"Cheng XiaoYu!"Chen Fan terkejut melihat Cheng pengsan Yu tiba-tiba. Dia pergi ke di samping Chen Yu dalam sekelip mata tanpa di sedari oleh penghuni di kamar itu. Dia merangkul tubuh Cheng Yu yang lemah dan tidak bermaya, memeluk tubuhnya dengan erat kemudian mengeluarkan spirit enchancing pill dan spirit water yang dikeluarkan dalam botol jade kemudian dituang dalam cawan kecil. Spirit enchanging pills di hancurkan menjadi debu kecil dan dikumpulkan ke dalam cawan kecil yang diisi dengan spirit water tadi.
Chen Fan dengan gusar menaruh cawan kecil di bibir Cheng Yu tetapi bibirnya terkatup rapat. Spirit water yang di sudutkan di bibir Cheng Yu mengalir ke dagu dan ke bawah. Chen Fan mengerut alisnya. Spirit water dan Spirit Enchancing pills sangat bagus untuk memyembuhkan luka dan mengelakkan penyakit bagi si pemakan dan peminumnya. Tetapi sekarang Cheng Yu langsung tidak mahu membuka mulutnya untuk menerima spirit enchancing water ini. Jadi apa yang harus Chen Fan lakukan?Membuka paksa mulutnya?
Sudah tentu tidak. Lidah pria itu sudah cedera gara-gara percobaan bunuh dirinya. Sekiranya dia tersalah sentuh ketika ingin membuka paksa mulut Cheng Yu, lagi makin parah pula jadinya. Apa yang dia harus lakukan selain itu?
Tiada cara lain...Chen Fan mengacak rambut menjadi beratakan. Dia mengambil cawan kecil yang berisikan spirit water dan spirit enchancing pills dan memasukkan ke dalam mulutnya. Chen Fan membawa wajah Cheng Yu dekat padanya dan terus mencium bibir lembut Cheng Yu yang berlumuran darah.
Dia menggunakan lidahnya untuk membuka dinding pertahanan yang dibina Cheng Yu ketika bibir Cheng Yu secara tidak sengaja memperlihatkan sedikit celah. Pada masa yang sama spirit enchancing water di dalam mulut Chen Fan bertukar mulut, Chen Fan memasukkan air surgawi itu dengan berhati-hati agar tiada sisa yang mengalir keluar. Cheng Yu menelan spirit enchancing water tanpa mengalami masalah.
Chen Fan mengernyitkan dahi apabila lidahnya merasai jejak darah di lidah Cheng Yu. Dia lekas menarik bibirnya daripada bibir Cheng Yu yang sudah membengkak dan mula tertanya berapa lama masa yang dia guna tadi untuk memberi spirit enchancing water dari mulut ke mulut sehingga membengkak bibir pria genit itu dibuatnya?Dalam tidak sedar Chen Fan menjilati tepi bibirnya, merasai jejak darah milik Cheng Yu.
'Masih lembut seperti kapas...'-fikiran Chen Fan menerawang teringatkan memori ciuman sepihaknya dengan Cheng Yu di Thousand Water Lake sebelum ini. Dan, jeritan seseorang mengembalikan dia ke alam nyata.
"Hei, Siapa kau?Apaan yang kau lakukan di sini?"Xi Yinjia menatap tidak percaya pada pria belasan tahun di depan mereka akan mengganggap mereka seperti tidak wujud dan sibuk makan tofu pria kecil yang tidak sedarkan diri itu.
Semua penghuni dalam kamar tidur itu melongo melihat Chen Fan mengambil kesempatan pada Cheng Yu bahkan menghirau mereka. Sepertinya dia tidak takut untuk menentang mereka sekiranya dia bukan berasal dari keluarga terkaya kelas petama di Jiang Bei.
"Guard!Siapa yang membenarkan dia masuk?Tangkap pria tidak tahu malu ini!!"Xi Yinjia menjerit memanggil pengawal pribadi nya. Tetapi pengawal pribadi yang ditunggunya langsung tidak muncul setelah memanggil mereka berkali-kali.
"Hei, mana pengawal aku pergi?"Yinjia merasakan sesuatu telah terjadi pada pengawal pribadinya dan terus menelefon mereka. Tetapi panggilannya tidak dijawab. Rangkaian asyik sibuk dan tidak dapat disambung. Apa yang telah terjadi?
"Kamu tidak akan dapat menghubungi mereka lagi"Chen Fan bersuara tiba-tiba dan itu terus menarik perhatian Yinjia dan temannya yang lain.
Chen Fan mengalih perhatiannya terhadap kelompok yang telah menculik temannya itu. Tatapan mematikan diarah ke arah semua penghuni dalam kamar tidur tersebut. Chen Fan sinis mengukir senyum di wajahnya dan berkata dengan santai."Kerana aku telah membunuh mereka semua..."
Yinjia yang tidak mengenali Chen Fan sebagai Master Chen tidak percaya apa yang dikatakan Chen Fan itu benar atau tidak, dia hanya merasa tercabar dengan kemunculan Chen Fan yang menganggu prosess rakaman filemnya. "Brat, kamu cukup nyali sekali menganggu kami ya. Kala--"
"Kalian juga cukup nyali mencederakan temanku!" sebelum Yinjia habis berbicara Chen Fan terlebih dahulu mencelah dengan noktah suaranya ditinggikan ke maksimum sehingga suaranya bisa kedengaran sehingga satu kilometer jauhnya dari rumah itu. Nasib baik dia meletak pelindung di sekitar tubuh Cheng Yu sekiranya tidak, dia akan mengalami nasib yang sama seperti Yinjia, cameraman,tiga pria Afrika dan temannya yang lain. Mereka semua tumbang ke lantai, mengalami gegar otak, pendarahan dalam mata, hidung dan telinga.
"A...apa?Apa yang kamu telah lakukan?!"Yinjia berubah pucat.
"W-What happen just now?"salah seorang pria Afrika berkulit gelap bertanya dengan bengong. Gara-gara terkejut dia secara reflex berbicara bahasa ibunda yang dipelajarinya sejak lahir.
"This...dude, he...he a master cultivator...I knew this will happen if we come to this mainland but who know something like this will really happen!!" Salah seorang dari tiga pria Afrika itu menggigil ketakutan ketika menyatakan itu. Dia juga pipis di celana nya kerana ketakutan yang ekstrem.
Dia mengetahui Chen Fan sebagai kultivator kerana seorang peramal terkenal di luar negara pernah meramal riwayat hidupnya sebelum datang ke mari. Peramal tersebut yang tidak ingin diketahui namanya melarang dia untuk pergi ke Cina dalam masa terdekat ini kerana takdir nya disana sangat kuat dan akan menjeratnya dalam keputusasaan dan lebih teruk dia akan mati bahkan tubuh dan tulang termulang nya juga tidak terselamat dari bencana yang akan menimpanya nanti.
Peramal itu juga menyarankan dia bahwa dia harus mengelak daripada melakukan perkara keji ketika tinggal di sana sekiranya dia masih bersikap keras untuk datang ke Cina kerana punca kematiannya berkaitan dengan perbuatan keji yang dia akan lakukan terhadap seorang warga Cina yang memiliki hubungan baik dengan seorang kultivator terkenal di situ.
Pada awalnya dia tidak mempercayai kata-kata peramal itu tetapi setelah peristiwa itu terjadi di depan matanya baru dia mula percaya. Pria muda di depannya berjaya mencederakan mereka dengan hanya bergantung pada jeritannya saja. Kalau dia bukan master kultivator, pria Afrika itu tidak tahu harus berkata apa.
"Sir, Master, dear lord...please forgive us for our ignorance. If we knew that boy was your friend we wouldn't do something so shameless to him...I begging you...please don't kill us..."pria berkulit gelap tersebut bersujud di kaki Chen Fan, menatapnya dengan mukanya jelek dan penuh hingus.
"Hei, John apa yang kau sedang lakukan?"Yinxia memandang bawahannya dengan bingung. John, pria berkulit hitam yang bersujud di kaki Chen Fan seolah menyembah seorang dewa dan itu membangkitkan kemarahan Xi Yinjia.
"Kau!"Yinjia tidak bisa untuk menyambung ayat yang ingin diucapkan kerana di depannya terdapat demon yang sedang memerhatikannya.
Chen Fan tersenyum samar. Dia menyentuh kepala botak John dengan kasar dan melemparnya ke dinding hingga dinding tersebut mengalami keretakkan dan membentuk lubang seperti kawah bersaiz manusia.
"Aaarrgghh!!"BANG!John jatuh dari lantai dua, mengalami kelumpuhan saraf dan tulangnya retak di setiap anggota tubuh kerana Chen Fan menggunakan sedikit kuasanya semasa melemparkan dia tadi. Mungkin akan mengambil masa untuknya sembuhnya atau lumpuh seluruh hayatnya. Sekiranya itu benar-benar terjadi John hanya bisa meneruskan hidupnya dalam keputusasaan seperti yang diramalkan tuan peramal sebelum ini.
Tindakan Chen Fan dengan mudah melempar John yang terkenal kerana teknik seni belanya yang tinggi dan ketinggian badannya mencapai 200 cm dengan hanya menggunakan satu tangannya saja membuatkan bukan hanya dua pria Afrika itu saja bahkan seluruh penghuni yang terperangkap dalam kamar itu kaget sehingga tidak bisa berbicara.
"I..ini..."Yinjia gagap.
"Guru...tolong ampuni kami...kami berjanji tidak akan buat lagi"dua pria berkulit hitam bersujud dan menghantuk kepala mereka ke lantai berkali-kali sehingga darah merah tertempek di permukaan lantai. Chen Fan sedikit tersenyum melihat ini tetapi itu tidak bermakna dia akan memaafkan mereka semua.
"Kalian berdua bisa berdiri..."Chen Fan mengarah. Kilauan cahaya menyala di mata biru cerahnya apabila menatap dua pria tersebut yang tampak gembira dan menggagap Chen Fan sudah maafkan mereka.
"Guru, terima kasi--"Zaappp!!Kilauan cahaya yang tajam menyelebungi jari Chen Fan dan dengan sekali libasan dari jarak jauh cahaya tersebut menandai sasaran dan memotong alat kelamin dua pria Afrika itu yang masih belum mengenakan celana dalam mereka.
Tub!Organ di tubuh bawah jatuh terpisah dari celah selengkangan dua pria Afrika tersebut. Semua ini terjadi begitu pantas sampai tiada orang yang perasan bagaimana semua ini boleh terjadi.
Ketika mereka semuanya mula menyedarinya itu sudah terlambat. "Aaaargghhhh!!!Fuck!My baby!My little brother *Penis* is gone!!"
"Arrgghh...it hurt like bitch..."
Kedua pria tersebut menjerit kesakitan, baring lemas di lantai simen dengan tangan mereka memegang tempat kemaluan mereka yang dipotong. Darah segar mengalir keluar tidak berhenti dan ini menyebabkan mereka berdua mula merasa pusing. Sebelum mereka pengsan tidak sedarkan diri merasa sakit yang tidak tertahan mereka mendengar Chen Fan mengatakan sesuatu;
"Jangan muncul depanku tanpa berpakaian. Kalian terlihat menjijikan..."Chen Fan memandang kedua pria Afrika itu dengan jijik. Dia menyambung lagi; "Juga, jangan berharap akan aku maafkan perbuatan keji yang kalian lakukan terhadap temanku...dasar bajingan..."
Chen Fan mengalih pandangan pada tiga cameraman, satu director filem dan Yinjia. Mereka semua menggigil ketakutan seolah berdepan dengan malaikat maut dan semuanya ini benar-benar terjadi kepada mereka pada saat ini.
Yinjia berundur ke belakang, menjauh dari Chen Fan yang merenungnya dengan tatapan yang menyajikan kesensaraan dan penyiksaan yang bukan saja disajikan kepadanya tetapi kepada semua penghuni dalam kamar ini juga.
"A-Apa?Apa kau masih cuba membunuhku seperti mereka?Biar aku beritahumu, ayah aku kepala mafia di area ini. Jika sesuatu berlaku kepadaku dia pasti akan membalas dendam terhadapmu dan orang keluarga terdekat"walaupun wajahnya sudah pucat dan berkeringat, Yinjia masih cuba mengancam Chen Fan, tetapi dia tidak mengetahui dibalik wajah muda dan poker face Chen Fan, dia adalah seorang kultivator legendaris Chen Beixuan yang sudah hidup selama 500 lebih tahun. Berhadapan dengan sekumpulan mafia yang bersenjata api hanya dengan sekali jentikan jarinya saja dia mampu melenyapkan mereka semua.
Chen Fan menunduk, wajah nya gelap tidak terlihat tetapi hati yang panas membara membuktikan Chen Fan benar-benar kesal dengan mereka. Satu perkara yang kalian harus elak lakukan terhadap Chen Fan bagi menjamin nyawa kalian selamat adalah jangan sesekali mencederakan temannya. Mereka telah melakukan itu. Jangan memandang rendah terhadapnya. Mereka telah melakukannya juga. Dan yang paling terpenting, jangan sesekali melibatkan keluarganya dalam permasalahan mereka sekiranya itu semua terjadi jangan harapkan kalian mempunyai sembilan nyawa sekalipun kalian tidak akan bisa menghadapi Chen Fan yang sedang murka.
"Kalian cukup nyali melibatkan keluargaku dalam permasalahan kita..." Chen Fan menjongketkan sebelah bibir. Dia dengan dingin menyambung; "Bagus...bagus...seperti yang aku harapkan dari seorang bajingan..."
Yinjia yang masih menyombongkan diri atas kekuasaan ayahnya sebagai kepala mafia masih tidak menanggapi bahayanya Chen Fan.
"Kamu bajingan brengsek yang tidak berguna. Di bawah kekuasaan keluargaku kamu tidak akan selamat!!"
"DIAM!"Chen Fan menjeling tajam. Dia mengerakkan jarinya, pedang cahaya dari spirit qi yang terbentuk seperti pedang yang dia guna tadi kembali muncul tetapi kali ini targetnya adalah pria yang menyebalkan ini.
Zaapp!!Pedang dari spirit qi yang tak terhitung jumlahnya bersinar di udara, berpusing di sekitar Chen Fan sebelum bergerak maju.
"W...what?"Yinjia melongo. Dia tidak sempat untuk menghindar dari berdozen pedang yang dikawal Chen Fan sebelum tubuhnya di tebas pedang spirit qi satu persatu, dari hujung kepala hingga ke kakinya. Tubuhnya di potong hingga menjadi kepingan daging kecil yang berlumuran darah dan organ dalamannya juga tidak terselamat dari libasan pedang itu.
Menyaksikan aksi pembunuhan berdarah di kaca television dan realiti adalah berbeza sama sekali. Dan ia bukanlah sesuatu yang boleh diterima oleh masyarakat moden yang sudah mula terbiasa hidup aman dan damai. Jadi apabila mereka menyaksikan Chen Fan dengan rakusnya membunuh Yinjia tanpa ampun dan balas kasihan membuat bulu tengkuk mereka berdiri tegak dan cairan asid di perut mula memberontak. Mereka semua tidak mampu menahan rasa hendak termuntah apabila dipersembahkan sesuatu hal gore yang terjadi di hadapan mata mereka.
Bergetar kepala lutut mereka, kaki pula terasa bagaikan dipaku. Suasana menjadi sunyi sepi sehingga kameramen yang berperut boroi itu menjerit lantang; "Monster!!" dan cuba berlari keluar dari rumah usang yang akan menjadi tempat kuburan bagi mereka semua sekiranya mereka tidak meloloskan diri dari radar GPS Chen Fan. Sontak seorang melarikan diri, tiga pria yang tersisa seolah mendapat pencerahan. Mereka juga turut cuba berlari keluar dari rumah usang itu.
"Siapa benarkan kalian pergi?"Chen Fan dengan bernada sinis berkata. sudah tentu dia tidak akan membiarkan mereka lari seenak mereka. Seketika kemudian, matanya yang bewarna biru cerah berubah ke oren keemasan.
Matanya yang bewarna oren keemasan itu membentuk api kecil yang semakin membesar dan membesar sehingga marak dan menyambar serta menjilat seluruh ruangan dalam kamar itu hingga hangus terbakar dan menjadi debu bahkan sosok manusia yang berkumpul dalam kamar itu juga langsung tidak terkecuali.
"Kalian berfikir aku, Chen Beixuan akan melepaskan kalian yang telah cuba menganiaya temanku?Hmph!Jangan harap!"Chen Fan bergumam keseorangan kemudian mendengus memikirkan wajah mereka yang jijik itu menyentuh tubuh Cheng Yu dengan tangan kotor.
"Dasar sampah..."Sekiranya tidak dihapuskan makin ramai mangsa yang merana kerana mereka. Berfikir dia telah berbuat baik dengan melenyapkan sampah masyarakat ini Chen Fan bergegas ke samping Cheng Yu yang masih tidak sedar akan perkara yang berlaku di sekitarnya dan membawanya pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan rawatan sepenuhnya di sana.
