Beberapa tahun kemudian.
"Kita akan menghadapi perang dunia ninja yang ketiga, tolong siapkan semua perlengkapan kalian serta beberapa kebutuhan penting untuk perang nantinya."
Hiruzen menatap laporan yang diberikan informan yang telah dia terima, keempat desa besar ninja akan berperang satu sama lain, ini semua karena ulah Ohnoki dan Raikage ketiga yang saling berselisih pendapat, serta membuat desa Suna serta Konoha terlibat di dalamnya.
Hiruzen sendiri melakukan persiapan untuk menghadapi peperangan, dia sendiri menyuruh keempat ninja kesayangannya untuk pergi ke posisi masing-masing. Orochimaru, Jiraiya, Tsunade, dan Naruto. Keempat orang itu diberikan tugas oleh Hiruzen ke post masing-masing.
Jiraiya berada di divisi informasi, Tsunade berada di divisi medis, Orochimaru dan Naruto berada di dalam satu Divisi yang ada di garis depan, sementara para murid dari keempatnya pun ditempatkan pada posisi yang mereka.
Naruto menyuruh Mikoto dan Kushina untuk ikut bersama Tsunade, lalu Minato, Nagato, Konan, dan Yahiko ikut bersamanya, sementara Anko yang menjadi murid dari Orochimaru berada di bawah naungan Jiraiya.
Ini adalah kali kedua Naruto ikut dalam suatu perang, setelah perang dunia ninja keempat di masanya, dia tak menyangka jika perang yang ketiga ini akan berlangsung beberapa minggu kedepan. Pemuda itu sendiri menyuruh calon Ayah mertuanya untuk tetap tinggal di Konoha dan menjadi penasehat bagi Hiruzen, karena dia sendiri akan memiliki adik setelah ini.
Naruto tahu, Shisui akan segera lahir. Seorang Uchiha dengan ideologi yang sama seperti Itachi, Naruto tertawa kecil saat tahu jika calon ibu mertuanya itu akan mempunyai anak lagi.
Naruto mengeluarkan napas pasrah, dia akan berpisah dengan kedua tunangannya untuk beberapa saat. Orochimaru yang ada dibelakang Naruto pun menepuk bahu pemuda Uchiha itu. "Tak perlu khawatir, kau akan bertemu lagi dengan mereka setelah perang ini selesai."
"Tapi lama."
"Itukan sudah menjadi resiko kita."
Naruto menghela napas untuk yang kedua kalinya. "Ngomong-ngomong, aku merasa jika kau sedang mempelajari sesuatu yang sangat rahasia?"
Orochimaru melirik Naruto melalui ekor matanya, dia menyeringai kecil saat Naruto mengetahui hal yang tengah dia teliti akhir-akhir ini. "Tidak baik menyelidiki penelitian seseorang Naruto-kun."
Naruto menghela napas. "Aku tahu jika kau tak bisa menggunakan mode sannin karena tubuhmu yang lemah, tak seperti Jiraiya ataupun Tsunade. Walaupun, Mode Sennin Jiraiya sudah sempurna."
"Kau henar, tubuhku tak kuat menampung chakra alam, dan penelitianku ini tak ada hubungannya denganmu."
Naruto mengerutkan dahinya mendengar nada dingin yang dikeluarkan Orochimaru. "Jangan bilang kau meneliti tubuh orang?" Tatapan Naruto begitu menyelidik bagi Orochimaru, dia sendiri dengan diam-diam tengah meneliti jasad para Shinobi yang tewas dalam peperangan, serta menangkap beberapa orang untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan. "Hiruzen-sama, masuklah!"
Pintu masuk itu terbuka, menampilkan seorang pria tua yang menatap tajam Orochimaru, sementara Naruto membuat sebuah segel tangan untuk membuat ruangan itu menjadi kedap suara.
"Hiruzen-sensei."
"Kau melanggar kode etik seorang Shinobi. Pelanggaranmu terlalu berat Orochimaru." Naruto dan Orochimaru terdiam mendengar penuturan dari Hiruzen. "Jujurlah padaku Orochimaru. Naruto sudah membongkar beberapa rahasiamu."
"Aku seharusnya berhati-hati denganmu Naruto-kun, kau lebih berbahaya daripada orang lain."
"Kita kandidat Hokage selanjutnya menggantikan Hiruzen-sama Orochimaru-san. Kau harus tahu itu."
Naruto benar, keduanya kandidat Hokage selanjutnya menggantikan Hiruzen, mungkin setelah perang ini mereka akan dilantik menjadi Hokage keempat, salah satu dari mereka akan menjadi pemimpin desa Konoha generasi keempat.
"Aku mengizinkanmu untuk melakukan penelitian secara diam-diam, serta jangan sampai ketahuan para penduduk ataupun tetua desa. Aku tak tahu ini benar atau salah, tapi tubuhmu sendiri terlalu lemah dan aku tahu hal tersebut." Hiruzen memijit pangkal hidungnya. "Naruto-kun, ini adalah rahasia kita bertiga, kau bisa menganggap ini adalah rahasia tingkat S jika mau." Hiruzen tersenyum tipis melihat Naruto. "Dan Orochimaru, ini akan menjadi dosa kita berdua."
"Aku tahu sensei. Terima kasih sebelumnya karena sudah mengizinkanku melakukan ini, mungkin aku akan keluar dari desa Konoha dan membuat tempat penelitianku sendiri."
Naruto menaikkan sebelah alisnya, sementara Hiruzen menghela napas kecewa. "Kukira kau bakal melakukannya disini."
"Tenang saja, aku akan memberikan informasi pada Naruto-kun dan sensei." Keduanya mengangguk paham. "Tapi maaf, ini juga akan sedikit membuat kalian terkejut ataupun shock."
"Apa itu?"
"Aku sedang meneliti Sel Hashirama Senju-sama."
Hiruzen langsung terkejut, dia melotot menatap Orochimaru. "Kau gila!"
"Tidak Hiruzen, Orochimaru-san benar. Di masa yang akan datang, Mokuton akan sangat berguna walaupun hanya satu orang yang bakal menjadi pengguna kekkai genkai itu." Naruto mulai menjelaskan sesuatu tentang Mokuton. "Di masa yang akan datang, kita juga membutuhkan seseorang dengan kekuatan Mokuton untuk mengawasi Jinchuriki Kyuubi selanjutnya-tunggu sebentar."
Hiruzen mengangkat sebelah alisnya.
"Uhhh, Kyuubi sendiri saat ini berada di dalam pengawasanku, jadi mungkin tak ada gunanya mempunyai pengguna Mokuton."
Orochimaru berdehem. "Naruto-kun, aku berpikir jika sel Hashirama-sama nantinya akan menjadi sebuah bahan untuk bagian tubuh dari para Ninja yang salah satu organ tubuhnya hilang atai hancur. Sebenarnya aku butuh izin dari Tsunade yang menjadi cucu Hashirama-sama, tapi jika dilihat dari tempramennya..."
"..."
"Ya, dia akan menolak dengan keras."
"Kau benar Naruto-kun."
Hiruzen meremas rambutnya. "Baiklah, aku izinkan penelitian tentang sel Hashirama-sama. Jangan ketahuan, ataupun bocor ke pihak lain, jika kau menjualnya maka akan aku eksekusi ditempat."
"Anda bisa memegang perkataanku Hiruzen-sensei."
...
Chapter 11
...
Perang dunia ninja ketiga dimulai, Konoha yang seharusnya menjadi pihak Netral pun malah ikut masuk ke dalam perang tersebut. Hiruzen selaku pemimpin desa Konoha sudah menyiapkan semuanya, empat Shinobi pilihannya pun sudah disiapkan untuk memimpin unit masing-masing. Termasuk Naruto di dalamnya.
Naruto sendiri membuat divisi yang sama dengan Orochimaru, dia sendiri mengambil beberapa Shinobi untuk ikut dengan dirinya ke dalam medan perang nantinya, sementara Orochimaru menunggu di garis belakang untuk memberikan support pada pemuda Uchiha itu.
Terlepas dari itu semua, Naruto memberikan sebuah perintah pada Minato serta ketiga nak didiknya untuk menghancurkan jembatan Kannabi. Minato menuruti perintah itu, karena Naruto adalah pemimpin divisi tersebut.
"Ini misi berbahaya, kau mungkin tak akan kembali jika ada Shinobi dari Iwa yang ikut campur, semuanya aku percayakan padamu, aku tahu kau bisa melakukannya Minato."
"Baiklah." Minato menatap Naruto serius, dia berbalik dan pergi meninggalkan Naruto untuk memanggil ketiga muridnya.
Naruto sendiri hanya menghela napas, saat ini dia berada di perkemahan Konoha bagian garis depan, sementara Orochimaru memegang bagian pertahanan. Beruntung Kushina dan Mikoto diminta oleh Tsunade untuk ikut menjadi support dibagian garis depan, kedua wanita yang saat ini berusia dua puluh tiga tahun itu senang bisa ikut bersama calon suami mereka di garis depan.
"Uhh, perang, perang dan perang, tak ada yang bisa diselesaikan dengan kepala dingin ternyata." Naruto menghela napas, dia meletakkan kepalanya di sebuah meja yang sudah disediakan.
"Jangan malas Naruto." Mikoto datang dengan sebuah nampan yang berisi kopi. "Aku membuatkanmu kopi."
"Ah, terima kasih Mikoto. Mana Kushina?"
Mikoto meletakkan gelas itu disamping Naruto. "Dia ada di tenda perawatan untuk merawat beberapa ninja yang terluka." Helaan napas kembali Naruto keluarkan. Sungguh, dia tak ingin ikut perang ini, namun Hiruzen memaksanya untuk ikut dan membela Konoha.
Tiba-tiba ada seorang Ninja masuk ke dalam tenda milik Naruto. "Lapor! Raikage ketiga ingin bertarung lagi denganmu, dia sudah ada di depan kemah kita!"
Naruto menatap malas sosok ninja yang melaporkan Raikage yang datang di depan perkemahan mereka. "Dia dengan maniak bertarungnya, apa dia tak puas setelah aku membuatnya terpojok?" Naruto segera beranjak untuk pergi ke depan perkemahan, dia melihat sosok pria tinggi dengan kulit coklat sedang berdiri sendirian tanpa bawahannya.
Raikage menyeringai melihat Naruto berjalan keluar dari perkemahan, dia memasang wajah serius melihat Raikage ketiga datang. "Dengan gagahnya kau datang kemari, A."
Seringai Raikage ketiga semakin melebar. "Hasil yang waktu itu adalah seri, kita akan bertanding ulang sekarang!" Raikage langsung melesat menggunakan chakra petir yang menyelimuti tubuhnya. Namun Naruto malah memukul Raikage menggunakan tangan Susano'o miliknya, hingga pria itu terpental beberapa meter.
Naruto pun ikut melesat, dia juga menyiapkan sebuah tendangan untuk menyerang A. Dengan sigap, Raikage ketiga menghindari serangan Naruto, dia dengan cepat memberikan beberapa serangan yang bisa diblokir dengan mudah oleh Naruto.
"Buat aku puas Naruto Uchiha!"
"Tutup mulutmu sialan!" Naruto menyiapkan sebuah segel tangan. "Katon! Karyuu endan!" Naga api keluar dari mulut Naruto, melesat cepat pada Raikage.
Dengan kecepatannya, Raikage ketiga menghindari serangan yang dilancarkan Naruto, dia melesat hingga sampai disamping Naruto dan memukul pemuda itu.
"Tulangmu retak, bocah!"
"Diam kau Raikage sialan!" Naruto mencoba untuk berdiri dari reruntuhan yang menimpanya. Kedua mata merahnya menyala, dia menatap tajam Raikage ketiga yang sedang menyeringai. "Baik, baik aku akan serius sekarang." Dia langsung membuat sebuah segel tangan dengan cepat. "Suiton! Suishouha!" Naruto menciptakan sebuah gelombang dari udara disekitarnya, dan itu membuat Raikage menyeringai.
"Heh, kau tak-"
Raikage dikejutkan dengan sebuah segel tangan cepat lainnya yang diciptakan Naruto. "Raiton! Kangekiha!'
Air tersebut pum diselimuti oleh petir yang dibuat Naruto, Raikage segera terkena serangan tersebut dan membuatnya kembali terpental beberapa meter beserta air yang telah di aliri listrik.
"Petir dilawan dengan petir. Elemen yang kau kuasai banyak ya bocah."
Naruto merenggangkan ototnya, dia menatap Raikage dengan serius. "Bisa iya, bisa tidak." Naruto langsung melempar beberapa Shuriken, dia juga membuat sebuah segel tangan cepat. "Katon! Hosenka Tsubameni!" Shuriken itu melesat kencang pada Raikage.
Naruto juga menyiapkan segel tangan lainnya jika Raikage ketiga menghindarinya. "Kau meremehkanku!"
"Tidak juga. Katon! Karyuu endan!" Naruto yang melihat Raikage A menghindari kesamping pun menembakkan naga api padanya, dia terus menyemburkannya hingga ke titik api itu menjadi sangat panas. Raikage A sendiri terjebak di dalam kobaran api yang diciptakan Naruto.
...
..
...
Di lain tempat, Mikoto langsung menemui Kushina yang sedang mendata beberapa orang yang terluka. Dia langsung menarik gadis itu untuk ikut dengannya ke pertarungan Naruto melawan Raikage.
"Mi-mikoto!"
"Ya, Raikage ketiga menantang Naruto setelah mereka seri saat bertarung di Ame."
"Ta-tapi apa kita akan diam saja?"
Mikoto menggigit bibir bawahnya, jujur saja dia khawatir terhadap tunangannya itu karena bertarung melawan pemimpin ketiga dari desa Kumo. Tapi dia percaya jika Naruto akan memenangkan pertarungan itu.
"Percayalah pada Naruto!"
...
..
.
TBC
