"Tomioka-san."

Giyuu menoleh dan mendapati sepasang mata Shinobu sedang menatapnya. Sejak awal Giyuu menyadari bahwa iris lembayung milik Shinobu selalu terlihat artifisial, mirip mata boneka. Hanya pantulan cahaya berkilau dari sungai saat ini yang membuatnya terlihat hidup. Dan kini bayangan Giyuu tenggelam bersama pantulan cahaya tersebut di dalamnya.

"Apa?"

Shinobu diam selama lima detik lalu tersenyum. Bukan jenis senyum yang biasa dia berikan, membuat Giyuu merasa ada sesuatu yang berbeda dari Shinobu hari ini. Shinobu membuka mulut dan sesuai dugaan, kata berikutnya yang dia ucapkan sukses melumpuhkan kerja otak Giyuu.

"Mau melakukan shinju bersamaku?"


Daylight Daybook

Kimetsu no Yaiba © Gotouge Koyoharu

Fiksi ini ditulis oleh 2U3ShiRo dengan mengambil prompt "Tragedy"

(783 words)

Warning : GiyuuShino! AU! Highschooler. Mengandung beberapa unsur trigger warning dan isu sensitif.

No commercial profit taken.


.

Bagi Giyuu, Shinobu adalah sekuntum bunga yang bermekaran di atas tanah berlumpur. Sosoknya selalu terlihat menawan, meski harga dirinya telah hancur digerayangi tangan kotor Douma. Bahkan sosok Shinobu yang berderai air mata saat memberontak tetap terlihat indah di mata Giyuu, meski tersisa rasa sesak luar biasa saat jeritan Shinobu mulai terdengar. Giyuu tahu dia tidak boleh memandangi Shinobu lebih lama lagi karena selanjutnya, kaki Douma akan mendarat di perutnya jika ketahuan.

Atau mungkin lebih buruk dari itu.

Sebagai sesama korban, meski dengan arti yang berbeda, Giyuu dan Shinobu tahu kalau mereka tidak akan bisa lolos dari Douma. Tidak peduli seberapa banyak mereka mengulurkan tangan memohon pertolongan, tidak ada satupun yang peduli. Pada akhirnya, Giyuu tetap menjadi target pukul dan Shinobu akan selalu menjadi 'peliharaan' favorit Douma.

Mungkin karena hal itu, ada ikatan baru yang terjalin di antara Giyuu dan Shinobu sehingga bisa seperti sekarang. Kabur sejenak dari rutinitas sebagai 'mainan' lalu duduk berdua di kolong jembatan sambil menjelek-jelekkan Douma.

"Kuharap aku lahir sebagai hiu supaya bisa meremukkan badan Douma," celetuk Shinobu, suatu kali. "Tapi aku nggak mau memakan bangkainya, najis!"

Katanya setiap ucapan adalah doa, karena itu Shinobu memanjatkan keinginannya agar Douma segera mati dengan menggunjingkannya setiap hari. Sebenarnya menggunjingkan orang itu tidak baik, tapi Shinobu terus menggunjingkan Douma. Sepertinya karena Douma itu bukan orang, tapi setan. Setan jahanam yang merenggut segalanya dari Giyuu dan Shinobu.

Namun kali ini semuanya berbeda. Tidak ada gunjingan dan sumpah serapah yang dilayangkan untuk Douma. Seakan seluruh hasrat Shinobu agar Sang Setan Jahanam segera mati menghilang, dilebur kata-kata yang dia ucapkan sebelumnya.

"Shinju?" ulang Giyuu.

Shinobu mengangguk. "Iya shinju, bunuh diri ganda—"

"Aku tahu soal itu," sela Giyuu cepat. "Bukannya kamu mau Douma yang mati?"

"Sebenarnya aku sudah lama memikirkannya." Shinobu menunduk, melepaskan hiasan rambut berbentuk kupu-kupu dari kepala, lalu melanjutkan, "Aku berdoa setiap hari agar Si Setan Jahanam cepat mati, tapi sampai sekarang doaku belum terkabul. Mungkin Tuhan menolak mengabulkan doa gadis kotor sepertiku. Meski terus hidup tanpa dia sekalipun, aku sudah nggak punya siapa-siapa lagi di dunia ini."

"Kamu punya aku. Aku akan selalu ada hanya untuk kamu."

Kalimat tadi hanya terlintas dalam pikiran Giyuu namun tidak bisa terucap, walau dia sangat ingin mengucapkannya. Giyuu cuma bisa mengenggam jemari sedingin es milik Shinobu—yang meremas hiasan rambut—dalam tangannya. Shinobu yang sadar kalau Giyuu sedang berusaha menghiburnya, mengangkat kepala, lalu tersenyum kecil.

"Aku nggak begitu yakin bagaimana menjelaskannya. Yang kutahu, aku mau melakukannya dengan Tomioka-san," kata Shinobu.

Giyuu cuma mengangguk pelan, merasa cukup dengan alasan yang diberikan. Bunuh diri bersama orang yang disukai jauh lebih baik daripada harus hidup menderita disiksa setan. "Seperti apa rencanamu?" tanyanya.

Shinobu melepaskan genggaman tangan Giyuu lalu berdiri dan menarik tangan Giyuu. "Ayo ikut, akan kujelaskan nanti."

Giyuu membiarkan Shinobu menggandeng tangannya sambil berjalan sedikit cepat. Memasuki bangunan sekolah, menaiki beberapa anak tangga dan tiba-tiba saja, mereka sudah berada di atap.

"Jadi begini, rencananya mudah, kok! Kita hanya perlu berpegangan tangan lalu melompat dari sini," jelas Shinobu. "Di bawah ada sepetak bunga lili lembah yang berarti 'kembalinya kebahagiaan'. Biarpun kesakitan karena menghantam tanah lalu mati, tapi kita tetap bisa bahagia."

Genggaman tangan Shinobu semakin erat begitu mereka berdiri di antara pagar pembatas yang rusak. Dia menghela napas, menoleh ke arah Giyuu, dan tersenyum sekali lagi.

"Tomioka-san takut?"

Giyuu cuma menggeleng. "Asal bersamamu."

"Kalau begitu, mulai sekarang saja, yuk!"

Giyuu memejamkan mata kemudian melompat bersama Shinobu, membiarkan gravitasi menarik mereka ke bawah, dan meninggalkan atap sekolah. Tiba-tiba Shinobu melepaskan genggaman tangannya, menenggelamkan kepala di pundak Giyuu, dan memeluknya erat. Lalu dia mulai menangis saat Giyuu balas memeluknya.

"Kuharap aku bisa bertemu denganmu di kehidupan berikutnya," isak Shinobu.

Suaranya hampir berhasil direbut oleh angin, tidak begitu jelas lagi terdengar. Tapi Giyuu masih bisa mendengarnya, jadi dia tetap mengiyakan, meski Shinobu sudah tidak bisa mendengarnya. Begitu hampir menyentuh tanah, Giyuu kembali mengaitkan tangannya dengan Shinobu, dan tersenyum untuk terakhir kalinya. Lili lembah yang semula putih, mulai terciprat tinta merah kental. Kemudian, panas dan nyeri luar biasa langsung menghampiri begitu tubuh mereka menghantam tanah.

Darah yang keluar semakin banyak dan semakin menyakitkan. Tapi Giyuu dan Shinobu masih berpegangan tangan. Menghabiskan sisa waktu di antara lili lembah putih-merah.

Sehidup semati.


FIN!


.

A/N: Kembali dengan Niumi yang kali ini menulis unsur bawang tapi tidak suka makan bawang mentah. Hanya ingin menjelaskan bahwa maksud shinju yang sebenarnya adalah bunuh diri bersama kekasih. Tapi selama saling suka, sepertinya nggak ada masalah dengan itu. Serius, jangan ada yang meniru shinju GiyuuShino dalam cerita ini