Di dalam box sempit seukuran 11 meter Naruto berdiri berhadapan dengan Asia. Ia mengunci istrinya itu dalam kukungan tangan, wajah Asia memerah ketika napas panas suaminya menyentuh wajah. Ia mengumpat di dalam hati ketika dewi Kitsune menambah api diantara mereka.
[Efek status Charm diperkuat!
Tubuhmu mulai sekarang memancarkan aroma pemancing hasrat ketika dicium oleh pria yang kau cintai!]
"Asia-!"
Ia langsung menutup mata ketika Naruto akhirnya menyambar bibirnya, Asia sama sekali tidak melawan, malah bibirnya ikut melumat bibir Naruto mesra. Mereka saling mencium lembut, bergantian mencumbu bibir masing-masing hingga desah napas terakhir.
Ketika hidung tidak lagi dapat mengirimkan udara ke paru-paru, Asia mencoba membuka mulut dan itu disambut hangat oleh Naruto. Lidah beraroma mint memasuki mulut Asia, perpaduan rasa yang membuat mereka saling lupa akan dunia memancing hasrat.
Naruto mulai merengkuh pipi Asia, memiringkan kepala lalu memperdalam ciuman mereka. Asia merespon dengan mengalungkan tangan halusnya di leher Naruro, ciuman mesra yang panas pun terjadi.
"Aku mencintaimu Asia-chan!"
Di sela kegiatan panas itu Naruto mendesah, tubuhnya juga semakin menekan Asia ke dinding. Dark Power juga menghilangkan gugup dan rasa malu, ia seolah telah memiliki pengalaman yang luas dalam memuaskan wanita, setiap jengkal gerakan lidahnya mampu mengangkat Asia hingga ke surga kenikmatan.
Tubuh panas mereka bertemu. Asia meremas dada Naruto ketika ciuman suaminya berpindah, dari bibir turun hingga ke payudara. Asia yang hanya mengenakan pakaian dalam hanya pasrah ketika penutup atas itu jatuh ke lantai.
"Naruh..."
Asia menggigit jari ketika lidah Naruto mencolek putingnya, berkali-kali hingga akhirnya mencuat.
"Ckk... cuap-!" Naruto melepas pentil itu ketika merasakan tubuh Asia sedikit bergetar, ia memandang kaki lutut gadisnya yang goyah di bawah sana, lalu tersenyum ketika melirik celana dalam Asia telah basah.
"Naruto... bisakah kita melakukannya nanti malam di kamar-? Kau tahu aku tak mampu berdiri jika kau melakukan ini padaku..." Naruto terkikik memdengarnya, ia lupa Asia hanyalah seorang gadis perawan biasa, yang tidak memiliki pengalaman tentang kegiatan suami istri.
"Baiklah..."
Naruto menaruh dagunya di bahu Asia sembari memeluk tubuh gadisnya dari belakang, memandangi sesosok keindahan di cermin. Asia merona malu ketika menyadari Naruto memandangi dirinya tanpa berkedip lewat cermin, apakah penampilannya secantik itu?
"Gadis semakin terlihat menawan..." Naruto tidak tahan meniup kuping Asia ketika menggodanya, ia mengecup pipi itu sekilas sebelum melirik udara kosong.
Itu Inventory miliknya, Naruto mengklik sebuah gambar hingga memunculkan sebuah kalung yang memancarkan aura api. Tanpa permisi Naruto langsung memakaikan kalung tersebut ke leher Asia, sekilas aura berbahaya memang terasa dari tubuh Asia sebelum kembali lenyap.
"Ini..." Mata Asia membulat tak percaya ketika mengetahui bertapa berharganya kalung pemberian suaminya. Bahkan ia tidak menyangka Naruto memiliki item sebagus ini.
[Necklace of the Sun (Epic)
Int (120%) Sta (90%)
Options: Karena terbuat dari ruby yang berasal dari matahari, kalung akan mengeluarkan energi khusus yang akan menyerap energi panas ketika berada dibawah matahari.
Sta (1) setiap menit dan akan kembali direset ketika tidak mendapat pancaran matahari setiap lima menit.
Skill (1): Dessert Sun's Power (Passive)
Skill (2): Summon Ifrit (Active)
Skill (3): Dessert Sun's Domain (Active)
Syarat: Mage and Healer
Durrability: Tidak dapat hancur]
"Kau semakin terlihat cantik, sayang!"
Lirih Naruto, dengan gaun rok selutut khas seorang maid namun di dominasi dengan warna merah pesona Asia semakin memancar dengan kalung yang baru ia selipkan di leher nan putih tersebut.
"Naruto-kun, bukankah ini terlalu berharga?" Tanya Asia sambil memegang mata kalungnya lalu melirik ke arah Naruto melalui cermin.
"Kau lebih berharga dibanding kalung ini, terima ya sebagai hadiah pernikahan kita!"
Naruto membalikan tubuh Asia sebelum kembali menyambar bibir ranum tersebut, mengemutnya bagaikan permen yang amat manis.
"Aku menyayangimu, Naruto!"
"Aku lebih menyayangimu!"
Kemudian selepas membeli pakaian untuk Asia mereka menghabiskan waktu mengelilingi Fire City sebagai kencan pertama mereka. Sungguh disesalkan karena tidak banyak hal yang bisa dinikmati di kota lantai pertama ini, namun dua sepasang kekasih itu tetap bersenang-senang dengan cara mereka sendiri.
Menjelang malam Naruto dan Asia datang ke kuil Hera, sang dewi pernikahan. Hera termasuk dewi yang banyak dipuja hingga pengikutnya tersebar di seluruh lantai, selain itu semua penghuni menara melangsungkan sumpah nikah mereka di kuil ini.
"Aku Uzumaki Naruto, bersumpah demi langit dan bumi, akan selalu menjaga Asia Argento dan menjaganya sebagai istriku!"
"Aku Asia Argento, bersumpah pada langit akan selalu menjaga hati dan perasaan untuk suamiku Uzumaki Naruto, semoga para dewa dan dewi merestui kami!"
Dengan penjaga kuil sebagai saksi mereka mengikrarkan sumpah cinta mereka, Naruto langsung menyambut Asia yang meloncat ke arahnya setelah menyelesaikan sumpah. Para pengurus kuil ikut tersenyum melihat pasangan yang berbahagia itu.
"Kenapa hadiah yang diberikan dewa Kakuzu hanya 1 Gold, sama seperti sebelumnya. Padahal ia dewa kekayaan..."
Asia bergumam ketika membaca notifikasi hadiah dari para dewa-dewi atas pernikahan mereka. Naruto mulai berpikir setelah mendengar keluhan istrinya, dalam hati ia mengumpat dewa pelit itu ketika mengingat rupa dan tingkah dewa kekayaan Kakuzu.
Riser menyiapkan sebuah kamar untuk Naruto dan Asia, ketika mereka tiba dikediaman walikota mereka pun disambut dan kemudian diantar ke kamar. "Mau mandi bareng?"
Naruto menatap Asia sesaat dengan, dengan artian takjub. Ayolah istrinya kini sudah mulai sedikit nakal hingga berani mengajak Naruto mandi bersama.
"Eh...?" Tapi yang sebenarnya terjadi dewi penggoda Kyuubi mengambil alih tubuh Asia sesaat dan mengucapkan kalimat tersebut.
"Lets go!" Naruto meremas jemari Asia lalu menariknya ke arah kamar mandi. Asia yang masih belum ngeh hanya membeku ketika Naruto mulai melepas gaunnya dan mencopot semua dalaman, serta Naruto juga melucuti semua pakaiannya.
"Kyaa-!" Asia menjerit sambil mengenggelemkan wajah ke dada bidang Naruto karena malu ketika suaminya membopong tubuh polosnya. Perlahan Naruto menurunkan Asia ke dalam bak mandi air hangat, ia menyusul dengan duduk memeluk Asia dari belakang.
"Fiuuuhhh~ air hangat memang yang terbaik-!" Naruto menekuk dagu ke bahu Asia, gadis pirang itu sedari tadi hanya dapat mengembungkan pipi menahan rasa malunya, tapi jika dipikir lagi bukankah hal yang biasa suami-istri melakukan hal seperti ini.
Dari belakang Naruto sama sekali tidak perduli reaksi Asia, ia kemudian membantu istrinya mengucir rambut agar tidak basah meskipun memang setengah telah terendam air. "Ah...! Mou..."
Asia mendesah lembut ketika Naruto menyentuh bagian terlarangnya di bawah. "Kenapa kau banyak diam sih?" Bisik Naruto lirih.
"Aku masih di bawah umur untuk melakukan ginian baka-!"
"Di bawah umur? Emang berapa umurmu sekarang, Asia-chan?"
"E-enambelas..." Asia sedikit menyerngit ketika jari Naruto menjalar di tubuhnya, ia merasa geli tapi memang terasa enak. Naruto meremas dadanya yang masih kecil, menstimulasi pertumbuhannya.
"Apa boleh buat, aku harus menunggu istriku tumbuh besar..."
"Mou..." Asia hanya bisa pasrah dan memejamkan mata sembari menyandar di dada bidang Naruto.
"Nee, Asia-chan. Sepertinya kita akan berpisah untuk sebentar..." Meski ragu, akhirnya Naruto mengangkat topik sensitif ini. Gelagat tubuh Asia sontak kaku ketika kalimat tersebut terlontar dari bibir Naruto.
"Kenapa?" Suaranya memang terdengar tenang dan pelan, tapi perasaannya campur aduk.
"Kau tahu aku bukanlah player normal, dewa-dewi mengawasi dan pasti kedepannya musuh akan berdatangan di setiap lantai. Jadi aku ingin membuat pijakan diatas sana terlebih dahulu, ini juga demi keselamatan kita terlebih dirimu Asia-chan. Aku janji setelah persiapannya selesai, kita akan terus bersama, bermanja dan terlebih aku ingin mengambil hakku sebagai suami..."
Asia diam, matanya mulai berkaca-kaca dan jika dipikirkan lagi perkataan Naruto memang benar. Situasi saat ini belum kondisif untuk mereka bersama, terlebih Asia merasa jadi beban jika harus menaiki menara bersama Naruto. Namun hati kecilnya masih belum menerima kenyataan, masak ia harus berpisah setelah satu hari kebahagiaan.
Bahagia hari ini berbeda dengan menderita menunggu selama satu hari, apalagi harus menunggu berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun.
"Aku mengerti..."
"Hei jangan terlalu bersedih oke. Kita ini kan sepasanh suami-istri, kau ingat skill yang kita dapatkan setelah menikah?"
[Lonely Portal (Spesial)
Diantara Soulmate bisa mengirim rasa rindu lewat portal. Jiwa akan saling terhubung selama 30 menit, dimanapun pasangan kalian berada.
CD: 48 H]
"Kita masih bisa bertemu meskipun hanya jiwa kita yang terhubung, meski begitu aku tidak akan menahan diri jika itu hanyalah jiwa. Aku akan memperkosa istriku ketika menggunakan skill ini." Meskipun receh, candaan tersebut madih bisa membangkitkan mood Asia kembali, ia kemudian berbalik ke arah Naruto.
"Kalung ini, apa ini tulus untuk hadiah pernikahan?" Asia bertanya sambil tersenyum sinis. "Bukan untuk hadiah perpisahan atau semacamnya kan?"
"Hehehe..." Naruto menggaruk cangguk pipinya, "Sebenarnya dua-duanya sih. Aku juga tidak akan tenang meninggalkan istriku tanpa sesuatu yang menjaganya bukan? Kalung itu dapat melambungkan kekuatan tempurmu... terlebih ini-!"
[Skill (1): Summon Ifrits (Active) — Dapat memanggil roh Ifrits yang tinggal di neraka. Level akan di set 25 level lebih tinggi dari pemanggil, bertahan selama 3 jam. CD: 5 H]
Salah satu dari tiga skill yang terdapat di Necklace of the Sun, siapa yang bisa menyelakai Asia dengan penjaga seperti itu?
"Hmph. Dasar-! Jadi kapan kau akan pergi, Naruto-kun?" Asia kembali bertanya, namun sebelum menjawab Naruto memilih mencium bibir ranum Asia terlebih dahulu.
Ciuman mereka semakin panas, dan lebih lama daripada sebelumnya. "Cuap... cukup!" Asia menahan bibir Naruto ketika suaminya ingin memperdalam lagi.
"Jika diteruskan aku tak sanggup kau pergi..."
Naruto menatap mata Asia sesaat, sebelum mendengus. "Hmph. Meskipun istriku tidak bisa memuaskanku masih banyak gadis di luar sana, biar ku tangkap mereka demi kepuasaan."
"Dasar Naruto brengsek!" Asia berteriak kesal sambil menepuk air, namun akhirnya ia mengalungkan lengannya di leher Naruto dan menaiki paha pemuda pirang tersebut, sebelum memberikan frechkiss.
"Uh... kali ini aku dipalak... aku akan membalasnya nanti, tunggulah Brengsek Naru!" Di sela ciuman Asia meracau, menuangkan semua perasaannya yang campur aduk dengan cara mencakar kepala Naruto dan leher.
"Puah..." Ciuman terlepas setelah sepuluh menit. Mereka kembali saling menatap, deru napas Asia menyentuh wajah Naruto, terlihat mata Asia memang berkaca-kaca.
"Untuk malam ini aku ingin menghabiskan waktu semalaman denganmu? Aku tidak peduli apa yang akan kita lakukan, tapi kumohon temani aku semalaman..." Lirih Naruto sebelum kembali melumat bibir Asia entah yang ke berapa kalinya.
"Aku juga ingin..."
Asia masih memeluk erat tubuh Naruto ketika telah tiba di depan kemah, tidak perduli banyak pasang mata yang melihat mereka. Pada akhirnya malam yang dikira panjang berlalu tanpa terasa, Naruto memutuskan mengantar Asia ke kemah para penantang agar istrinya memiliki party dan tidak berpetualang sendirian meskipun keselamatan Asia di lantai pertama hingga sepuluh sudah dijamin oleh Yui.
Sairarorg yang tadinya ingin menyerang Naruto ketika melihat pemuda yang merebut peluangnya datang bersama seorang gadis ke kemah, berdiri memantung dengan tubuh bergetar bersama para bawahannya.
Naruto mengeluarkan aura pembunuh ketika pasukan Sairarorg mengepungnya, yang membuat semua orang selain Asia berhenti bernapas, jika Naruto tidak melepaskan aura pembunuhnya setelah sepuluh detik mungkin banyak para penantang yang mati kehabisan napas.
"Baiklah, mau sampai kapan anak manja ini memelukku? Padahal semalaman aku tidak tidur gara-garanya..." Naruto berucap dengan santai, karena suasana yang hening semua orang di sekitar gerbang dapat mendengarnya dengan jelas.
'Kampret beruntung tuh orang-!' Bagi pejomblo laki-laki disekitar mendumel dalam hati.
"Jika seperti ini haruskah kita tinggal selamanya di lantai 1 dan hidup tenang di sini. Daripada berpisah dan menghadapi musuh bukan?"
"Iya-iya cerewet-! Yui, bisakah kau menjaga suamiku dari gadis genit lain atau kalau bisa awasi ia agar tidak menjadi serigala buas..."
"Tidak masalah, nyonya master!" Kepala Yui muncul di kerah baju Naruto, akhir-akhir ini ia dilarang oleh Naruto untuk muncul karena menganggu waktu bermesraannya.
"Kalau aku di awasi bagaimana dengan istriku ini? Aku mungkin percaya diri dengan kekuatanku, tapi masih banyak pria tampam di luar sana. Kau tahu aku benci Ntr-!" Ucap Naruto dengan nada santainya.
"Tidak adakah dewa atau dewi penggosip yang akan melaporkannya padamu, Naruto-kun?"
"Sejauh ini belum ada yang seperti itu, tapi bisa jadi muncul ketika istriku selingkuh." Gelak tawa Asia lepas, suara yang halus memang sesuatu yang membuat Naruto nyaman.
"Baiklah, kalau begitu sampai bertemu lagi istriku!" Perlahan tubuh Naruto menjadi transparant, sebelum lenyap menyisakan ruang hampa. Ini pertama kalinya Naruto menggunakan skill jubah yang ia kenakan [Stealth, ia hanya menjadi tak terlihat.
Derai air mata Asia perlahan turun membasahi pipi, isak tangis yang selama ini ia tahan akhirnya keluar. Meskipun hanya sebentar, tapi kebersamaan dirinya dengan Naruto begitu berarti bagi Asia.
"Semoga kau baik-baik saja, Naruto-kun!"
Naruto yang sedari tadi berdiri di tempatnya tersenyum tipis, ia sebenarnya juga tidak tega, tapi demi masa depan inilah pilihan yang terbaik. Naruto mengambil sebuah topeng di inventorynya, dan memang setelah ia memakainya ia merasa tersisihkan dari dunia, tidak ada lagi yang mengamatinya dari atas sana.
Dengan haknya sebagai seorang dewa, Naruto pun menghilang dari lantai pertama, melompat langsung ke lantai duapuluh!
[Selamat datang di Land of Hero!]
Petualangan yang sesungguhnya pun dimulai. Menara terguncang, Dewa panik, lantai perlantai kacau, sepuluh keluarga besar perlahan lenyap. Nantikan-!
Maaf jika ditemukan typo di segala kalimat, karena memang malas ngedit meskipun pendek.
Tetap di sini dan terus pantau, dengan cara Fav dan Foll, biar authornya pun nggak salah paham :v
