DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2

CHAPTER 3 : SABAKU NO OUJO TO MIRAI KAIZOKU-O!

"Kurohige kah?" Tanya Sasuke kepada Vivi. Sasuke menocba memutar kembali ingatannya karena ia merasa bahwa ia pernah bertarung dengan orang yang bernam Kurohige sebelumya. Mata Sasuke seketika membulat dan ia pun mengingat kejadian saat ia menyelamatkan Marco dan kawan-kawan dari seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kurohige.

"Benar. Kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Keadaan di Arabasta sekarang sudah sangat kacau dan beberapa rakyat Arabasta pun memilih untuk membantu Kurohige karena mereka takut mati. Situasi ini bahkan lebih gawat daripada saat Crcocodile dulu menduduki Arabasta." Ucap Vivi yang memeluk dirinya sendiri dan menyandarkan dirinya ke sisi kapal Sasuke.

Terlihat dari raut wajahnya Vivi sangat kebingungan dan sedih. Dia tidak tahu harus berbuat apa karena yang kali ini dia lawan adalah Yonkou yang mempunyai kekuatan yang luar biasa dan berbeda jauh dari Crocodile. Vivi sangat mencintai negerinya dan ia rela melakukan apa saja demi menyelamatkan negerinya tetapi kini dia kehabisan akal dan sama sekali tidak menemukan cara untuk menyelamatkan Arabasta.

"Aku masih tidak mengerti. Arabasta sekarang dalam keadaan genting tetapi kenapa kau bisa sampai kesini? Apa kau melarikan diri?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

Vivi yang mendengar pertanyaan Sasuke pun kembali menangis dan menundukan kepalanya. "Hiks…hikss… aku tidak melarikan aku hanya pergi dari Arabasta untuk menemukan senjata Pluton itu dan jika aku menemukannya aku akan menggunakannya untuk menghabisi Kurohige sialan itu!" Gumam Vivi sambil menggigit bibir bawahnya dengan sangat keras hingga berdarah.

Sasuke yang melihat Vivi sampai melukai dirinya sendiri pun merasa kasihan lalu ia berjalan mendekati Vivi dan berjongkok dihadapannya. "Apa ayahmu dan para pengawal istana baik-baik saja?" Tanya Sasuke sambil menyentuh bibir bawah Vivi dan mengeluarkan ninjutsu medisnya untuk menyembuhkan luka Vivi.

Vivi yang merasa bibirnya disentuh pun seketika terekjut dan wajahnya memerah. Ia kini melihat wajah Sasuke yang begitu dekat dengannya. "A-ah. Mereka semua baik-baik saja. Mereka semua sekarang menjadi sandera. Kurohige mengetahui rencanaku untuk menemukan Pluton dan ia sepertinya sedang menunggu kepulanganku dan berusaha merebutnya dariku." Ucap Vivi sambil memalingkan wajahnya.

"Hn. Aku mengerti. Kalau begitu sebaiknya kita segera berangkat menuju Arabasta dan menyelamatkan Cobra-San dan yang lainnya." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada Vivi.

Vivi yang mendengar hal itu pun terkejut dan kembali membelalakan matanya. Ia tidak tahu harus bersedih atau senang dengan perkataan Sasuke barusan. Jujur ia merasa senang karena ada seseorang yang mau membantunya tetapi dia sedih karena dia harus merepotkan orang lain dan membuat nyawa orang lain dalam bahaya untuk menyelamatkan negerinya.

"Sasuke-San apa kau yakin? A-aku tidak ingin kau mati. Lawan yang akan kau hadapi adalah seorang Yonkou." Ucap Vivi sambil menatap Sasuke dengan khawatir.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap Vivi dengan lembut. "Aku bahkan bisa mengalahkan dua Yonkou sekaligus. Dibandingkan Kurohige, Yonkou yang aku lawan dulu lebih menyeramkan dan lebih berpengalaman dalam bertarung. Tenang saja." Ucap Sasuke.

Vivi seketika tersenyum mendengar jawaban Sasuke tersebut dan hatinya merasa tenang. Seketika ia merasa bahagia karena ia menemukan sebuah harapan untuk membebaskan Arabasta dan menyelamatkan negerinya. Vivi menganggukan kepalanya dan mengusap semua air matanya dan mencoba berdiri.

"Awwww! Ka-kakiku sakit sekali!" Teriak Vivi yang mencoba bangkit berdiri namun gagal karena kakinya yang masih terluka akibat terkena tembakan.

Sasuke yang melihat itu langsung mengangkat Vivi dan menggendongnya ala bridal style dan membawanya masuk kedalam kapalnya.

"Sa-Sasuke-San?" Gumam Vivi yang terbata-bata dan tersipu malu karena digendong oleh Sasuke.

"Aku akan mengobatimu didalam dan lagi akan sangat berbahaya jika ada yang melihatmu sedang bersamaku disini. Aku adalah bajak laut sedangkan kau adalah salah satu bangsawan kerajaan. Angkatan Laut akan curiga jika mendengar kabar kedekatanmu denganku." Ucap Sasuke sambil berjalan dan membawa Vivi masuk.

Sasuke dan Vivi kini sudah masuk ke dalam kapal Sasuke dan Sasuke membaringkan Vivi di sofa besar yang berada diruangan tersebut. Sasuke lalu mengambil peralatan medis seperti jarum suntik, obat bius, perban, gunting dan benang untuk merawat luka Vivi.

Sasuke mengeluakan ninjutsu medisnya dan ia arahkan ke area luka di kaki Vivi tepatnya di betis. Sinar hijau pun menyelimuti kaki Vivi dan membuat Vivi terkejut.

"Sugoi! Pendarahannya langsung berhenti. Apa kau seorang dokter Sasuke-San?" Tanya Vivi kepada Sasuke.

"Hn. Aku mempelajari ilmu medis beberapa tahun yang lalu." Ucap Sasuke. "Aku akan mengeluarkan peluru yang ada di dalam kakimu ini. Akan terasa sangat sakit jadi bertahanlah." Lanjut Sasuke.

"U-Uhm baik!" Vivi pun menganggukan kepalanya dan tangannya kini sudah meremas sofa dengan keras.

Terlihat sinar hijau itu makin membesar dan perlahan peluru yang berada di kaki Vivi pun tertarik keluar.

"SASUKE-SAN! SAKIT SEKALI!" Teriak Vivi yang langsung menggenggam lengan Sasuke dengan sangat keras dan mencoba menghentikan Sasuke.

Sasuke tidak bergeming sama sekali dan tetap melanjutkan kegiatannya itu. Akhirnya peluru itu pun berhasil dikeluarkan dan Sasuke menghentikan ninjutsu medisnya dan menaruh peluru itu di atas meja yang berada disebelahnya.

"Hah…hah…..hah…." Vivi pun terlihat sangat kesakitan dan nafasnya pun terengah-engah dan terlihat Vivi sangat berkeringat karena menahan rasa sakit.

Sasuke lalu mengambil obat bius dan menyuntikan bius itu ke kaki Vivi. Setelah itu Sasuke mengambil benang dan jarum lalu ia masukan benang itu ke jarum yang ia pegang dan setelah itu Sasuke langsung menjahit luka di kaki Vivi. Setelah Sasuke berhasil menjahit luka Vivi, Sasuke langsung membalut kaki vivi dengan perban.

"Selesai. Mungkin kau akan kesulitan berjalan selama beberapa hari tapi kau baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Ucap Sasuke sambil tersenyum kepada Vivi.

Vivi pun menocba duduk dan tersenyum kepada Sasuke. "Terima kasih Sasuke-San. Kau memang pria yang baik." Ucap Vivi.

KOAK! KOAK! KOAK! KOAK!

Sasuke mendengar sebuah suara yang ia yakini itu adalah suara binatang dan nampaknya binatang itu berada di kapalnya.

"KARU!" Teriak Vivi yang menocoba berdiri tetapi tidak bisa.

Sasuke yang melihat itu langsung mendekati Vivid an memegang pundaknya dan mendorong Vivi dengan lembut suapaya Vivi kembali duduk. "Sudah kubilang kau tidak akan bisa berjalan selama beberapa hari." Ucap Sasuke. "Siapa itu Karu?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

"Karu adalah bebek peliharaanku. Aku dan Karu tadi sempat terpisah karena dikejar oleh beberapa orang suruhan Kurohige." Ucap Vivi.

Sasuke yang mendengar itu pun menganggukan kepalanya dan berjalan ke pintu dan membuka pintu untuk melihat apakah bebek yang bernama Karu itu ada diluar atau tidak.

CLACK!

KOAK! KOAK! KOAK! KOAK!

Setelah Sasuke membuka pintu, terlihat ada seekor bebek besar yang terlihat sangat sedih dan menapa Sasuke dengan tajam. "Kau yang bernama Karu?" Tanya Sasuke kepada bebek itu.

"KOAK!" Bebek itu pun menganggukan kepalanya.

"Masuklah." Ucap Sasuke sambil kembali masuk ke dalam kapalnya. Karu yang melihat Sasuke masuk pun mengikuti Sasuke dan masuk kedalam.

"KARU!" Teriak Vivi yang senang dan sangat bahagia melihat Karu ternyata selamat.

"KOAK! KOAK! KOAK! KOAK!" Karu pun langsung berlari mendekati Vivi dan memeluk Vivi.

"Syukurlah kau selamata Karu. Maafkan aku telah membuatmu khawatir." Ucap Vivi sambil memeluk bebek peliharaanya itu.

Sasuke yang melihat Vivi dan bebek itu berpelukan pun hanya tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju dapur. "Kau terlihat kurus sekali. Apa kau ingin makan seseuatu?" Tanya Sasuke sambil berjalan menuju dapur.

Vivi yang mendengar itu pun memalingkan wajahnya dan memegangi perutnya yang memang terasa lapar. Semenjak ia pergi dari Arabasta, memang dia jarang sekali makan karena ia tidak membawa sepeserpun uang dari Arabasta dan pergi dengan bermodalkan nekad. Hal serupa pun terjadi pada Karu yang sudah tidak makan selama 2 hari.

"Eto.. anoo.." Ucap Vivi yang bingung harus menjawab apa karena ia merasa canggung dengan Sasuke.

"Jangan sungkan. Kau pernah menjamuku di istanamu sekarang giliranku yang menjamumu." Ucap Sasuke sambil membuka kulkas dan mengambil beberapa ikan dan sayuran.

"U-uhm. Baiklah kalau begitu. Terima kasih Sasuke-San." Ucap Vivi.

"KOAK! KOAK! KOAK!" Karu pun mengangkat tangannya dan memberi hormat kepada Sasuke sebagai bentuk ucapan terima kasihnya.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengambil beberapa ikan dan menuankan minyak ke panci. Sasuke menyalakan kompor dan menaruh panci yang sudah berisi minyak itu ke atas kompor dan menggoreng semua ikan-ikan itu dan membumbuinya. Hampir 30 menit sudah dan kini hidangan siap disajikan. Sasuke kini membawa baki yang terdapat beberapa 2 mangkuk nasi, dan 2 piring besar yang berisikan sayur dan ikan. Sasuke meletakan baki itu di meja dan ia mengambil satu piring besar yang berisikan 4 ikan dan ia berikan piring itu kepada Karu.

"Makanlah." Ucap Sasuke kepada Karu.

"KOAK! KOAK! KOAK!" Air liur pun menetes dari mulut Karu dan ia melompat-lompat kegirangan dan langsung menyantap semua ikan itu.

"Sa-Sasuke-San ini berlebihan!" Ucap Vivi yang terkejut melihat hidangan yang disajikan Sasuke sangat banyak dan terlihat sangat enak. Vivi melihat semangkuk nasi panas, dan beberapa ikan yang digoreng dengan sempurna dan bau bumbu yang sangat kuat tericum dari ikan itu.

"Makanlah. Aku tahu kau kelaparan. Luffy bilang kau tidak pernah sungkan kepadanya lalu kenapa kau terlihat sungkan padaku?" Tanya Sasuke sambil mengambil mangkuk yang berisikan nasi dan sumpit lalu ia memakannya.

Vivi yang mendengar itu pun wajahnya memerah dan memalingkan wajahnya. "E-eto.. Itu… Aku hanya bingung.." Ucap Vivi sambil memainkan jarinya.

"Makanlah. Jika dingin, nasinya tidak enak." Ucap Sasuke sambil menyantap makanannya.

"Ehmm baik. Selamat makan Sasuke-San." Vivi pun akhirnya mengambil mangkuk nasinya dan ia memakan nasi dan ikan itu dengan lahap.

Sasuke yang melihat itu pun hanya sweatdrop melihat cara makan Vivi yang terburu-buru dan sangat rakus. "Ternyata kau memang kelaparan." Gumam Sasuke dengan pelan sambil memperhatikan Vivi makan.

"ENAK SEKALI! SASUKE-SAN TERNYATA KAU BISA MEMASAK JUGA!" Ucap Vivi yang tersenyum dan terus menyantap ikan dan nasi itu.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan memejamkan matanya dan kembali melanjutkan makannya.

-X-

Kegiatan makan pun sudah selesai dan nampak Vivi dan Karu pun kekenyangan. Kini kapal Sasuke pun sudah berhenti di pelabuhan dan nampaknya Sasuke akan pergi sebentar untuk menjual beberapa emas.

"Aku akan pergi sebentar untuk menjual emas-emas ini. Kalian tunggulah disini." Ucap Sasuke sambil membawa sekarung besar yang berisikan emas.

"Aku ikut Sasuke-San!" Ucap Vivi kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu langsung mengarahkan pandagannya kepada Vivi. "Kau tidak bisa berjalan dan lagi akan sangat berbahaya jika orang-orang melihat kau berjalan bersama denganku. Kau bisa dicurigai oleh angkatan laut." Ucap Sasuke kepada Vivi.

"Tidak apa-apa. Aku akan pakai topi dan aku bisa menunggangi Karu. Jadi kau tidak perlu khawatir. Lagipula aku ingin mencari tahu keberadaan Pluton itu di pulau ini." Ucap Vivi dengan serius.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menghela nafasnya. "Baiklah. Ikut aku." Ucap Sasuke sambil berjalan dan keluar dari kapalnya.

"TERIMA KASIH SASUKE-SAN! AYO KARU!" Teriak Vivi yang kegirangan dan langsung menunggangi Karu dan mengikuti Sasuke.

Sasuke, Vivi dan Karu kini sedang berjalan di pusat kota Water 7 dan melihat-lihat sekeliling mereka. Kota yang sangat indah dimana terdapat banyak sekali sungai di kota ini. Struktur kota ini sangat unik dimana bangunan-bangunan dibagian tengah pulau terletak di dataran yang lebih tinggi daripada bangunan di tepi pulau. Selain itu, terdapat sebuah air mancur besar ditengah-tengah Water 7 yang mengalirkan air dari atas kota menuju kota bagian bawah melalui kanal-kanal. Kanal air inilah yang dimanfaatkan penduduk sebagai jalur transportasi utama

"UOOOOOO!"

"LIHAT! MIRAI KAIZOKU-O ADA DISINI!"

"UCHIHA SASUKE ADA DI PULAU INI!"

"DIA TAMPAN SEKALI!"

"DIA ADALAH BAJAK LAUT TERKUAT SAAT INI!"

"KIYAAAA! UCHIHA SASUKE KAU SUNGGUH TAMPAN!"

"UCHIHA SASUKE ADALAH PRIA PALING TAMPAN DI DUNIA INI!"

"KIYAAAAA!"

Terdengar sorak-sorai dari para penduduk di kota itu dan mereka semua kini menatap Sasuke yang sedang berjalan ditengah-tengah mereka. Para wanita pun menatap Sasuke dengan mata hati mereka dan menganggumi ketampanan dari Sasuke sedangkan para pria menatap Sasuke dengan kagum karena mereka tidak menyangka seorang yang di gadang-gadang dan menjadi kandidat terkuat raja bajak laut ada di pulau ini.

Vivi yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan menatap Sasuke yang berada disebelahnya. Sebagai wanita, Vivi pun harus mengakui bahwa Sasuke adalah pria yang sangat menarik baik dari segi fisik maupun segi kepribadian. Karakternya yang tegas membuat para wanita tertunduk dihadapannya dan di tambah lagi wajahnya yang sangat sempurna membuat Sasuke menjadi pria yang paling diinginkan oleh wanita.

"Nampaknya kau sangat terkenal Sasuke-San." Ucap Vivi kepada Sasuke.

"Ah. Merepotkan sekali." Ucap Sasuke yang terus berjalan dan menghiraukan semua teriakan penduduk kota.

Setelah berjalan hampir 10 menit, kini mereka bertiga tiba disebuah bangunan yang terdapat papan besar dibangunan tersebut dan di papan tersebut tertulis kata "CASHING" yang Sasuke yakini ini adalah tempat untuk menukarkan emas.

"Sepertinya ini tempatnya." Ucap Sasuke.

"Tempat ini terlihat seperti bank." Ucap Vivi yang melihat bangunan yang ada didepannya itu.

Sasuke, Vivi dan Karu pun akhirnya memasuki bank tersebut. Saat mereka masuk, tiba-tiba ada pria yang cukup tua berdiri di depan mereka dan tersenyum.

"Selamat datang ada yang bisa kam- UCHIHA SASUKEEEE!" Teriak pria itu yang yang terkejut dengan kedatang Sasuke. Pria itu pun langsung mundur beberapa langkah dan menabrak tembok yang berada dibelakangnya.

Sasuke yang melihat itu pun hanya memasang ekspresi datarnya dan menatap pria tersebut dengan datar. "O-San. Aku ingin menukarkan beberapa emas." Ucap Sasuke.

"Ba-ba-baik! Silahkan duduk dulu dan biar aku lihat emas yang ingin kau tukarkan itu." Ucap Pria tersebut dengan terbata-bata.

Sasuke pun langsung berjalan mendekati sofa yang berada disampingnya dan duduk di sofa itu sedangkan Vivi masih duduk di atas Karu dan mereka berjalan mendekati Sasuke.

Sasuke pun membuka karung yang ia bawa dan ia keluarkan semua emas yang berada di dalamnya. Vivi dan pria tersebut pun terkejut ketika melihat banyaknya emas yang Sasuke bawa.

"Berapa harganya?" Tanya Sasuke kepada pria tersebut.

Pria tersebut tidak menjawab pertanyaan Sasuke dan terus meneliti dan melihat setiap emas yang berada diatas meja itu. "I-ini jika semuanya dijual maka harganya 150 juta Berry." Ucap Pria tersebut.

"150 JUTA BERRY!?" Teriak Vivi yang terkejut.

"KOAK! KOAK! KOAK!" Karu pun ikut berteriak meskipun dia tidak mengerti apa yang ia teriyaki. Dia ikut berteriak karena melihat Vivi berteriak.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tesenyum dan memejamkan matanya. "O-San. Kau tahu aku ini bajak laut paling kuat di dunia ini dan orang-orang bilang akulah calon raja bajak laut selanjutnya. Jika kau berano berbohong padaku, aku anggap ini sebuah penghinaan untuku." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

Tubuh pria itu pun langsung merinding dan keringat pun mengucur dari tubuhnya.

BUAGH!

Pria itu menundukan kepalanya sampai kepalanya membentur meja dan meminta maaf kepada Sasuke. "GOMENASAI! HOUNTO NI GOMENASAI!" Teriak Pria tersebut kepada Sasuke.

-X-

"SUGOI SASUKE-SAN! Sekarang kau memiliki 400 juta Berry!" Ucap Vivi sambil membawa dua koper yang berisikan uang yang masing-masing kopernya berisi 100 juta Berry.

"Hn. Sekarang kita akan kembali ke kapal dan menyimpan semua uang ini. Tidak baik jika kita berjalan sambil menenteng-nenteng uang ini." Ucap Sasuke.

Mereka berdua pun kini berjalan kembali ke kapal Sasuke dan berniat untuk menyimpan uang tersebut.

"Uchiha Sasuke."

Langkah Sasuke, Vivi dan Karu pun terhenti saat mereka mendengar ada yang memanggil Sasuke. Mereka membalikan tubuh mereka dan melihat ada seorang pria yang berdiri di depan mereka. Pria tersebut memilki rambut pendek berwarna ungu dan terlihat ada seekor tikus di pundaknya.

"Namaku Iceberg dan aku adalah walikota Water 7. Sebuah kehormatan bertemu dengan Mirai Kaizoku-O." Ucap Iceberg sambil tersenyum kepada Sasuke.

"Walikota? Artinya kau adalah orang nomer satu di kota ini!?" Ucap Vivi yang terkejut dan tidak menyangka dia akan bertemu walikota Water 7.

Sasuke langsung mengarahkan pandangannya kepada Iceberg dan menatap Iceberg dengan curiga. "Kenapa seorang wali kota ingin menemuiku?" Tanya Sasuke kepada Iceberg.

"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu apa yang dilakukan seorang calon raja bajak laut di kota ini. Sebagai wali kota aku berhak bertanya bukan?" Tanya Iceberg sambil tersenyum. "Dan aku dengar kau kakak dari bocah mugiwara." Lanjut Iceberg.

"Iceberg-San apa anda mengenali Luffy-San?" Tanya Vivi kepada Iceberg.

Iceberg yang mendengar pertanyaan Vivi pun hanya tersenyum dan memejamkan matanya. "Dia dan anggotanya pernah singgah di kota ini dan melakukan sesuatu yang membuat namanya dikenal oleh seluruh dunia." Ucap Iceberg sambil tersenyum. "Jika bersedia mampirlah ke tempatku dan mari kita berbincang santai." Lanjut Iceberg.

-X-

Sasuke, Vivi dan Karu pun akhirnya sampai di tempat kediaman sang wali kota Water 7 dan kini mereka duduk di ruang tamu.

"Biar kubantu kau duduk." Ucap Sasuke kepada Vivi sambil memberikan tangannya kepada Vivi yang masih menunggangi Karu.

"Ba-baik. Terima kasih." Ucap Vivi yang memegang tangan Sasuke dan turun dari bebek tunggangannya itu. 'A-apa yang kau pikirkan Vivi!? Kau tidak boleh jatuh cinta pada Sasuke-San! Sadarlah!' Gumam Vivi dalam hatinya. Vivi merasa semakin lama ia dekat dengan Sasuke, Vivi pun merasa ia mulai jatuh hati pada Sasuke.

Sasuke memegang tubuh Vivi dan membantunya duduk. Sasuke pun kini ikut duduk disebelah Vivi dan Iceberg pun juga ikut duduk.

"Aku sudah menyiapkan beberapa cemilan dan the panas untuk kalian semua. Silahkan dinikmati." Ucap Iceberg sambil tersenyum.

"Hn. Terima kasih." Ucap Sasuke sambil meminum teh yang sudah dihidangkan oleh Iceberg.

"Terima kasih Iceberg-San." Vivi pun ikut meminum teh itu. "Oh iya Iceberg-San, perkenalkan namaku Nefertari Vivi dan aku adalah putri Arabasta dan ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Vivi dengan serius.

Iceberg yang mendengar itu pun membelalakan matanya karen terkejut. Dia tidak menyangka bahwa wanita yang daritadi bersama Sasuke adalah seorang bangsawan. Tapi Iceberg kini berpikir apa yang sedang seorang putri kerajaan lakukan bersama bajak laut.

"Pu-putri? Tapi kenapa kau ada disini dan kenapa kau bersama bajak laut?" Tanya Iceberg kepada Vivi.

"Kerajaan Arabasta kini sedang di terror oleh seorang bajak laut yang bernama Kurohige. Kurohige datang ke Arabasta karena dia mengira bahwa di Arabasta terdapat senjata kuno yaitu Pluton. Aku pergi dari Arabasta dan berusaha menemukan senjata Pluton itu dan aku dengar water 7 memliki senjata itu." Ucap Vivi dengan serius.

Iceberg yang mendengar itu pun kembali terkejut terutama saat ia mendengar kata Pluton. Iceberg menatap Vivi dengan serius dan menelan ludahnya. "Apa rencanamu jika kau sudah mendapatkan Pluton?" Tanya Iceberg kepada Vivi.

"Aku akan menghabisi Kurohige dengan Pluton itu!" Ucap Vivi dengan geram.

"Aku sebenarnya tidak mengerti tentang Pluton tapi kenapa banyak sekali orang yang terobsesi dengan Pluton ini?" Tanya Sasuke kepada Iceberg.

Iceberg yang mendengar itu pun hanya memejamkan matanya dan menyandarkan punggungnya ke kursi. "Pluton adalah salah satu senjata kuno yang bisa membuat dunia ini hancur. Pluton ini sebenarnya dirancang di kota ini, di Water 7 dan aku mempunyai blue print dari Pluton." Ucap Iceberg.

"BENARKAH!? LALU DIMANA BLUE PRINT ITU!?" Teriak Vivi kepada Iceberg.

"Maaf tapi blue print itu sudah dibakar oleh temanku." Ucap Iceberg sambil menundukan kepalanya.

Vivi yang mendengar itu pun menundukan kepalanya dan ia menangis. "Kurohige! Dia datang ke negaraku dan menereror seluruh penduduk Arabasta dan ia bahkan mencari seseuatu yang sebenarnya tidak ada di Arabasta!" Gumam Vivi dengan geram.

Sasuke yang mendengar ucapan Vivi pun merasakan amarah dan kesedihan yang dirasakan Vivi. Sasuke langsung menepuk pundak VIvi dan tersenyum. "Tenanglah. Aku akan membantumu mengusir Kurohige." Ucap Sasuke.

"Te-terima kasih Sasuke-San.." Gumam Vivi sambil memegang tangan Sasuke.

Sasuke lalu mengarahkan pandanganny kepada Iceberg. "Jika kau mempunyai senjata yang bernama Pluton ini seharusnya pemerintah dunia mengincarmu." Ucap Sasuke.

"Ah mereka sudah mencoba membunuhku dan mereka gagal. Kejadian itu terjadi tepat saat bocah mugiwara berada di kota ini dan bocah mugiwara itu memainkan peran penting saat peristiwa itu karena saat itu Nico Robin di culik oleh agen CP-9." Ucap Iceberg.

Sasuke yang mendengar nama Robin pun langsung menyipitkan matanya dan menatap Iceberg dengan serius. "Lanjutkan ceritamu." Ucap Sasuke.

"Saat Nico Robin disini, dia di ancam oleh para agen pemerintah dunia untuk ikut bersama mereka dan meninggalkan bajak laut topi jerami dan jika ia menolak mereka mengancam akan membunuh semua anggota topi jerami. Nico Robin pun termakan oleh kata-kata agen itu dan mengkhianati bocah mugiwara dan nakamanya. Alasan pemerintah dunia ingin menangkap Nico Robin sangat jelas karena mereka takut dengan kecerdasan Nico Robin yang mampu membaca Poneglyph. Singkat cerita bocah mugiwara itu tidak terima Nico Robin di culik dan dia menerobos masuk ke Enies Lobby dan berhasil menyelamatkan Nico Robin." Ucap Iceberg sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itupun hanya tersenyum. "Wanita itu memang memiliki krisis kepercayaan terhadap orang lain. Aku harap dengan kejadian itu dia bisa mempercayai Luffy dan teman-temannya." Ucap Sasuke.

"Ah dan aku pun pernah mendengar bahwa kau pernah berlayar bersamanya." Ucap Iceberg kepada Sasuke.

"Itu semua hanya masa lalu." Ucap Sasuke sambil berdiri. "Terima kasih atas jamuanmu tapi aku harus segera pergi karena jika tidak, Arabasta akan hancur." Lanjut Sasuke.

Vivi yang melihat Sasuke pun sedikit terkejut dan menganggukan kepalanya. "Sasuke-San benar. Sebaiknya aku harus cepat pergi dari sini. Terimakasih atas jamuanmu Iceberg-San. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu dan terimakasih juga atas informasi yang kau berikan tentang Pluton." Ucap Vivi sambil menundukan kepalanya dan memberi hormat kepada Iceberg.

Sasuke pun langsung membantu Vivi berdiri dan membantunya untuk menaiki Karu. "Sampai jumpa Iceberg-San." Ucap Sasuke.

"Ah. Sekali lagi aku katakan sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Mirai Kaizoku-o dan Arabasta no Oujo." Ucap Iceberg yang membungkuk dan memberi hormat kepada mereka berdua.

-X-

Kini mereka bertiga pun kembali berjalan di pusat kota dan sedang menuju ke tempat kapal Sasuke di pakirkan. Selama di perjalanan Vivi hanya melihat toko-toko yang menjual baju dan terlihat dari ekspresinya Vivi sangat ingin membeli baju-baju itu. Sasuke yang sedari tadi memperhatikan Vivi langsung menghela nafas dan menghentikan langkahnya.

"Kau ingin membeli pakaian?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

Mendengar perkataan Sasuke, Vivi dan Karu pun berhenti dan Vivi merasa sedikit terkejut. Vivi tidak menyangka kalimat itu akan keluar dari mulut Sasuke. Mungkin, Sasuke adalah pria yang pendiam dan tidak banyak bicara. Sasuke hanya berbicara saat keadaan genting atau hanya membicarakan hal-hal yang penting saja. Tetapi Vivi tidak menyangka bahwa Sasuke adalah pria yang peka terhadap perasaan wanita dan dia tahu apa yang wanita inginkan.

Tetapi, tentu bagi Vivi terasa sangat aneh dan canggung bila ada seorang pria yang mau membelikannya pakaian dan lagi pria yang ingin membelikannya pakaian itu adalah pria tertampan di dunia.

"A-ah! Hahahaha tidak Sasuke-San. Aku hanya tertarik saja dengan baju itu tetapi tidak ada niatan untuk membeli." Ucap Vivi sambil tertawa malu dan menggaruk pipinya.

Sasuke tidak menjawab perkataan Vivi barusan dan ia langsung berjalan mendekati toko baju yang berada disampingya. "Masuklah. Pilih baju yang kau suka. Lagipula bajumu dan jubahmu itu sudah sangat kotor dan sebentar lagi akan turun salju." Ucap Sasuke sambil masuk ke toko tersebut.

Wajah Vivi pun kembali memerah seperti tomat dan ia menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat. 'Si-sial! Jika seperti ini terus aku bisa jatuh hati kepadanya! Tidak! Tidak! Tidak! Tidak boleh! Sadarlah Vivi!' Gumam Vivi dalam hatinya.

Vivi dan Karu pun akhirnya memasuki toko baju itu dan mengikuti Sasuke. Mereka berdua pun kini sedang melihat-lihat baju yang berada di toko tersebut.

"Pilihlah beberapa setel baju karena perjalanan menuju Arabasta akan memakan waktu sekitar 1 minggu lebih bahkan bisa 2 minggu." Ucap Sasuke kepada Vivi.

"Sa-Sasuke-San, ta-tapi aku tidak ingin merepotkanmu." Ucap Vivi dengan terbata-bata.

"Aku tidak merasa direpotkan. Cepat pilih." Ucap Sasuke dengan datar.

Vivi yang mendengar itu pun menggigit bibir bawahnya dengan lembut dan meremas kedua pahanya. "Ba-baiklah. Terima kasih Sasuke-San!" Ucap Vivi yang akhirnya menerima.

20 MENIT KEMUDIAN.

"Hahahahaha nampaknya aku terlalu banyak membeli baju yah? Hahahah." Ucap Vivi sambil menggaruk-garuk kepala belakangnya dan tertawa malu. Kini ia dan Sasuke sudah keluar dari toko baju itu dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kapal Sasuke.

Disisi lain, Sasuke yang berada disebelah Vivi dan mendengar perkataan Vivi barusan pun hanya diam saja. Sasuke kini membawa 7 tas yang belanja yang berisikan pakaian yang dibeli oleh Vivi. Terlihat ekspresi Sasuke yang sedikit muram karena, saat awal masuk toko, Vivi terlihat malu-malu dan menolak penawarannya tetapi pada akhirnya insting wanitanya berjalan dan Vivi membeli banyak sekali baju dan merasa malu lagi kepada Sasuke.

"Ahahahah Sepertinya aku membuat Sasuke-San kesal yah? Ahahaha." Vivi pun kembali tertawa canggung saat melihat Sasuke tidak menggubris perkataannya.

"Sudahlah tidak usah dipikirkan." Ucap Sasuke sambil tetap berjalan.

Kini mereka bertiga telah sampai di kapal Sasuke. Sasuke dan Karu yang sedang ditunggangi Vivi pun langsung melompat ke kapal Sasuke. Mereka bertiga masuk kedalam dan menaruh semua barang belanjaan mereka di sebuah meja besar.

"Oh iya jika kau ingin mandi, kamar mandi ada sebelah sana." Ucap Sasuke sambil menunjuk kamar mandi yang berada di pojok kiri.

"Ahahaha terima kasih banyak Sasuke-San." Vivi pun masih tertawa canggung karena dia masih merasa tidak enak telah menghabiskan uang sebesar 2 juta berry milik Sasuke untuk membeli pakaian.

"Jangan terus-terusan canggung seperti. Jika kau bersikap seperti itu terus, maka aku yang merasa tidak enak." Ucap Sasuke sambil melepaskan jaketnya dan ia gantung dibalik pintu kamarnya.

Vivi yang mendengar itu pun tersenyum dan menatap Sasuke dengan sangat manis. " Aku jadi teringat perjalananku dengan Luffy-San. Saat itu aku bertemu Ace-San juga di Arabasta. Aku melihat Ace-San dan Luffy-San memiliki beberapa kesamaan tetapi kau sangat berebda Sasuke-San." Ucap Vivi sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu pun berjalan mendekati Vivi dan duduk di depan Vivi. "Sebenarnya, Ace dulu membenci Luffy." Ucap Sasuke kepada Vivi.

"EEEEHH!? Kenapa bisa!?" Vivi pun berteriak terkejut dengan perkataan Sasuke barusan.

"Saat itu Ace tinggal di gunung Colubo di East bersama para bandit gunung. Setiap harinya, Ace hanya pergi berburu dan mengumpulkan uang. Suatu hari Luffy datang bersama Garp dan Garp menitipkan Luffy kepada banit gunung itu. Ace pada awalnya tidak menyukai keberadaan Luffy karena ia menganggap Luffy adalah bocah cengeng yang lemah. Luffy terus mengikuti Ace kemanapun ia pergi dan membuat Ace sangat kesal. Suatu hari Luffy berhasil mengikuti Ace sampai ke tempat persembunyian Ace." Ucap Sasuke kepada Vivi.

"Tempat persembunyian? Apa maksudmu?" Tanya Vivi kepada Sasuke.

"Tempat itu adalah tempat dimana Ace dan Sabo menyimpan semua uang mereka. Sabo adalah salah satu adikku dan juga kakaknya Luffy." Ucap Sasuke sambil tersenyum.

"EEEHHH!? Masih ada satu lagi!?" Teriak Vivi yang makin terkejut.

"Benar. Luffy memergoki tempat persembunyian Ace dan Sabo dan memebuat mereka panic dan langsung mengikat Luffy di pohon dan berusaha membunuh Lufy." Ucap Sasuke sambil terkikik pelan.

Vivi yang mendengar itu pun hanya menganga dan membelalakan matanya. "Aku tidak tahu ternyata hubungan mereka dulu sangatlah buruk." Ucap Vivi.

"Hn. Setelah itu, mereka didatangi oleh seorang bajak laut. Bajak laut itu adalah bajak laut yang uangnya dicuri oleh Ace dan Sabo. Ace dan Sabo pun langsung bersembunyi dan meninggalakn Luffy yang mash terikat di pohon. SIngkat cerita, bajak laut itu pun membawa Luffy dan menyiksa Luffy karena mereka mengira Luffy tahu dimana keberadaan Ace tetapi Luffy tetap tutup mulut. Ace dan Sabo pun langsung bergegas menyelamatkan Luffy dan akhirnya mereka bertiga pun menjadi sahabat setelah kejadian itu." Ucap Sasuke kepada Vivi.

Vivi yang dari tadi menyimak cerita Sasuke dengan baik menyadari ada sesuatu yang janggal dan ia langsung menanyakannya kepada Sasuke. "Lalu bagaimana denganmu? Daritadi kau menceritakan Luffy-San, Ace-San dan Sabo-San tapi aku tidak pernah mendengar ceritamu." Ucap Vivi kepada Sasuke.

"Aku baru datang saat mereka bertiga telah menjadi sahabat. Saat itu aku terdampar di hutan dan mereka bertiga menemukanku. Akhirnya kami berempat pun menjadi sahabat dan selalu bermain dan bertarung bersama. Lalu kami mengambil sebotol sake dan empat cawan dan kami bersulang sebagai symbol persaudaraan kami. Aku menjadi kakak tertua mereka, dan Luffy lah yang paling kecil. Ace lebih tua satu tahun dari Sabo dan itulah silsilah keluarga aneh kami." Ucap Sasuke kepada Vivi.

Vivi yang mendengar itu pun tersenyum dengan lebar. "Cerita yang sangat menarik. Kalian berempat menjadi saudara hanya karena bersulang." Ucap Vivi sambil tersenyum tapi senyuman itu tidak bertahan lama dan Vivi langsung menundukan kepalanya. "Dan sekali lagi aku akan dibantu oleh keluarganya Luffy-San." Ucap Vivi.

"Apa salahnya meminta bantuan? Lagipula Luffy banyak cerita tentangmu dan dia bilang secara teknis kau adalah bagian dari Mugiwara Kaizokudan hanya kau memilih untuk tinggal di Arabasta karena kau sangat mencntai negerimnu. Kau adalah kru dari adikku dan aku harus menolongmu karena kita ini nakama bukan?" Ucap Sasuke kepada Vivi.

Vivi pun tersenyum dan ia kembali menteskan air matanya. "Uhm! Terima kasih Sasuke-San!" Ucap Vivi sambil menganggukan kepalanya.

"Kalau begitu ceritakan bagaimana kondsisi kerajaan sekarang dan siapa saja yang harus kita selamatkan." Ucap Sasuke kepada Vivi.

"Sebenarnya situasinya tidak terlalu rumit. Intinya, Kurohige kini sedang menungguku dan menduduki kerajaan. Ayahku dan para pengawal istana sedang disandera sedangkan para penduduk Arabasta terpaksa harus menuruti Kurohige karena jika tidak mereka semua akan dibunuh." Jelas Vivi kepada Sasuke. "Apa kau mempunyai rencana Sasuke-San?" Tanya Vivi kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar pertanyaan Vivi tersebut pun langsung berpikir dan menemukan sebuah ide. "Sesaat sampai Arabasta nanti, umumkan kepada semua penduduk Arabasta bahwa kau sudah menemukan Pluton. Penduduk Arabasta dan terutama Kurohige pasti akan terkejut mendengar itu dan pasti kau akan langsung di bawa ke istana oleh Kurohige. Aku akan menyamar dan berpura-pura menjadi seseorang yang tahu blue print dari Pluton. Kau bernegosiasi lah dengan Kurohige dan bilang padanya bahwa dia harus meninggalkan Arabasta dan sebagai gantinya aku akan ikut dia." Ucap Sasuke sambil menatap Vivi dengan serius.

Vivi yang mendengar itu pun terkejut dan matanya membesar. "Ta-tapi Sasuke-San bagaimana denganmu? Apa kau akan melawan bajak laut Kurohige sendirian?" Tanya Vivi yang khawatir.

"Tidak apa-apa. Jangan pikirkan aku. Keadaan malah akan memburuk jika aku harus bertarung di Arabasta." Ucap Sasuke karena ia menyadari jika ia dan Kurohige bertarung di Arabasta akan sangat merepotkan karena pasti banyak sandera dan Arabasta hancur.

"Ba-baiklah kalau begitu." Ucap Vivi dengan pelan sambil menunduk dan meremas kedua pahanya dengan keras. Situasinya sangat berbeda dengan Luffy pada saat itu. Saat dengan Luffy, Vivi dan Mugiwara Kaizokudan bertarung bersama untuk mengalahkan Baroque Works tetapi kali ini Sasuke akan bertarung sendirian dan Vivi pun sadar bahwa ia pun tidak bisa banyak membantu dalam pertarungan ini.

Sasuke yang melihat ekspresi Vivi yang nampak sedih itu langsung memegang pundak Vivid an tersenyum. "Tidak usah terlalu khawatir karena aku baik-baik saja." Ucap Sasuke.

"Ta-tapi, kau seolah-olah mengorbankan dirimu untuk menolong Arabasta. Sebagai puteri Arabasta, aku merasa sangat tidak berguna." Ucap Vivi.

"Ada saatnya kau menghadapi masalah yang diluar kemampuanmu dan jika saat itu tiba, maka pasti ada seseorang yang akan membantumu. Setiap orang memiliki peranan mereka masing-masing di dunia ini dan setiap manusia pasti berguna untuk manusia yang lainnya." Ucap Sasuke kepada Vivi.

Tidak tahu harus berkata apa, Vivi hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Sasuke. Memang tidak salah Sasuke dijuluki sebagai Mirai Kaizoku-O karena ia sangat kuat dan sangat bijaksana dalam membuat keputusan. Sebagai seorang pria Sasuke mempunyai pesonanya sendiri yang mampu menmikat wanita dan Vivi kini sudah mulai terpikat dengan pesona itu.

"Sasuke-San mungkin ini terdengar sangat tiba-tiba, tapi apa kau mempunyai kekasih?" Tanya Vivi sambil memalingkan wajahnya dan memainkan jarinya. Wajahnya merona dan memerah seperti tomat karena sejujurnya dia pun malu dengan pertanyaannya sendiri.

Sasuke yang mendengar perkataan Vivi itu langsung mengarahkan pandangannya kepada Vivi dan menatap Vivi dengan datar. Merasa di tatap oleh Sasuke, Vivi langsung salah tingkah dan mengambil botol minum yang berada di depannya dan langsung meminum air yang berada di botol itu.

"Kau mau menjadi kekasihku?"

BRRRRRRRUUUUUUUUSSSSSSS!

Vivi langsung menyemburkan semua air yang berada dalam mulutnya karena shock mendengar pertanyaan Sasuke. Wajahnya makin memerah dan ia menatap Sasuke. "A-apa kau bilang tadi?" Ucap Vivi dengan pelan dan masih shock.

Sasuke tidak menjawab pertanyaan itu dan berjalan mendekati Vivi. Vivi yang melihat Sasuke berjalan mendekatinya pun berusaha mundur tetapi punggunya sudah menyentuh kayu yang berada dibelakangnya dan dia tidak bisa lari kemana-mana lagi. Tubuhnya bergetar dengan terlihat tubuhnya sangat tegang dan kaku.

Kini Sasuke sudah berada disebelah Vivi. Tubuh Vivi makin berguncang dengan hebat dan detak jantungnya pun semakin cepat. Vivi memejamkan meletakan kedua tangannya disebelah pahanya saat melihat Sasuke mengangkat tangannya dan tangan itu sedang menuju kearahnya.

"A-aku masih perawan jadi tolong pelan-pelan." Ucap Vivi dengan spontan. Meskipun terlihat malu-malu, Vivi sebenarnya berencana menyerahkan dirinya kepada Sasuke dan memejamkan matanya dan membiarkan Sasuke menyentuhnya.

CLACK!

Medengar sebuah suara tepat berada dibelakangnya, Vivi membuka matanya dan melihat tangan Sasuke ada disebelahnya. Vivi mengarahkan pandangannya ke belakang dan melihat Sasuke ternyata menekan tombol lampu yang berada tepat dibelakangnya.

"Jangan berpikir yang aneh-aneh." Ucap Sasuke dengan datar sambil berjalan menuju ke kamarnya.

Wajah Vivi merah terbakar dan terlihat ada asap di sekitar kepalanya. Vivi benar-benar malu dan sekarang ia bahkan, tidak berani berbicara dengan Sasuke.

BUAGH! BUAGH! BUAGH!

'Baka! Baka! Baka! Baka! Sekarang aku tidak bisa menatap wajah Sasuke-San lagi!' Gumam Vivi dalam hatinya sambil membenturkan kepalanya ke meja yang berada didepannya.

"Kau mau tidur dikamarku?" Tanya Sasuke yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya.

BUUSSH!

Kepala Vivi kembali mengeluarkan asap setelah mendengar perkataan Sasuke barusan. Kali ini ia diajak untuk tidur di kamar Sasuke. "A-ah-ah T-ti-tidak perlu Sasuke-San hahahah." Ucap Vivi dengan terbata-bata dan tertawa kikuk.

"Aku akan tidur di sofa dan kau bisa menggunakan ranjangku." Ucap Sasuke kepada Vivi.

"Ba-baiklah kalau begitu. Jika kau memaksa maka tidak ada pilihan lain. Karu ay-"

Perkataan Vivi terpotong saat ia melihat Karu yang sudah tertidur dilantai sambil mendengkur. Sebenarnya Vivi ingin meminta bantuan Karu untuk membawanya ke kamar Sasuke karena kakinya yang sedang terluka tetapi Karu telah tertidur dan ia tidak tega untuk membangunkannya karena sudah berhari-hari Karu tidak dapat beristirahat dengan tenang karena terus dikejar-kejar oleh orang suruhan Kurohige.

Sasuke yang meihat itu kembali berjalan mendekati Vivi dan langsung menggendongnya. "Cara ini lebih cepat." Ucap Sasuke sambil menggendong Vivi ala bridal style dan membawanya ke kamarnya.

"Ba-baik." Balas Vivi yang sedang digendong oleh Sasuke dan melingkarkan tangannya dileher Sasuke.

Kini mereka berdua sudah sampai di kamar Sasuke dan Sasuke langsung membaringkan Vivi di ranjangnya. "Tidurlah. Perjalanan ke Arabasta masih sekitar 2 hari lagi dan kau terlhat kelalahan." Ucap Sasuke sambil menyelimuti Vivi.

"Terima kasih Sasuke-San. Kalau begitu aku tidur dulu." Ucap Vivi yang tersenyum lalu memejamkan matanya dan tertidur.

-X-

( GRAND LINE : BALTIGO )

Sabo sang komandan divisi 2 pasukan revoluisoner baru saja tiba dan telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Dragon. Sabo terlihat sangat ceria dan selalu tersenyum karena ia masih mengingat pertemuannya dengan Sasuke sekitar 3 hari yang lalu. Sabo sangat bahagia karena akhirnya dia bisa berbincang dan mengobrol dengan kakak tertuanya itu meskipun hanya sebentar.

"Sepertinya kau sangat bahagia hari ini."

Mendengar ada suara, Sabo langsung memutar tubuhnya dan melihat Robin sedang tersenyum kepadanya. "A-ah begitulah hahaha tidak tahu kenapa aku merasa sangat senang hari ini." Ucap Sabo sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal dan tersenyum malu kepada Robin.

"Fufufu kalau begitu ikut aku. Dragon-San memanggil kita berdua dan sepertinya ada sesuatu yang ingin dia bicarakan." Ucap Robin yang lalu berjalan melewati Sabo dan menuju ke ruangan Dragon.

Sabo pun langsung mengikuti Robin dan berjalan menuju keruangan Dragon. Hanya sekitar 2 menit mereka berjalan, kini mereka sudah tiba didepan pintu ruangan Dragon.

CLACK!

Robin langsung membuka pintu itu dan masuk ke ruangan tersebut. "Aku membawa Sabo, Dragon-San." Ucap Robin sambil tersenyum kepada Dragon.

"Duduklah kalian berdua." Ucap Dragon kepada Sabo dan Robin.

Sabo dan Robin pun langsung berjalan mendekati kursi yang berada di depan Dragon dan duduk di depan Dragon.

"Jadi, kenapa kau memanggilku dan Robin, Dragon-San?" Tanya Sabo kepada Dragon.

Dragon yang mendengar pertanyaan Sabo pun memejamkan matanya dan menghela nafasnya. "Sebenarnya aku ingin memberi kalian berdua tugas." Ucap Dragon.

"Tugas apa Dragon-San?" Tanya Robin.

"Informanku mengatakan sedang ada kekacuan di Arabasta. Kurohige sedang berada di Arabasta dan menyandera keluarga kerajaan." Ucap Dragon dengan serius.

Robin langsung menyipitkan matanya dan menatap Dragon dengan serius. Robin mulai tahu arah pembicaraan ini dan kenapa dia yang diutus oleh Dragon untuk melaksanakan tugas ini karena Robin pernah berada di Arabasta. "Kau ingin aku kesana?" Tanya Robin kepada Dragon.

"Benar. Tetapi bukan untuk bertarung atau membantu kerajaan Arabasta. Aku ingin kalian memata-matai pergerakan Kurohige karena aku dengar dia sedang mencari Pluton dan dia mengira Pluton berada di Arabasta." Ucap Dragon.

"Kurohige!" Sabo mengerang kesal saat ia mendengar nama Kurohige karena ia tahu bahwa Kurohige lah yang telah menangkap Ace dan menjebloskan Ace ke Impel Down.

"Tenangkan dirimu Sabo. Aku tidak ingin kau bertarung dengannya. Aku hanya ingin kalian melaporkan kepadaku setiap pergerakan yang dilakukan oleh Kurohige karena jika dia sampai mendapatkan Pluton maka akan sangat berbahaya bagi dunia ini." Ucap Dragon dengan serius dan menatap Sabo dengan tajam seolah-olah memperingati Sabo untuk tidak berbuat yang macam-macam.

"Aku tidak menyangka kali ini Arabasta sedang diduduki oleh salah satu Yonkou." Gumam Robin yang sebenarnya merasa sedikit kasihan kepada kerajaan Arabasta yang selalu menjadi incaran bagi mereka yang sangat ingin mendapatkan Pluton.

"Aku juga mendengar bahwa putri kerajaan Arabasta, Nefertari Vivi sedang melarikan diri. Aku minta kepada kalian jangan bertindak gegabah dan bawa Koala dan yang lain untuk membantu kalian." Ucap Dragon.

"Baiklah kalau begitu. Apa kami harus berangkat sekarang?" Tanya Sabo kepada Dragon.

"Tidak. Besok saja. Kau harus beristirahat karena kau baru saja pulang dari perjalananmu." Ucap Dragon kepada Sabo.

"Baiklah kalau begitu aku pamit Dragon-San." Ucap Sabo kepada Dragon dan langsung meninggalkan ruangan tersebut.

"Kalau begitu, aku juga akan pamit undur diri." Ucap Robin kepada Dragon dan langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.

"Tunggu."

Robin yang mendengar itu pun langsung kembali duduk dan menatap Dragon. "Ada apa Dragon-San?" Tanya Robin.

"Aku mendengar kabar bahwa Sasuke sedang berada di Grandline." Ucap Dragon kepada Robin.

Robin yang mendengar hal tersebut langsung membelalakan matanya dan terkejut karena ia tidak menyangka bahwa Sasuke akan kembali ke Grandline dan tidak menetap di dunia baru. "Be-benarkah?" Tanya Robin kepada Dragon.

"Ah. Infromanku bilang Sasuke terakhir kali terlihat di Saboady dan setelah itu dia tiba-tiba menghilang." Ucap Dragon.

Robin pun langsung tersenyum dan dia kembal mengingat memorinya dengan Sasuke saat mereka baru pertama kali mendarat di Saboady. 'Sasuke-Kun, sepertinya aku akan segera menemui.' Gumam Robin dalam hatinya sambil tersenyum.

"Jika kau ingin menemuinya dan memutuskan untuk kembali bersamanya aku tidak akan melarangmu." Ucap Dragon kepada Robin.

Robin yang mendengar hal itu pun langsung tersenyum. "Terima kasih Dragon-San tapi untuk kembali bersamanya tidak semudah yang kau pikirkan." Ucap Robin sambil tersenyum pahit. "Tapi tidak perlu khawatirkan hal itu. Aku akan focus pada tugas yang kau berikan dan memberimu informasi tentang Pluton ini." Lanjut Robin.

Dragon yang mendengar hal tersebut pun melipat tangannya dan tersenyum kepada Robin. "Ah. Terima kasih. Aku mengandalkan kalian."

-X-

Sasuke kini sedang berada didalam kamarnya sambil membaca koran dan menkmati kopi panas. Dia sandarkan punggungnya ke belakang dan ia mengangkat kedua kakinya ke meja yang berada di depannya dan ia selonjorkan kakinya. Sesekali Sasuke mengarahkan pandangnnya ke jendela dan melihat salju yang terus berjatuhan di tengah lautan. Sasuke lalu mengarahkan pandangnnya kepada Vivi yang sedang tertidur pulas di ranjangnya.

"Sepertinya dia lelah sekali." Gumam Sasuke sambil menatap Vivi yang sedang tertidur. 'Kurohige. Dia mempunyai buah iblis yami-yami no mi dan gura-gura no mi. Orang-orang di dunia ini pun bingung bagimana bisa ada seseorang yang mempunyai dua buah iblis sekaligus dan jika aku bertarung dengannya di Arabasta maka hancurlah sudah arabasta.' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil berpikir cara untuk menghadapi Kurohige.

Sebelumnya, Sasuke sudah pernah bertarung dengan Kurohige dan teman-temannya saat ia menyalamatkan Marco. Dari pertarungan itu, Sasuke menganggap bahwa Kurohige jauh lebih lemah dibandingkan Kaido dan Big Mom. Kurohige menjadi kuat karena factor buah iblisnya. Seharusnya pertarungan ini bisa Sasuke menangkan dengan cepat.

"Tou-San…"

Sasuke terkejut ketika mendengar suara yang ternyata adalah suara Vivi yang kelihatnnya sedang mengigau. Tapi yang menjadi perhatian Sasuke adalah wajah Vivi yang memerah dan terihat tubuh Vivi berkeringat. Sasuke langsung bangkit berdiri dan berjalan mendekati Vivi dan menyentuh dahinya.

"Panas sekali. Sepertinya dia demam." Gumam Sasuke sambil memegang dahi Vivi.

"Tou-San…. Tolong…. Arabasta…." Vivi terus mengigau dan kini ia menggeleng-gelengkan kepalanya seperti orang yang sedan bermimpi buruk.

"TOU-SAAAAANN!" Vivi langsung berteriak dan terbangun dari tidurnya. Air mata pun menetes dari matanya dan tubuhnya bergertar dan terus mengeluarkan keringat.

"Mimpi buruk?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

Vivi menoleh kesamping dan melihat Sasuke yang sedang duduk di tepi ranjang. "SASUKE-SAN!"

BUGH!

Vivi langsung melempar dirinya dan memeluk Sasuke dan sangat erat sambil menangis. "Sa-Sasuke-San, sepertinya ayahku sedang berada dalam bahaya." Gumam Vivi disela-sela tangisannya.

Sasuke yang mendengar itu pun lalu menepuk punggung Vivi dengan lembut dan menenangkan Vivi. "Tenang saja. Ayahmu pasti akan baik-baik saja." Ucap Sasuke dengan lembut.

"U-u-ugh!" Vivi langsung memegangi kepalanya dan ia merasa sangat pusing sekali dan tidak enak badan.

"Kau demam. Berbaringlah. Aku akan siapkan kompres untukmu." Ucap Sasuke yang lalu berjalan ke dapur untuk menyiapkan kompresan.

Vivi pun kembali berbaring dan menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya. Tubuhnya menggigil dan terdengar suara hentakan gigi yang salin beradu.

Setelah hampir 5 menit menunggu, akhirnya Sasuke datang sambil membawa sebuah baskom besar yang berisi air panas dan sebuah handuk kecil. Sasuke lalu berjalan mendekati Vivi dan menaruh baskom yang ia pegang di meja disebelah ranjangnya dan memeras handuk dan ia menaruh handuk itu di dahi Vivi.

"Terima kasih Sasuke-San." Ucap Vivi sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah termostat. "Gigit termostat ini. Simpan ujung thermostat ini dibawah lidahmu." Ucap Sasuke sambil menyodorkan thermostat yang ia pegang ke mulut Vivi.

"Baik." Vivi pun mengangguk dan membuka mulutnya. Sasuke pun langsung memasukan thermostat itu ke dalam mulut Vivid an Vivi langsung menggigit thermostat itu.

"39 derajat. Demam mu tinggi sekali." Ucap Sasuke kepada Vivi.

Vivi yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan memegang tangan Sasuke. "Tidak apa-apa. Aku hanya perlu beristirahat saja dan besok aku pasti akan sembuh." Ucap Vivi kepada Sasuke.

"Aku memang bukan dokter yang handal tapi aku cukup tau banyak tenyang medis. Sepertinya kau kelelahan dan sistem kekebalan tubuhmu menurun. Kau harus banyak minum air putih dan istirahat yang cukup." Ucap Sasuke kepada Vivi.

Vivi hanya tersenyum dan terus menatap Sasuke. "Kau tahu, kau adalah pria yang paling sempurna yang pernah aku temui. Genius, baik hati, tampan, kuat dan bijaksana." Ucap Vivi kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum menatap Vivi. "Lalu, apa maskud dari perkataanmu itu?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

"Aku tidak bermaksud apapun. Aku hanya ingin memujimu saja dan aku sangat iri kepada wanita yang telah berhasil merebut hatimu." Ucap Vivi kepada Sasuke sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan memejamkan matanya. "Hatiku cukup tangguh untuk bisa ditaklukan oleh seorang wanita dan lagi aku bukan pria yang mengerti tentang percintaan atau romansa. Aku memperlakukan pria dan wanita sama. Tidak ada yang aku bedakan." Ucap Sasuke kepada Vivi.

Vivi yang mendengar itu menutup mulutnya dan tertawa kecil atau lebih tepatnya terkekeh. "Hehehe kau benar-benar berbeda dengan Luffy-San. Oh iya apa Luffy-San baik-baik saja?" Tanya Vivi kepada Sasuke.

"Ah. Sepertinya kematian Ace memberikannya luka yang sangat dalam tapi pada akhirnya ia bisa mengikhlaskannya dan kini ia sedang berlatih." Jawab Sasuke sambil tersenyum.

"Aku turut berduka cita atas kematian Ace-San." Ucap Vivi sambil memejamkan matanya.

Tentunya Vivi merasa sangat kasihan kepada Luffy dan sedikit menyalahkan dirinya karena Luffy telah membantunya membebaskan Arabasta dari tangan bes Crocodile tetapi, saat Luffy membutuhkan bantuan dia tidak bisa membantu Luffy.

"Aku pun ingin menjadi kuat agar aku bisa melindungi kerajaanku." Gumam Vivi.

Sasuke hanya tersenyum dan bangkit berdiri. "Beristirahatlah. Kau harus lekas sembuh sebelum kita sampai di Arabasta." Ucap Sasuke sambil melangkahkan kakinya keluar kamar.

"Ah. Sekali lagi terima kasih Sasuke-San." Ucap Vivi yang lalu kembali memejamkan matanya dan kembali tertidur.

-X-

TIME SKIP 2 HARI.

Dua hari sudah Sasuke dan Vivi berlayar bersama dan selama dua hari itu tidak banyak pembicaraan yang mereka lakukan karena mengingat sifat Sasuke yang pendiam dan tidak banyak bicara dan Vivi pun yang selalu tidur untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Kini mereka mereka sudah sampai di perairan Arabasta dan bersiap untuk memasuki Arabasta. Sasuke, Vivi dan Karu sedang duduk di taman kapal dan sedang menyiapkan rencana.

"Dengar Vivi. Kita berdua akan masuk ke Arabasta secara terang-terangan dan katakanlah kepada seluruh rakyat Arabasta bahwa kau sudah menemukan seseorang yang dapat membangkitkan Pluton. Bilang pada mereka orang tersebut mempunyai rancangan blue print dari Pluton dan aku akan menyamar menjadi orang tersebut. Setelah itu, kita akan masuk ke istana dan bernegosiasi dengan Kurohige." Ucap Sasuke dengan serius kepada Vivi.

Vivi yang mendengar itu sedikit khawatir tapi berusaha percaya dengan Sasuke dan ia menganggukan kepalanya tanda ia setuju dengan rencana Sasuke. "Lalu apa setelah itu?" Tanya Vivi.

"Bilang pada Kurohige untuk meninggalkan Arabasta dan suruh dia membawaku. Setelah dia membawaku baru aku akan bertarung dengannya karena jika kami berdua bertarung di Arabasta maka Arabasta akan hancur ditambah lagi dia adalah bajak laut yang licik. Akan sangat berbahaya jika dia menyanderamu atau ayahmu saat aku bertarung dengannya dan itu akan mengangguku." Ucap Sasuke.

"Baiklah aku mengerti Sasuke-San." Ucap Vivi.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung menganggukan kepalanya dan ia membuat beberapa segel tangan.

"HENGE!"

BUSH!

Keluar kepulan asap putih dari tubuh Sasuke yang menutup seluruh tubuh Sasuke. Asap putih itu perlahan hilang dan Vivi membelalakan matanya saat ia melhat penampilan Sasuke. Wajah Sasuke berubah dan kini ia memakai kacamata dan rambutnya pun menjad sangat panjang dan terlihat seperti seorang ilmuwan.

"S-Sasuke-San? Kenapa kau menjadi seperti ini!?" Teriak Vivi kepada Sasuke.

"Ini salah satu kekuatanku dan tidak perlu cemas." Ucap Sasuke. "Dengar, namaku sekarang adalah….. Kabuto dan bilang kau menemukanku di Saboady dan kau menghajarku habis-habisan dan akhirnya kau bisa membawaku. Jika kau bertemu dengan seseorang yang mengenaliku bilang saja kau tidak tahu. Apa kau mengerti?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

"U-Uhm! Aku mengerti Sasuke-San." Jawab Vivi degan mantap.

Sasuke pun langsung bangkit berdiri dan menggulung layarnya supaya orang tidak dapat melihat lambang Uchiha yang terdapat di layar tersebut, Setelah itu Sasuke memakai sorbannya dan memkai jubah tipis yang sangat panjang.

Kapal mereka pun sudah sampai di pelabuhan Arabasta dan Sasuke langsung memarkirkan kapalnya dan menurunkan jangkar. Disisi lain. Vivi terlihat cukup tegang karena ia takut rencananya akan gagal dan kemungkinan terburuknya Sasuke akan kalah. Vivi mengepalkan kedua tangannya dan menarik nafas yang panjang lalu menghembuskannya untuk menenangkan dirinya.

"Pasti berhasil. Sasuke-San pasti berhasil." Gumam Vivi dengan pelan dan menatap padang pasir yang berada di depannya.

"KOAK! KOAK! KOAK!" Karu pun ikut berteriak untuk menyemangat Vivi.

"Sasuke-San, lebih baik kita menunggangi Karu agar lebih cepat menuju ke istana." Ucap Vivi kepada Sasuke.

"Baiklah kalau begitu." Ucap Sasuke yang langsung menunggangi Karu.

-X-

( ISTANA KERAJAAN ARABASTA )

Terlihat Kurohige dan anggotany sedang duduk di meja makan istana dan sedang menyantap makanan yang dihidangkan oleh koki kerjaan. Terlhat juga Cobra sang raja Arabasta yang terduduk dibawah dan seluruh tubuhnya d rantai dan banyak luka di wajahnya.

"Zehahahaha lezat sekali makanan ini." Ucap Kurohige sambil terus menyatap pie yang berada di genggamannya.

"UEHHAA! Aku ingin tinggal lebih lama disini." Ucap Burgess yang juga sedang melahap seluruh daging yang berada di piringnya.

"Jangan lupakan tujuan kita kesini. Kita kesini hanya untuk mencari Pluton dan setelah itu kita pergi dari sini." Ucap Shiryu sambil menghisap cerutunya.

"Bukannya kita akan menghancurkan negeri ini?" Tanya Van Auger sambil membersihkan snipernya.

"Murunfufufu! Aku ingin menguliti wajah putri Arabasta itu." Ucap Catarina Devon.

"Kenapa dia lama sekali meow?" Tanya Alvaro Pizaro sambil memakan daging.

BUAGH!

"SENCHO! SENCHO!"

Tiba-tiba pintu terbuka dengan sangat keras dan terlhat ada seseorang yang sepertinya adalah bawahan Kurohige. Nafasnya nampak terengah-engah dan terlihat seperti habis berlari-lari.

"Kenapa?" Tanya Kurohige kepada orang tersebut.

"Nefertari Vivi sudah tiba dan kini dia sedang menuju ke istana." Ucap orang tersebut.

"Zehahahahaha sepertinya dia sudah mendapatkan apa yang kita mau." Ucap Kurohige sambil menyeringai. "Bawa aku kesana!" Perintah Kurohige kepada orang tersebut.

"BAIK!" Orang tersebut langsung berlari keluar dan melaksanakan perintah yang diberikan oleh kapetnnya itu dan Kurohige beserta anggotanya pun langsung keluar mengikuti orang tersebut.

"Oh aku lupa satu hal, Burgess bawa Raja Cobra juga! Jika dia berbuat macam-macam kita akn memperkosanya dihadapan ayahnya ini. Zehahahah!" Ucap Kurohige sambil menyeringai.

"KEPARAT KAU! KUROHIGE!" Teriak Cobra dengan sangat keras kepada Kurohige.

"Zehahaha! Berteriaklah sepuasmu!"

Cobra sang ayah nampak sangat khawtir dan membayangkan apa yang sedang direncanakan Vivi karena dia tahu bahwa yang ia lawan kali ini adalah seorang Yonkou dan dia tidak bisa berbuat banyak. Cobra hanya bisa berdoa untuk keselamatan Arabasta dan putrinya tercinta itu.

-X-

Sabo, Robin dan Koala kini sudah tiba di Arabasta. Mereka memakai jubah hitam panjang dan memakai tudung kepala untuk menutupi wajah mereka. Mereka bertiga kini sedang berada di Rainbase dan sedang menuju ke ibu kota Alurbana. Mereka melhat disekilling mereka dan mereka mendapatkan bahwa sepertinya Arabasta sudah seperti menjadi markas bajak laut karena dimana-mana terlihat ada orang-orang yang berpenampilan sepert bajak laut dan sedang minum-minum.

"Negeri ini sepertinya sudah dikuasai oleh Kurohige." Ucap Sabo.

"Benar. Aku tidak menyangka negeri seiindah Arabasta ini menjadi markas bajak laut Kurohige." Ucap Koala.

Robin pun hanya diam dan terus berjalan sambil melihat ke sekelilingnya. Robin terus mencar informasi tentang keberadaan Kurohige dan rencana apa yang akan dilakukan oleh Kurohige kepada negeri ini. Mereka bertiga terus berjalan sampai pada akhirnya sampai di padang pasir.

"Padang pasir lagi?" Gumam Sabo sambil melihat padang pasir yang luas dihadapannya.

"Panas sekali disini. Sabo aku minta minum." Ucap Koala kepada Sabo yang nampak kehausan.

"Jika kia terus berjalan maka kita akan sampai di Alurbana. Perjalanan dari gurun ini menuju ke Alurbana sekitar 20 menit." Ucap Robin sambil terus berjalan.

"20 menit? Baiklah kalau begitu ayo kita ke Alurbana sekarang!" Ucap Sabo sambil tersenyum.

"AKU MINTA MINUM!" Koala akhirnya pun berteriak kepada Sabo karena Sabo tidak menggubris perkataanya sebelumnya.

" . Ini ambilah." Sabo pun akhirnya melemparkan sebotol air mineral kepada Koala.

WUSSSSSHHH!

TAP! TAP! TAP! TAP!

Mereka bertiga langsung membalikan tubuh mereka karena mendengar seperti ada yang sedang bergerak menuju arah mereka. Mereka bertiga menyiptkan mata mereka dan samar-samar terilhat ada seekor bebek yang berukuran cukup besar sedang berlari dan membawa dua orang diatasnya.

"Bebek?" Gumam Sabo sambil terus memperhatikan bebek yang berlari itu.

"Sugoi! Aku belum pernah melihat ada bebek yang berlari di padang pasir." Ucap Koala sambil tersenyum.

Robin membelalakan matanya karena ia mengetahui bebek itu dan mengenali salah seorang yang sedang menunggangi bebek itu. "Nefertari Vivi." Gumam Robin.

Sabo dan Koala pun langsung terkejut saat mendengar perkataan Robin barusan.

KOAK! KOAK! KOAK!

Bebek itu pun akhrnya berhenti di depan mereka. Pandangan mereka bertiga tertuju pada Vivi yang nampak sangat kesal karena mereka menghalangi jalan Vivi.

"Apa yang kalian lakukan disini!? MINGGIR!" Teriak Vivi kepada mereka bertiga.

"Nefertari Vivi."

Merasa namanya di panggil Vivi mengarhkan pandangnyya kepada salah satu wanita berambut hitam panjang. Vivi kembali membelalakan matanya karena ia mengenali wanita tersebut. Salah satu wanita yang pernah bekerja sama dengan Crocodile dan membuat kekacuan di Arabasta.

"Miss All Sunday, Nico Robin." Gumam Vivi dengan geram.

Sasuke yang sedang menyamar jadi Kabuto pun membelalakan matanya saat ia melihat Robin kini berada di depannya. 'Kenapa dia ada disini dan juga kenapa Sabo ada disini?' Gumam Sasuke dalam hatinya.

"Apa kau sekarang menjadi bawahan Kurohige dan berniat untuk mengacau di negeriku lagi!?" Ucap Vivi kepada Robin dengan geram.

Robin yang mendengar itu hanya melipat tangannya dan memasang ekspresi datar. "Jika kau membaca berita seharusnya kau tahu bahwa aku sekarang adalah anggota bajak laut Mugiwara dan aku tidak berniat untuk mengacau lagi." Ucap Robin dengan datar.

"Meskipun kau sekarang anggotanya Luffy-San, aku tidak akan segan membunuhmu jika kau merencanakan sesuatu yang jahat pada negeri ini." Ucap Vivi sambil menatap Robin dengan tajam.

"Lakukan sesukamu. Aku tidak akan menghalangi jalanmu." Ucap Robin kepada Vivi.

"Ano Hime-Sama, siapa orang yang berada dibelakangmu?" Tanya Koala kepada Vivi.

"Ini mungkin terdengar aneh tapi aku merasa tidak asing dengan orang yang berada dibelakangmu." Ucap Robin kepada Vivi.

Robin sebenarnya tidak terlalu perduli dengan orang yang berada dibelakang Vivi tapi dia menemukan hal yang sedikit mencurigakan dari orang tersebut. Robin melihat bahwa sandal yang dikenakan oleh orang yang berada dibelakang Vivi sama dengan sandal yang sering dipake Sasuke. Sendal capit dengan kaos kaki perban.

"Aku juga. Rasanya aku sangat familiar dengan orang itu." Ucap Sabo.

Vivi yang mendengar perkataan itu pun langsung menelan ludahnya dan berkeringat dingin karena dia bingung harus menjawab apa.

TAP!

Vivi sedikit terkejut saat merasakan ada seseorang yang memegang pundaknya. Dia melirik kebelakang dan melihat Sasuke. "Jangan jawab pertanyaan mereka. Fokuslah pada tujuan kita." Bisik Sasuke kepada Vivi.

Vivi pun mengangguk dan kembali mengarahkan pandangannya kepada Robin, Sabo dan Koala. "Orang yang berada dibelakangku ini tidak ada sangkut pautnya dengan kalian. Minggirlah atau aku akan menabrak kalian." Ucap Vivi kepada mereka bertiga.

WUSSSSSHHHH!

Tiba-tiba terdengar suara hembusan angin yang sangat besar dan ada beberapa orang yang sedang berjalan menuju kearah mereka semua. Vivi membelalakn matanya karena tidak menyangka bahwa ini akan terjadi. Dia tidak menyangka bahwa Kurohige dan nakamanya langsung mendatanginya di tempat seperti ini. Tubuh Vivi pun bergetar karena ia melihat ayahnya yang babak belur sedang di seret oleh salah satu nakama Kurohige yaitu Burgess.

Robin, Sabo dan Koala pun langsung menutupi wajah mereka dan berlari kebelakang batu untuk bersembunyi dan mereka berencana untuk mendengar percakapan apa yang akan dilakukan oleh Vivid an Kurohige.

"Zehahahaha akhirnya kau datang juga Hime-Sama." Ucap Kurohige sambil menyeringai.

Vivi mengepalkan kedua tangannya dan menatap Kurohige dengan tajam. "APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA AYAHKU HAH!?" Teriak Vivi kepada Kurohige.

"Zehahahah tidak usah berteriak seperti itu! Ayahmu akan baik-baik saja jika kau memberi tahuku tentang Pluton." Ucap Kurohige.

Vivi yang mendengar itu pun langsung mengepalkan tangannya dan menarik nafas yang dalam lalu menghembuskannya. Dia menatap Kurohige dan menelan ludahnya. "Aku membawakanmu seseorang yang dapat membangkitkan Pluton." Ucap Vivi kepada Kurohige.

Sabo, Robin, Koala dan seluruh anggota bajak laut Kurohige pun membelalakan matanya karena mereka tidak menyangka Vivi menemukan orang yang dapat membangktkan Pluton. Robin berusaha untuk terus menyimak dan percakapan yang dilakukan oleh Vivid an Kurohige supaya ia bisa melapor kepada Dragon tentang keberadaan Pluton ini.

"Be-benar kah?" Kurohige berkata sambil terbata-bata.

"UEEHHHA! Ternyata putri itu bisa di andalkan!" Ucap Burgess.

"Sepertinya kau menggunakan koneksimu mengingat kau adalah bangsawan." Ucap Shiryu sambil menyeringai.

Vivi yang mendengar itu pun hanya menatap Kurohihe dengan gugup dan dia turun dari bebek tunggangannya. "Benar. Aku bertemu dengannya di sebuah pulau dan saat aku mencertakan tentang kejadian yang menimpa negeri ku orang ini bilang dia akan membantumu untuk membangkitkan Pluton." Ucap Vivi.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung turun juga dari punggung Karu dan berjalan mendekati Vivi. Sasuke lalu membuka tudung jaketnya dan menatap Kurohige dengan datar. "Namaku adalah Kabuto. Senang bertemu denganmu, Marshall,D,Teach." Ucap Sasuke dengan datar.

"Zehahahah apa kau benar-benar bisa membangkitkan Pluton eh? Kabuto-San?" Ucap Kurohige kepada Sasuke sambil menyeringai.

"Tentu saja aku tidak bisa membangkitkan Pluton sendirian. Aku perlu beberapa orang untuk membantuku membangkitkan Pluton." Ucap Sasuke.

"Kalau begitu tunggu apa lagi? Ayo kita pergi dan segera bangkitkan Pluton Zehahahaha!" Ucap Kurohige sambil tertawa.

"Aku akan membantumu jika kau menyetujui beberapa syarat yang aku ajukan kepadamu." Ucap Sasuke kepada Kurohige.

Kurohige yang mendengar itu pun langsung menyeringai. "Ehhh? Syarat apa yang ingin kau ajukan?"

"Pertama bebaskanlah negeri ini dan jangan sentuh keluarga kerajaan Arabasta. Saat kecil dulu aku pernah diselamatkan oleh salah satu keluarga kerajaan ini maka dari itu aku ingin membalas kebaikan mereka dulu. Kedua izinkan aku menjadi nakamu." Ucap Sasuke.

Vivi yang mendengar itu pun kembali membelalakan matanya dan tidak menyangka Sasuke akan berkata seperti itu. 'Sasuke-San! Apa yang kau pikirkan!?" Gumam Vivi dalam hatinya.

Kurohige yang mendengar itu pun langsung kebingungan dan menatap Sasuke dengan serius. "Kenapa kau ingin menjadi nakamaku? Aku adalah Yonkou dan hanya orang-orang yang kuat yang dapat menjadi nakamaku." Ucap Kurohige.

"Alasannya sederhana, Aku ingin membantumu membangkitkan Pluton. Dan untuk seberapa kuatnya aku…" Sasuke pun menghentikan perkataanya dan membuka telapak tanganya.

SRRIINNGGG!

Terlihat ada percikan listrik yang keluar dari telapak tangan Sasuke dan Sasuke mengarahkan telapak tangannya ke atas.

LIGHTNING SHOCK!

BBBOOMMMM!

Sasuke langsung menembakan listrik yang sangat besar ke langit dan menyebabkan langit langsung menjadi dan anggotanya yang melihat itu pun langsung menyeringai karena melihat kekuatan Sasuke yang cukup hebat.

"Zehahahah Akuma no Mi ka?" Tanya Kurohige kepada Sasuke.

"Aku memakan buah goro-goro no mi tipe logia dimana membuatku dapat mengendalikan listrik. Aku pun bisa menggunakan haki dan jika kau tidak percaya kau bisa bertarung denganku disini." Ucap Sasuke kepada Kurohige.

"Zehahahah tidak perlu, pemakan buah iblis logia apalagi elemen petir memilki daya hancur yang luar biasa. Hanya satu pertanyaanku, kenapa kau ingin membantuku membangkitkan Pluton padahaln masih banyak orang yang mempunyai tujuan yang sama denganku?" Tanya Kurohige kepada Sasuke sambil menyeringai.

"Karena kau penyandang nama D. Dari 4 yonkou yang ada, hanya kau lah yang penyandang nama D dan itulah alasanku memilihmu." Ucap Sasuke kepada Kurohige.

"Zehahahahaha! Aku sangat menyukai jawabanmu Kabuto! Kalu begitu aku menyetujui syarat yang kau berikan dan akan membebaskan negeri ini beserta rajanya. BURGESS! CEPAT BEBASKAN RAJA ITU!" Ucap Kurohige kepada Burgess.

"UEEHHHAA! Baik kapten!" Burgess pun langsung membebaskan Cobra dan memotong seluruh tali yang melilit tubuh Cobra.

Cobra pun akhirnya terbebas dan ia langsung berlari kearah Vivi. "Vivi!" Cobra terus berlari dan langsung memeluk Vivi.

"Tou-San!" Vivi pun menerima pelukan hangat dari ayahnya itu.

Disisi lain, Sabo, Robin dan Koala pun langsung berkeringat dingin karena mereka kini melihat ada seseorang yang mampu membangkitkan Pluton dan orang itu menjadi kru dari Kurohige. Sepertinya perkiraan Dragon benar bahwa jika Kurohige bisa saja mendapatkan Pluton dengan mudah.

"Baiklah kalau begitu. Lafite, kita akan segera berlayar dan tarik semua pasukan kita yang berada di negeri ini." Ucap Kurohige kepada Lafite.

"Baik kapten." Ucap Lafite yang lalu berjalan dan berencan untuk kembal menarik pasukannya.

"Zehahahah kau sanga beruntung Cobra. Nampaknya putrimu itu adalah wanita yang bisa di andalkan dan kau harus berterima kasih banyak kepada putrimu itu." Ucap Kurohige kepada Cobra. "Baiklah kalau begitu ayo Kabuto dan selamat datang di bajak laut Kurohige. Zehahahahahah!" Kurohige pun langsung membalikan badannya dan berjalan untuk menuju ke kapalnya.

Sasuke yang melihat itu pun hanya menyeringai sedikit lalu ia mengikuti Kurohige dan berjalan dibelakangnya.

"Vi-Vivi, siapa orang yang kau bawa itu?" Tanya Cobra kepada Vivi.

Vivi yang mendengar pertanyaan ayahnya itu tidak menjawab dan ia malah menangis. Air mata menetes dari matanya dan ia langsung terduduk dan menutup kedua matanya. Cobra yang melihat itu pun langsung berjongkok disebelah Vivi dan memegang pundak Vivi.

"Ceritakanlah. Tidak ada yang perlu kau sembunyikan." Ucap Cobra kepada Vivi dengan lembut.

"Tou-San, orang itu adalah…."

-X-

"Turunkan layar!"

"YOSSHH!"

"Semuanya sudah siap!"

"OK! KALAU BEGITU BELAYAR!"

Kini Sasuke berada dikapal Kurohige dan mereka kini sudah berlayar dan meninggalkan Arabasta. Para anak buah Kurohige pun sudah meninggalkan Arabasta dan kini Arabasta sudah bebas dari tangan besi Kurohige dan sepertinya Arabasta akan kembali normal dalam beberapa hari.

Sasuke lalu mengarahkan pandangannya ke kapal yang kini ia naiki dan melihat sekitarnya. Ia melihat ada gambar 3 tengkorak yang ia yakini adalah lambang dari bajak laut Kurohige lalu ia melihat semua bangunan yang serba hitam. "Kau mempunyai selera yang menyeramkan… Kapten." Ucap Sasuke kepada Kurohige.

"Zehahahah memang seperti ini lah seharusnya kapal bajak laut." Ucap Kurohige kepada Sasuke. "Jadi, kemana kita harus pergi sekarang Kabuto?" Tanya Kurohige kepada Sasuke.

"Pulau Banaro." Ucap Kabuto dengan datar.

Kurohige yang mendengar pulau itu sedikit terkejut dan membulatkan matanya. "E-eh!? Kenapa kita kesana? Lagipula aku sudah menjarah semua yang berada di pulau itu." Ucap Kurohige.

"Di pulau itu ada sebuah poneglyph kecil yang bisa membantuku untuk menemukan sisa dari rancangan Pluton. Aku tahu pulau itu adalah tempat pertarunganmu dengan Hiken no Ace dan meyebabkan seisi pulau itu hancur. Tapi aku ingin memastikannya." Sasuke sambil tersenyum.

"Poneglyph? Memangnya kau bisa membaca Poneglyph?" Tanya Kurohige kepada Sasuke.

"Hn." Sasuke hanya menganngukan kepalanya.

Kurohige pun langsung menyeringai lebar dan tertawa dengan keras. "ZEHAHAHAHAHAHAH! INI BENAR-BENAR KEAJAIBAN! Pantas saja kau tau bagaimana membangkitkan Pluton!" Ucap Kurohige kepada Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu hanya menyeringai kepada Kurohige. 'Ace, Aku akan membalaskan kekalahanmu dulu. Tunggu saja kau, Marshall,D,Teach!'

DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 3 END

ARIGATOU GOZAIMASU!

Yooooooo Mina-San I'm Back! Maaf agak telat untuk update karena kemarin keyboard laptonya rusak jadi harus dibenerin dulu hehehe. Untuk Fic Dragon God author minta maaf karena belum bisa update karena author sedikit lupa dengan cerita Fairy Tail dan lagi nentuin alurnya dulu jadi mohon sabar yah.

Sekian dan Terima kasih!