The Reason by Hoobastank
Hari yang ditunggu pun tiba. Mahasiswa Universitas Tokyo sudah sampai di kyoto menggunakan bis. Pak Naraku, Kagura, dan Miroku sudah hadir di sana. Hanya dua kelas saja yang ikut karena tempat dibatasi oleh pihak panitia.
Sedangkan Sesshoumaru? Dia bersama Totosai dengan mercy hitam nya.
Kagome satu bis dengan Sango. Senang sekali bisa kumpul dengan teman sejurusan. Mereka bernyanyi, ada bermain gitar. Semua tertawa riang.
"Ayo Kagome nyanyi dong untuk kami."
"No thanks. Suaraku jelek," alasannya.
"Eh, Kagome. Katanya kau dekat sama Pak Sesshoumaru ya? Tanya pemuda rambut punk mencuat ke atas. Di wajahnya penuh tindikan. Walau sangar sebenarnya baik.
Kagome terkejut. "Eh? Kata siapa?"
"Banyak kok yang bilang. Gossip kalian sudah beredar." Teman si rambut punk ikut menimpali. Namanya Ginta.
Wajah Kagome pucat pasi. Mampus aku! Aku terlalu sering dekat dengannya sih. Dan waktu itu Sesshoumaru sedang sibuk-sibuknya. "Mana mungkin?" Gadis manis berumur 20 tahun itu tertawa hambar. "Aku asistennya. Hubunganku hanya sebatas situ saja."
Gadis berambut jagung dengan kuncir kuda berdiri. Senyum jahil terpatri di sudut bibirnya. "Lama-lama hubungan situ saja akan jadi lebih dari sekedar asisten dosen.
"Itu tidak mungkin, Ayame!" Kagome mulai panik. Harus cepat-cepat ganti topik pembicaraan.
"Itu mungkin saja, Kagome. Bisa saja hari ini Pak Sesshoumaru melamarmu," sergah Sango.
"Hei, hei! Kalian mulai ngaco hei!"
"Pokoknya jika kau menikah nanti kamu harus traktir kami semua di sini. Asikkkk!" Ayame heboh dan disambut dengan teriakan yang lain.
"Kau harus mengundang kami!"
"Hei! Kalian apa-apaan sih?" Wajah Kagome merah padam. Bis sudah berhenti di pelataran depan Fushimi Inari Taisha. Bukannya turun teman-temannya malah asyik menggoda Kagome.
"Ingat loh, Kagome, hahaha!" Ayame terpingkal.
"Heh, itu tidak mungkin! Jangan mengada-ngada! Teman-temannya terpaku memandang Kagome. "Nah bagus kalian diam saja! Ayo tu,-ups!" Kagome hendak berbalik dan menubruk tubuh seseorang. Kagome menengadah. Sosok jangkung rambut silver tengah menatapnya.
"P-pak Sesshoumaru," desis Kagome. Pantesan teman-temannya memasang raut wajah seperti tadi.
Mata tajam itu memandang mahasiswanya di dalam bis. "Apa yang kalian lakukan? Kenapa tidak turun?"
Kami sedang menggoda pacar Bapak!" Jawab Ayame. Mata Kagome mendelik.
"Menggoda?"
"Iya, Pak. Pacar Bapak kan Kagome!"
Astaga! Si Ayame mulutnya ga bisa di rem. Seenaknya saja ngomong. Kagome langsung membekap mulut Ayame. "Pak, jangan didengerin omongan mereka ya? Ya?"
Sesshoumaru tampak berpikir. "Bapak dengarkan."
Mendapat lampu kuning Ginta berkata, "Pokoknya Bapak ngundang kami-kami ini pernikahan Bapak sama Kagome."
Argh! Ni anak ikutan nambah penderitaan. Bagaimana ini? Kagome sudah frustasi.
"Pokoknya Bapak jangan khawatir. kagome akan kami jaga!"
"Bila perlu dikandangin!"
Mata Kagome membulat."HEEIII!!!" Ayo cepetan turun sana! Usir Kagome. Telinganya sudah sakit mendengar keisengan teman-temannya.
Kagome turun paling akhir memastikan semuanya sudah turun. Tinggallah dirinya dan Sesshoumaru di dalam bis. "Ayo, kita turun," ajaknya.
"Kita harus bicara."
"Nanti."
Para mahasiswa memasuki Fushimi Inari Taisha. Tempat ini terkenal dengan ribuan gerbang torii berwarna merah terang, yang melintasi jaringan jalan setapak di belakang bangunan utamanya. Jalan setapak mengarah ke hutan berhutan di Gunung Inari yang suci, yang berdiri di ketinggian 233 meter dan merupakan bagian dari halaman kuil.
Beberapa mahasiswa berswafoto dengan latar belakang gerbang torii. Mereka berselfie ria dengan berbagai macam pose. Naraku juga senang, akhirnya bisa jalan-jalan dengan gebetan, Kagura. Wanita bermata merah itu sibuk berfoto dengan mahasiswanya.
Kagome pun tak luput ikut berfoto. Menggunakan seragam almamater kampus Todai dengan jeans berwarna biru langit. Senyumnya sumringah. Senang sekali berkumpul dengan teman satu jurusan.
"Pak Sesshoumaru, sini!" Si mulut besae Ayame malah mengajaknya ke sini. "Foto bareng!"
Sesshoumaru berjalan dengan elegan. Malah berdiri di samping Kagome. Bahu mereka menempel. Pada hitungan ketiga, tangannya merangkul bahu sang putri sulung Higurashi. Tentu saja Kagome terkejut. Wajah mereka sangat dekat.
Tak lama Sesshoumaru bergabung dengan Totosai dan yang lain. Kagome dan Sango tampak kelelahan menaiki jalan setapak. Tapi kelelahan terobati setelah sekitar 30-45 menit pendakian dan secara bertahap kepadatan gerbang torii berkurang, mereka akan mencapai persimpangan Yotsutsuji kira-kira setengah jalan ke atas gunung, di mana beberapa pemandangan indah Kyoto dapat dinikmati, dan jalur terbelah menjadi rute melingkar ke puncak.
Sekali lagi Kagome dan lainnya berfoto bersama. Gadis itu bersyukur, mempunyai teman-teman yang baik padanya. Sango meminta Kagome untuk berfoto berduaan saja dengan menggunakan tongsis.
"Kagome, kau tidak mau foto sama Pak Sesshoumaru? Aku akan ambil gambar kalian berdua," Sango menawarkan dirinya. Kagome menggeleng.
"Tidak," Kagome menggeleng lemah. Matanya seperti melihat seseorang. Sango mengikuti arah mata sahabatnya. Maniknya menyipit. Lho, kenapa pemuda itu ada di sini?
"Inuyasha ..." Desis Kagome. Melihat itu Sango mengajak Kagome pergi dari sini.
"Kagome, jangan sedih. Ada aku di sini mendengar segala keluh kesahmu. Ayo!" Ajak Sango agar Kagome tidak bersedih melihat mantannya sedang kencan dengan gadis mirip dengan Kagome.
Sepasang mata amber memperhatikan dua gadis itu turun menuruni jalan setapak. Sepertinya ada yang tidak beres.
Malamnya atas izin Sesshoumaru Kagome menginap di tempat penginapan untuk mahasiswa. Kagome sangat berterima kasih pada pria tegap karena sudah mengizinkan dirinya berbincang dengan sahabatnya.
"Aku melihat Inuyasha."
Sango mendecih sebal. "Ngapain dia ke sini sih?"
"Entahlah. Hubungan kami sudah berakhir. Kau tahu? Akhi-akhir ini dia sering mengirim pesan padaku."
Alis Sango bertemu di tengah. "Terus? Aku penasaran.
Kagome menghela napas panjang. "Dia ingin ngajak aku balik lagi."
"Hah? Yang benar? Tidak tidak. Aku tidak setuju! Jawab Sango tegas. "Sori ya aku bukan mau ikut campur. Dari apa yang aku dengar darimu, kalian sering bertengkar kan? Hubungan macam apa itu? Itu sudah ga sehat, Kagome.
Hati gadis manis itu mencelos. Benar juga apa yang dikatakan Sango. Mama sering bilang, pacaran saja sudah bertengkar, bagaimana nanti kalau sudah menikah? Mama tidak setuju anaknya pacaran dengan orang yang kasar.
"Kagome."
Mata Kagome membulat. Dia sangat kenal suara itu. Dia menoleh. Sosok pemuda memakai jaket merah berdiri di hadapannya.
"Inuyasha ..."
"Kagome, aku ingin bicara padamu."
"Tidak ada yang perlu dibicarakan!" Sahut Sango ketus.
Inuyasha mengernyit tidak senang. "Siapa kau?"
"Aku Sango, temannya Kagome. Kenapa?!"
"Minggir."
"Inuyasha." Kagome berdiri berhadapan dengan Inuyasha. "Pergilah. Jangan ganggu aku lagi."
"Tidak! Jawab pertanyaanku dulu. Kenapa kau block nomer ponselku?!"
Kagome mulai kesal. Pertengkaran pun dimulai. "Karena kau menggangguku. Bukankah kita sudah tidak berhubungan lagi?"
"Aku ingin balik denganmu."
Mulut Kagome dan Sango menganga. Semudah itukah membolak balikkan telapak tangan? "Jangan ngaco! Cukup sudah. Maaf."
Inuyasha maju selangkah, mencengkram lengan Kagome kuat. Tentu saja gadis itu kesakitan. "Lepaskan aku!"
Sango cepat melerai keduanya. "Lepaskan dia, Inuyasha!"
"Tidak! Sebelum kau--Aaeghh!" Inuyasha terjengkang ke belakang.
"Sebelum kau apa, Inuyasha?" Pemilik baritone pria itu semakin berat dan dalam. Tangannya sudah terkepal.
Kagome dan Sango menjerit. Sadar siapa yang telah meninju Inuyasha. "Sesshoumaru ..."
Inuyasha berdiri terhuyung-huyung. Dia menunjuk-nunjuk dengan telunjuk ke arah pria yang barusan memukulnya. "Kenapa kau di sini, Brengsek?!" Inuyasha semakin emosi.
"Justru aku yang bertanya. Kenapa kau ada di sini? 'Orang Asing' dilarang masuk!"
Inuyasha makin muak dengan kearoganan. "Keh! Terserah aku! Memangnya kau mau apa, Kakak tiri?"
"Apa?! Jawab Kagome dan Sango bersamaan. Jadi? Jadi? Sesshoumaru dan Inuyasha ...
Emas menatap tajam Inuyasha. "Jangan sentuh Kagome seujung jaripun!"
TBC
Woaowowo mulai memanas nih. Next chap bakal--oops, ga mau spoiler , wakakaakkakak.
Terima kasih banyaK untuk AmetoAi yang sudah setia memberikan komennya. Pelooookkss
Yuk ah kita hidupkan SessKag. Mana yel yel nya?
Terima kasih banyak. Muachh
