DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2

CHAPTER 4 : REVENGE!

( ARABASTA : ISTANA KERAJAAN )

Sudah sekitar 2 jam setelah Kurohige dan para anak buahnya meninggalkan Arabasta. Kini, Kondisi Arabasta perlahan mulai pulih dan keluarga kerajaan pun sudah bisa kembali ke istana. Seluruh masyarakat Arabasta menganggap Vivi adalah pahlawan karena berhasil mengusir Kurohige dari Arabasta dan Vivi mendapatkan banyak pujian. Namun tentus saja Vivi tidak menyukai dan tidak bisa menerima semua pujian itu karena dia sendiri pun tahu bahwa seseorang yang seharusnya mendapatkan pujian adalah Sasuke bukan dia.

Robin, Sabo, dan Koala yang juga penasaran dengan orang yang dibawa Vivi dan yang dikatakan dapat membangkitkan Pluton. Mereka pun memutuskan untuk menujukan identitas asli mereka kepada Vivi dan Cobra guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan kini mereka sedang berada di ruang tamu istana Arabasta.

"Jadi, apa yang ingin kalian tanyakan?" Tanya Vivi dengan wajah yang terlihat kesal.

Sabo yang melihat wajah Vivi yang sedang marah pun langsung mencoba mencairkan suasana dan tersenyum kepada Vivi. "Eheheh Maaf Hime-Sama sepertinya kedatangan kami kesini mengganggumu tapi ada seseuatu yang benar-benar harus kami selidiki." Ucap Sabo sambil tersenyum.

Vivi yang mendengar itu memejamkan matanya dan menarik nafas yang sangat panjang dan menghembuskannya. Vivi mencoba menenangkan dirinya lalu melipat tangannya dan mengarahkan padangannya kepada Sabo. "Maaf, hari ini mood ku benar-benar buruk dan mengingat kau adalah kakak dari Luffy-San maka aku akan menjawab pertanyaanmu." Ucap Vivi.

Robin, Sabo dan Koala pun langsung membelalakan mata mereka karena mereka bingung bagaimana bisa Vivi tahu bahwa Sabo merupakan kakak dari Luffy karena mereka yakin tidak pernah memberitahu itu kepada siapapun kecuali orang terdekat mereka. Vivi pun yang baru menyadari bahwa dirinya keceplosan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan seluruh matanya memutih karena panic.

Robin langsung menyipitkan matanya dan menatap Vivi dengan tajam. "Kenapa kau tahu bahwa Sabo adalah kakak dari Luffy?" Tanya Robin.

Vivi yang mendengar itu pun langsung berkeringat dingin dan seluruh tubuhnya bergetar. "A-a-ahahah! I-i-itu a-aku tahu dari….Ace-San!" Jawab Vivi sambil tersenyum. "Dulu Ace-San pernah bertemu denganku dan bercerita tentang Sabo dan Sasuke-San." Jawab Vivi.

"Sasuke-San?" Tanya Robin yang mulai curiga karena Vivi memanggil Sasuke dengan Sasuke-San seolah ia pernah bertemu setidaknya sekali dengan Sasuke. Biasanya orang yang mengenali Sasuke karena hanya reputasinya memanggilnya Uchiha Sasuke atau Mirai Kaizoku-o.

Vivi kembali menutup mulutnya dan matanya kembali memutih dan ini membuat Robin benar-benar yakin bahwa Vivi pernah bertemu dengan Sasuke.

"Dia pernah datang kesini. Uchiha Sasuke." Cobra yang sedari tadi diam akhirnya membuka suaranya karena melihat puterinya yang sudah tidak bisa menjawab.

Robin mengarahkan pandangannya kepada Cobra dan menatapnya dengan tajam. "Kenapa dia kesini?" Tanya Robin.

"Untuk mencarimu." Jawab Cobra dengan singkat.

Robin yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya karena terkejut bahwa Sasuke mencarinya. Robin mengira bahwa setelah pengkhianatannya, Sasuke memilih untuk berlayar sendiri dan tidak mencarinya dan membencinya tetapi kini ia mendengar bahwa Sasuke sebenarnya mencarinya.

"Dia datang kesini dan bertanya padaku tentang keberadaanmu dan apa saja yang kau perbuat di negeri ini. Kami memberitahu kepadanya tentang semua perbuatan yang kau lakukan bersama Crocodile di negeri ini." Ucap Vivi kepada Robin dengan serius. Jujur saja, Vivi masih tidak menyangka bahwa Robin adalah salah satu wanita yang sangat dekat dengan pria sehebat Sasuke. Tentunya Vivi sangat tidak menyukai kedekatan mereka karena Vivi masih menganggap Robin adalah wanita yang jahat.

Sabo dan Koala memilih untuk diam karena mereka tahu bahwa mereka tidak bisa ikut campur dengan urusan pribadi antar keluarga kerajaan Arabasta dan Robin. Mereka berdua mengerti bahwa tindakan yang Robin lakukan dulu di Arabasta pasti meninggalkan luka bagi keluarga kerejaan tapi disatu sisi Robin adalah teman mereka dan mereka memutuskan akan ikut campur jika kondisi semakin memburuk.

"Tapi aku sudah memaafkanmu karena kau sekarang sudah menjadi nakama Luffy-San artinya Luffy-San mempercayaimu dan aku juga akan mencoba mempercayaimu." Lanjut Vivi.

Robin yang mendengar itu pun hanya menganggukan kepalanya. "Jadi, siapa orang yang kau bawa itu dan apa benar dia bisa membangkitkan Pluton?" Tanya Robin.

Vivi pun sedikit tersentak dan sedikit membelalakan matanya. Dia sebenarnya ingin memberi tahu kepada Sabo dan Robin bahwa sebanarnya orang yang telah dibawah oleh Kurohige adalah Sasuke tetap disisi lain, Sasuke telah menyuruhnya untuk tutup mulut tentang rencana ini kepada siapapun meskipun orang terdekatnya dan itu termaksud Robin, Sabo dan Cobra.

"Aku mendengar tentang penyelamatanmu di Water 7 Nico Robin dan aku bertemu Iceberg-San." Ucap Vivi kepada Robin yang membuat Robin sedikit menyiptkan matanya. "Iceberg-San bilang bahwa dia kenal dengan seseorang yang mempunyai salinan blue print dari Pluton dan dia adalah Kabuto-San. Singkat cerita Kabuto-San pun memintaku untuk mengantarnya ke Arabasta dan bertemu dengan Kurohige karena dia ingin bergabung dengan Kurohige." Ucap Vivi dengan serius.

"Hime-Sama anda tidak mengerti. Apa anda tahu apa jadinya jika orang seperti Kurohige mendapatkan Pluton? Dia akan menghancurkan seluruh dunia ini!" Ucap Sabo yang marah kepada Vivi.

Vivi pun mengepalkan kedua tangannya dan menatap Sabo dengan tajam. "Apa kau pikir aku mempunyai pilihan lain!? Negeri ku sedang di jajah dan aku adalah pemimpin dari negeri ini! Aku harus melakukan sesuatu untuk melindungi rakyatku dan negeriku!" Teriak Vivi kepada Sabo.

"A-ano Hime-Sama tenanglah kami tidak bermaksud untuk menyinggungmu." Ucap Koala yang mencoba melerai pertikaian antara Sabo dan Vivi.

Cobra yang mendengar itu pun langsung memegang pundak puterinya dan tersenyum. "Tenanglah. Kau tidak perlu emosional seperti itu." Ucap Cobra sambil tersenyum.

Vivi pun langsung menghela nafas dan kembali menatap 3 orang yang berada di hadapannya itu. "Itulah cerita sebenarnya. Terserah kalian mau percaya atau tidak." Ucap Vivi.

Disisi lain, Robin terus memperhatikan Vivi dan menatapnya dengan tajam. Sebenarnya, Robin ingin menanyakan sesuatu yang sedari tadi menganggangu pikirannya dan membuatnya sedkit curiga dengan Vivi. "Kenapa kau mengenakan parfum laki-laki?" Tanya Robin tiba-tiba.

Vivi yang mendengar pertnyaan Robin pun sedikt kebingungan dan mulai mengendus tubuhnya sendiri. "Memangnya kenapa kalau aku mengenakan parfum laki-laki?" Tanya Vivi kepada Robin.

"Aku mengenali wangi parfum ini. Ini adalah parfum yang sering digunakan oleh Uchiha Sasuke." Ucap Robin sambil menatap Vivi dengan tajam.

Vivi yang mendengar itu pun langsung membelalakan matanya. Dia tidak menyangka bahwa Robin bisa sampai mengenali wangi parfum dari Sasuke. "I-i-tu… Kau pikir hanya Sasuke-San saja yang mengenakan parfum ini? Parfum seperti ini tidak dijual khusus untuk Uchiha Sasuke dan semua orang boleh membeli parfum dengan wangi seperti ini." Ucap Vivi yang mula berkeringat dingin.

"Aku sudah berlayar bersama Sasuke selama 3 tahun dan aku tahu detail tentang semua barang yang ia pakai. Saat kau membuka jubahmu, wangi dari parfummu menghilang dan berubah menjadi wangi dari sabun yang kau pakai dan wangi dari sabun yang kau pakai itu masih menempel di kulitmu dan aku tahu percis sabun apa yang Sasuke sering gunakan." Ucap Robin yang makin tajam menatap Vivi.

"Wangi sabun yang menempel di kulitmu sama percis dengan wangi sabun yang Sasuke kenakan dan lagi aku mendengar kau telah melarikan diri dari Arabasta selama 2 minggu tetapi kau tidak terlihat seperti orang yang sedang melarikan diri. Pakaian yang kau kenakan, sepatu yang kau pakai dan bahkan kau membawa tas yang berisikan pakaian yang cukup mahal." Lanjut Robin.

Vivi yang mendengar itu pun menggigit bibir bahwahnya dan mulai kebingungan untuk menjawab. Sabo dan Koala pun hanya menatap Robin dan mereka berdua tidak percaya bahwa Robin mengetahui semua detail tentang Sasuke bahkan sampai sabun yang Sasuke pakai. Sabo pun mulai berpikir dan mulai mengetahui kemana arah pembicaraan Robin dan nampaknya Robin curiga bahwa Vivi bertemu Sasuke diperjalanan menuju ke Arabasta atau di Water 7.

"Terserah jika kau mengatakan aku mengkhanati Sasuke atau apapun itu. Tapi yang perlu kau tahu adalah, aku adalah orang yang paling dekat dengan Uchiha Sasuke." Ucap Robin kepada Vivi. "Jadi, jawab pertanyaanku sekarang. Dimana Uchiha Sasuke?"

-X-

( BANARO ISLAND )

Seluruh kru dari bajak laut Kurohige kini Sasuke sudah mendarat di pulau Banaro. Pulau yang terlihat begitu tandu, gersang dan kering dan hanya terdapat puing-puing reruntuhan bangunan. Pulau ini adalah tempat pertarungan antara Ace dan Kurohige yang tentu saja pertarungan dahsyat mereka hampir menghancurkan seluruh bangunan yang berada di pulau ini. Kurohige langsung menyeringai karena ia mengingat bertul pertarungannya dengan Ace di pulau ini dan di pulau inilah bisa dibilang awal karir bajak laut dia dimulai.

"Zehahahah aku benar-benar mengingat apa yang terjadi di pulau ini." Ucap Kurohige sambil tertawa.

"UEHHHAA! Disinilah kau mengalahkan Hiken, senchou!" Ucap Burgess sambil tersenyum.

"Hah…hah,,,,hah,,, Aku hampir mati waktu itu." Ucap Docter Q yang terlihat seperti mau mati karena kehabisan nafas.

"Sebenarnya pertemuan kita dengan Hiken no Ace hanyalah kebetulan." Ucap Van Auger.

"Awalnya kita berniat untuk menangkan Mugiwara Luffy dan pergi ke Water 7." Ucap Laffite sambil tersenyum.

"Murunfufu. Aku penasaran dengan bocah mugiwara itu." Ucap Devon sambil menyeringai.

"Mugiwara no Luffy, dia adalah anak dari pemimpin pasukan revolusi kan?" Tanya Alvaro Pizzaro.

"GLUP! GLUP GLUP! AHHH! Benar. Dia adalah anak dari Dragon dan cucu dari Garp. Dia berpotensi menjadi bajak laut hebat." Ucap Vasco Shoot.

"Bahayanya lagi, dia adalah adik dari Mirai Kaizoku-O. Jika kita macam-macam dengannya mungkin Uchiha Sasuke akan datang menghabisi kita." Ucap Shiryuu.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung menyeringai dan langsung mengarahkan pandangannya kepada Kurohige. "Apa kau pernah bertarung dengan Mirai Kaizoku-O?" Tanya Sasuke yang sedang menyamar menjadi Kabuto.

"Zehahaha pernah sekali. Saat itu kami sedang bertarung dengan mantan bajak laut Shirohige dan saat kami akan membunuh mereka semua, Uchiha Sasuke datang dan mengalahkan kami semua." Ucap Kurohige sambil tertawa.

"Wajar jika kita kalah. Dia adalah orang yang sanggup mengalahkan dua yonkou sekaligus." Ucap Burgess.

"Benar, maka dari itu aku membutuhkan Pluton untuk mengalahkannya." Ucap Kurohige dengan serius karena sebenarnya ia pun takut dengan keberadaan Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum dan terus berjalan. Kini mereka semua sudah sampai di sebuah area yang sangat luas dan hanya terlhat pepohonan dan debu yang beterbangan. Seluruh anggota Kurohige pun sedkit bingung dan menatap Kabuto dengan heran.

"OI KABUTO! Kenapa kau membawa kami ke tempat seperti ini?" Tanya Kurohige kepada Sasuke.

"Apa kau merencanakan seseuatu yang aneh hah?" Tanya Shiryuu yang mulai mencabut pedangnya dar sarungnya.

Sasuke pun langsung membalikan tubuhnya dan menatap semua bajak laut Kurohige dengan datar. "Kurohige. Aku akan membalaskan dendam Ace dan seluruh bajak laut Shirohige."

BUSSSH!

Seketika muncuk asap putih yang amat tebal dan menyelimuti seluruh tubuh Kabuto. Semua anggota bajak laut Kurohige pun langsung menatap asap tebal itu dan bersiap untuk bertarung. Mereka terus memperhatikan asap. Asap itu perlahan melihat seseorang dengan perwakan dengan tinggi badan sekitar 197cm memakai kemeja ungu tua dengan vest hitam dan celana panjang berwarna hitam. Rambut panjang seleher dan memiliki mata kanan yang berwarna merah dan mata kiri berwana ungu dengan pola riak dan beberapa titik.

Semua anggota bajak laut Kurohige pun membelalakan mata mereka dan mula panic, Mereka semua langsung berkeringat dingin dan terlihat ketakutan karena di mata mereka semua, mereka melihat seseorang yang pernah mengalahkan mereka dengan mudah dan menghajar mereka satu persatu. Dia adalah Uchiha Sasuke.

"UCHIHA SASUKEEEEEE!"

Mereka berteriak bersamaan dan mundur beberapa langkah. Mata mereka masih tertuju pada Sasuke yang berdiri dihadapan mereka dan menatap mereka semua dengan dingin. Seperti seekor elang yang sedang melihat sekumpulan ular.

"Ke-kenapa kau ada disini? Dimana Kabuto?" Tanya Kurohige kepada Sasuke.

"Bodoh. Aku menyamar sebagai Kabuto supaya aku bisa ikut dengan kalian dan menghabisi kalian semua." Ucap Sasuke dengan datar.

Semua anggota bajak laut Kurohige pun langsung bersiap dan memasang kuda-kuda bertarung setelah mendengar pertanyaan Sasuke tersebut.

"Senchou, bagaimana ini?" Tanya Burgess kepada Kurohige.

Kurohige pun hanya mengertakan giginya dan mengepalkan kedua tangannya. "OII! Aku tidak punya masalah denganmu! Kenapa kau ingin mengahabisi kami hah!?" Tanya Kurohige kepada Sasuke.

"Kau adalah orang yang menjebloskan Ace ke Imple Down, Kau adalah orang yang membunuh Shirohige. Kau adalah orang mencoba membunuh Marco dan kawan-kawannya. Kau adalah orang yang berani mengusik Arabasta dan perlu kau tahu, Arabasta adalah teritoriku." Jawab Sasuke dengan datar.

Kurohige pun membelalakan matanya terutama saat ia mendengar bahwa Arabasta adalah teritori dari Sasuke. Kini Kurohige sadar mengapa Vivi bisa dengan mudah memanggil Sasuke untuk membantunya. "Si-sial aku tidak tahu kalau Arabasta adalah teritorimu!" Teriak Kurohige.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung mengeluarkan kusanaginya dan ia arahkan kepada semua anggota bajak laut Kurohige. "Pertarungan ini untuk Ace. Aku akan membalaskan dendam Ace kepadamu." Ucap Sasuke.

WUSSSSSHH!

Kurohige yang mendengar itu pun mengerang kesal dan tiba-tiba sebuah asap hitam keluar dari tubuhnya dan menyelimuti setengah dari tubuhnya. "Zehahaha sepertinya tidak ada pilihan lain." Gumam Kurohige sambil menyeringai. "OI OMAERA! Menjauhlah dari sini dan terus pantau pertarungan ini. Jika aku mulai kesulitan maka bantu aku!" Teriak Kurohige kepada seluruh nakamanya.

Semua anggota bajak laut Kurohige pun menganggukan kepala mereka dan mula berlari menjauhi Sasuke dan Kurohige yang nampaknya sudah bersiap untuk bertarung.

"Zehahahaha kau tahu, ini akan menjadi berita besar jika aku berhasil mengalahkanmu dan gelar Mirai Kaizoku-O akan jatuh ketanganku." Ucap Kurohige sambil tertawa.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya menatap Kurohige dengan datar dan mengaktifkan mangekyou sharingannya. "Majulah atau aku yang akan maju duluan." Ucap Sasuke.

"Zehahaha BLACK HOLE!" Teriak Kurohige sambil menyentuh permukaan tanah yang berada dibawah.

SIUNGGG!

WUSSSH!

Perlahan, seluruh permukaan tanah pun diselimuti oleh asap hitam dan perlahan semua benda yang berada diatasnya pun ikut terhisap kebawah. Sasuke pun merasa bahwa dirinya ikut terhisap ke asap hitam yang berada dibawahnya itu.

"Zehahaha bagaimana? Ini adalah kekuatan dari Yami-Yami no Mi. Buah iblis ini memberikanku kekuatan untuk mengendalikan kegelapan dan bisa menetralisirkan semua buah iblis yang lain serta buah iblis ini memiliki kekuatan gravitasi yang sangat kuat." Ucap Kurohige sambil tertawa.

Sasuke pun hanya diam dan seperti membiarkan dirinya terhisap. Sasuke terus menatap Kurohige dengan dingin dan membuat Kurohige kebingungan sendiri.

"E-e-eh? Kenapa?" Tanya Kurohige yang kebingungan.

BOOM! BOOM!

Terdengar suara gemuruh di langit dan terlihat ada petir berwarna ungu di langit. Kurohige pun langusung mendongakan kepalanya dan melihat ke atas.

SIIUUUNGG!

DUAAAAARRRRR!

"UAAAAAGHHHHHH!"

Tiba-tiba, sebuah petir berwarna ungu menyambar Kurohige dan membuat Kurohige terjungakal dan berteriak kesakitan. Kurohige hanya berguling-guling di tanah memegangi seluruh badanya yang terasa panas dan sakit.

"Hah…hah…hah.. Kuso! Dia bukan manusia!" Gumam Kurohige sambil bangkit berdiri.

Sasuke pun berjalan dengan santai mendekati Kurohige. Dia menatap Kurohige dengan sangat tajam dan dingin yang membuat Kurohige merinding.

"Zehahahah sepertinya aku harus menggunakan kekuatanku yang satu lagi." Ucap Kurohige sambil tertawa.

CRACK!

Teach langsung memukul udara yang berada didepannya dan menyebabkan udara yang berada didepannya retak. Tanah yang berada di depannya pun langsung terbelah dan terlihat sebuah gelombang kejut berwarna putih melesat kearah Sasuke.

'Jadi ini kekuatan dari Shirohige? Aku memang pernah melihatnya tapi sepertinya aku akan melawan kekuatan ini sekarang.' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil memperhatikan serangan yang sedang menuju ke arahnya.

"KATON : GOUKAKYUU NO JUTSU!"

WUUUSSSSHHH!

BBOOOOMMM!

DUAAAAR!

Sasuke langsung menyemburkan bola api yang sangat besar dari mulutnya untuk menghentikan laju dari gelombang kejut gura-gura yang dikeluarkan oleh Kurohige. Kedua serangan itu beradu dan menyebabkan sebuah gelombang kejut yang sangat besar dan ledakan yang sangat besar.

Asap pun menyelimuti area sekitar dan membuat keduanya tidak dapat melihat apapun. Kurohige disisi lain terus focus dan mengandalkan indera pendengarannya untuk mendeteksi pergerakan Sasuke selanjutnya.

WUUSSSHHH!

Sasuke mengbiskan tangannya dan asap disekitarnya pun langsung menghilang. Sasuke dan Kurohige salng menatap dan kembali memasang kuda-kuda bertarung mereka.

SIUNGG!

WUSSSHHHH!

Seketika tubuh Kurohige mengeluarkan asap hitam yang sangat tebal dan lengan kirinya diselimuti oleh asap hitam tersebut. Sedangkan di tangan kanannya terlihat ada sebuah gelembung terang berwarna putih yang menyelimuti tangan kanannya.

"Zehahahaha bagaiamana? Ini adalah kekuatanku. Aku memiliki dua kekuatan terbesar yatitu logia terkuat dan paramecia terkuat. Aku adalah orang terkuat di dunia ini." Ucap Kurohige sambil tertawa dan memamerkan kekuatannya kepada Sasuke.

"Menyedihkan." Ucap Sasuke dengan singkat.

"H-h-hah!?" Kurohige pun melongo dan terlihat kebingungan dengan jawaban Sasuke.

"ENTON : HONOIKAZUCI!"

WUSSSSSHHH!

Seketika, keluar sebuah api berwarna hitam yang mengelilingi Sasuke dan ap hitam itu menyebar ke segela arah dan membakar semua yang berada disana. Kini terlihat ada dua kabut hitam yang satu dari kekuatan Kurohige dan satunya lagi dari Amaterasu Sasuke.

Kurohige pun membelalakan matanya karena ia mengira bahwa Sasuke mempunyai kekuatan yang sama dengannya. "Ba-bagaiamana bisa mempunyai kekuatan yami-yami no mi!?" Ucap Kurohige.

Sasuke kembali tidak menjawab. Sasuke lalu mengepalkan tangan kanannya dengan keras. Dia menarik nafas panjang. Lalu, Sasuke memukul udara yang berada didepannya.

CRACK!

BOOOOOMMMMM!

DUAAR!

"UAAAAAGHHHHHH!"

Terlihat ada retakan di udara yang Sasuke pukul dan tercipta sebuah gelombang kejut yang sangat dahsyat dan membuat Kurohige terpental beberapa meter.

'Sudah kuduga, Cara kerjanya ternyata sangat sederhana. Kumpulkan chakra yang sangat banyak di tangan dan pukul udara yang berada didepan sampai menimbulkan retakan dan itu akan membuat sebuah getaran yang dahsyat dan bisa membuat gempa bumi.' Gumam Sasuke dalam hatinya sambil tersenyum.

Sasuke sebenarnya dari tadi sedang berusaha meniru jurus yang dikeluarkan oleh Kurohige dengan sharingannya. Dia terus menganalisis bagaiaman cara kerja kekuatan Kurohige terutama kekuatan gura-gura no mi nya dan akhirnya, Sasuke berhasil menirunya.

Kurohige langsung bangkit berdiri dan membelalakan matanya. "Ba-bagaimana bisa!? BAGAIMANA BISA KAU MEMPUNYAI KEKUATAN ITU HAH!?" Kurohige langsung berteriak kepada Sasuke dengan sangat keras.

Kurohige tidak pernah menyangka bahkan tidak pernah menduga ada seseorang yang mempunyai kekuatan yang sama dengannya terutama saat ia melihat Sasuke menggunakan kekuatan gura-gura no mi. Kini, tubuhnya bergetar dan ia mulai panic karena ia merasa bahwa tidak mempunyai kesempatan menang melawan Sasuke.

"Kekuatanmu itu, tidak ada apa-apanya di mata seorang Uchiha."

SRING!

WUUUSSSHH!

Sasuke langsung berlari dengan cepat dan mengayunkan kusanaginya. Kurohige yang melihat pergerakan Sasuke itu pun hanya melongo dan ia tidak bisa menghindar karen pergerakan Sasuke yang terlalu cepat.

SIUUUNG!

SREEEET!

SROOT!

"UAAAAAAAAAGHHHHH!"

Kurohige berteriak kesakitan karena, Sasuke dengan kekuatan penuh langsung menebas bagian depan tubuhnya dan menyebabkan ia terluka dan mengeluarkan darah yang sangat banyak.

"KUSSSSOOOO! HIIYAAAAAAAAA! CRACK!"

BOOM!

Kurohige langsung bangkit berdiri dan kembali menggunakan kekuatan gura-guranya dan meninju udara didepannya.

CRACK!

BOOOM!

DUUUAAAAARR!

Sasuke pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Kurohige dan membuat kedua serangan itu kembali beradu dan membuat gelombang kejut yang sangat besar dan mengancurkan daerah sekitarnya.

"KUROUZU!" Kurohige mengarahkan telapak tangannya kearah Sasuke dan langsung menarik Sasuke.

Sasuke pun langsung tertarik dengan cepat kearah Kurohige tetapi, terlhat dari eskpresinya, Sasuke tidak khawatir dan membiarkan dirinya tertarik.

GRAB!

Kurohige langsung mencengkram Sasuke dengan keras dan menyeringai. "Kena kau sekarang!"

Kurohige melapisi tangan satunya lagi dengan gelembung gura-guranya dan bersiap untuk meninju Sasuke.

SHINRA TENSE!

WUSSSSHHH!

"UAAGH!"

Seketika mata rinnegan Sasuke menyala dan Sasuke langsung mengeluarkan shinra tensei dan membuat Kurohige terpental kembali.

BANSHO TENIN!

Sasuke mengarhkan telapak tanganya kearah Kurohige yang sedang terbang dan menarik Kurohige dengan bansho tenin. Kurohige pun kembali terkejut saat ia merasa tertarik dan ia merasa bahwa kekuatan yang digunakan oleh Sasuke hampir sama dengan kekuatan milikinya.

CRACK!

DUAAAAARRRR!

"UAAAAAAAGHHHHHH!"

Sasuke kembali meniru kekuatan gura-gura no mi milik Kurohige dan meninju wajah Kurohige dengan sekuat tenaga yang membuat Kurohige berteriak dan menyemburkan darah yang sangat banyak dari mulutnya. Kurohige kembali terpental dan kali ini ia terpental dengan sangat jauh dan menabarak bebatuan yang berada di belakangnya.

"Akan kuselesaikan ini sekarang juga." Gumam Sasuke dengan sangat datar.

Sasuke lalu melangkahkan kakinya dan berjalan ke lokasi tempat Kurohige tadi terpental. Sasuke terus berjalan dan memperhatikan daerah sekitarnya dan mencoba mencari keberadaan Kurohige karena memang akibat tinjuan Sasuke tersebut, Kurohige terpental sangat jauh. Sudah hampr 10 menit ia berjalan, tapi tidak menemukan Kurohige maupun para anak buahnya.

Sasuke kini langsung berlari kebelakang ke tempat dimana ia tadi bertarung dengan Kurohige untuk memastikan apakah Kurohige ada disana atau tidak. 10 menit berlari dan akhirnya ia sampai tapi disana pun tidak ada Kurohige.

"Diamana dia?" Gumam Sasuke yang kebingungan karena tidak dapat menemukan Kurohige.

Sasuke tiba-tiba membelalakan matanya dan langsung berlari lagi dan kini ia beralri menuju ke pelabuhan tempat dimana kapal Kurohige terparkir. "Kuso! Apa dia kabur!?" Gumam Sasuke yang geram.

-X-

"YOSSSSHHH! TURUNKAN LAYAR DAN MAJU!" Ucap Burgess yang kini sudah berada di kapal dan bersiap untuk berlayar.

"Hah…hah….hah… Syukurlah aku selamat.. Arigatou na omaera!" Ucap Kurohige yang kini sedang terkapar dan terbaring di kapalnya dengan badang penuh luka dan berlumuran darah.

WUSSSSHH!

Kapal Kurohige pun langsung meninggalkan pelabuhan Pulau Banaro dan mereka semua kabur dari Uchiha Sasuke.

"Uchiha Sasuke, dia orang yang sangat menyeramkan." Ucap Shiryuu.

"Ahhh, aku tidak menyangka bahwa dia bisa menggunakan kekuatan yang sama seperti Shirohige." Ucap Van Auger.

"Tapi bukankah itu tidak masuk akal? Maksudku, kekuatan Shirohige telah kau curi dan menjadi milikmu tapi kenapa dia bisa menggunakannya?" Tanya Laffite kepada Kurohige.

"Entahlah. Tapi aku yakin bahwa sumber kekuatannya itu berasal dari matanya yang menyeramkan itu." Jawab Kurohige.

"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Tanya Alvaro Pizzaro.

"Kita tidak mungkin kembali ke Arabasta karena negeri itu adalah teritori dari Uchiha Sasuke." Ucap Vasco Shoot.

"Aku harus mengobati lukamu dulu Kapten." Ucap Docter Q sambil berjalan mendekati Kurohige dan mengobati luka-lukanya.

"Sepertinya, masih terlalu cepat bagi kita semua untuk bisa mengalahkan Uchiha Sasuke." Ucap Devon.

"Ah. Pemerintah dunia pun bahkan berkata bahwa ada bajak laut yang kelasnya lebih tinggi daripada Yonkou, yaitu Mirai Kaizoku-O, Uchiha Sasuke." Ucap Burgess.

"Si gila Big Mom dan si Mosnter Kaido pun bersatu untuk mengalahkannya tapi tetap saja Sasuke menang. Jika kita melanjutkan pertarungan ini, maka kita semua akan mati apa lagi dia mempunyai dendam kepadaku karena aku menyerahkan Ace kepada angkatan laut." Ucap Kurohige sambil mengerang kesakitan karena lukanya yang sedang diobati oleh Doctor Q. "Kuso padahal Akainu yang membunuhnya kenapa dendamnya malah kepadaku!?" Lanjut Kurohige yang kesal.

"Murunfufu. Bukankah sebuah kehormatan diburu oleh Uchiha Sasuke?" Tanya Devon sambil menyeringai.

"UEEEHHHAAA! Kau benar-benar hebat senchou bisa membuat Mirai Kaizoku-O mengamuk!" Ucap Burgess sambil tersenyum.

"Diamlah kalian semua. Jika kita terlambat sedikit saja maka kau akan mati." Ucap Shiryuu kepada Kurohige.

"Zehahaha jangan terlalu dipikirkan. Yang terpenting kita bisa lolos dari iblis itu dan melanjutkan perjalanan kita." Ucap Kurohige kepada Shiryuu.

"Jadi, kemana kita harus pergi senchou?" Tanya Lafite kepada Kurohige.

Mendengar pertanyaan itu, Kurohige langsung menyeringai dan langsung bangkit duduk. "Kita akan ke Beehevie, Pulau bajak laut. Mengingat Sasuke sedang berada di Grandline maka perjalanan kita di dunia baruk akan aman." Ucap Kurohige.

"Baiklah kalau begitu. DENGAR KALAN SEMUA! KITA SEMUA AKAN BERLAYAR KEMBALI MENUJU DUNIA BARU DAN TUJUAN KITA ADALAH PUALU BAJAK LAUT, BEEHEVIE!" Teriak Kurohige kepada seluruh nakamanya.

"OOOUUHHHHHH!"

-X-

Robin, Sabo dan Koala pun kini sudah berada di kapal mereka dan sedang dalam perjalanan menuju ke markas besar pasukan revolusi. Mereka membawa sebuah informasi besar yang akan dilaporkan kepada Dragon terkait tentang kebangkitan Pluton. Disisi lain, Sabo dan Vivi pun menjadi sangat akrab karena mereka berdua selama di istana terus membicarakan tentang Luffy. Tetapi Robin hanya diam saja karena dia masih tidak mempercayai semua perkataan Vivi tentang Sasuke.

Flashback.

"Jadi, katakan padaku dimana Uchiha Sasuke?" Tanya Robin kepada Vivi sambi menatap Vivi dengan tajam.

Vivi pun berusaha menenangkan dirinya dan membalas tatapan Robin dengan tatapan yang meyakinkan. "Diperjalan dengan Kabuto-San, kapal kami karam dan secara mengejutkan aku dan Kabuto-San bertemu dengan Sasuke-San dan Sasuke-San akhirnya menyelamatkan kami berdua dan kami berdua pun berlayar menggunakan kapal Sasuke-San. Aku juga dibelikan beberapa baju oleh Sasuke-San karena dia bilang ingin membalas semua kebaikanku saat ia berada di Arabasta. Apa ada yang salah dengan itu?" Tanya Vivi kepada Robin.

"Robin-San, sepertinya kau terlalu mencurigainya." Bisik Koala kepada Robin.

"Sudahlah Robin kau terlalu keras padanya. Lagipula kita sudah mendapatkan informasi tentang Pluton." Bisik Sabo kepada Robin.

Robin pun hanya menghela nafas dan memejamkan matanya dan menenangkan dirinya. Ia lalu kembali membuka matanya dan menatap Vivi dengan datar. "Lalu, apa kau tahu kemana tujuannya dan apa saja yang kau lakukan dengannya?" Tanya Robin kepada Vivi.

Vivi pun langsung menyeringai saat ia mendengar pertanyaan Robin. "Apa saja yang aku lakukan dengannya? Hmmm, aku memeluknya dan aku dirawat olehnya. Saat diperjalanan aku mengalami demam tinggi dan aku dirawat oleh Sasuke-San. Sasuke-San adalah pria yang sangat sempurna dan sepertinya aku akan menikahinya dan menjadikannya pangeran Arabasta." Ucap Vivi sambil memegang kedua wajahnya yang merona dan sebenarnya ia ingin melhat reaks Robin.

Sabo dan Koala yang mendengar itu pun langsung menelan ludah mereka dan mereka langsung berkeringat dingin dan saat merasakan aura yang sangat mencekam keluar dari Robin.

"Aku pergi." Ucap Robin yang langsung bangkit berdiri dan berjalan keluar istana.

Flashback End.

'Charlotte Galette dan sekarang Nefertari Vivi. Tidak akan kubiarkan kalian mendapatkan Sasuke!' Gumam Robin dalam hatinya sambil mengepalkan kedua tangannya dengan sangat keras.

Robin, selain rindu dan khawatir dengan kondisi Sasuke, dia juga cemas dengan apa yang Sasuke lakukan selama petualangannya. Sasuke adalah orang yang disebut sebagai pria tertampan didunia dan itu pastinya memancing seluruh wanita untuk mendekatinya dan jujur, Robin benar-benar benci jika mendengar Sasuke didekati oleh wanita lain. Dia cemburu karena ia merasa bahwa wanita yang harusnya mendapatkan hati Sasuke dan satu-satunya wanita yang mampu menaklukan hati Sasuke adalah dirinya.

'Kuso! Apa aku benar-benar tidak menarik dihadapannya!?' Gumam Robin kembali dalam hatinya dan kini ia mulai berpikir negative tentang dirinya sendiri.

"Robin, kau tidak apa-apa?"

Lamunan Robin langsung buyar saat ia mendengar suara seseroang yang berada dibelakangnya. Ia membalikan tubuhnya dan melihat Sabo yang tersenyum.

"Ah. Aku baik-baik saja." Jawab Robin.

"Tapi wajahmu terlihat tidak baik-baik saja hahaha. Apa kau terganggu oleh perkataan Vivi?" Tanya Sabo yang mengambil kursi dan duduk didepan Robin.

Robin pun memejamkan matanya dan menghela nafas. "Kalau kau sudah tahu kenapa masih bertanya?"

"Hahaha jangan marah seperti. Lagipula apa kau benar-benar percaya dengan perkataan Vivi? Jika memang benar Sasuke memeluk dan merawat Vivi yang sakit, bukankah hal seperti itu sangat wajar dilakukan?" Tanya Sabo kepada Robin.

"Ada orang yang bernama Kabuto disana. Kenapa harus Sasuke yang melakukannya?" Tanya Robin yang terlihat kesal.

"Hey, ayolah, lagipula Sasuke hanya membantu orang yang membutuhkan bantuan dan tidak lebih dari itu. Lagipula Vivi juga hanya memanas-manasimu saja. Jadi, jangan terlalu dipikirkan." Ucap Sabo yang tersenyum.

Robin pun kembali menghela nafas dan mencoba untuk medengarkan perkataan Sabo. Memang benar bahwa mungkin Sasuke hanya berniat membantu Vivi yang sedang kesusahan dan tidak lebih dari itu hanya saja fakta bahwa Sasuke memeluknya membuat Robin merasa seperti Sasuke telah direbut.

"Haaaahh.. Baiklah lagipula aku memang sudah tidak pantas mendapatkannya." Ucap Robin murung dan langsung berdiri serta berjalan menuju ruangannya.

-X-

Sasuke kini sedang terbang menggunakan susano sempurnanya dan sedang mencari keberadaan Kurohige. Sasuke kini sedang kembali menuju Arabasta karena khawatir bahwa Kurohige akan kembali menyerang Arabasta dan bahkan yang lebih buruknya lagi akan membunuh Vivid an Cobra. Sasuke terbang dengan kecepatan penuh dan ia sudah terbang selama dua jam dan sebentar lagi akan sampai di Arabasta karena jika menggunakan kapal maka perjalanan yang akan di tempuh menjadi 6 jam dan lagi kapal Sasuke masih terparkir di pelabuhan Arabasta.

"Sial, aku tidak menyangka bahwa dia akan kabur ditengah-tengah pertarungan!" Ucap Sasuke yang kesal dan sedari tadi terus mengumpat karena ia kesal dengan dirinya sendiri yang terlalu meremehkan Kurohige.

Disisi lain, para penjaga yang sedang ditugaskan oleh Vivi untuk menjaga kapal Sasuke mendongakan kepalanya ke atas. Mereka melihat ada sesuatu berwarna ungu yang sangat besar dan sedang terbang menuju arah mereka tepatnya sedang terbang menuju Arabasta.

"Oii apa itu!?"

"Apa itu Kurohige lagi!?"

"Be-besar sekali!"

Orang-orang dipelabuhan pun mulai ketakutan karena semakin lama, mahluk raksasa berwana ungu itu makin mendekati mereka. Sasuke yang melihat dari atas bahwa penjaga itu ketakutan langsung menonaktifkan susanonya dan ia langsung terjun bebas dan mendarat dengan mulus di bawah.

Para penjaga yang melihat itu pun langsung tersenyum lebar saat mereka melihat bahwa yang datang adalah Uchiha Sasuke.

"Sasuke-Sama!"

"Syukurlah anda baik-baik saja!"

Ucap kedua penjaga itu sambil membungkukan badannya. Kedua penjaga itu telah mendengar yang sebenarnya dari Vivi bahwa Sasuke kini telah menyelamatkan Arabasta dan sedang bertarung dengan Kurohige.

"Ah. Aku tadi sedang bertarung dengan Kurohige tapi dia berhasil melarikan diri. Apa dia kembali kesini?" Tanya Sasuke kepada kedua penajaga itu.

"Etoo… sepertinya tidak. Aku tidak mendapat kabar bahwa Kurohige kembali kemari." Ucap penjaga tersebut.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung menghela nafas dan lega karena Kurohige tidak kembali ke Arabasta. Dia lalu menonaktifkan sharingannya dan membalikan tubuhnya dan berjalan menuju ke kapalnya.

"Tunggu Sasuke-Sama. Vivi-Sama ingin berbicara kepada anda." Ucap salah satu penjaga tersebut.

"Vivi-Sama meminta kami untuk membawa anda ke istana karena ada yang harus ia bicarakan."

Sasuke yang mendengar itu pun menghentikan langkahnya. "Kalau begitu, antar aku ke istana." Ucap Sasuke.

-X-

Sasuke dan kedua penjaga itu kini telah sampai di Istana. Mereka bertiga sedang berjalan menuju keruangan utama dimana tempat Vivid an Cobra menunggu kedatangannya.

TOK! TOK!

"Yang Mulia, kami datang dan membawa Uchiha Sasuke."

Dari dalam ruangan, Cobra dan Vivi yang mendengar perkataan tersebut tersenyum lebar dan sangat gembira. "MASUKLAH!" Teriak Cobra.

CLACK!

Pintu pun terbuka dan terlihat Sasuke yang berdiri di antara kedua penjaga istana Arabasta.

"SASUKE-SAN!" Vivi tersenyum dan meneteskan air matanya lalu berlari menuju Sasuke dan langsung memeluknya dengan erat.

Sasuke pun hanya menepuk lembut punggung Vivi dan tersenyum. "Semuanya baik-baik saja." Ucap Sasuke.

Vivi dengan perlahan melepaskan pelukannya dan mendongakan kepalanya ke atas untuk melihat wajah Sasuke. "Kau tidak terluka?" Tanya Vivi.

"Tidak. Aku baik-baik saja." Ucap Sasuke.

"Terima kasih telah menyelamatkan Arabasta, Uchiha Sasuke." Cobra pun akhirnya ikut berbicara dan tersenyum kepada Sasuke. "Kemarilah dan duduklah. Kami telah menyiapkan hdangan untukmu." Ucap Cobra kepada Sasuke.

Sasuke pun langsung mengarahkan padangannya kepada hidangan mewah yang sudah siap di atas meja. Sasuke berkeringat jatuh karena melihat banyaknya hidangan yang disediakan untuknya padahal dia hanya seorang diri dan kapasitas perutnya tidak sama dengan Luffy.

"Aku hanya seorang diri. Hidangan ini berlebihan." Ucap Sasuke sambl berjalan mendekat Cobra dan duduk didepan Cobra. Vivi yang melihat Sasuke sudah duduk pun langsung berlari dan duduk di sebalah Sasuke.

"Aku dengar kau memberi anaku makanan saat dia kelaparan, menyelamatkannya dari orang jahat, merawatnya saat ia sakit dan membelikannya baju. Jadi angap saja ini bentuk balas budiku." Ucap Cobra sambil tersenyum.

"Nampaknya kita seperti saling membayar hutang budi kita." Ucap Sasuke sambil tersenyum dan menyeruput teh hangatnya. "Aku membantu kalian karena kalian orang yang aku kenal dan temanku." Lanjut Sasuke.

"Ah. Kami tahu itu tapi, setidaknya kami harus memberikanmu hadiah karena telah menyelamatkan negeri ini." Balas Cobra yang tersenyum.

"Baiklah… Terserah kalian saja.." Gumam Sasuke sambil tersenyum.

"Jadi, apa kau membunuh Kurohige?" Tanya Cobra.

"Tidak. Aku sempat bertarung dengannya tetapi dia berhasil melarikan diri. Aku langsung bergegas kemari karena kukira dia akan kembali kesini dan membunuh kalan semua." Ucap Sasuke.

"EEEEHHH!? Dia melarikan diri? Seorang Yonkou melarikan diri dari pertempuran?" Tanya Vivi yang terkejut.

"Hahaha lagipula yang mereka lawan adalah Mirai Kaiozku-O. Tentu saja mereka akan kalah." Ucap Cobra sambil tertawa sedikit.

"Dua prajurit itu blang ada yang ingin kalian bicarakan denganku?" Tanya Sasuke yang mulai masuk kepada topik utama pembicaraan dan menyudahi basa-basi.

"Kami berdua bertemu dan berbincang dengan Nico Robin." Ucap Cobra.

"Lalu?" Ucap Sasuke sngkat sambil kembali memnum tehnya.

"Dia menanyakan tentangmu." Jawab Vivi.

Sasuke yang mendengar itu pun langsung menatap Vivi dengan serius. "Kenapa dia bertanya tentangku? Apa kau memberi tahu yang sebenarnya?" Tanya Sasuke.

Vivi hanya menggelengkan kepalanya tersenyum manis kepada Sasuke. "Tentu saja tidak. Aku sudah berjanji bahwa aku tidak akan memberi tahu tentang keberadaanmu. Hanya saja dia mencurigaiku karena aku menggunakan parfum dan sabun yang sama sepert yang kau gunakan dan dia bilang bahwa dia mengingat wanginya." Ucap Vivi kepada Sasuke.

Sasuke hanya memejamkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya benar bahwa Robin adalah orang yang paling mengenalnya dan sepertinya Sasuke tidak akan pernah bisa lepas dari Robin. Sasuke mulai berpikir bahwa cepat atau lambat dia pasti akan bertemu dengan Robin.

"Begitukah? Lalu apa jawabanmu?" Tanya Sasuke kepada Vivi.

"Aku bilang bahwa aku dan Kabuto sempat bertemu denganmu saat di perjalanan dan sempat berlayar bersamamu dan aku juga menceritakan saat kau merawatku, menyuapiku dan membelikanku baju dan kau tahu? Sepertinya dia benar-benar kesal!" Ucap Vivi kepada Sasuke.

Sasuke hanya menghela nafas dan memejemkan matanya. "Menyebalkan." Gumam Sasuke dengan pelan.

"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?" Tanya Cobra kepada Sasuke.

"Aku akan kembali ke East Blue." Jawab Sasuke dengan singkat.

"Apa kau akan pergi sekarang juga Sasuke-San?" Tanya Vivi yang nampak sedih karena merasa bahwa Sasuke akan pergi sebentar lagi dan sebenarnya Vivi ingin Sasuke tinggal lebih lama lagi di Arabasta dan Vivi ingin mengajak Sasuke mengelilingi Arabasta sambil menunggangi Karu.

"Hn. Aku ingin melihat tempat tinggalku setelah hampir 6 tahun kepergianku." Ucap Sasuke.

Vivi yang mendengar itu pun hanya menundukan kepalanya dan terlihat murung. Lagipula Vivi tahu bahwa dia tidak mungkin bisa merubah keputusan Sasuke karena dia tahu Sasuke adalah orang yang sangat tegas dan keras kepala.

"Kau ingin emas? Kami mempunyai beberapa emas disini." Tanya Cobra kepada Sasuke.

"Tidak perlu. Aku sudah mempunyai banyak emas dan uang." Jawab Sasuke sambil tersenyum. "Ah dan satu lagi…". Sasuke pun langsung merogoh saku celananya dan mengeluarkan dua buah kertas. Sasuke lalu mengambil sebuah pena dan ia menulis sesuatu disalah satu kertas tersebut.

"Ini adalah vivre cardku dan nomor denden mushiku. Jika ada bajak laut yang mencoba mengambil alih negeri ini, langsung saja hubungi aku." Ucap Sasuke sambil memberikan dua kertas itu kepada Vivi.

"UAAAHH! TERIMA KASIH SASUKE-SAN!" Vivi pun langsung mengambil kertas itu dan langsung menyimpannya.

"Terima kasih Sasuke-San. Vivre cardmu akan sangat membantu kami jika kami dalam kondisi sulit." Ucap Cobra kepada Sasuke.

"Ah. Aku bilang pada Kurohige bahwa Arabasta adalah teritoriku dan nampaknya dia tidak akan kembali kesini lagi." Ucap Sasuke.

"E-e-eh!? Apa it artinya kau akan tinggal disini selamanya?" Tanya Vivi yang terkejut.

Sasuke menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Tentu tidak. Aku mengatakan Arabasta sebagai tertoriku supaya dia tidak kembali kesini dan sepertinya itu berhasil tetapi, jangan terang-terangan mengatakan kepada public bahwa negeri ini beraliansi denganku atau kalian akan diburu oleh pemerintah dunia." Ucap Sasuke.

Cobra pun tersenyum dan merasa tenang setelah mendengar perkataan Sasuke barusan. Ia merasa bahwa kini tidak aka nada seorang pun lagi yang berani menyentuh Arabasta. "Terima kasih lagi, Sasuke-San."

-X-

TIME SKIP 7 HARI!

Setelah melawan Kurohige dan singgah di Arabasta sebentar, akhirnya Sasuke memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalananya menuju East Blue. Berita tentang pertarunganya dengan Kurohige pun sudah tersebar ke seluruh dunia dan masyarakat dunia makin meyakini bahwa Sasuke lah yang akan menjadi raja bajak laut dan akan membawa perubahan besar pada dunia ini. Kaido, Big Mom dan Kurohige pun sudah Sasuke hadapi dan alhasil kemanangan mutlak untuk Uchiha Sasuke dan satu-satunya Yonkou yang belum pernah dihadapai oleh Sasuke hanyalah Akagami no Shanks.

Angkatan Laut pun kini makin kebingungan dengan eksistensi Uchiha Sasuke karena mereka tidak punya kekuatan yang cukup untuk menangkap dan menghentikan sang Mirai Kaizoku-O. Seperti biasa mereka hanya bisa memantau dan mengikuti pergerakan Uchiha Sasuke dan saat dirasa bahwa Sasuke akan melakukan sebuah pergerakan yang besar, maka mereka baru akan bertindak.

Sasuke sendiri kini sudah berada di East Blue tepatnya di pelabuhan Desa Foosha. Dia memarkirkan kapalanya dan menurunkan jangkar kapalnya. Matanya tertuju pada bangunan dan rumah-rumah yang berada didepannya. Sasuke hanya tersenyum kecil dan langsung melompat turun dari kapalnya dan mulai berjalan menuju tempat tinggalnya dulu. Suasana memang sangat sepi karena waktus sudah menunjukan pukul 10 malam dan semua orang mungkin sudah tertidur pulas.

Sasuke pun mengenakan jubah panjang dan memakai topi bundar dan berusaha untuk sedikit menutupi dirinya karena jika ada orang yang megenalinya, maka mungkin satu desa ini akan menjadi heboh. Sasuke lalu mengarahkan pandangannya ke sisi sebelah kanan dan melihat ada sebuah kapal perang angkatan laut yang sangat besar. Sasuke sedikit menyipitkan matanya karena heran apa yang sedang dilakukan oleh angkatan laut di desa kecil seperti ini. Tapi, Sasuke menghiraukan itu semua dan kembali berjalan.

(BAR MAKINO)

"Okashira sudahlah, lagipula Garp-San saat itu sedang berada di posisi yang sulit." Ucap Dogra.

Dadan tidak mendengarkan perkataan Dogra dan terus menatap Garp dengan garang. Dia mengepalkan tangannya dengan keras dan menggertakan giginya karena saking kesalnya. Disisi lain, Garp terus meminum sakenya dan menghiraukan Dadan karena sebenarnya dia mengerti perasaan Dadan dan membarkan Dadan untuk melampiaskan semua emosinya.

"Dadan-San, kau sudah menatapnya selama 4 jam. Apa matamu tidak sakit? Kau bahkan tidak berkedip sama sekali." Ucap Makino yang terlihat khawatir.

"Biarkan saja Makino. Biarkan dia melakukan apa yang dia mau." Ucap Garp kepada Makino.

"Grrrrr dasar kakek tua sialan!" Ucap Dadan sambil mengerang kepada Garp.

"Haaahhh, aku sebenarnya mengkhawatirkan Luffy." Ucap sang Kepala Desa.

"Dia pasti baik-baik saja. Dia memiliki banyak teman dan pasti dia sudah diselamatkan oleh teman-temannya." Ucap Garp.

TAP! TAP! TAP! TAP! TAP!

Mereka semua langsung terdiam dan mengarahkan pandangan mereka kearah pintu masuk bar. Mereka mendengar ada suara langkah kaki yang sepertinya menuju ke temapt mereka.

"Apa ada pengunjung?" Tanya sang kepala Desa.

"Sepertinya begitu. Tapi siapa yang berkunjung malam-malam seperti ini?"Tanya Makino sambil berjalan menuju bar dan bersiap untuk menyambut orang tersebut.

TAP! TAP! TAP!

CLACK!

Orang tersebut pun sudah sampai di depan pintu bar dan ia dengan pelan membuka pintu bar tersebut. Garp, Kepala Desa, Dogra, Magra, Dadan pun langsung mengarahkan pandangan mereka pada orang yang sedang berdiri di depan pintu tersebut. Mereka melhat pria dengan tinggi kurang lebih 197 cm dan mengenakan jubah hitam panjang dan mengenakan top bundar. Orang tersebut membawa sebuah karung yang sangat besar dibelakangnya dan membuat mereka semua curiga karena mereka berpikir mungkin saja pria ini adalah perampok.

"Selamat datang tuan, apa yang ingin kau pesan?" Tanya Makino dengan ramah sambil tersenyum.

"Oi, Siapa kau?" Tanya Dadan kepada orang tersebut.

"Okashira, kau tidak sopan!" Bisik Dogra kepada Dadan.

"Apa isi karung tersebut? Apa kau seorang perampok?" Tanya sang kepala Desa.

"Kalian semua benar-benar tidak berubah."

Mereka semua pun bingung saat mendengar perkataan orang tersebut. Orang itu pun akhirnya membuka topinya dan menunjukan wajahnya.

"Lama tidak bertemu."

Semua orang yang berada disana termaksud Garp pun membelalakan matanya saat melihat wajah orang tersebut. Mereka terkejut dan beberapa dari mereka ada yang meneteskan air mata bahagia. Mereka tidak menyangka bahwa akan bertemu dengannya disini. Garp disisi lain membuka mulutnya dan menganga dengan lebar karena sakin terkejutnya karena dia kembali bertemu dengan cucunya lagi.

"SASUKEEEEEEEEEEEEEEEE!"

""UUUOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!""

WUUSSSSSHHHHH!

BUAGH! BUAGH! GRAB! GRAB!

Semua orang yang ada disana langsung berlari menghampiri Sasuke dan langsung memeluknya. Mereka semua berteriak dengan keras dan riang gembira saat melihat Sasuke kembali lagi ke Foosha.

"O-O-oi le-lepaskan!" Ucap Sasuke yang terbata-bata dan kesulitan bernafas karena dipeluk oleh 7 orang sekaligus.

Mereka yang mendengar perkataan Sasuke tersebut pun langsung melepaskan pelukan mereka dan menatap Sasuke.

"Sasuke… Okaerinasai…" Ucap Makino sambil tersenyum dan mengusap air matanya.

"Kuso! Kuso! Kuso! Kau benar-benar sudah menjadi orang yang sangat kuat." Ucap Dadan sambil menangis.

"UOOOOOOO! SASUKE! KAU SUDAH MENJADI PRIA SEJATI!" Teriak Dogra sambil mengelap ingusnya.

"Aku iri! Aku benar-benar iri padamu!" Ucap Magra.

"Kau sekarang benar-benar menjadi criminal yang paling dicari oleh pemerintah dunia." Ucap Kepala desa sambil tersenyum.

"Buahahahahah itulah cucuku!" Ucap Garp sambil tertawa puas dan bangga dengan Sasuke.

Sasuke yang mendengar itu pun hanya tersenyum kecil. "Tadaima." Ucap Sasuke.

""OKAERIIIIIIIII!"" Mereka semua menjawab dengan bersamaan dan melompat kegirangan.

Sasuke langsung berjalan menuju kursi yang berada di sebalah kanannya dan duduk. Ia menyandarakan punggungnya ke kursi tersebut dan melepas jubahnya.

"Apa kau sesuatu Sasuke?" Tanya Makino kepada Sasuke.

"Kopi saja cukup." Jawab Sasuke.

"Oi Sasuke, apa yang ada didalam karung itu?" Tanya Dadan kepada Sasuke.

"Ah, itu adalah emas. Ambilah emas itu dan bagilah secara merata." Ucap Sasuke dengan santai.

Dadan, Magra dan Dogra pun membelalakan matanya dan langsung membuka karung yang dibawa Sasuke tersebut. Saat mereka melihat isinya, mata mereka langsung berubah menjadi lambang mata uang berry dan mulut mereka menganga.

"SUGGGOOOIIII!" Teria Dadan yang kegirangan.

""OKASHIRAAAA! KITA AKAN MENJADI ORANG KAYA!"" Teriak Dogra dan Magra sambil menagis dan memeluk beberapa batang emas yang mereka genggam.

"Ara ara. Sasuke sepertinya sudah menjadi orang yang kaya juga." Ucap Makino sambil membawa segelas kopi dan ia letakan di meja di depan Sasuke.

"Jangan bilang bahwa kau merampok semua emas itu?" Tanya Kepala Desa kepada Sasuke.

"Tentu saja tidak. Emas itu semua hadiah." Jawab Sasuke singkat sambil menyeruput kopi panas buatan Makino.

"Buahahahaha, Oi Sasuke! Aku dengar kau melawan Kaido dan Big Mom." Ucap Garp kepada Sasuke.

"Ah. Dua orang itu benar-benar merepotkan." Jawab Sasuke dengan singkat.

Garp pun tersenyum bangga dengan cucunya yang satu ini. Pertama kali ia mendengar bahwa Sasuke mengalahkan Kaido dia sangat senang dan tertawa seharian. Garp pun ikut menonton pertarungan antara Sasuke dan Kaido yang disiarkan lewat denden mushi visual di Marineford. Garp sebenarnya sudah menyangka bahwa Sasuke akan menjadi seseorang yang kuat bahkan lebih kuat dari Yonkou. Garp mengetahui bahwa Sasuke adalah anak yang cerdas dan itu terbukti Sasuke dapat menguasai 3 haki dalam kurun waktu 5 bulan saja.

"Tapi sepertinya aku harus memberimu sedikit pelajaran karena kau menjadi bajak laut." Ucap Garp sambil menyeringai.

Sasuke yang mendengar itu hanya tersenyum dan menatap Garp. "Apa aku pernah mendeklarasikan bahwa aku adalah bajak laut?" Tanya Sasuke sambil menyeringai.

Garp yang mendengar itu pun langsung mengerang. "Jangan banyak alasan! Catatan tindakan criminalmu menumpuk di Marineford!" Ucap Garp yang kesal.

"Maksudmu membunuh para angkatan laut saat perang besar Marineford?" Tanya Sasuke.

Garp dan yang lainnya pun sedikit tersentak dengan pertanyaan Sasuke. Mereka kembali mengenang kematian Ace dan kembali merasa sedih. Mereka semua merundukan kepala mereka dan tidak berani menatap Sasuke.

"Lagipula saat itu aku hanya marah dan tidak berniat membunuh mereka semua. Kematian Ace memang meninggalkan luka untuk kita semua tapi kita harus bisa merelakannya. Tidak ada yang bisa disalahkan atas kematian Ace ini. Aku salah, Garp Salah, Luffy salah, bahkan Shirohige pun salah karena kita semua lengah saat itu." Ucap Sasuke.

Mereka semua yang mendengar perkataan Sasuke pun hanya tersenyum karena mengerti dengan perkataan Sasuke yang intinya adalah mereka harus bisa merelakan kepergian Ace dan tidak menyalahkan siapapun.

"Sasuke, apa kau tahu dimana keberadaan Luffy?" Tanya kepala desa kepada Sasuke.

"Dia baik-baik saja. Dia sedang berlatih sekarang." Jawab Sasuke.

"Ehhhh? Berlatih? Siapa yang melatihnya?" Tanya Garp kepada Sasuke.

"Rayleigh."

Garp pun membelalakan matanya dan menganga. "EEEEEHHHH!? Kenapa dia bisa di latih Rayleigh!?"

"Aku yang menyarankannya. Satu-satunya orang yang bisa mengajarkannya haki hanyalah Rayleigh." Ucap Sasuke.

"Haki kah? Nampaknya bocah ingusan itu berusaha untuk menjadi kuat." Gumam Garp sambil tersenyum karena senang bahwa Luffy baik-baik saja.

" Luffy baik-baik saja." Ucap Makino sambil tersenyum.

Sasuke pun langsung mengarahkan pandanganya pada Dadan yang masih terhipnotis dengan emas yang ia genggam. "Dadan, selama aku disini aku akan tinggal di rumahmu dengan para bandit. Apa boleh?" Tanya Sasuke kepada Dadan.

"Ahhh.. lakukan semamumu!" Ucap Dadan tanpa memalingkan pandangannya dari emas yang ia genggam.

Sasuke yang melihat itu pun hanya berkeringat jatuh dan mengabaikan tingkah laku aneh Dadan. "Baiklah aku akan istirahat dulu. Sampai juga besok pagi." Ucap Sasuke yang berdiri dan berjalan keluar.

"Tunggu Sasuke, bisa kita bicara sebentar?" Tanya Garp.

"Hn." Sasuke hanya mengangguk dan kembali berjalan.

"Anak itu tidak berubah. Dia masih irit bicara dan arogan buahahahah." Ucap Garp sambil tertawa dan mengambil dua botol sake dan mengikuti Sasuke keluar.

"Dadan-San, mau sampai kapan kau menatapi emas-emas itu?" Tanya Makino sambil berkeringat jatuh dan melihat Dadan yang terus menerus memeluk emas pemberian Sasuke.

"Memangnya apa yang bisa kau harapkan dari sekumpulan para bandit gunung?" Gumam sang kepala desa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

-X-

Sasuke dan Garp kini sedang duduk disebuah kursi panjang di luar bar. Mereka kini sedang menikmati udara malam di Desa Foosha yang sangat sejuk. Sambil meminum sake, mereka berdua mengarahkan pandangan mereka ke langit dan melihat bulan yang sangat besar dan bintang-bintang yang bersinar di langit.

"Damai sekali." Ucap Garp sambil tersenyum.

"Hn. Itulah kenapa kau memutuskan untuk kembali kesini." Ucap Sasuke yang juga tersenyum.

"Lalu, bagaimana perjalananmu di dunia baru?" Tanya Garp kepada Sasuke.

Sasuke mengarahkan pandanganya ke botol sake yang ia pegang dan ia tersenyum. "Merepotkan." Balas singkat Sasuke.

"Buahahahah kau memang tidak berubah sedikit pun. Sepertinya sifat anti sosialmu itu makin memburuk." Ucap Garp sambil tertawa.

Sasuke pun hanya tersenyum mendengar perkataan Garp barusan dan tidak menjawab apa-apa. Sasuke kembali menatap langit yang penuh bintang dan ia menghela nafas panjang sambil menyandarkan punggungnya ke belakang.

"Setelah kematian Roger, makin banyak orang yang menjadi bajak laut dan tugas para angkatan laut pun semakin berat. Kematian Shirohige menandakan bahwa era lama telah berakhir dan era baru telah dimulai. Menurutmu, apa yang akan terjadi selanjutnya?" Tanya Garp kepada Sasuke.

"Entahlah. Tapi aku yakin bajak laut akan terus hidup selama One Piece masih ada." Ucap Sasuke.

"One Piece kah? Harta karun legenda itu benar-benar misterius sampai-sampai membuat banyak rela mengorbankan segalanya untuk mendapatkan itu." Ucap Garp sambil tersenyum. "Banyak orang mati hanya karena untuk mendapatkan One Piece dan pada akhirnya hanya Roger lah yang berhasil menemukannya." Lanjut Garp.

"Ah. Orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah dia yang mempunyai tujuan jelas dalam hidupnya karena dia pasti akan melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya itu." Ucap Sasuke.

"Buahahahaha apa kau membicarakan Luffy?" Tanya Garp kepada Sasuke.

"Orang yang bercita-cita untuk menjadi raja bajak laut bukan hanya Luffy. Banyak orang diluar sana yang ingin menjadi raja bajak laut bahkan Linlin dan Kaido pun ingin menjadi raja bajak laut." Ucap Sasuke.

"Ahhh dua orang itu dari dulu memang sangat merepotkan. Meskipun mereka selalu bertengkar layaknya anjing dan kucing tapi, mereka mempunyai hubungan yang sangat dekat." Ucap Garp sambil tersenyum.

"Sepertinya kau cukup mengenali mereka berdua. Apa kau pernah bertarung dengan mereka?" Tanya Sasuke kepada Garp.

Garp yang mendengar itu pun langsung menyeringai. "Aku bahkan melawan kapten mereka."

Sasuke yang mendengar itu pun sedikit terkejut karena dia baru mengetahui bahwa Kaido dan Big Mom memiliki seorang kapten. "Apa maksudmu kapten?" Tanya Sasuke yang penasaran.

"Linlin, Kaido, Newgate atau Shirohige, mereka dulunya berada dalam kapal yang sama dan merupakan anggota bajak laut Rocks." Ucap Garp sambil tersenyum.

"Rocks?" Gumam Sasuke yang kebingungan namun penasaran karena didalam hatinya ia sedikit ingin tahu dengan kapten yang dibicarakan oleh Garp ini.

"Ah. Sebelum era Roger, bajak laut Rocks sudah mempunyai nama dan mereka dulunya adalah bajak laut terkuat didunia. Nama-nama besar seperti Newgate, Linlin, Kaido dan Shiki adalah anggotanya dan mereka di pimpin oleh seseorang yang bernama Rocks,D,Xebec." Ucap Garp sambil tersenyum.

"Mengetahui ada seseorang yang bisa memimpin Shirohige, Kaido dan Linlin, pasti orang ini sangat kuat dan berbahaya." Ucap Sasuke.

"Tujuannya adalah menjadi raja di dunia ini. Mereka adalah bajak laut yang kuat dan juga kejam dan aku pun harus menghentikannya sebelum dia bertindak lebih jauh lagi." Ucap Garp.

"Raja dunia? Apa maksudmu dengan raja dunia? Memangnya ada seorang raja didunia ini?" Tanya Sasuke kepada Garp.

Garp pun hanya tersenyum dan meminum sakenya. "GLUP! GLUP! GLUP! UAAHHHH! Entahlah. Apakah ada seorang raja yang mengatur dunia ini? Pertanyaan yang terdengar sangat lucu tapi patut dicari jawabannya." Jawab Garp.

"Lalu bagaiamana pertarunganmu dengan Rocks? Kau pasti memenangkan pertarungan itu karena kau sekarang masih hidup dan Rocks sudah menghilang." Ucap Sasuke.

"Pertarunganku dengan Rocks membuatku mendapatkan julukan sebagai pahlwan angkatan laut karena saat itu aku harus melindungi pasukanku dan juga para Tenryuubito. Tapi aku tidak suka saat mereka menjuluki sebagai pahlawan karena mengalahkan Rocks." Ucap Garp.

"Kenapa?" Tanya Sasuke.

"Karena aku tidak mengalahkannya sendirian." Ucap Garp sambil tersenyum.

Sasuke yang mendengar itu pun mulai penasaran dan mulai masuk ke dalam cerita Garp. "Kau mengalahkannya dengan Sengoku?" Tanya Sasuke. Cukup wajar Sasuke bertanya seperti itu karena memang terkenal bahwa partner Garp adalah Sengoku.

"Buahahahaha tidak. Aku beraliansi dengan seorang bajak laut untuk mengalahkan Rocks dan dia adalah Roger." Ucap Garp.

Sasuke pun sedikit terkejut karena mendengar bahwa Garp sampai harus bersatu dengan Roger untuk mengalahkan Rocks. Dalam hatinya, Sasuke ingin bertarung dengan Rocks ini dan melhat seberapa kuatnya Rocks.

"Jadi kau menolak gelar pahlawan angkatan laut karena kau beraliansi dengan bajak laut?" Tanya Sasuke.

"Ah. Itu akan mencoreng nama baikku sebagai angkatan laut dan jika harus melawan bajak laut dengan meminta bantuan bajak laut lain buahahahahah." Ucap Garp sambil tertawa.

"Garp, jawab aku dengan jujur. Kenapa kau memilih untuk menjadi angkatan laut?" Tanya Sasuke dengan serius.

Garp pun menyeringai ketika mendengar pertanyaan Sasuke itu dan menatap Sasuke. "Kenapa? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Garp.

"Kenapa kau memilih untuk menjadi angkatan laut yang bisa dibilang hanyalah anjing dari pemerintah dunia. Orang-orang sepertimu, Sengoku, Kuzan dan aku benci mengatakan ini tapi Sakazuki dan kalian semua mempunyai kekuatan untuk berdiri sendiri tanpa harus masuk angkatan laut. Saat itu pun kau mengatakan kepadaku bahwa kau membenci Tenryuubito tapi kenapa kau malah memilih untuk menjadi angkatan laut?" Tanya Sasuke.

"Buahahahaha inilah mengapa aku benci berbicara dengan orang yang cerdas. Mereka selalu menanyakan hal-hal yang sangat sensitive dan sulit untuk dijawab." Ucap Garp sambil tertawa.

"Kau tidak menjawab pertanyaanku." Ucap Sasuke yang sedikit kesal karena Garp mengalihkan pembicaraan.

"Aku menjadi angkatan laut karena aku membenci orang yang melakukan tindak criminal." Ucap Garp sambil tersenyum.

"Aku tahu kau berbohong tapi katakan saja bahwa kau membenci orang yang melakukan tindakan criminal. Untuk kasus Roger, kau mengejarnya karena memang dia seorang criminal atau hanya karena kau seorang angkatan laut dan dia adalah bajak laut?" Tanya Sasuke kepada Garp.

Garp yang mendengar pertanyaan itu pun langsung membelalakan matanya karena a terkejut dengan pertanyaan Sasuke. Puluhan tahun dia menjadi angkatan laut tidak ada yang pernah menanyakan hal ini kepadanya.

"Satu contoh lagi adalah Luffy. Setahuku, dia tidak pernah melakukan tindakan keji dan merugikan banyak orang malah dia banyak membantu orang-orang seperti kerajaan Arabasta. Tapi angkatan laut tetap memburunya seolah Luffy adalah penjahat kelas kakap." Ucap Sasuke kembali.

"Bagi angkatan laut, menjadi seorang bajak laut sudah menjadi alasan yang kuat bagi kami untuk menangkap mereka semua. Kami angkatan laut, berusaha untuk menegakan keadilan di dunia dan menciptakan perdamaian dan memusnahkan seluruh bajak laut guna melenyapkan kejahatan dunia di dunia ini." Ucap Garp sambil tersenyum.

"Dan menurutku sumber kejahatan yang didunia ini bukan berasal dari para bajak laut melainkan dari pemerintah dunia itu sendiri." Ucap Sasuke.

Garp pun kembali tersenyum saat mendengar pernyataan Sasuke barusan. "Jadi apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menghancurkan pemerintahan dunia?" Tanya Garp sambil menyeringai.

"Jika perlu, maka akan aku lakukan." Ucap Sasuke dengan yakin.

"Buahahahaha anak muda sepertimu masih harus banyak belajar lagi." Ucap Garp yang tertawa dan merasa tergelitik dengan perkataan Sasuke. "Ada sebuah pepatah mengatakan lebih baik merubah dari dalam daripada merubah dari luar." Ucap Garp.

Sasuke yang mendengar perkataan Garp pun langsung membelalakan matanya dan terkejut karena ia mengerti dengan maksud perkataan Garp. Seakan-akan dia seperti disindir dan ia kembali mengingat masa lalunya di dunia shinobi. Ingatanya kembali kepada kelompok Akatsuki yang merupakan kelompok yang di cap teroris oleh ke lima desa. Namun, sebenarnya para anggota akatsuki memiliki impian mereka sendiri dan mempunyai pandangan idealis tersendiri tentang dunia dan ingin menciptakan perdamaian dunia. Sasuke pun pernah merasakan di posisi dan di situasi seperti itu saat ia habis mengalahkan Kaguya dan ingin mengubah dunia dengan membunuh para 5 kage. Namun, pada akhirnya dia menyadari bahwa tindakannya itu salah dan untung ada Naruto yang telah menyadarkannya.

Jika disamakan, bahwa 5 desa besar shinobi adalah pemerintah dunia dan akatsuki adalah para bajak laut, manakah kubu yang harus Sasuke pilih untuk mengubah dunia ini? Naruto, sahabatnya sepertinya akan memilih untuk masuk ke kubu pemerintah dunia dan mencoba merubahnya dari dalam dan tidak akan menjadi bajak laut. Perlahan, Sasuke mulai ragu dengan apa yang harus ia lakukan di dunia ini karena jujur saja ia tergoyahkan dengan perkataan Garp. Jika dia ingin merubah dunia ini, apakah dia harus merubahnya dari dalam atau dari luar?

"Buahahahaha jangan terlalu dipikirkan. Aku mengatakan hal ini kepadamu karena aku tahu kau adalah orang yang cerdas dan pasti paham maksudku dan sepertinya benar, kau langsung mengetahui maksudku dan alasanku." Ucap Garp sambil tertawa. "Jika aku berbicara ini pada Luffy atau Ace, pasti mereka tidak akan mengerti." Lanjut Garp

Sasuke masih terdiam dan terus mendengarkan perkataan Garp. 'Sepertinya aku harus mempelajari sejarah dunia ini dan setelah itu baru aku bisa menentukan pilhanku. Aku harus bertemu dengan pihak pemerintah dunia dan menyakan beberapa hal kepada mereka.' Gumam Sasuke dalam hatinya.

-X-

(MARIJOIS)

"HAAAAHHH!? Kenapa aku harus membiarkan Uchiha Sasuke bergerak bebas!? Dia adalah bajak laut paling berbahaya di dunia ini dan jika angkatan laut terus membiarkannya maka tu akan mencoreng namaku sebagai Fleet Admiral!" Teriak Sakazuki yang marah.

"Tutup mulutmu dan lakukan saja perintah kami, Sakazuki." Ucap Gorosei berjanggut panjang.

"Ketahuilah, bahwa kamilah yang berhak membuat keputusan dan angkatan laut mau tidak mau harus menerimanya." Ucap Gorosei berambut pirang.

"Lagipula kau pun tahu bahwa angkatan laut tidak cukup kuat untuk menaklukan Uchiha Sasuke." Ucap Gorosei yang memliki kumis tebal dan memakai topi.

"Serahkan Uchiha Sasuke kepada kami dan jangan ikut campur." Ucap Gorosei yang bertubuh sedikit gemuk.

"Hanya kami yang tahu bagaimana cara mengalahkannya." Ucap Gorosei yang membawa pedang.

"GGRRRRRR! Sudah kubilang jika kalian mengetahui sesuatu tentang Uchiha Sasuke, kenapa kalaian tidak mengatakannya padaku hah!? Dan lagi kenapa malah oragnisasi konyol ini yang dipercayakan untuk menghadapi Sasuke!?" Tanya Sakazuki sambil melirik kearah kirinya.

Terdapat 3 orang yang sedang duduk disebuah sofa besar dan ketiga orang tersebut terdiri dari 2 pria dan satu wanita dan mereka mengenakan pakaian serba putih. Mereka adalah CP-0 organisasi intelejen terkuat pemerintah dunia dan mereka adalah Rob Lucci , Kaku yang merupakan mantan anggota CP-9 dan Stussy.

"Cukup Sakazuki, kau boleh pergi dari tempat ini." Ucap Gorosei berjanggut panjang.

Sakazuki yang mendengar itu pun hanya mengerang kesal dan menatap para Gorosei dengan tatapan penuh amarah. "Kau akan menyesali keputusanmu karena telah mempercayai orang sekuat Sasuke kepada orang-orang lemah ini." Ucap Sakazuki.

"Berbicaralah semaumu, kalian semua para angkatan laut hanyalah anjing dari pemerintah dunia dan belajarlah untuk mematuhi majikan kalian." Ucap Lucci dengan datar dan dingin.

"APA KAU BILANG!?" Teriak Akainu yang kesal dan bersiap untuk menyerang Lucci.

"Cukup Sakazuki! Atau aku harus mengehentikanmu?" Ucap Gorosei yang memegang pedang sambil sedikit mengeluarkan pedangnya dari sarungnya.

"Cihh!" Sakazuki pun mendecih dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.

Kini para gorosei mengarahkan pandangan mereka kepada para CP-0 dan menatap mereka dengan serius. "Jadi kalian tahu kan apa yang harus kalian lakukan? Tanya Gorosei berambut pirang.

"""Kami mengerti!""" Jawab mereka dengan bersamaan.

"Kalau begitu kalian boleh pergi." Ucap Gorosei berjanggut panjang.

Para anggota CP-0 pun menganggukan kepala mereka dan langung meninggalkan ruangan dan meninggalkan para Gorosei.

"Apa kau yakin Reverie adalah moment yang tepat?" Tanya Gorosei yang bertubuh sedikit gemuk.

"Ah. Kupikir Reverie adalah moment yang tepat untuk berbicara dengan Uchiha Sasuke dan Im-Sama." Ucap Gorosei berambut pirang.

"Perkataan Sakazuki ada benarnya juga. Jika dibarkan terus maka dia akan bisa menjadi raja bajak laut mengingat dia dekat dengan Nico Robin yang bisa membaca Poneglyph." Ucap Gorosei berjanggut panjang.

"Semoga saja dia menerima penawaran kita," Ucap Gorosei yang memegang pedang.

"Ah karena jika tidak kita harus menghadapi kemungkinan terburuk untuk melawannya!" Ucap Gorosei berkumis tebal

DEMON EYES UCHIHA SASUKE SEASON 2 CHAPTER 4 END

ARIGATOU GOZAIMASU!