihan yang kuberikan ini maka dia sebaiknya berhenti bermimpi untuk menjadi raja bajak laut." Ucap Sasuke dengan serius.
Rayleigh yang mendengar itu pun menghela nafasnya dan tersenyum kepada Luffy. Memang benar yang Sasuke katakan bahwa Yonkou itu sangat mengerikan dan jika Luffy ingin bertarung dengan salah satu Yonkou maka dia harus menjalani latihan yang super keras.
Disisi lain, Luffy yang mendengar perkataan Sasuke barusan pun membelalakan matanya dan mulai menyadari betapa lemah dirinya. Luffy tahu bahwa Sasuke bahkan tidak menggunakan kekuatannya dan hanya menggunakan haki saja saat menyerangnya dan itu sudah membuat Luffy babak belur.
"Ayo lanjutkan latihan ini Sasuke!" Ucap Luffy.
GEAR THIRD!
GOMU-GOMU NO : ELEPHANT GATORINGGA!
Luffy kembali mengaktifkan gear third dan kini ia memperbesar ukuran kedua tangannya yang sudah ia lapisi haki. Luffy dengan cepat kembali membombardir Sasuke dengan serangannya.
SUSANO!
Sasuke pun mengeluarkan susanonya dan terlihat ada tengkorak ungu yang keluar dari tubuh Sasuke dan tengkorak itu pun melindungi Sasuke dari serangan Luffy.
BOOM! BOOM! BOOM! BOOM! BOOM!
"UUUOOOOOOOOOO!" Luffy terus berteriak dan dan terus menghajar susano Sasuke dengan bertubi-tubi.
Hampir satu menit Luffy melakukan itu dan tidak ada hasilnya, Luffy pun langsung menghentikan serangannya dan mencoba untuk mengeluarkan jurus baru.
BANSHO TENIN!
Sesaat sebelum Luffy akan mengeluarkan jurus barunya, Sasuke mengangkat tangannya dan ia arahkan kepada Luffy. Luffy pun tertarik kearah Sasuke dengan cepat dan ia membelalakan matanya saat ia melihat susano Sasuke sudah mengepalkan tangannya dan bersiap untuk menyerang.
BOOOOOMM!
DUAAAAAAARRRRRRR!
"UAAAAAAAAAGHHHHHHH!" Susano tersebut berhasil meninju Luffy dengan sangat keras dan membuat Luffy terbentur ketanah dengan sangat keras.
Sasuke yang melihat Luffy sudah terbaring ditanah pun langsung menonaktifkan Susanonya dan berjalan mendekati Luffy.
"Masih sanggup bertarung?" Tanya Sasuke sambil tersenyum.
"A-a-ak….ma-masih…." Ucap Luffy yang terbata-bata dan berusaha mencoba untuk bangkit beridir tetapi kali ini tubuhnya terasa sangat berat dan ia merasakan sakit yang luar biasa diseluruh tubuhnya.
"Sepertinya kau tidak harus kembali bertemu dengan teman-temanmu Luffy. Dengan kekuatan seperti ini lebih baik kau berhenti menjadi bajak laut. Untuk teman-temanmu, aku akan memberitahu mereka bahwa kapten mereka terlalu lemah untuk kembali berlayar." Ucap Sasuke yang langsung membalikan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Luffy.
"SIAPA BILANG AKU AKAN BERHENTI HAH!?"
BOOOOMM!
GEART FOURTH!
Tiba-tiba Luffy melompat ke atas dan ia memasuki mode gear fourth. Sasuke yang mendengar Luffy berteriak seperti itu langsung tersenyum. 'Kau memang mirip dengan Naruto, Luffy.' Gumam Sasuke dalam hatinya.
Luffy disisi lain menggigit kedua lengannya dan terlihat lengan kedua lengan Luffy membesar. Tidak hanya lengannya, tubuhnya pun membesar dan beberapa bagian tubuhnya yang lain pun menghitam.
"BOUNCE MAN!" Teriak Luffy yang terlihat tubuhnya terus memantul-mantul seperti trampoline.
"Aku belum pernah melihat mode ini sebelumnya. Apa ini jurus baru yang kau maksudkan?" Tanya Sasuke kepada Luffy sambil tersenyum.
"Ah! Aku akan mengelahkanmu dengan jurus baruku ini! Bersiaplah kau Sasuke! GOMU-GOMU NO : KONG GUN!"
Luffy langsung menyerang Sasuke dengan sekuat tenaga dan meninju Susano Sasuke dengan sangat keras.
BOOOOOMMM!
Sasuke pun hanya memperhatikan serangan Luffy dan mulai menganlisa serangan Luffy. 'Di mode yang dia sebut gear fourth ini, kekuatannya meningkat secara drastis. Setidaknya dia sudah bisa mengalahkan beberapa komandan Yonkou dengan mode ini.' Gumam Sasuke dalam hatinya.
"BELUM SELSAI! GOMU-GOMU NO : RINO SCHENEIDER!" Teriak Luffy yang kini bergerak dengan cepat kearah Sasuke dan menendang susano Sasuke dengan keras.
BOOOM!
CRACK!
Susano Sasuke pun terlihat mengalami keretakan akibat serangan Luffy tersebut. Sasuke yang melihat susanonya retak pun tersenyum kearah Luffy.
"Bagaimana? Aku sudah betambah kuat bukan?" Tanya Luffy kepada Sasuke.
"Ah. Kutarik kembali kata-kataku tadi. Nampaknya kau sudah bertambah kuat Luffy." Jawan Sasuke sambil tersenyum.
Sasuke pun kini menonaktifkan susanonya dan membuat Luffy sedikit bingung. "Ehhh? Kenapa?" Tanya Luffy kepada Sasuke.
"Waktuku terbatas. Sore nanti aku harus pergi dan dibanding aku bertarung denganmu aku ingin kau menyempurnakan gear fourthmu itu." Ucap Sasuke kepada Luffy.
"Menyempurnakan? Memangnya ini belum sempurna?" Tanya Luffy yang masih kebingungan.
"Ah. Apa kau mempunyai mode lain selain bounce man ini?" Tanya Sasuke kepada Luffy.
Luffy yang mendengar pertanyaan Sasuke itu memiringkan kepalanya dan mulai berpikir. "Etooo… anoooo.. tidak! Shishishishi!" Ucap Luffy sambil tertawa.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya swetadrop dan memejamkan matanya. "Di mode bounce man ini sepertinya kekuatanmu meningkat dengan sangat drastis. Hakimu pun menjadi lebih kuat dibandingkan saat kau memakai gear second dan gear fourth tapi ada satu kelamahan di mode bounce man ini." Ucap Sasuke kepada Luffy.
"Ehhh!? Memangya dimana titik lemahnya!?" Ucap Luffy yang tidak percaya bahwa jurus barunya masih mempunyai kelamahan.
"Kecepatan. Semua gerakanmu di mode bounce man bisa aku baca dan mataku bisa melihat semua seranganmu dengan jelas. Sangat cerdas menggunakan bushosoku haki untuk melapisi kulitmu suapay mengeras dan membuat ketegangan karetmu meningkat serta kau memanfaatkan fleksibilitas dan elastistas karet supaya kau bisa terbang." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
"Ehhh!? Aku kurang cepat!? Padahal aku merasa bahwa aku bergerak lebih cepat di mode ini!" Ucap Luffy yang tidak percaya.
"Hn dasar keras kepala. SRING!" Sasuke tiba-tiba berada didepan Luffy dan langsung menendang perut Luffy dengan keras.
BUAAAGH!
"UAAAGHH!"
BOOOM!
Luffy kembali terpental kebelakang dan menabrak beberapa pohon yang berada dibelakanganya. Disisi lain, Rayeligh yang Luffy terpental pun hanya tersenyum. 'Nampaknya, Kau mendapatkan latihan yang lebih keras Luffy.' Gumam Rayleigh dalam hatinya.
"UAAAHH! UHUK! UHUK! HOEKK!" Luffy pun kini kembali bangkit berdiri dan tubuhnya terus memantul. Luffy memegangi perutnya dan ia terbatuk darah akibat serangan Sasuke barusan. "Kuso! Dari awal dia memang berniat menyiksaku!" Gumam Luffy sambil menyeringai.
"Kau bergerak sangat lamban di mode bounce man itu. Jika kau bertemu musuh yang mengandalkan kecepatan dalam bertarung maka mode itu tidak ada gunanya." Ucap Sasuke sambil mengeluarkan kusanaginya. "Dan bushosoku haki mu itu masih belum cukup kuat untuk melapisi kulitmu." Lanjut Sasuke.
Sasuke langsung melompat kearah Luffy dan mengayunkan pedangnya. Luffy yang melihat itu pun langsung membelalakan matanya karena pergerakan Sasuke yang sangat cepat.
SRET!
"UAAAAAAAAGHHHHH!" Luffy pun menjerit kesakitan karena Sasuke menebas tubuhnya dan membuat haki yang melapisi kulitnya pun ikut tertebas dan darah pun kembali mengucur dari tubuhnya,
"KONOYARO! KAU BERNIAT MEMBUNUHKU HAH!?" Teriak Luffy yang merinding akibat tebasan Sasuke tadi.
"Aku hanya menunjukan bahwa itu hakimu itu kurang kuat. Itu saja." Ucap Sasuke dengan datar.
"BANYAK METODE LAIN UNTUK MEMBUKTIKAN BAHWA HAKIKU MASIH LEMAH! TIDAK PERLU MENGGUNAKAN PEDANG!" Teriak Luffy yang makin emosi dengan jawaban Sasuke.
Sasuke yang mendegar itu hanya menghela nafas dan menatap Luffy dengan datar. "Lupakan. Sepertinya badan besarmu itu lah yang membuat kau menjadi lamban. Apa kau bisa mengecilkan badanmu dan tetap berada di mode gear fourth?" Tanya Sasuke kepada Luffy.
Luffy yang mendengar itu pun sedikit kebingungan dan mencoba melakukan apa yang Sasuke katakan.
"WUUUSSSSHHHH!" Luffy menghembuskan nafas yang sangat panjang dari mulutunya da perlahan tubuhnya pun mengecil. Dari tubuh Luffy pun keluar asap berwana putih yang menyelimuti tubuhnya dan rambut hitam Luffy pun berubah menjadi jabrik dan terangkat keatas.
"SUGEEEE! TUBUHKU TERASA RINGAN!" Ucap Luffy sambil melihat dirinya sendiri.
Sasuke yang melihat perbuhan baru Luffy itu pun hanya tersenyum. "Nah sekarang coba serang aku." Ucap Sasuke.
"BAIKLAH! SIUNG!"
Sasuke membelalakan matanya karena ia pun tidak menyangka bahwa serangan Luffy akan secepat ini.
SIUNG! SIUNG! SIUNG!
Luffy dan Sasuke pun membelalakan mata mereka karena melihat lengan Luffy yang terus memanjang dengan cepat dan lengan itu kini sedang menuju Rayleigh.
"RAYLEIGH AWAS!" Teriak Luffy.
Rayleigh yang mendengar namanya dipanggil pun langsung melirik kesamping dan membelalakan matanya saat melihat ada sebuah lengan yang sedang menuju kearahnya. "Ce-cepat sekali!"
BUAAAAAGHHHHH!
"UAAGHHH!"
BOOOM!
Rayleigh pun terkena serangan Luffy dan membuatnya terjungkal kebelakang.
Sasuke dan Luffy pun terkejut saat melihat Rayleigh terjungkal dan kini Luffy langsung menarik lengannya kembali.
"Su-suge! Cepat sekali gerakannya. Lenganku bergerak seperti ular piton!" Gumam Luffy sambil melihat lengannya.
"Aku tidak menyangkan seranganmu menjadi secepat itu." Ucap Sasuke.
"Shihishishi sudah kubilang kan aku akan-"
BUAAAGH!
"UAAAAGHHHH!"
BOOOM!
Belum sempat Luffy menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dia ditendang oleh seseorang dan menyebabkan ia terpental kebelakang.
"KENAPA KAU MALAH MEMUKULKU HAH!?" Dan orang yang memukul Luffy itu adalah Rayleigh. Terlihat wajah Rayleigh kini membiru akibat terkena serangan tidak sengaja dari Luffy tersebut.
"Bahkan kau pun langsung bonyok seperti itu." Gumam Sasuke sambil melirik Rayleigh.
"Ah. Serangan yang tadi sangat luar biasa." Gumam Rayleigh sambil mengelus-ngelus pipinya.
"Uaaaaaahhh! Aku benar-benar lelah!" Ucap Luffy yang kini terbaring ditanah dan gear fourthnya pun sudah tidak aktif.
Sasuke dan Rayleigh yang melihat Luffy terbaring pun hanya tersenyum. Mereka berdua kini bangga melihat Luffy yang sudah menjadi kuat dan berhasil menguasai hakinya dengan baik. Yang perlu dilakukan Luffy kali hanyalah terus meningkatkan kekuatan hakinya dan mengontrol kekuatan buah setannya.
"Mode yang barusan itu sangat mengerikan Luffy." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.
"Shishishi. Sasuke lah yang memberitahuku untuk menggunakan mode itu. Aku akan memberi nama mode yang barusan snake man karena pergerakannya seperti ular." Ucap Luffy sambil trtawa.
Sasuke yang mendengar itu pun tersenyum. "Sepertinya latihan kita cukupkan sampai disini Luffy. Sebentar lagi aku akan pergi." Ucap Sasuke.
"EEHHH!? Kenapa terburu-buru sekali!? Memangnya kau mau kemana?" Tanya Luffy kepada
"Aku akan pulang ke desa Fusha dan ingin bertemu Dadan, Makino dan yang lainnya." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Luffy yang mendengar itu pun langsung terduduk dan menatap Sasuke sambil tersenyum. "Dadan kah? Aku pun merindukan mereka shishishi. Sasuke sampaikan salamku pada mereka jika kau bertemu mereka nanti." Ucap Luffy kepada Sasuke.
"Tentu saja dan…." Sasuke langsung mengeluarkan sebuah gulungan dari saku celananya dan ia letakan telapak tangannya di gulangan tersebut.
BUSSH!
Keluar asap putih dari gulungan tersebut dan seketika muncuk beberapa batang emas dari gulungan tersebut. Rayleigh yang melihat itu pun langsung membelalakan matanya dan matanya pun berubah menjadi lambang mata uang Berry.
"Aku memilki sekitar 20 batang emas dan setiap batang emas ini memiliki berat sekitar 10 kilogram dan jika dijual, perbatangnnya seharga, 30 juta Berry. Aku akan memberikan kalian masing-masing 10 batang." Ucap Sasuke kepada Rayleigh dan Luffy.
"ARIGATOU SASUKEEE! Jika aku menjualnya maka aku akan mendapatkan 300 juta berry dan aku tidak perlu berpura-pura menjadi budak lagi untuk mendapatkan uang!" Ucap Rayleigh yang bahagia sambil memeluk emas batangan pemberiak Sasuke.
"SUGE SASUKE! ARIGATOU! SHISHISHI! Ehh tunggu kenapa kau memberikan emas ini kepadaku?" Tanya Luffy kepada Sasuke.
"Kau sendiri yang bilang bahwa kelompokmu miskin. Pergunakan emas-emas ini dengan baik dan jangan sampai orang tahu kalau Mugiwara Kaizokudan adalah bajak laut miskin. Kau adalah adik dari Uchiha Sasuke maka kau tidak boleh membuatku malu." Ucap Sasuke sambil tersenyum.
Luffy yang mendengar itu pun langsung tersenyum mengepalkan kedua tangannya. "TENTU SAJA! Aku tidak akan membuatmu kakakku malu dan menggunakan emas-emas ini dengan sangat baik. Aku akan memarahi Nami jika dia berani menyia-nyiakan emas pemberianmu ini." Ucap Luffy sambil tertawa.
"Setidaknya belilah pakaian yang bagus. Dengan pakaianmu itu, kau lebih cocok menjadi nelayan daripada bajak laut." Ucap Sasuke sambil memejamkan matanya.
"HAH!? SIAPA YANG KAU SEBUT NELAYAN!?" Teriak Luffy kepada Sasuke.
"Nelayan? BUAHAHAHAHAHAHAHAH! AKU SETUJU DENGANMU SASUKE! BUAHAHAHAHAH!" Rayleigh pun ikut tertawa karena tergeletik dengan perkataan Sasuke yang menyebut Luffy nelayan. "Yooo Luffy kenapa kau tidak mengubah impianmu menjadi raja nelayan daripada raja bajak laut? BUAHAHAHAHA!" Lanjut Rayleigh sambil tertawa.
"KONOYARO! BERHENTI MENGHINAKU!" Teriak Luffy yang emosi karena diejek oleh Rayleigh.
Rayleigh yang mendengar teriakan Luffy itu pun dengan perlahan menghentikan tawanya dan mengusap air matanya lalu ia arahkan pandangannya pada Sasuke. "Sasuke-Kun Hancock ingin aku memberikanmu vivre cardnya." Ucap Rayleigh sambil memberikan sebuah vivre card kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengambil vivre card Hancock dan sedikit kebingungan. "Kenapa dia memberikan vivre cardnya padaku?" Tanya Sasuke.
"Entahlah. Dia bilang hanya untuk berjaga-jaga siapa tahu dia dalam bahaya dan kau harus melindunginya karena kau adalah kesatrianya. Itu yang dia katakan." Ucap Rayleigh sambil tersenyum.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya sweatdrop dan benar-benar tidak mengerti jalan pikir Hancock yang kini menyebut dirinya sebagai kesatria. "Wanita itu benar-benar tidak waras." Gumam Sasuke dengan pelan.
"Ohh iya Sasuke. Aku ingin meminta vivre cardmu." Ucap Luffy kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengeluarkan sebuah kertas dan memberikannya kepada Luffy. "Ambilah." Ucap Sasuke.
"Terima kasih Sasuke shishishishi." Luffy pun tertawa dan mengambil vivre card Sasuke.
"Baiklah kalau begitu, jaga dirimu baik-baik Luffy, aku menunggumu 1 tahun lagi." Ucap Sasuke kepada Luffy.
"Uhm! Kau juga jaga dirimu baik-baik dan ingat! Akulah yang akan menjadi raja bajak laut!" Ucap Luffy kepada Sasuke.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan mengarahkan padangannya kepada Rayleigh. "Ambilah vivre card ku ini dan tolong jaga Luffy dengan baik." Ucap Sasuke kepada Rayleigh.
"Tentu saja. Serahkan semuanya kepadaku." Ucap Rayleigh sembari tersenyum.
-X-
TIME SKIP 3 HARI
Tiga hari sudah sejak pertemuan Sasuke dengan Luffy dan Rayleigh dan kini Sasuke sedang melanjutkan perjalannya menuju ke East Blue. Karena persediaan uangnya sudah menipis, Sasuke memutuskan untuk singgah di sebuah pulau untuk menjual beberapa emas pemberian Neptune. Kapal Sasuke kini sedang menuju ke sebuah pulau yang bernama Water 7.
Sasuke kini mengarhakan pandangannya ke pulau Water 7 dan ia harus akui bahwa water 7 adalah pulau yang sangat indah dan terdapat banyak sekali fountain atau air mancur.
"OIIIII! JIKA KAU BAJAK LAUT MASUKLAH LEWAT PINTU BELAKANG!"
Sasuke mendengar seseorang yang berteriak dari bawah, dan Sasuke berjalan untuk melihat siapa orang yang berteriak tadi. Sasuke kini melihat ada seseorang yang berlayar menggunakan sekoci dan sedang memancing.
"Dimana orang pintu belakang yang kau maksudkan itu?" Tanya Sasuke kepada orang itu.
Orang tersebut perlahan tubuhnya bergetar dan memeblalakan matanya saat ia melihat Sasuke. "MIRAI KAIZOKU-O UCHIHA SASUKE!" Teriak orang tersebut yang panic.
Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafasnya dan menatap pria itu dengan datar. "Tidak usah panik seperti itu O-san. Beritahu saja dimana pintu belakang itu." Ucap Sasuke.
"DI-di-di arah kiri. Belokan kapalmu ke kiri dan kau bisa langsung memasuki pulau ini." Ucap orang tersebut dengan terbata-bata.
"Baiklah. Terima kasih O-San." Ucap Sasuke yang terus berjalan menuju setir kemudi kapal dan membelokan kapalnya ke kiri.
Kini kapal Sasuke sedang berlayar di sebuah gang yang cukup besar dan terlihat ada perumahan di sisi kanan dan sisi kiri. Sasuke hanya berdiri dikapalnya dan menatap pemandangan kota ini sambil tersenyum.
"BERHENTI KAU!"
"KAU TIDAK AKAN KUBIARKAN LOLOS!"
Tiba-tiba Sasuke mendengar ada suara teriakan dari seseorang dibelakangnya. Sasuke langsung membalikan tubuhnya dan melihat ada seseorang yang memakai jubah ungu panjang dan memakai masker sedang dikejar oleh beberapa pria yang memiliki tubuh besar dan membawa senjata tajam.
"TEMBAK KAKINYA!"
"BAIK!"
DOOORRR!
"UAAAAGHHH!"
Seseorang yang memakai jubah ungu panjang itu pun langsung terjatuh karena kakinya tertembak.
"Nah sekarang, sebelum aku membawamu pulang aku akan bersenang-senang denganmu hahahah," Ucap Pria itu sambil menyeringai mesum.
Sasuke yang daritadi menonton itu, langsung mengarahkan telapak tangannya ke para pria-pria itu.
SHINRA TENSEI!
WUUSSHH!
"UAAAAAGHHH!"
Para lelaki itu pun langsung terbang karena serangan Sasuke tadi. Sasuke kembali mengarahkan telapak tangannya kearah orang berjubah ungu itu.
BANSHO TENIN!
"KIYAAAAAAA!"
Sasuke langsung menarik orang berjubah tersebut kepalalnya dan orang tersebut kini sudah berada dalam dekapan Sasuke. Sasuke langsung menangkap orang itu sebelum ia jatuh karena nampaknya orang ini tidak bisa berdiri karena kakinya tertembak dan Sasuke pun kini berjongkok dan memegang punggung orang tersebut. Sasuke melihat dan merasakan tubuh orang ini bergetar dan sangat ketakutan. Orang tersebut meremas baju Sasuke dengan sangat keras dan menundukan kepalanya.
"Tenanglah. Aku tidak akan menyakitimu. Jika kau mau lari silahkan lari. Aku tidak aka mengejarmu." Ucap Sasuke dengan lembut.
Orang tersebut pun langsung membuka penutup kepalanya dan membuka masker yang ia gunakan dan mendongakan kepalanya untuk menatap Sasuke. Saat mereka berdua saling menatap, mereka berdua membelalakan mata mereka karena mereka ternyata mengenali satu sama lain. Sasuke melihat kini seorang wanita berambut biru muda berdiri didepannya dan wanita itu tersenyum dengan lebar sambil meneteskan air matanya.
"Sa-Sasuke-San?" Gumam wanita itu dengan pelan dan menatap Sasuke sambil menangis.
"Sabaku no Oujo Nefertari Vivi." Gumam Sasuke sambil membelalakan matanya.
Vivi langsung memegang kedua pundak Sasuke dengan sangat keras dan membuat Sasuke sedikit kesakitan. Air mata Vivi pun makin deras mengalir karena kini ia sangat bahagia dan tidak menyangka bahwa akan bertemu Sasuke disini.
"SASUKE-SAN!" Vivi pun berteriak dengan sangat kencang dan memeluk Sasuke dengan sangat erat. "Sasuke-San… Hiks….hikss….hikkssss." Vivi membenamkan wajahnya di dada Sasuke menangis sejadi-jadinya.
Sasuke yang merasakan kesedihna Vivi pun membalas pelukan Vivi dan mengelus kepala belakng Vivi dengan lembut. "Tenanglah. Kau sudah aman. Tidak ada yang bisa menyakitimu lagi disini." Ucap Sasuke dengan lamban.
"Sasuke-San… Arabasta…" Ucap Vivi disela-sela tangisannya.
Sasuke yang mendengar itu pun mendorong Vivi dengan lembut dan melepaskan pelukannya dan menata Vivi dengan lembut. "Katakan apa yang bisa aku bantu." Ucap Sasuke sambil memegang pundak Vivi.
"Hiks…hikss… Ada sekelompok bajak laut yang mau mencoba menghancurkan Arabasta. Bajak laut itu mengira Arabasta menyimpan sebuah senjata kuno dan mereka ingin menghancurkan Arabasta jika tidak mendapatkan senjata kuno itu." Ucap Vivi di sela-sela tangisannya.
"Lalu kenapa kau ada disini?" Tanya Sasuke kepada Vivi.
"Aku kesini untuk mencari informasi mengenai senjata kuno itu dan aku mendengar bahwa ada seseorang di pulau ini yang mengetahui keberadaan senjata kuno itu. Senjata kuno itu adalah pluton." Ucap Vivi.
Sasuke yang mendengar perkataan Vivi itu hanya menganggukan kepalannya dan menatap Vivi dengan serius. "Lalu, bajak laut mana yang kini berada di Arabasta?" Tanya Sasuke.
Vivi yang mendengar pertanyaan Sasuke itu pun kembali menangis dan tubuhnya kembali bergetar. "Bajak laut yang baru menjadi Yonkou beberapa bulan yang lalu. Kurohige, Marshall,D,Teach!"
DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 2 END
ARIGATOU GOZAIMASU!
