UNTITLE
Wiell
Disclaimer :
Cerita ini milik saya, jika ada kesamaan bukan suatu kesengajaan.
[CHANBAEK]
.
Upacara pernikahan dilaksanakan dengan khitmat. Baekhyun menelan ludahnya kaku ketika janji suci itu terucap, suaranya terbata namun secara keseluruhan semuanya berjalan lancar. Sorak sorai menggema ketika Chanyeol mencium dahinya selepas mereka telah di sahkan menjadi suami istri. Nyonya Park yang menjadi mertuanya menunduk seraya menyeka mata karena lelehan air disana, juga Jongin dan Kyungsoo yang tersenyum bahagia. Baekhyun pikir semua orang bahagia akan pernikahannya, namun tidak untuk dirinya.
Sedikit banyak ia tahu bagaimana pernikahan ini nantinya akan berjalan. Penuh kepura-puraan, dan yang perlu dilakukannya adalah tersenyum seperti pasangan yang berbahagia atas pilihannya.
"Ya Tuhan, aku tidak bisa merasakan kakiku," keluhnya sambil memijat kaki.
Baekhyun merenggangkan tubuhnya, melepas lelah setelah beberapa jam berdiri dengan senyum yang dipaksa tak luntur. Berjabat tangan dengan banyak orang yang tak dikenalnya dan yang membuatnya mendengus adalah banyaknya lelaki berbadan besar yang lebih mirip bodyguard di bandingkan dengan tamu undangan yang datang. Jongdae dan lainnya juga turut serta, memberikan beberapa bingkisan yang kini tersimpan di pojok kamar hotel.
Resepsi dilaksanakan malam harinya setelah pagi tadi upacara pernikahan. Karena itulah Baekhyun dua kali lebih lelah, sehingga memutuskan untuk segera kekamar setelah tamu undangan pulang.
Ya, saat ini mereka ada di hotel. Karena terlalu lelah untuk kembali apartement Chanyeol maupun ke rumah Baekhyun. Namun berbeda dengan mertua Baekhyun yang menganggap ini adalah malam pertama mereka, yang akan sangat bagus jika dilakukan di kamar dengan suasana yang romantis seperti di hotel ini. Kamar yang tak terlalu besar namun mewah dengan hiasan yang berwarna merah dan emas sehingga menambah kesan romantis. Bahkan Baekhyun harus membersihkan dan mengibaskan bunga mawar yang membentuk love di tengah ranjang juga mematikan banyak lilin aroma terapi yang menyala di tiap sudut ruangan.
Tok tok.
Kakinya di paksa untuk beranjak dari ranjang, membuka pintu kamar, dan Baekhyun mendapati seorang pelayan datang dengan beberapa kudapan dan juga buah apel pesanannya.
"Terima kasih," setelah menerima paket makanannya, Baekhyun segera menutup pintunya. Memutuskan melepas jasnya yang panas hingga menyisakan kemeja putih juga celana pendek selututnya.
"Mau mandi?" ucap Chanyeol mengagetkan Baekhyun. Ia keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya dan paduan baju tidur biru gelap.
"Sebentar lagi," ucap Baekhyun berlalu dengan sepotong apel. Mengunyahnya dan menikmati bagaimana manis buah berkulit merah itu.
"Kau tidak memesan makanan?"
"Hanya beberapa camilan!"
"Tidak memesan Wine?"
"Aku memesannya!"
Chanyeol mendapatkannya. Sebotol Wine yang masih tersegel ada di meja dekat pintu. Untuk itu ia membawa dua gelas dan memutuskan untuk menikmatinya bersama dengan Baekhyun.
"Ini enak sekali~"
Tegukan pertama dan Chanyeol merasa ini sangat enak. Tubuhnya yang lelah menjadi lebih baik dengan segelas wine. Mengedarkan pandangan pada sekitar dan menemukan banyak lilin aroma terapi yang padam juga kelopak mawar yang berserakan ada di bawah ranjang.
"Bukankan ini malam pertama kita?"
"Begitulah. Kenapa?"
"Bukankah seharusnya kita –"
"Aku mau mandi dulu," ucap Baekhyun cepat, ia menatap tajam Chanyeol yang melempar tatapan menggoda, "dan buang pikiran kotormu."
Debuman pintu membuat Chanyeol meringis. Ah, sepertinya tidak untuk hari ini, mungkin lain kali. Bohong tentunya jika Chanyeol mengatakan tidak tertarik pada Baekhyun, lelaki itu cantik dengan kepribadian yang unik. Tubuhnya yang mungil membuat Chanyeol ingin memeluk dan melindungi dari bahaya diluar sana. Sudah berapa kali Chanyeol mengatakannya? Masa bodoh karena memang itu yang terjadi padanya. Ia memang terlihat sedikit pendiam dan cuek saat tidak mengenalnya namun berubah jadi menyebalkan dan sangat lucu jika telah mengenalnya. Apalagi setelah insiden tempo hari di apartement yang membuatnya malu karena bagian bawahnya.
"Chanyeol, bisa tolong aku!" seru Baekhyun dari dalam kamar mandi.
"Kenapa?" ucapnya seraya berdiri, menyandarkan tubuh di dinding dekat pintu kamar mandi.
"Bisa tolong ambilkan bajuku di ranjang? Tidak ada handuk disini."
Sepasang piyama yang sama dengan yang Chanyeol pakai. Menyambar baju itu dan mendekat ke pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat.
"Tidak gratis Baekhyun."
"Ayolah~"
"Aku akan mengambilnya, tapi dengan satu syarat."
Dengusan Baekhyun terdengar hingga luar kamar mandi. Chanyeol terkikik geli membayangkan bagaimana wajah Baekhyun yang kesal. Baekhyun masih diam namun kecipak air terdengar, mungkin menunggu Chanyeol melanjutkan ucapannya.
"Ceritakan padaku tentang keluargamu."
Pintu yang terbuka membuat Chanyeol berjengit, melihat tangan putih itu terulur dan menengadah untuk pakaiannya, "okay, ambilkan bajuku dulu."
UNTITLE 10
"Jadi kakakmu tidak ada di sini?"
"Ya, Jongin hyung ada di Busan dan mengelola perusahaan di sana."
Saat ini mereka ada di ranjang, bersandar pada bantal dengan selimut yang sama. Televisi menyala menampilkan variety show dengan seorang pelawak di sana, membuat Baekhyun tersenyum karenanya.
"Perusahaan apa? Sepertinya wajahnya tidak asing."
"Perusahaan yang memproduksi kain. lumayan besar karena aku pernah mengunjunginya beberapa kali. Kalau kau mau tahu istrinya bernama Do Kyungsoo. Ia adalah seorang perempuan yang sangat baik walaupun sedikit galak. Sekarang ia sedang hamil besar dan hampir melahirkan. Aku yakin kau tahu, bahkan kau pernah melihat sebelumnya."
"Apakah ia juga yang menyuruhmu untuk menikah?"
"Begitulah. Aku tidak tahu apakah aku boleh mengatakannya padamu. Tapi sebenarnya ayah membagikan warisan kepada kami berdua dengan syarat warisan itu akan dibagikan jika aku menikah."
"Jadi kau pikir karena itu Jongin ingin kau menikah?"
"Ya, tidak ada alasan lain."
Baekhyun mendengus, menoleh pada Chanyeol dengan tatapan bertanya, "bagaimana denganmu? Dimana kau bekerja?"
Chanyeol menggaruk kepalanya, memfokuskan pandangan pada televisi kembali, "hanya perusahaan otomotif, kau bisa mencarinya di internet, Oto Park."
"Benarkah, aku kira kau juga menyediakan tempat sewa bodyguard. Karena tadi banyak sekali orang berbadan besar dengan muka galak."
"Tidak, hanya kenalanku saja."
Baekhyun menatap Chanyeol aneh. Mana ada bodyguard yang jadi kenalan saja. Namun ia tak ambil pusing, memilih mengendikkan bahunya asal dan kembali menyantap camilan di pangkuan.
"Bagaimana dengan ayah dan ibumu?"
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya dulu?"
"Aku hanya ingin lebih mengenalnya saja."
"Ayahku seorang CEO dan Ibu ku menjadi ibu rumah tangga. Hanya mengurus keluarga kecil kami. Ayah meninggal saat aku berumur belasan dan Ibuku baru saja menginggal. Ah, aku jadi rindu dengan Ibu,"
Chanyeol terdiam, mengamati perubahan mimik pada Baekhyun yang membuatnya mengiba. Rasanya ia jahat sekali memaksanya menikah. Namun Chanyeol tak sepenuhnya salah karena Baekhyun juga didesak menikah oleh Jongin.
"Ayo, aku akan menemanimu ke makam. Lagipula kami belum pernah bertemu?"
"Hm?"
"Bagaimanapun, aku adalah suamimu sekarang,"
"Tentu, tidak masalah."
Jongin.
Kini Chanyeol tahu bagaimana asal usul lelaki itu. Kakak Baekhyun yang sepertinya suka dengan uang. Sepertinya Baekhyun memang didesak menikah karena perihal warisan sang ayah yang pernah di dengarnya.
"Sudah, aku mau tidur dulu. Nyalakan penghangat ruangannya ya, aku sedikit kedinginan,"
Baekhyun merapikan bantalnya, mematikan lampu tidur dan mengambil selimut di ujung kakinya. Sementara Chanyeol masih bersandar di ranjang, membuka media sosialnya dan ia mendapat banyak ucapan atas pernikahannya. Beritanya begitu cepat beredar bahkan baru beberapa jam. Menghela napas sekilas dan menutup ponselnya, sejenak menoleh pada Baekhyun yang memunggunginya dan memeluk guling erat, seluruh tubuhnya tertutup gundukan selimut yang menyisakan kepalanya yang mungil dengan surai yang sangat halus.
"Apa aku sedang ada di sauna?" bisiknya seorang diri, menyeka lehernya yang berkeringat karena penghangat ruang telah dinyalakan. Chanyeol berbaring setelah mematikan televisi juga lampu dan memutuskan untuk membuang jauh selimut dari jangkauannya.
Ah, mungkin Baekhyun akan sedikit terkejut saat mendapati tubuh setengah telanjang milik Chanyeol di esok hari.
Bersambung –
Note Chapter 10 :
Nothing to say~
Terima kasih sudah mampir, silahkan tinggalkan jejak disini ya!
Luv.
