STRONG FATHER

Disclaimer

Naruto : masashi kishimoto

Highschooldxd : ichie ishibumi

Dan karakter lain dari anime lain

Rate : M

Genre : family, humor, romance, fantasy

Pair : Naruto U x Harem

Warning : fic ini hasil pemikiran sendiri, banyak kesalahan, kata tidak baku, typo, geje, alur berantakan.

"Hello" : orang bicara

"Hello" : orang membatin

"Hello" : monster bicara

"Hello" : monster membatin

.

Peringatan sebelum membaca, chapter ini mungkin banyak typo dan kata yang kurang dan kesalahan ketik karena saya terlalu malas untuk meneliti lagi.

.

Chapter 11

.

#SKIP 3 BULAN KEMUDIAN

.

Banyak hal yang terjadi selama 3 bulan setelah perang berakhir. Dari nama Naruto menjadi sangat terkenal di seluruh Underword sebagai pahlawan. bahkan sampai-sampai dibuatkan patung wujud Naruto yang cukup tinggi, kira-kira 10 meteran sebagai penghormatan untuk Naruto di tengah-tengah kota dan sebuah tugu penghormatan untuk iblis-iblis yang gugur dalam perang karena permintaan langsung dari Naruto. serta telah dilantiknya para pemimpin baru Underword 2 bulan lalu, dengan Sirzech Gremory menjadi Lucifer, Falbium Glasya-Labodas menjadi Asmodeus, Ajuka Astaroth menjadi Beelzebub dan Serafall Sitri menjadi Leviathan, mereka berempat dijuluki Yondai Maou oleh seluruh iblis di Underword.

Sebenarnya gelar Lucifer sudah direkomendasikan untuk Naruto, tapi Naruto menolaknya dengan alasan " Aku tidak cocok dengan hal-hal rumit seperti itu, aku ingin hidup tenang dengan anakku," begitulah alasan Naruto sehingga gelar Lucifer dilimpahkan ke Sirzech Gremory.

Bukan Cuma itu perubahannya, setelah pelantikan pemimpin baru, Ajuka Astaroth atau sekarang dikenal Ajuka Beelzebub memperkenalkan hasil karyanya yaitu Evil Piece dengan fungsi bisa merenkarnasikan mahkluk apapun menjadi iblis. dan hasil karya Ajuka diterima dengan baik karena bisa meningkatkan populasi iblis yang hampir punah setelah Great War dulu. Dan dibagikan ke semua bangsawan iblis di seluruh Underword dan yang pertama mendapatkan Evil Piece pastinya Naruto tapi hanya disimpan saja, tak ada niatan bagi Naruto untuk mencari Perege atau apalah yang dilakukan oleh iblis bangsawan lainya. Karena dirinya manusia bukan iblis, maka pemberian dari Ajuka hanya dianggap hadiah saja, pikirnya.

Dan 3 bulan ini juga Naruto dibuat pusing oleh hal-hal yang selalu menghampirinya setiap saat. seperti kelakuan aneh Grayfia yang terlalu berlebihan terhadapnya entah karena apa. bahkan pernah memperebutkan siapa yang akan menemani Menma yang ingin jalan-jalan keluar Mansion dan pastinya dengan Serafall yang jadi saingan perebutannya. Serta banyaknya para bangsawan yang datang ke Mansion Phoenix dengan tujuan ingin menjodohkan anak mereka dengan Naruto. tapi Naruto menolaknya dengan halus membuat putri dari bangsawan tersebut mengangguk mengerti.

Dapat dilihat sekarang bangsawan Sitri sedang mengunjungi Mansion Phoenix untuk membahas suatu hal penting entah apa itu.

"Jadi? Apakah kau menerimanya Naruto?" tanya Lord Sitri kepada Naruto yang didampingi oleh Lady Sitri serta Serafall yang sedang menunduk malu entah karena apa. sedangkan di hadapannya ada Naruto serta Lord Phoenix dan Lady Phoenix yang mendampingi dan Menma yang duduk di sebelah Naruto. Dan untuk Grayfia sekarang berada di belakang tempat duduk Naruto sambil berdiri dengan ciri khas wajah datarnya.

"Huh, bagaimana Menma? Apa Menma mau memiliki ibu lagi?" tanya Naruto menoleh ke arah Menma yang di sebelahnya.

"Um Otou-san! Dengan begini aku bisa membaca buku di perpustakaan milik Serafall Kaa-san sepuasnya," balas Menma mengangguk senang. Bukan jadi hal mengejutkan bila Menma memanggil Serafall itu ibu. karena itu sudah menjadi panggilan Menma setelah perang dan hanya dimaklumi oleh Naruto yang mungkin Menma butuh sosok ibu pikir Naruto.

"Kalau anakku sudah berkata seperti ini mau bagaimana lagi. aku akan menerimanya," kata Naruto tanpa menoleh ke arah Lord Sitri karena sedang tersenyum sambil mengelus kepala Menma.

.

Deg!

.

Sontak ucapan Naruto membuat rombongan Sitri yang disitu senang terutama Serafall yang langsung menegakkan kepalanya karena sangat senang. Tapi tidak dengan Grayfia, entah kenapa hatinya sangat sakit mendengar ucapan Naruto dan gelagat aneh Grayfia diketahui oleh Lady Phoenix.

"Bagus! Karena kau sudah menerimanya maka pernikahan akan dilakukan secepatnya," kata Lord Sitri senang dan hanya dijawab anggukan Naruto tanpa menoleh.

"Tunggu dulu!" tiba-tiba Lady Phoenix bersuara membuyarkan hati senang keluarga Sitri. Sontak semuanya langsung menoleh ke arahnya karena bingung. "Naruto-kun. jika kau menerima Sera-chan jadi istrimu, Okaa-san boleh meminta 1 permintaan padamu?" sambung Lady Phoenix menoleh ke arah Naruto.

"Boleh, memang apa permintaan Okaa-san?" kata Naruto balik bertanya.

"Begini, Okaa-san sempat akan menjodohkan Ruval dengan Grayfia, tapi Grayfia sepertinya malah menyukaimu. jadi maukah Naruto-kun menikahi Grayfia juga?" jelas Lady Phoenix membuat yang lainya melebarkan mata kecuali Menma yang polos tidak tau apa-apa.

"Okaa-san ngomong apa si?" tanya Naruto yang bingung dengan maksud Lady Phoenix.

"Kau tidak ingin membuat wanita sakit hati kan Naruto-kun? Dan Sera-chan kau pasti tau bagaimana sakitnya ditolak oleh orang yang dicintai bukan?" kata Lady Phoenix kepada Naruto dan Serafall hanya membalas dengan anggukan mereka mengerti. "Grayfia itu mencintaimu Naruto-kun. Dia pernah berharap ingin menjadi istrimu Naruto-kun, jadi bisa kau wujudkan permintaan Okaa-sanmu ini," sambung Lady Phoenix membuat Naruto menoleh ke arah Grayfia.

"Apa benar yang dikatakan Okaa-san, Grayfia?" tanya Naruto dan hanya dibalas anggukan pelan Grayfia karena sedang menunduk. "Huh tidak apa kan Sera. bila Grayfia kunikahi juga?" sambung Naruto menoleh ke arah Serafall.

"Tidak apa-apa Naru-kun, aku tau rasanya ditolak oleh orang yang dicintai. Jadi tidak masalah untukku asal kau bisa berlaku adil untukku dan Grayfia," jawab Serafall menyetujui membuat Naruto mengangguk.

"Baiklah, aku akan menikahi kalian berdua, anda tidak keberatan kan tuan Sitri?" kata Naruto kepada Lord Sitri.

"Tidak apa-apa. dengan begini kau bisa membangkitkan bangsa iblis kelas atas yang hampir punah," balas Lord Sitri menyetujui dan dibalas senyuman kecut Naruto.

.

" Sepertinya ayahnya Serafall gila kehormatan," batin Naruto menyadari sesuatu.

.

(#Skip aja adegan nikah terlalu ribet bagiku)

.

.

#SKIP 8 BULAN KEMUDIAN

.

#Di Ruangan Sirzech Lucifer

.

"Jadi. ada apa kau suruh diriku kesini Sirzech?" tanya Naruto kepada Sirzech yang sedang duduk di kursi kerjanya dengan tumpukan kertas di atas mejanya yang sudah menggunung.

"Tidak bisakah kau basa-basi dulu Naruto. aku tau kau mencemaskan istri-istrimu yang sedang mengandung sekarang. kita ngobrol-ngobrol dikit lah," balas Sirzech menghela nafas.

"Huh, kau itu. jadi kau ingin mengobrol apa denganku, yah itung-itung menghindar dari mereka yang lagi moodnya kurang bagus saat ini," balas Naruto santai membuat Sirzech tersenyum lalu berdiri.

"Kita mengobrolnya sambil jalan saja. aku akan memperkenalkan salah satu Peregeku kepadamu," kata Sirzech mengajak Naruto menuju sebuah tempat latihan di area wilayah Gremory dan dijawab anggukkan Naruto menyetujui.

"Aku berterima kasih padamu Naruto," kata Sirzech disela-sela langkahnya di karidor menuju tempat latihan.

"Untuk apa?" tanya Naruto tanpa menoleh.

"Berkat dirimu, bangsa DaTanshi mau berdamai dengan bangsa iblis. tapi aku heran kenapa kau bisa kenal dengan Gubernur DaTanshi?" tanya Sirzech ingin tau.

"Huh, kau tau sendiri bukan. dulu saat aku masih dalam rombongan Old Satans aku sering mengajak anakku berpetualang bersamaku. Yah, walaupun petualangannya masih di tanah Underword karena aku belum tau gerbang ke dunia manusia. Dan di petualanganku aku bertemu dengan Azazel si pria mesum dengan bodohnya memancing di sungai dangkal yang tak ada Satu pun ikan disitu," balas Naruto tenang tapi membuat Sirzech sedikit tertawa mendengar ejekan Naruto kepada Azazel.

"Lalu, apa tidak ada sedikit masalah saat kau bertemu dengan Azazel?" kata Sirzech disela-sela tawanya.

"Hanya pertempuran kecil saja dan kukalahkan dia dengan sebuah buku legendaris dari Sensei-ku. dan sejak saat itu aku berteman baik dengannya karena aku tidak ada niatan untuk memusuhinya, begitu juga dengan Azazel yang menginginkan perdamaian. Yah, walaupun pertemananku dengannya ditentang oleh si Bangsat Rizevim itu, tapi aku tidak menggubrisnya karena aku memiliki ambisi yang sama dengan Azazel yaitu perdamaian abadi," balas Naruto menekankan kata Bangsat Rizevim membuat Sirzech mengangguk mengerti dan tak berselang lama akhirnya mereka berdua sampai di tempat yang dituju dan ternyata parege Sirzech juga ada disitu. (Hanya Souji okita yang terlihat)

Bukan lagi rahasia umum masa lalu Naruto sebenarnya bagi para tertua dan Yondai Maou, karena setelah berperang usai Naruto mengungkapkan identitasnya agar tidak menjadi masalah nantinya bagi Naruto. Bahkan hampir detail diungkapkan oleh Naruto dari dirinya yang pernah menjadi bagian Old Satans, pasukan rahasia milik Naruto lainnya yang tidak ikut dalam perang, serta siapa sebenarnya ibu dari Menma yang ternyata keturunan asli Leviathan yaitu Katarea Leviathan bahkan Asal-Usul Naruto yang sebenarnya manusia dari Dimensi lain tak luput diungkapkannya. Dan semua itu diterima dengan baik oleh para iblis di Underword, bagi para iblis Naruto adalah sosok Pahlawan di mata mereka tidak peduli status Naruto itu apa yang di pandangan para iblis Naruto tetaplah Pahlawan bagi mereka.

"Hoy Souji!" panggil Sirzech kepada seseorang pria bernama Souji Okita. sontak Souji langsung menoleh ke arah Sirzech dan langsung melebarkan mata karena ada Naruto di samping Sirzech.

"Naruto-sama, suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda," kata Souji setelah menghampiri Sirzech dan Naruto sambil membungkuk di hadapan mereka.

"Panggil Naruto saja, aku agak eneg dengan keformalan," kata Naruto membuat Souji menegakkan kepala.

"Tapi Naruto-sa--"

"Turuti saja Souji, dia memang seperti itu," potong Sirzech ucapan Souji membuat Souji mengangguk.

"Hai Lucifer-sama,"

"Oh ya Souji, apa kau mau Sparring dengan Naruto?" kata Sirzech kepada Souji.

"Bila Naruto-san berkenan, suatu kehormatan bagiku," balas Souji sedikit berharap membuat Sirzech menoleh ke arah Naruto.

"Bagaimana Naruto? Apa kau mau?" kata Sirzech kepada Naruto dan hanya dibalas helaan nafas Naruto.

"Hmm baiklah, aku juga butuh olahraga," jawab Naruto membuat Souji senang.

"Terima kasih Naruto-san," kata Souji senang.

"Sama-sama, Ohya Sirzech tolong buatkan Kekkai," kata Naruto membuat Sirzech dan Souji bingung.

"Buat apa? Bukannya hanya Sparring biasa?" tanya Sirzech bingung.

"Aku ingin mengeluarkan potensi tersembunyi miliknya," balas Naruto sambil menunjuk Souji dan dijawab anggukan mengerti oleh Sirzech.

"Baiklah," balas Sirzech lalu membuat Kekkai berwarna merah mencangkup tempat latihan. Sedangkan Naruto dan Souji sudah di dalam Kekkai saling berhadapan dengan jarak 10 meter.

"Baiklah, sebelum memulai bolehkan aku tau namamu terlebih dahulu?" tanya Naruto kepada Souji yang di hadapannya.

"Souji, Okita Souji salam kenal Naruto-san," balas Souji memperkenalkan diri membuat Naruto Mengangguk.

"Oke Souji, kau boleh gunakan senjata sesukamu dan keluarkan seluruh kemampuanmu," kata Naruto sambil merogoh kantong celananya mengeluarkan sebuah kunai cabang 3 nya.

"Hai Naruto-san," balas Souji mempersiapkan Katananya dan bersiap untuk bertarung. Lalu Naruto melemparkan sebuah koin dan terjatuh pas di tengah-tengah antara Naruto dan Souji, koin tersebut terus berputar dan tiba-tiba.

.

TRING!

.

Katana Souji yang ditebaskan ke Naruto dari arah kanan tapi ditahan oleh sebuah kunai milik Naruto. Tanpa pikir panjang Souji langsung melompat mundur mencari celah lainnya dan langsung menerjang Naruto lagi.

.

TRING!

.

Dan lagi-lagi tebasan Souji ditahan oleh Naruto.

.

TRING! TRING! TRING! TRING!

.

Tebasan demi tebasan Souji lancarkan, entah dari kiri, kanan, atas, depan dan belakang semuanya dicoba tapi hasilnya tetap sama. Semua tebasan bisa ditahan oleh Naruto dengan kunainya.

"Hmm kecepatannya sudah bagus, Cuma niat membunuhnya yang kurang Souji," kata Naruto disela-sela menangkis tebasan Souji.

.

TRING!

.

"Anggaplah aku musuh yang harus dilenyapkan Souji, lampaui batasanmu jika ingin menebasku," kata Naruto. Lalu tiba-tiba Souji mengacungkan katananya ke arah depan sambil memejamkan mata. Tak lama kemudian Souji beserta katananya secara perlahan mengeluarkan aura merah dan udara di sekitarnya menjadi berat tapi Naruto masih berdiri tegak seperti tak berpengaruh.

.

" He-hebat, Naruto bisa membuat Souji seserius ini," batin Sirzech di luar kekkai.

.

[KIRATEKUNIKKU : FUKUROUDANSU!]

.

Tiba-tiba saja Souji menghilang dan area tanding menjadi berkabut tipis. Sontak Naruto langsung waspada memperhatikan area sekitar dengan cermat.

"Belakang!" batin Naruto merasa ada bahaya dari belakang.

.

TRING!

.

Tiba-tiba Souji menebas dari belakang, dengan sigap Naruto langsung menangkisnya dengan kunainya dan Souji langsung menghilang lagi.

" Jadi begitu, tehnik kecepatan tanpa suara, boleh juga," batin Naruto sedikit tau tehnik milik Souji.

.

TRING! TRING! TRING!

.

Tebasan demi tebasan dari berbagai sedut telah dilancarkan oleh Souji tapi Naruto masih bisa menangkisnya dengan mudah tanpa berpindah tempat sedikit pun, membuat Souji tambah frustasi dan terus-terusan menebas Naruto dari mana saja.

.

" Kampret! Kampret! Naruto kampret! Bahkan tehnik kecepatan tertinggi milik Souji belum bisa membuat Naruto bergeser sedikit pun," batin Sirzech tidak habis pikir dengan kekuatan yang dimiliki oleh Naruto sambil terus memperhatikan pertandingannya. Dan nampaknya Souji sudah mulai menyiapkan Serangan pamungkasnya 7 meter dari hadapan Naruto.

.

[SATSUGAI TEKUNIKKU : SUKAI DORAGON NOKIBA!]

.

WUSH!

.

Dengan kecepatan tinggi Souji menerjang Naruto dengan diselimuti oleh aura merah tipis berbentuk Naga menebas Naruto dari depan. Sontak Naruto mengeratkan genggaman kunainya sangat erat karena merasakan teknik Souji yang dilancarkan sekarang jauh lebih kuat dari yang tadi.

.

SRING!

.

WUSH!

.

BRAK!

.

Tiba-tiba Naruto menghilang ketika jarak katana milik Souji tinggal 1 cm di kepala Naruto. Sontak karena Naruto menghilang Souji hanya menebas angin saja tapi tidak dengan tekanan tebasannya yang menghasilkan sebuah cekungan lumayan besar sedalam setengah meter.

.

DEG!

.

Tiba-tiba sebuah kunai berada 1 cm dikalungkan ke leher Souji. Sontak Souji langsung menoleh ke belakang dan langsung terkejut.

" Sejak kapan?" kejut Souji dan Sirzech karena tiba-tiba Naruto berada di belakang Souji.

Tak berselang lama Sparring pun disudahi dan kekkai buatan Sirzech sudah dihilangkan dan kini Naruto dan Souji melangkah ke arah Sirzech yang berada di pinggiran arena bertanding.

"Hebat, tadi itu pertandingan yang menegangkan," kata Sirzech setelah Souji dan Naruto sudah dekat dengannya.

"Tapi aku belum bisa membuat Naruto-san bergerak tadi Lucifer-sama," balas Souji.

"Huh, kuakui kau memiliki power dan speed cukup imbang. aku berani bertaruh jika kau bisa mengasah kemampuanmu lebih baik lagi, kau akan menjadi high-Class devil dimasa depan mendatang," kata Naruto. "Saranku Souji, kau harus tajamkan tekadmu, tadi kulihat kau tekadnya masih lemah," sambung Naruto memberi saran membuat Souji dan Sirzech antusias ingin mendengarkan.

"Jadi, bagaimana caranya agar tekadku kuat Naruto-san?" tanya Souji antusias.

"Tanamlah tekad kuat untuk melindungi orang-orang yang menurutmu berharga Souji, aku jamin tekad itu bisa merubahmu lebih kuat lagi," jelas Naruto memberi saran membuat Souji mengangguk mengerti

.

SRING!

.

Tiba-tiba lingkaran teleport muncul didekat mereka menampakkan Opera yang seperti tergesa-gesa langsung menghampiri Naruto dan langsung membungkuk hormat.

"Naruto-sama! Anda disuruh pulang oleh Sera-sama secepatnya," kata Opera sambil membungkuk membuat Naruto berkeringat dingin jika menyangkut istrinya yang meminta.

"O-opera-san, bisa kau pulang duluan? Nanti aku menyusul," kata Naruto gagap.

"Tidak Naruto-sama! Kau harus pulang sekarang bersamaku, aku tidak ingin menjadi samsak oleh Sera-sama dan Grayfia-sama," paksa Opera yang sudah menegakkan kepala membuat Naruto tambah merinding ngeri. Karena tak mendapat respon dari Naruto, sontak Opera langsung menarik Naruto dan seketika langsung membuat lingkaran sihir teleport.

"Sirzech! Tolong aku," kata Naruto memohon sambil mencoba melepaskan genggaman Opera yang begitu erat, sedangkan Sirzech dan Souji hanya tersenyum kikuk melihat tingkah Naruto seperti itu.

.

SRING!

.

Dan seketika Naruto menghilang bersama Opera langsung ke Mansion pribadinya yang ditinggali oleh Naruto beserta 2 istrinya.

"Aku tidak menyangka, orang kuat masih bisa dikalahkan oleh istrinya," kikuk Souji setelah Naruto dan Opera menghilang.

"Hehe kau benar Souji," balas Sirzech juga kikuk.

.

" Hii! Naruto saja kayak gitu jika istrinya lagi mengandung, Bagaimana nasibku Nanti setelah menikah dengan Rossa, hii," batin nista Sirzech membayangkan bila nasib Naruto menimpa dirinya.

.

.

#Mansion Namikaze

.

SRING!

.

Tiba-tiba Naruto muncul di dalam Mansionnya sendiri yang terletak di atas bukit di tengah-tengah hamparan luas bukit yang seperti arena golf. Kenapa Mansion Naruto berada di situ? Karena itu keinginan Naruto yang kecintaannya dengan alam yang masih asri tidak seperti di kota jika mencari hamparan pemandangan yang sejuk mungkin tidak ada.

Setibanya Naruto di Mansionya, kini Naruto sudah disuguhi pemandangan 2 istrinya yang sedang mengandung kira-kira 7 bulanan dan entah kenapa Serafall dan Grayfia bisa mengandung bersamaan. Hmm itu rahasia tuhan, (tunggu dulu emang iblis menyembah tuhan?)

Dapat dilihat kini Serafall dan Grayfia dengan perut buncit sedang menatap tajam Naruto dengan rambut yang melambai-lambai (mode Kushina) serta aura horor di sekitar tubuhnya. Sontak pemandangan tersebut membuat Naruto berkeringat dingin takut.

"NA-RU-TO-KUN Kamu dari mana saja!" ucap Serafall dan Grayfia bersamaan dengan setiap kalimat penuh penekanan.

.

GLEK!

.

" Hiiii menakutkan seperti kaa-san," batin Naruto menjerit melihat bayangan ibu kandungnya di belakang 2 istrinya.

.

"Opera tolong ban—"

"Maaf Naruto-sama, aku mau menjemput Menma-sama di Mansion Phoenix," potong Opera langsung membuat lingkaran teleport dengan cepat.

.

SRING!

.

Dan Opera langsung menghilang ke tempat Mansion Phoenik meninggalkan Naruto yang berkeringat dingin takut. Dengan gerakan patah-patah Naruto menoleh ke arah 2 istrinya dan langsung terkejut, karena Serafall dan Grayfia sudah ada di hadapannya dengan aura mengerikan dibelakangnya.

"HIIIIIIIIIIIIIIIIII!" dan selanjutnya di Mansion milik Naruto sendiri dipenuhi jeritan-jeritan Naruto karena ulah 2 istrinya yang moodnya lagi kurang baik pikir Naruto.

.

.

#SKIP 2 BULAN LEBIH KEMUDIAN

.

2 bulan berlalu begitu cepat dan kini hari yang paling menegangkan bagi Naruto karena 2 istrinya akan melahirkan anak pertamanya dari 2 istri tersebut.

Dapat dilihat di Rumah Sakit terbesar di Underword sangat ramai. Entah itu para dokter, perawat serta iblis-iblis penting sekarang memenuhi Rumah Sakit tersebut. terutama keluarga dari Pillar Sitri dan Phoenix yang paling menonjol disitu karena Serafall dan Grayfia sedang dalam proses melahirkan yang berada di ruang super VIV khusus.

Dan di depan ruangan terdapat Pillar Sitri dan Phoenix serta Naruto yang terus kesana-kemari begitu cemas dengan orang yang berada di dalam ruangan.

"Naruto-kun, kamu harus tenang oke, aku yakin mereka akan baik-baik saja," kata Lady Phoenix menenangkan Naruto.

"Tapi Okaa-san, ini sudah lebih dari 6 jam dan belum ada kepastiannya," balas Naruto sangat cemas.

"Percaya oke, mereka itu wanita kuat, mereka pasti bisa melewati proses ini juga," kata Lady Phoenix terus menenangkan Naruto.

.

OEK! OEK! OEK! OEK!

.

Tiba-tiba terdengar suara bayi dari dalam ruangan. Sontak semua yang berada di luar ruangan langsung menoleh ke arah ruangan tersebut dan wajah Naruto tersenyum senang mendengarnya.

.

OEK! OEK! OEK! OEK!

.

Dan tak berselang lama disusul juga suara bayi lainnya entah itu dari Serafall atau Grayfia dan itu membuat Naruto tambah mengembang wajah senangnya, itu berarti 2 anaknya telah dilahirkan

.

# 5 menit kemudian

.

CLEK!

.

Tiba-tiba dokter wanita dari ruangan tersebut keluar membuat Naruto langsung menghampirinya dengan cepat.

"Bagaimana dok? Apa mereka semua baik-baik saja?" tanya Naruto tak sabar dan dijawab anggukan oleh dokter tersebut.

"Selamat Naruto-sama, 2 istrimu melahirkan anak perempuan dan semuanya selamat," balas dokter tersebut membuat Naruto sangat senang.

"Apa aku boleh melihat mereka?" tanya Naruto lagi.

"Silakan Naruto-sama, tapi kusarankan jangan terlalu berisik. itu bisa mengganggu kondisi 2 istrimu yang masih kelelahan," balas sang dokter mempersilahkan membuat Naruto langsung masuk ruangan tersebut diikuti Lady Phoenix dan Lord Phoenix serta Lady Sitri dan Lord Sitri sedangkan yang lain tetap menunggu di depan ruangan tapi tidak dengan Menma dan Riser yang sudah ikut masuk bersama Lady Phoenix tadi.

.

.

#Skip Dalam Ruangan

.

Dapat dilihat di dalam ruangan tersebut terdapat 2 ranjang pasien yang diisi oleh Serafall dan Grayfia yang terbaring lemas. dan di tengah-tengah antara ranjang mereka ada sebuah box bayi yang berisi 2 bayi perempuan yang berbeda warna rambut yaitu kuning dan putih perak.

Naruto yang melihat pemandangan tersebut sangat senang langsung menghampiri mereka dengan cepat ke tempat box bayi.

"Ya ampun Naruto-kun, apa saking senangnya sampai-sampai dari luar ruangan kamu memasang wajah senangnya seperti itu?" tanya Lady Phoenix saat melihat wajah bahagia Naruto yang di tunjukkan dari tadi.

"Hm, aku sangat bahagia sekali hari ini," balas Naruto senang sambil memandang 2 bayi di box bayi di ruangan tersebut.

"Saking senangnya Naru-kun sampai melupakan kami disini," ucap lemah Serafall yang terbaring lemah di ranjang pasien sebelah kanan dan didukung anggukan Grayfia yang juga terbaring lemah di ranjang pasien sebelah kiri.

"Hehe maaf sayang, aku sangat bahagia sekali hari ini," kikuk Naruto karena kelewat senang sampai-sampai melupakan Serafall dan Grayfia yang terbaring disitu. Tapi Serafall dan Grayfia hanya tersenyum memaklumi.

"Jadi, kau mau beri nama apa untuk anak-anak kita Naru-kun?" tanya Grayfia mulai mengeluarkan suara.

"Siapa ya, emmmm aku sedikit bingung kalo soal nama yang bagus. bagaimana kalau Naruko untuk anakku yang berambut kuning dan Vivi untuk anakku yang berambut putih perak, bagaimana? Apa menurut kalian cocok?" jawab dan tanya Naruto berpendapat.

"Kurasa itu cocok, iyakan Grayfia?" balas Serafall langsung bertanya kepada Grayfia.

"Um, nama yang bagus," jawab Grafiya mengangguk. Sontak Naruto tersenyum semringah saking senangnya setelah mendapat jawaban dari Serafall dan Grayfia.

"Tou-san, aku ingin melihat adik-adikku," kata Menma di sebelah Naruto yang sedang berusaha untuk melihat Naruko dan Vivi, karena box bayinya lumayan tinggi jadi Menma tidak bisa melihatnya. Sontak Naruto menoleh ke arah Menma dan langsung mengangkat Menma agar bisa melihat adik-adiknya.

"Wah Kawai, hello Imouto- chan, ini aku Nii-san lo," sapa senang Menma membuat orang-orang di ruangan tersenyum senang melihatnya.

"Apa kamu senang Menma? Mempunyai adik," tanya Naruto kepada Menma yang sedang diangkat olehnya.

"Um Tou-san, aku sangat senang," angguk Menma senang.

"Kau harus sayangi adik-adikmu ya Menma," kata Naruto.

"Siap Tou-san!" balas Menma mantap membuat seisi ruangan cekikikan dan nampaknya Menma akan terkena penyakit Siscon nantinya.

.

"Okaa-sama, Otou-sama, aku juga ingin seperti Menma, apa Okaa-sama dan Otou-sama bisa memberikanku adik juga seperti Menma," kata Riser tiba-tiba. Sontak Lady Phoenix dan Lord Phoenix yang sedang minum air putih langsung keselek minumannya karena kaget.

"Aduh Riser-kun, sabar ya nanti Riser juga akan punya adik seperti Menma-kun," balas Lady Phoenix sedikit tenang dari terkejutnya.

"Sungguh! Yey, hey Menma! Aku juga akan diberikan adik oleh Okaa-sama dan Otou-sama. jadi aku tidak kalah denganmu," ucap Riser senang kepada Menma. Karena suara Riser lumayan keras hingga semuanya mendengar ucapannya, sontak semuanya langsung menoleh ke arah Lord Phoenix dan Lady Phoenix. Sedangkan Lady Phoenix dan Lord Phoenix langsung bersemu merah karena malu dengan ucapan lantang Riser dan Lord Phoenix entah kenapa mengacungkan jempol kepada Riser.

.

" Sip Riser, kau memang tau keinginan ayah saja," batin Lord Phoenix senang dan langsung mendapat tatapan tajam Lady Phoenix karena acungan jempolnya dan seketika semuanya cekikikan pelan melihat tingkah Lord Phoenix dan Lady Phoenix kecuali Menma yang sudah turun dari gendongan Naruto langsung menatap tajam Riser dan Riser juga menatap tajam Menma tidak mau kalah. Sudah menjadi hal biasa kalau tingkah Menma dan Riser seperti itu, karena itu sebuah persaingan mereka dan hanya dimaklumi oleh orang-orang dewasa.

Disisi lain Lady Sitri juga tidak mau kalah dengan rencana Pillar Phoenix. Sontak Lady Sitri langsung berbisik kepada Lord Sitri.

"Sayang, kita buat anak lagi ya, aku kesepian semenjak Sera menikah," bisik pelan Lady Sitri ditelinga suaminya. Sontak Lord Sitri langsung diam mematung dan mengangguk pelan, walaupun wajahnya datar tapi hatinya sangat senang sebenarnya. begitu juga Lady Sitri sangat senang mendapat jawaban anggukan dari suaminya.

Dan selanjutnya di ruangan tersebut hanya diisi cekikikan senang oleh semua orang yang berada di ruangan tersebut. bahkan Serafall dan Grayfia sudah melupakan sakitnya melahirkan tadi karena hiburan seru oleh tingkah Menma dan Riser yang mengklaim persaingan segala sesuatu tindakkan.

.

#Skip 1 Jam Kemudian

.

"Kami pulang dulu Naruto-kun," tiba-tiba Lady Phoenix berpamitan setelah 1 jam berada di ruangan tersebut. "Sera-chan, Fia-chan. jangan lupa sering-sering ke Mansion Phoenix ya, setelah kalian pulang nanti. Aku tidak sabar ingin bermain dengan 2 cucu imutku ini," sambung Lady Phoenix kepada Serafall dan Grayfia.

"Hai bibi/Okaa-san," balas Serafall dan Grayfia bersamaan.

Lalu Lady Phoenix dan Lord Phoenix melangkah keluar ruangan diikuti Riser di belakangnya.

"Riser! Besok aku ke Mansionya agak telat ya," kata Menma ketika Riser sudah di bibir pintu ruangan. Sontak Riser berhenti langkahnya langsung menoleh ke arah Menma.

"Ya ya dan kupastikan rambutmu besok terbakar oleh apiku, hehe," balas Riser sambil tertawa misterius.

"Cih! Kalau bisa saja wek," kata Menma menjulurkan lidahnya.

"Grrr! Liat saja besok Menma, hm," balas Riser langsung memalingkan wajahnya kesal lalu keluar menghiraukan Menma yang tertawa mengejek.

"Sepertinya kami juga pulang Naruto-kun," kata Lady Sitri berpamitan. "Kamu juga harus istirahat, dari tadi kamu belum makan kan?" sambungnya.

"Apa benar Naru-kun, kamu belum makan dari tadi?" tanya Serafall setelah mendengar ucapan ibunya.

"Ah aku sudah kenyang melihat kalian semua baik-baik saja hehe," balas Naruto tersenyum membuat Serafall menghela nafas.

"Huh kau itu ya," balas Serafall dan hanya dibalas senyum kikuk Naruto.

"Apa Menma-kun mau menginap di rumah nenek?" tanya Lady Sitri kepada Menma. Dan Menma langsung menoleh ke arah Naruto.

"Tou-san, apakah boleh?" tanya Menma kepada Naruto dan dibalas anggukan Naruto.

"Boleh kok Menma, Tou-san kan tidak pernah melarangmu untuk menginap di Mansion nenek," balas Naruto menyetujui membuat Menma senang.

"Baiklah, ayo nenek," ajak Menma kepada Lady Sitri dan dijawab anggukan Lady Sitri lalu mereka melangkah keluar ruangan diikuti Lord Sitri.

Sesampainya Lady Sitri dan Lord Sitri di luar ruangan beserta Menma, tiba-tiba Lord Sitri bersuara.

"Kalian pulang duluan saja, aku ada urusan sebentar," kata Lord Sitri membuat Lady Sitri mengangguk mengerti lalu melangkah keluar Rumah Sakit bersama Menma.

Dan nampaknya urusan yang di maksud Lord Sitri adalah urusan dengan Dokter yang tadi menangani persalinan Serafall dan Grayfia.

.

CLEK!

.

Tiba-tiba Lord Sitri membuka pintu ruangan sang dokter. Sontak dokter tersebut langsung menoleh ke arah pintu dan langsung terkejut karena tiba-tiba Lord Sitri masuk ruangannya.

"Maaf, boleh aku duduk," kata Lord Sitri setelah berada di dalam ruangan.

"Ah silakan Tuan Sitri, ada yang bisa kubantu?" kata sang dokter mempersilakan Lord Sitri duduk, dan tanpa pikir panjang Lord Sitri langsung duduk.

"Begini dok, bisa kau beritau kondisi sebenarnya dari kedua cucuku? Aku tadi tidak merasakan mana sihir dalam tubuhnya, apa ada sebuah kecacatan di tubuh cucuku?" tanya Lord Sitri penasaran membuat sang dokter menghela nafas.

"Untuk tes kesehatan memang kedua cucu anda sehat tanpa kecacatan. tapi untuk tes mana sihir entah kenapa alat tes kami tidak mendeteksi mana sihir apapun," jelas sang dokter memberitau membuat Lord Sitri memasang wajah paling datar. "Ah, tapi anda jangan risau Tuan Sitri, kemungkinan alat tes kami yang rusak sehingga tidak bisa mendeteksi mana sihir cucumu," sambung sang dokter ketika melihat raut wajah datar Lord Sitri yang terlihat kecewa.

"Terima kasih dok, cuma itu yang ingin kutanyakan," balas Lord Sitri datar langsung berdiri dari duduknya dan melangkah keluar tanpa permisi.

.

" Bego! Bego! Bego! Bego! Dasar mulut ember, ucapanku pasti berakibat buruk untuk keluarga Pahlawan, gawat bagaimana ini?" batin Sang dokter merutuki kebodohannya saat memberitau kondisi anak Naruto.

Pillar Sitri memang terkenal dengan gila derajat dan kehormatan dari segala aspek. sontak sang dokter setelah mengingat itu langsung merutuki ucapan bodohnya tadi.

.

.

" Aku tidak suka ini, cucuku tidak memiliki mana sihir? Apa-apaan coba, itu sebuah hinaan bagiku! Ini tak akan kubiarkan terjadi, bisa hancur derajatku bila memiliki cucu cacat tanpa mana sihir," batin Lord Sitri di setiap langkahnya di karidor Rumah Sakit sangat kecewa dengan anaknya Serafall dan Grayfia setelah mendengarkan ucapan dari sang dokter. " Akan kusingkirkan sebelum menjadi bumerang Pillar Sitri nantinya," sambung batin Lord Sitri mulai memikirkan rencana-rencana buruk terhadap anaknya Serafall dan Grayfia karena tidak suka dengan mereka.

.

.

.

END

.

.

Yo apa kabar, apa kalian semuanya sehat? Hm pastinya sehat selalu ya amin.

.

.

Oke kita lanjutkan ni ffn lagi...btw maaf ya gak ada lemonya, soalnya aku kurang bisa bikin lemon hhe.

.

.

Untuk yang bingung nanti soal umur anak Naruto. Begini, anak Naruto Cuma terlihat, ingat CUMA TERLIHAT! Karena semua umur anak Naruto itu melebihi exspentasi nyata. Oke itu aja, kuharap gak ada yang bingung soal umur nantinya.

.

Dan sebenernya juga mau upload 2 chap sekaligus, tapi chap 12 baru setengah jadi...jadi ku upload yang ini dulu hehe...

.

#List urutan dari yang tertua.

1. Draig & Albion : Menyusul

2. Olive : [Katarea Leviathan Pernah] (dxd)

3. Menma : [Katarea Leviathan Pernah] (dxd)

4. Naruko : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)

5. Vivi : [Grafiya Lucifuge Pernah] (dxd)

6. Rin : [Serafall Leviathan Pernah] (dxd)

7. Gray & Mirajane : [Grafiya Lucifuge Pernah] (dxd)

8. Lucy : menyusul

9. Minato : [Yasaka Masih](dxd)

10. Liya : menyusul

11. Leo : menyusul

12. Kunou : [Yasaka Masih] (dxd)

13. Shuna : menyusul

14. Sting : [Freya Belum] (Amuryllis Asmodeus dari Mairimashita! Iruma-kun ver rambut kuning)

15. Luck : menyusul

16. Luna : menyusul

17. -- : --

18. -- : --

19. -- : --

Nott : urutan bisa berubah kapanpun kecuali no 1 sampai 7 yang sudah paten. Dan 2 diantaranya dari manusia.

.

.

.

See you next chapter...