CHANGED CRAZY
HARRY POTTER BELONG J.K. ROWLING
PAIR : DMHP
RATTING : T
AUTHOR : Aika07
Harry melamun, dia hanya menatap tumpukan buku, catatan materi, perkamen kosong dan pena bulu yang tersusun rapi di depannya.
Harmione, sedang membaca dengan serius, tanpa sadar mengucapkan kata kata yang dia baca cukup keras.
Sementara Ron sedang berusaha keras menghafal.
Ujian NEWT akan diadakan 2 minggu lagi, dan mereka sedang uring uringan di sini. Di ruang rekreasi Griffyndor.
"Harry!"
Suara Hermione mengagetkan Harry yang sedang menjelajah waktu. "Hum!?"
"Melamun?! Sekarang bukan waktunya, buka bukumu dan mulai membaca!sudah tidak ada waktu untuk bersantai, bahkan hanya sekedar melamun." Hermione menatapnya tajam.
Harry dengan kaku mengangguk. Dia membuka salah satu buku tanpa niat membacanya, baru pada bait psrtama dia kembali melamun. Hermione dengan cepat menyadarinya, dan kembali mengomel.
"Aku tidak bisa! Pikiran ku tidak fokus!" Harry sedikit berteriak, namun masih menahan suaranya.
"Kau ada masalah, Mate? Ceritakan saja." Ron langsung mengalihkan perhatiannya pada Harry yang seperti akan benar benar menjadi gila dalam hitungan detik.
Ngomong ngomong soal Malfoy, anak itu tadi sudah izin tidak mengganggu Harry hari ini. Dia juga harus belajar untuk mempersiapkan ujian.
"Malfoy mengajaku merayakan natal bersama ibunya." Harry menghela nafas, Ron langsung membuang buku yang tadi di pegangnya dan mengarahkam seluruh atensi pada Harry, namun tidak dengan Hermione yang hanya memutar matanya.
"What!? Tunggu, jangan Harry! Mungkin saja dia merencanakan pembunuhan padamu, kau tidak ingat saat kita ditahan di sana— hmmpph"
"Cukup Ron!" Hermione menjejalkan bola kertas yang tadi dia remat ke mulut Ron.
"Dengar Harry, jika kau memang ingin maka pergilah, tapi jika kau hanya terpaksa lebih baik tidak."
Harry berkedip kemudian menatap catatan di depannya. "Jika aku tidak pergi, aku tidak enak dengan Mrs.Malfoy dia yang mengundangku. Tapi Malfoy bilang ini tidak ada paksaan. Tapi kemarin dia memohon agar aku ikut. Walau ini tidak ada unsur keharusan, tetap saja jika aku tidak datang ibunya mungkin akan merasa kecewa." Harry menghembuskan nafas.
Ron baru saja membuang buntalan kertas yang Hermione sumpalkan kedalam mulutnya. Dia kembali menatap Harry dengan tajam. "Oh, mate sejak kapan kau perduli perasaan keluarga sialan Malfoy itu?!"
Hermione mengerahkan kepalan tangannya dan menempeleng kepala Ron. "Jangan banyak berkomentar jika kau tidak tahu apa-apa."
"MIONE! sakit tahu!"
Sebuah bayangan menutupi punggung Harry, dan pada detik berikutnya seseorang duduk di samping Harry.
Ginny, "Apa yang sedang kalian diskusikan?"
Ron menjawabnya dengan cepat. "Malfoy mengundang Harry merayakan natal bersama." Nada suara nya mengandung rasa jengkel, marah dan sedikit tidak rela.
Ginny menatap Harry yang lagi-lagi melamun. "Wow, itu bagus Harry. Pergilah!" Ujar Ginny bersemangat.
"Tidak. Aku sedang memikirkan alasan untuk melarikan diri." Jawab Harry linglung.
Hermione menghela nafas, "Harry, ikuti saja kata hatimu, kenapa harus repot-repot memikirkan alasan lain. Jika hati mu berkata untuk pergi maka pergi, jika tidak ya tidak usah."
"Itu benar. Jika kau tidak ingin maka jangan di paksa, lagipula aku pikir Malfoy akan mengerti." Ginny memberi Harry tepukan jantan di punggung.
"Tapi ini kesempatan mu lho. Jangan di sia siakan. pergilah." Bisik Ginny kemudian tersenyum jahil, sebelum bangkit dan pamit undur diri, dia bilang dia ingin belajar di perpustakaan.
"Ini cuma aku saja, yang merasa kalau Ginny datang dan pergi seperti hantu. Dia datang, duduk, berbicara sebentar kemudian pergi. Apa-apaan itu?!" Rutuk Ron dengan kening berkerut.
"Ron tampan saat pertama kali aku melihatnya. Tapi kenapa makin kesini, radar tampan mu memudar?" Hermione menatap Ron dengan kilatan jahil di matanya.
"Hei!"
Harry tertawa, ah ya ampun mereka.
Dia segera mengalihkan tatapannya pada buku buku saat Ron mendelik tidak suka kearah Harry yang terbahak-bahak.
"Mione, kau kalau mau bilang Ron jelek, langsung saja. Kenapa berbelit belit?" Harry menggigit bibirnya menahan tawa yang akan meledak.
Sangat sepi tanpa Draco disini. Tapi pemuda itu harus belajar juga. Tidak ada yang akan menggoda Harry untuk 2 minggu kedepan, tapi Draco mungkin akan mengunjunginya sesekali.
To be continued
