Zoro melihat jam tangannya, sudah jam 11 lebih 5 menit dan dia belum melihat batang hidung si alis keriting.
Lalu Zoro merasakan HPnya bergetar. Terpampang di hpnya ada pesan masuk dari si alis obat nyamuk.
-Alis keriting
Woi Marimo lo dimana
Gue di pintu masuk ABC
Lo dimana njing?
Hah?
Gue juga di pintu masuk ABC njing
Di sini sepi njing
Kalo lo ada gue tau lah
SALAH PINTU LO BANGSUL!
PINTU MASUK MESTI RAME LAH!
SHARELOC AJA DAH LO!
LO YANG SALAH PINTU NJING!
NIH!
WOI NGEGAS SALAH!
ITU TOKO KELONTONG ABC ANJAY!
MANA ADA PINTU MASUK
DATENG-DATENG UDAH ETALASE TOKO!
"Pak, bukan supermarket ABC ya Pak?"
"Dek... jangan disamain lah Dek." Yeuu bapaknya malah pundung.
Bentar, gue ke sana
GA USAH NJING GUE BELI SENDIRI AJA
LAMA LO
ILANG LAGI NTAR
KAN MESTI DITEMENIN ANGGOTA KLUB KENDO KALO BELI BAHAN GOBLOG
HEH
UDAH SETAHUN YA GUE NGURUSIN KONSUMSI KLUB KENDO
GUE BISA SENDIRI
Zoro memijat batang hidungnya. Sialan! Dia merencanakan belanja konsumsi ini bisa jadi kencan pertamanya dengan Sanji. Atas usul Perona, dia menelefon Nami supaya belanja konsumsinya dia yang lakukan saja.
Dan sepertinya, Nami menangkap maksudnya untuk berkencan dengan Sanji. Tch! Walau rencananya kencan dengan Sanji berhasil, ini akan menjadi bahan ejekan untuk waktu yang lama. Roronoa Zoro, papan triplek sekolah ternyata jatuh cinta dengan ketua tata boga pirang dengan alis obat nyamuk. Hah?
Tidak! Dia tidak sedang jatuh cinta dengan Sanji! Itu hanya bagaimana ia membayangkan Nami akan mengejeknya! Ciuman yang dia inginkan juga hanya sebatas keperluan jasmani, tidak ada hubungannya dengan perasaan!
Tapi intinya, sekarang, karena kebodohannya, sepertinya kencan itu akan batal. Memang seharusnya dia meminta Perona untuk mengantarnya. Ia sudah berangkat menuju ABC tiga jam yang lalu, mengetahui jalan-jalan di sekitarnya akan berubah setiap saat. Rasa gelisah datang telatnya seketika hilang ketika dia melihat plat nama ABC sekitar pukul 10.50.
Tch! Seharusnya dia mengecek dua kali kalau toko yang didatanginya itu toko yang benar. Kan jadi batal kencan pertamanya dengan Sanji.
Tiba-tiba dia merasakan hpnya bergetar di sakunya lagi.
Oh, sebuah notifikasi pesan dari si alis keriting.
Bentar, gue kesana
Disuruh Nami-san
JANGAN KEMANA2 ILANG LO NANTI
Senyum Zoro seketika mengembang membaca pesan itu. Kencannya tak jadi batal!
